Breaking
loading...
Showing posts with label liputanislam. Show all posts
Showing posts with label liputanislam. Show all posts

Monday, August 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

ustadz Haikal Hassan
Ustadz Haikal Hassan  
sukabumiNews, JAKARTA - Ustaz Haikal Hassan mengakui bahwa banyak yang telah menghubungi dirinya terkait adanya kabar ustaz kondang Abdul Somad (UAS) dilaporkan ke aparat kepolisian karena dituduh menghina ajaran agama lain.

Banyak yang japri ke saya dan mengirimkan video pendeta yang hina Islam, minta disebarkan,” akunya, Senin (19/8/2019).

Namun ia mengatakan takkan “membalas” atau mengamini permintaan mereka yang menghunginya secara pribadi. Alasannya, ia tak ingin negara Indonesia mengalami hal-hal yang tak diinginkan terkait persatuan dan kesatuan.

“Ini jawaban saya: ‘Anda ini mau melihat Indonesia hancur karena perang agama?’ STOP!” demikian yang tertulis di akun Twitter-nya, seperti dilansir Voa-Islam.com.

Ia lebih memilih jalan lain ketimbang terjadi hal-hal yang demikian itu. Bukan pula dengan menyebarkannya. “Laporkan ke @BareskrimPolri! Bukan sosmed!”

Diketahui, bahwa video yang viral menyangkut UAS tersebut adalah video tiga tahun lalu. Diakuinya itu adalah video tanya jawab, yang hanya ada umat Islam.

Berbentuk kajian. Isinya hanya umat muslim sebab dilaksanakan di dalam masjid di daerah Riau.

UAS dituduh menghina ajaran agama lain. Di antaranya dengan membawa-bawa salip dalam kajiannya. Namun, dari banyak infon yang beredar, pelaporan atas UAS ke polisi belum dapat dipastikan.


Pewarta: AM
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, August 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

52 Dewan Guru MTs N 4 Berbagi Danging Qurban kepada 620 Siswa dan Warga Miskin

qurban iduladha 1440H
sukabumiNews, PIDIE – Guru-guru yang mengajar di MTs N 4 Pidie memberikan sumbangan daging Qurban kepada 620 siswa dan warga miskin di sekitar lingkungan MTs N 4 terdekat. Sumbangan daging qurban yang dibagikan oleh sekolah tersebut adalah hasil dana qurban yang terkumpul dari gaji para guru MTs N 4 Pidie dan karyawannya selama satu tahun.

“Sumbangan hewan qurban ini bersumber dari gaji 52 Dewan guru dan karyawan MTs N 4 Pidie yang terkumpul selama satu tahun. Setiap bulan, mereka menyisihkan sekurangnya Rp200 dari gaji yang diterimanya untuk berqurban, hingga terkumpul sebanyak 8 ekor lembu,” beber Ketua Panitia Qurban MTs N 4 Pidie Mahdiah, S.Ag., kepada sukabumiNews, ditemui saat pembagian daging qurban di sekolahnya, Senin (12/8/2019).

daging qurban
“Sebanyak 8 ekor lembu hewan qurban akan dibagikan kepada 620 siswa-siswi. Selebihnya akan dibagikan kepada fakir miskin di sekitar sekolah,” terangnya.

Mahdiah berharap, semoga kedepan hewan qurban yang terkumpul dari sumbangan para dewan guru dan karyawan sekolahnya bisa bertambah lagi.

“Banyak makna yang dapat diambil dari pemotongan hewan Qirban ini. Salah satunya yaitu untuk mendekatkan diri dengan Allah Swt, terutama untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap siswa-siswi, dan sebaliknya, juga terhadap warga disekitar sekolah,” imbunya.

Selain itu kata dia, hal ini dilakukan untuk memberi motivasi kepada para siswa, dewan guru serta sekolah lain diseluruh Kabupaten Pidie, akan pentingnya makna dan manfaat berkurban.

Pewarta: Zoni Jami
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, August 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ratusan Pelajar SMP 3 Muntiara Timur Pidie Kebagian Danging Qurban Hasil Tabungan Dewan Guru

qurban
sukabumiNews, ACEH PIDIE – Sejumlah 300 pelajar (siswa-siswi) SMP 3 Mutiara Timur Pidie mendapat bagian daging Qurban dari sekolahnya. Daging Qurban yang dibagikan merupakan hasil  tabungan qurban yang terkumpul dari seluruh dewan guru SMP 3  yang beralamat di Nibong, Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh.

“Alhamdulillah tahun ini kita dapat memotong 4 ekor hewan Qurban lembu Jantan yang akan dibagikan kepada 300 siswa-siswi, warga dekat sekolah, Komite Sekolah dan Dewan guru SMP 3 Muntiara Timur Pidie,” ujar Kepala SMP 3 Muntiara Timur Pidie, Syahfawi, S.P.d, M.S.i kepada sukabumiNews di lokasi pemotongan, kompleks sekolah tersebut, Ahad (11/8/2019).

