Breaking
loading...
Showing posts with label pilkada. Show all posts
Showing posts with label pilkada. Show all posts

Monday, June 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Gerindra akan Usung Kader Sendiri di Pilbup Sukabumi 2020

sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Yudha Sukmagara memastikan, Gerindra akan mengusung kader partainya di ajang pemilihan bupati (pilbup) Sukabumi 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Yudha saat sambutan pada acara Halal Bihalal Forum Relawan Prabowo Sandi yang dilaksanakan di salah satu hotel di Jln. Bhayangkara, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Ahad (23/6/2019) malam tadi.

BACA:

“Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, Jadi cukup jika kita mengusung kader sendiri sebagai calon bupati pilbup Sukabumi 2020 mendatang,” ucap Yudha.

Adapun mengenai siapa yang akan diusung,Yudha belum memastikan lantaran partainya belum melakukan penjaringan untuk nantinya bisa menghasilkan seorang figur kandidat kontestasi pilkada.

Pastinya jelas Yudha, partai Gerindra ingin mempunyai calon yang terbaik untuk bisa memenangkan kontestasi pilkada.

Yudha menjelaskan, pada pileg 2019 lalu Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat, dan 1 kursi DPR RI.

"9 kursi diraih oleh Partai Gerindra, berarti sudah dipastikan bahwa Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi akan di pimpin oleh Partai Gerindra,” katanya.

Karena 72 persen ini milik kita semua, tambah Yudha, dan ada bentuk dukungan dari semua relawan akan berapiliasi kepada pasangan 02, maka Partai Gerindra  mengaku merasa terhormat menjadi bagian dari apiliasi dari para semua relawan ini.

“Semua ini merupakan karunia yang diberikan oleh Allah Swt bahwa masyarakat kabupaten sukabumi menginginkan kita, Alhamdulilah !,” ungkap Yudha. 

“Kami berkomitmen kami adalah milik bapak dan ibu, dan akan mendengarkan aspirasi semua masyarakat,” tandasnya.


Yudha mengaku, pihaknya mendengar bahwa semua relawan pendukungnya akan terus bersama-sama untuk menciptakan kondisi politik di Kabupaten Sukabumi.

"Pemilihan bupati tahun 2020 ini merupakan strategi besar yang kalau saja orang mendengar pasti semua akan merinding." Tutupnya.

Di akhir sambutannya, Dia mohon do'a dan restu supaya selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sukabumi dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

BACA Juga:
Unggul di Sukabumi, Gerindra Bakal Sabet Ketua DPRD

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Demokrat akan Usung Adjo Sardjono jadi Cabup Sukabumi 2020

Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono dan Partai Demokrat.  
sukabumiNews, SUKABUMI - Pengurus Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat berencana untuk mengusung Adjo Sardjono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, untuk maju sebagai Calon Bupati (Cabup) pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi tahun 2020 mendatang.

“Rencana tersebut sudah diketahui Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Jika tidak percaya, tanya saja sama pak Muraz,” terang Anggota Pengurus Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Aldo Andreas kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Partai Demokrat menilai, Adjo Sardjono sudah layak maju menjadi Bupati di Kabupaten Sukabumi.

Aldo juga mengatakan, Pilkada Kabupaten Sukabumi tidak akan menarik jika Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono kembali berpasangan dengan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

“Diatas kertas jika keduanya bisa bersaing dan berpisah di pilkada mendatang, sudah tentu konstalasi politik di Kabupaten Sukabumi akan menarik kita simak karena keduanya merupakan tokoh yang sama-sama cukup berpengaruh,” jelasnya.

Aldo menuturkan, Adjo Sarjono saat ini adalah merupakan Kader Partai Demokrat dimana dirinya kini selalu anggota Majelis Tinggi Daerah. Untuk itu, lanjut Aldo, sesama pengurus partai dia sangat mendukung Adjo untuk mencalonkan diri sebagai Cabup Sukabumi Periode 2020 – 2025.

“Bagi Partai Demokrat, F1 sudah merupakan harga mati dan tak bisa terbantahkan lagi. Terlebih ini merupakan prestasi bagi partai bilamana bisa menjadikan Pak Adjo sebagai F1,” tegasnya.

Adapun, jelas Aldo, dengan partai mana partainya akan berkoalisi nanti, ia akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak DPP. “Segala sesuatu sudah jelas keputusan tergantung DPP. Tapi kalaupun ada keinginan, kami kepincut untuk menggandeng PKS,” tutupnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

TKN: Dulu Waktu Pilkada DKI 2017 Prabowo Percaya Quick Count, Sembari Menunggu Hasil Rekapitulasi Nasional Resmi dari KPU

sukabumiNews, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko "Jokowi” Widodo-Ma’ruf Amin meminta kepada pihak pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno agar tetap percaya terhadap hasil hitung cepat (Quick Qount) dari lembaga survei.

Pasalnya, beberapa partai pengusung mereka pun memercayai hasil hitung cepat dari masing-masing lembaga survei tersebut untuk menjadi acuan data di pemilihan legislatif (Pileg).

1.`Parpol pengusung BPN tidak percaya hasil hitung cepat untuk capres, tapi percaya untuk Pileg.

Hal tersebut disampaikan langsung Sekertaris TKN, Hasto Kristiyanto, saat mengadakan konferensi pers di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat.

