Breaking
loading...
Showing posts with label sosial. Show all posts
Showing posts with label sosial. Show all posts

Thursday, June 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Mak Eyoh Hidup Sebatangkara, Memimpikan Tinggal di Rumah yang Layak

Hidup di bawah garis kemiskinan memang sangat menyedihkan, apa lagi jika tinggal sebatang kara di usia yang sudah tua.

sukabumiNews, LEMBURSITU – Mak Eyoh, warga asal Kampung Bangsanaya, RT.003 RW.007 Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, harus mengalami nasib serupa. Di usianya yang sudah senja, ia hidup sebatangkara dan hanya ditemani lima ekor kucing peliharaannya.

Meski begitu, Mak Eyoh tidak meyerah menjalani hidup. Ia mampuh berusaha untuk bertahan, meski harus terkopoh-kopoh berkeliling berjalan kaki sekauh 4 sampai 5 kilo meter sambil menggendong bakul nasi berisi sayuran yang dia beli dari pasar untuk dijual kembali ke setiap rumah demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Cukup jauh jarak yang harus ditempuh bagi wanita seusia Mak Eyoh yang lebih dari 70 tahun ini. Meski tidak banyak yang Ia jual, karena selain modalnya yang minim, Mak Eyoh juga terkendala dengan keadaan fisik. Di usianya yang sudah melemah tidak mungkin kuat untuk membawa beban terlalu berat. Aktivitas seperti inilah yang Mak Eyoh lakukan setiap hari.

"Dari hasil jualan ini saya mendapat keuntungan sebesar Rp20 ribu dari modal sebesar Rp30 ribu. Dari Modal Rp30 ribu ini rata-rata kembali jadi Rp50 ribu,” ujar Mak Eyoh kepada sukabumiNews saat ditemui di rumahnya, Kamis (6/6/2019).

“Itupun jualannya jarang habis, sisanya suka dibawa pulang kembali," tutur Mak Eyoh. 
Mak Eyoh tinggal di gubuk bilik berukuran 2x 3 meter dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Pantauan sukabumiNews, di gubuknya hanya tersedia sebuah kasur kapuk yang sudah using. Dindingnya pun penuh tambalan kain dan plastik yang dipasangkan untuk menahan angin yang berhembus dari bilik yang terlihat bolong-bolong.

Keberadaan seperti ini dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan dan keslamatan Mak Eyoh, karena selain sudah tua, gubuk kediaman ia pun terlihat hampir ambruk lantaran tiang penyangganya sudah keropos termakan rayap dan termakan usia.

"Kainnya sengaja saya pasang di dinding, karena kalau malam suka dingin, angin masuk dari sana," ucapnya dengan air mata berlinang, sambil menunjuk kain yang menempel di dindingnya yang penuh dengan lubang-lubang kecil.

Ia menjelaskan dirinya mendiami gubuk yang dulu dibuatkan oleh beberapa orang warga yang merasa iba kepadanya lantaran Ia tidak mempunyai suami dan anak untuk membantu kehidupannya. Entah sudah berapa lama Ia mendiami gubuk yang dibuatkan oleh tetangganya tersebut.

"Sudah lupa kapan gubuk ini dibuat, tetangga yang bikin karena saya tidak punya siapa-siapa, kadang suka sedih, tapi saya pasrah aja," ngkap Mak Eyoh, haru.

Yang jelas, tambah Dia, hampir seperempat usianya ia tinggal di gubuk itu. Mak Eyoh juga, menyatakan bahwa dirinya sempat memimpikan untuk bisa tinggal di rumah yang layak seperti masyarakat lain pada umumnya, sebab kata dia, jika malam tiba, apalagi jika turun hujan, rasa dingin selalu menusuk kulit yang sudah tak mampu lagi menahan cuaca dingin.

"Tapi Apa daya karena memang kenyataannya seperti ini, Cep,” keluhnya seraya menyebut kepada wartawan yang mewawancarai dengan panggilan Acep.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, June 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

APMP Jabar Bantu Biaya Pengobatan bagi Bayi Penderita Virus Hidrocefalus di Sukabumi

Ketua Aliansi Pewarta (APMP) Jabar, Budi Arya S.IP. (kanan) saat meyampaikan bantuan kepada Ibunda Muhamad Fauzan. (FOTO: Azis R./ukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, CIBADAK - Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP) Jawa Barat merasa terpanggil untuk memberikan batuan biaya pengobatan bagi Muhamad Fauzan, bayi berusia umur 6 bulan yang menderita pembekakan di kepala akibat terkena Virus Hidrocefalus yang beralamat di Kampung Cinyocok Rt. 004/008, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Ketua APMP Jabar, Budi Arya S.IP., pihaknya merasa terdorong untuk menyampaikan bantuan lantaran merasa iba mendengar jeritan keluarga Fauzan yang tidak mampuh untuk membiayai opera anaknya yang terkena Virus Hidrocefalus itu.

“Keterpanggilan kami juga atas dorongan para pewarta yang tergabung dalam APMP, yang mana kami beserta rekan-rekan melakukan penggalangan dana dengan sesama profesi, dan Alhamdulillah bisa terkumpul, lalu kami salurkan kepada keluarga Fauzan,” jelas Budi Arya kepada sukabumiNews usai memberikan santunan kepada keluarga Fauzan, Senin (3/6/2019).

