Breaking
Showing posts with label pembangunan. Show all posts
Showing posts with label pembangunan. Show all posts

Monday, September 9, 2019

Redaktur

Pemdes Bojong Berharap Dinas PU Bantu Proses Normalisasi Sungai Cibojong

*pengerukan lumpur Bendukan Babakan Sungai Cibinong Desa Bojong*
sukabumiNews, CIKEMBAR – Pemerintah Desa Bojong bekerja sama dengan warga Bojong melakukan pengerukan lumpur bendungan Babadak sungai Cibojong sepanjang 50 meter. Padahal, area sungai Cibojong yang terletak di Kp. Sungapan, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini membentang hingga perbatasan desa Bojong Kembar dengan luas lahan mencapai 100 hektar.

Pihak Desa berharap, Dinas PU Kabupaten Sukabumi segera membantu proses pengerukan yang masih belum tuntas.

"Saat ini kami telah melaksanakan giat pengerukan sungai Cibojong dari endapan lumpur dengan kedalaman 2,5 meter, yang kini hanya tinggal 80 cm,” ungkap Pjs. Kades Bojong, Iyus Setiawan, ditemui sukabumiNews di ruang kerjanya, Senin (9/9/2019).

Menurut Iyus, awalnya sungai ini memiliki lebar 11 meter, namun kata Dia, kini sudah menyusut tinggal sekitar 8 meter. “Kita baru mampu mengeruk sepanjang 50 meter,” jelasnya.

sungan cibojong kecamatan cikembar
Pjs Kades Bojong bersama staf dan Babinsa di Sungai Cibojong sebelum dilakukan pengerukan oleh pemerintah desa.  
Pjs Kades Bojong berharap, untuk sisanya ada bantuan dari Dinas PU Kabupaten Sukabumi.

Iyus menegaskan, normalisasi sungai penting dilakukan guna menjamin ketersediaan air bagi para petani di desa Bojong. Oleh karenanya, tutur Iyus, warga inisiatif membantu pemdes Bojong melakukan giat normalisasi.

Keberadaan alat berat juga, tambah Iyus merupakan bantuan dari perusahaan setempat untuk lebih memudahkan proses pengerukan lumpur. “Kami berharap ada bantuan tambahan alat berat lagi, terutama dari dinas PU demi mempercepat proses penyelesaian pengerukan,” tambah Pjs. Kades.

Senada dengan Kades Bojong, Ketua Mitra Cai, Omen (60) yang juga selaku Petani Pengguna Pemanfaatan Air (P3A) Desa Bojong mengatakan, dengan adanya giat ini akan sangat membantu para petani untuk mendapatkan pasokan air ke areal pesawahan.

"Dampak dari normalisasi ini membuat saluran air skunder ke areal pesawahan menjadi lancar," tutur Omen.

Omen menginginkan pengerukan ini terus dilakukan hingga selesai, lantaran tutur Omen, jika kebutuhan air sudah normal, pola tanam dan panen akan stabil. Dia juga berharap adanya TPT, agar saat musim hujan tiba air tidak meluap.


Pewarta : Azis R.
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, August 31, 2019

Redaktur

Resmikan Bendungan Leuwisapi, Gubernur Jabar Dukung Petani Sawah di Sukabumi

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil, pada peresmian Bendungan Leuwisapi di Kp. Halimun, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/08/2019). | FOTO: Azis R/sukabumiNews  
sukabumiNews, WARUNGKIARA – Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil, hari ini kembali berkunjung ke Kabupaten Sukabumi untuk meresmikan Bendungan Leuwisapi yang berlokasi di Kp. Halimun, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/08/2019).

Dalam kunjungannya Kang Emil menjelaskan, Bendungan Leuwisapi merupakan bagian dari serangkaian program prioritas Pemprov Jabar untuk meningkatan kualitas pertanian sawah di Kabupaten Sukabumi.

"Program pembangunan ini untuk mendukung para petani sawah di wilayah Warungkiara dan sekitarnya. Konsepnya berupa embung dan irigasi untuk menampung air yang bisa dipergunakan mengairi pesawahan warga. Jadi, melalui sarana ini, produktifitas petani sawah bisa lebih meningkat," kata Kang Emil kepada wartawan usai meresmikan bendungan Leuwisapi di Kp. Halimun, Desa warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/08/2019).

Produktifitas pertanian sawah di Kabupaten Sukabumi, Lanjut Gubernur, harus diwujudkan maksimal. Kang Emil mencontohkan, seperti pada peningkatkan areal pesawahan yang diairi seluas 75 hektar berhasil menjadi 250 hektar dan dari hasil panen sebanyak 675 ton menjadi 3750.

