Breaking
loading...
Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Saturday, April 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Calegnya Terindikasi Kasus Penipuan, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi Siap Berikan Bantuan Hukum

sukabumiNews, CIBADAK - Beredarnya informasi mengenai adanya Kader Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Gerindra berinisial TS (45) yang ditangkap Sat Reskrim Polres Sukabumi di wilayah Kota Sukabumi lantaran diduga terlibat kasus penipuan pada Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 16.00 WIB, Ketua DPC Partai Gerinda Kabupaten Sukabumi Yuda Sukmagara mengakui adanya hal tersebut. Namun demikian kata Yuda, pihaknya siap memberikan bantuan hukum.

"Ya benar, ada kader Gerinda Kabupaten Sukabumi yang saat ini sedang di perikasa terkait dugaan kasus penipuan," kata Yuda saat dihubungi sukabumiNews, Sabtu (12/4/2019).

Yuda menambahkan, hasil komfirmasi dari pihak Kepolisian, kasus TS itu masuk ke ranah pribadi (perdata, red) yakni urusan bisnis yang dijalani TS dan tidak ada kolerasinya dengan partai.

"Jadi untuk sementara ini Partai mengikuti proses hukum yang sedang berjalan sambil menunggu hasil pemeriksaan," jelasnya.

Dikatakan Yuda, sebagai Calon Legislatif, Partai bisa saja melakukan sanksi tegas kepada yang bersangkutan. Itu pun hemat Yuda, setelah ada keputusan hukum yang tetap dari pihak kepolisian. "Kalau belum, Partai tidak bisa mengeluarkan sanksi begitu saja," tegasnya.

Adapun tambah Yuda, mengenai posisi TS sebagai Caleg, tidak akan mempengaruhi proses pencalegannya sebelum ada keputusan hukum yang tetap dari pihak penyidik Polres.

"Perjalanan pencalonan yang sebentar lagi masuk pencoblosan ini mengalir saja tidak ada pengaruhnya, apa lagi belum ada hasil keputusan hukum yang tetap," tuturnya.

Dihubungi terpisah Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Yadi Kusyadi, menyatakan bahwa kasus tersebut berawal dari TS yang memberikan pekerjaan proyek borongan kepada JM.

Dijelaskan Yadi, JM sebagai sub kontraktor yang mengerjakan pemasangan material rumah seperti rolling door, pintu folding gate, plafond gypsum, service plafond, kusen alumunium, kaca polos, jendela alumunium, pintu alumunium di Pasar Semi Modern Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dengan nilai opname pekerjaan sebesar Rp 636.271.450.

Dia menambahkan, setelah JM menyelesaikan pekerjaannya, TS kemudiaan membayarnya kepada JM bukan dengan uang tunai melainkan dengan satu unit ruko yang berlokasi di Pasar Semi Modern di Kecamatan Parungkuda. Perjanjian pun dibuat antara TS dengan JM dengan harga Include berikut pajak sebesar Rp 650 juta. “Perjanjian jual beli ruko dibuat antara TS dengan JM dibuat tanggal 18 Juni 2017," terang Kasatreskrim Polres Sukabumi itu.

Sementara kata Dia, ruko tersebut telah dijual kembali oleh TS kepada orang lain. Hal itu diketahui pada bulan Januari 2018. TS lalu memberikan dua lembar cek Bank Mayora senilai Rp 650 juta kepada JM namun cek tidak bisa dicairkan. "Itulah yang membuat JM kecewa," ujar Yadi.

Dikatakan Yadi, Ketika hendak dicairkan, dua lembar cek tersebut mendapat penolakan dari Bank Mayora lantaran dananya tidak ada (kosong, red). "Akibat kasus ini, TS terjerat Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan," tutupnya.

Dilain Pihak, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman saat dikonfirmasi terkait status pencalegan salah satu caleg dari salah satu parpol yang ditangkap menjelaskan, bahwa salah satu syarat menjadi caleg tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

“Kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana. Sedangkan ini baru terduga belum incrahcht,” jelas Feri melaui WhatsApp yang diterima sukabumiNews.