Syahfawi mengatakan, hikmah yang bisa kita ambil dari pemotongan dan pembagian Qurban ini adalah kerelaan dan keikhlasan. “Ini jika kita lihat dari sisi ibadah,” terangnya.

Dijelaskan Syahfawi, para siswa-siswi dan guru-guru yang bertugas di SMP 3 ini sudah sejak satu tahun menabung untuk mendapatkan 4 ekor lembu guna diqurbankan di hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah ini.

“Kami berharap, dengan rutin melaksanakan Qurban di setiap Hari Raya Haji, bisa menjalin silaturahmi yang baik dengan para siswa-siswi hingga mereka bisa menyintai sekolahnya dengan baik,” tutup Kepala SMP 3 Muntiara Timur Pidie itu.

BACA Juga:
52 Dewan Guru MTs N 4 Berbagi Danging Qurban kepada 620 Siswa dan Warga Miskin


Pewarta: Zoni Jamil
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, August 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Soroti Hasil Ijtima Ulama IV, Jusuf Kalla: Masyarakat Tak Perlu Alergi dengan Kata Syariah

Jusup Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat jumpa pers di Kantor Wapres, Jakarta pada Selasa (25/6/2019). | Foto: ANTARA   
sukabumiNews, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat tidak perlu alergi terhadap kata syariah. Karena terlihat identik dengan hal yang berbahaya, saat digadang-gadang di Ijtima Ulama IV.

"Jangan kita merasa alergi kepada kata syariah. Syariah itu mudah sekali sebenarnya, shalat syariah, puasa syariah, bekerja syar'i, mengajar juga syariah, semua syariah. Jadi jangan merasa syari'i itu tiba-tiba bahaya, tidak begitu," kata Wapres JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019, dikutip dari Antara.

Menurut JK, bila menelisik dari Alquran, syariah sebenarnya merupakan hukum agama Islam untuk mengatur kehidupan umat Muslim kepada Allah SWT. Sehingga, menjalankan hukum syariah bukanlah sesuatu yang harus dipersulit, sama halnya dengan menerapkan ideologi Pancasila.

"Itu suatu hal yang sangat simpel. Jadi kalau melakukan syariah dan Pancasila, apa salahnya? Jangan terlalu itu dianggap masalah kalau ada orang yang ingin menjalankan syariah itu," ucap pria asal Makassar itu.

Lanjut JK, selain syariah ada pula akidah dan muamalah yang harus dijalankan secara bersamaan sehingga kehidupan beragama umat Muslim dapat berjalan baik.

"Kemudian ada muamalah, pada dasarnya halal selama dia tidak haram. Itu syar'i semua. Saya berpakaian begini itu syar'i, selama menutup aurat. Bukan hanya yang pakai jilbab yang syar'i," ujarnya.

Menanggapi hasil Ijtima Ulama IV yang salah satunya ingin mewujudkan NKRI yang syariah dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi, Wapres mengatakan pertemuan tersebut tidak mewakili pendapat ulama secara keseluruhan.

"Ulama kita banyak. Tentu tidak bisa mengatasnamakan suatu pertemuan bahwa itu pendapat semua ulama, itu tentu hanya ulama yang tergabung dalam organisasi yang mengadakan pertemuan itu," ucapnya. []

Lihat VIDEO: Ijtima' Ulama IV menyatakan dalam salah satu butir kesepakatannya, bahwa Khilafah merupakan ajaran Islam, dan kewajiban yang harus ditegakkan.


Pewarta: DM.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, July 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

1000 Ulama akan Hadiri Ijtima Ulama IV di Jakarta, Agustus 2019 Mendatang

ijtima ulama IV
sukabumiNews, JAKARTA – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) akan kembali menggelar Ijtima Ulama IV pada awal Agustus 2019. Kabarnya, akan ada 1.000 ulama yang hadir dalam acara tersebut.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif yang juga panitia Ijtima Ulama IV mengatakan, acara akan berlangsung pada 5-6 Agustus 2019 di Jakarta. "Insya Allah di Jakarta tangal 5-6 Agustus 2019," ucapan Slamet Ma'arif kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (16/7/2019) lalu.

Nantinya, Ijtima Ulama IV ini akan dihadiri para ulama yang juga telah hadir pada Ijtima Ulama pertama hingga ketiga. "Peserta Ijtima ulama satu, dua, dan tiga akan kami undang. Kurang lebih seribu ulama dan tokoh kita undang," imbuhnya.

Untuk mematangkan acara ini, GNPF-Ulama telah melakukan rapat kepanitiaan penyelenggara Ijtima Ulama IV ini di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (15/7) malam.

Rapat itu untuk membahas tema serta pembahasan yang akan didiskusikan dalam Ijtima Ulama IV. "Tema daripada Ijtima akan kita bahas pada pertemuan. Jadwal, hari, waktu, dan tempat juga akan kami bahas nantinya di dalam pertemuan. Bagaimana menyikapi keadaan dan situasi dengan hal-hal yang terbaru. Nah InsyaAllah semuanya akan dapat kami bahas dan akan kami laksanakan dan di dalam Ijtima," ucap Ketua GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak, dilansir dari GELORA.CO.

Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, July 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wali Kota Sukabumi Ajak Warganya Dekat dengan Alquran untuk Raih Keberkahan

achmad fahmi - syaikh muhammad jaber
sukabumiNews, CIKOLE – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengajak kepada warga, khususnya masyarakat Kota Sukabumi agar dekat dengan Alqur’an untuk meraih keberkahan. Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri tabligh akbar di Masjid Agung, Cikole, Kota Sukabumi, Senin (15/7/2019).

Dalam kesempatan tersebut Fahmi juga memberikan apresiasi kepada santri berprestasi Yayasan Darul Quran di Masjid Agung Kota Sukabumi.

Hadir pada saat itu Syaikh Muhammad Jaber dari Palestina. Dia memberikan informasi mengenai kondisi umat Islam di negara tersebut.

''Alhamdulillah bisa silaturahmi dan berkumpulnya kita bisa menghadirkan kebaikan dan keberkahan dalam jalinan ukhuwah Islamiah,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya, Senin (15/7).

Fahmi berharap semoga dengan kedatangan beliau menambah motivasi masyarakat Kota Sukabumi semakin menjadi Masyarakat yang religius, semakin dekat dengan Al Qur'an.

Wali Kota juga menyampaikan do’a dan dukungan untuk perjuangan warga di Palestina.

Fahmi juga berharapa dengan kegiatan tabligh dan kajian Islam ini Sukabumi akan mendapatkan keberkahan. Menurutnya, pemkot mendorong agar upaya menghapal Alquran terus digiatkan.  Dengan demikian, kata Dia, warga Sukabumi akan semakin dekat dengan Alquran.

''Kami juga ingin mengajak ibu-ibu jemaah untuk menginfakkan dan sedekahkan hartanya sesuai dengan ajaran Alquran'' ujar Fahmi seraya menambahkan, “kalau ingin berkah dan tambah kebahagian maka infakkan dan sedekahkan apa yang kita cintai,” imbuhnya.


Pewarta: Telly NR.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, June 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pemkot Sukabumi Terus Giatkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi ketika memimpin gerakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung Kota Sukabumi.
Dorongan terhadap gerakan shalat Subuh berjamaah ini dapat memberikan keberkahan, menguatkan silaturahmi dan mengokohkan ketaatan kepada Allah SWT.

sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi terus menggiatkan gerakan shalat subuh berjamaah di masjid. Hal ini dilakukan untuk mendorong lahirnya keberkahan dengan semarak kegiatan ibadah di masjid.

‘’Pemkot berkomitmen untuk terus mendorong gerakan shalat subuh berjamaah di masjid,’’ ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi ketika memimpin gerakan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Sukabumi, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (21/6).

Fahmi menjelaskan, dorongan terhadap gerakan shalat Subuh berjamaah ini dapat memberikan keberkahan, menguatkan silaturahmi dan mengokohkan ketaatan kepada Allah SWT.

Fahmi juga mengungkapkan, gerakan yang digiatkan Pemkot Sukabumi ini dilaksanakan tiga kali dalam sepekan.

“Pertama pada setiap Jumat di Masjid Agung Sukabumi dan Sabtu berkeliling ke masjid di tujuh kecamatan. Terakhir dilakukan setiap Ahad di Masjid Al Ikhlas Pemkot Sukabumi,” ungkap Fahmi.

Progam ini juga, terang Fahmi, didorong agar masjid ramai dengan kegiatan ibadah, lantaran bila masjid makmur dan ramai dengan kegiatan ibadah maka akan memberikan keberkahan pada suatu kota. “Oleh karena itu sudah selayaknya pemerintah daerah mendorong warga untuk mengikuti gerakan tersebut,” terangnya.

Wali Kota Sukabumi merasa, semarak gerakan shalat shubuh berjamaah mulai terasa karena mendapatkan respon positif dari warga.

“Pada Jumat pagi ini misalnya jamaah shalat shubuh yang datang terutama dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi dan warga sekitar selalu memenuhi masjid,” jelasnya.

Kondisi tersebut kata Fahmi, harus terus dipertahankan agar setiap waktu shalat warga bisa menjalankan sahalat berjamaah di masjid. Tujuannya, yakni untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara memakmurkan masjid.

Dalam momen tersebut, wali kota juga menyampaikan informasi dan harapan kepada masyarakat mengenai proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), rencana kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Plt Sekda Kota Sukabumi Saleh Mabkbullah, dan para aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi serta warga sekitar.


