Breaking

Wednesday, March 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jaringan Penyelundupan Sabu Sukabumi, Berhasil Dibekuk Pasukan Gabungan BNNP dan BNN Sukabumi

sukabumiNews, SUKABUMI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan BNN Pusat dan BNN Provinsi Jabar, berhasil mengamakan Empat tersangka asal Kota Sukabumi, yang di duga menyelundupkan narkoba jenis Sabu seberat 20 Kg.

Kepala BNNK Sukabumi AKBP Deni Yus Danial menjelaskan, dalam pengungkapan penyelundupan sabu itu, pihaknya hanya membantu proses penangkapan yang dilakukan BNN Pusat dan BNNP Jabar, yang mencium adanya penyelundupan 20 kilogram sabu ke Sukabumi dengan kasus 9,54 kilogram sabu yang menjerat Zul, Zivilia, warga asal Taiwan.

Yus juga mengatakan, keempat orang ini diamankan pada 9 Februari 2019 oleh petugas gabungan dari BNN Kabupaten Sukabumi, BNN Pusat, dan BNN Provinsi. Mereka diamankan saat hendak menyelundupkan barang haram tersebut ke wilayah Sukabumi.

"Atas dasar laporan masyarakat dan pengintaian selama dua pekan, ahirnya mereka berhasil kami tangkap beserta barang bukti 20 kg Sabu. Adapun ke empat tersangka tersebut diantranya berinisial AJ, GI, AG dan LI," ungkap Yus Danial ketika dihubungi sukabumiNews.net, Rabu (13/03/19).

Dijelaskan Yus, penagkapan sidikan barang haram tersebut bermula dari pengakuan tersangka yaitu AG yang mendapat order dari J. Sementara, J adalah merupakan seorang tersangka yang ada di Lembaga Permasyarakatan (LP) Medaeng Surabaya.

"Setelah pesanan Sabu dipastikan, pesanan diambil AG di wilayah Dumai, Riau. Kemudian tersangka LI yang merupakan tangan kanan dari AG yang berperan sebagai perekrut dan pengendali lapangan. Tersangka saat ini juga berstatus residivis pada kasus sabu-sabu di Sukabumi," kata Yus.

Yus menambahkan, terangka AJ dan GI mengaku berperan sebagi sopir yang mengantar AG dan LI untuk membawa sabu-sabu dari Dumai dan di selundupkan ke wilayah Kota Sukabumi.

" Setelah mencium bakal adanya traksaksi dan penyelundupan barang haram tersebut, BNN Pusat bekerja sama dengan Provinsi juga Kabupaten, langsung saling kordinasi dan melakukan penyelidikan hingga ahirnya semua bisa terungkap dan kami ringkus beserta barang bukti," tandasnya.


[Pewarta : Azis. R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, March 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Menjaga Ukuwah Islamiah, Ribuan Santri dan Ulama Se-Jabar Gelar Silaturahmi Akbar

sukabumiNews, CISAAT – Ribuan santri dan ulama Pondok Pesantren (Ponpes), beserta sejumlah tokoh dari Organisasi Masyarakat (Ormas) se-Jawa Barat, menghadiri Silaturahmi Akbar yang di gelar di Gedung Olah Raga (Gor) Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/03/19).

Hadir pada acara akbar tersebut, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Wakil Bupati Sukabumi H.Adjo Sarjono, Ulama Besar KH. Maemun Zubair, Kabag Kegamaan H.Unang, Ketua MUI KH Dr.Komarudi, Ketua DPP Goib Sukabumi KH.Asep Surojudin, Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi H.Ruyani, serta Anggota DPR RI Reni Marlinawati beserta para tokoh ulama dan umaro se-Sukabumi dan Jabar lainnya.

Ketua umum MUI Kabupaten Sukabumi KH Dr. Komarudi dalam sambutannya mengatakan, silaturahmi akbar ini diadakan tiada lain untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat sesuai syiar Nabi Muhamad Swt, dan untuk mempersatukan persepsi dalam menjaga persatuan dan sinergitas, kususnya dalam menghadapi Pemilu 2019.

"Disini, semua mempunyai hak untuk memilih seorang pemimpin, yang penting luas jiwanya, ilmunya, imannya .Memilih pemimpin adalah peninggalan para Nabi, itu untuk umat islam harus bisa memilih pemimpin sesuai hati nurani yang bisa menjaga ke kokohan persatuan semua umat di Indonesia," kata Komaridin.