Pewarta: KR2*/Rudi Samsidi
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jokowi Berkunjung ke Kabupaten Sukabumi, DEEP: Bupati Tak ‘Becus’ Tertibkan OPD

Siswa salah satu SD Negri di Sukabumi digiring oleh sekolahnya untuk menyambut Presiden Jokowi sambil mengenakan atribut Capres-Cawapres nomor urut 01, Kamis (11/4/2019).
sukabumiNews, SUKABUMI - Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Kabupaten Sukabumi, Rajib Rivaldi memandang, Bupati Sukabumi tidak becus (bisa,red) menertibkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya. Anggapan ini mengemuka saat DEEP menggelar Press realis di salah satu Cafe di jln. Siliwangi Kota Sukabumi terkait Kehadiran Presiden Joko Widodo di Kabupaten Sukabumi pada Kamis 11 April 2019, kemarin.

Menurut Rajib, Kehadirannya di Kabupaten Sukabumi kemarin banyak mengundang reaksi dan tanda Tanya. Pasalnya ada beredar surat yang dikeluarkan oleh dua OPD di Kabupaten Sukabumi yaitu Dinas Perhubungan dan Kecamatan Cibadak.

Kepala Dishub Ir. Lukman Sudrajat melalui surat No. 551.2/1852/B.Lalin/2019 menghimbau kepada perusahan-perusahan yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi agar menghentikan sementara operasional kendaraan angkutan barang dari jam 06:00 s/d 18:00 dikarenakan Presiden melaksanakan kunjungan kerja ke PT Daihan Global yang berada di Kecamatan Cibadak dan Pusbangdai yang berada di Kecamatan Cikembar.

Di sisi lain Camat Cibadak juga menerbitkan surat No. 300/33-Trantib yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SD sampai SMA sederajat yang berada di jalur yang dilewati oleh Presiden RI untuk melibatkan guru dan murid dalam penyambutan.

“Faktanya, beberapa foto di media sosial yang menggambarkan adanya murid SD sederajat yang pakaiannya tertempel stiker Joko Widodo – Ma’ruf Amin sebagai Capres dan Cawapres. Sementara kegiatan Jokowi yang bertempat di Pusbangdai juga dipenuhi dengan atribut kampanye, bahkan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menggunakan baju dengan tulisan yang menunjukan dukungan ke Calon tertentu,” jelas Rajib kepada sukabumiNews di Sukabumi, Jum’at (12/4/2019).

Rajib menuturkan, dengan beredarnya surat dari dua instansi diatas, maka DEEP Kabupaten Sukabumi memandang perlu untuk meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

“Merujuk kepada surat dimaksud, bentuk kegiatan Jokowi yang sebenarnya apakah Kunjungan Kerja atau Kampanye. Jika kehadiran Jokowi adalah kunjungan kerja, mengapa ada simbol-simbol capres cawapres?” Tanya Rajib seraya menambahkan, “jika kegiatan ini adalah kampanye, apakah Bupati Sukabumi mengajukan cuti? Lantas mengapa murid-murid SD sederajat ditempelkan stiker Joko Widodo – Ma’ruf Amin?”

“Oleh karenanya Bawaslu Kabupaten Sukabumi harus menindak dan memanggil pihak-pihak terkait." Tegasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Alfamart Bersama Pemkot Sukabumi akan Dongkrak Managemen Retile bagi UKM

sukabumiNews, CIKOLE - Alfamart bersama Pemerintah Kota Sukabumi akan mendongkrak management pemasaran produk (retile /ritel, red) bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Beberapa program diluncurkan Perusahaan waralaba itu untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan dengan pedagang kecil.

"Visi misi kita adalah untuk pemberdayaan UMKM terutama untuk pedagang kecil, jadi kita melakukan pembinaan untuk mereka dari nol sampai mereka bisa sukses," ungkap Coorporate Communication Alfamart Cabang Cianjur-Sukabumi, Iwan Kurniawan, pada kegiatan Pelatihan Management Retail bagi UMKM yang di gelar di Gedung Djuang, Kota Sukabumi, Kamis (11/4/19).