“Untuk itu kita melihat situasi sekarang parpol pendukung Prabowo-Sandi pun mengakui quick count untuk parpolnya. Sehingga sangat ironi ketika parpol quick qount diterima kemudian untuk quick qount Pilpres tidak diterima,” kata Hasto, Jumat (19/4).

2. Ironi TKN terhadap parpol pengusung Prabowo-Sandiaga

Oleh karena itu, Hasto menyebut sangat ironis dengan sikap yang ditunjukan dari partai politik (parpol) pengusung Prabowo-Sandiaga dalam menyikapi hasil hitung cepat tersebut. “Kemudian mengadakan secara sepihak, melakukan tiga kali pernyataan menang dengan data yang selalu berbeda-beda tersebut,” terang Hasto.

3. Prabowo pada Pilkada DKI percaya hasil hitung cepat

Sementara itu, sambung Hasto, Prabowo pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu memercayai keakuratan dari hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga para survei. “Pak Prabowo di DKI yang memenangkan Pak Anies-Sandi juga menggunakan quick count sebagai instrumen hitung cepat yang bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya dari aspek metodologi,” ungkapnya.

4. TKN minta sama-sama menunggu hasil rekapitulasi nasional oleh KPU

Lebih jauh ia menegaskan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga situasi agar tidak lebih memanas hingga akhirnya KPU menetapkan hasil akhir penghitungan suara secara nasional.

“Meski pun sekali lagi Ibu Megawati mengingatkan kami, kita semua sebaiknya menunggu proses rekapitulasi secara berjenjang oleh KPU,” pungkasnya.

Berita ini telah tayang sebelumnya di laman IDN Times

Sunday, July 1, 2018

Redaksi sukabumiNews

Geprindo Desak Elit menindak “Orkestra” Lembaga Survei Palsu

[Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak (Tengah – berkemeja putih). (FOTO: Do. Pribadi/Istimewa)]
sukabumiNews.net, JAKARTA – Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak mendesak, elit tidak boleh lemah dalam merepon hasil survey yang ngawur dari beberapa Lembaga Survey yang memonopoli pemberitaan media mainstream Indonesia, kesalahan mereka kali ini sangat fatal dan tidak bisa ditolerir.

“Ulah mereka sudah meresahkan masyarakat dan mengotori jalannya demokrasi,” tegas Bastian di jakarta, seperti diberitakan Nsantaranews.co, Sabtu (30/6/2018).

Menurutnya, hasil survey ngawur yang mendominasi media mainstream bisa mengakibatkan kegaduhan yang bisa meluas kepada kekerasan sosial.

“hati-hati rakyat sudah sangat marah dengan perilaku lembaga-lembaga survey yang selama ini telah memanipulasi data dan fakta selain bisa menimbulkan kegaduhan Hasil survey yang di manipulasi bisa mengakibatkan rakyat menjadi tidak percaya dengan hasil pemilu dan akhirnya berimplikasi pada kurangnya legitimasi rakyat kepada siapapun yang memenangkan pemilu,” katanya.

Bastian menyerukan, bagi siapapun yang menjunjung tinggi demokrasi yang bersih, harus serius mempersoalkan lembaga survey yang ngawur hingga ke meja hijau kemudian untuk mencegah dampak negatif akibat hasil survey yang ngawur maka para elit harus melakukan tindakan kongkrit untuk mendorong investigasi terhadap oknum lembaga survey untuk mengaudit sumber data yang mendasari hasil survey tersebut.

“Tim ini juga harus menelusuri sumber pembiayaan lembaga-lembaga survey tersebut karena patut di duga ada pihak-pihak tertentu yang membiayai, dimana indikasinya adalah hasil survey seperti sebuah orkestra, seperti ada yang mengarahkan, kesalahannya kompak,” jelasnya.

Hasil survey ngawur, lanjut Bastian, harus di jadikan sebuah persoalan serius karena sudah mengancam kemurnian demokrasi, skandal ini harus di bongkar sampai ke akar-akarnya dan hasil investigasinya harus dipublikasikan kepada masyarakat luas, pelakunya harus dihukum berat karena telah sengaja memproduksi dan menyebar informasi hoax.

“Hasil survey yang ngawur juga menjadi sangat serius karena dipublikasikan oleh media-media mainstream, jadi media-media mainstream turut bersalah karena secara aktif telah mempublikasikan informasi hoax, ini sama saja dengan penyesatan terhadap masyarakat luas,” tutup Bastian. (Red*)

Sumber: Nusantaranews

Friday, June 29, 2018

Kang Malik

Djarot Saiful Hidayat, Kalah di Jakarta Tumbang di Sumatera Utara


Masyarakat di 171 daerah telah melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak pada Rabu (27/6). Ada 17 Provinsi, 115 Kabupaten dan 39 Kota yang menggelar pemungutan suara. Selang beberapa jam setelah pemungutan suara, sejumlah lembaga survei merilis hasil hitung cepat atau quick count pelaksanaan Pilkada.

Salah satu yang menyita perhatian adalah hasil hitung cepat Pemilihan Gubernur Sumatera Utara. Dalam perebutan kursi orang nomor satu di Sumatera Utara, bertarung dua jagoan Djarot, Saiful Hidayat yang diusung koalisi PDIP-PPP. Eddy Rahmayadi yang diusung koalisi gemuk PKS, Gerindra, Golkar, PKB, PAN, Hanura, NasDem.

