Breaking
loading...
Showing posts sorted by relevance for query pileg 2019. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pileg 2019. Sort by date Show all posts

Wednesday, August 5, 2015

Unknown

Golkar Kumpulkan Mantan Caleg, Perkuat Marwan-Adjo

SUKABUMI-Menjelang Pilkada yang bakal digelar 9 Desember 2015 mendatang, DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi terus memanaskan mesin partainya. Selain memantapkan komunikasi dengan structural partai di tingkat pengurus desa (PD), DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi juga mengumpulkan para mantan calon anggota legislatif (caleg) Golkar yang belum berahsil menduduki kursi DPRD Kabupaten Sukabumi pada Pileg 2014-2019 lalu.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi mengatakan, para mantan caleg Golkar Kabupaten Sukabumi dikumpulkan untuk lebih memperkuat potensi suara pasangan Marwan-Adjo di Pilkada 2015 ini.

”Kecil atau besar, suara mantan caleg Golkar pasti memiliki andil untuk suksesi kemenangan Marwan-Adjo. Meski mereka belum berhasil di Pileg 2014 lalu, tapi basis massa pemilih yang mereka bina di Pileg 2014 lalu kan cukup signifikan,”kata Agus di sela-sela rapat dengan para mantan caleg Golkar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, yang dihadiri pula Ketua Tim Pemenangan Marwan-Adjo, Abdul Majid, belum lama ini.

Menurut Agus, sesuai data perolehan suara di Pileg 2014, suara para mantan caleg Golkar Kabupaten Sukabumi, kurang lebih ada 150 ribu suara yang berasal dari seluruh dapil. Dengan modal kantong tambahan suara dari para mantan caleg Golkar tersebut, Agus yakin suara pasangan Marwan-Adjo akan lebih signifikan.

”Rekan-rekan kami dari mantan caleg sangat siap lahir batin untuk memenangkan Marwan-Adjo,”terangnya.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Marwan- Adjo, Abdul Majid menambahkan, selain mantan caleg DPRD Kabupaten Sukabumi, mantan caleg Golkar provinsi dan pusat akan dihimpun untuk bersatu padu menguatkan kembali kantong-kantong suara mereka di Pileg 2014 lalu. Keberadaan para mantan caleg Golkar kata Majid sangat berharga untuk menambah energi pemenangan Marwan-Adjo.

”Gabungan suara caleg yang berhasil terpilih dan suara caleg yang belum terpilih pasti akan menambah kekuatan pasangan Marwan- Adjo,”tukasnya.* [Jabar.pojoksatu/sukabumi]


Monday, June 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Gerindra akan Usung Kader Sendiri di Pilbup Sukabumi 2020

sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Yudha Sukmagara memastikan, Gerindra akan mengusung kader partainya di ajang pemilihan bupati (pilbup) Sukabumi 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Yudha saat sambutan pada acara Halal Bihalal Forum Relawan Prabowo Sandi yang dilaksanakan di salah satu hotel di Jln. Bhayangkara, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Ahad (23/6/2019) malam tadi.

BACA:

“Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, Jadi cukup jika kita mengusung kader sendiri sebagai calon bupati pilbup Sukabumi 2020 mendatang,” ucap Yudha.

Adapun mengenai siapa yang akan diusung,Yudha belum memastikan lantaran partainya belum melakukan penjaringan untuk nantinya bisa menghasilkan seorang figur kandidat kontestasi pilkada.

Pastinya jelas Yudha, partai Gerindra ingin mempunyai calon yang terbaik untuk bisa memenangkan kontestasi pilkada.

Yudha menjelaskan, pada pileg 2019 lalu Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat, dan 1 kursi DPR RI.

"9 kursi diraih oleh Partai Gerindra, berarti sudah dipastikan bahwa Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi akan di pimpin oleh Partai Gerindra,” katanya.

Karena 72 persen ini milik kita semua, tambah Yudha, dan ada bentuk dukungan dari semua relawan akan berapiliasi kepada pasangan 02, maka Partai Gerindra  mengaku merasa terhormat menjadi bagian dari apiliasi dari para semua relawan ini.

“Semua ini merupakan karunia yang diberikan oleh Allah Swt bahwa masyarakat kabupaten sukabumi menginginkan kita, Alhamdulilah !,” ungkap Yudha. 

“Kami berkomitmen kami adalah milik bapak dan ibu, dan akan mendengarkan aspirasi semua masyarakat,” tandasnya.


Yudha mengaku, pihaknya mendengar bahwa semua para relawan pendukungnya akan terus bersama-sama untuk menciptakan kondisi politik di Kabupaten Sukabumi.

"Pemilihan bupati tahun 2020 ini merupakan strategi besar yang kalau saja orang mendengar pasti semua akan merinding." Tutupnya.

Di akhir sambutannya, Dia mohon do'a dan restu supaya selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sukabumi dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 31, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tebar 19 Ribu Mini Banner, Partai Bulan Bintang Hijaukan Kota Sukabumi

sukabumiNews, WARUDOYONG - Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Sukabumi menebar 19.000 mini banner Alat Praga Kampanye (APK). Penebaran dilakukan secara serentak di tiga dapil di Kota Sukabumi, Minggu (31/3).

Ketua DPC Kota Sukabumi Yan Hasanudin Malik mengatakan, penebaran sejumlah 19.000 mini banner ini untuk menghijaukan Kota Sukabumi.

"Selain itu kami juga ingin menunjukkan kepada halayak bahwa keberadaan PBB khususnya di Kota Sukabumi tetap eksis dan semakin menggema," terang Yan Hasanudin Malik kepada sukabumiNews di sela-sela kegiatan.

Titik awal kegiatan dipusatkan di eks Terminal Sudirman, Jln Sudirman Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, yang dimulai sejak pukul 8.00 Wib.

Kegiatan tebar APK ini dilakukan langsung oleh para caleg beserta relawan dari masing-masing caleg DPRD PBB kota Sukabumi pada pileg 2019.