Pewarta: Telly NR
Editor: AM.
Copyright © Humas Protokol Sukabumi Kota

Tuesday, June 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dua Pegawai Pondok Modern Assalam Putra dan Putri Dapat Hadiah Umroh

Dua karyawati tersebut, yakni Ibu Jojoh, sebagai tenaga kebersihan Pondok Modern Assalam Putri yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, dan Ibu Hindun yang merupakan karyawati dapur/masak Pondok Modern Assalam Putra yang berlokasi di Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi.
sukabumiNews, WARUNGKIARA – Dua pegawai Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Assalam Sukabumi, Jojoh dan Hindun, mendapat apresiasi dari lembaga Pondok Modern Assalam berupa hadiah umroh. Hadian tersebut diberikan langsung kepada kedua karyawannya secara simbolis oleh pimpinan Pondok Modern Assalam II (dua), Ustadz Encep Hadiana, M.Si., dalam acara silaturahmi antara lembaga dengan seluruh karyawan/ti Pondok Modern Assalam, belum lama ini.

"Apresiasi ini merupakan buah dari dedikasi maksimal yang diberikan. Ini adalah untuk kali ke empat,Pondok Modern Assalam memberikan penghargaan berupa umroh bagi karyawannya," ucap pimpinan Pondok Modern Assalam II, Ustadz Encep Hadiana, M.Si., kepada sukabumiNews, Selasa (11/6/2019).

Encep menambahkan, dari sekian banyak pegawainya tahun ini, dua karyawati bertugas di ponpesnya yakni Ibu Jojoh dan Ibu Hindun akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah.

Menurut Encep, dua karyawati tersebut, yakni Ibu Jojoh, sebagai tenaga kebersihan Pondok Modern Assalam Putri yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, dan Ibu Hindun yang merupakan karyawati dapur/masak Pondok Modern Assalam Putra yang berlokasi di Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi.

"Ini adalah wujud implementasi syukur dari amanat pimpinan Assalam kepada para mujahid yang ada di Assalam," terangnya.

Orang nomor satu di Pondok Modern Assalam II tersebutpun berharap,semoga dengan diberikannya penghargaan tersebut semakin menambah keberkahan dan keridhoan Allah SWT kepada lembaga dan menjadi motivasi kepada karyawan dan yang lainnya yang belum mendapatkan.


Pewarta: Isman S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Muslim di Tunisia, Sudan, dan Nigeri Bersuka Cita Sambut Idul Fitri

Muslim Tunisia sambut Idul Fitri. FOTO: Istimewa. 
sukabumiNews – TRADISI perayaan Idul Fitri umat Islam di berbagai negara sangat beragam. Tradisi tersebut kembali kepada adat, budaya, dan karakter masyarakat di negara tersebut. Tak terkecuali di Tunisa dan Sudan.

Sejak 2012, Tunisia memberlakukan dua hari sebagai hari libur nasional, yakni pada hari pertama dan kedua perayaan Idul Fitri. Muslim Tunisia biasanya akan mulai mempersiapkan Hari Raya beberapa hari sebelumnya. Mereka akan membuat biskuit khusus yang dibagikan kepada teman dan kerabat pada saat Hari Raya.

Pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, biasanya hanya pria yang akan pergi ke masjid. Sedangkan, wanita ada yang memilih ikut ke masjid atau tinggal di rumah untuk mempersiapkan diri menyambut Hari Raya dengan mempersiapkan pakaian baru dan mainan untuk anak-anak mereka. Pada siang hari akan ada perayaan menari dan musik dan akan banyak hadiah yang dibagikan dalam tradisi ini.

Anggota keluarga akan saling mengunjungi. Biasanya anak-anak menemani ayah mereka untuk mengunjungi bibi, paman, kakek-nenek, dan teman-teman untuk mengucapkan selamat Idul Fitri.

Mereka akan menawarkan minuman dan kue khusus. Sementara itu, wanita akan tinggal di rumah dengan beberapa anak-anak untuk menyambut anggota keluarga yang datang.

Sedangkan, Idul Fitri di Sudan, mengutip laman resmi PBB, dengan 97 persen  populasi adalah Muslim, persiapan Lebaran juga dimulai beberapa hari terakhir pada Ramadhan. Makanan khas hari raya, yaitu kue gula bubuk, bettifour, (biskuit dipanggang).

Anak perempuan dan wanita menghias tangan dan kaki mereka dengan henna dan rumah akan dicat. Malam sebelum Idul Fitri, seluruh penghuni rumah akan mendekorasi rumah dengan perlengkapan yang indah dan baru. Mulai dari sarung bantal, taplak meja, dan lainnya.

Pada saat silaturahim, di rumah akan disediakan cokelat dan permen. Pada siang hari akan diadakan makan siang bersama dengan menu istimewa. Anak-anak diberi hadiah, baik berupa mainan maupun uang. 

Meski sekuler, Nigeria dihuni oleh mayoritas Muslim. Idul Fitri di negara ini dikenal sebagai "Small Sallah." Orang-orang pada umumnya saling menyapa dengan ucapan tradisional: "Barka Da Sallah", yang berarti "Salam dari Sallah" dalam bahasa Hausa.

Muslim melaksanakan shalat Id di lapangan. Pulang shalat akan dilakukan makan bersama dengan menu istimewa. Adapun liburan Hari Raya hanya berlangsung selama dua hari.