Sementara itu Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami yang saat itu tidak bisa hadir secara langsung, dalam siar videonya mengucapkan ribuan permohonan maaf, kepada semua para Ulama dan Umaro yang hadir dalam Silaturahmi Akbar ini.

"Saat ini, saya selaku Bupati Sukabumi mengucapkan salam dan terimaksih kepada semua ulama dan umaro yang saat ini menghadiri Silaturahmi Akbar. Saya mohon maaf tidak bisa hadir dalam silaturahmi akbar, sehubungan bersama kelurga sedang menjalankan umroh dalam rangka nazar keluarga, mudah-mudahan acara terlaksana dengan dan sakral, lebih memperkuat ukuwah islamiah, menuju ulama umaro ngahiji dan Sukabumi lebih baik," singkat Marwan.

Dilain pihak, Wakil Bupati Sukabumi H.Adjo Sarjono mengapresiasi antusias para Ulama, Umaro, para Santri, tokoh masyarakan yang hadir. Pihaknya, juga mengajak para ulama, santri dan semua eleman masyarakat agar senantiasa, ikut mengsukseskan Pesta Demokrasi 2019.
"Atas nama Pemerintahan, kami akan sentiasa memberikan satu inovasi untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi, semua tidak lepas dari doa dan dorongan para Ulama dan Umaro, Santri dan semua masyarakat. Selain itu, saya mengajak mari sekseskan Pemilu 2019, untuk memilih pemimpin yang bisa membawa negri ini menuju Ukuwah Islamiah dan amanah," tuturnya.

Di saat yang sama, Kabag Keagaman Pemkab Sukabumi H.Unang mengatakan, kegiatan silaturahmi seperti ini sebetulnya sudah menjadi kegiatan rutin pemerintah, namun saat ini digelar secara Akbar dengan bertujuan mempersatukan ukuwah islamiah secara besar.

"Kegiatan silaturahmi denga para ulama, sudah mejadi agenda rutin, tapi kali ini kita gelar secara akbar," ucapnya.

Bahkan KH. Asep Surojudin salah satu tokoh ulam Sukabumi menuturkan, kegiatan silaturahmi Akbar ini sangat penting dan perlu di gelar terus secara rutin. Pasalnya, ini bisa menjadi ajang untuk lebih mempererat tali silaturahmi semua ulama, santri, pemerintahan, lembaga hukum dan Masyarakat.

"Alhamdulilah, Pemerintah saat ini sangat mengedepankan silaturahmi dengan semua kalangan, kususnya dengan para ulama, dimana semua pembanguan bisa berjalan dengan baik,” imbuh Kiyai yang lebih akrab disapa Abah Cisayar, yang juga sebagai Ketua Umum DPP GOIB Sukabumi ini.

[Pewarta: Rudi Samsidi]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Warga Kampung Bandang Geger, Sesosok Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Teras Depan Rumah Seorang Warga

sukabumiNews, CIREUNGHAS – Warga Kampung Bandang RT 015/ RW 004 Desa Tegalpanjang Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin perempuan. Saat ditemukan Bayi yang masih memerah itu tengah tergeletak di teras depan rumah seorang warga.

"Bayi malang ini diduga baru saja dilahirkan dibuktikan dengan tali ari ari pusar yang masih menempel di tubuhnya dan dalam kondisi masih berdarah ditemukan malam tadi sekira pukul 18.30 WIB didepan teras rumah warga," ujar Iptu Eriyanto Kapolsek Cireunghas saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

Kronologi penemuan bayi berawal saat penghuni rumah bernama Sinta (23) yang sedang berada di dalam kamar mendengar suara tangisan bayi. Saat dipastikan ternyata benar seorang bayi.

"Informasi dari saksi-saksi yang telah diperiksa di sekitar TKP, salah seorang warga bernama Yadi (53) memberikan keterangan jika sebelumnya sekira pukul 18.00 WIB saat dirinya hendak Shalat Magrib sempat melihat mobil yang berhenti tepat didepan gang atau disekitar TKP penemuan bayi," terang Eriyanto.