BACA Juga: PBB Kota Sukabumi Targetkan 4 Kursi DPRD diPileg 2019


Pewarta: Azis R/Telly N.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, December 3, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ketua Bidang Pemenangan PBB: Langkah Ketua Umum akan Dipatuhi Kadernya

Keputusan PBB untuk mendukung salah satu capres akan diputuskan pada Rakornas PBB Januari 2019 mendatang
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono menyatakan, Ketua Umum (Ketum) PBB Yusril Ihza Mahendra tidak secara tegas menyatakan dukungan kepada pasangan Calon Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Menurut Sukmo, pernyataannya itu disampaikan setelah Yusril bertemu dengan capres Jokowidodo selaku kliennya.

Sukmo juga menegaskan, keputusan PBB untuk mendukung salah satu capres akan diputuskan pada Rakornas yang akan di gelar Januari 2019 mendatang. Kendati demikian ia berpendapat, apapun langkah Yusri selaku Ketua Umum ia bakal diikuti oleh para kadernya.

“Saya kira kalau di bawah, kebiasaan di Partai Bulan Bintang itu apa yang menjadi langkah ketua umum, akan didukung dan dipatuhinya,” kata Sukmo Harsono saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/12).

Apalagi jelas Sukmo, langkah yang dilakukan Yusril itu untuk membesarkan partai yang dipimpinnya, termasuk meloloskan PBB menuju kursi parlemen pada pemilihan legislatif (pileg) 2019 nanti.

Sukmo menambahkan, para kader dan konstituen PBB menyadari akan perlunya diambil langkah-langkah strategis untuk bisa lolos ke Senayan. “Tentunya kami yang di bawah, sangat mendukung semua langkah yang dilakukan ketua umum,” jelasnya.

Langkah Ketum tersebut beber Sukmo telah disampaikan pak Yusril saat pertemuannya dengan para pimpinan pengurus PBB se-Indonesia beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah semua memahami langkah Ketum tersebut,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Abadikini dengan judul Langkah Politik Yusril Akan Di Patuhi KaderPartai Bulan Bintang


Editor: Red.

Thursday, August 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Posisi Dilematis PDIP Rengkuh Simpati Rizieq di Pemilu 2019

[Pemimpin FPI Rizieq Shihab. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)]
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berusaha merangkul pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab agar mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Tetapi hal tersebut juga bisa memunculkan risiko tergerusnya suara partai dari para pemilih nasionalis.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira mengakui ada upaya merangkul Rizieq. "Kalau bisa, kenapa tidak," ucap dia, beberapa waktu lalu.

Upaya merangkul Rizieq dijalankan dengan menjadikan Ma'ruf Amin sebagai jembatan. Saat ini, Ma'ruf yang merupakan Rais Aam PBNU dan Ketua Umum MUI ini tengah pergi ke Arab Saudi untuk mengisi undangan ceramah salah satu Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Arafah sekaligus menghadiri acara Silaturahim Nahdlatul Ulama Sedunia ke-17.

Sejumlah pihak menduga ada peluang Ma'ruf untuk menemui Rizieq yang tengah 'mengungsi' di Arab Saudi.

"Kita lihat nanti," kata Ma'ruf, sembari tertawa, saat ditanya soal peluang pertemuan itu, di Mekkah, Sabtu (18/8) dikutip dari Antara.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menganggap wajar jika poros Jokowi-Ma'ruf mencoba mendekati Rizieq.

Menurutnya, mencoba merangkul semua kelompok adalah lazim demi meraih kemenangan, meski sebelumnya pernah berkonfontrasi dengan kelompok tersebut.

"Ini langkah persuasi politik PDIP untuk menghilangkan kesan berjarak dengan kelompok Islam kanan," kata Adi dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (22/8).

Namun, katanya, poros Jokowi-Ma'ruf, khususnya PDIP, mesti berhati-hati karena upaya ini bisa memicu dilema di internal 'Banteng'. Menurut Adi, ada perbedaan pandangan yang prinsipil antara simpatisan PDIP dengan kelompok Rizieq.

"Upaya PDIP mendekati Rizieq merupakan perjudian karena basis tradisional PDIP dengan Rizieq sangat berseberangan. Bahkan saling berhadap-hadapan," ujar Adi.

Adi mengatakan poros Jokowi mesti memahami ada konsekuensi dari upayanya tersebut. Salah satunya adalah ditinggal simpatisannya di level bawah. Termasuk kalangan minoritas yang selama ini cenderung memilih PDIP lantaran mewadahi segala jenis kelompok.

Menurut Adi, hal itu mungkin saja terjadi. Alasannya, tidak sedikit yang tidak menyukai geliat Rizieq dan pengikutnya selama ini.

"PDIP harus menghitung betul untung rugi mendekati Rizieq karena PDIP merupakan rumah besar pemilih nasionalis yang heterogen, terutama pemilih nonmuslim dan kelompok minoritas," kata Adi.

PDIP dan Jokowi tidak ingin memelihara konfrontasi dengan Rizieq beserta pengikutnya. Menurut Adi, wajar jika PDIP ingin berdamai, karena Rizieq dan kawan-kawan cukup mengganggu pamor PDIP.

Buktinya saat Pilkada 2018 yang lalu, banyak calon kepala daerah yang didukung Rizieq mendapat banyak suara. Sebut saja Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Jawa Barat dan Sudirman Said-Ida Fauziyah di Jawa Tengah.

Di sisi yang lain, jika merangkul Rizieq, PDIP berpotensi kehilangan suara dari kalangan minoritas di Pileg 2019. Jokowi-Ma'ruf pun berpotensi terkena dampak serupa.

"Jika tak di-manage dengan baik, persuasi politik dengan Rizieq justru kontraproduktif yang berimplikasi pada kekecewaan militan PDIP yang selama ini bermusuhan dengan tokoh FPI itu," ujar Adi.

Solusi Alternatif

Adi menganggap PDIP atau Jokowi masih memiliki opsi lain jika ingin mendapat simpati dari kelompok Islam. Opsi yang dimaksud adalah mengoptimalkan sayap PDIP yang bernama Baitul Muslimin.

Baitul Muslimin, lanjutnya, menjadi terbengkalai sepeninggal Taufik Kiemas, suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia menilai sayap PDIP yang menampung aspirasi Islam itu nyaris tak terdengar lagi.