Pewarta: ROL

Sunday, June 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

LSM Dampal Jurig Santuni Yatim Piatu dan Guru Madrasah di Wilayah Kadudampit

sukabumiNews, KADUDAMPIT – Lembaga Swadaya Masyarakat Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung (LSM Dampal Jurig) menyelenggarakan Bakti Sosial di wilayah Kecamatan Kadudampit berupa santunan kepada yatim piatu dan Guru Ngaji, pada Sabtu (1/6/2019).

Tidak hanya Yatim Piatu dan Guru Madrasah TK Islam Nurul Iman saja, janda jompo, imam tarawih, khotib dan muadzin juga menjadi sasaran agenda tahunan LSM tersebut.

"Alhamdulillah hari ini 350 paket santunan untuk yatim piatu dan janda jompo berikut 100 paket sarung, mukena untuk para ustadzah dan ibu guru madrasah TK Islam Nurul Iman telah dibagikan," ucap Ketua LSM Dampal Jurig Irvan Azis kepada sukabumiNews.

Irvan mengungkapkan, selama bulan Ramadhan 1440 H ini kegiatan sosial di beberapa titik di wilayah sekitar telah dilaksanakan.

"Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi kaum dhuafa. Semoga kita diberikan keberkahan di bulan suci Ramadlan ini," tuturnya.

Salah seorang perwakilan janda jompo, Lilis mengaku ia sangat menyambut gembira dengan adanya kegiatan seperti yang dilakukan Dampal Jurig ini.

"Saya terharu dan senang sekali bisa menerima paket ini. Semoga kepedulian mereka mendapat balasan yang lebih dari Allah Subhaanahuu Wata’aalaa,” ucapnya Lilis.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Gelar Acara “Ngaos On The Street” Bersama Santri dan Yatim Piatu

sukabumiNews, CIKOLE – Dalam rangka mengisi Bulan Ramadhan 1440 H, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi bekerjasama dengan Pondok Pesantren (ponpes) Dzikir Al-Fath menggelar Acara “Ngaos (ngaji, red) On The Street” bersama puluhan santri dan yatim piatu di halaman Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Jum'at (24/5/19) malam.

Acara Ngaos (ngaji, red) On The Street dilanjutkan dengan Tausyiah oleh Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana.
Pada kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan Santunan kepada anak yatim dan bingkisan kepada para santri serta bantuan pembinaan kepada Ponpes Dzikir Al-Fath. 
Kepala BPJS Cabang Sukabumi, Emir Syarif Ismel mengatakan, selain bentuk kepeduliannya terhadap para santri dan yatim piatu, juga untuk berbagi kebahagian dengan mereka, serta mempererat Lembaga Negara dengan para Ulama.

“Kegiatan Ngaos ini secara rutin akan dilaksanakan setiap tahun bersama Yayasan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath,” kata Emir Syarif kepada sukabumiNews.

“Semoga dengan diadakannya kegiatan ini bisa memberikan Inspirasi kepada lembaga lain untuk mengikutinya karena ini merupakan kegiatan positif dan juga mengajak kepada para pekerja agar segera melindungi dirinya dengan BPJS Ketenagakerjaan," harap Emir.
Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana, yang juga selaku pemberi tausyiah memberi apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi seperti yang dilakukannya saat ini.

“Alhamdulillah BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi menyambut baik program Ngaos On The Street dalam mengisi Ramadhan ini. Dalam kegiatan ini kita mengisinya dengan melaksanakan Ngaji 30 Juz dan dan Tausiyah," jelas KH. Fajar Laksana.

“Kami mendo'akan semoga BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi diberikan rahmat, perlindungan, dilancarkan serta diberikan kesehatan oleh Allah Swt, serta dapat melanjutkan program kemanusiaannya dengan lancer,” harap Fajar.

Di saat yang sama, salah seorang santriwati yang mengikuti kegiatan Ngaos On The Street Siti Nurazizah (20) mengaku, kegiatan yang diikutinya sangat bagus dan menarik. “Saya juga bisa refresh dengan kegiatan di luar ponpes lantaran jika kita terus-terusan di pondok pesantren, menghafal, terkadang saya beserta para santri lain juga ada jenuhnya," ucap Siti Nurazizah sambil tersenyum.

Siti juga berterimaksih kepada pelaksana kegiatan yang sudah menerima para Santri dan memberikan santunan serta bingkisan. “Semoga BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi bisa lebih baik lagi dan kalau ada program-program yang belum tercapai mudah-mudahan di tahun ini atau pun tahun depan bisa tercapai," tutur santriwati yang tengah duduk di semester empat ini.

BACA Juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Gelar Pasar Murah Ramadhan 1440 H


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wali Kota Sukabumi Beri Perhatian Khusus terhadap Pelaksanaan Ibadah Umroh dan Haji

Foto: Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi saat memberi sambutan pada acara Manasik Akbar Ke 4, yang diselenggarakan Dallas Tour dan Travel, baru-baru ini, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. --  
sukabumiNews, CIKOLE – Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menyatakan, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan ibadah umroh dan haji. Pasalnya pelaksanaan kedua ibadah tersebut dapat mendorong terhadap lahirnya keberkahan di Kota Sukabumi.