Dikatakan Kapolsek, Yudi tidak menaruh curiga dan melanjutkan ke Masjid untuk Shalat Magrib. Dari keterangan yang diberikan Yudi, ciri-ciri kendaraan yang diduga dipakai pelaku saat membuang bayi merupakan mobil jenis Honda Jazz, berwarna kuning orange. Sementara lanjut Eriyanto, ciri lainnya terdapat gambar atau stiker berwarna putih pada bagian kaca depan mobil.

"Melihat kondisi bayi yang diduga baru saja dilahirkan masih sangat lemah, bayi wanita mungil langsung dilarikan ke Puskesmas Cireunghas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Kasus ini sedang kami dalami," tandasnya.


[Pewarta: Azis R.]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Warga Kp Legok Nyenang Bantah Pernah Diundang Kades Cikujang untuk Sosialisasi PT CPS

sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Kepala Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Uus Somantri mengaku bahwa PT Citatih Putra Sukabumi (CPS) pernah memohonnya untuk mensosialisasikan pembuatan jalan sepanjang lebih kurang 1 km kepada warga yang lokasinya dekat dengan pembuatan akses jalan untuk PT CPS.

Pembuatan jalan untuk akses kendaraan Truk PT. CPS itu melitasi tiga Desa, yaitu Desa Cikujang, Desa Cibentang serta Desa Babakan Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.

"Pada Saat itu, warga tiga Desa sudah berkumpul di Aula kantor Desa Cikujang terutama warga Kp. Legok Nyenang yang sangat berdekatan dengan wilayah PT CPS," kata Uus Somantri kepada sukabumiNews ditemui di Kantor Desanya, Senin (11/3/19) kemarin.

Bahkan terang Uus, Muspika Kecamatan Gunungguruh juga hadir pada pertemuan untuk sosialisasi ini.

Dia melanjutkan, setelah mengadakan sosialisasi dan bermusyawarah, kemudian  PT CPS meminta rekomendasi izin apabila nantinya akses jalan yang dibuat akan melewati pemukiman warga, dengan catatan pihak perusahaan akan membuat jalan khusus untuk kendaraan truk bukan melintasi jalan Kabupaten.

“Saat itu warga sudah menyetujui dan pihak perusahaan sepakat akan menggelontorkan dana CSR untuk perbaikan jalan, perbaikan rumah tidak laik huni, serta akan membantu kegiatan sosial bagi masyarakat terutama warga terdekat." jelasnya.

Akan tetapi tutur Uus, untuk perjalanan pembuatan pabrik yang saat ini tengah memasuki wilayah Desa Gunungguruh, ia belum lagi mendapatkan informasi tentang sudah sejauh mana perkembangannya kini. .

Uus Somantri juga mempertanyakan apakah warga di sekitar Desa Gunungguruh sudah mengijinkan apa belum. Karena menurut Uus walupun pembuatan akses jalan tersebut ada di sekitar lokasi Desa Gunungguruh, Tetapi Desa Cikujang yang nantinya akan mendapatkan dampak erosi dan limbahnya.

Dampak yang di khawatirkan warga  pada saat musim hujan adanya banjir yang sering terjadi, karena belum adanya tata Drainase (membuang, atau mengalihkan air. Red.)," jelas uus"
Menyoal permasalahan warga Legok Nyenang yang menurut Kades Uus pernah diundangnya ke Kantor Des Cikujang untuk sosialisasi, dilain pihak tokoh masyarakat yang juga Ketua RW. 23, Ali (36) membantah undangan tersebut.

Bahkan kata Ali, sampai detik ini sosialisasi kepada warga Kp.Legok Nyenang belum dan tidak pernah ada. “Yang diundang dalam acara sosialisasi itu hanya pemilik lahan yang dibeli oleh PT. CPS,” ucapnya.

Padahal menurut Ali, yang paling berdekatan dengan PT CPS itu adalah Kp. Legok Nyenang tepatnya warga RW 21, 22 dan 23. “Sehingga apalagi saat alat berat beroperasi di malam hari suaranya membuat bising dan mengganggu waktu istirahat warga,” keluhnya.

Meski demikian, Ali tidak manampik bahwa pihak perusahaan membuka pintu lebar untuk warga yang merasa di rugikan oleh PT. CPS. Bahkan tutur ketua RW 23 itu, pada saat kejadian banjir lumpur kemarin pun, Rukmalan selaku Direktur perusahaan PT CPS memberikan bantuan kepada warganya meskipun jauh dari lokasi PT. CPS.