"Bahkan terkesan bermusuhan dengan islam kanan," kata Adi.

"Ini saja yang perlu direvitalisasi PDIP. Apalagi Rizieq itu adalah anak macan yang susah dikendalikan," lanjutnya. (Red*)

Saturday, April 28, 2018

Redaksi sukabumiNews

Partai Bulan Bintang Bantah Bergabung Dalam Sekretariat Bersama Gerindra-PKS

sukabumiNews.net, JAKARTA- Partai Gerindra bersama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah meresmikan posko Sekretariat Bersama (Sekber) untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Sekber itu sendiri telah diresmikan pada Jumat (27/4) di The Kemuning, Jalan Amir Hamzah nomor 4 Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Selain Gerindra dan PKS, ada sejumlah partai politik lain yang disebut-sebut ikut mendukung pembentukan Sekretariat Bersama itu, di antaranya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Menyingkapi kondisi ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Afriansyah Ferry Noer ketika dikonfirmasi membantah jika partainya ikut tergabung dalam Sekretariat Bersama Gerindra-PKS tersebut.

“Sampai saat ini PBB belum pernah diajak bicara soal capres-cawapres. Apalagi pemenangan salah satu calon,” kata Ferry, di Jakarta, Sabtu (28/4).

Sekber itu sendiri akan menjadi posko pemenangan Prabowo sebagai capres 2019. Sekber nantinya akan menjadi rumah bagi PKS dan Gerindra, ditambah partai lain yang akan bergabung mendukung Prabowo sebagai capres.

“Yang jelas karena PBB tidak ada kursi, jadi PBB fokus mau konsen menangkan Pileg di 2019 dan target PBB sembilan persen. Jadi PBB sekarang konsen ke pileg dengan gerakan konsolidasi nasional. Sampai ke anak ranting siap menangkan PBB di 2019,” ucapnya. (Red*)

Artikel ini telah di muat di abadikini.com dengan judul yang sama

Wednesday, May 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wabup Sukabumi, Adjo Sardjono: Jaga Silaturahmi agar Sinergitas Dapat Lebih Ditingkatkan

Wabup Sukabumi, Adjo Sardjono (mengenakan batik) bersama Ketua DPD KNPI, Reggi Apriansyah (berjas KNPI-tengah) berfoto bersama para pebgurus Ormas, Lsm dan OKP lain usai mengadakan acara silaturahmi dan buka bersama.
sukabumiNews, CISAAT - Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mengadakan silaturahmi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Massa (Ormas) se-Kabupaten Sukabumi di Gedung Olahraga (Gor) Yasti Cisaat, Jln. Veteran Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (28/5/2019).

"Alhamdulilah saat ini Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi bisa bersilaturahmi dengan Pengurus Ormas dan OKP, mudah-mudahan Silaturahmi ini bisa kita laksanakan secara berkala sehingga sinergitas bisa lebih kita tingkatkan," ujar Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono kepada sukabumiNews usai acara.

"Kalau waktunya cukup, kita bisa bertukar pikiran mengenai harapan-harapan dari pemerintah daerah seperti apa, kemudian dari Pengurus Lsm dan OKP seperti apa untuk kemajuan sukabumi lantaran tidak boleh hanya menjadi penonton saja, semua harus bisa bermain sehingga untuk membangun Sukabumi bisa lebih cepat terwujud," kata Adjo.

Dia menambahkan, usai pelaksaan Pemilu tanggal 17 April 2019 yang telah terlaksana dengan baik dan kondusif berkat kebersamaan semua pihak, Kabupaten Sukabumi juga tak lama lagi akan melaksanakan Pilkada dan Pilkades.

“Yuk kita saling jaga Silaturahmi jangan sampai gara-gara mengupload atau meng share Status yang menyinggung perasaan orang menjadi bahan perdebatan serta pertengkaran, semoga suasana panas kemarin di pileg dan pilpres 2019 tidak terjadi di Pilkada dan Pilkades 2020 di Sukabumi," ajak Wabup Sukabumi.

BACA Juga:
Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Ajak Pemuda Perangi Hoaks


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI Jabar dan BEM Kota Bandung Tolak People Power, Junjung Tinggi persatuan Bangsa

sukabumiNews, BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, menolak seruan gerakan people power untuk menanggapi hasil Pemilu 2019. Mereka menilai seruan ini bisa memecah belah bangsa.

"Itu terindikasi dapat memecah belah bangsa, untuk itu kami tidak sependapat dengan gerakan tersebut," Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei, saat diwawancarai pada silaturahmi Ulama, Kyai dan Habaib, di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung, kemarin.

Syafei meminta masyarakat untuk mendukung dan menerima hasil dari Pemilu ini. Dinilainya, penyelenggara Pemilu, baik KPU dan Bawaslu, serta petugas lainnya, sudah melakukan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan demokratis.

Sependapat dengan MUI, tokoh PW NU Jabar Asep. S Abdillah juga mengatakan gerakan people power, merupakan gerakan tidak mendasar. Kegiatan itu, tak semestinya dilakukan.  "Intinya kalau memang anggap pemilu ini curang dan sebagainya, kan ada cara untuk menyampaikan. Bukan dengan berkumpul saja, ini kan konyol," kata dia.

Gerakan people power menjadi isu hangat yang tengah dibahas oleh berbagai kalangan masyarakat, pascapemilu ini. Gerakan ini muncul karena adanya tudingan bahwa kubu petahana yang tengah berkuasa melakukan kecurangan secara masif, sistematis, terstruktur, dan brutal pada pemilu ini.

KAPOLDA Jabar berfoto bersama dengan perwakilan BEM di Kota Bandung, di Hotel El Royale, Kota Bandung pada Rabu 15 Mei 2019. Mahasiswa menolak people power, mengutamakan kesatuan bangsa .*/ MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
Mahasiswa Juga menolak

Sementara itu, Sekretaris Cabang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Bandung, Romadhon Hariansyah mengatakan akan berkoordinasi dengan seluruh BEM yang ada di Bandung Raya dan Jawa Barat. Koordinasi ini adalah untuk meminta mahasiswa untuk tidak ikut-ikutan ke Jakarta pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Kita percayakan saja hasilnya Ke KPU saja, jadi kami pun tadi sudah deklarasi menolak usaha people power ini," ucap Romadhon seusai acara silaturahmi antara BEM mahasiswa di Kota Bandung dengan Kapolda Jabar di Hotel El Royale, di Jalan Merdeka Kota Bandung.