Hal itu disampaikan Fahmi dalam sambutan pada acara Manasik Akbar Ke 4, yang diselenggarakan Dallas Tour dan Travel, baru-baru ini, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, yang diikuti oleh sekitar 600 orang masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi, seperti dikutip dari laman sukabumikota.go.id, Kamis (23/5/2019).

“Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa mendukung kepada setiap travel yang akan memberangkatkan jamaah umroh. Karena Pemerintah Kota Sukabumi meyakini, semakin banyak masyarakat yang melaksanakan ibadah umroh, Kota Sukabumi akan semakin berkah,” jelas Fahmi.

Dikatakan Fahmi, berbicara ibadah, dalam kacamata Islam ada ibadah yang mengedepankan fisik, maliyah atau harta, dan mengedepankan sisi rokhani. “Tapi khusus untuk ibadah haji dan umroh seluruhnya bersatu, baik fisik maupun harta dan rokhani,” tambahnya.

Masih kata Fahmi, saat ini animo masyarakat untuk menjalankan ibadah umroh dan haji sangat tinggi. Bahkan setiap masyarakat yang sudah melaksanakan ibadah umroh dan haji, pasti ingin melaksnakan kembali ibadah tersebut. “Namun untuk mendaftar ibadah haji saat ini cukup sulit, karena harus mengantri cukup panjang,” ujarnya.

Dijelaskan Dia, berdasarkan informasi dari Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kota Sukabumi, apabila mendaftar ibadah haji sekarang, baru bisa berangkat 16 sampai dengan 17 tahun ke depan.

Berkaitan dengan hal tersebut, jelas Fahmi, salah satu cara untuk mempercepat pelaksanaan ibadah haji, yakni melalui ibadah umroh. Tapi masyarakat harus memperhatikan dan memilih travel yang baik dan bertanggungjawab, serta harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Bahkan tutur Fahmi, saat ini Kemenag (Kementerian Agama) melakukan verifikasi terhadap travel umroh, yang dapat menjamin keberangkatan dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.


Pewarta: Teli NR.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ponpes Dzikir Al-Fath Gelar Mukhoyyam Al-Qur'an Priode ke 6 Tingkat SMP dan SLTA

Para Peserta Mukhayyam Al-Qur'an priode ke 6 tingkat SMP dan SLTA saat mendengarkan arahan Pimponpes Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang berada di Jln. Merbabu Perum Gading Kencana Asri Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi JawaBarat, kembali menggelar Acara Mukhoyyam (perkemahan) Al-Qur'an periode ke-6 tingkat SMPdan SLTA.

Acara yang dilaksanakan mulai Ahad (19/5) hingga Sabtu (25/5/2109) ini digelar di Aula Syekh Quro Pondok Pesantren tersebut.

Penanggung Jawab Acara Dede Setiawan, SE, MM. mengatakan, Mukhoyyam Al-Qur'an ini diperuntukan untuk Santri Baru tingkat SMP dan SLTA sebagai Adaptasi guna membiasakan diri dengan seperangkat peraturan Pesantren selama seminggu.

"Ini sebagai bentuk latihan Santri Baru dalam membiasakan diri dengan peraturan Pesantren,” jelas Dede Setiawan kepada sukabumiNews, Senin (20/5/2019).

Adapun tambah Dede, pesertanya saat ini datang dari berbagai daerah seperti Sukabumi, Jakarta, Tangerang, Tasik, dan daerah lain di Jawa Barat, bakan ada juga peserta yang datang dari luar provinsi.

Dijelaskan Dede, legiatan tersusun secara spesifik selama 24 jam sebagai evaluasi setiap harinya. Dia juga menambahkan bahwa Mukhoyyam Al-Qur'an ini berbeda dengan yang lain karena ter'integrasi antara kegiatan indoor dan outdoor.

"Yang membedakan kegiatan Mukhoyyam Al-Qur'an di Pesantren Dzikir Al-Fath dengan yang lain adalah Susunan Pencapaian Target yang jelas, ditambah acara out door seperti Ngaos On The Street, Arabic and English Fun Games serta latihan keterampilan bela diri Silat," terangnya.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath KH. Fajar Laksana menyambut baik kedatangan Peserta Mukhoyyam Al-Qur'an periode keenam tersebut dengan mempersiapkan pembiasaan-pembiasaan Ala Pesantren melalui metode Seven Habits For Islamic Character Building (Tujuh Kebiasaan dalam Membangun Akhlak yang Mulia).

"Kami menyambut baik kedatangan Peserta Mukhoyyam Al-Qur'an ini, karena mereka merupakan Agent of Change yang akan kami bina dan didik dengan Tujuh Kebiasaan dalam membangun akhlak mulia melalui rumus 4S2T1D, yakni Sholat, Shaum, Shodakoh, Sholawat, Tadarrus, Tafakkur, dan Dzikrullah,” ucapnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi Himbau Supaya Masyarakat Jangan Ikut People Power

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi saat berkunjung ke Ponpes Dzikir Al-Fath di Kota Sukabumi. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi Andri S Hamami dan MUI Kota Sukabumi. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudy Sufahriadi melaksanakan Agenda silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang berada di wilayah Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunumgpuyuh Kota Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (19/5/2019).

