Breaking
loading...
Showing posts with label pilpres2019. Show all posts
Showing posts with label pilpres2019. Show all posts

Tuesday, May 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

KPU Umumkan Hasil Pilpres 2019: Apa Kata Joko Widodo dan Prabowo Subianto?

Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU Pemilu 2019, sementara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas perhitungan rekapitulasi KPU. [ANTARA FOTO]
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU Pemilu 2019, sementara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas perhitungan rekapitulasi KPU.

Mereka mengutarakan hal itu di waktu hampir bersamaan, tetapi di lokasi yang berbeda di Jakarta, Selasa (21/05) siang.

Di kediamannya, pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memutuskan untuk menempuh "upaya hukum sesuai konstitusi" setelah menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU terkait Pemilu 2019 karena dianggap dipenuhi kecurangan

"Kami tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," kata Prabowo Subianto dalam jumpa pers di kediamannya, Jakarta, Selasa (21/05).

Pernyataan Prabowo ini disampaikan usai pihaknya menggelar rapat internal di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/05), menyikapi pengumuman KPU atashasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

Di tempat terpisah, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas hasil rekapitulasi pilpres yang menunjukkan keduanya menang atas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/05).

"Saya dan pak Kyai Haji Ma'ruf Amin berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua. Kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat di seluru pelosok tanah air Indonesia," kata Jokowi.

Prabowo: 'Janggal dan di luar kebiasaan'

Lebih lanjut Prabowo mengatakan, tidak ada upaya KPU untuk memperbaiki apa yang disebutnya sebagai kecurangan tersebut.

"Karena itu, seperti yang pernah kami sampaikan pada 14 Mei di Hotel Sahid, kami menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU dini hari tadi," katanya.

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyapa media seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/05). SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO
Di hadapan wartawan, Prabowo juga mengatakan bahwa pengumuman KPU itu dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan.

Prabowo juga menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan "seluruh upaya hukum" sesuai konstitusi dalam apa yang disebutnya sebagai "membela kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada Pemilu 2019".

Kepada pendukungnya, Prabowo meminta agar mereka tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.

"Serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilakukan damai, berakhlak dan konstitusional," kata Prabowo.

Joko Widodo: 'Terima kasih rakyat Indonesia atas kepercayaan kepada kami'

Di tempat terpisah, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas hasil rekapitulasi pilpres yang menunjukkan keduanya menang atas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/05).

"Saya dan pak Kyai Haji Ma'ruf Amin berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua. Kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat di seluru pelosok tanah air Indonesia," kata Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi secara implisit merangkul para pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Setelah dilantik di bulan Oktober nanti, kami adalah presiden dan wakil presiden seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100% rakyat Indonesia, paparnya.

Menanggapi pihak yang tidak mau mengakui hasil rekapitulasi KPU, Jokowi mengajak semua kalangan untuk dewasa dalam berdemokrasi.

"Rakyat telah dewasa dalam berdemokrasi, telah berkehendak, itu adalah kedaulatan rakyat dalam bentuk pemilu. Oleh sebab itu marilah kita hargai kehendak rakyat yang telah dilaksanakan, marilah kita hargai. Itu yang namanya dewasa dalam berdemokrasi, dewasa dalam melaksanakan pemilu."

'Ajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi'

Walaupun Prabowo dalam jumpa pers tidak menyebut secara detil tentang langkah hukumnya, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

"Rapat hari ini memutuskan bahwa paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/05).

Pernyataan Dasco ini berbeda dengan sikap dan pernyataan kubu Prabowo sebelumnya yang menolak mengajukan gugatan ke MK dan memilih mengerahkan massa di jalanan.

Secara terpisah, Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan BBC News Indonesia, Jerome Wirawan, sekitar pukul 12.20 WIB, Selasa, bahwa keputusan untuk mengajukan gugatan ke MK "sudah confirm".

Kepada wartawan, lebih lanjut Dasco mengatakan, bahwa pihaknya dalam beberapa hari ini akan mempersiapkan materi gugatan.

"Dalam tempo beberapa hari ini kami akan mempersiapkan materi sesuai dengan tenggat waktu yang ada untuk memajukan gugatan ke MK," jelasnya.

Ditanya tentang alasan pihaknya akan melakukan gugatan ke MK, Dasco mengatakan: "Kami melihat bahwa ada pertimbangan-pertimbangan kemudian ada hal-hal sangat krusial trrutama mengenai perhitungan-perhitungan yang sangat signifikan yang bisa dibawa ke MK."

Seperti diketahui, KPU telah menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019, yang menyebutkan bahwa Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 55.50%, sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 44.50%.


