Breaking
loading...
Showing posts with label sukabumi. Show all posts
Showing posts with label sukabumi. Show all posts

Wednesday, May 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

Baznas Kabupaten Sukabumi akan Serahkan Bantuan Sebesar Rp6 Milyar kepada Fakir Miskin dan Fisabilillah

FOTO: Kepala Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian Baznaz Kabupaten Sukabumi Muhammad Kamaludin.
-- 
sukabumiNews, CISAAT - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi segera akan menyerahkan Dana zakat untuk Asnaf Fisabilillah dan Asnaf Fakir Miskin sebesar Rp6.273.700.000 (Enam Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah).

Kepala Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian Baznaz Kabupaten Sukabumi, Muhammad Kamaludin mengatakan, penyerahan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Sukabumi di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi pada Kamis (0/5/2019) mendatang.
"Zakat tersebut akan diserahkan kepada sebanyak 407 pimpinan Pondok Pesantren Salafi senilai Rp488 juta 400 ribu,” kata Kamaludin kepada sukabumiNews, Rabu (8/5).

FOTO: Kepala Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian Baznaz Kabupaten Sukabumi Muhammad Kamaludin Terima Dana Zakat Profesi yang terkumpul dari PNS Kab. Sukabumi. Dana diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, belum lama ini. 
-- 
Dijelaskan Kamal, dana yang akan diserahkan tersebut diambil dari hasil pengumpulan dana zakat pengusaha penyedia barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Daerah. Dana yang terkumpul dari Pemda itu yaitu sebesar Rp147 juta dan zakat profesi PNS sebesar Rp340.436.900 ribu," terang Kamaludin.

Dia menambahkan, zakat juga akan diberikan kepada 907 taman pendidikan Al-Qur'an se-Kabupaten Sukabumi sebesar Rp 739 juta 500 ribu.

"Selain itu sebanyak 2480 madrasah Diniyah takmiliyah Awaliah se-Kabupaten Sukabumi mendapatkan dana zakat sebesar Rp 4 milyar 364 juta 300 ribu.Dana tersebut merupakan dana hibah Pemda Rp 1,5 milyar ditambah dari dana zakat Baznaz sebesar Rp2 milyar 864 juta 300 ribu," jelasnya.

Kamaludin juga mengungkapkan, sebanyak 386 imam masjid di Kabupaten Sukabumi akan diberikan bantuan sebesar Rp 386 juta, dan bagi ikatan guru Iqra sebesar Rp 175 juta, berikut bantuan alat pengelolaan sampah sebesar Rp 50 juta bagi lembaga masyarakat yang memberdayakan sampah yang sifatnya tidak komersil menjadi komersil di Kecamatan Cicurug.

"Yang terakhir untuk 10 orang pelaku UMKM berupa gerobak dan modal usaha sebesar Rp 53 juta dan untuk 10 orang penyandang disabilitas sebesar Rp 17juta 500 ribu berupa 10 unit mesin jahit," pungkasnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Persediaan Darah di UDD PMI Kabupaten Sukabumi Masih Cukup untuk Dua Pekan ke Depan di Bulan Ramadhan

sukabumiNews, CISAAT – Stok darah yang tersedia di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Sukabumi hingga dua pekan ke depan selama bulan Ramadhan 1440H di nilai masih cukup aman. Keberadaan ini diakui Humas UDD PMI Kabupaten Sukabumi, Agus Sutisna kepada sukabumiNews diruang kerjanya, Rabu (8/5/19).

“Stok Darah yang tersedia di UDD PMI Kabupaten Sukabumi saat ini yaitu untuk Golongan Darah (A) sebanayak 152 labu, Gol (B) 109 labu, Gol (O) 163 labu dan (AB) 52 labu dari semua jenis Golongan Darah, Golongan (A) yang paling banyak dibutuhkan,” kata Agus.

Agus mengatakan, hari ini pihaknya sudah melakukan Droping ke Rumah sakit Sekarwangi Cibadak sebanyak 150 labu Darah dan untuk RS Sekarwangi aman untuk minggu ini. “Namun untuk minggu kedepan belum bisa diperkirakan, karena tergantung pemakai darah yang membutuhkannya,” jelasnya.

Agus juga mengaku dalam dua pekan di pertengahan bulan Ramadhan ini pihaknya mulai kekurangan Darah. "Tiga hari memasuki bulan puasa, sampai hari ini belum kelihatan ada yang mendonorkan darahnya, kalau hari kemarin sih ada beberapa orang," ucapnya.

Kendati demikian untuk mengantisipasi kekurangan stok darah Agus akan mencoba ke gereja-gereja, barangkali ada yang mau mendonorkan darahnya. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk mengadakan kegiatan kemanusian yaitu Donor Darah yang kemudian darahnya nanti bisa digunakan untuk kebutuhan Rumah Sakitnya masing-masing.

Tak hanya itu, UDD PMI juga akan merapat ke Polres, Kodim, Yonif 310 dan Yon Armed supaya menggelar kegiatan kemanusiaan yaitu Donor Darah.