Memang, tambah Ali, PT CPS saat ini tengah melakukan cutt and fill pembuatan saluran drainase. “Kalau tidak segera disesesaikan, jika salurannya mengalir kebawah Kp. Legok Nyenang, secara otomatis kami akan terkena dampaknya,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Pemuda asal Kp. Legok nyenang RT. 42/21 menuturkan, pekerjaan cutt and fill perataan tanah yang dilakukan oleh PT. CPS memang terdampak terhadap lingkungan.

Dikala Hujan turun genangan air beserta dengan lumpurnya menggenangi badan jalan sehingga jalan menjadi licin dan becek apalagi di halaman pemukiman rumah warga air dan lumpurnya naik keteras rumah," ucapnya.


[Pewarta: Rudi. Samsidi]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, March 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Penyelidik Internasional Bergerak Lebih Dekat Bawa Keadilan untuk Korban Perang Suriah

[Seorang anak Suriah menerima perawatan medis setelah rezim Assad melakukan serangan gas beracun di Ghouta Timur, di Damaskus, Suriah pada 7 Maret 2018 [Dia Al Din Samout / Badan Anadolu]]
sukabumiNews, REUTERS – Kepala Tim penyidik Perserikatan Bangsa-Bangsa, Catherine Marchi-Uhel mengatakan penyelidik internasional bergerak lebih dekat untuk membawa keadilan bagi para korban perang Suriah.

Mantan hakim Perancis itu mengatakan kantornya telah menerima 15 permintaan dari pengadilan nasional atau otoritas penuntutan untuk kerja sama dalam kasus-kasus terkait Suriah di lima negara, dan telah mengumpulkan hampir satu juta catatan yang berkaitan dengan perang Suriah.

"Kami maju, saya tidak ragu, kami menuju ke arah yang benar," katanya, seraya menambahkan, "Kami sudah menuju ke arah itu untuk mengidentifikasi kejahatan paling serius, mengidentifikasi pelaku, bukan hanya pelaku fisik tetapi mereka yang mengatur, membantu atau memaafkan komisi kejahatan yang benar-benar mandat kami ”.

Hakim menolak menyebutkan nama negara tempat dia bekerja sama, tetapi mengatakan timnya yang beranggotakan 32 orang telah mengumpulkan hampir satu juta dokumen, video, dan kesaksian saksi yang sedang dianalisis oleh penyelidik, pengacara, dan "petugas e-discovery".

"Mandat saya adalah untuk menyelidiki kejahatan paling serius dari semua pihak dan melakukan pekerjaan persiapan bagi mereka yang paling bertanggung jawab atas kejahatan tersebut untuk menghadapi keadilan," katanya.

"Saya tidak menandatangani dakwaan apa pun. Dengan tim kami berhenti ketika kami menganggap suatu kasus sudah siap (untuk penuntutan) ... Hal-hal ini membutuhkan waktu yang lama. Ini bukan pertanda buruk, itu berarti pihak berwenang bekerja dengan serius, ” tambahnya.

Upaya telah berulang kali gagal menuntut para anggota rezim Suriah dari Presiden Bashar al-Assad, terutama karena Suriah tidak menandatangani Statuta Roma tentang Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. [Red*]



Penerjemah: A. Malik AS.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sumber: middleeastmonitor.com
Redaksi sukabumiNews

Reni Marlinawati akan Terus Perjuangkan RUU Pesantren Menjadi UU

sukabumiNews, SUKABUMI – Anggota DPR RI Komisi X Reni Marlinawati akan terus mengawal dan memperjuangkan Rencana Undang Undang (RUU) Pesantren dan Pedidikan Agama untuk disahkan menjadi Undang Undang. Reni menganggap RUU itu saat ini masih perlu di tata dan dibenahi.

"RUU Pesantren itu unsur inisiatif saya sendiri yang saya sampaikan sejaka 2011, kemudian tidak mendapatkan respon diusulkan kembali di 2015, dan baru di bahas kembali di ahir tahun 2018 di badan legislasi, itu baru di sahkan menjadi rancangan undang undang," ujar Reni kepada sukabumiNews di Sukabumi, Senin ( /03/19).

Dijelaskan Reni, Undang Undang tersebut posisinya saat ini masih menjadi RUU. “Tinggal di limpahkan ke Panitia Kusus yang anggotanya gabungan dari berbagai komisi atau di bahas di salah satu komisi saja untuk menjadi UU,” jelasnya.