BACA Juga:

Menurut Budi, Fauzan saat ini sedang terkapar sakit di rumahnya akibat kelebihan cairan, atau kata dokter mengidap Virus Hidrocefalus sehingga kepalanya semakin hari semakin membesar.

Fauzan juga, tutur Budi, sebelumnya sudah di bawa berobat ke beberapa rumah sakit, namun saat di periksa kondisi fisiknya tidak stabil suhu badanya panas dan mengalami batuk.

"Hari ini kami hanya bisa membantu untuk meringankan beban keluarganya, bantuan kami diberikan langsung kepada Ibunda Muhamad Fauzan. Adapun besar kecilnya tidak usah dikabarkan, yang jelas kami ihklas, semoga bisa sedikit membatu meringankan beban keluarga yang mengalami sakit,” harapnya.

Budi juga mengajak kepada dermawan terlebih kepada pemerintah untuk memperhatikan masyarakat dan warga yang kondisinya sangat membutuhkan bantuan seperti ini.

Sementara Ibunda Fauzan, Reni Damayanti (23) sangat berteimakasih atas kepedulian APMP Jabar. “Semoga kebaikan mereka di balas oleh Allah dengan kebaikan yang lebih di sisi-Nya. Dan semoga bantuan ini dapat membantu meringankan biaya operasi anak saya,” ucapnya, haru.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Ramadhan 1440 H, MPC PP Kota Sukabumi Berikan Santunan kepada 100 Anak Yatim

sukabumiNews, CIKOLE - Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Sukabumi memberikan santunan kepada 100 orang Anak Yatim, sekaligus buka puasa Ramadhan 1440 H bersama mereka. Santunan diserahkan langsung oleh Ketua MPC PP Kota Sukabumi, Luciana Damayanti Drajat Sayuti di Kantor Sekretariatnya yang berlokasi di Lapang Merdeka Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi pada Ahad (2/6/19) kemarin.

"Alhamdulilah acara kegiatan ini berjalan dengan lancar, ini merupakan kegiatan yang ke 13 kalinya yang dilakasnakan oleh MPC Pemuda Pancasila Kota Sukabumi selama bulan suci Ramadhan 1440 H," beber Ketua Panitia Pelaksana Melan Maulan kepada sukabumiNews usai acara.

Lebih lanjut Melan menuturkan, acara ini merupakan kegiatan puncak yang sebelumnya sudah dilaksanakan oleh masing-masing Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila di 7 kecamatan di wilayah Kota Sukabumi.

"Adapun bentuk kegiatan sosial yang sudah dilaksanakan selama Bulan Suci Ramadhan 1440 H mulai dari tingkat MPC, PAC sampai Anak Ranting, yakni Sahur On The Road, Pembagian Takjil, Buka bersama, Santunan Anak Yatim Piatu dan yang lainnya. Semoga serangkaian kegiatan positif Pemuda Pancasila (PP) Kota Sukabumi bisa dijadikan contoh bagi organisasi lainnya,” pungkas Melan. 
Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri S Hamami, saat memberikan sambutan.
Hadir Pada acara tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami berserta jajaran pengurum MPC PP Kota Sukabumi dan undangan lainnya.

Dalam kesembatan sambutannya Wakil Wali Kota Sekabumi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pemuda Pancasila di Bulan Ramadhan 1440 H ini.

"Ini adalah kegiatan positif bisa berbagi dengan sesama sebagai bentuk kepedulian, ini juga menandakan bahwa hubungan Pemuda Pancasila dengan masyarakat itu cukup dekat. Ini juga merupakan kiprah sosial yang sangat tinggi, apalagi dilaksanakan di Bulan Ramadhan,” ujar Andri Hamami.

“Mudah-mudahan Pemuda Pancasila semakin sukses, jaya, abadi dan lebih dekat dengan masyarakat kota sukabumi, tak lupa juga saya do'akan semoga semuanya tambah sejahtera dan barokah," pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Pondok Modern Assalam Dua Salurkan Zakat Fitrah Berupa 3 Ton Beras dan Uang Rp 49,5 Juta kepada Ribuan Mustahiq

Pimpinan Pondok Modern Assalam Dua Ustadz Encep Hadiana, M,Si.,saat menyerahkan zakat secara simbolis kepada wakil ribuan mustahiq. (FOTO: IS/sukabumiNews)
sukabumiNews, WARUNGKIARA – Pondok Pesantren Modern Assalam Dua yang berlokasi di Kampung dan Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyalurkan zakat kepada ribuan mustahiq. Penyaluran Zakat Fitrah dilangsungkan di aula utama pondok tersebut, Sabtu (01/06/2019).

Menurut Pimpinan Pondok Modern Assalam Dua Ustadz Encep Hadiana, M.Si., penyaluran zakat ini rutin dilakukan oleh lembaga yang dipimpinnya nya pada setiap tahun yakni menjelang 'Idul Fitri.

 "Alhamdulillah Kegiatan pembagian zakat fitrah ini cukup lancar dan kegiatan kami lakukan pada setiap tahun dan sudah menjadi kewajiban bagi setiap individu maupun lembaga," ungkap Ustadz Encep

Ia menambahkan, pada tahun ini Pondok Modern Assalam Dua berhasil menyalurkan sebanyak 3 ton beras dan uang sejumlah 49 juta rupiah bagi 1.300 mustahiq. Dan jumlah tersebut kata Encep, lebih banyak dari tahun sebelumnya, dimana etiap mustahiq mendapatkan sebanyak 3 kilo gram beras dan uang sebesar 30 ribu rupiah.