Agus menghimbau kepada masyarakat yang akan mendonorkan darahnya. dikarenakan sekarang Bulan Ramdhan maka waktu yang ideal untuk melakukan kegiatan Donor Darah seusai Shalat Tarawih dan buka puasa.

“Dari pukul 08.00 Wib kita buka sampai pukul 21.00 Wib, dan kita tambah 1 Jam dari pelayanan biasanya menjadi sampai pukul 23.00 Wib,” terang Agus.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

BAZNAS Kota Sukabumi Himbau Warganya Tunaikan Zakat Fitrah

FOTO: Sekretaris Baznas Kota Sukabumi, KH. M. Kusoy.
-- 
sukabumiNews, CIKOLE - Bulan Ramadhan 1440 H, ada ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT dan peraturan Undang-Undang No. 23 tahun 2011 bahwa pada Bulan Ramadhan Umat Muslim wajib menunaikan zakat Fitrah. Hal ini dijelaskan Sekretaris Baznas Kota Sukabumi HM. Kusoy kepada sukabumiNews di ruang kerjanya, Selasa (7/5/19).

“Berdasarkan ketetapan Kementrian Agama RI No. 53 tahun 2014 dan sesuai hasil rapat gabungan antara Pemkot, Diskoperindag, MUI, BAZNAS dan para pengusaha beras, Pemkot Sukabumi menetapkan untuk warga atau mudzaki yang akan menunaikan zakat fitrah 1 jiwa kalau dihitung perkilo sebesar 2.kg, dengan hitungan liter jumlah tersebut setara dengan 3,5 liter dan dengan uang sebesar Rp35.000,” jelas Kusoy.

Sementara itu, Baznas Kota Sukabumi sudah menyediakan sekitar 200 ribu lembar kupon zakat fitrah. 200 ribu kupon itu tutur Kusoy diperuntukkan untuk Muzakki (hak Zakat) warga Kota Sukabumi yang jumlah penduduk Muslimnya sekitar 300 ribu.

“Itu pun kita tidak memungutnya semua lantaran ada sebagian yang membayarnya secara langsung, ada juga yang melalui LAZ dan DKM di tempatnya masing-masing,” tambahnya.

"Maka dengan itu kita menetapkan untuk mencetak kupon zakat fitrah sebanyak 200 ribu lembar dan sudah kita sebar melalui Kecamatan, Kelurahan, RW dan 1550 RT dengan rincian untuk satu RT kita berikan 100 lembar serta sebagian sisa kupon kita sebarkan melalui beberapa lembaga seperti Bank, UPZ, Dinas Instansi, Mall dan lainya," papar Kosoy.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

BAZNAS Kota Sukabumi Targetkan Perolehan ZIS Tahun Ini Sebesar Rp6 Milyar

FOTO: Sekretaris BAZNAS Kota Sukabumi, KH. M. Kusoy.
-- 
sukabumiNews, CIKOLE – Sekretaris BAZNAS yang juga Sekretaris MUI Kota Sukabumi, KH. M. Kusoy menargetkan perolehan ZIS di akhir Ramadhan 1440 H ini sebesar Rp6 Milyar. Target perolehan itu diungkapkan M.Kusoy kepada sukabumiNews di ruang kerjanya, Selasa (7/5/2019).

“Dari 200 ribu lembar kupon zakat fitrah yang dibagikan BAZNAS di kali Rp30 ribu mencapaiRp6 Milyar,” terang Kusoy seraya menegaskan, “semua itu dipungut sebelum Hari Raya Idul Fitri, karena sudah menjadi syarat sahnya Zakat Fitrah dibayarkan sebelum Idul Fitri. Adapun kalau dibayarkan sesudahnya, maka itu masunya kepada sedekah biasa.”

Sementara, Kusoy menyebutkan bahwa untuk Zakal Mal, wajib bagi orang yang sudah Nisab. Menurut Fatwa Majelis Ulama nilai dari Zakat Mal adalah 85 gram emas.
"Jika seseorang sudah berpenghasilan 85 gram emas dalam kurun satu tahun, maka zakat malnya adalah 2,5 persen, kalau 250 pergram saja berarti harus berpendapatan Rp. 45 juta pertahun," imbuhnya.

Kusoy mencontohkan, seandainya gajih (penghasilan) seseorang itu Rp4 juta perbulan, maka di kali 1 tahun sudah mencapai Rp48 juta. Kalau pendapatan sudah sebesar Rp4 juta, bagi ASN itu wajib hukumnya untuk mengeluarkan Zakat gajihnya.

Kendati demikian jelas Kusoy, sebagian Ulama juga berpendapat dikarenakan itu Zakat, maka harus dibagikan ke delapan ashnaf. Baznas Kota Sukabumi juga akan membagikan ke delapan ashnaf diantaranya Fakir miskin, Fisabillilah, Ibnu Sabil, Mualaf, Ghorimin, Riqob dan Amil.

"Jadi Basnaz Kota Sukabumi apabila langsung di daerah pembagiannya 6/8, untuk 2/8 akan di setorkan ke Baznas terutama dana untuk Riqob dan Mualaf," pungkas Kusoy.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Hari Kedua Ramadhan, SATPOL-PP Tegakkan Perwal Kota Sukabumi

sukabumiNews, WARUDOYONG – Memasuki hari kedua Bulan Ramadhan 1440 H, Kesatuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Moga Sukabumi melakukan operasi tertib Ramadhan di beberapa tirik pusat perbelanjaan dan beberapa ruas Jalan di Kota Sukabumi, Selasa (7/5/19).

Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah, SatPol PP, Kota Sukabumi, Ajat Sudrajat SH mengatakan, kegiatan operai tersebut merujuk kepada Peraturan Walikota no 11 Tahun 2013 tentang tertib Ramadhan.

"Kita mengawali kegiatan dengan melakukan Himbauan dan wawar keliling termasuk di sejumlah Supermarket dan rumah makan di beberapa ruas jalan di Kota Sukabumi, seperti Jalan Otista, Jalan Ahmad Yani, Jalan R.E. Martadinata, serta Jalan Syamsudin SH," jelas Ajat kepada sukabumiNews diruang kerjanya, Selasa.

Ajat mengungkapkan, selama dua hari memasuki Bulan Ramadhan 1440 H ini, suasana berlangsung kondusif, semua rumah makan dan tempat perbelanjaan yang tersisir sampai saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran.

"Kita mendatangi supermarket untuk memberikan himbauan dan Alhamdulillah pada hari kedua ini mereka belum melakukan kegiatannya sebelum pukul 16. 00 wib, namun untuk yang sifatnya take away atau delivery itu diperbolehkan meski tidak boleh disajikan atau makan di tempat," ungkapnya.

Selain itu kata Ajat, pihaknya sudah memberikan himbauan untuk tempat hiburan malam (THM) bahwa tidak diperbolehkan buka selama bulan Ramadhan, termasuk tempat olahraga ketangkasan Bola Sodok (Billiard) yang diduga bisa dijadikan tempat perjudian.

“Untuk pemilik THM dan restoran yang tidak mengindahkan Perwal tersebut akan diberikan peringatan bertahap, namun jika masih membandel akan dicabut SIUP atau SIU-nya ," tuturnya.

Meski begitu lanjut Ajat, untuk warung-warung nasi yang tidak berizin akan diberikan sanksi tegas berupa penahanan barang dagangannya dan akan diproses lebih lanjut dikantor SatPol PP Kota Sukabumi.

Dalam melaksanakan PerWal no 11 Tahun 2013 juga, tegas Ajat, SatPol PP akan menertibkan anak jalanan, gelandang dan pengemis yang sifatnya mengganggu kekhusuan bulan suci Ramadhan. Kita akan koordinasikan dengan Dinas sosial untuk menanganinya jika kedapatan ada anak jalanan dan gepeng," imbuhnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Lagi, Rumah Warga di Caringin Hampir Ambruk Tertimpa Longsoran Tanah

sukabumiNews, CARINGIN - Akibat intensitas hujan yang mengguyur Sukabumi dalam sepekan terakhir ini bencana demi bencana terus bertambah, banjir dan longsor kerap menjadi isu musibah yang terjadi lantaran cuaca yang kurang bersahabat ini.

Seperti yang terjadi di daerah lain di wilayah Sukabumi belakangan ini, rumah Cep Aripfin warga Kampung Pamuruyan Rt. O02/001 Desa Ciseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Jawa Barat juga terkena imbas longsoran tanah.

Peristiwa yang menimpa rumah Cep Aripin terjadi pada Senin (6/5/19) malam, sekitar pukul 20.30 Wib.

Camat Caringin Syarifudin Rachmat mengatakan pihaknya akan mengusulkan untuk memperbaiki rumah korban. Akan tetapi karena saat ini kondisinya masih sangat rawan maka pihknya hanya bisa melakukan relokasi dengan keterbatasan pihak pemdes.

Namun demikian lanjut Syarifudin, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Desa dan BPBD untuk mengajukan supaya segera membantu dan menangani pembersihan

“Sementara karena saat ini Kecamatan Caringin tidak mempunyai anggaran untuk menanganinya jadi kita menunggu dari BPBD Kabupaten Sukabumi,” terang Syarifudin, Selasa (7/5/2019).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta rupiah. Demi kenyamanan keluarga korman, Cep Arifin beserta anak dan istrinya kini diungsikan ke rumah saudaranya, karena rumahnya saat ini tidak bisa dihuni.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Rumah Warga di Nagrak Ambruk akibat Diguyur Hujan Semalam

 Kondisi Rumah Dedi Awaludin (35) yang Rusak akibat tertimpa reruntuhan tanah.
-- 
sukabumiNews, NAGRAK – Akibat curah hujan disertai angin kecang yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rumah Dedi Awaludin (35) salah satu warga Kampung Cipetir Rt. 02/14 kecamatan yang sama mengalami rusak berat.

Rusaknya rumah Dedi Awaludin lantaran tertimpa longsoran tanah jalan yang berada di atasnya. Beruntung pada saat kejadian korban bersama istri dan anaknya sedang berkunjung ke rumah saudaranya ke daerah Jampang.