Pewarta: BBC Indonesia
Redaksi sukabumiNews

Jokowi Nyatakan Niat Merangkul Pendukung Prabowo-Sandiaga

Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kemenangannya sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Foto:Antara
-- 
sukabumiNews,  JAKARTA – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan keinginannya untuk terus bersilaturahmi dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Selain itu, Jokowi juga menyatakan komitmennya merangkul seluruh pendukungan Prabowo dan Sandiaga.

Sebelumnya Jokowi juga menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Prabowo - Sandi. Namun, hal itu belum terwujud dikarenakan sulitnya waktu. "Rencana kan sudah sejak awal, tapi yang jelas kita ingin terus bersahabat bersilaturahmi dengan Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kemenangan di Kampung Deret, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Tidak hanya kepada pasangan lawan, Jokowi juga ingin merangkul masa pendukung pasangan tersebut. Jokowi berharap masyarakat dewasa menerima hasil pemilu 2019.

Jokowi bilang hasil pemilu merupakan bentuk kedaulatan rakyat. Oleh karena itu seluruh masyarakat perlu menghormati hasil pemilu yang disampaikan KPU.

"Oleh sebab itu kedaulatan rakyat yang telah dilaksanakan itu marilah kita hargai," terang Jokowi.

Meski begitu, kritik terkait pelaksanaan pemilu tidak dilarang. Pada kesempatan tersebut Jokowi bilang akan menghargai bila pasangan Prabowo - Sandi melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mekaniseme tersebut dinilai sesuai dengan aturan yang ada. "Itu memang sebuah proses yang sesuai konstitusi, sesuai dengan hukum dan undang-undang yang kita miliki," jelas Jokowi.


Pewarta: Kontan.co.id

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang 22 Mei, Ini Hasil Pilpres 2019 Pleno KPU di 32 Provinsi Jokowi vs Prabowo, Tersisa 2 Provinsi

Rapat pleno KPU (Foto: Danang Triatmojo/Tribunnews.com)
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Berita terbaru hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 atau rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyajikan perolehan suara pasangan 01 Joko Widodo-Maruf Amin dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa anda simak di sini.

Berita terbaru hasil Pilpres 2019 ini merupakan rangkuman dari rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional dimulai pada Jumat (10/5/2019) lalu dan masih terus berjalan hingga saat ini.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin malam, di tingkat nasional, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi di 32 provinsi.

Dari jumlah rekapitulasi yang telah selesai, Jokowi-Maruf menang di 20 provinsi.

Sedangkan Prabowo-Sandi menguasai 12 provinsi.

Dua belas provinsi tempat Prabowo-Sandi menang yakni di Kalimantan Selatan, Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Jambi, NTB, Banten, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

KPU masih menyisakan 2 provinsi tersisa.

Wilayah tersisa itu meliputi Papua, dan Maluku.

Rencananya, sisa provinsi dan PPLN yang belum selesai, akan dirampungkan seluruhnya Senin (20/5) ini.

Bila seluruh tingkatan rampung, selanjutnya KPU RI bisa langsung mengumumkan pemenang hasil rekap Pemilu 2019 pada hari yang sama.

"Bisa (diumumkan). Kalau hari ini yang diumumkan itu hasil perolehan suaranya," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Berikut rincian hasil Pilpres 2019 rekapitulasi Pleno KPU tingkat nasional di 32 provinsi hingga Senin:

1. Bali

Jokowi-Maruf: 2.351.057 atau 91,68 persen.

Prabowo-Sandi: 213.415 suara atau 8,32 persen.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 2.137.642 atau 83,36 persen.

2. Kepulauan Bangka Belitung

Jokowi-Ma'ruf berhasil mengungguli Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf mendapat 495.729 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga meraih 288.235 suara.

Kedua kandidat Pilpres 2019 terpaut selisih suara yang cukup besar, yaitu 207.494 suara.

Presiden Jokowi meninjau langsung olahraga Paralayang di Desa Wisata Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (17/5/2019).

3. Kalimantan Utara

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 tingkat nasional Provinsi Kalimantan Utara, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 248.239 suara, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 106.162.

4. Kalimantan Tengah

Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandi berdasar rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 di Provinsi Kalimantan Tengah.

Jokowi-Maruf memperoleh 830.948 suara.

Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 537.138 suara.

Atas perolehan tersebut selisih suara Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandi terpaut 293.810 suara.

5. Gorontalo

Berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional KPU RI, di Provinsi Gorontalo, Jokowi-Maaruf menang tipis atas Prabowo-Sandi.
Jokowi-Maruf memperoleh suara sebanyak 369.803, sedangkan Prabowo-Sandi 345.129 suara.

Dari angka tersebut, selisih suara sebesar 24.674 suara.

6. Bengkulu

Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Maruf dengan selisih tipis sebesar 2.511 suara di Bengkulu.

Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 583.488 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 585.999 suara.