Momen ini menjadi momen pertama Kapolda Jawa Barat bersilaturahmi dengan Pilpinan Pondok Pesantres Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana bersama seluruh santri di Ponpes tersebut.

Hadir pada Kunjungan Kapolda Jabar itu Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri S Hamami, MUI Kota Sukabumi beserta undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Kapolda jawa Barat meminta supaya semua elemen bisa menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Sukabumi khususnya terutama menjelang pengumuman KPU RI.

"Pertama saya datang ke Sukabumi untuk bersilaturahmi serta memperkenalkan diri, atas takdir Allah Swt saya diamanahkan untuk menjadi Kapolda di Jawa Barat," ucap Irjen Pol Rudy Sufahriadi kepada wartawan di lokasi kunjungan.

Irjen Polisi Rudi Sufahriadi mengatakan akan melakukan diskusi bagaimana mengamankan situasi seperti sekarang ini.

"Pada tanggal 22 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, akan mengumumkan hasil Pemilhan Presiden yang dilaksanakan pada tanggal 17 April lalu," tambah Kapolda.

Dia menjelaskan bahwa di media sosial sering disampaikan wacana mengenai isu People Power. Menurutnya, jelas itu tidak menguntungkan bagi keamanan di Jakarta, bahkan bagi seluruh Bangsa Indonesia lantaran sudah ada Konstitusi.

"Makanya kita melakukan diskusi langkah apa yang harus dilakukan dengan baik di daerah-daerah, seperti di pondok pesantren, Wakil Wali Kota dan dengan semua pihak. Mudah-mudahan Indonesia lebih baik,” jelas Kapolda.

Irjen Polisi Rudy Sufahriadi juga menghimbau kepada semua kalangan dan masyarakat agar tidak ikut-ikutan dengan wacana People Power tersebut. Dengan demikian, lanjut Dia, Insya Allah potensi People Power di Jawa Barat akan baik-baik saja.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Ratusan Santriwati Pondok Modern Assalam Sukabumi Ikuti Buka Bersama dengan Segenap Dewan Guru

Alumnus Cum Laude dari Universitas Al-Ahgaff Yaman Ust. Muhammad Idris, Lc., saat berceramah di hadapan lebih dari 800 Santriwati dan Segenap Dewan Guru menjelang dilaksanakannya Buka Puasa Bersama di Aula Ponpes Modern Assalam, Ahad (19/5/2019). Foto: Isman Safa
-- 
sukabumiNews, WARUNGKIARA - Ratusan Santriwati bersama Dewan Guru Pondok Pensantren (Ponpes) Modern Assalam Mengegelar Iftor Shoimil Jama'i (Buka Bersama) di Gedung Alua Ponpes Jln. Pelabuhan II Km 29 Kp. Sukaraharja Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019).

"Pondok Pesantren Modern Assalam yang merupakan Salah satu Pondok Alumni Darussalam Gontor Ponorogo melaksanakan acara rutin di Bulan Suci Ramadhan yaitu Buka Puasa Bersama guna mempererat tali persaudaraan antara Santri dan Segenap Dewan Guru," ujar Pimpinan Pondok Modern Assalam Ust. Encep Hadiana, S.Pdi, M.Si.,.kepada sukabumiNews di sela-sela acara.

Pimpinan Ponpes Modern Assalam itu juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Segenap Panitia yang telah berupaya menyelenggarakan Acara tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada Segenap Panitia yang telah mensukseskan acara Buka Bersama yang dihadiri oleh lebih dari 800 Santriwati dan Segenap Dewan Guru," ungkapnya.

Selain mendoakan para Muaqif (Pewakaf) yang telah memperjuangkan berdirinya Assalam sebagai wujud nyata dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia, Ust. Encep juga menghimbau kepada seluruh kader untuk tetap meneruskan perjuangan Pendiri Pondok dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

"Berdirinya Pondok ini tidak terlepas dari perjuangan Muaqif Pondok dalam memperjuangkan Eksistensinya di Dunia Pendidikan. Maka, sepatutnya kita mendoakan mereka yang telah mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa untuk mewujudkan pondok yang saat ini kita nikmati Bersama,” jelas Ust. Encep.

Ustad Encep juga berpesan kepada seluruh kader-kader umat agar tidak bosan untuk tetap berbuat baik dengan cara meneruskan perjuangkan para Pendiri Pondok dalam mencerdaskan anak bangsa dan membesarkan nama Almamater dimanapun dan kapanpun para santrinya berada.

Hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut seorang Alumnus Cum Laude dari Universitas Al-Ahgaff Yaman Ust. Muhammad Idris, Lc., sebagai Pembicara Tunggal. Dalam kesempatan pidatonya Ia menyampaikan tentang nikmat Allah SWT yang saat ini semua orang dapat merasakannya yakni nikmat melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan.