Dengan adanya RUU menjadi UU tambah Reni, pesantren bakal menjadi salah satu institusi yang secara formal harus mendapatkan berbagai dorongan dan perhatian dari Negara.

Saat ini Reni mengaku miris melihat posisi pendidikan agama, dimana Madrasyah mulai dari MA, MI, MTS, dan Pesantren hanya ada dalam satu Direktorat saja. Sementra Pendidikan Kebudayaan, mulai dari SD, SMP dan SMA mempunyai Direktorat masing-masing.

"Kalau rancangan ini sudah menjadi UU Pesantren, yang pertama harus diperhatikan, pesantren harus sudah memiliki legalitas formal,” jelas Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PPP ini.

Paling penting lanjut Reni, yang juga sekaligus sebagai caleg DPR RI dari Partai PPP Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi itu, ada daya desak secara anggaran dan perhatian anggaran untuk lembaga agama yang saat ini masih sangat minim.

Sebagai Anggota Komisi X yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan, Reni Marlinawati menambahkan, dalam pengawalan RUU ini harus dijadikan legalitas bagi organisasi tingkat bawah, untuk melaksanakan UU ini.

"Setelah UU ini ada, Pemerintah Provisi maupun Kota/Kabupaten harus mebuat Perda yang sama, denga mengacu kepada UU Pesantren, agar semua berjalan satu beriringan untuk kemajuan lembaga Keagamaan," tandasnya.


[Pewarta: Rudi Samsidi].
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tahun 2018 Dinas PU Kabupaten Sukabumi Relalisasikan Delapan Titik Pembangunan Jalan


[Salah satu perbaikan jalan Kabupaten Sukabumi pada Pengajuan 2018]
sukabumiNews, SUKABUMI – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi di Tahun Anggaran (TA) 2018 telah melaksanakan pembaharuan inprastruktur dengan merealisasikan pembangunan Jalan Kabupaten sebanyak delapan titik ruas jalan.

Sekretaris Dinas  (Sekdis) PU Kabupaten Sukabumi, Sigit kepada sukabuminews menjelaskan, delapan titik ruas jalan tersebut diantranya di Kecamatan Ciracap, ruas jalan Ciracap-Ujunggenteng sepanjang 4.60 km dengan lebar 4 meter. Kemudian di Kecamatan Ciemas ruas jalan Ciemas-Tamanjaya sepanjang 3.30 km dan lebar 4 meter. Menyusul, Jalan Bale RK-Gunungbatu sepanjang 0.80 km, lebar 4 meter, serta Jalan Lebak Wangi-Cijambe sepanjang 0.66 km dan lebar 3 meter.

"Adapun di Kecamatan Waluran, ruas jalan Kadaleman-Mareleng sepanjang 1.75 km, 3 meter, di Kecamatan Kebonpedes ruas jalan Cikaret-Cipari sepanjang 1.80 km, 3 meter, di Kecamatan Parakansalak ruas jalan Pakulon-Bojongpari 0.55 km lebar 4 meter, dan terahir di Kecamatan Parungkuda ruas jalan Sundawenang-Bojong Genteng sepanjang 1.00 km lebar 4 meter," terang Sigit, Ahad (10/03/19).

Sigit juga mengatakan bahwa dalam realisasi pembangunan perbaikan inprastrukturnya itu dengan mengunakan pekerjaan Laston AC-WC yang dikerjakan secara bertahap dan susuai spek pengerjaan.

"Saya berharap dengan pembangunan secara bertahap di program 2018, ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Sukabumi, dan semua perbaikan yang belum tersentuh bisa terealisasi di tahun 2019," ucapnya.


[Pewarta: Rudi Samsidi]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Jelang Batas Akhir Masa Kampanye, Caleg Partai PBB Kota dan Kabupaten Sukabumi Gelar Konsolidasi

sukabumiNews, LEMBURSITU – Menjelang injury time (batas akhir masa) kampanye Pemilu 2019, Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Kota dan Kabupaten Sukabumi menggelar konsolidasi bertempat di salah satu Rumah Makan di Jl. Lingkar Selatan (jalur) Kota Sukabumi pada Ahad  (10/3).

“Konsolidasi ini dilaksanakan demi mengetahui sampai sejauh mana kemampuan para caleg dalam berjuang demi meraih dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap dia dan partainya,” kata Ketua DPC Kota Sukabumi, KH. Yan Hasanudin Malik.