Hasil hitung cepat menunjukkan, pasangan cagub-cawagub nomor urut satu, Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah (Eramas) unggul dari pesaingnya pasangan cagub-cawagub nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus (Djoss).

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menempatkan pasangan Eramas unggul dengan perolehan suara 58,88 persen. Pasangan Djoss memperoleh suara 41,12 persen. Hasil quick count lembaga survei LSI Denny JA juga tak berubah. Pasangan Eramas tetap unggul dari pasangan Djoss. Perolehan suara pasangan nomor urut satu ini yaitu 57,2 persen. Pasangan Djoss memperoleh suara 42,8 persen. Data yang masuk telah mencapai 99,71 persen.

Namun Djarot masih menunggu data resmi KPU. "Kalau real count kan lebih akurat. Hitung cepat hanya mengambil sample," ujar Djarot di Medan, Rabu.

Meski demikian, apapun hasil akhir Pemilihan Gubernur Sumut atau siapapun yang terpilih nantinya adalah kemenangan masyarakat.

"Selamat kepada masyarakat Sumut. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Djoss mulai dari partai, relawan maupun warga masyarakat," katanya.

Berkaca dari hasil quick count ini, Djarot tumbang di Sumatera Utara. Padahal, dia sempat optimistis bakal memenangkan pertarungan. Djarot percaya diri karena antusiasme warga dan program konkret yang ditawarkan. Kenyataannya, hasil quick count membuat Djarot menelan pil pahit. Kembali kalah dalam Pilkada.

Bukan kali pertama Djarot kalah dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Belum lepas dari ingatan publik saat tahun lalu Djarot harus mengakui kekalahan dalam perebutan kursi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Saat itu Djarot sebagai cawagub mendampingi Cagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Keduanya merupakan pasangan petahana.

Mereka ditantang pasangan yang diusung Gerindra-PKS-PAN yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pilgub DKI 2017 digelar dua putaran. Pada putaran kedua, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta secara resmi menetapkan Anies Basewedan dan Sandiaga Uno pemenang.

Pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno memperoleh 3.240.987 suara atau 57,96 persen. Sedangkan Ahok - Djarot hanya memperoleh 2.350.366 suara atau 42,04 persen. Perolehan suara Ahok dan Djarot kalah jauh dibanding pesaingnya yakni Anies-Sandiaga. (*)

Sumber: Merdeka.com

Kang Malik

Pilgub Sumut, Sekjen PDIP Terkejut Djarot-Sihar Kalah dari Edy-Musa

sukabumiNews.net, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku terkejut dengan perolehan suara Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara. Perolehan suara Djarot-Sihar kalah oleh Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

"Ada beberapa daerah yang jadi perhatian dari PDIP, tentang Sumatera Utara hasilnya memang begitu mengejutkan," ujar Hasto di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Meski kalah, menurut Hasto perolehan suara Djarot-Sihar cukup bagus. Dari perolehan suara itu, dia memperkirakan adanya pergeseran aspek pemilihan dari warga asli ke warga luar daerah. Namun begitu, Hasto menerima kekalahan pasangan yang disusung partainya.

"Mencalonkan Pak Djarot karena kami berbicara tentang Indonesia Raya, Indonesia dibangun untuk semua, Indonesia dibangun tanpa membeda-bedakan dari aspek suku, etnis, dan golongan. Itu yang menjadi keyakinan dari PDI Perjuangan," ucapnya.

Hasto mengatakan, kekalahan Djarot-Sihar akan dijadikan pengalaman berharga bagi partai berlambang banteng itu. Dia memastikan, PDIP akan menghadapi Pilkada Sumut selanjutnya dengan lebih baik.

"Menang kalah itu hanya lima tahun, kalau kalah kami bisa melakukan perbaikan ya, kalau menang bagaimana menjaga kemenangan untuk rakyat agar tidak ada korupsi dari kemenangan itu. Itu yang kami jaga," tandasnya.

Berdasarkan hasil quick count lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan LSI Denny JA di Pilgub Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul dari pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Sumber: Merdeka.com

Saturday, April 28, 2018

Redaksi sukabumiNews

Paslon 'Dermawan' Tawarkan Kemudahan Akses Modal untuk UMKM

sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI - Calon Wali Kota Sukabumi nomor urut empat, Dedi R Wijaya mengaku akan menyiapkan seperangkat aturan yang memberikan kewenangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) keuangan untuk membantu permodalan bagian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain permodalan, jika Dedi yang berpasangan dengan Hikmat Nuristawan (calon wakil wali kota) terpilih memimpin Kota Sukabumi di Pilkada 2018 juga akan mempromosikan produk yang dihasilkan pelaku UMKM.

“Bagi pelaku UMKM yang membutuhkan pinjaman untuk modal usaha, bisa mengajukan permohonan ke BUMD yang bergerak di bidang perbankan,” tandas Dedi, Jumat, 27 April 2018.

Prosedurnya pun, jelas Dedi, juga akan diatur semudah mungkin dengan tidak berbelit-belit. Belum lagi bunga yang ringan ditambah persyaratan yang terjangkau.

“Bunga ringan bisa diberlakukan dengan cara disubsidi oleh Pemda. Ini merupakan hal yang lazim dalam praktik perbankan di lingkungan bank-bank milik pemda. Jadi, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman yang tidak memberatkan untuk pengembangan usaha mereka,” katanya.

Kualitas pelaku UMKM dan produk yang dihasilkan menjadi prioritas pasangan Dermawan tersebut, seperti program pelatihan dan bintek.