BACA Juga:
Ribuan Hektar Sawah Tanpa Hasil, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Upayakan Perbaiki Bendungan Irigasi dan Tambah Tanam

Lebih jauh tentang programnya, Kang Emil menuturkan, saat ini Pemprov Jabar tengah mengerahkan kemampuan untuk membangun desa. Adapun yang dimaksud membangun desa kata Kang Emil, seperti membangun Desa Digital, one village one product dengan uraian satu desa satu perusahaan dan satu pesantren satu produk. Kemudian, lanjut Dia, ada program kredit mesra di Masjid yang difasilitasi DKM melalui program satu desa satu Hafidz Qur'an.

Selain itu, Kang Emil juga menyebut akan menggarap sektor pariwisata dengan serius. Sehingga, kata Dia, pengelolaannya dapat menghasilkan profit. Keseriusan Pemprov Jabar terhadap sektor wisata di Kabupaten Sukabumi lanjut Dia, dapat dilihat pada pengembangan objek wisata Geopark Ciletuh dan titik wisata lainnya, Pemprov Jabar sudah menyediakan anggaran sebesar Rp10 miliyar untuk perbaikan.

"Untuk sektor wisata, sudah disiapkan Rp10 milyar. Untuk masalah lainnya seperti pembuatan bandara, sedang kita pilah dulu lokasinya, bisa di Cicarate Ujung Genteng atau di Cikembar, Inysaallah semuanya akan terwujud dan Sukabumi mampu lebih baik," pungkasnya.


BACA Juga:
Gubernur Jawa Barat Resmikan Masjid Baru Pondok Modern Assalam Sukabumi

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, saat diwawancarai wartawan usai peresmian Bendungan Leuwisapi di Kp. Halimun, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/08/2019). | FOTO: Azis R/sukabumiNews  
Senada dengan Gubernur Jabar, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengaku bahwa berbagai bantuan akan datang ke Kabupaten Sukabumi di tahun 2020. Marwan menyebut ada 8 kecamatan yang masuk kepada pengembangan pembangunan Geopark Ciletuh.

"Alhamdulillah, usulan berbagai pembangunan di Kabaputen Sukabumi sudah masuk program Pemprov Jabar dan Pusat. Kita doakan semoga realisasi pembangunannya cepat agar dapat segera dinikmati oleh warga Kabupaten Sukabumi," jelas Marwan.



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, June 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lurah Cikundul Punya Program “Tabarok” untuk Mengentaskan Kemiskinan

Agus Heryanto, Lurah Cikundul Lembursitu saat berada di depan Rutilahu milik Mak Unah yang Rampung Diperbaiki. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
sukabumiNews, LEMBURSITU – Lurah Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Agus Heryanto mengatakan, pihaknya memiliki inovasi untuk mengentaskan kemiskinan dengan program Tabungan Barokah (Tabarok). Perogram tersebut akan dilauncing (diluncurkan) pada 25 Juni 2019 mendatang.

Dikatakan Agus, saat ini di wilayah Kelurahan yang dipimpinnya masih terdapat 208 unit Rutilahu yang layak mendapatkan bantuan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya terus berusaha mengajukan permohonan kepada Kementrian PUPR dan Gubernur, yang akhirnya pengajuan tersebut sudah disetujui, meski baru sebagian.

"Alhamdulillah, tahun ini rencananya kami akan mendapatkan bantuan untuk 70 unit rutilahu, mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan program penuntasan rutilahu bisa segera terealisasikan," ungkapnya kepada sukabumiNews ditemui saat ia menengok rumah Mak Unah, Guru ngaji penyandang disabilitas, Ahad (2/6/2019).

BACA:

Lebih jauh Agus mengungkapkan, pihaknya mempunyai inovasi untuk masalah penanggulangan kemiskinan yang didasari oleh swadaya masyarakat. Nama program tersebut adalah Tabungan Barokah (Tabarok) yang akan diluncurkan pada tanggal 25 Juni 2019 mendatang.

"Program tersebut merupakan gerakan infaq sebesar Rp 1 ribu setiap hari yang akan dimulai di wilayah RW 01, Kelurahan Cikundul, infaq tersebut ditujukan untuk sebanyak 250 Kepala Keluarga (KK)," katanya.

Agus menambahkan, dari program tersebut pihaknya menargetkan pengumpulkan infaq sebesar Rp1 Milyar per tahun. Nantinya uang tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang masuk dalam wilayah program untuk mengentaskan kemiskinan.

"Akan dimulai di RW 01 dan akan dilaunching oleh BAZNAS Kota Sukabumi, mudah-mudahan bisa berhasil dan akan dilanjutkan untuk RW lainnya." Pungkas Lurah Cikindul.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Berkat Peran Aktif Kelurahan dan Kepedulian Para Dermawan, Guru Ngaji Penyandang Disabilitas Itu Sudah Bisa Menempati Rumah Baru Sebelum Idul-Fithri 1440 H

sukabumiNews, LEMBURSITU - Pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Mak Unah Lansia penyandang disabilitas warga Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi sudah mencapai 100 persen. Progresnya berjalan dengan baik dan diperkirakan akan ditempati sebelum Hari Raya Idul Fithri 1440 H.