"Alhamdulillah,sesuai dengan keinginan kita jumlah penerima zakat,infaq dan shidaqoh akan terus kami tingkatkan seperti halnya tahun ini menjadi 1300 orang dari tahun sebelumnya 1000 orang," tuturnya.

"Harapan besar kita sesuai keyakinan, kita ingin mendapatkan keberkahan dari Alloh,SWT dan merajut silaturahmi antara lembaga dengan masyarakat serta menumbuhkembangkan keyakinan kita, bahwa Alloh tidak pernah salah memerintahkan hal yang mesti kita lakukan." Imbuhnya.

Dikatakan, sumber zakat yang disalurkan Pondok Modern Assalam berasal dari para santri, para asatidz dan ustadzah serta masyarakat yang menitipkan zakatnya.
Di akhir sambutannya, pimpinan Pondok Modern Assalam Dua itu memohon bantuan do'a dari masyarakat guna kelancaran pembebasan lahan seluas 3,5 hektar untuk pembangunan Pondok Modern Assalam Tiga.


Pewarta: Isman Syafa
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, June 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Berkat Peran Aktif Kelurahan dan Kepedulian Para Dermawan, Guru Ngaji Penyandang Disabilitas Itu Sudah Bisa Menempati Rumah Baru Sebelum Idul-Fithri 1440 H

sukabumiNews, LEMBURSITU - Pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Mak Unah Lansia penyandang disabilitas warga Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi sudah mencapai 100 persen. Progresnya berjalan dengan baik dan diperkirakan akan ditempati sebelum Hari Raya Idul Fithri 1440 H.

"Alhamdulillah, pembangunan rumah Mak Unah sudah rampung dikerjakan, sehingga Mak Unah sudah bisa menempati rumah baru," kata Lurah Cikundul, Agus Heryanto saat ditemui sukabumiNews, Ahad (2/6/2019).
Agus menjelaskan, pembangunan rumah Mak Unah berjalan tanpa hambatan lantaran kondisi cuaca saat ini cukup mendukung. Selain itu antusiasme ketua RW dan masyarakat setempat cukup tinggi, sehingga pembangunan berlangsung dengan cepat.

"Rumah Mak Unah dibuatkan dengan ukuran 8X6 meter, yang dirancang untuk dua ruangan kamar, ruangan tengah, dapur serta WC agar Mak Unah tidak kesulitan jika akan melakukan kegiatan MCK," jelas Agus.


BACA:
Lurah Cikundul Punya Program “Tabarok” untuk Mengentaskan Kemiskinan



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

DPD APMP Jabar Beri Bantuan kepada Riyan, Balita Penderita Atresia

Ketua DPD APMP Jawa Barat Budi Arya saat memberikan titipan bantuan kepada Riyan. (FOTO: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, BAROS - Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP) Jawa Barat mengunjungi rumah Riyan, Bocah 4 tahun penderita Atresia (tanpa lubang anus, alat vital, telapak kaki dan tulang Punggung Bengkok) pada Ahad (2/6/2019).

Ketua DPD APMP Jawa Barat, Budi Arya mengatakan, kedatangan Ia ke rumah keluarga Riyan untuk memberikan bantuan demi meringankan biaya pengobatan atas kondisi yang diderita Balita usia 4 tahun yang saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Kampung Pangkalan RT 01/RW 07 Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros Kota Sukabumi Jawa Barat.

BACA Juga:

Menurut Budi, pihaknya sangat tersentuh ketika membaca, mendengar dan melihat kondisi Riyan yang viral di Medsos dengan keberadaan keluarganya yang kurang mampu, hingga pihaknya berinisiatif untuk memberikan bantuan keuangan demi mengurangi beban biaya yang ditanggung keluarganya.

“Hari ini saya berkunjung kerumah keluarga Rian untuk menyampaikan titipan berupa bantuan uang dan mainan dari rekan-rekan se-profes dan dari donatur lain, yang mana selama ini mereka aktif dalam melakukan kegiatan sosial khususnya di wilayah Sukabumi,” kata Budi Arya kepada sukabumiNews, Ahad (2/6/2019).

“Semoga apa yang diberikan rekan-rekan bisa membantu meringankan beban biaya hidupnya serta bagi yang lain agar tergerak hatinya untuk membantu biaya pengobatan Riyan," harapnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Orangtua Riyan, Bocah Penderita Atresia ini Merasa di PHP Pemkot Sukabumi

Nasib malang yang di alami Riyan Maulana (4), warga Kp. Pangkalan Rt. 001/007 Kelurahan Jaya Mekar Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat, hingga kini kondisinya masih sangat memprihatinkan.

sukabumiNews, BAROS – Riyan yang merupakan anak ketiga dari pasangan Dedi Setiawan (55) dan Euis Sumarni (31) ini tak mampu bermain layaknya anak-anak lain seusianya. Jangankan bermain untuk berjalan pun Riyan harus mengesot karena kedua kakinya tidak normal.

Derita bocah tanpa Lubang Anus, alat kelamin dan Tulang Punggung Bengkok (Atesia) ini bertambah saat dirinya mendapat Harapan Palsu alias kena PHP.

Hal itu diungkapkan Dedi Setiawan, orang tua kandung Riyan kepada sukabumiNews saat ditemui di rumahnya pada Minggu (2/6/2019).

