Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, November 26, 2019

Redaktur

Massa dari Bumi Pajampangan Lakukan Konvoy Tolak Keberadaan Rentenir

aksi massa KOLOTOK Panjampangan
sukabumiNews, CIRACAP - Ratusan massa dari Lima organisasi massa yang tergabung dalam wadah Komite Lintas Organisasi dan tokoh Pajampangan (KOLOTOK) Kabupaten Sukabumi melakukan Aksi Damai Menolak Rentenir di Bumi Pajampangan.

Lima Organisasi Masyarakat tersebut yakni Poskab Sapujagat, Pemuda Pancasila, Gerakan Muslim Pejuang Aqidah (Gempa), Rakyat Peduli Pajampangan, (RPP) dan Front Pembela Islam (FPI). Mereka melakukan konvoy ke 8 wilayah Kecamatan di wilayah Pajampangan dengan menggunakan sepeda motor dan mobil dengan membawa Baligho bertuliskan “Tolak Rentenir”.

"Gerakan Konvoi ini bertujuan agar masyarakat Kabupaten Sukabumi tahu bahwa Tanah Bumi Pajampangan menolak keras dengan kehadiran mereka di Bumi Pajampangan lantaran maraknya aktifitas perekonomian berkedok Koperasi dengan dalih membantu masyarakat dengan meminjamkan uang, namun memeras dengan bunga yang sangat besar,” terang Ketua KOLOTOK Ir. Aden Sastra Wijaya kepada sukabumiNews melalui WhatsApps, Selasa (26/11/2019).

Aden menjelaskan, aksi ini menindak lanjuti hasil pertemuan beberapa waktu lalu bersama pihak Muspika dan para pelaku usaha Rentenir berkedok Koperasi yaitu Bangk Emok. Bahkan dalam perjalannya, kata Aden, mereka tidak segan-segan ada yang mengatasnamakan pinjaman Syariah.

“Dari hasil Audensi dengan Muspika di Kecamatan Surade yang dihadiri oleh perwakilan dari 8 Bank saat itu kami sepakat untuk membubarkan dan menghilangkan praktek Rentenir dibumi Pajampangan,” jelasnya.

"Seandainya mereka masih beroprasi kami akan menempuh jalur secara hukum dengan menntut Bupati Sukabumi untuk mengeluarkan Perda dan Perbup, agar sosial ekonomi masyarakat ini menjadi tertib, aman dan damai. Kita harus menghentikan praktek-praktek Rentenir ini," tegas Aden.

Kepada Masyarakat, Aden berharap jika hari ini mereka sangat menjerit, mohon untuk dicamkan dan disadari, “kalian jangan mau di Imiming-imingi bonus dan yang lainya  kami ngomong ini secara prosedural, kami selaku penangung jawab pergerakan ini harap kalian patuhi aturan pemerintah Republik Indonesia," tandas Aden lagi.

Sementara itu Poskab Sapujagat Cabang Pajampangan Yudi Pratama menuturkan, yang terjadi di Pajampangan hari ini adalah tertindasnya masyarakat bawah. “Kami menyuarakan aspirasi masyrakat bawah yang dirampas kemerdekaannya oleh lintah darat,” ujar Yudi.

"Banyak masalah dan keluhan terutama dari kaum Ibu-ibu yang hari ini notabenenya mereka telah tertipu oleh bujuk rayu Rentenir-rentenir itu. Namum dibalik itu semua, mereka mencekik kaum hawa warga bumi Pajampangan,” tambahnya.

Baca: Bank Emok Marak di Pajampangan, BAZNAS Kabupaten Sukabumi Tak Bisa Berbuat Banyak

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close