Peristiwa itu terjadi pada Ahad (5/5/219) sekira pukul 22.31 WIB semalam,

"Kami bersama aparatur Desa Nagrak Utara yang sedang melaksanakan piket, langsung meluncur ke lokasi kejadian serta melakukan koordinasi dengan BPBD dan Muspika Nagrak," jelas Miki Relawan P2BK Nagrak kepada sukabumiNews melalui WhatsApp.

Miky mengatakan, Untuk sementara ini Dia hanya bisa berupaya untuk menyelamatkan barang-barang perabotan rumah tangga milik korban.

Saat itu Miki juga menghimbau kepada warga masyarakat agar waspada dikala hujan deras mengguyur wilayah Nagrak terutama yang bertempat tinggal di zona rawan longsor.

Akibat insiden ini korban ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp40 juta. Hingga berita ini ditayangkan korban masih di ungsikan di rumah saudaranya di Jampang. “Untuk perkembangan informasi selanjutnya akan dilakukan update secara berkala apabila terdapat laporan tambahan," imbuh Miky.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 5, 2019

Redaksi sukabumiNews

Diduga Terjangkit Virus DBD, Puluhan Warga Kebon Pedes Masuk Rumah Sakit

sukabumiNews, KEBON PEDES – Sebanyak Sepuluh orang warga di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di rujuk ke rumah sakit pada Sabtu (4/5/2019). Dua dari sepuluh orang diantaranya diduga terjangkit wabah virus Demam Berdarah Dengeu (DBD).

Camat Kebon Pedes, Ali Iskandar ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa sepuluh orang warganya tengah mendapatkan perawatan secara insentif di Rumh Sakit. Mereka berasal dari Kp. Selajambu RW.01, Kp. Cikaret Hilir, RW. 02, dan Kp. Sasagaran RW. 03, Desa Sasagaran Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi.

"Kesepuluh orang tersebut dirawat inap dirumah sakit Hermina, Ridho Galih dan RS. Setukpa Polri Kota Sukabumi," kata Ali Iskandar kepada sukabumiNews, Ahad (5/5/2019).

Ali menjelaskan, awalnya sepuluh orang yang sakit itu diduga terjangkit wabah DBD, namun berdasarkan hasil laporan medis dari dokter yang merawat di Rumah sakit Setukpa Polri, dan Rumah Sakit Hermina, hanya dua orang saja yang dinyatakan suspect (tersangka) terjangkit DBD.

"Jadi dari sepuluh yang sakit, hanya dua orang suspect DBD, beberapa orang yang masih di rawat mengalami penyakit froztat, lambung dan gula darah, sementara sisanya sudah dipulangkan pihak Rumah Sakit dan dinyatakan sudah sehat," terang Ali.

Dia mengungkapkan, khusus untuk Desa Sasagaran dari beberapa bulan lalu sudah dilakukan penyuluhan dan melakukan kegiatan survey, karena pernah ditemukan kasus DBD di Kampung Cikaung, namun sudah ditangani.

"Untuk mencegah kasus yang sama, kami sudah melakukan upaya berupa mensterilkan beberapa rumah yang pernah terjangkit, selain itu kami juga menjadwalkan bersih-bersih lingkungan setiap Hari Jumat (Jumsih) dan 3M secara rutin," pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI Kota Sukabumi akan Tindak Tegas Pelaku Usaha THM jika Buka di Bulan Ramadhan

sukabumiNews, CIKOLE - Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi akan menindak tegas para pelaku usaha Tempat Hiburan Malam (THM) apabila membuka usahanya pada saat Bulan Ramadhan.

"Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Sukabumi No.11 tahun 2013 tentang tertib Ramadhan,” kata Sekretaris MUI Kota Sukabumi KH. Kusoy kepada sukabumiNews diruang kerjanya ,Sabtu (4/5/2019).

Kusoy menjelaskan, isi dari Peraturan Wali Kota (Perwal) Sukabumi No.11 tahun 2013 tentang tertib Ramadhan itu antara lain;

A . Masyarakat Dilarang ;
1)  Melakukan Kegiatan yang mengarah kepada perjudian dan sebagainya yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

2)  Melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan perbuatan Maksiat.

3)  Membuat, Menyimpan, Memperjual belikan, Menyulut, dan / atau membunyikan Petasan, Mercon dan sejenisnya.

B. Pengusaha Restoran, Rumah Makan, Warung Nasi, dan sejenisnya hanya diperbolehkan untuk berjualan mulai Pukul 16.00 WIB.

C. Pengusaha Hiburan Malam antara lain Karaoke, Klub Malam Diskotik, Billiard, Ketangkasan, dan permainaan lainnya yang sejenis untuk tidak menjalankan usahanya/tutup selama Bulan Suci Ramadhan terhitung mulai Tanggal 1 Ramadhan sampai 1 Syawal 1440 H sesuai pengumuman resmi Pemerintah.

Selain itu, Sekretaris MUI juga akan terus melakukan Patroli simpatik bersama Satuan Polres Kota, Kodim 0607, Sat-Pol Pp, Ulama dan Ormas Islam memantau dan berkeliling di Bulan Suci Ramadhan.