Romadhon yang juga kader GMNI tersebut juga menginginkan suasana yang aman saat pengumuman hasil pemilu ini. "Jangan sampai kita terpecah belah, persatuan itu yang utama," ucapnya.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudi Sufahriadi menambahkan secara umum kondisi di Jawa Barat ini aman dan kondusif. Selain itu pertemuan dengan mahasiswa ini adalah sebagai perkenalan sebagai Kapolda Jabar yang baru.

"Mahasiswa yang ada di Jabar ini adalah anak-anak saya, sehingga saya harus memperkenalkan diri. Kami juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersikap tenang dalam menunggu hasil Pileg dan Pilpres 2019 ini," katanya.

Rudi pun mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat agar tidak ikut rencana people power ini. "Kita sama-sama tunggu lah hasil dari KPU yang sebelumnya telah ditunjuk oleh DPR untuk mengawal hasil pemilu," katanya.

Pewarta: PR.

Friday, April 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jawab Tudingan Netizen, Yusril: Quick Count Pilpres Dengan Pileg Berbeda

sukabumiNews, JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjawab tudingan netizen yang mengatakan ia tak percaya dengan hasil Quick Count (QC) yang mengunggulkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin.

Tudingan itu datang dari seorang netizen dengan nama akun @kuyupmenggigil dengan menuliskan “ Nah.. Timses Jokowi saja tidak percaya quick count,”. Tudingan dari netizen ini merespons kicauan Yusril yang mempublis link berita laman Abadikini.com di akun twitter miliknya dengan judul “Tak Percaya Quick Count, PBB Yakin Lolos Ke Senayan,”

Menurut Yusril, QC Pilpres dengan QC Pileg itu berbeda. Pilpres lebih sederhana dan tidak masalah.

“Pileg DPR itu ada tiga. Kemungkinan pemilih memilih partai yang berbeda bagi DPR, DPRD provinsi dan kabupaten/kota selalu ada. Pemilih juga bisa memilih partai atau memilih caleg. Exit poll menjadi kurang akurat,” kata dia di akun twitternya @Yusrilihza_Mhd, Jumat (19/4/2019) dikutip Abadikini.

“Konteks berita ini adalah Pileg DPR terkait perhitungan suara PBB. Jadi harus dibaca utuh, jangan ambil kesimpulan menurut maunya sendiri,” tambah Profesor Hukum Tata Negara ini.

Sebelumnya diketahui, Yusril meminta kepada seluruh kader partai untuk tidak terpengaruh dengan hasil QC yang memprediksi PBB tidak lolos ke Senayan.

Pasalnya, kata Yusril hasil akhir pemilu adalah hasil yang secara resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karenanya, dia meminta seluruh kader dan simpatisan untuk tidak lengah mengawal suara PBB.

“Tetaplah waspada dan jangan lengah. Kawal suara sampai perhitungan akhir. Insya Allah, Tuhan memberikan pertolongan dan kemenangan kepada Partai Bulan Bintang,” ujar Yusril.

Sementara itu, Ketua Bidang Pemenangan PBB, Sukmo Harsono mengatakan, tengah melakukan rekapitulasi suara yang berasal dari caleg partai di seluruh Indonesia. Dari sampling yang sudah masuk, pihaknya mengklaim telah memperoleh suara 4,4 persen.

Itu berdasarkan suara caleg di tingkat DPR RI pada dapil Aceh, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Atas dasar itu, Sukmo meyakini hitungannya tidak akan meleset dari hasil real count KPU.

“Hitungan kami saat ini suara PBB sudah 4,4 persen. Dan saya yakin real count KPU nanti akan sesuai dengan hitungan internal PBB,” pungkasnya. (sNews/AK)

Thursday, March 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Heni Mulyani Bertekad Perjuangkan Hak Kalangan Bawah, Kususnya Sosial, Pendidikan dan Kesehatan

sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Heni Mulyani, caleg DPRD Kabupaten Sukabumi nomor urut 3 dari PDIP daerah pemilihan (dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Cireunghas, Cisaat, Gegerbitung, Gunung Guruh, Kadudampit, Kebonpedes, Sukabumi, Sukalarang, dan Sukaraja siap menduduki kursi DPRD Kabupaten Sukabumi pada Pemilu 2019.

Pasalnya, sosok perempuan kelahiran Sukabumi 2 Juni 1972 ini selain sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia Perpolitikan, ia juga aktip di sejumlah Organisasi Kemasyarakatan yang tentunya tidak lepas dari berbagai kegiatan sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan selama ia mampu membantunya.

FOTO: Heni Mulyani Caleg Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dapil IV No 3, dari PDIP saat menyambangi dan menghadiri undangan masyarakat. (Foto: Rudi S/SN).
“Saya maju menjadi caleg karena ingin memperjuangkan dan meningkatkan bidang Sosial, Pendidikan dan Kesehatan, untuk masyarakat kalangan bawah kususnya yang berkaitan dengan hak-hak perempuan,” ujar Heni Mulyani, ditemui sukabumiNews.net di kediamanya Jalan Pajajaran II, Kampung Gunungguruh, Desa Cikujuang, Kabupaten Sukabumi, Kamis (28/03/19).


Selain itu kata Heni, dorongan dari keluarga, tokmas, pemuda, ulama dan sahabat-sahabatnya juga mengutkan tekadnya untuk maju agar bisa mengawal semua kebijakan, semua aspirasi masyarakat kalangan bawah.

Heni mengaku, menjadi seorang caleg tidaklah mudah dalam berjuang demi meraih suara, apalagi dihadapkan dengan caleg-caleg lain yang usianya lebih matang dan lebih memiliki pengalaman. Namun dirinya optimis dengan intens mendatangi pendukung siang maupun malam, cita-citanya akan mudah diraih.

