Breaking
loading...
Showing posts with label liputanislam. Show all posts
Showing posts with label liputanislam. Show all posts

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ponpes Dzikir Al-Fath Gelar Mukhoyyam Al-Qur'an Priode ke 6 Tingkat SMP dan SLTA

Para Peserta Mukhayyam Al-Qur'an priode ke 6 tingkat SMP dan SLTA saat mendengarkan arahan Pimponpes Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang berada di Jln. Merbabu Perum Gading Kencana Asri Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi JawaBarat, kembali menggelar Acara Mukhoyyam (perkemahan) Al-Qur'an periode ke-6 tingkat SMPdan SLTA.

Acara yang dilaksanakan mulai Ahad (19/5) hingga Sabtu (25/5/2109) ini digelar di Aula Syekh Quro Pondok Pesantren tersebut.

Penanggung Jawab Acara Dede Setiawan, SE, MM. mengatakan, Mukhoyyam Al-Qur'an ini diperuntukan untuk Santri Baru tingkat SMP dan SLTA sebagai Adaptasi guna membiasakan diri dengan seperangkat peraturan Pesantren selama seminggu.

"Ini sebagai bentuk latihan Santri Baru dalam membiasakan diri dengan peraturan Pesantren,” jelas Dede Setiawan kepada sukabumiNews, Senin (20/5/2019).

Adapun tambah Dede, pesertanya saat ini datang dari berbagai daerah seperti Sukabumi, Jakarta, Tangerang, Tasik, dan daerah lain di Jawa Barat, bakan ada juga peserta yang datang dari luar provinsi.

Dijelaskan Dede, legiatan tersusun secara spesifik selama 24 jam sebagai evaluasi setiap harinya. Dia juga menambahkan bahwa Mukhoyyam Al-Qur'an ini berbeda dengan yang lain karena ter'integrasi antara kegiatan indoor dan outdoor.

"Yang membedakan kegiatan Mukhoyyam Al-Qur'an di Pesantren Dzikir Al-Fath dengan yang lain adalah Susunan Pencapaian Target yang jelas, ditambah acara out door seperti Ngaos On The Street, Arabic and English Fun Games serta latihan keterampilan bela diri Silat," terangnya.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath KH. Fajar Laksana menyambut baik kedatangan Peserta Mukhoyyam Al-Qur'an periode keenam tersebut dengan mempersiapkan pembiasaan-pembiasaan Ala Pesantren melalui metode Seven Habits For Islamic Character Building (Tujuh Kebiasaan dalam Membangun Akhlak yang Mulia).

"Kami menyambut baik kedatangan Peserta Mukhoyyam Al-Qur'an ini, karena mereka merupakan Agent of Change yang akan kami bina dan didik dengan Tujuh Kebiasaan dalam membangun akhlak mulia melalui rumus 4S2T1D, yakni Sholat, Shaum, Shodakoh, Sholawat, Tadarrus, Tafakkur, dan Dzikrullah,” ucapnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi Himbau Supaya Masyarakat Jangan Ikut People Power

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi saat berkunjung ke Ponpes Dzikir Al-Fath di Kota Sukabumi. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi Andri S Hamami dan MUI Kota Sukabumi. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudy Sufahriadi melaksanakan Agenda silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang berada di wilayah Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunumgpuyuh Kota Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (19/5/2019).

Momen ini menjadi momen pertama Kapolda Jawa Barat bersilaturahmi dengan Pilpinan Pondok Pesantres Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana bersama seluruh santri di Ponpes tersebut.

Hadir pada Kunjungan Kapolda Jabar itu Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri S Hamami, MUI Kota Sukabumi beserta undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Kapolda jawa Barat meminta supaya semua elemen bisa menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Sukabumi khususnya terutama menjelang pengumuman KPU RI.