Menurut Dedi, Riyan sebelumnya memang sudah mendapat bantuan medis dari Pemkot melalui Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dengan memberikan rujukan ke RS Hasan Sadikin Bandung menggunakan kartu dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang di bayarkan oleh Pemkot untuk di lakukan Operasi di bagian organ tubuhnya pada bulan Desember 2018 tahun lalu.

"Saat itu Periksaan dilakukan dan ditangani oleh Dr. Tri, spesialis tulang di RS Hasan Sadikin Bandung dengan tahapan pemeriksaan Tromboson, USG, dan Cek darah,” kenang Dedi.

Namun lanjut Dedi pemeriksaan tersendat dan hingga kini masih belum ada tindakan lebih lanjut lantaran keterbatasan ekonomi pihak keluarga.

Dedi beserta keluarganya berharap ada kepastian yang jelas dari Pemerintah, khususnya Pemkot Sukabumi untuk membantu menindak lanjuti proses selanjutnya demi mempercepat bagi penanganan Operasi anaknya, Riyan.

Kerena, jelas Dedi, dengan belum adanya kepastian, kapan akan dilakukan proses operasi, secara tidak langsung biaya yang dikeluarkan untuk mengurus segala kebutuhan Rian sebelum dilakukan operasi, cukup besar. Pasalnya, pihak keluarga harus pulang balik menju Bandung – Sukabumi.

"Sudah 6 kali kami pulang balik ke RS Hasan Sadikin Bandung. Bagi kami, biaya tersebut sudah cukup besar. Sedangkan untuk membeli pampers saja kami sudah kelabakan," tuturnya.

Dilain pihak Dedi mengaku, bebannya sedilit berkurang tatkala keberadaannya di Bandung telah disediakan rumah singgah oleh Pemkot Sukabumi.

Dedi juga juga tidak menampik kebaikan Polresta Sukabumi beserta jajara Ibu Bhayangkari yang sebelumnya pernah menyempatkan diri untuk menengok Riyan.

Keluarga berharap kepada siapapun, terlebih kepada pemerintah untuk membentu demi mempercepat proses operasi anaknya dengan tidak adanya alasan harus menunggu nomor urut antrian mengingat kondisi Rian semakin kini semakin sangat mengkhawatirkan.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

HCS 2005 Bagi-bagi Ta’jil Gratis bagi Para Pengendara yang Melintas di Jln Sudirman


sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Puluhan Pengurus Hardholiend Community Since (HCS) 2005 membagikan takjil gratis kepada para pengendara yang melintas di Jln. Jendral Sudirman Kota Sukabumi. Paket takjil dibagikan kepada para pengendara roda empat dan roda dua.

“Tidak hanya kepada pengendara, tapi pejalan kaki yang melintas di jalan ini pun diberinya, agar tidak telat dalam berbuka karena masih dalam perjalanan," terang Ketua Umum HCS 2005 Dendi Apsal kepada sukabumiNews melalui Selulernya, kemarin, Sabtu (1/2/2016) sore kemarin.

Dendi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan ke-empat kalinya yang dilakukan HCS 2005, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Menurutnya, kegiatan seperti ini digelar setiap hari sabtu di bulan ramadhan 1440 H.

“Alhamdulilah berkat kerjasama semua pengurus jajaran HCS 2005 kegiatan positif ini berjalan dengan lancer,” ungkapnya.

Meski dilain pihak Dendi menyebut bahwa kegiatan sosial seperti ini sudah banyak dilakukan oleh komunitas lain, akan tetapi HCS 2005 mempunyai program kegiatan rutin lainnya. “Seperti sunatan massal yang dilaksanakan setiap hari Jum'at, santunan untuk yatim piatu, Jompo dan yang lainnya," akunya.

Dendi berharap, semoga kegiatan HCS 2005 menjadi amal yang baik dan menjadikan Inspirasi untuk yang lainnya dalam kegiatan positif. Dia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua jajaran pengurus yang telah membantu demi sukses dan lancarnya kegiatan yang dilakukannya.

“Selalu jaga kekompakan dalam hal kebaikan," pesan Dendi Apsal mengakhiri percakapannya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

LSM Dampal Jurig Santuni Yatim Piatu dan Guru Madrasah di Wilayah Kadudampit

sukabumiNews, KADUDAMPIT – Lembaga Swadaya Masyarakat Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung (LSM Dampal Jurig) menyelenggarakan Bakti Sosial di wilayah Kecamatan Kadudampit berupa santunan kepada yatim piatu dan Guru Ngaji, pada Sabtu (1/6/2019).

Tidak hanya Yatim Piatu dan Guru Madrasah TK Islam Nurul Iman saja, janda jompo, imam tarawih, khotib dan muadzin juga menjadi sasaran agenda tahunan LSM tersebut.

"Alhamdulillah hari ini 350 paket santunan untuk yatim piatu dan janda jompo berikut 100 paket sarung, mukena untuk para ustadzah dan ibu guru madrasah TK Islam Nurul Iman telah dibagikan," ucap Ketua LSM Dampal Jurig Irvan Azis kepada sukabumiNews.

Irvan mengungkapkan, selama bulan Ramadhan 1440 H ini kegiatan sosial di beberapa titik di wilayah sekitar telah dilaksanakan.

"Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi kaum dhuafa. Semoga kita diberikan keberkahan di bulan suci Ramadlan ini," tuturnya.