"Semoga Umat dan Warga Masyarakat Kota Sukabumi bisa mematuhi Peraturan Perwal ini,” tegas Kusoy

Insya Allah, tambah Kusoy, dengan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1440 H, kita bisa terus meningkatkan ibadah dan Amal Sholeh sehingga pada akhir Bulan Ramadhan kita menjadi Manusia yang suci seperti bayi yang baru lahir.


Pewarta: Azis R/Telly NR.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Menyongsong Bulan Suci Ramadhan, MUI bersama Baznas Kota Sukabumi Gelar Apel Kesatuan dan Persatuan Umat

sukabumiNews, CIKOLE - Dalam menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1440 H, Majelis Ulama Indonesia bersama Badan Amil Zakat Kota Sukabumi menggelar acara Apel Wih Dahtul Umah (Kesatuan dan Persatuan Umat). Apel dilaksanakan di lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Sabtu (4/5/19).

"Ya, tadi pagi kita sudah melaksanakan Apel Kesatuan dan Persatuan Umat yang di yang dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi bahwa Umat dan Masyarakat Kota Sukabumi tidak akan terpecah belah, tetapi akan bersatu dengan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah Swt serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Kusoy kepada wartawan.

Setelah melaksanakan Apel dan penandatanganan Deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan Pawai Ta'aruf. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan kepada khalayak bahwa bulan suci Ramadhan 1440 H segera tiba. 
“Arafah itu artinya mengenal, memaklumi dan memberitahukan. Jadi dengan demikian diharapkan semua mengetahui bahwa Bulan Suci Ramdhan akan segera tiba dengan melaksanakan Ibadah Saum, Tarawih, Zakat Fitrah dan Ibadah lainnya,” jelas Kusoy.

“Kegiatan yang di isi dengan santunan kepada 2000 Fakir miskin atas Donasi yang telah dikumpulkan dari Adnia dan donator berupa sembako, telah kita bagikan,” imbuhnya.

Acara diakhiri dengan berbagai perlombaan seni budaya Islam seperti lomba ngadulag, marawis, pidato, dakwah dan kegiatan seni keagamaan lainnya.

"Alhamdulilah serangkaian ini sudah dilaksanakan dengan baik dan lancar, tidak kurang dari 5000 massa yang telah mengikuti Apel, Pawai serta yang lainnya. Insya Allah dengan memasuki Bulan Suci Ramadhan kita akan meningkatkan ibadah dan amal sholeh sehingga di akhir Ramadhan kita menjadi manusia yang Idul Fitri,” tutup Kusoy.

Dia juga mengajak dan berharap kepada semua masyarakat Muslim khususnya di wilayah Kota Sukabumi untuk bisa melaksanakan Ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Sambut Ramadhan 1440 H, LSM KPK Jabar Wilayah Sukabumi Gelar Tasyakuran

sukabumiNews, CISAAT - Komite Pencegahan Korupsi (KPK) Jabar wilayah Kabupaten Sukabumi menggelar acara tasyakuran sekaligus menyambut datang Bulan Suci Ramadhan 1440 H. Acara di gelar di salah satu tempat di Kp. Cibatu, Jl. Raya Simpang Jalur, Cisaat Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/5/2019).

Ketua Komite Pencegahan Korupsi Sekretariat Daearah Kabupaten Sukabumi, Devan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi agar sesama anggota bisa lebih mengenal satu sama yang lain.

"Saat ini KPK Jabar yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi sudah terbentuk sejak 1 tahun yang lalu. Sudah berbadan Hukum dengan No. 17 Tahun 2018 dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI bernomor AHU. 0013396.AH.01.07 Tahun 2018. Npwp. 85.602.059.9-442.000," jelas Devan kepada sukabumiNews di sela-sela acara. “Jadi Legalitasnya sudah jelas.” Tegas Devan.

Devan berharap dengan berdirinya KPK di wilayah Kabupaten Sukabumi, lembaganya dapat membawa dampak yang baik bagi kemajuan wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, khususnya dalam membatu penanganan Pencegahan Korupsi.

Silaturahmi dan tasyakuran ini dihadiri oleh perwakilan KPK Jabar Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Hendrik Santoso bersama Sekretaris Noviasari dan tiga puluh anggota KPK lainnya.


Pewarta : Hendra Sofyan (FR3)
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

SMK Bani Agung Sagaranten Santuni Korban Bencana Pergeseran Tanah Kertaangsana

Siswi SMK Bani Agung Sagaranten menyerahkan santunan kepada anggota BPBD wilayah Nyalindung untuk diserahkan kepada yang berhak dan membutuhkan.. 
sukabumiNews, NYALINDUNG – Bencana alam pergeseran tanah yang terjadi di Kp. Gunungbatu Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat belum lama ini mengundang perhatian berbagai pihak dan kalangan.

Kali ini kepedulian datang dari siswa siswi SMK Bani Agung Sagaranten. Mereka datang bersama Kepala Sekolah SMK Bani Agung, Jenal Nurhakim ke lokasi korban untuk memberikan santunan.

"Ini merupakan bagian dari mendidik siswa agar peduli terhadap kehidupan sosial," Terang Jenal kepada sukabumiNews saat Dia memberikan bantuang ke Posko Darurat Bencana Pergeseran Tanah di Kantor Kepala Desa Kertaangsana, Jum’at (3/5/2019).