"Pertama saya datang ke Sukabumi untuk bersilaturahmi serta memperkenalkan diri, atas takdir Allah Swt saya diamanahkan untuk menjadi Kapolda di Jawa Barat," ucap Irjen Pol Rudy Sufahriadi kepada wartawan di lokasi kunjungan.

Irjen Polisi Rudi Sufahriadi mengatakan akan melakukan diskusi bagaimana mengamankan situasi seperti sekarang ini.

"Pada tanggal 22 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, akan mengumumkan hasil Pemilhan Presiden yang dilaksanakan pada tanggal 17 April lalu," tambah Kapolda.

Dia menjelaskan bahwa di media sosial sering disampaikan wacana mengenai isu People Power. Menurutnya, jelas itu tidak menguntungkan bagi keamanan di Jakarta, bahkan bagi seluruh Bangsa Indonesia lantaran sudah ada Konstitusi.

"Makanya kita melakukan diskusi langkah apa yang harus dilakukan dengan baik di daerah-daerah, seperti di pondok pesantren, Wakil Wali Kota dan dengan semua pihak. Mudah-mudahan Indonesia lebih baik,” jelas Kapolda.

Irjen Polisi Rudy Sufahriadi juga menghimbau kepada semua kalangan dan masyarakat agar tidak ikut-ikutan dengan wacana People Power tersebut. Dengan demikian, lanjut Dia, Insya Allah potensi People Power di Jawa Barat akan baik-baik saja.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Ratusan Santriwati Pondok Modern Assalam Sukabumi Ikuti Buka Bersama dengan Segenap Dewan Guru

Alumnus Cum Laude dari Universitas Al-Ahgaff Yaman Ust. Muhammad Idris, Lc., saat berceramah di hadapan lebih dari 800 Santriwati dan Segenap Dewan Guru menjelang dilaksanakannya Buka Puasa Bersama di Aula Ponpes Modern Assalam, Ahad (19/5/2019). Foto: Isman Safa
-- 
sukabumiNews, WARUNGKIARA - Ratusan Santriwati bersama Dewan Guru Pondok Pensantren (Ponpes) Modern Assalam Mengegelar Iftor Shoimil Jama'i (Buka Bersama) di Gedung Alua Ponpes Jln. Pelabuhan II Km 29 Kp. Sukaraharja Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019).

"Pondok Pesantren Modern Assalam yang merupakan Salah satu Pondok Alumni Darussalam Gontor Ponorogo melaksanakan acara rutin di Bulan Suci Ramadhan yaitu Buka Puasa Bersama guna mempererat tali persaudaraan antara Santri dan Segenap Dewan Guru," ujar Pimpinan Pondok Modern Assalam Ust. Encep Hadiana, S.Pdi, M.Si.,.kepada sukabumiNews di sela-sela acara.

Pimpinan Ponpes Modern Assalam itu juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Segenap Panitia yang telah berupaya menyelenggarakan Acara tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada Segenap Panitia yang telah mensukseskan acara Buka Bersama yang dihadiri oleh lebih dari 800 Santriwati dan Segenap Dewan Guru," ungkapnya.

Selain mendoakan para Muaqif (Pewakaf) yang telah memperjuangkan berdirinya Assalam sebagai wujud nyata dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia, Ust. Encep juga menghimbau kepada seluruh kader untuk tetap meneruskan perjuangan Pendiri Pondok dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

"Berdirinya Pondok ini tidak terlepas dari perjuangan Muaqif Pondok dalam memperjuangkan Eksistensinya di Dunia Pendidikan. Maka, sepatutnya kita mendoakan mereka yang telah mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa untuk mewujudkan pondok yang saat ini kita nikmati Bersama,” jelas Ust. Encep.

Ustad Encep juga berpesan kepada seluruh kader-kader umat agar tidak bosan untuk tetap berbuat baik dengan cara meneruskan perjuangkan para Pendiri Pondok dalam mencerdaskan anak bangsa dan membesarkan nama Almamater dimanapun dan kapanpun para santrinya berada.

Hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut seorang Alumnus Cum Laude dari Universitas Al-Ahgaff Yaman Ust. Muhammad Idris, Lc., sebagai Pembicara Tunggal. Dalam kesempatan pidatonya Ia menyampaikan tentang nikmat Allah SWT yang saat ini semua orang dapat merasakannya yakni nikmat melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan.

"Saat ini kita sedang merasakan Salah satu nikmat Allah SWT yang merupakan Rukun Islam ke 3 yakni Puasa. Maka sebagai seorang Mu'min sudah seharusnya mengetahui maksud dan tujuan daripada puasa tersebut. Maka dengan pengetahuan serta tujuan kita melaksanakan Puasa, semoga akan lebih menguatkan niat serta mujahadah kita dalam belajar dan meneruskan perjuangan para pendiri Pondok Modern Assalam ini,”.papar Muhammad Idris, Lc Alumnus Al-Ahgaff Yaman, mengakhiri pidatonya.


Pewarta: Isman Frie R Syafa
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Melalui Jumling, Kapolsek Cireunghas Ajak Warga Tingkatkan Kamtibmas

Foto: Kapolsek Cireunghas, IPTU Eriyanto, SH. saat jumling di Masjid Firqotulhuda Alqadiri, Jum'at (17/5).
-- 
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Jajaran Polsek Cireunghas, Resor Sukabumi Kota tidak pernah bosan menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat melalui program Jum'at Keliling (Jumling).

Untuk kesempatan ini,  Jajaran Polsek Cireunghas melakukan kegiatan jumling yang bertempat di Masjid Firqotulhuda Alqadiri Kampung Cimapag,  Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jum'at (17/05/2019).

"Kegiatan jumling ini adalah kegiatan rutinitas anggota Polsek Cireunghas setiap hari jumat yang bertujuan untuk memberikan pelayanan dan mendekatkan diri kepada warga masyarakat yang ada di wilayah hukum Polsek Cireunghas," kata Kapolsek Cireunghas, IPTU Eriyanto, SH. kepada sukabumiNews.

Eriyanto pun menyampaikan beberapa himbauan Kamtibmas kepada masyarakat diantaranya, penekanan peredaran bebas petasan (mercon), serta antisipasi perang sarung dikalangan remaja. 

"Selain ajang silaturahmi, kegiatan Jumling ini juga salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar dapat menjaga kondusifitas sehingga tidak mudah terhasut oleh informasi yang belum tentu benar," ujarnya.

Kehadiran Anggota Polri khususnya Polsek Cireunghas ditengah masyarakat, diharapkan dapat mendekatkan dan meningkatkan tali silaturrahmi dengan masyarakat serta sebaliknya, masyarakat bisa mendukung tugas-tugas Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI dan BAZ Kecamatan Nyalindung Gelar Sosoialisasi Mengenai ZIS

sukabumiNews, NYLINDUNG – Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Nyalindung didampingi MUI Kecamatan tersebut menggelar sosialisasi Aakat fitrah dan Infak Sadaqah (ZIS) dihadapan para pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) se-wilayah Desa Sukamaju. Sosialisasi digelar di Aula Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung pada Rabu (15/ 05/2019).

Pengurus BAZ Kecamatan Nyalindung, Enjan mengungkapkan, masih banyak warga masyarakat yang mengeluarkan zakatnya secara langsung kepada orang yang menurut dirinya pakir atau miskin. Padahal menurut Enjan, agama dan juga pemerintah sudah mengatur dan membuat undang-undang mengenai tata cara atau sistem pengeluaran zakat.

“Disana disebutkan apabila seseorang ingin mengeluarkan zakat, baik mengenai zakat pitrah maupun zakat mal atau harta juga infak dan sedekah, maka sebaiknya disalurkan melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada di masing-masing lingkungan nya, karena harta yang dikeluarkanya itu ada sebagian hak dari delapan asnaf,” terang Enjan dalam sambutannya.