"Saya maju dalam pertarungan pileg untuk DPRD Kabupaten Sukabumi karena dipicu oleh kondisi, masih perlunya pengawalan bidang sosial, pendidikan dan kesehatan, agar masyarakat bisa lebih merasakan program Pemerintah sampi ke kalangan bawah, dan merata," aku ibu dua anak ini.

Heni juga mengaku bahwa ketertarikannya di dunia politik dan menjadi caleg ini lantaran ingin berada di garda terdepan untuk memperjuangkan dan membela kalangan bawah, kususnya anak yatim, duafa dan yang berkaitan dengan hak-hak perempuan, kususnya Sosial, Pendidikan dan Kesehatan.


"Insyallah jika nanti saya terpilih menjadi anggota legislative, saya akan menjalankan amanah tugas sebagai bagian dari anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dapil IV, sesuai dengan fungsinya,” ucap Heni seraya berterimakasih dan mengapresiasi kepada semua relawan yang sampi saat ini masih konsisten berada di sampingnya.


Dengan modal pembekalan dan wawasan mejalankan pungsi sebagai anggota DPRD serta pengalaman di dunia plitik sejak tahun 2002 seiring perjalannya di dunia organisasi, seperti di Forum Rakyat Miskin Bersatu (FRMB) selaku ketua, kemudian menjadi Ketua Srikandi di organisasi masyarakat (ormas) Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB), juga selaku Anggota Generasi Peduli Narkoba, ia akan terus berjuang untuk meraih suara di pileg April 2019 nanti dengan target suara 8000.

“Saya yakin atas dorongan para ulama dan semua kalangan yang mengharapkan saya ada di DPRD, 5000 suara bisa mewujudkan harapan semua. Dan saya berharap masyarakat lebih cerdas dalam memilih wakil rakyatnya," pungkas Heni.


Heni yang senang menyantuni anak yatim piatu, bahkan saat ini memiliki anak angkat seorang yatim ini juga aktif bersama ibu-ibu lain mengikuti pengajian di lingkungan terdekat dengan rumahnya.
   

Perwarta: Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, March 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Reni Marlinawati : Kasus Rommy Pelajaran Bagi PPP

sukabumiNews, CISAAT – Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DR. Hj. Reni Marlinawati menanggapi peristiwa yang menimpa Romahurmuziy Ketua Umum Partainya yang terkena OTT oleh KPK belum lama ini.

“Saat kita kemarin melakukan rapat harian, Romahurmuziy sudah mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PPP dan kita sudah mengukuhkan PLT Ketua Umum PPP dijabat oleh Suharso,” terang Reni kepada sukabuminews.net di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jum’at (22/3).

Reni yang juga selaku anggota Komisi X DPR RI saat itu hadir di Sukabumi dalam kesempatan menedampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi dalam rangka Gebyar Pendididikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi di Gelanggang Olahraga Cisaat, Jum’at (22/3).

Menurut Reni, jika memang kasus Rommy ini benar seperti yang diberitakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tentunya sebagai sorang politisi muda, ini merupakan pelajaran yang sangat berharga baginya.
“Yang paling terpenting bahwa Partai Persatuan Pembangunan ini adalah Partai tertua yang nyaris saat menjelang Pemilu Partai selalu diterpa badai,” tambah Reni.

Reni juga bersyukur karena selama badai datang, selama itu pula ia akan terus menghadangnya.

“Kalau Lembaga Survei menggiring bahwa PPP ini tidak akan lolos 4 persen dari ambang batas perolehan suara minimal (parliamentary threshold) tidak akan membuat kami kaget karena nyaris di setiap ajang pesta demokrasi kami selalu diprediksi oleh pengamat Politik dari dalam dan luar negeri Partai yang tidak akan lolos,” ucap Reni.  

Tak hanya itu Reni Marlinawati juga mengaku, pihaknya sudah terbiasa berhadapan dengan badai. "Kami sudah dilatih untuk menjadi kader PPP yang tahan banting," imbuhnya.

“Dengan adanya musibah ini sama sekali tidak mendownkan kami, justru dengan musibah ini malah akan menguatkan kami." tegasnya.

BACA Juga: Reni Marlinawati Tetap Fokus Pemenangan Pileg 2019


Pewarta: Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, July 30, 2018

Redaksi sukabumiNews

Soal Ijtimak Ulama, Yusril Tak Ingin Beli 'Kucing dalam Karung'

sukabumiNews.net, JAKARTA - Ijtimak Ulama merekomendasikan capres Prabowo Subianto dengan cawapres Salim Segaf Al-Jufri atau Ustaz Abdul Somad. Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra belum mengambil sikap pasti apakah mendukung atau menolak rekomendasi Ijtimak Ulama itu.

"Kami belum menentukan sikap apa-apa. Seperti saya katakan kemarin, koalisi itu harus jelas negosiasinya, harus jelas deal dan kesepakatannya. Kami tidak ingin ibarat kata pepatah 'disuruh membeli kucing dalam karung', yang tidak jelas apa jenis dan warna kucingnya," kata Yusril, seperti dilansir detikcom, Senin (30/7/2018).

Yusril menjelaskan Ijtimak Ulama bermakna proses ijtihad berlandaskan Alquran dan hadis. Ijtihad adalah upaya menggunakan pemikiran untuk menyimpulkan dan memutus sesuatu agar diperoleh kejelasan.

Dia menyampaikan hadis Nabi Muhammad SAW, bila ijtihad itu benar, orang yang melakukannya mendapatkan dua pahala. Namun bila ijtihad yang dilakukan orang itu ternyata salah, orang itu tetap mendapatkan pahala, tapi satu saja pahalanya. Artinya, ijtihad bisa benar dan bisa juga salah. Yusril kemudian berbicara tentang ketaatan kepada ulil amri. Biasanya ulil amri biasa dimaknai sebagai pemimpin.

"Ketaatan kepada ulil amri tidaklah mutlak, melainkan bergantung pada apakah perintah ulil amri itu bersesuaian dengan perintah Allah dan Rasul," kata Yusril.

"Jika seseorang benar-benar ulama, niscaya dia akan paham maksud dan makna uraian saya tentang ijtihad. Saya rasa, saya tidak perlu mengkuliahi para ulama," imbuh Yusril.