“Peningkatan mutu produk penting agar komoditas yang ditawarkan ke pasar selalu mengikuti selera masyarakat dan mengikuti perkembangan zaman.  Misalkan, makanan tradisional dikemas dengan lebih baik sejalan dengan gaya masa kini, daya jualnya tentu lebih tinggi,” tutur Dedi. (*)

Pewarta: Herry Febrianto
Editor: Red

Thursday, February 22, 2018

Redaksi sukabumiNews

Merajut Kebersamaan, Polres Jakarta Selatan Gandeng Ormas dan Tokoh Agama

sukabumiNews.net, JAKARTA - Polres Jakarta Selatan bersama sejumlah tokoh masyarakat dan ormas menandatangani deklarasi bersama merajut keberagaman dan kebersamaan demi menjaga kesatuan masyarakat dalam menghadapi tahun politik, bertembat di kantornya Jalan Wijaya ll Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (21/2).

"Tahun ini kita akan memasuki tahun politik, akan banyak dampak dari kontestan untuk menjatuhkan lawan dan menguatkan mereka sendiri, kami dari Jakarta Selatan sudah kompak dan tidak mau terpecah belah dan di adu domba,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto saat di temui usai acara deklarasi.

Lebih empat puluh orang yang berasal dari empat ormas islam hadir pada acara deklarasi ini. Diantaranya, forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko), tokoh masyarakat dan tokoh agama.

KomPol Mardiaz menambahkan bahwa dalam pertemuan kali ini pun akan di bahas terkait rencana pembuatan aplikasi WhatsApp untuk forum ini, sebagai sebagai sarana untuk memudahkan komunikasi antar anggota forum.

"Kekompakan kita ini akan di tindak lanjuti dengan pembuatan Grup WhatsApp sehingga semua informasi sekecil apapun dapat kita tampung di forum,” Jelas KomPol Mardiaz.

Sedangkan, tambah Diaz, tujuan awal adanya deklarasi ini adalah untuk menangkal dampak pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 dan menjaga keamanan selama masa pemilihan Presiden (Pilpres 2019),” pungkasnya. Didi/Jkt.

Editor: Red.

Monday, February 19, 2018

Redaksi sukabumiNews

Empat Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tanda Tangani Surat Deklarasi Kampanye Damai

sukabumiNews.net, CIBEUREUM - Ratusan simpatisan pengusung dan pendukung pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Sukabumi memadati tempat di ujung jalur, Jln. Salakaso kelurahan Babakan, kecamatan Ciberum Kota Sukabumi, Minggu (18/2).

Kehadiran mereka untuk menyaksikan penandatanganan kesepakatan deklarasi kampanye damai oleh ke emapat pasangan calon walikota dan wakil walikota Sukabumi pada pemilukada 2018.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Sukabumi, Muhammad Aminudin mengatakan, kegiatan penandatanganan kesepakatan deklarasi kampanye damai ini di buat agar dalam pelaksanaan kampanye nanti mereka bisa mengikuti aturan yang telah di tentukan KPU, dan bisa menjalankannya dengan tertib dan aman.

"Saya berharap kepada seluruh team kampenye, agar nanti dalam waktu pelaksanaan kampanye bisa mengikuti aturan yang telah di tentukan kpu, dan bisa menjalankan dengan tertib dan aman," kata Muhammad Aminudin kepada wartawan.

Hadir pada acara tersebut, Walikota Sukabumi, HM. Muraz, Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Condro Purnomo, Dandim 0607 Letkol Inf.  Mahfudz, serta unsur muspida kota Sukabumi.

Pewarta: Aep Saepudin.
Editor: Red.

Wednesday, February 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ini Pendapat Para Calon Walikota Sukabumi Terkait Nomor Urut yang Diperolehnya

[POTO: Keempat pasangan calon mempertlihatkan nomor urut yang diperolehya].
sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMIBerbagai tanggapan yang di ungkapkan pasangan calon walikota/wakil walikota sukabumi 2018. Terlepas dari benar atau tidaknya pandangan tersebut, namum para paslon tetap puas dan bangga dengan perolehan nomor urut yang di dapatnya pada acara Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Calon Walikota dan Wakil Walikota yang di laksanakan KPU Kota Sukabumi di Gedung Juang, Selasa (/13/2) kemarin.


Seperti tanggapan yang di lontarkan paslon yang mendapat nomor urut 1, Jona Arizona-Hanafie Zain (Ijabah)  yang diusung Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi indonesia Perjaungan (PDI Perjuangan) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Golongan Karya (Golkar), bahwa nomor urut berapapun tak masalah.

Namun menurutnya paling tidak, nomor urut satu ini akan mudah di pilih oleh masyarakat. “Dengan nomor 1 ini kami kan melakukan perubahan yang lebih baik bagi kota sukabumi, cerdas, peduli, bisa gawe,” jelas Zona.


Lain dengan pandangan  paslon usungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, yang di dukung Partai Bulang Bintang (PBB), yaitu Achmad Fahmi-Andri Setiawan (Faham) yang memperoleh nomor urut 2.

Pihaknya berpendapat bahwa nomor 2 ini adalah nomor paling unik. “Saya identikkan dengan kedamaian, kenyamanan,” ucapnya di hadapan wartawan usai acara.

“Insya-Allah kehadiran kami bisa memberikan kedamaian, kenyamanan bagi warga Kota Sukabumi,” katnya.