Sementara itu Ketua OSIS SMK Bani Agung Hendrik mengutarakan empatinya kepada korban. "Kami merasa iba, dengan keberadaan tempat tinggal warga yang rusak," ucapnya.

Santunan kepada korban berupa uang dan makanan dititipkan kepada anggota BPBD wilayah Nyalindung untuk diserahkan kepada yang berhak dan membutuhkan.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Jelang Ramadhan, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Pastikan Harga Daging dan Telur di Pasaran Tetap Stabil dan Aman

Ir. Iwan Karmawan MM Kadis Peternakan Kab. Sukabumi. (Foto: dok. Azis R./sukabumiNews)
sukabumiNews, CIBADAK – Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Kabupaten Sukabumi Ir. Iwan Karmawan berjanji akan menjaga stabilitas harga daging dan telur di Pasar wilayah Kabupaten Sukabumi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1430 Hijriyah yang akan jatuh pada tanggal 6 Mei 2019.

"Salah satu upaya yang akan dilakukan diantararanya kami akan memanggil dan mengumpulkan pengusaha-pengusaha supaya menekan harga agar stabil dipasar," kata Iwan, kepada sukabumiNews saat menghadiri acara Pencanganan Bulan Bhakti Gotong Royong masyarakat (BBGR) ke XVI di Desa. Warnajati Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jum’at (3/5).

Selain itu tambah Iwan, pihaknya juga akan mengadakan Bazar Murah diberbagai titik di wilayah Kabupaten Sukabumi yang dianggap wajar.

“Seperti sekarang ini kita mengadakan Bazar menjual Telur dengan harga Rp 20 ribu/kg. Padahal harga di pasaran bisa mencapai Rp23 ribu, " ungkap Iwan.

Dia juga menjelaskan harga daging sapi/kg di pasaran saat ini mencapai Rp105 ribu hingga Rp110 ribu. Sedangkan untuk harga daging ayam masih normal berada di kisaran Rp34 hingga Rp36 ribu.

“Maka dari itu sampai saat ini semua harga daging dan telur dinilai masih dalam keadaan normal dan aman,” imbuh Iwan, seraya menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan sidak ke setiap pasar yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi.



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ternyata Seni Bela Diri Pencak Silat Dilestarikan Juga di Belanda

Pesilat Asal Nederland, sekaligus Ketua NPSF, Oliver, saat memperagakan keahliannya, Rabu (1/5). [ Foto: dok. Azis R./sukabumiNews]
--- 
sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Seni bela diri Pencak Silat ternyata diterapkan oleh masyarakat di Negara yang dikenal Negeri Kincir Angin (Netherland). Tercatat lebih dari 60 perguruan silat sudah dibentuk di Negara tersebut dengan perkumpulan perguruannya yang bernama Netherland Pencak Silat Federation (NPSF).

"Yang sudah tergabung dalam (NPCF) sebanyak 40 perguruan dan tahun 2019 ini sudah ada empat sampai lima calon yang akan bergabung, diperkirakan akan tergabung sampai menjadi 45 perguruan Silat pada akhir tahun 2019," Kata Ketua NPSF, Oliver kepada sukabumiNews ditemui saat Mudzakaroh (diskusi) bersama puluhan Pendekar dari berbagi negara Asia dan Eropa.

Mudzakaroh bersama puluhan Pendekar dari berbagi negara Asia dan Eropa (Pendekar Internasional) itu digagas oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sukabumi pimpinan Mantan Walikiota Sukabumi, HM Muraz. Mudzakaroh dilaksanakan di Pondok Pesantren Dzikir Alfath di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2019) malam.


Oliver mengungkapkan, tahun ini ia mempunyai tujuan untuk merekrut sebanyak mungkin perguruan silat di Negara Belanda untuk bisa mengadakan kompetisi bersama, bertukar pikiran untuk meningkatkan seni bela diri pencak silat di Belanda menuju kompetisi Internasional.

"Lebih luasnya kami akan mengembangkannya secara global termasuk di belahan Benua Eropa," ungkapnya.

Oliver menjelaskan, pencat silat di Sukabumi berpotensi untuk go Internasional, lantaran pencak silat Sukabumi mempunyai ciri khas yang unik dan bisa bersaing dengan silat dari beberapa Negara lainya.

"Semua pencak silat dari daerah masing-masing ada kelebihannya dengan jurus-jurus yang khas, dan gaya yang sangat bagus, pasti di Amerika, Inggris, Belanda, Prancis akan senang,"ujarnya

Lebih jauh Oliver menuturkan, perguruan pencak silat di Indonesia sangat beragam dan mempunyai ciri khas yang unik. Setiap perguruan silatnya pun sangat terbuka untuk bertukar pikiran dengan perguruan manapun.

"Sukabumi, Cianjur, Bogor dan kota lainnya mempunyai gaya sendiri, disini ada yang gaya Sukabumi tapi tidak ada keberatan untuk tukar pikiran dengan kota lain, dan itu bertambah baik untuk meningkatkan kualitas silatnya,"pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Hardiknas, Bupati Marwan: Anak-Anak Kita Harus Berinovasi dan Berpikir Maju

sukabumiNews, CIKEMBAR – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami berpesan agar anak-anak kita kedepan memiliki inovasi, berpikir maju, karena tidak mudah menghadapi tantangan zaman.