“Oleh karenanya sengaja sosialisasi ini digelar supaya masyarakat lebih paham dalam sistem mengeluarkan zakat,” jelasnya pria yang akrab disapa Kang Acay di hadapan para DKM se-wilayah Desa Sukamaju itu.

Adapun lanjut Kang Acay, mengenai sistem pendayagunaan zakat fitrah dan infak, BAZNAS Kabupaten Sukabumi sudah membuat ketentuan, dimana ditingkat UPZ DKM sebesar 83,5 % dengan pengalokasian sebagai berikut;

1. fakir miskin 62,5 %
2. amilin  6,5 %
3. sabilillah  15 %

“Kemudian 16,5% nya disetor ke UPZ Desa, Baz Kecamatan, atau Baznas Kabupaten,” jelas Enjang.

Sementara itu ketua MUI Kecamatan Nyalindung H. Abbas, MM yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pada sambutannya menjelaskan, dari 16,5% yang disetor oleh UPZ DKM ke UPZ Desa sampai UPZ Kabupaten itu akan disampaikan kepada para pejuang agama yang disebut sabilillah dan ibnu sabil.

“Jadi sodara-sodara jangan khawatir terhadap UPZ, Baz Kecamatan, dan juga Baz Kabupaten tidak amanah,” tegas H Abbas mengahiri sambutannya.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Penyanyi Asal Sukabumi Agus Yusof Ekspos Penderitaan Palestina Lewat Lagu Religi

FOTO: Agus Yusof saat merilis  album Penawar Rindu. (Dok. Istimewa/M. Fadhli/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, PADANG – Konflik antara Palestina dan Israel yang telah memakan korban jiwa dengan luka parah dan terhitung jumlahnya, membuat Agus Yusof terketuk untuk menuangkannya lewat lagu Qul Yaa Adzim. Lagu ini merupakan salah satu lagu pada album Penawar Rindu yang resmi dirilisnya pada Sabtu 11 Mei 2019 di salah satu Hotel di Batam dalam acara Buka Puasa bersama untuk solidaritas Palestina.

Lagu yang berjudul Qul Yaa Adzim isinya tentang kesedihan yang pasti menimpa semua orang kecuali orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, sekaligus memberi dukungan moril kepada saudara-saudara se-iman yang terkena konflik di negara-negara islam seperi Palestina, Uighur (China), serta Rohingya (Myanmar). Semoga lagu ini menginpirasi dan kita yang berada di Tanahair semakin bersyukur dan lebih peduli,” jelas Agus Yusof, saat diwawancarai sukabumiNews, Rabu (15/5/2019).

Agus Yusof menuturkan, sangat banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu para korban di wilayah konflik. Dalam hal ini Agus mengajak kepada semua untuk  sama-sama menyisihkan sebagian harta yang sudah Allah berikan dengan berbagi kepada mereka. “Ini cara yang paling mudah untuk kita berbagi,” ucap Agus.

Dia menyebut, selain lagu Qul Yaa Adzim, pada album Penawar Rindu juga terdapat lagu yang berjudul; Purnama Terindah, Thalama Asyku, Penawar Rindu, Yaa Tawwab, Hunul Khatimah, Sepohon Kayu, dan Istighfar. Album ini sudah tersedia di IslamicTunes dan digital music store lainnya.

“Lagu-lagu terbaru saya ini saya tulis sendiri, aransemen musiknya digarap oleh Keny Saputra, arranger yang sudah memenangkan berbagai Perlombaan. Di antaranya Juara 1 Gitaris Yamaha 2018 Tingkat Nasional, dan memdapatkan hadiah tour ke Jepang bersama Andra Ramadhan,” tambah Agus.