Sementara menurut paslonyang mendapat nomor urut 3, Mulyono dan Ima Slame (Mulia) yang diusung Partai Nasional Demokrasi (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan bahwa angka yang di dapatnya sesuai yang di harapkan. Karena menurutnya sesuai tradisi jawa, angka 3 ini angka yang baik. “Bisa jadi 6, bisa juga 9,” kata Mulyono.

“Insya Allah ‘Mulia’ termasuk orang baik, bakal nyaah ka rakyana,” imbuhnya.


Sperti tanggapan yang di kemukakan paslon lain, pasangan yang mendapat nomor urut 4 yang di panggil ‘pak wali’ oleh kebanyakan pewamancarnya, yakni Dedi R Wijaya-Hikmat Nuristawan (Dermawan) yang diusung  Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), bahwa pasangannya pus dengan nomor urut yang di perolehnya karena sesuai harapan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa nomor itu sesuai dengan hasil istikhorohnya.

Pewarta: Aep/Azis.
Editor: Red.

Wednesday, February 7, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ini Alasan Sebenarnya PBB Kota Sukabumi Dukung Paslon Faham

[Photo: Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Asep Deni Muttaqin (tengah) didampingi paslon Fham, Achmad Fahmi (kiri) dan Andri Hamami (kanan)].
sukabumiNews, KOTA SUKABUMI - Bukan tanpa alasan bagi Partai Bulan Bintang (PBB) untuk mendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilwalkot Sukabumi 2018. Parpol berlogo Bulan Bintang emas mendukung pasan calon wali kota dan wakil wali kota Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham) ini karena hasil keputusan yang berdasarkan pada mekanisme partai.

“Sebelumnya semua paslon di hadirkan untuk menyampaikan visi dan misi serta harapan kepada partai di hadapan semua pengurus dan konstituen,” ujar  Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Asep Deni Muttaqin kepada sukabumiNews melalui pesang WA-nya, Rabu (7/2).

“Berdasarkan masukan-masukan dari konstituen yang disampaikan melalui perwakilan pengurus-pengurus di DPAC maupun DPRt,  kemudian diserap dalam rapat koordimasi. Hasil curah gagasan tersebut yang mengarah kepada kapasitas, kapabilitas  dan akuntabilitas paslon menuju Kota Sukabumi yang lebih maju dan bermartabat, maka semua itu mengarah kepada paslon Faham,” papar Aep Deni.

Di samping itu tambah Asep Deni, resistensi yang paling kecil di mata konstituen terutama dari Ormas, OKP yang telah membidani lahirnya PBB pun mengarah pada dukungannya kepada paslon Faham tersebut.

Atas hasil keputusan itu, maka selaku ketua, Asep Deni berharap kepada para kader dan simpatisan, terutama para pengurus, untuk mendukung sepenuhnya hasil keputusan tersebut.

“Bagi yang mangkir, akan di beri peringatan dan atau dinonaktifkan dari kepengurusan partai,” tegas Asep Deni. RED*

Monday, February 5, 2018

Redaksi sukabumiNews

PBB Kota Sukabumi Deklarasikan Dukungannya Untuk Faham

sukabumiNews, CITAMIANG - Partai Bulan Bintang (PBB) kota Sukabumi secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi-Andri Hamami (Faham). Deklarasi dukungan ini dilakukan di Sekretariat Bersama (Sekber) Faham di Jalan RH Didi Sukardi Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi pada Ahad (4/2/2018).


Acara deklarasi yang dihadiri ratusan kader PBB ini dilakukan Ketua DPW PBB Jawa Barat KH Saifullah Rusyad dan Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Asep Deni Muttaqin. Deklarasi itu juga dihadiri oleh kader PKS dan Partai Demokrat.


"Kami mendukung pasangan Faham karena memiliki kesamaan visi,” ujar Ketua DPW PBB Jabar KH Saifullah Rusyad kepada wartawan.


Terlebih kata dia calon wali kota yang diusung adalah Achmad Fahmi yang merupakan kader PKS.

"Bagaimana pun," ujar Saifullah, "PKS dan PBB merupakan satu rumpun. Sehingga visi dan misi kedua partai tidak jauh berbeda."


Di akhir acara deklarasi, PBB memberikakan pin kepada pasangan Faham selaku simbol atas dukungannya kepada calon yang usung oleh Partai Demokrat dan PKS itu.


“Pin ini akan selalu saya gunakan dan dijadikan penyemangat ikhtiar selama lima bulan ke depan untuk menjemput takdir kemenangan,” ujar Fahmi.


Fahmi pun mengatakan bahwa dia bersama pasangannya, Andri Hamami akan berupaya melakukan ikhtiar yang maksimal dalam ajang demokrasi tersebut. “Namun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta'ala,” tambahnya.


Atas dukungan PBB kepada pasangannya, Fahmi mengucapkan rasa terimaksih yang tak terhingga. “Semoga dukungan yang diberikan PBB ini menjadi penyemangat yang luar biasa dalam menghadapi pilkada,” terang dia. RED*

Saturday, January 13, 2018

Redaksi sukabumiNews

Jona Arizona: Kami berdua akan mewakafkan diri untuk masyarakat Kota Sukabumi

sukabumiNews, KOTA SUKABUMI - Pasangan Calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota sukabumi, Jona Arizona - Dr. H.M. Noor Hanafi menghadiri rapat kerja cabang (rakercabsus) khusus 2018 PDI Perjuangan Kota Sukabumi yang di selenggarakan di Hotel Maxone Kota Sukabumi, Sabtu (13/1/2018).

Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi, Tatan Rustandi dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh kader PDIP Kota Sukabumi khususnya, agar bisa bersatu merapatkan barisan mendukung pasangan Jona Arizona dan Dr. H.M. Noor Hanafi untuk mencapai kemenangan.

“Begitu juga untuk paslon gubernur dan wagub Dr. TB Hasanudin dan wakilnya Dr. Aanton Charlian, pada pilgub nanti,” kata Tatan.

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Fraksi PDIP DPR RI,  Dr. Ribka Tciptaning, Ketua DPC sekaligus anggota DPRD dari PDIP Kabupaten Sukabumi, Mohamad Jaynudin beserta para kader PDIP se-Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Sementara, bacalon walikota Sukabumi yang di usung PDIP, Golkar dan PKB, Jona Arizona saat di minta tanggapan terkait pencalonan dirinya mengatakan bahwa tujuan ia mencalonkan walikota Sukabumi tiada lain ingin membawa perubahan bagi masyarakat kota sukabumi ke arah yang lebih baik.

“Kami berdua akan mewakapkan diri untuk masyarakat Kota Sukabumi. Program utama kami adalah pendidikan, kesehatan, dan kesejahtraan, supaya masyarakat kota sukabumi bisa merasakan adanya perubahan ke arah lebih baik” ujar Jona.

Ketiga program tersebut, tutur Jona, akan ia prioritaskan apabila pada saatnya nanti dirinya terpilih selaku Walikota Sukabumi.

Pewarta: Aep Saepudin.

Editor: Red.

Thursday, January 11, 2018

Redaksi sukabumiNews

Pasangan Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Berjargon ‘Faham’ Resmi Mendaftar ke KPU

sukabumiNews, KOTA SUKABUMI - Pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham) yang diusung PKS dan Partai Demokrat resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi pada Rabu (10/1/2017).

Kedatangan keduanya,  didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi Mohamad Muraz yang saat ini menjabat sebagai Walikota Sukabumi. Tak ketinggalan, Ketua DPD PKS Kota Sukabumi Asep Tajul Muttaqien ikut mendampingi pasangan Faham.

Bahkan Isye Muslikh Abdussyukur, istri Mantan Wali Kota Sukabumi Mokhamad  Muslikh Abdussyukur (Alm) pun ikut mendampingi pasangan paslon walikota berjargon ‘Faham’ untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, pasangan Faham sempat mengabadikan momen foto bersama dengan ketua ketua partai pengusung. Pasangan Faham menjadi pendaftar ketiga setelah pasangan Dedi Rantjani Widjaja-Hikmat Nuristawan (Dermawan) yang diusung Partai Gerindra dan Partai Hanura.

Pewarta: Azis Ramdhani
Editor: A Malik AS.

Wednesday, January 10, 2018

Redaksi sukabumiNews

Empat Pasangan Balon Pilkada Kota Sukabumi Daftar ke KPU

sukabumiNews, KOTA SUKABUMI - Empat pasan bakal calon (balon) Pilkada Kota Sukabumi dikabarkan secara serentak akan daftar ke KPU Kota Sukabumi, Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat. Pasalnya pada Rabu (10/1/2018) ini adalah hari terakhir masa pendaftaran bagi pasangan balon yang akan mengikuti Pilkada Kota Sukabumi.
Dedi Rantjani Widjaja-Hikmat Nuristawan (Dermawan) yang diusung Partai Gerindra dan Partai Hanura saat mendaftarkan diri di KPU Kota Sukabumi di dampingi Tim Pemenangan, Rabu (10/1/2018) - Photo dok. Azis R.
Ajang Pilkada Kota Sukabumi 2018 ini dikabarkan akan diikuti oleh empat pasang balon. "Ada empat pasangan balon yang sudah secara resmi mengabarkan akan mendaftarkan diri hari ini," kata Ketua KPU Kota Sukabumi Hamzah kepada sukabumiNews.

"Empat pasangan balon tersebut yakni pasangan Dr Mulyono, MM dan Ima Slamet (Mulia) yang diusung Partai Nasdem, PPP, dan PAN. Menyusul pasangan Dedi Rantjani Widjaja-Hikmat Nuristawan (Dermawan) yang diusung Partai Gerindra dan Partai Hanura," Jelas Hamzah.

Kemudian, lanjut Hamzah, pasangan Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham) yang diusung PKS dan Partai Demokrat. Lalu pasangan balon Jona Arizona-Hanafie Zain yang diusung Partai Golkar, PKB, dan PDI Perjuangan.

Pewarta: Azis Ramdhani
Editor: Red

Tuesday, August 15, 2017

Unknown

Agung Suryamal Terus Mendekati Ormas Islam Sukabumi


sukabumiNews.net, SUKABUMI - Setelah direstui kalangan ulama dan pesantren, kali ini bentuk dukungan tersebut datang dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam. Sejumlah Ormas Islam di Kota Sukabumi menggelar pertemuan dengan Tokoh yang sedang melambung sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat mendatang.

Pertemuan tersebut menginginkan Agung Suryamal menjadi Gubernur Jawa barat karena dinilai mengerti permasalahan umat yaitu tentang ekonomi.