Pesan itu disampaikan Marwan kepada seluruh pejabat tinggi daerah Kabupaten Sukabumi, Guru serta para siswa se-Kabupaten Sukabumi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei di lapang SMP Model Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/5/2019).

“Hari Pendidikan Nasional merupakan kegiatan rutin yang diperingati setiap tanggal 2 Mei," ucap Marwan kepada sukabumiNews.
Dalam Hardiknas yang bertema "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan" ini, Bupati juga menyampaikan bahwa tantangan terbesar kedepan adalah seiring dengan perkembangan zaman dan tekhnologi yang canggih.

”Ketika anak didik mempunyai kemampuan pendidikan serta keilmuan yang tinggi, besar harapan bahwa kita akan bisa menghadapi tantangan tersebut,” tambahnya.

Selain upacara, Hardiknas di Kabupaten Sukabumi ini dibubuhi dengan pembagaian tropi serta piagam kepada guru dan siswa yang berprestasi, juga pembagian hadiah (doorprize).


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

GMNI Tuntut Perbaikan Sistem Pendidikan di Kabupaten Sukabumi

sukabumiNews, CIKEMBAR - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam wadah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar Aksi Damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Cikembar pada Kamis (2/5/19). Mereka menuntut adanya perbaikan sistem pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang masih memperihantinkan.

Aspirasi ini disampaikan GMNI pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019.

“Pendidikan adalah indikator utama untuk kemajuan suatu Negara dan juga sebagai fundamental bangsa, pendidikan juga untuk menjembatani wawasan kebangsaan dan bela Negara. Oleh karna itu keberhasilan negara dapat diukur dari kualitas pendidikannya,” seru Ketua GMNI Abdullah Masyhudi dalam aksinya.

BACA Juga: Hardiknas, Bupati Marwan: Anak-Anak Kita Harus Berinovasi dan Berpikir Maju

Abdullah mengungkapkan, dalam undang undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Bab IV pasal 3 dijelaskan bahwa setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memproleh pendidikan yang bermutu.

Akan tetapi, tambah Dia, pada faktanya di Kabupaten Sukabumi terindikasi kurangnya pemerataan Infrastruktur Pendidikan sehingga kualitas pendidikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Sedangkan sudah kita ketahui bersama bahwa Alokasi Dana Pendidikan itu sangat besar, 20% dari APBN dan penambahan Rp11 Triliun untuk Dana Pendididkan. Belum lagi ditambah dari APBD Kabupaten Sukabumi sebesar 20% dari Rp4 Triliun sekitar 8 miliyar untuk Alokasi Dana Pendidikan,” bebernya.

Dia memandang, dengan dana sebesar itu seharusnya pemerintah bisa menjangkau pemerataan infrastruktur pendidikan sampai ke daerah terpencil.

“Oleh karena itu Kami Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyatakan sikap untuk menggelorakan beberapa tuntutan diantaranya; Transparansi Alokasi Anggaran Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta Pemerataan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan,” tegas Abdullah.

GMNI juga menuntut kepada pemerintah agar melakukan Evaluasi kurikulum pendidikan dan Menolak kapitalisasi pendidikan.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

IPSI Kota Sukabumi Gelar Mudzakaroh dengan Pendekar Internasional

Hadir pada pada Mudzakaroh tersebut, Ketua Ipsi Kota Sukabumi HM. Muraz (pertama dari kiri-berpeci hitam) dan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (samping kiri KH. Fajar Laksana). 
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sukabumi mengadakan kegiatan mudzakaroh (diskusi, red.) bersama puluhan Pendekar dari berbagi negara Asia dan Eropa (Pendekar Internasional). Mudzakaroh dilaksanakan di Pondok Pesantren Dzikir Alfath pimpinan KH. Fajar Laksana yang beralamat di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2019) malam.

Ketua IPSI Kota Sukabumi H. Muhammad Muraz menyebut, pada zaman dahulu Silat mulai dikembangkan di setiap pondok pesantren dipenjuru Nusantara. “Saat itu yaitu pada tahun 2005 kata Muraz, silat diperagakan secara-bersama-sama, dan saat itu pula Kota Sukabumi memperoleh Rekor Muri,” ungkap Muraz  kepada kepada sukabumiNews  di Aula Pompes Dzikir Al-Fath. 
Muraz juga menjelaskan bahwa seharusnya Silat ini dikembalikan lagi ke pondok pesantren (ponpes) sebagai basis awal pengembangan bela diri. Dia menambahkan selain silat, di ponpes Zikir Alfath ini  juga dikembangkan permainan tradisional budaya sunda yaitu Boles melalui Perguruan Silat Maung Bodasnya.

“Permainan Traditional ini sudah dikembangkan dan meraih penghargaan secara Nasional maupun International," jelas Ketua IPSI yang juga mantan Wali Kota Sukabumi itu.

