Breaking
loading...
Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Tuesday, March 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Warga Kampung Bandang Geger, Sesosok Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Teras Depan Rumah Seorang Warga

sukabumiNews, CIREUNGHAS – Warga Kampung Bandang RT 015/ RW 004 Desa Tegalpanjang Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin perempuan. Saat ditemukan Bayi yang masih memerah itu tengah tergeletak di teras depan rumah seorang warga.

"Bayi malang ini diduga baru saja dilahirkan dibuktikan dengan tali ari ari pusar yang masih menempel di tubuhnya dan dalam kondisi masih berdarah ditemukan malam tadi sekira pukul 18.30 WIB didepan teras rumah warga," ujar Iptu Eriyanto Kapolsek Cireunghas saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

Kronologi penemuan bayi berawal saat penghuni rumah bernama Sinta (23) yang sedang berada di dalam kamar mendengar suara tangisan bayi. Saat dipastikan ternyata benar seorang bayi.

"Informasi dari saksi-saksi yang telah diperiksa di sekitar TKP, salah seorang warga bernama Yadi (53) memberikan keterangan jika sebelumnya sekira pukul 18.00 WIB saat dirinya hendak Shalat Magrib sempat melihat mobil yang berhenti tepat didepan gang atau disekitar TKP penemuan bayi," terang Eriyanto.

Dikatakan Kapolsek, Yudi tidak menaruh curiga dan melanjutkan ke Masjid untuk Shalat Magrib. Dari keterangan yang diberikan Yudi, ciri-ciri kendaraan yang diduga dipakai pelaku saat membuang bayi merupakan mobil jenis Honda Jazz, berwarna kuning orange. Sementara lanjut Eriyanto, ciri lainnya terdapat gambar atau stiker berwarna putih pada bagian kaca depan mobil.

"Melihat kondisi bayi yang diduga baru saja dilahirkan masih sangat lemah, bayi wanita mungil langsung dilarikan ke Puskesmas Cireunghas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Kasus ini sedang kami dalami," tandasnya.


[Pewarta: Azis R.]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, March 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Penyelidik Internasional Bergerak Lebih Dekat Bawa Keadilan untuk Korban Perang Suriah

[Seorang anak Suriah menerima perawatan medis setelah rezim Assad melakukan serangan gas beracun di Ghouta Timur, di Damaskus, Suriah pada 7 Maret 2018 [Dia Al Din Samout / Badan Anadolu]]
sukabumiNews, REUTERS – Kepala Tim penyidik Perserikatan Bangsa-Bangsa, Catherine Marchi-Uhel mengatakan penyelidik internasional bergerak lebih dekat untuk membawa keadilan bagi para korban perang Suriah.

Mantan hakim Perancis itu mengatakan kantornya telah menerima 15 permintaan dari pengadilan nasional atau otoritas penuntutan untuk kerja sama dalam kasus-kasus terkait Suriah di lima negara, dan telah mengumpulkan hampir satu juta catatan yang berkaitan dengan perang Suriah.

"Kami maju, saya tidak ragu, kami menuju ke arah yang benar," katanya, seraya menambahkan, "Kami sudah menuju ke arah itu untuk mengidentifikasi kejahatan paling serius, mengidentifikasi pelaku, bukan hanya pelaku fisik tetapi mereka yang mengatur, membantu atau memaafkan komisi kejahatan yang benar-benar mandat kami ”.

Hakim menolak menyebutkan nama negara tempat dia bekerja sama, tetapi mengatakan timnya yang beranggotakan 32 orang telah mengumpulkan hampir satu juta dokumen, video, dan kesaksian saksi yang sedang dianalisis oleh penyelidik, pengacara, dan "petugas e-discovery".

"Mandat saya adalah untuk menyelidiki kejahatan paling serius dari semua pihak dan melakukan pekerjaan persiapan bagi mereka yang paling bertanggung jawab atas kejahatan tersebut untuk menghadapi keadilan," katanya.