"Dengan apa yang dikatakan kang Agung ini, kami sangat sepakat dengan pengembangan ekonomi syariah, ekonomi kreatif, karena di Sukabumi yang menjadi persoalan utama adalah ekonomi. Kang Agung ini konsepnya mudah dicerna dan masuk akal, " Kata Ivan Al Ghifari, Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Sukabumi dalam keterangan persnya, seperti dikutip TRIBUNnews, Senin (14/8/2017).

Lebih lanjut Ivan mengatakan, pihaknya mendukung program pemberdayaan ekonomi umat ‘Jihad Ekonomi’ yang diusung Agung. Bagi Ivan jika sosok Agung diberikan kesempatan memimpin Jawa Barat, dirinya meyakini program ‘Jihad Ekonomi’ akan lebih maksimal.

“Insya Allah kalau kang Agung menjadi Gubernur, pemegang kebijakan. Konsep ini bisa terealisasi maksimal dan diterapkan untuk di Jawa Barat secara luas. Karena kalau sekarang kan konsep itu baru bisa dijalankan di Kadin. Tentunya kami akan titipkan permasalahan Jabar ini pada orang yang tepat, yang tahu permaslahan ekonomi Jabar, tentu kang Agung tokohnya, " tambah Ketua GPII tersebut.

Sementara itu, Aliansi Ormas Islam Sukabumi pun mengatakan dukungannya, pihaknya menyepakati pandangan Agung soal ekonomi yang dapat mempengaruhi semua sektor kehidupan bermasyarakat. Hal ini diutarakan Fathurahman, Sekjen Aliansi Ormas Islam Sukabumi.

“Kita sepakat masalah Narkoba, LGBT, kriminalitas dan lainnya itu berawal dari adanya permasalahan ekonomi, apabila kita mendekatkan diri dengan kefakiran, maka mendekati kekufuran. Nah konsep kang Agung ini yang diharapkan kita membawa kemaslahatan umat, " ujar Fathur yang juga ketua FPI Sukabumi.

Sementara itu Agung Suryamal terus mensosialisasikan konsepnya dalam rangkaian Safari ‘Jihad Ekonomi’ tersebut. Menurutnya jihad tidak semata diartikan dan dikaitkan dengan angkat senjata.

"Jangan sempit memandang Jihad. Mengentaskan kemiskinan umat, itu juga Jihad. Islam adalah rahmatan Lil Allamin. Mindset ini yang kemudian melahirkan konsep ‘Jihad Ekonomi’. Sudah waktunya umat Islam bangkit. Ormas Islam inilah salah satu motornya. Ormas Islam yang merawat kedamaian bagi umat beragama lain. Kita persatukan semua ini dalam Jihad Ekonomi," kata Agung dalam momentum silaturahim tersebut.

Secara estafet Agung mengunjungi sejumlah pasar, tokoh, ormas Islam, pesantren, pelaku UMKM dan akhirnya dengan sejumlah lintas Ormas Islam Sukabumi. Safari ‘Jihad Ekonomi’ ini dimulai sejak Rabu, 8 Agustus 2017 kemarin. Selama safari 3 hari itu Agung melakukan sosialisasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan umat, termasuk program Jihad Ekonomi, Santripreneur dan Gerakan Wirausaha Desa (Red*).

Thursday, July 27, 2017

Unknown

KPU: Daftar Pemilih Potensial di Pilkada Sukabumi 240 Ribu Jiwa

sukabumiNews.net, SUKABUMI – Komisi Pemilihan Umum Kota Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan daftar pemilih potensial pada pilkada wali kota dan wakil wali kota Sukabumi tahun 2018 tercatat 240 ribu jiwa.

Jumlah tersebut merupakan data warga yang diberikan Disdukcapil Sukabumi yang berpotensi punya hak pilih pada Juni 2018, kata Komisioner KPU Kota Sukabumi Harlan Awaludin Kahar di Sukabumi, Rabu (26/7/2017).

Menurutnya, jumlah pontensial daftar pemilih yang diberikan Disdukcapil merupakan data 2016. Sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah daftar pemilih akan bertambah sekitar 5 persen.

Untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Disdukcapil Kota Sukabumi untuk melakukan pemutakhiran data, pencocokan dan penelitian (coklit), analisis, evaluasi hingga penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

Selain itu, ia mengimbau warga agar ikut proaktif mendata apakah dirinya tercantum dalam daftar pemilih atau tidak. Karena sebelum ditetapkan menjadi DPT KPU juga akan memasang nama-nama warga di setiap kelurahan hingga RT/RW yang masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS).

"Kami terus meminalisasi permasalahan DPT ini, sebab kasus data pemilih di setiap ajang pemilu mulai dari pilkada, pileg, hingga pilpres selalu menjadi ajang sengketa di Mahkamah Konstusi (MK)," tuturnya.

Di sisi lain, Harlan mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat, walaupun anggaran tahapan Pilkada Kota Sukabumi belum dihibahkan dari Pemerintah Kota Sukabumi.

Sosialisasi ini tidak hanya sebatas meningkatkan angka partisipasi masyarakat, juga untuk memberikan pendidikan berpolitik yang cerdas dan santun, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax/palsu serta tidak terlibat politik uang (money politic).

(Red*/Okezone)

Wednesday, September 28, 2016

Unknown

"Dukungan Yusril bisa pengaruhi kemenangan Pilkada DKI"

sukabumiNews, JAKARTA - Dukungan Yusril Ihza Mahendra kepada calon gubernur di Pilkada DKI nanti akan menentukan kemenangan, karena Yusril dinilai mempunyai elektabilitas mendekati pasangan petahana Ahok-Djarot, kata pengamat.

Pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro menilai dukungan Yusril kepada salah satu calon bisa saja berdampak signifikan kepada kemenangan calon tersebut.

Menurutnya, Yusril harus memberikan dukungan kepada calon, agar pendukung-pendukungnya bisa teralihkan.

"Menurut saya dia harus memberikan suaranya kepada cagub. Ini sangat bagus secara politik," katanya saat dihubungi pers di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan dukungan Yusril akan sangat berpengaruh besar. Bisa saja Yusril ditempatkan sebagai juru bicara. "Yusril bisa juga jadi juru bicara. Agar dukungannya bisa dirasakan para relawan atau pendukungnya di akar rumput," ujarnya.

Dihubungi terpisah Pengamat Pilkada DKI, Sugiyanto mengatakan dukungan Yusril berpotensi untuk kemenangan calon sangat besar. Mengingat nama dia sudah cukup memasyarakat.

Hingga saat ini, Yusri Ihza Mahendra belum memberikan dukungan kepada salah satu calon pasngan pada Pilgub DKI yang akan digelar Februari 2017.

Demikian diberitakan ANTARA News, Selasa, 27 September 2016.

Friday, December 11, 2015

Unknown

Marwan-Adjo Deklarasikan Kemenangan

sukabuiNews : SUKABUMI – Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, Marwan Hamami – Adjo Sardjono menggelar deklarasi kemenangan sementara perolehan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi, kamis (10/12). Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count tim pemenangan Marwan-Adjo, pasangan ini memperoleh 50,89 persen suara.

Masih dari hasil hitung cepat atau quick count tim pemenangan Marwan-Adjo, pasangan nomor urut 1, Totong Suparman – Adho Murtado memperoleh 21,82 persen lalu pasangan nomor 3, Akhmad Jajuli – Iman Adinugraha 27,32 persen.

Di kediaman Marwan, Perum Cimahpar Endah Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, tempat deklarasi berlangsung, nampak berjejer karangan bunga ucapan selamat untuk pasangan ini.

Deklarasi tersebut dihadiri sejumlah jajaran DPD Golkar Kabupaten Sukabumi serta ketua partai pengusung, yakni Ketua DPC Partai Demokrat Badri Suhendi. Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara. Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Yusuf Ridwan (Datep). Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi, Asep Supriatna. Red*
Unknown

Klaim Menang di Pilkada Sukabumi, Relawan Ini Cukur Gundul

sukabumiNews : SUKABUMI - Sejumlah relawan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi priode 2015-2020, Jawa Barat, Marwan Hamami-Adjo Sardjono, memenuhi nazar mengguduli rambut mereka, Kamis 10 Desember 2015. Aksi itu dilakukan karena dari hasil penghitungan cepat pasangan nomor urut 2 yang diusung Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan ini berhasil unggul dari dua pasangan calon lainnya.

Aksi cukur gundul relawan itu dilakukan di kediaman Marwan Hamami di Perum Cimahpar 2, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Selain aksi cukur gundul, digelar pula acara syukuran sederhana.

Data tim sukses Marwan-Adjo yang diusung Golkar, Demokrat, Gerindra, PKB,dan PPP tersebut menyebutkan raihan suaranya mencapai 50,07 persen. Sementara dua pasangan lainnya berada di bawah yakni Akhmad Jajuli-Iman Adinugraha 28 persen dan Totong Suparman-MA Murthado Tafrihan 21 persen.

"Jika melihat hasil perolehan suara sementara ini kami mendapatkan perolehan sebesar 50,78 persen. Mudah-mudahan bisa menjadi angka psikologis yang tidak mungkin disusul dua pasangan calon lainnya," kata Marwan kepada wartawan di Sukabumi, Kamis 10 Desember 2015.


Menurut Marwan, hal itu menjadi satu keyakinan baginya maupun pasangannya untuk memberikan pernyataan sikap politik. Artinya, ke depan Marwan berharap dengan kepercayaan itu bisa menjawab keinginan Kabupaten Sukabumi ke arah lebih baik.

"Kita akan jawab kepercayaan itu dengan berbagai program yang sesuai dengan visi dan misi. Bagi semua yang telah mempercayai, kami ucapkan banyak terima kasih. Kami juga berharap agar warga bisa membantu mengawasi bersama komitmen program yang telah disampaikan," kata Marwan.

Marwan mengaku kemenangan tersebut diperoleh dengan perjuangan dan perjalanan panjang. Hal itu bagi dia sangat melel
ahkan dan menyita waktu. "Kondisi ini bisa kita rasakan bersama. Jadi kalau saudara-saudara sekalian merasa bangga dan ada euforia, saya juga secara psikologis bisa meyakinkan, semua pihak karena menjadi bagian dari perjuangan ini," ujarnya.

Sementara itu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukabumi belum mengeluarkan hasil penghitungan sementara. Alasannya, pergeseran kotak suara dari PPS ke PPK masih berjalan. "Nanti kan ada pergeseran dari PPK ke KPU," kata Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Dede Heryadi.

Rencananya, KPU akan melakukan rekapitulasi perolehan suara dari setiap PPK pada 16-17 Desember 2015. "Proses pleno rekapitulasi perolehan suara akan mendapatkan pengawalan aparat keamanan," pungkas Dede. Red*
close
close
close