"Alhamdulillah, pembangunan rumah Mak Unah sudah rampung dikerjakan, sehingga Mak Unah sudah bisa menempati rumah baru," kata Lurah Cikundul, Agus Heryanto saat ditemui sukabumiNews, Ahad (2/6/2019).
Agus menjelaskan, pembangunan rumah Mak Unah berjalan tanpa hambatan lantaran kondisi cuaca saat ini cukup mendukung. Selain itu antusiasme ketua RW dan masyarakat setempat cukup tinggi, sehingga pembangunan berlangsung dengan cepat.

"Rumah Mak Unah dibuatkan dengan ukuran 8X6 meter, yang dirancang untuk dua ruangan kamar, ruangan tengah, dapur serta WC agar Mak Unah tidak kesulitan jika akan melakukan kegiatan MCK," jelas Agus.


BACA:
Lurah Cikundul Punya Program “Tabarok” untuk Mengentaskan Kemiskinan



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pemdes Sukalarang Realisasikan DD Tahap II untuk Pembangunan Rabat Beton

Foto: Masyarakat Bergotong Royong Perbaiki Jalan dengan Rabat Beton Jalan Desa. (Rio/sukabumiNews)
--   
sukabumiNews, SUKALARANG - Pemerintah Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, merealisasikan Dana Desa (DD) tahap II tahun anggaran 2019 untuk pembangunan rabat beton jalan desa. Jalan yang menghabiskan dana sekitar RP 250 juta tersebut memiliki panjang sekitar 530 meter dan lebar 2,5 meter.

"Infrastruktur yang bagus, terutama jalan dapat mempermudah mobilisasi barang dan orang, sehingga dapat meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan rakyat pun cepat terwujud," kata Kepala Desa Sukalarang, Ece Suryadi kepada sukabumiNews.

Ece menambahkan, dengan kondisi infrastruktur yang lebih baik secara kuantitas maupun kualitas, menjadikan masyarakat lebih mudah dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

"Kami akan terus berupaya agar dana dari pemerintah dapat teralokasikan dengan sebaik mungkin untuk membangun sarana dan prasarana ," tambahnya.

Pembangunan ini terlaksana atas hasil musyawarah dari mulai MUSDUS hingga MUSRENBANGDES bersama ketua RT RW dan tokoh masyarakat.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang Mudik 2019, Perbaikan Jalur Nagreg Dikebut

sukabumiNews, BANDUNG – Jelang mudik 2019, masih banyak jalan berlubang di jalur mudik Cileunyi-Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Proses perbaikanpun tengah dikebut.

Pantauan di lapangan, Ahad (5/5/2019) terdapat sejumlah lubang di jalan tersebut. Terutama di jalur alteri Cileunyi menuju Nagreg.

Sementara itu, sebagian jalan berlubang yang berada di kawasan Cikaledong atau sebelum lingkar Nagreg sudah dilakukan perbaikan oleh Dinas PUPR.

“Dari hasil evaluasi hampir diperkirakan 80 persen sudah siap. Ada beberapa tempat yang harus dilakukan perbaikan jalan,” kata Kasatlantas Polres Bandung, AKP Hasby Ristama.

Menyikapi hal tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bandung.

“Kami bekerjasama dengan PUPR untuk melakukan perbaikan jalan,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan, H-20 lebaran kerusakan di jalur mudik Cileunyi-Nagreg harus selesai diperbaiki.

“H-20 jalan itu harus siap semua dan kita mengimbau kepada masyarakat agar patuhi peraturan lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tutur dia.

Sementara itu, untuk kerusakan-kerusakan jalan yang terjadi di jalan tol pihaknya akan berkoordinasi dengan Jasa Marga.
“Kita akan berkoordinasi dengan Jasa Marga, agar segera diperbaiki kerusakan jalannya. Kita juga akan merekomendasikan untuk perbaikan dilakukan di malam hari,” pungkas Hasby.


Pewarta: arh/dtk.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pemdes Cipurut Salurkan DD Tahap II untuk Tujuh Kegiatan Fisik

Pembangunan TPT di Kp. Gandasoli, Rt 02 Rw 07 Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas. (Foto: dok. Rio/sukabumiNews)
-----
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Pemerintah Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sukses merealisasikan kegiatan yang dibiayai Dana Desa (DD) tahap II tahun anggaran 2019 di tujuh titik pembangunan. Total dana yang diserap untuk tujuh kegiatan  pembangunan itu mencapai sekitar Rp90 juta.

"Alhamdulillah realisasi kegiatan pembangunan yang difokuskan di tujuh titik berjalan dengan baik dan lancar," kata Edi Sofyan, anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kepada wartawan, Senin (29/4/2019).