"Saya tidak menandatangani dakwaan apa pun. Dengan tim kami berhenti ketika kami menganggap suatu kasus sudah siap (untuk penuntutan) ... Hal-hal ini membutuhkan waktu yang lama. Ini bukan pertanda buruk, itu berarti pihak berwenang bekerja dengan serius, ” tambahnya.

Upaya telah berulang kali gagal menuntut para anggota rezim Suriah dari Presiden Bashar al-Assad, terutama karena Suriah tidak menandatangani Statuta Roma tentang Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. [Red*]



Penerjemah: A. Malik AS.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sumber: middleeastmonitor.com

Tuesday, March 5, 2019

Redaksi sukabumiNews

TPSA Cikupa Diperluas, DLH Minta Dukungan Semua Element


sukabumiNews, SURADE - Viralnya informasi yang muncul di media sosial (Medsos) terkait adanya warga yang memprotes keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Kampung Cikupa, Desa Kadaleuman, Kecamatan Surade, membuat Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi buka suara.
Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Kampung Cikupa, Desa Kadaleuman, Kecamatan Surade
 Kabid Kebersihan DLH Kabupaten Sukabumi Denis Eriska, mengaku aneh bila dalam proses rencana perluasan lahan TPSA Cikupa yang sudah berjalan dengan baik dan tidak ada masalah ini di anggap sebuah permmasalahan yang serius.

"Memang Pemkab melalu Bidang Kebersihan DLH berencana akan melakukan perluasan untuk TPSA Cikupa Korwil Jampang,” kata Denis Eriska ketika di hubungi sukabumiNews, Senin (04/01/19).

Akan tetapi lanjut Denis, dalam prosesnya perlu pematangan dan pengajuan dalam anggaran pembebasan lahan perluasan yang akan dipakai. “Ini perlu ada tahapan perencanaan, pengajuan, dan tidak langsung bisa instan langsung ada pembayaran untuk lahan yang masuk dalam rencana pembebasan lahan," tambahnya.

Denis memandang munculnya berita di media yang sangat tidak berimbang saat ini akibat adanya salah satu warga yang terus mendatangi Bidang Kebersihan DLH Korwil Jampang dan mendesak supaya lahan yang di rencanakan akan dibebaskan oleh DLH untuk TPSA Cikupa, segera dibayarkannya.

"Rencana pembebasan lahan untuk TPSA ini, bertujuan untuk kepentingan umum dan ini dalam tahap proses. Tapi sayang kok ini dijadikan polemik oleh segelitir orang yang mempunyai kepentingan pribadi, ini sampah di Korwil mau di buang kemana," jelas Denis.

Denis juga mengaku bahwa pihaknya selama ini, sudah melaksanakan tugasnya melalui beberapa tahapan. Mulai dari melaksanakan rapat sosialisasi bersama masyarakat sekitar, Muspika, dan instansi terkait lainya.

"Alhamdulilah pada saat musyawarah dengan warga, yang di saksikan semua instansi terkait, tidak ada permasalahan yang begitu signifikan di lapangan," ucapnya.

Dalam tahapan proses rencana peluasan lahan TPSA Cikupa ini Denis berharap semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Sebab menurut Denis, rencana peluasan ini untuk kepentingan umum demi penanggulangan sampah di Kabupaten Sukabumi.

"Saya berharap dan meminta kepada semua pihak agar bisa mendukung perencanaan ini, agar program penanggulangan sampah di Kabupaten Sukabumi bisa teratasi," tutur Denis


[Pewarta: Azis R/Ruli]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, March 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

11 Anggota FPI Tersangka, Aktor Intelektual Ricuh Harlah NU Diselidiki

[Foto: Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Kemenko Polhukam. (Zakia-detikcom)]
sukabumiNews, JAKARTA – Polisi mendalami ada atau tidaknya aktor intelektual yang mengarahkan 11 anggota FPI tersangka ricuh Hari Lahir (Harlah) NU ke-93 di Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut). Kepada polisi, para tersangka mengaku beraksi secara spontan.