Hadir pada kesempatan yang digagas oleh DPC PBB Kota sukabumi itu caleg DPR RI PBB Nomor Urut 2 Dapil Jabar IV Kota dan Kabupaten Sukabumi, Sahar L Hassan.

Dalam sambutannya, Sahar yang juga selaku Majlis Syuro DPP PBB itu mewanti-wanti jangan sampai Caleg PBB bertandem dengan Parpol lain.

"Saatnya kita bersinergi, satu paket caleg harus PBB." tegasnya.

"Insya Allah pekan ini kita tingkatkan tatap muka dengan masyarakat Sukabumi." Terang Sahar.


[Pewarta: JS]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Kehadiran LKP Letama Jaya Abadi, Upaya Tingkatkan Kualitas SDM di Kota Sukabumi

sukabumiNews, GUNUNG PUYUH – Keberhasilan tujuan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh peranan sumberdaya manusia (SDM) terutama dari kalangan muda usia, karena sesungguhnya mereka adalah pelaku utama dalam mengisi pembangunan. Kendati demikian, SDM yang berkualitas hanya dapat dihasilkan melalui persiapan yang terencana dan sistematis.

Hal tersebut disampaikan D. Hoerudin, salah seorang praktisi sosial dan penggiat kewirausahaan di Sukabumi saat sambutannya pada acara pembukaan Lembaga Khusus dan Pelatihan (LKP) Letama Jaya Abadi di Kp Leles RT.03 RW.16, Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Sabtu (9/3/2019).

"Sebenarnya ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui program pendidikan, pelatihan kerja dan pemagangan untuk mendapatkan pengalaman di industri," ujar D.Hoerudin kepada sukabumiNews.

Dikatakan Hoerudin, ada 3 hal yang perlu diperhatikan untuk pengelolaan lembaga pelatihan kerja dalam rangka mengembangkan SDM yang memiliki daya saing, yaitu Standar Kompetensi Kerja, Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi, serta Sertifikasi Kompetensi.

LPK Letama Jaya Abadi adalah sebuah lembaga yang didalamnya meliputi pelatihan  Bimbel (Bimbingan Belajar ) bahasa inggris dan arab, perbengkelan, cukur rambut, sablon, tekhnik las , tambal ban, menjahit. "Selain itu juga disediakan taman baca yang diharapkan dapat merangsang minat baca masyarakat sebagai awal penegenalan ilmu dan pembelajaran sesuai dengan sebuah peribahasa, Buku adalah gudang ilmu, dan membaca adalah kuncinya," katanya.

Menurut Hoerudin, hal ini didasari atas hasil analisa dan pengamatannya dalam mencermati perkembangan generasi muda khususnya, dan masyarakat pada umumnya, dalam hal makin maraknya kejahatan dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif ).

Kondisi seperti ini, jelas Hoerudin penyebabnya adalah minimnya pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi kerasnya kehidupan dan putaran roda perekonomian. "Karena ketika seseorang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam menghadapi persaingan dunia kerja tentu waktu mereka akan termaksimalkan untuk melakukan hal-hal yang positif saja," ungkapnya.

Hadir pada acara pembukaan LKP tersebut Tokoh masyarakat, dan alim ulama setempat, beserta utusan pemuda sebagai perwakilan generasi milenial yang akan melanjutkan estafet kehidupan berbangsa dan bernegara di masa yang akan datang.

Pada kesempatan itu D. Hoerudin yang juga merupakan calon legislatif dapil 3 (Kecamatan Warudoyong dan Kecamatan Gunungpuyuh ) dari Partai Bulan Bintang dengan nomor urut 5 itu juga menyampaikan harapan agar setelah dibukanya lembaga pelatihan ini masyarakat dan pelaku usaha dapat merespon aktif dengan melihat potensi dan bakat yang dimiliki masyarakat.

Menyikapi apa yang dilakukan dan diperjuangkang D. Hoerudin ditengah situasi perhelatan pemilu 2019 ini slah satu peserta yang hadir, Endang Supeli menganggap bahwa ini adalah sebuah terobosan baru dari sebuah gerakan politik, dimana masa kampanye tidak di isi dengan janji-janji politik, akan tapi langsung disikapinya dengan karya nyata.


[Pewarta: Telly NR]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close