Edi menambahkan, ketujuh titik pembangunan yang dibiayai DD tersebut terdiri dari empat titik pembangunan tembok penahan tanah (TPT), dua titik pembangunan rabat beton jalan lingkungan, dan satu titik pembangunan posyandu.

"Proyek tersebut dalam hal pengerjaan dan pembelian material ditangani oleh TPK, sementara keuangannya langsung dari bendahara," tambahnya.

Ditemui di tempat berbeda, Kepala Desa Cipurut, Yaya Suryadi menjelaskan, sebelumnya Pemdes Cipurut merealisasikan DD tahap I tahun anggaran 2019 yang dialokasikan untuk pembangunan gedung serbaguna dan sudah selesai jauh-jauh hari.

"Untuk pekerjanya melibatkan warga setempat. Jadi, semua aparat desa, RT, RW dan warga yang bekerja memberikan pertanggungjawabannya kepada kepala desa. Dalam hal ini kepala desa, memberikan wewenang kepada mereka sesuai tupoksinya masing-masing," tegasnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, April 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pemkot Sumbang Dana Rp 5 Miliar untuk Pembangunan Kelurahan Baros Citamiang

Kabid Tata Bangunan Dinas PUPR Kota Sukabumi, Agus Ramdan Darojatim. (Foto: dok. Azis R./sukabumiNews)
-----
sukabumiNews, WARUDOYONG - Pemerintah Daerah Kota Sukabumi mengalokasikan dana pembangunan Gedung Kelurahan Baros dan Kelurahan Citamiang sebanyak Rp 5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD).

"Pembangunan tersebut menggunakan dana APBD yang diperkirakan menghabiskan dana Rp 5 miliar," terang Kabid Tata Bangunan Dinas PUPR Kota Sukabumi, Agus Ramdan Darojatim kepada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, Pembangunan kedua Gedung tersebut sifatnya belanja Aparatur untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Rincian dana Rp.5 miliar akan dibagi, yakni Rp 2,9 milyar untuk pembangunan gedung kelurahan Baros, dan Rp.2,1 milyar untuk Kelurahan Citamiang.

"Pembangunan tersebut akan direalisasikan pada tahun 2019 ini," ungkap Agus.

Dia menambahkan, sebetulnya bukan hanya Kelurahan Baros dan Citamiang saja yang mengusulkan untuk dilakukan rehabilitasi atau repitalisasi namun hal itu disesuaikan dengan APBD.

"Kalau dari sisi umur bangunan sudah cukup untuk dilakukan pembangunan ulang,tapi kita juga melihat kondisi APBD kita jadi sifatnya bukan tidak prioritas tapi ada yang lebih prioritas," tutupnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

70 Persen Dana Kelurahan Cikole akan Dialokasikan untuk Infrastruktur

sukabumiNews, CIKOLE – Sebanyak 70 persen Dana Kelurahan Cikole akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk mengentaskan kekumuhan di dua wilayah ke-RW-an yang saat ini masih tersisa 3,5 persen.

"Sesuai dengan keputusan hasil Musrenbang tahun 2018 dan Permendagri 130 tahun 2018 bahwa Dana Kelurahan akan digunakan untuk sarana dan prasarana Kelurahan," kata Lurah Cikole, Ujang Dayat kepada SukabumiNews di ruang kerjanya, Senin (15/4/2019).

Lurah Ujang menjelaskan dana tersebut akan di alokasikan untuk  tujuh RW di wilayah Kelurahan Cikole Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan drainase, rabat beton, sarana air bersih (SAB) dan sisanya sekitar 30 persen akan digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Mudah-mudahan tercover semuanya, karena usulan melalui Musrenbang tahun 2017 dan 2018 sudah ada yang tersentuh oleh program Kotaku dan P2RW," ucap Ujang Dayat.

Ujang juga mengungkapkan, dari tahun 2017 terdapat dua RW yang termasuk wilayah kumuh, meskipun sudah disentuh beberapa program pemerintah. Akan tetapi, lanjut Ujang di dua wilayah RW itu masih menyisakan kekumuhan sekitar 3,5 persen.

"Seperti di RW 01 dan 02. Maka untuk menanggulanginya diperlukan dana sekitar Rp 150 juta. Mudah-mudahan bisa dituntaskan oleh Dana Kelurahan tahun ini hingga menjadi nol persen," jelasnya.



Pewarta: Azis R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, March 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Horee! Bupati Sukabumi akan Bangun Stadion di 47 Kecamatan

sukabumiNews, CISAAT - Bupati Sukabumi Marwan Hamami berencana akan membangun Stadion di 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi. 