"Ini sementara dari hasil pemeriksaan awal, dari 11 tersangka ini katanya spontan dan dari ormas tertentu. Kami butuh waktu untuk mendalami terhadap motif dari 11 orang ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seperti dikutip detik.com, Jumat (1/3/2019).

"Cuma yang sebagai leader atau aktor intelektual yang menggegerkan ini masih didalami dulu," sambungnya.

Dedi menuturkan 11 tersangka pembuat onar di Harlah NU tersebut masih menjalani proses pemeriksaan di Polsek Tebing Tinggi. Proses pemberkasan perkara, lanjut Dedi, dibantu oleh Polda Sumut.

"Pada prinsipnya, Polri akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengganggu ketertiban masyarakat," jelas Dedi.

Dedi menambahkan para tersangka berasal dari latar belakang berbeda. Di antaranya guru honorer, karyawan swasta, pengemudi becak, sopir, dan buruh harian.

Sebelumnya diberitakan, tablig akbar, doa bersama, dan peringatan Harlah NU ke-93 digelar di Lapangan Sri Mersing, Tebing Tinggi, pada Rabu (27/2) pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 11.44 WIB, sejumlah orang masuk ke dalam lokasi dan meminta acara dibubarkan karena dianggap sesat.

Massa FPI datang mengenakan baju bertuliskan tagar 2019 ganti presiden. Mereka juga meneriakkan '2019 ganti presiden'. Aparat yang bertugas di lokasi sempat mengingatkan bahwa acara itu merupakan tablig akbar dan HUT NU. Massa juga diminta tidak membuat gaduh dan keributan.

Polisi awalnya menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam keributan. Kasus ini dikembangkan dan tiga orang lain ditangkap.

"Jadi seluruhnya 11 orang, dari hasil gelar perkara terpenuhi unsur pidananya, kemudian ditingkatkan menjadi tersangka. Hari ini dikeluarkan sprin (surat perintah) penahanan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat dihubungi detikcom, Kamis (28/2).

Kuasa hukum FPI, Munarman, mengatakan ada beberapa hal yang memicu kerusuhan tersebut. Pertama, ada kegiatan kampanye terselubung dengan pembagian sembako dan pesan mengajak memilih pasangan tertentu.

"Dua, isi ceramah dari salah satu penceramah yang mengkampanyekan paslon petahana memfitnah kelompok lain sebagai radikal intoleran dan berbahaya, meng-ghibah orang, mendukung pembakaran bendera tauhid, berselawat dengan nada dangdut, dan lain sebagainya," kata Munarman lewat keterangannya, Kamis (28/2).
Redaksi sukabumiNews

Satuan Polres Sukabumi Kota, Gelar Konferensi Pers Terkait Tawuran Pelajar

sukabumiNews, WARUDOYONG – Polres Sukabumi Kota menggelar Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus tawuran antar pelajar yang dilkukan oleh pelajar SMK Pasundan dan Bina Teknik. Konfrensi digelar di SMK Pasundan Jl. Pasundan 117 Nyomplong Kota Sukabumi pada Jum'at (1/2/19).

Kapolsek Gunungguruh (Iptu) Yudi Wahyudi menjelaskan, sebelum kejadian memang kedua sekolah ini sudah merencanakan untuk melakukan tawuran dengan mengambil lokasi di Jl. Pelabuhan II KM 5 Kp. Tanjungsari Rt. 001/007 Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, tepatnya di depan PT. Sement Siam Group (SCG) yang berada wilayah Polsek Gunung Guruh.

Nemun menurut Kapolsek, pada saat itu secara kebetulan Polsek Gunungguruh sedang melakukan patroli tawuran antar pelajar, hingga akhirna tawuran dapat diantisifasi dan dibubarkan. Peristiwa ini tambah Kapolsek, terjadi sekitar sekitar pukul 15.30 Wib, tanggal 14/2/19 lalu.

"Alhamdulilah pada peristiwa ini semua pelajar tidak ada yang mengalami luka berat, hanya luka sabetan senjata tajam(Sajam), kata Yudi kepada SukabumiNews."

