Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, June 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sri Mulyani Ingin Bayar Pajak Lebih Mudah dari Beli Pulsa

sukabumiNews, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan akan terus melakukan inovasi dalam bidang perpajakan. Hal ini untuk meningkatkan rasio perpajakan agar tumbuh lebih tinggi hingga 13% dari saat ini 11%.

Foto: Muhammad Sabki/CNBC
Sri Mulyani ingin agar bayar pajak bisa lebih mudah dan lebih cepat dari membeli pulsa telepon selular.

Hal ini juga telah disampaikan ke tim Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Saya sampai sekarang bilang ke Pak Robert (Dirjen Pajak) dan tim nya, saya ingin bayar pajak itu lebih mudah dari beli pulsa telepon. Kalau beli pulsa telepon itu enggak sampai semenit, kita bisa pakai mobile banking. seharusnya pajak lebih mudah lagi," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Menurutnya, saat ini tim pajak tengah menyusun untuk kemudahan ini. Nantinya, ini akan membantu masyarakat untuk tidak malas melaporkan kewajiban perpajakannya. Nanti ini akan lebih sederhana dari e-filling saat pengisian SPT.

"Oleh karena itu kita perlu beri kemudahan. Makannya reform di bidang administrasi dan proses itu menjadi penting, bagaimana disederhanakan, bagaimana proses untuk kepatuhan pembayaran dan lainnya," jelasnya.

Selain memberikan kemudahan dengan menyerdehanakan pelaporan perpajakan, pihaknya juga akan tetap melakukan pengawasan bagi wajib pajak agar tetap melakukan kewajibannya.

"Di luar itu kami tetap melakukan penegakkan kepatuhan, terutama pengawasan dan penegakkan hukum. Namun ini dilakukan berdasarkan risiko dari penerimaan perjalanan dan profil dari tax payer," tegasnya.

Pewarta: CNBC.
Editor: Red.
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close