Salah seorang perwakilan janda jompo, Lilis mengaku ia sangat menyambut gembira dengan adanya kegiatan seperti yang dilakukan Dampal Jurig ini.

"Saya terharu dan senang sekali bisa menerima paket ini. Semoga kepedulian mereka mendapat balasan yang lebih dari Allah Subhaanahuu Wata’aalaa,” ucapnya Lilis.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 30, 2019

Redaksi sukabumiNews

GUPAY Kembali Bagikan Santunan kepada Puluhan Anak Yatim se-Desa Cipurut

Ustadz Mochammad Saepudin ( paling kanan ) di dampingi perwakilan Desa Cipurut, tokoh ulama, dan salah satu dermawan saat membagikan santunan kepada anak yatim. (FOTO: Rio Bagja Gumilar/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Forum Gerakan untuk Peduli Anak Yatim (GUPAY) kembali menggelar pembagian santunan kepada puluhan anak yatim binaannya. Santunan yang terkumpul dari para dermawan dan unsur pemerintahan di Desa Cipurut dan Kecamatan Cireunghas.diberikan di Masjid Jami Al-Mujahidin, Kampung Gandasoli, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019).

"Acara ini rutin kami laksanakan setiap satu tahun dua kali, yakni pada tanggal 10 Muharram dan tanggal 25 Ramadhan", kata  Ketua forum GUPAY,  Ustadz Mochamad Saepudin kepada SukabumiNews.

Pembagian santunan ini, lanjut Saepudin, sampai saat ini sudah yang ketujuh kalinya dalam kurun waktu empat tahun. Sebelumnya GUPAY membina 93 anak yatim sekarang tinggal 87 orang karena sebagian telah melewati batas usia pembinaan yakni lebih dari 15 tahun.

"Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerja sama dan sinergitas antara asatidz muda yang ada di Desa Cipurut dengan pemerintahan desa, muspika, para pengurus DKM, para dermawan, dan para pengusaha yang ada di dalam maupun luar Kecamatan Cireunghas," tambahnya

Di lokasi kegiatan tampak hadir para tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Cipurut Yaya Suryadi, perwakilan Polsek Cireunghas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.

"Kami atas nama pengurus GUPAY mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah menyisihkan rezekinya untuk terselenggaranya acara ini," pungkasnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Mengisi Ramadhan, FPII Korwil Sukabumi Gelar Buka Bersama Puluhan Anak Yatim

Ketua FPII Korwil Sukabumi, Syamsul Rizal Hidayat, SH., saat memberikan bantuan kepada seorang Yatim.
-- 
sukabumiNews, NAGRAK - Forum Pers Independent Indonesia ( FPII) Korwil Sukabumi menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim dilingkungan Sekretariat FPII Korwil Sukabumi pada Selasa (28/5/2019). Kegiatan yang dilanjutkan dengan buka bersama (bukber) anak-anak yatim ini dilaksanakan di Sekretariat FPII Korwil Sukabumi, Jalan Raya Warungkaung Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelum dilaksanakan buka bersama, kegiatan di isi dengan ceramah dari Ustadz Chodirin, sekaligus tokoh masyarakat setempat. Dalam ceramahnya, ustaz Chodirin mengapresiasi memberi apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan FPII Korwil Sukabumi yang dinilainya sangat peduli terhadap anak yatim di lingkungannya.

"Di tengah kesibukan menjalankan profesinya para wartawan ini masih mau menyempatkan waktu untuk berbagi dengan warga kami terutama anak-anak yatim piatu. Insya Allah mereka akan berbahagia karena merasa dibantu. Dengan santunan ini, semoga mereka terhibur," ucap ustaz Chodirin.

Sementara, Ketua FPII Korwil Sukabumi, Syamsul Rizal Hidayat SH mengatakan, selain buka bersama dan santunan kepada yatim piatu, acara yang dilaksanakannya merupakan kegiatan untuk menyambung silaturahmi antara pengurus dan anggota FPII.

"Kegiatan ini rutin kami lakukan. Selain untuk silaturahmi juga ingin berbagi kepada anak-anak yatim," kata pria yang akrab disapa Abby Rizal kepada sukabumiNews saat kegiatan berlangsung.

Abby Rizal  berharap, anak-anak yatim yang mendapatkan santunan bisa mengisi ramadhan dengan kebahagian dan penuh kedamaian. Abby  juga menekankan agar masyarakat di Indonesia mengisi bulan suci ramadan yang penuh berkah dan maghfiroh ini dengan kegiatan-kegiatan positif dan penuh kedamaian.


"Saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Keluarga FPII Korwil Sukabumi dan Hamba Allah yang sudah membantu terlaksananya kegiatan ini dengan sukses dan lancer,” pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dukung Program Serentak On The Street di 27 Kota dan Kabupaten, Sukabumi Ekspres Turut Santuni Anak Yatim

sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi, Alfamart dan Sukabumi Ekspres menggelar buka bersama On The Street Ramadhan 1440 H bertempat di halaman Mesjid Agung Kota Sukabumi Sabtu (25/5/2019).

"Kegiatan ini merupakan salah satu Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang di gelar secara serentak di 27 Kota dan Kabupaten yang berada di Jawa Barat," ungkap Kabag Humas dan Protokol, Panjul Saeful Hayat kepada sukabumiNews usai acara.

“Alhamdulilah acara kegiatan buka bersama On The Street ini berjalan dengan lancar dan sukses, berkat partisipasi peran para media khususnya Sukabumi Ekspres,” tambah Panjul Saepul Hidayat.