Yusril lebih mementingkan perjuangan PBB di Pileg 2019 ketimbang langkahnya menuju Pilpres 2019. Dia bersedia menjadi oposisi.

"Kalau memang tidak ada kesepakatan apa-apa, harapan saya, tidak ada pasangan mana pun dalam pilpres nanti yang bisa mengklaim PBB adalah bagian dari mereka, seperti terjadi tahun 1999 dan 2014. Lebih baik kami membangun kemandirian partai," kata Yusril. (Red*/)

Sumber: detik.com

Wednesday, May 30, 2018

Redaksi sukabumiNews

Relawan Hasanah Gelar Doa Bersama untuk Kesuksesan Bagus Pekik, Sebagai Calon Angota DPR-RI 2019

sukabumiNews.net, BAROS - Puluhan relawan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pasangan Hasanah menggelar doa bersama untuk kesuksesan Bagus Pekik yang akan maju sebagai calon anggota DPR-RI pada pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.

Selain dihadiri oleh para relawan, acara yang bertajuk Buka Bersama, Pengajian dan Bakti Sosial Ramadhan 1439 H, yang bertema “Berbagi dan Memberi Arti Untuk Sukabumi” itu diikuti pula oleh puluhan anak yatim.

Relawan mengaku, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin keluarga. “Namun demikian, karena relawan meminta kami, jadi sekalian dengan menggelar doa bersama," kata ketua relawan pemenangan pasangan Hasanah, Bagus Pekik kepada sukabumiNews, di tempat kediamannya Jalan Jalur, Balandongan, Baros, Kota Sukabumi, belum lama ini.


Sementara itu menurur Bagus, keinginan dirinya maju sebagai calon anggota DPR RI merupakan pilihanya, lantaran dirinya selama hampir 20 tahun tinggal di Kota Sukabumi tidak merasakan apa-apa. Baik dalam segi pembangunan atau pun keadilan. “Oleh karena itu saya terpacu untuk maju demi membawa Sukabumi berkeadilan," tegas Bagus.

Terkait undangannya kepada anak-anak yatim untuk ikut mendoakannya, Bagus memandang bahwa anak-anak yatim itu doanya terkabul.

Tampak hadir pada acara yang dilanjutkan degan santunan kepada puluhan anak yatim tersebut, calon walikota Sukabumi Hanafi Zen beserta sejumlah tokoh  Agama Islam Kota Sukabumi lainnya.

Saat diminta pandangannya oleh wartawan, Hanafi Zen mengaku, setiap calon tentunya punya cara dan agenda tersendiri untuk mendekati konstituennya. “Terlebih pada saat suasana Ramadhan saat ini. Kita punya tim, punya metode dan kajian terkait kantong-kantong suara, dan insya-Allah unggul,” pungkas Hanafi.

Pewarta: U. Heryaman.
Editor: Red. 

Sunday, March 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Artis Rani Diky Chandra Akhirnya Belabuh di PBB

sukabumiNews.net, GARUT JABAR – Istri artis komedian senior Diky Chandra yang akrab disapa Teh Rani memenuhi undangan Partai Bulan Bintang (PBB) Kabuaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/3/2018).
Kehadiran Rani Permayani atau Rani Permata ini di Kantor DPC PBB Kabupaten Garut disambut jajaran pengurus partai besutan Yusril Ihza Mahendra yang baru baru ini memenangkan gugatan setelah sebelumnya PBB terlempar dari partai peserta Pemilu 2019 mendatang.
Kunjungan Rani di DPC PBB Garut dipastikan akan berlabuh untuk bergabung menjadi calon legislatif menuju senayan di Pileg 2019 mendatang.

saya ke kantor PBB Garut untuk bersilaturahmi memenuhi undangan pengurus PBB Garut sebulan yang lalu yang menghubungi saya, “kata Rani saat dikonfirmasi, Sabtu (17/3/2018).
Rani menyatakan bahwa dirinya memang dihubungi pengurus PBB untuk berkenan maju menjadi calon legislatif untuk DPR RI.
“Saat dihubungi waktu itu saya belum memberikan jawaban karena banyak faktor juga termasuk ada beberapa partai yang ajak bergabung. Salah satu pertimbangannya dimana PBB satu tahun yang lalu melalui DPC PBB kota Tasik sudah terlebuh dahulu meminta sebetulnya, namun baru kali ini bisa memberikan jawaban, “ungkapnya.
Mengenai kesiapan atas pinangan dari PBB tersebut, Rani menyatakan kesiapannya.
“Insya Allah siap, nawaitu saja ingin berkontribusi meneruskan jejak langkah RA Lasminingrat di Garut ini, “ucapnya tegas.
Artis Rani Diky Chandra Akhirnya Belabuh di PBB - image img_20180317_1616411584066197 on https://www.cakrawala.co
Kesediaran Rani bergabung dengan PBB sangat dapat dimaklumi dibanding menerima tawaran partai lainnya, menginat PBB lah salah satu partai yang bersedia mendorong Diky Chandra suami Rani maju saat di Pilkada Kota Tasikmalaya.
Sebelumnya juga Rani sempat ditawari bergabung oleh Partai Nasdem, Perindo termasuk PKS dikabarkan sempat menawari Rani nyaleg. Bahkan sejumlah partai besar lainnya juga bersedia jika Rani berhasrat Gabung, namun semua itu terjawab sudah bahwa Rani lebih memilih partai besutan Yusril Ihza Mahendra sebagai partai islam moderat. Red*

Sumber: Cakrawala.co

Wednesday, February 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sebanyak 932 Dus dan1,862.532 Surat Suara Jokowi dan Prabowo Tiba di KPU Kabupaten Sukabumi

Ketua KPU Kab. Sukabumi Ferry Gustaman kepada sukabumiNews mengatakan, sejumlah 932 dus dan 1,862.532 lembar surat suara yang diterimanya ini sesuai dengan ekspedisi.
sukabumiNews, CIBADAK – Sebanyak  932 dus dan1,862.532 Surat Suara Jokowi dan Prabowo untuk pilpres yang akan di gelar 17 April 2019 mendatang tiba di KPU Kabupaten Sukabumi. Sejumlah kotak suara dan surat suara itu diterima oleh KPUD Kabupaten Sukabumi pada Selasa (26/2/2019).