Hal itu disampaikan Marwan kepada sukabumiNews usai melantik pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) masa bhakti 2019-2024, di Gelanggang Olahraga (GOR) Cisaat Kabupaten Sukabumi, Selasa (26/3/2019).

BCA: Pengurus KONI Kabupaten SukabumiDilantik Bupati Marwan

Pada kesempatan tersebut Marwan mengatakan akan mendorong kemajuan olahraga melalui KONI di Kabupaten Sukabumi. 

Selain itu Marwan juga meminta supaya KONI melakukan pencarian bakat dari tingkat SD dan Madrasah, karena pemerintah daerah akan memiliki 47 stadion di setiap kecamatan agar olahraga di Kabupaten Sukabumi semakin maju.

"Pengurus KONI harus segera melakukan konsilidasi internal, membenahi, dan memfasilitasi cabang-cabang olahraga yang mempunyai harapan untuk berprestasi dan melakukan pencarian bakat di SD dan Madrasah," pitanya.

Di tempat sama, Brigjend Ahmad Saefudin selaku Ketua KONI Jawa Barat mengapresiasi ketegasan Sirojudin yang meminta Bupati Sukabumi untuk membantu seluruh program KONI agar dapat terealisasi. Karena menurutnya semua harus berjalan beriringan dan saling membantu.

"Pengurus KONI yang baru harus bekerja lebih baik dan tulus,” tegas Brigjen Ahmad Saefudin.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, March 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

Butuh 2 Milyar Lebih Anggara untuk Pembangunan Kelurahan Lembursitu di Beberapa Titik

Lurah Lembursitu berharap memiliki kewenangan tersendiri dalam mengelola Anggaran Dana Kelurahan

sukabumiNews, LEMBURSITU – Sesuai amanah perundang-undangan Pemerintah Kota Sukabumi, bahwasannya Kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk mengelola anggaran keuangan secara tersendiri. Akan tetapi kewenangan pengelolaanya ada di SKPD tingkat Kecamatan.

Hal ini dijelaskan Saefuloh, Lurah Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi kepada sukabumiNews diruang kerjanya, Senin (25/3/2019).

Dikatakan Saefuloh, anggaran dana pembangunan untuk Kelurahan Lembursitu secara langsung tidak ada. “Yang masuk ke Kelurahan Lembursitu itu melalui Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM),” terangnya.

Meski menurut informasi yang berkembang di masyarakat sambung dia, untuk tahun 2019 ini semua kelurahan mendapatkan bantuan kelurahan.

“Namun sampai saat ini sosialisasi dari kementrian Dalam Negeri belum rampung dan saat ini masih dikaji ulang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA) tentang bagaimana sistemnya dan buat apa kepentingannya,” kata Saefuloh.

"Kita bukan SKPD sehingga kita kita tidak bisa menerima anggaran dana dari Pemerintah pusat begitu saja, jadi ada aturan mainnya Anggaran itu masuk melalui APBD Kota Sukabumi dan APBD Kota itu sendiri tidak bisa serta merta menyerahkan karena harus ada aturan yang mengakomodir pencairan dana tersebut," jelas Saefuloh.

Dia menambahkan, Kelurahan Lembursitu meliputi 21 RW dan 67 RT. “Dari semua ajuan perencanaan masyarakat melalui tahapan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kalau untuk P2RW kita menskala prioritaskan dengan di masing-masing RW,” ucapnya.

Sementara untuk Anggaran Dana Kelurahan kata Saefuloh, pihaknya menskala prioritaskan untuk Kelurahan yang bisa di akses oleh semua Masyarakat.

Adapun tambah Saefuloh, Anggaran Dana kegiatan yang sesuai dengan ajuan pembangunan di Kelurahan Lembursitu cukup besar yakni mencapai Rp2 Milyar lebih untuk pembangunan di beberapa titik. “Kalau di tahun sekarang kita tidak direalisasikan, ya tahun depan kita ajukan kembali,” tambahnya.

Lurah Lembursitu berharap untuk Anggaran Dana Kelurahan, sama seperti halnya Desa yang berada di wilayah Kabupaten, sebab menurutnya, desa yang ada di kabupaten mempunyai kewenangan tersendiri, sementara untuk Kelurahan yang ada di Kota Sukabumi tidak memiliki kewenangan untuk itu.

Intinya tegas dia, kelurahan diberikan keluluasaan untuk mengelola dana tersebut. “Kita pun akan lebih berhati-hati menggunakan bantuan itu, jangan sampai bisa menjadi masalah baik untuk warga mau pun untuk kelurahan yang akan mengelolanya." Pungkas Saefuloh.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, March 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Luhut Tinjau Pembangunan Dermaga Cikahuripan yang Sudah Lama Mangkrak

sukabumiNews, CISOLOK – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Cikahuripan, Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/3/2019).

