Lebih jauh Budi mengungkapkan dualisme kurikulum membuat sulit tim pengajarnya. "Karena itu kami putuskan untuk mrlaksanakan in house training bagi seluruh pengajar di SMK ini. Selain itu, pengajar di SMK lain yang ujian nasionalnya masih menginduk ke Al Ittihad juga diikut sertakan," ujar Budi.
Kepada wartawan, Budi juga mengaku masih ada tumpang tindih kebijakan pendidikan yang sering membuat repot pengelola pendidikan, Ia menyebut contoh guru agama islam ada yang diangkat oleh Pemerintah Daerah ada juga yang diangkat oleh Kementrian Agama. "Demikian juga Penilik atau supervisi sekolah. Dualisme seperti itu kadang membingungkan", ungkap Budi. (Budi kecil)


0Komentar