"Nomor urut 01, 583.488 suara. Nomor urut 02, 585.999 suara," kata Ketua KPUD Bengkulu, Irwan Saputra membacakan rekap di Kantor KPU RI, Minggu (12/5/2019).

7. Kalimantan Selatan

Berdasar hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dalam negeri dan penetapan hasil Pilpres 2019, Prabowo-Sandi memperoleh 1.470.163 suara atau 64,09 persen.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 823.939 suara 35,91 persen.

8. Kalimantan Barat

Rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah rampung, Jumat (10/5/2019) malam.

Hasilnya, Joko-Ma’ruf unggul di Kalbar dengan memperoleh 1.709.896 suara.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 1.263.757 suara.

9. Sulawesi Barat

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 untuk Sulawesi Barat, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 475.312 atau 64,32 persen.

Sementara Prabowo-Sandi mendapat 263.620 suara atau 28,64 persen.

10. DIY Yogyakarta

Jokowi-Ma'ruf menyapu bersih kemenangan di lima kabupaten/kota DI Yogyakarta dengan memperoleh 1.655.174 suara atau 69,03 persen.

Sementara Prabowo-Sandi memperoleh 742.481 suara atau 30,97 persen.

11. Kalimantan Timur

Berdasar rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 untuk Kalimantan Timur, Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Hasil tersebut disahkan komisioner KPU RI, Viryan Aziz di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 1.094.845, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 870.443 suara.

12. Lampung

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional Senin (13/5/2019), Jokowi-Ma'ruf mendapatkan suara 2.853.585, sementara Prabowo-Sandi mendapat 1.955.689 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 897.896.

13. Maluku Utara

Berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional, Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 310.548 suara di Provinsi Maluku Utara.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi meraih 344.823 atau selisih 34.275 suara.

14. Sulawesi Utara

Dikutip dari Kompas.com, KPU RI menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pilpres 2019 di Provinsi Sulawesi Utara, Senin (13/5/2019).

Hasilnya, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan rekapitulasi Jokowi berhasil meraup 1.220.524 suara. Sedangkan Prabowo mendapatkan 359.685 suara.

15. Jambi

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di kantor KPU RI Selasa (14/5/2019), Jokowi-Ma'ruf mendapat 859.833 suara.

Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 1.203.025 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 343.202 suara.

16. Sulawesi Tengah

Dari hasil rekapitulasi KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Jokowi-Maruf unggul dengan raihan suara sebanyak 914.588 suara.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 706.654 suara.

17. Jawa Timur

Berdasrkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 oleh KPU, Jokowi-Ma'ruf berhasil meraup 16.231.668 suara atau 65,7 persen di Jawa Timur.

Sementara Prabowo-Sandi hanya mendapat 8.441.247 dengan persentase 34,3 persen.

18. Nusa Tenggara Timur

Jokowi-Ma'ruf kembali menang telak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan meraih suara sebanyak 2.368.982.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 305.587 suara di NTT.

19. Sumatera Selatan

Dari rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 di Sumatera Selatan, Prabowo-Sandi sukses meraih 2.877.781 suara.

Sementara Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.942.987 suara.

20. Sulawesi Tenggara

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara untuk provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (15/5/2019), Prabowo-Sandiaga unggul dengan mendapat 842.117 suara.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 555.664 suara. Selisih di antara keduanya mencapai 286.453 suara.

21. Aceh

Di Aceh, pasangan Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Maruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapatkan suara 2.400.746.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 404.188 suara.

22. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Prabowo-Sandi juga menang di NTB.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat suara 2.011.319.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 951.242 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.050.077.

23. Banten

Di Banten, Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi Maruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat suara 4.059.514.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 2.537.524 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.521.990.

24. Kepulauan Riau

Jokowi-Ma'ruf menang tipis atas paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 550.692.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 465.511 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 85.181.

25. Jateng

Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang telak atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 16.825.511 atau 77,29 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 4.944.447 suara atau 22,71 persen.

Perolehan suara yang didapat Jokowi-Ma'ruf hampir empat kali lipat dari perolehan suara Prabowo-Sandi.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 11.881.064.

26. Sumatera Barat

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang telak atas paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat 2.488.733 suara.

Angka itu terpaut jauh dari Jokowi-Ma'ruf yang hanya mendapat 407.761 suara.

Selisih di antara keduanya mencapai 2.080.972 suara.

27. Jawa Barat

Prabowo-Sandi menang telak di Jawa Barat.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 16.077.446.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 10.750.568 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 5.326.878.

28. DKI Jakarta

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 3.279.547 suara.

Sementara itu, Prabowo-Sandi mendapatkan 3.066.137 suara. Selisih suara di antara keduanya 213.410

29. Papua Barat

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 508.997.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 128.732 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 380.265.