Sementara itu Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa keberadaan seni Pencak Silat  merupakan suatu kebanggaan bagi Kota Sukabumi yang menjadi rangkaian acara Golok Day dengan adanya Mudzakaroh Pesilat International yang di gelar di ponpes Dzikir Al-Fath.

"Kami berharap bahwa silat yang dikembangkan oleh Pesantren Dzikir Al-Fath secara khusus dan pesantren-pesantren se-Kota Sukabumi bisa dipublikasikan keanekaragaman budayanya di dunia International, terutama di bidang Silat ini,” harap Fahmi..

Dia menambahkan, Pencat Silat bukan hanya tentang adu fisik. Akan tetapi, menurutnya, Silat juga melatih kesehatan badan dan melatih silaturahmi.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi dan Forkopimda Sumbangkan Darah Saat Hari Buruh Internasional

sukabumiNews, PARUNGKUDA – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami beserta jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Sukabumi bersama-sama mendonorkan darah pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang di laksanakan di Palagan Bojongkokosan, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (1/5/2019).

"Dengan kegiatan seperti ini mudah-mudahan dapat memotivasi yang lain untuk melakukan donor darah. Menghadapi bulan puasa biasanya saya selalu rutin melakukan donor darah," kata Bupati Sukabumi usai dilakukan pengambilan darah oleh petugas medis PMI Kabupaten Sukabumi.

Selain Bupati, Kapolres Sukabumi AKBP  Nasriadi dan  Danyon 310 Letkol Inf.  Ageng Wahyu Romadhon juga menyumbangkan darahnya yang kemudian diikuti oleh para pejabat, prajurit, anggota kepolisian, dan para buruh  yang berada di lokasi peringatan May Day.

Di tempat peringatan, sejumlah petugas gabungan yang berasal dari Polri, TNI, Saptol PP, Dinas Perhubungan, dan sejumlah elemen masyarakat diterjunkan demi mengamankan kegiatan peringatan May Day.

“Kami menurunkan sekitar 400 petugas untuk membantu pengamanan demi kelancaran acara ini, terutama untuk mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan,” kata Kapolres.

Di tempat yang sama, Ketua  Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Sukabumi, Mamun yang juga selaku ketua panitia menjelaskan, selain diisi dengan kegiatan sosial, peringatan Hari Buruh juga diisi dengan kegiatan olahraga dan dialog interaktif.

"Kami telah melakukan bhakti sosial, pertandingan olah raga  dan donor darah, dan kami para buruh siap kondusip. Mudah-mudahan pengabdian kami dapat bermanfaat bagi masyakat Kabupaten Sukabumi." Tutur Mamun.

Mamun juga menyampaikan, setelah kegiatan baksi sosial dan olah raga, kegiatan May Day rencananya akan dilanjutkan dengan dialog interaktif dari perwakilan buruh bersama Bupati Sukabumi. "Dialog interaktif ini untuk memecahkan solusi bagaimana permasalahan buruh di Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.

Dia berharap dialog tersebut dapat memberikan solusi menyangkut berbagai permasalahan yang terjadi pada buruh untuk meringankan beban mereka.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

LPI Tipikor Kabupaten Sukabumi Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi

sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Keluarga Besar Lembaga Pemantau Independen Tindak Pidana Korupsi (LPI Tipikor) Kabupaten Sukabumi menggelar Konsolidasi sekaligus silaturahmi dengan Anggota dan Jajaran. Konsolidasi digelar di salah satu tempat di Kp. Tanjungsari Rt. 004/007 Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Jaawa Barat pada Rabu (1/5/2019).

"Konsolidasi ini dilakukan atas intruksi dan arahan dari Ketua Umum di pusat supaya kepengurusan LPI Tipikor ditingkat bawah melakukan Pengawasan terhadap Pemerintahan dan Perusahaan yang ada di wilayahnya masing-masing,” kata Ketua DPW LPI Tipikor Kabupaten Sukabumi Nanang Setiawan kepada sukabumiNews.

Selain itu lanjut Nanang, LPI Tipikor sebagai sosial telah melakukan Investigasi di lapangan. “Dari hasil investigasi kita menemukan beberapa temuan yang memang harus disikapi dengan serius, diantaranya terkait program desa se-Kabupaten Sukabumi dan perusahaan-perusahaan yang nakal," ungkap Nanang.

Sementara itu Sekretaris Jenderal DPW LPI Tipikor Agung Sugianto mengaku, anggota kepengurusan LPI Tipikor di wilayah Kabupaten Sukabumi kini sudah mencapai ratusan orang.

"Alhamdulilah Anggota LPI Tipikor semakin bertambah sesuai dengan Visi Misi Lembaga kita yakni menjalankan program sesuai dengan AD/ART," ucapnya.

Agung berharap, kedepan LPI Tipikor ini menjadi Lembaga Independen. “Artinya kita akan membantu masyarakat dan akan mendukung program-program pemerintah serta akan mengawasi kinerjanya,” imbuh Agung.

Apabila program kerja dan bantuan untuk masyarakat di selewengkan baik itu dari pemerintah atau pun perusahaan swasta maka mereka akan berhadapan dengan LPI Tipikor," tegasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close