Ketua KPU Kab. Sukabumi Ferry Gustaman kepada sukabumiNews mengatakan, sejumlah 932 dus dan 1,862.532 lembar surat suara yang diterimanya ini sesuai dengan ekspedisi.

Sementara surat suara untuk pileg DPR RI, DPD, DPRD PROVINSI dan DPRD yang meliputi 6 Daerah Pemilihan di Kabupaten  Sukabumi menurut Ferry rencananya akan dikirim dari Cikarang hari ini yakni Rabu (27/2).

“Untuk penyortiran dan pelipatan surat suara rencananya akan dilaksanakan pada awal Bulan Maret dengan melibatkan warga masyarakat sekitar,” katanya di kantor KPUD Kabupaten Sukabumi di Jl. Perintis Kemerdekaan Cibadak..

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, February 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ketua DPAC Partai PBB Kecamatan Purabaya Soroti Tidak Tertibnya Pemasangan APK Pileg dan Pilpres 2019 di Wilayahnya

sukabumiNews, PURABAYA – Tidak tertibnya pemasangan Alat Praga Kampanye (APK) Pileg dan Pilpres di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Kabupaten Sukabumi yakni yang meliputi Kecamatan Cidadap, Cidolog, Curug Kembar, Jampang Tengah, Lengkong, Nyalindung, Pabuaran, Purabaya, dan Sagaranten, menjadi sorotan Ketua DPAC Partai Bulan Bintang (PBB) Kecamatan Purabaya Jaka Susila.

Jaka menghimbau, sebaiknya pemasangan APK yang melanggar aturan Pemilu segera ditertibkan. “Kami berharap Panwaslu berlaku adil terhadap semua peserta pemilu," tuturnya kepada sukabumiNews, Kamis (14/2).

Dia menambahkan, adanya teguran beberapa pihak terkait pemasangan baligo partainya beberapa waktu lalu harus dijelaskan permasalahannya. "Kami memasang sesuai titik lokasi yang ditentukan KPU. Toh mereka yang terang-terangan memasang APK di tempat Ibadah tidak ditegur sama sekali, " ungkap Jaka.

Terkait hal itu, Anggota Panwaslucam Purabaya Asep, berjanji akan menjalankan tugas dan fungsinya selaku Pengawas."Selain menerima laporan, kami pun akan menindaklanjuti setiap temuan. Adapun penertiban kami koordinasikan dengan Satpol PP," Terang Asep. [Red*/]

Monday, December 10, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kader PBB Beda Pilihan, Yusril: Yang Untung PDIP dan Gerindra

Yusril juga menerangkan soal keinginan kader yang memintanya membawa PBB untuk mendukung Prabowo
Padang, SUKABUMINEWS.net – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra telah menyandang status sebagai tim hukum (lawyer) pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sejak satu bulan belakangan.

Berbagai spekulasi soal pilihan politik Yusril terus menggelinding. Baik di internal maupun simpatisan yang selama ini mengganggap Yusril adalah pendukung Capres Prabowo-Sandiaga Uno.

Sampai saat ini, Yusril mengaku tidak merisaukan ocehan berbagai pihak tentang keputusannya menjadi lawyer Jokowi-Ma'ruf. Diakuinya, keputusan menjadi tim petahana, sedikit banyaknya berdampak terhadap partai yang dipimpinnya.

"Imbasnya pada PBB. Ya, suatu kenyataan politik tidak bisa kami ingkari. Prinsipnya, dengan siapapun, PBB itu bersahabat. Semua demi kepentingan PBB agar bisa lolos di DPR 2019,"kata Yusril saat menghadiri silaturahmi dengan pengurus dan caleg PBB Sumatera Barat (Sumbar) di Padang, dikutip dari JawaPos, Senin (10/12).

"Kami bisa berkawan dan bersahabat dengan siapapun. Kami tidak ada lawan dan musuh. Semua adalah teman,"imbuhnya.

Yusril juga menerangkan soal keinginan kader yang memintanya membawa PBB untuk mendukung Prabowo. Menurutnya, aspirasi kader di daerah seluruh Indonesia seimbang antara yang meminta PBB ke Jokowi dan ke Prabowo.

Atas kondisi itu, dirinya mengaku telah memberikan pengertian kepada pengurus PBB di daerah. "Saya menghormati otonomi daerah. Sumbar misalnya, di Pilkada kemarin saya tidak ikut campur siapa yang dicalonkan di kabupaten/kota. Siapa yang menjadi cagub, itu urusan daerah. Mereka sodorkan, saya tanda tangan. Karena yang lebih tau tentu orang di daerah," katanya.

Dengan begitu, Yusril juga meminta agar pengurus dan kader PBB di daerah tidak terlalu mengintervensi keputusan DPP lebih jauh. Apalagi, kata Yusril, informasi yang didapatkan kader di daerah tidak sebanyak apa yang ia dapatkan.

"Andai kata informasi yang anda (kader daerah) punya sama dengan saya, mungkin sikap anda sama dengan saya. Anda tahu cuman sedikit-sedikit baca koran, medsos, dengar tv itu saja kan. Jadi kita saling memaklumi dan mendewasakan diri," katanya.

Apalagi, lanjut Yusril, sampai mengancam dirinya. Dimana, jika Yusril tidak memenuhi permintaan kader untuk mendukung Prabowo atau pak Jokowi, kader menyatakan mundur dan mengadakan Musdalup untuk menurunkannya.

Kendati demikian, sampai saat ini PBB masih membebaskan kader partai di semua daerah untuk menentukan pilihan, sebelum PBB mengambil sikap dan keputusan pada Januari 2019 mendatang.

"Kalau ada anggota-anggota PBB mendukung Pak Jokowi atau Prabowo, silakan. Tapi jangan membawa lembaga partai. Jangan bawa bendera partai. Pakai baju PBB secara pribadi, PBB tidak melarang, karena partai ini demokratis," bebernya.