30. Sulawesi Selatan

Di Sulawesi Selatan, Prabowo-Sandi mengungguli pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 2.117.591 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 2.809.393 suara.

31. Riau

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 1.975.287.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.248.713 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 726.574.

Jokowi-Maruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Berdasar rekapitulasi KPU, Jokowi-Maruf memperoleh 3.936.515 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 3.587.786 suara.


Pewarta: Tribunnews

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Yusril Ihza: Mengaku Presiden Bisa Dikategorikan Kejahatan

Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Januari 2019. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya. 
-- 
sukabumiNews, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai siapapun yang mengaku dirinya atau didaulat sejumlah orang menjadi Presiden RI, tanpa proses konstitusional, bisa dikategorikan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara. Sebab, lembaga yang berwenang mengumumkan hasil pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

"Dalam perspektif hukum tata negara (mengklaim sebagai presiden) adalah inkonstitusional dan secara hukum pidana adalah kejahatan terhadap keamanan negara," kata Yusril dalam siaran tertulisnya, Minggu, 19 Mei 2019.

Menurut Yusril, KPU adalah satu-satunya lembaga konstitusional yang berwenang menyatakan pasangan mana yang memenangkan Pilpres 2019 berdasarkan hasil final penghitungan suara. Tidak ada lembaga lain yang pihak, termasuk pasangan calon, menyatakan pasangan mana yang memenangkan Pilpres 2019. “Kewenangan itu sepenuhnya ada pada KPU."

Mahkamah Konstitusi, kata Yusril, hanya berwenang memutuskan sengketa penghitungan suara dalam Pilpres. Setelah MK memutuskan sengketa pemilihan, kata Yusril, lanjut atas putusan tersebut dituangkan dalam keputusan KPU. Keputusan itulah yang kelak dijadikan dasar MPR menyelenggarakan sidang untuk melantik dan mendengarkan pengucapan sumpah jabatan Presiden sesuai ketentuan UUD 1945.

"Tanpa keputusan KPU tentang siapa yang memenangkan Pilpres, MPR tidak dapat mengadakan sidang untuk melantik dan mendengar pengucapan sumpah presiden," ujar Yusril Ihza.

Saat ini KPU masih melakukan proses rekapitulasi suara pemilu dan pilpres. Dijadwalkan pada 22 Mei, hasil rekapitulasi akan diumumkan. Selanjutnya KPU akan memberi kesempatan kepada pasangan calon presiden untuk mengajukan keberatan atas hasil pemilu itu.
Berdasarkan hasil penghitungan suara sementara Pilpres 2019 dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) pada Ahad pukul 12.00, mencatat pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin mengungguli pasangan Prabowo - Sandiaga Uno.

Jokowi - Ma'ruf meraih 76.586.372 suara atau 55,76 persen, sedangkan Prabowo - Sandiaga mendapat 44,24 persen atau 60.769.570 suara. Selisihnya 15.816.802  suara atau 11,52 persen.

Suara yang masuk situs  pemilu2019.kpu.go.id sudah mencapai atau 89,64 persen dari total suara hasil pencoblosan. Hasil penghitungan yang dilakukan KPU telah mencakup 729.133 TPS dari total 813.350 TPS yang ada di dalam dan luar negeri.

Dalam sebuah acara di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019, Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan menolak hasil pemilu karena dinilai curang. Para pendukung di acara itu menyebut Prabowo Subianto sebagai presiden.


Pewarta: TEMPO.CO

Tuesday, May 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Prabowo: Enggak Usah Takuti Kita dengan Makar!

Prabowo Subianto. (Foto:Suara.com/Novian)
-- 
Prabowo lantas membela sejumlah tokoh yang berada di belakangnya yang selama ini dituding akan menggerakkan makar.

sukabumiNews, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengklaim bersama para pendukungnya tidak sedang melakukan makar. Maka dari itu, ia meminta agar pemerintah tidak lagi mengancam dengan menggunakan pasal makar.

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan arahan dalam acara 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

"Enggak usah nakut-nakutin kita dengan makar, orang-orang ini tokoh-tokoh bangsa ini bukan makar, jenderal-jenderal itu mempertaruhkan nyawanya dari sejak muda. Mereka tidak makar," kata Prabowo seperti dikuti surara.com
Prabowo lantas membela sejumlah tokoh yang berada di belakangnya yang selama ini dituding akan menggerakkan makar.

"Djoko Santoso tidak makar, Amien Rais tidak makar. Kita membela bangsa ini," ujar Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan sikapnya terkait banyaknya kecurangan Pemilu yang telah dipaparkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat sore ini.

Prabowo dengan tegas mengatakan bahwa dirinya akan menolak segala penghitungan suara yang dilakukan secara curang.

"Tapi yang jelas sikap saya adalah saya akan menolak hasil penhitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidak adilan ketidakjujuran," kata Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.
close
close