Panjul juga memberikan apresiasi terhadap media yang ikut berperan dalam mewujudkan kepedulian dengan memberikan Santunan kepada 60 Anak Yatim serta berkolaborasi dalam mengisi kegiatan On The Street yang di dilaksanakan oleh Pemkot Sukabumi ini.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seperti di Bulan Ramadhan ini bisa bermanfaat bagi mereka dan menjadikan amal ibadah baik itu tenaga, pikiran maupun sumbangsih secara materi," imbuhnya.

Sementara itu, Kabiro Sukabumi Ekspres, Nendi Cahya mengatakan, kegiatan ini merupakan acara lanjutan Sukabumi Ekspres Berbagi yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu atas kerjasamanya dengan beberapa pihak termasuk dengan BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, terutama untuk Pemerintah Kota Sukabumi, BAZNAS dan Alfamart. Alhamdulillah berkat kerjasama dengan beberapa pihak tersebut kegiatan ini bisa sukses. Semoga bisa menjadi berkah untuk semuanya," ucap Nendi.

Turut hadir dalam Acara On The Street ini, Walikota Sukabumi dan Wakil Walikota Sukabumi, Perwakilan Polresta, Kodim, Baznas Kota Sukabumi dan Pimpinan Daerah Kota Sukabumi.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Rais, Bocah Penderita Tumor Lidah Dapat Santuna dari Hardholiend Community Since (HCS) 2005

Ketua Umum HCS 2005 bersama Ketua HCS Kota Sukabumi dan Kab. Sukabumi, Rio Rusdianto dan Parli Kurnia saat memberikan Bantun kepada Siti Ibunda M. Rais. [Foto: Azis R./sukabumiNews]
sukabumiNews, CURUGKEMBAR - Hardholiend Community Since (HCS) 2005 mendatangi rumah kediaman M. Rais Pratama Rijik demi menjenguk Bocah 8 Tahun yang menderita Tumor Lidah di kampung Mekarwangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

"Alhamdulilah dengan adanya tayangan pemberitaan tentang M. Rais, rekan-rekan HCS 2005 merasa terketuk hati untuk membantu meringankan biaya ananda kita yang menderita Tumor Lidah," tulis Ketua Umum HCS 2005 Dendi Apsal, melalui pesan whatsApp yang diterima sukabumiNews.

Ketum HCS 2005 menginformasikan bahwa Ia bersama Ketua HCS 2005 Kota dan Kabupaten Sukabumi mendatangi rumah Rais sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap Ananda Rais, sekaligus menyumbangkan uang sekedar untuk meringankan beban biaya yang dibutuhkannya.


“Semoga bantuan yang kita berikan bisa bermanfaat untuk menambantu biaya pengobatannya,” tutur Dendi.

"Seandainya orang tua Ananda Rais dan keluarga memberi izin untuk membantu kesembuhannya dengan cara berobat jalan, maka Ketua HCS Kota Sukabumi Rio Rusdianto, alias Kempez dan Parli Kurnia alias Cumink, Ketua Kabupaten Sukabumi beserta jajarannya akan bersedia melakukannya," ungkap Dendi..

Dendi berharap semoga dengan kedatangannya ke rumah Rais dan terus mengabarkan penderitaannya di medsos akan banyak para dermawan yang tersentuh hatinya untuk ikut membantu biaya pengobatan M. Rais.

Sementara itu, Rais, melalui ibunya, Siti menyampaikan rasa terimakasih kepada HCS 2005 yang telah membantunya. "Somoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih atas perhatian HCS kepada Saya, khususnya kepada Rais," ungap Siti, haru..

Rais beserta keluarga juga berharap akan kepedulian yang lain terutama pemerintah agar bisa membantu mengobati penyakit yang dideritanya.

Foto: Ibunda Rais, Siti saat berbincang dengan ketua HCS 2005
Foto: Rais Mohon uluran tangan para Dermawan


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Didampingi Lsm Bareta Serahkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas

Foto: Ketua Umum Lsm Bareta E. Ruhyana (ketiga dari kiri) disusul Wakil manager BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Handi bersama salah seorang penerima bantuan Kursi Roda. (dok. Azis R/sukabumiNews) 
-- 
sukabumiNews, CIKOLE - Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, didampingi Lsm Bareta dan Relawan Sang Prabu secara Simbolis memberikan bantuan kepada penyanding Disabilitas berupa Kursi Roda. Penyerahan bantuan dilaksanakan langsung di Kantor BPJS Cabang Sukabumi Jln. R. Syamsudin, SH., Sabtu (18/5/2019) kemarin.

Penata Madya Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Handi Tri Rouliardi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakannya sudah merupakan agenda rutin tahunan yang digelar.

“Sudah selayaknya BPJS Kerenagakerjaan Cabang Sukabumi bisa dirasakan oleh berbagai lini, khususnya untuk penyadang disabilitas di Sukabumi,” ucap Handi kepada sukabumiNews di sela-sela kegiatan.

"Untuk tahun ini kita memberikan bantuan berupa Alat Bantu Dengar, Tongkat dan 150 buah Kursi Roda untuk untuk diberikan kepada saudara kita penyandang Disabilitas di berbagai wilayah Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi," tambahnya.