Iwan menututurkan, beberapa program di luncurkan pihak Alfamart diantaranya program toko modal dan program untuk mempercantik warung para UMKM. Selain itu mereka juga diberi pengetahuan terkait teknis pengembangannya.

"Jadi mereka bisa tahu apa itu expired (masa kadaluarsa) dan Barcode. Jadi bisa sharring (berbagi, red) dan lebih mendapat ilmu, kita juga siap berkolaborasi dengan para pedagang," tambah Iwan kepada SukabumiNews di sela-sela acara.

Dijelaskan Iwan, kerjasama antara Alfamart dengan pedagang kecil tersebut dimaksud untuk membuktikan bahwa Alfamart tidak menyingkirkan para pedagang kecil atau warung.

"Disini kita justru sebaliknya kita ingin membina dan berkolaborasi, dan program ini berkelanjutan bahkan dari awal sampai saat ini kami sudah bekerjasama dengan 100 member di Sukabumi," ucapnya.

Iwan juga menjelaskan bahwa masih ada program Alfamart lainya termasuk toko OBA (Outlet binaan Alfamart). Dalam program tersebut kata Iwan, pihaknya membuka diri untuk UMKM yang mau bekerjasama dengannya, dan program itu sudah berjalan dengan member yang sudah tersebar di seluruh wilayah nusantara.

"Kita welcome kalau mau bekerjasama dengan kita, apalagi saat ini kita difasilitasi oleh pemerintah Kota Sukabumi, kami berterimakasih juga kepada Wali dan Wakil Walikota Sukabumi beserta jajaran yang sudah memfasilitasi kami. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa berlanjut," pungkas IwanKurniawan.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

FITRA: Presiden Harus Ambil Langkah untuk Tuntaskan Kasus Novel

sukabumiNews, JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) bersama Wadah Pegawai KPK (WP KPK), Koalisi Masyarakat Sipil, Mahasiswa, serta media masa berkumpul melaksanakan rangkaian peringatan 2 (dua) tahun percobaan pembunuhan Novel Baswedan di gedung KPK, Kamis (11/4/19) Kemarin.

"Sudah dua tahun kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipeti eskan, namun belum ada upaya hukum yang kongkrit, aktor intelektual atas kejadian tersebut juga belum tersentuh. Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen pun kemudian hanya menjadi wacana belaka, yang muncul kemudian hanyalah tim kecil bentukan kepolisian saja," ujar Sekertaris FITRA Misbah Hasan via sellulernya kepada sukabumiNews.
Misbah menegaskan, kasus Novel Baswedan harus segera dituntaskan. “Kalau tidak, ini akan menunjukan bahwa  upaya terhadap pemberatas korupsi masih nyata lemah,” kata Misbah.

Tidak hanya kasus Novel Baswedan, tambah Dia, teror bom yang terjadi kepada ketua dan wakil ketua KPK dan belum lagi penganiayaan terhadap pegawai KPK di hotel Borobudur menujukan KPK masih perlu kehadiran elemen masyarakat.

Misbah menilai, dua tahun untuk menyelesaikan kasus novel baswedan terlalu lama, kasus novel tentu harus mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum bahkan presiden. Oleh sebab itu, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran menuntut Presiden RI untuk bersikap tegas dan terang memerangi Teror serta pelemahan terhadap KPK dan segera pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen.


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Ribuan Anak Yatim Gelar Doa Bersama untuk Kemenangan Ma'ruf Amin

Doa bersama anak Yatim di Pondok Pesantren Al-Muslim, Jalan Kibitay Kampung Bangsanaya, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Kamis (11/4/2019).
sukabumiNews, LEMBURSITU - Lebih dari Seribu anak yatim menggelar doa bersama di Pondok Pesantren Al-Muslim, Jalan Kibitay Kampung Bangsanaya, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Selain doa bersama, acara yang digagas oleh berbagai kelompok relawan yang tergabung dalam Aliansi Relawan Maruf Amin untuk Islam yang Ramah dan Istiqomah (Aljamiah) ini juga diisi dengan santuan kepada 1.070 anak yatim berupa bingkisan dan alat-alat sekolah.

