Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, October 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Divonis Lima Bulan Penjara, Warga Australia Ajukan Banding

Terdakwa Phoenix Daniel John Hanna usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2019)  
sukabumiNews, DENPASAR – Warga negara Australia, Phoenix Daniel John Hanna (46) mengajukan banding setelah divonis lima bulan penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar.

Melalui penerjemahnya, terdakwa Phoenix menyampaikan bahwa ia tidak terima dengan putusan dari Majelis Hakim di persidangan. Majelis Hakim memberikan waktu tujuh hari untuk pengajuan banding tersebut.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata Ketua Majelis Hakim I Dewa Made Budi Watsara, di Denpasar, Senin, dikutip ANTARA.

Majelis Hakim mengatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, telah melakukan pidana penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) dan ayat (4) KUHP.

Putusan yang diterima terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Gede Juliarsana yang sebelumnya menuntut pidana selama delapan bulan penjara.

Sebelumnya, JPU menjelaskan dalam dakwaannya, penganiayaan bermula saat saksi korban Nicholas dihubungi oleh staf sebuah villa, kalau terdakwa telah mengganti kunci villa.

Kemudian, saksi korban Nicholas meminta agar dibuatkan kunci duplikat dari villa tersebut.

"Kemudian, pada (14/05) saksi korban Nicholas James Carkeek datang ke villa bersama saksi Mark Francis Zownir. Sampai di villa terdakwa mengancam dan menakuti saksi korban Nicholas dengan senjata listrik dan pisau dapur," kata Jaksa Juliarsana.

Jaksa menambahkan bahwa terdakwa juga mengancam dengan mengacung-acungkan pisau dapur agar saksi korban Nicholas keluar dari villa.

Saat terdakwa menyerang saksi korban Nicholas dengan pisau dapur, saksi korban menangkis sehingga mengalami luka goresan pisau.

Terdakwa juga menyerang saksi korban Nicholas dengan senjata listrik (taiser) dan mengenai dada korban, hingga terjatuh dan merasakan panas terbakar.

"Lalu terdakwa menendang saksi korban enam sampai delapan kali, dan selanjutnya mencengkeram leher korban, menyetrum dengan senjata listrik hingga korban terjatuh," kata Jaksa Juliarsana.

Berdasarkan hasil visum et repertum, perbuatan terdakwa menyebabkan gangguan fungsi lutut pada korban, menimbulkan pembengkakan dan peradangan pada otot korban Nicholas James Carkeek.

Pewarta: AM
Sumber: ANTARA
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close