Handi berharap, program yang dilakukannya dapat mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang difabel. Dia juga berharap kegiatan seperti ini bisa mengispirasi masyarakat lain untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas sehingga ada peningkatan kesejahteraan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini terutama kepad Ketua Umum Lsm Bareta Indonesia E. Ruhyana beserta jajaran yang sudah mendampingi dan mengkawal penyerahan alat bantu untuk penyandang Disabilitas ini," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Evakuasi Tanggap Bencana Indonesia (Lsm Bareta) E. Ruhyana mengapresiasi kepada kegiatan yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

“Hal ini merupakan bentuk langkah kepedulian terhadap sesama. Semoga kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang tidak mampu bisa bermanfaat,” ujar Ruhyana seraya berharap, “semoga pula BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi dengan Lsm Bareta bisa semakin kuat bersinergi.”

Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bocah 8 Tahun Penderita Tumor Lidah Asal Curugkembar Ini Butuh Uluran Pemerintah

Butuh uluran masyarakat terutama pemeritah untuk membantu meringankan biaya penyembuhan bagi penyakit yang diderita bocar berusia 8 tahun, anak dari pasangan Juheri (59) dan Siti (47) warga yang berasal dari kampung Mekar Wangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini ini lantaran keluarganya termasuk keluarga kurang mampu.
sukabumiNews, CURUGKEMBAR - M. Rais Pratama Rijik (8) Bocah penderita Tumor Lidah, kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, penyakit kangker lidah yang dideritanya semakin hari kian membesar.

Butuh uluran masyarakat terutama pemeritah untuk membantu meringankan biaya penyembuhan bagi penyakit yang diderita bocar berusia 8 tahun, anak dari pasangan Juheri (59) dan Siti (47) warga yang berasal dari kampung Mekar Wangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini ini lantaran keluarganya termasuk keluarga kurang mampu.

Siti, Ibunda Rais mengatakan, penyakit yang diderita anaknya berawal ketika Rais merasakan gatal-gatal di bagian lidah lalu di bawanya berobat ke Puskesmas terdekat. “Ini dilakukan sekitar tanggal 15/11/2018 lalu,” terang Siti kepada sukabumiNews, Sabtu (18/5/2019).

"Dalam kurun satu bulan sepulangnya berobat dari puskesmas, penyakit Rais tak kunjung sembuh yang ada semakin parah dan Rais sudah pernah dibawa ke tiga Rumah Sakit (RS), yaitu RS. Syamsudin, SH (Bunut), RS. Hermina dan RS. Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kelas III yang berbayar premi bulanannya," ungkap Siti.

Siti juga mengaku, Juheri (59) sebagai suaminya adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan pas-pasan. Oleh karenanya disebabkan keterbatasan ekonomi, untuk mengobati penyakit yang diderita anaknya, Siti menggunakan Kartu BPJS Kesehatan Kelas III yang berbayar perbulan, “karena selama ini keluarga kami belum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat yang diberikan oleh  Pemerintah bagi Masyarakat tidak mampu secara Gratis,” jelas nya.

Siti berharap Agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan bantuan untuk pengobatan Rais dan menginginkan Kartu BPJS yang ia miliki di rubah menjadi BPJS Non bayar atau Gratis.


Pewarta: Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Memperihatinkan, Penderita Tumor Ganas Ini Butuh Bantuan Biaya untuk Perwatan Intensif

Relawan Sawadah saat berkunjung ke rumah Aep, penderita tumor ganas.
-- 
sukabumiNews, CIDAHU - Dua minggu lebih, Aep (38) warga kampung Manglid RT.005/007 Desa Cidahu Kecamatan Cidahu  Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, terbujur kaku, lemah tak berdaya.

Bapak dari empat orang anak ini hanya bisa berbaring pasrah di tempat tidur di rumahnya lantaran penyakit tumor yang bersarang di rahangnya.

"Jangankan bisa makan, setetes air pun sudah sangat susah untuk di telannya." ungkap Reno salah satu Relawan Sawadah kepada sukabumiNews saat Ia berkunjung ke rumahnya, Kamis (16/5/2019).

Dikatakan Reno, sebelumnya, keluarga Aep pernah menjalani perawatan medis di rumah sakit dengan berbekal kartu KIS ( Kartu Indonesia Sehat) yang diberikan oleh Pemerintah. Namun kata Reno, karena tak mampu untuk menanggung tambahan biaya, ahkirnya pihak kelurga memutuskan untuk kembali merawatnya di rumah.

"Saat ini kondisi pak Aep saat ini sangat memperihatikan, tumor rahang yang ada pada dirinya sudah pecah, dan butuh pertolongan medis secepatnya," jelas Reno.

Oleh sebab itu tutur Reno, Ia  bersama-sama Relawan Sawadah berinisiatif untuk mengumpulkan donasi buat membantu biaya pengobatan Aep. Tak hanya itu, bahkan saat ini Reno bersama Relawan Sawadahnya sedang membantu proses kepemilikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk Pak Aep.

"Kami mohon bantuan dari masyarakat dan juga pemerintah untuk membantu meringankan beban pak Aep dengan memberikan donasi baik langsung maupun tidak langsung," harap Reno.

"Kami juga menyediakan rekening untuk menyalurkan bantuan tidak langsung melalui Rek. BCA no: 1290224353 a/n Erwan Rusmawan," imbuhnya.