Yudi menambahkan,  pelaku yang terlibat dari kedua sekolah ini sudah diamankan, yakni tiga orang dari sekolah Bina Teknik berinisial D (14), MJ (15), RM (17). Sementara dari SMK Pasundan satu orang yakni SF (19).

Dari tangan pelaku, pihak polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 buah Cerulit dan 2 buah Golok Panjang dan Gir.
 “Keempat pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dari SMK Bina Teknik dijerat Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara dan satu orang pelaku dari SMK Pasundan dijerat pasal 170 ayat 1 ancaman pidana 1 tahun 6 bulan,” jelasnya.

Namun tambah Kaspolsek, dikarenakan para pelaku masih berstatus pelajar, maka pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), untuk dilakukan proses seperti biasa.

Kapolsek Gunungguruh menghimbau kepada Pihak Sekolah supaya melakukan kolaborasi lebih dalam dengan pihak Kepolisian untuk meningkatkan kerjasama demi membina siswa-siswanya supaya lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan ini adalah kejadian terakhir di wilayah hukum Polsek Gunungguruh dan Polres Sukabumi Kota, kejadian ini sangat merugikan kita semua dan generasi ini harus kita bimbing,” pungkas Kapolsek Gunungguruh.

Akibat Ulah Oknum Siswanya, Nama Baik SMK Pasundan Tercoreng

Kepala SMK Pasundan, Mahmud Yunus mengaku, nama baik sekolah SMK Pasundan tercoreng akibat ulah oknum siswanya yang telah melakukan tawuran. Padahal menurutnya, pada tanggal 14 Februari kemarin adalah hari ke empat dilaksanakannya Tray Out di sekolahnya.

Oleh sebab itu tutur Kepsek, dari pihak sekolah khususnya MKKS Kota, dalam waktu dekat akan membentuk Satgas, misalnya dalam setiap wilayah ada anggota Polseknya ada Polresnya. “Hanya tinggal menunggu persetujuan,” jelas Mahmud Yunus. “Kalau dulu sudah dibentuk dengan pelindung Kapolres dan Walikota,” tambahnya.

Sementara itu menurut Yunus, untuk di wilayah Kabupaten Sukabumi saat ini sudah terbentuk Satgas. Dengan terbentuknya Satgas akan lebih Efisien dalam mencegah aksi brutal tawuran pelajar.

“Mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir, sangat di sayangkan sebab ada satu siswa kami yang tengah duduk di kelas 3 yang tidak lama ini akan melaksanakan Ujian Nasional (UN),” ucap Kepsek.

Untuk itu Kepsek SMK Pasundan memohon kepada Kepolisian agar pada saat pelaksanaa UN nanti, tepatnya tanggal 25 sampai 28 Maret 2019, pihaknya akan meminjam kurang lebih selama 2 jam untuk mengikuti UN. “Karena ujiannya berbasis komputer, jadi ujiannya harus di sekolah," jelasnya.


[Pewarta: Azis R]
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, February 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

SPBU di Jl. Raya Kadupugur Sukabumi Porak Poranda Diterjang Angin Puting Beliung

sukabumiNews, CICANTAYAN – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Raya Kadupungkur, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi porak poranda akibat diterjang angina putting beliung yang terjadi Jumat (22/2/2019).

Tidak hanya itu, angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB siang itu juga mengakibatkan sejumlah rumah dan toko di sekitar wilayah tersebut mengalami kerusakan.

Menurut warga, kejadian diawali hujan deras bahkan sempat turun hujan es. Setelah itu angin besar menyapu hingga mengakibatkan kerusakan bangunan.

"Pertama kejadian sekitar pukul 14.00 WIB, hujan es sebesar kelereng. Angin besar dan atap itu rubuh menimpa sebuah sepeda motor," ujar Giri (55 tahun) warga. -

Kerusakan akibat puting belung juga terjadi di kantor BKPSDM Kabupaten Sukabumi. Sejumlah pohon ambruk menimpa bangunan di kantor tersebut.

Beruntung tidak ada korban atas insiden tersebut.


[Pewarta: Azis/Telly/Red*]

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
close
close