Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, January 14, 2020

Redaksi sukabumiNews

Diduga Tilep Dana Banprov Jabar 2017, Kades Bantardawa Dibekuk Satreskrim Polres Ciamis

korupsi
sukabumiNews.net, CIAMIS – Seorang Kades (SN) di Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis ditangkap Satreskrim Polres Ciamis lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari dana desa, bantuan Provinsi Jabar serta dana bantuan keuangan Pemkab Ciamis pada tahun 2017.

Sebelumnya, Polres Ciamis mendapat laporan dari Inspektorat Ciamis bahwa ada kerugian Negara mencapai Rp 165.114.097.

Terungkapnya kasus yang melibatkan Kades Bantardawa ini berawal dari laporan masyarakat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, Audit hingga memerlukan waktu hingga 9 bulan dan memeriksa sampai 33 saksi, hingga akhirnya Satreskrim Polres Ciamis menetapkan (SN) sebagai tersangka dan langsung menahannya.

“Memang penyelidikan ini memerlukan waktu, audit di Inspektorat saja memerlukan waktu 9 bulan, jadi menunggu hasilnya,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso dalam Konferensi Pers di Mapolres Ciamis, Selasa (14/1/2020).

Kapolres menambahkan, modus yang dilkukan tersangka yaitu pembangunan infrastruktur jalan. Tersangka meminta PPK mengurangi kualitas infrastruktur dan memerintahkan perangkat desa membuat laporan pertanggungjawaban sesuai yang diharapkan dan melakukan pinjaman pribadi.

“Uang hasil korupsi digunakan untuk kepentingan pribadi, untuk THR dan tersangka tidak menyetorkan pajak,” jelas Bismo.

Sebelumnya, terang Bismo, ada pengembalian dari total sekitar Rp 300 juta, tapi tidak ful,”ujar Kapolres Ciamis dalam Konferensi Pers, Selasa (14/1/2020) di Mapolres Ciamis.

Dari penangkapan tersebut Polisi mengamankan barang bukti berupa sejumlah dokumen mulai dari APBDes 2017, Proposal DD, Bankab dan Banprov 2017, LPJ tahun 2017, rekening desa, bukti kuitansi penyerahan uang desa dan uang sebesar Rp 25 juta.

Untuk mempertanggungjababkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU nomor 31 tahun 199 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

FPRN
Pewarta : Heri Herdiana
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Sampaikan pendapat dan saran Anda setelah membaca artikel di atas..

Memuat...
close