Reno juga berharap, semoga ada donatur yang terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban keluarga pak Aep.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi Serahkan Rp6 Milyar Lebih Dana Zakat kepada Fakir Miskin dan Sabilillah

Dana tersebut diserahkan Marwan secara simbolis di Bale Budaya Pudak Arum Pendopo di Jln. A. Yani Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat pada Kamis (9/5/2019).
FOTO: Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyerahkan secara simbolis Dana Zakat tahun 2019 sebesar Rp6 Milyar lebih kepada Asnaf Fakir Miskin dan Fisabilillah se-Kabupaten Sukabumi. (Azis R) 
-- 
sukabumiNews, WARUDOYONG - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyerahkan Dana Zakat tahun 2019 sejumlah Rp6 Milyar lebih atau senilai Rp6.273.700.000 Milyar  yang di kelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi kepada Ashnaf (Fakir Miskin dan Sabilillah) se-Kabupaten Sukabumi.

Dana tersebut diserahkan Marwan secara simbolis di Bale Budaya Pudak Arum Pendopo di Jln. A. Yani Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat pada Kamis (9/5/2019).

Bupati Marwan mengatakan, Ia sangat mengapresiasi kinerja Baznas Kabupaten Sukabumi yang sudah mengelola dana Zakat. Bupati juga menyampaikan permohonan maaf karena selama 4 tahun lebih Ia belum bisa bersilaturahmi secara menyeluruh kepada pimpinan pondok pesantren Salafi se-Kabupaten Sukabumi. sesuai dengan Visi Misi Kabupaten Sukabumi yang diusungnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, H.U. Ruyani mengatakan, Ponpes yang mendapatkan bantuan dari BAZNAS adalah hasil verifikasi Forum Ponpes Salafi dan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi. Akan tetapi tambah Ruyani, karena keterbatasan anggaran yang ada, maka tidak semua Ponpes Salafi di Kabupaten Sukabumi mendapatkan bantuan.
 "Sebab itu, kepada Ponpes yang belum memiliki kesampatan mendapatkan bantuan, kami mohon maaf. Ke depan kami akan berupaya se-optimal mungkin untuk menambah kuota bantuan tersebut," imbuhnya.

Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi itu juga meminta, kepada seluruh pimpinan Ponpes Salafi untuk bersama-sama bahu membahu dalam menyadarkan para aghnia untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kabupaten Sukabumi sebagai lembaga pengumpul zakat yang syah secara Undang-undang.

"Dengan demimian, diharapkan pemasukan zakat kedepannya akan semakin meningkat," tutur Ruyani.

Ruyani menambahkan dengan adanya peningkatan jumlah penghasilan zakat tentunya Baznas Kabupaten Sukabumi akan dapat membantu mewujudkan visi dan misi menuju Kabupaten Sukabumi lebih baik, relijius dan mandiri.

"Mudah-mudahan kesadaran masyarakat dalam menyalurkan zakatnya melalui Baznas bisa terealisasi. Karena tidak dipungkiri saat ini, masih banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya tidak melalui Baznas," tutupnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

Persediaan Darah di UDD PMI Kabupaten Sukabumi Masih Cukup untuk Dua Pekan ke Depan di Bulan Ramadhan

sukabumiNews, CISAAT – Stok darah yang tersedia di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Sukabumi hingga dua pekan ke depan selama bulan Ramadhan 1440H di nilai masih cukup aman. Keberadaan ini diakui Humas UDD PMI Kabupaten Sukabumi, Agus Sutisna kepada sukabumiNews diruang kerjanya, Rabu (8/5/19).

“Stok Darah yang tersedia di UDD PMI Kabupaten Sukabumi saat ini yaitu untuk Golongan Darah (A) sebanayak 152 labu, Gol (B) 109 labu, Gol (O) 163 labu dan (AB) 52 labu dari semua jenis Golongan Darah, Golongan (A) yang paling banyak dibutuhkan,” kata Agus.

Agus mengatakan, hari ini pihaknya sudah melakukan Droping ke Rumah sakit Sekarwangi Cibadak sebanyak 150 labu Darah dan untuk RS Sekarwangi aman untuk minggu ini. “Namun untuk minggu kedepan belum bisa diperkirakan, karena tergantung pemakai darah yang membutuhkannya,” jelasnya.

Agus juga mengaku dalam dua pekan di pertengahan bulan Ramadhan ini pihaknya mulai kekurangan Darah. "Tiga hari memasuki bulan puasa, sampai hari ini belum kelihatan ada yang mendonorkan darahnya, kalau hari kemarin sih ada beberapa orang," ucapnya.

Kendati demikian untuk mengantisipasi kekurangan stok darah Agus akan mencoba ke gereja-gereja, barangkali ada yang mau mendonorkan darahnya. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk mengadakan kegiatan kemanusian yaitu Donor Darah yang kemudian darahnya nanti bisa digunakan untuk kebutuhan Rumah Sakitnya masing-masing.

Tak hanya itu, UDD PMI juga akan merapat ke Polres, Kodim, Yonif 310 dan Yon Armed supaya menggelar kegiatan kemanusiaan yaitu Donor Darah.

Agus menghimbau kepada masyarakat yang akan mendonorkan darahnya. dikarenakan sekarang Bulan Ramdhan maka waktu yang ideal untuk melakukan kegiatan Donor Darah seusai Shalat Tarawih dan buka puasa.

“Dari pukul 08.00 Wib kita buka sampai pukul 21.00 Wib, dan kita tambah 1 Jam dari pelayanan biasanya menjadi sampai pukul 23.00 Wib,” terang Agus.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close