"Doa bersama ini kami gelar untuk mendoakan kemenang Capres dan Cawapres nomor urut satu," terang Ketua Relawan Aljamiah, Wingwing Suhendar kepada wartawan, Kamis (11/04/2019).

Wingwing menjelaskan, acara doa bersama ini semula direncanakan akan mengundang seribu anak yatim saja, namun yang datang kemudian mencapai seribu lebih, yaitu 1.070 anak yatim, baik dari kota maupun Kabupaten Sukabumi.
"Alhamdulillah yang datang banyak, bahkan melebih target dari yang semula direncanakan. Semoga Allah mengabulkan doa kami supaya perjalan Jokowi-Maruf dilancarkan," ungkapnya.

Wingwing menegaskan, acara ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan kampanye. Hanya saja, tambah Wingwing, acara ini lebih kepada mendoakan Jokowi-Maruf Amin. 

"Doa bersama ini bukan kampanye, Tapi dimaksudkan demi kelancaran kami yang juga maju mencalonkan diri sebagai calon legislatif (Caleg) Dapil 2 Kota Sukabumi," jelas Wingwing.

Menurut Wingwing, sebagai partai koalisi Jokowi-Maruf, sudah menjadi keharusan mendoakan kemenangan beliau berdua. 

Dikatakan Wingwing, relawan Aljamiah ini dibentuk dari kesadaran dan kepedulian kultur. Bahkan tambah Dia, relawan ini tidak ada struktur didalamnya. Meski demikian, pihaknya terus bergerak secara masif dan selalu berkoordinasi dengan Tim Kampanye Nasional (TKN).


Pewarta: Diana (KR5/*)
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, April 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kampanye di Sukabumi, Cawapres 02 Sandiaga Uno Dibekali Uang oleh Santri Annidzom

sukabumiNews, SELABINTANA - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno bersilaturahmi sekaligus dalam lawatan jadwal kampanyenya ke Pondok Pesantren Annidzom Jl. Selabintana Kp. Warnasari, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/4/19).

Dalam kunjungannya ke Ponpes Annidzom, Sandiaga Uno dibekali uang oleh para santri dari hasil dana yang dikumpulkan mereka.  

"Alhamdulilah, saya datang ke Pondok Pesantren ini para Santri mengumpulkan uang dan diberikan kepada kami. Ini merupakan sesuatu hal yang sangat menyentuh hati kami. Saya bersyukur dan mengucapkan Jazsakumullah Khairan Katsiran, semoga meringankan beban kami enam hari kedepan," uncap Sandiaga. 
Pada kesempatan itu Sandiaga juga berjanji akan menjadikan Santri yang bisa memberikan motivasi dan mendorong pembukaan lapangan kerja. Selain itu, Dia juga berharap agar Santri bisa menciptakan Ekonomi yang berbasis kewirausahaan.

"Program-program seperti Oke Oce dan rumah siap kerja tentunya akan dihadirkan di Sukabumi dan ini adalah bukan salah satu Progam yang akan dilaksanakan, tepi program yang sudah berjalan seperti di Jakarta yang bulan lalu kita sudah Launching, " jelas Sandiaga.

Di menambahkan, masyarakat di Jakarta sangat antusias atas program Oke Oce ini. “Dan saya melihat masyarakat Sukabumi juga sudah tidak bersabar berkeinginan untuk adanya perubahan,” imbuhnya.

Sandiaga yang pada kesempatan itu didampingi mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga berharap agar pada prosesnya, pemilu 2019 ini berlangsung lancar, jujur, dan adil.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Annidzom Abuya Muhktar Panjalu berpesan kepada Cawapres, Jika pada saatnya nanti diridhoi oleh Allah untuk jadi, drinya bisa memperjuangkan aspirasi muslimin karena Cawapres Sandiaga Uno pilihan itjima ulama.



Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close