Dalam kunjungannya Luhut meninjau langsung Dermaga Cikahuripan yang pembangunannya sudah 6 tahun terbengkalai (mangkrak). Luhut menyebut mangkraknya dermaga tersebut, lantaran adanya kesalahan dalam pembuatan desain.

Dermaga Cikahuripan Cisolok ini mulai dibangun tahun 2001, namun di tahun 2013 kemarin pembangunannya terhenti.

"Saya datang tadi ke sini atas permintaan pak Aji Troy (Ketua persatuan nelayan tradisional Kabupaten Sukabumi, red) mengenai Pelabuhan ini yang belum selesai. Saya dengar sudah enam tahun terbengkalai dan kita ingin selesaikan," ujar Luhut kepada wartawan.

Luhut menegaskan, pembangunan dermaga tersebut akan segera diselesaikan. Bahkan menurutnya, ia telah berkomunikasi dengan Deputinya.

“Sepertinya ada yang salah dalam desain mengenai panjang dermaga ke tengah laut supaya jangan masuk sedimennya ke tempat penampungan kapal sehingga jadi darat," ungkap Luhut.

Sementara itu Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Kabupaten Sukabumi Aji Marpudin, kepada Luhut menceritakan bahwa akibat mangkraknya pembangunan dermaga tersebut, karena adanya pondasi dermaga, para nelayan selama enam tahun harus berenang menuju perahu atau ke darat.

"Setiap hari nelayan terpaksa pulang dan pergi dengan berenang pak, posisi perahu semuanya di tengah bukan di pinggir karena kontruksi bangunan penahan ombak atau Breakwater yang buruk dan memang belum jadi," jelas pria yang lebih dikenal dengan panggilan Aji Troy ini.

Pada kesempatan itu tokoh nelayan Cikahuripan ini juga langsung mengajak Luhut melihat konstruksi dermaga yang mangkrak itu.

Sekedar diketahui, Luhut  datang ke Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi dalam rangka temu wicara dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh Agama serta masyarakat di wilayah tersebut.

Hadir dalam kesempatan itu Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Kustiwa, Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sarjono, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Haris Sukarman, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi S.I.K, SH, MH., Danposal Palabuhanratu Kapten Laut (P) Maman Badruzaman, Ketua Nelayan Tradisional Cisolok H. Aji Marpudin, Alwi Sihab Tim Kementrian Kemaritiman, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda setempat.


Pewarta: Agus Sadewa/Jahrudin
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, March 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dishub Kabupaten Sukabumi akan Bangun Halte Bernilai Ratusan Juta Rupiah di Cibadak

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, berencana akan membangun 4 unit Halte pemberhentian penumpang di sejumlah kawasan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi
sukabumiNews, CIBADAK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, berencana akan membangun 4 unit Halte pemberhentian penumpang di sejumlah kawasan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Wacananya pembangunan Halte tersebut akan dikerjakan mulai Mei 2019.

Kepala Bidang Teknik Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi Uus Firdaus kepada sukabumiNews,net menginformasikan, titik lokasi rencana pembangunan 4 halte ini diantranya didepan SMPN 2 Cibadak, RSUD Sekarwangi, SMPN 3 Cibadak dan Taman Kota Karangtengah Cibadak.

"Rencana pembangunan 4 unit halte tersebut, merupakan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Cibadak dengan Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) tahun anggaran 2019," ujar Uus Firdaus, Rabu (13/03/19).

Adapun tambah Uus, pembangunan 4 Halte tersebut diperkirakan akan menyerap anggaran senilai Rp170 juta dari PIK 2019.

Uus menilai, usulan dan rencana pembangunan 4 Halte tersebut sangat penting kususnya bagi para pelajar dan masyarakat umum (penumpang mobil angkutan, red) bagi keselamatan dan kenyamanan dalam menunggu kendaraan.

Sementara itu Camat Cibadak Lesto Rosadi ketika di konpirmasi melalu pesan Whatsappnya membenarkan adanya rencana pembangunan 4 halte bagi penumpang kendaraan di wilayahnya. Bahkan kata dia rencana tersebut sudah masuk dalam Musrenbang.

"Ya, semoga pembangunan 4 Halte itu bisa segera terealisasi dan tanpa ada hambatan,” kata dia, seraya menambahkan, “ini sangat bermanfaat besar untuk masyarakat umum, kususnya para pelajar dengan arus volume kendaraan yang begitu padat."


[Pewarta: Rudi Samsidi]
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tahun 2018 Dinas PU Kabupaten Sukabumi Realisasikan Delapan Titik Pembangunan Jalan

[Salah satu perbaikan jalan Kabupaten Sukabumi pada Pengajuan 2018]
sukabumiNews, SUKABUMI – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi di Tahun Anggaran (TA) 2018 telah melaksanakan pembaharuan inprastruktur dengan merealisasikan pembangunan Jalan Kabupaten sebanyak delapan titik ruas jalan.

