Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Sunday, March 25, 2018

Redaksi sukabumiNews

Utang Indonesia Rp 7.000 T, Hidayat Nur Wahid Sindir Jokowi

sukabumiNews.net, PARIAMAN - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengkritisi kebijakan pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi terkait utang Indonesia yang mencapai lebih dari Rp 7.000 triliun.

HNW, sapaan karib Hidayat, berkaca pada data yang dikeluarkan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) beberapa waktu lalu.

Berdasar data Indef, total utang Indonesia mencapai Rp 4.034,8 triliun hingga Februari 2018. Namun, total utang Indonesia menembus Rp 7.000 triliun jika digabung dengan jumlah utang swasta.

Menurut HNW, jumlah utang pemerintah Indonesia harus dikritisi. Salah satunya dari aspek janji Jokowi.

Dia menyindir janji Jokowi yang tidak akan menambah utang pada saat kampanye Pilpres 2014 lalu.

“Bahkan, beliau mengatakan langsung mulas begitu mendengar kata utang. Nah, kalau mulas, bagaimana ini?” kata HNW setelah sosialisasi empat pilar MPR di Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (25/3).

Pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu juga mempertanyakan manfaat utang Indonesia. Sebab, menurut HNW, utang yang sedemikian besar ternyata tidak membuat kesejahteraan rakyat membaik.

“Utang itu untuk apa? Sebab, utang jalan terus tetapi lapangan kerja belum dibuka, pengangguran di mana-mana, dan tamatan perguruan tinggi mayoritas tidak terserap lapangan kerja,” kata politikus yang akrab disapa dengan panggilan Ustaz HNW itu. (sn/jpnn)
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Loading...
close