"Saat ini kita sedang merasakan Salah satu nikmat Allah SWT yang merupakan Rukun Islam ke 3 yakni Puasa. Maka sebagai seorang Mu'min sudah seharusnya mengetahui maksud dan tujuan daripada puasa tersebut. Maka dengan pengetahuan serta tujuan kita melaksanakan Puasa, semoga akan lebih menguatkan niat serta mujahadah kita dalam belajar dan meneruskan perjuangan para pendiri Pondok Modern Assalam ini,”.papar Muhammad Idris, Lc Alumnus Al-Ahgaff Yaman, mengakhiri pidatonya.


Pewarta: Isman Frie R Syafa
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Melalui Jumling, Kapolsek Cireunghas Ajak Warga Tingkatkan Kamtibmas

Foto: Kapolsek Cireunghas, IPTU Eriyanto, SH. saat jumling di Masjid Firqotulhuda Alqadiri, Jum'at (17/5).
-- 
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Jajaran Polsek Cireunghas, Resor Sukabumi Kota tidak pernah bosan menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat melalui program Jum'at Keliling (Jumling).

Untuk kesempatan ini,  Jajaran Polsek Cireunghas melakukan kegiatan jumling yang bertempat di Masjid Firqotulhuda Alqadiri Kampung Cimapag,  Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jum'at (17/05/2019).

"Kegiatan jumling ini adalah kegiatan rutinitas anggota Polsek Cireunghas setiap hari jumat yang bertujuan untuk memberikan pelayanan dan mendekatkan diri kepada warga masyarakat yang ada di wilayah hukum Polsek Cireunghas," kata Kapolsek Cireunghas, IPTU Eriyanto, SH. kepada sukabumiNews.

Eriyanto pun menyampaikan beberapa himbauan Kamtibmas kepada masyarakat diantaranya, penekanan peredaran bebas petasan (mercon), serta antisipasi perang sarung dikalangan remaja. 

"Selain ajang silaturahmi, kegiatan Jumling ini juga salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar dapat menjaga kondusifitas sehingga tidak mudah terhasut oleh informasi yang belum tentu benar," ujarnya.

Kehadiran Anggota Polri khususnya Polsek Cireunghas ditengah masyarakat, diharapkan dapat mendekatkan dan meningkatkan tali silaturrahmi dengan masyarakat serta sebaliknya, masyarakat bisa mendukung tugas-tugas Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI dan BAZ Kecamatan Nyalindung Gelar Sosoialisasi Mengenai ZIS

sukabumiNews, NYLINDUNG – Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Nyalindung didampingi MUI Kecamatan tersebut menggelar sosialisasi Aakat fitrah dan Infak Sadaqah (ZIS) dihadapan para pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) se-wilayah Desa Sukamaju. Sosialisasi digelar di Aula Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung pada Rabu (15/ 05/2019).

Pengurus BAZ Kecamatan Nyalindung, Enjan mengungkapkan, masih banyak warga masyarakat yang mengeluarkan zakatnya secara langsung kepada orang yang menurut dirinya pakir atau miskin. Padahal menurut Enjan, agama dan juga pemerintah sudah mengatur dan membuat undang-undang mengenai tata cara atau sistem pengeluaran zakat.

“Disana disebutkan apabila seseorang ingin mengeluarkan zakat, baik mengenai zakat pitrah maupun zakat mal atau harta juga infak dan sedekah, maka sebaiknya disalurkan melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada di masing-masing lingkungan nya, karena harta yang dikeluarkanya itu ada sebagian hak dari delapan asnaf,” terang Enjan dalam sambutannya.

“Oleh karenanya sengaja sosialisasi ini digelar supaya masyarakat lebih paham dalam sistem mengeluarkan zakat,” jelasnya pria yang akrab disapa Kang Acay di hadapan para DKM se-wilayah Desa Sukamaju itu.

Adapun lanjut Kang Acay, mengenai sistem pendayagunaan zakat fitrah dan infak, BAZNAS Kabupaten Sukabumi sudah membuat ketentuan, dimana ditingkat UPZ DKM sebesar 83,5 % dengan pengalokasian sebagai berikut;

1. fakir miskin 62,5 %
2. amilin  6,5 %
3. sabilillah  15 %

“Kemudian 16,5% nya disetor ke UPZ Desa, Baz Kecamatan, atau Baznas Kabupaten,” jelas Enjang.

Sementara itu ketua MUI Kecamatan Nyalindung H. Abbas, MM yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pada sambutannya menjelaskan, dari 16,5% yang disetor oleh UPZ DKM ke UPZ Desa sampai UPZ Kabupaten itu akan disampaikan kepada para pejuang agama yang disebut sabilillah dan ibnu sabil.

“Jadi sodara-sodara jangan khawatir terhadap UPZ, Baz Kecamatan, dan juga Baz Kabupaten tidak amanah,” tegas H Abbas mengahiri sambutannya.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close