Sekretaris Dinas  (Sekdis) PU Kabupaten Sukabumi, Sigit kepada sukabuminews menjelaskan, delapan titik ruas jalan tersebut diantranya di Kecamatan Ciracap, ruas jalan Ciracap-Ujunggenteng sepanjang 4.60 km dengan lebar 4 meter. Kemudian di Kecamatan Ciemas ruas jalan Ciemas-Tamanjaya sepanjang 3.30 km dan lebar 4 meter. Menyusul, Jalan Bale RK-Gunungbatu sepanjang 0.80 km, lebar 4 meter, serta Jalan Lebak Wangi-Cijambe sepanjang 0.66 km dan lebar 3 meter.

"Adapun di Kecamatan Waluran, ruas jalan Kadaleman-Mareleng sepanjang 1.75 km, 3 meter, di Kecamatan Kebonpedes ruas jalan Cikaret-Cipari sepanjang 1.80 km, 3 meter, di Kecamatan Parakansalak ruas jalan Pakulon-Bojongpari 0.55 km lebar 4 meter, dan terahir di Kecamatan Parungkuda ruas jalan Sundawenang-Bojong Genteng sepanjang 1.00 km lebar 4 meter," terang Sigit, Ahad (10/03/19).

Sigit juga mengatakan bahwa dalam realisasi pembangunan perbaikan inprastrukturnya itu dengan mengunakan pekerjaan Laston AC-WC yang dikerjakan secara bertahap dan susuai spek pengerjaan.

"Saya berharap dengan pembangunan secara bertahap di program 2018, ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Sukabumi, dan semua perbaikan yang belum tersentuh bisa terealisasi di tahun 2019," ucapnya.


[Pewarta: Rudi Samsidi]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, January 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi Resmikan IGD RS. Sekarwangi Cibadak Senilai Rp13 Milyar

Bupati Sukabumi Drs.H.Marwan Hamami meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), gedung Intensiv Care Unit (ICU), dan gedung Rawat Inap paru-paru (Fatmawati) yang di bangun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi dengan anggaran sebesar Rp13 Milyar.
sukabumiNews, CIBADAK – Bupati Sukabumi Drs.H.Marwan Hamami meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), gedung Intensiv Care Unit (ICU), dan gedung Rawat Inap paru-paru (Fatmawati) yang di bangun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi dengan anggaran sebesar Rp13 Milyar.

“Dengan diresmikan Gedung baru ini, semua jenis pelayan bisa lebih baik dan terintegrasi karena sudah masuk Rumah Sakit Tipe B,  maka fasilitas dan pelayanan pun semakin hari harus lebih baik,” ucap Marwan Hamami saat sambutan pada peresmian yang dilaksanakan di Aula RSUD Sekarwangi, Rabu (23/1/ 2019)

Marwan melanjutkan bahwa hari ini ada program beasiswa yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah untuk anak-anak yang ingin menjadi Dokter. Utuk masalah persyaratan dan ketentuannya, jelas Marwan setelah berhasil mereka harus kembali ke daerah.

“Sama halnya ketika saya dulu pada Tahun 2006 ikut andil melaksanakan program ini. Yang ingin menjadi bidan kita biayai lalu ketika sudah selesai sekolahnya harus mengabdi di pemerintahan Kabupaten Sukabumi,” kenang Bupati Sukabumi itu.

“Begitu juga dengan Dokter. Ketika anak-anak lulus sekolah SMA ingin menjadi Dokter dan keluarganya tidak mampu, padahal anak tersebut mempunya prestasi, maka pemerintah Kabupaten Sukabumi akan mendorong untuk memberikan beasiswa sampai lulus, dengan syarat setelah lulus harus mengabdi,” jelas Marwan.

[Pewarta: Azis R]

Editor: A. Malik AS/Red]

Tuesday, January 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Terkait Jalan Rusak, Warga Dua Desa di Kecamatan Cilograng Tunggu Janji Pemerintah Selama 12 Tahun

Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Rangkasbitung, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.
sukabumiNews, CILOGRANG – Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.

Untuk itu, warga yang tingga di kampung yang berada di dua desa tersebut diantaranya yaitu Kp Pasir Salam, Kp Cilograng, dan Kp Kalapa Dua meminta kepada pemerintah terkait agar segera merealisasikan janjinya.

Adalah Dadang, salahsatu warga Kp Pasir Salam bersama warga berharap kepada pemerintah mulai dari tingkat desa hingga propinsi untuk segera merealisasikan janji-janji yang pernah di ucapkannya, terupama kepada masyarakat Cilograng.

“Saya sangat menderita dan sedih ketika melihat ada sala warga yang sakit atau ibu yang mau melahirkan harus degera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, terpaksa harus jalan kaki atau naik ojeg sejauh 3 kilo meter dengan waktu jarak tempuh hampir 2 sampai 3 jam disebabkan jalan rusak tidak memadai. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini,” ungkap Dadang, kepada sukabumiNews, Selasa (22/1/2019).