Yusril juga menegaskan soal beredarnya beberapa APK PBB yang mendukung salah satu capres. Pihaknya mengaku akan segera menertibkan hal itu sebelum PBB bersikap jelas.

"Pileg dan dan Pilpres itu dua hal berbeda. Kalau orang pilih Prabowo, jangan pikir otomatis pilih PBB, bukan begitu ceritanya. Begitu juga pilih Jokowi. Yang untung cuman PDI-P dan Gerindra, PBB tidak dapat apa-apa. Salah pengertian saja," tuturnya. (Red*/Jps)

Wednesday, November 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ustadz Abdul Somad Tolak Undangan Dakwah yang Dihadiri Pasangan Capres-Cawapres Jokowi dan Prabowo

Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Ustaz Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa dirinya tidak akan memenuhi undangan dakwah yang menghadirkan pasangan capres-cawapres untuk Pemilu 2019.

Keputusan tersebut diambil UAS setelah melewati proses perenungan yang panjang hingga akhirnya dapat ditarik satu kesimpulan.

“Setelah penetapan capres dan cawapres pada tanggal 20 September 2018, maka saya tidak akan hadir, baik itu acara yang diselenggarakan oleh Pemko, Pemda, Ormas, apapun namanya, yang menghadirkan capres-cawapres,” ujar Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam video yang diunggah akun Instagram @indonesiamengaji.id, beberapa waktu lalu.

Hal itu dilakukan UAS sebagai upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang rawan akan terjadi gesekan seiring dengan semakin memanasnya situasi politik jelang Pemilu 2019.

“Untuk menjaga netralitas agar tidak tersebarnya hate speech, ujaran kebencian, hoax. Untuk menjaga Pilpres dan Pileg yang aman, damai, sejahtera. Mudah-mudahan dapat kita pahami bersama. Terimakasih,” tutur Ustaz yang memiliki nama pendek UAS itu.



Sumber: Abadikini

Monday, November 12, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kegamangan Para Caleg PBB atas Manuver Yusril Terima Tawawaran Jadi Pengacara Jokowi Terjawab Sudah

Yusril menjelaskan manuvernya menerima tawaran jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf di hadapan para Caleg PBB se-Jawa Barat pada Rapat Akbar DPW PBB Jabar di Hotel Horison Bandung
Bandung, SUKABUMINEWS.net  Kegamangan yang dialami kader dan simpatisan Partai Bulan Bintang (PBB) terutama para caleg PBB di kota dan kabupaten di wilayah Jawa Barat selama ini terjawab sudah. Sebelumnya, manuver yang dilakukan Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Umum partai berlambang Bulan Bintang yang menerima tawaran selaku pengacara Jokowi-Ma'ruf mendapat kecaman dari pendukung Prabowo-Sandi.

Kendati demikian Yusril tetap tenang dan meminta kepada para caleg partainya utuk tidak mencampur adukkan antara tugas dirinya selaku ketua partai, dengan profesi dia segai pengacara.


"Kita harus bedakan, di mana secara pribadi saya berprofesi sebagai Pengacara dan di satu sisi sebagai Ketum DPP PBB," terang Yusril saat pidato politik di agenda Rapat Akbar DPW PBB Jawa Barat di Hotel Horison Bandung yang dihadiri ribuan caleg DPR RI dan DPRD dari PBB se-Jawa Barat pada Ahad 11 November 2018 kemarin.

"Jadi pengacara Jokowi bukan berarti saya harus Jokowi. Saya pernah menjadi pengacara Aburizal Bakrie. Apakah saya menjadi Golkar? Saya menjadi pengacara HTI, apakah saya HTI atau saya harus dibilang HTI? Saya juga jadi pengacara HRS, lantas, haruskah saya dibilang FPI?,” tegasnya.

Baca: Cuma Jadi Pengacara, Yusril Bantah Dukung Jokowi

Yusril juga menegaskan bahwa PBB belum menentukan sikap terkait Pilpres 2019. “Untuk dukung-mendukung, silahkan dirumuskan pada Rakornas yang akan digelar Desember mendatang,” tambah Yusril.

Sementara itu Ketua DPW PBB Jabar, H. Saifullah Rusyad dalam pidatonya menegaskan bahwa Ketua Umum PBB menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf dalam kapasitasnaya sebagai pengacara.

"Pak Yusril menerima tawaran menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf bukan sebagai Ketum Partai Bulan Bintang, Tetapi beliau dalam kapasitasnya sebagai pengacara yang profesional," tegasnya.

Baca: JK: Yusril Jadi Pengacara Jokowi karena Keahliannya

Dilain pihak, Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi Ujang Lukman meminta agar kader dan Caleg PBB tetap solid dan menunggu hasil Rakornas awal Desember mendatang.

"Kalau ada orang yang melecehkan PBB dan menghina Pak Yusril, saya tidak yakin kalau dia itu kader PBB. Daripada energi terkuras mikirin Pilpres,  mending kita fokus saja Pileg" ajak Ujang Lukman ditemui di Kediamannya, Senin (12/11)

Begitu juga halnya dengan Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Yan Hasanudin Malik. Dia mengajak kepada para caleg PBB Kota Sukabumi agar tidak memfokuskan kepada pilpres 2019.

“Mengajak kepada memilih Prabowo atau Jokowi tidak lah penting bagi kita. Paling penting, bagai mana caranya membesarkan suara PBB dan para caleg PBB bisa mengisi kursi sebanyak-banyaknya di DPRD Kota dan Kabupaten, DPRD provinsi dan DPR RI, tegasnya.

Ditemui terpisah, kader dan simpatisan yang juga caleg PBB dari dapil III Kota Sukabumi, Nanan Surahman mengungkapkan rasa leganya atas penjelasan Yusril pada Rapat Akbar yang di gelar PBB Jawa Barat pada 11 November 2018 itu.

Kini Nanan semakin jelas bahwa Ketum partai Bulan Bintang memang sangat cerdik dalam taktik dan strategi berpolitik. “Yusril memang tiada duanya, selain pintar, belau juga sangat santun dalam berpolitik,” kata Nanan.

Baca juga: Yusril Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf, Partai Bulan Bintang Belum Putuskan Dukungan

Pewarta: Jaka S.
Editor: Red.
close
close
close