“Bahkan terkadang orang yang sakit harus di gotong pake tandu/sarung karena kalau naik ojeg takut jatuh,” kata Dadang.

Dadang juag menjelaskan bahwa memang 12 tahun silam jalan kecamatan tersebut pernah diaspal. “Itu pun waktu ada acara Musabaqoh Tilawatil-Quran (MTQ) di Kecamatan Cilograng 12 tahun silam,” jelas Dadang. 

Seperti yang diungkapkan Dadang, Epang Ketua RW Kp Kalapa Dua menuturkan bahwa 12 tahun pihknya hanya menunggu janji. Bahkan tambah dadang, jika ditagih mereka cukup pandai berkelit lidah. “Padahal kami butuh Bukti, bukan Janji,” tegas Epang.

Pdahal tambah Epang, jika ada hal yang harus dikerjakan dan dilakukan warga, terutama urusan tanah, pemeritah harus selalu diturutinya dengan alasan aturan dan hukum. “Tapi saat warga membutuhkan, mereka hanya bisa mengubar janji dan berkelit lidah,” ucapnya.

[Pewarta: Jahrudin]
Edito: Red.

Tuesday, January 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Cak Imin Aspirasi terhadap Usaha Pemekaran Wilayah Sukabumi Utara

sukabumiNews, KADUDAMPIT – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. atau yang lebih dikenal dengan Gus Imin atau Cak Imin sangat mengapresiasi keluhan yang berkembang di kalangan para Guru Honorer, petani dan Nelayan di Kabupaten Sukabumi.

Tidak hanya itu, Cak Imin juga mengapresiasi terhadap keinginan masyarakat Kabupaten Sukabumi terutama yang ada di wilayah utara Sukabumi untuk mengembangkan potensi wilayahnya dengan Otonomi daerah, yakni Pemekaran Sukabumi Utara.

Hal tersebut di ungkapkan Cak Imin saat kunjungannya bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo ke wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/01/2019).

“Tujuan saya datang ke Sukabumi ini aspirasi terhadap keluhan yang berkembang dari para Guru Honorer, para petani serta nelayan, dan otonomi daerah pemekaran Sukabumi Utara, lalu problem petani yang terus mengalami kesulitan pemasaran dalam produksinya,” jelas Cak Imin kepada Sukabuminews di Cafe Rengganis Priuk Kadudampit.

“Saya Ketua Umum Partai Kebangkita Bangsa (PKB) dan sebagai Wakil Ketua MPR RI,  agar bisa menindak lajunti dalam berbagai hal seperti Guru Honorer segera diangkat, lalu soal komitmen daerah untuk mewujudkan pemekaran Sukabumi Utara segera terwujud,” katanya.

Kemudian juga, tambah dia, khusus mengenai persoalan nelayan memang harus secepatnya diperhatikan. “Kita berharap agar aparat Kepolisian dan Kejaksaan serius dalam menangani permasalahan ini,  jangan sampai para nelayan yang sedang mencari nafkah terkriminalisasikan akibat proses kesalah pahaman pencarian nafkah itu,” tukasnya.

Masih diruang yang sama, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo memberikan pemaparan kepada Komunitas Nelayan dan Komunitas Petani. Menurutnya, saat ini pemerintah terus meningkatkan Dana Desa.

Dijelaskannya, dalam kurun 4 tahun saja pemerintah sudah menggelontorkan dana sekitar 187 triliun, kemudian di tahun ini di tambah 70 triliun menjadi 257 Triliun.

Menurut Mendes, salah satu pembangunan yang paling efektif adalah harus dari bawah. Meski jelas dia, awalnya ADD sempat menjadi kontroversi yang kemudian pemerintahan Jokowi melalui Kader PKB  memberikan kepercayaan kepada salah satu kader terbaik PKB untuk memegang jabatan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Saya memberikan saran agar para petani dan nelayan ikut andil di dalam sturktural Badan Pemusyawarahan Desa, sebab dalam wadah tersebut bapak dan ibu bisa ikut menentukan penggunaan Dana Desa itu,” kata Eko Putro Sandjojo.

Dia juga menjelaskan bahwa yang menentukan Dana Desa itu bukanlah Kepala Desa, namun Anggota Badan Pemusyawarahan Desa yang mewakili masyarakat, perwakilan dari Guru Honorer, nelayan dan petani.

“Nanti kita akan membuat kategorinya dan akan di lobi kepada Kementrian Dalam Negeri bahwa Bada Pemusyawarahan Desa (BPD) harus mewakili kelompok-kelompok seperti Tokoh Masyarakat, ulama, petani, dan nelayan,” ungkapnya.

[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.
close
close
close