Agus Yusof, Penyanyi  Nasyid Indonesia. 
Dikatakan Agus, tujuan dia untuk bernasyid adalah supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah dan lebih mengenal Rasulullah, serta belajar untuk lebih mencintainya. Karena, hemat Agus, semua hadir di dunia ini adalah karena Allah dan Rasulnya.  Adapun tambah Dia lagi, pesan khusus dari syair lagu ini adalah agar syi’ar islam semakin semarak, “karena lagu-lagu saya juga ada yang berpesan pada umat muslim dunia,” imbuhnya.

Dalam lagu yang dirilisnya, Agus memadukan bahasa Arab dan Indonesia. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan buat video klip Qul Yaa Adzim.  Agar lebih mengena, kita akan buat versi sulih bahasanya, baik inggris  juga Indonesia. Untuk arransemen kita buat senyaman mungkin, easy listening, dengan sentuhan gitar latin yang menyejukkan hati. Perpaduan musik Arab dan Melayu, juga sentuhan jazz,” beber musisi nasyid asal Sukabumi dari Kota Bandung yang saat ini aktif berdakwah di Kepulauan Riau itu.

Agus Yusof berharap dengan merilis lagu-lagu nasyid semoga semakin terjalin silaturrahmi antar ummat. Dan semoga pula, harap Agus, Syi’ar islam semakin melebar luas. “Tidak hanya di kalangan penggiat majelis ilmu saja, tetapi bisa masuk ke kalangan milenial, dan bahkan saudara-saudara yang berbeda agama agar mereka tahu bahwa islam itu agama yang damai, mencintai kedamaian, indah dan tentunya  rahmatan lil aalamiin,” pungkas Agus Yusof.


Pewarta: M. Fadhli
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Muhibbah Ramadhan 1440 H, Kecamatan Parakansalak Jadi Pencermatan Pemkab Sukabumi

sukabumiNews, PARAKANSALAK - Bupati Sukabumi Marwan Hamami melakukan kegiatan rutin Muhibbah Ramadhan 1440 H. Kegiatan Muhibbah yang dilakukan Bupati kali ini yaitu di Masjid Al-Mubarokah, Kampung Pajagan RT.003 RW.004 Desa Parakansalak Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi, Jum'at (10/05/2019) malam.

Bupati mengatakan, Pemkab Sukabumi melaksanakan kegiatan Muhibah Ramdhan ke Parakansalak untuk memberikan semangat lantaran di wilayah tersebut ada yang menjuarai Tahfiz Qur'an.

"Tahfiz qur 'an yang menjuarai perwakilan Sukabumi anak dari Parakansalak, jadi kita berikan semangat,” kata Marwan kepada sukabumiNews di sela-sela acara.

Marwan menjelaskan, pihaknya kemudian akan terus melakukan pembinaan sehingga ke depan pendidikan kita dorong untuk pemberdayaan anak-anak. “Dari tingkat SD ke SMP sertifikasi Diniyah menjadi satu target untuk menjadi pemantauan," tuturnya.

Bupati menambahkan, lantaran tantangan zaman ke depan begitu sulit, maka perlu kita menyakini bahwa silaturahmi seperti ini merupakam program penguatan posisi sukabumi religious. Salah satunya, jelas Marwan, dengan mengimplementasikan dalam bentuk kegiatan di lapangan seperti yang dilakukannya kali ini.

“Dan ini akan berlangsung rutin setiap tahunnya,” jelas Marwan. 
Dalam kesempatan itu, Marwan juga meresmikan secara simbolis pembangunan Masjid Al-Mubarokah yang dibiayai dari Alokasi Dana Hibah Kabupaten Sukabumi tahun 2018 yang ditandai dengan penandatanganan batu prasasti.

Sementara itu Camat Parakansalak A. Royani menyebut, kegiatan Muhibah Ramadhan 1440 H ini pimpinan langsung oleh bupati beserta rombongan. "Arahan bupati akan kami laksanakan. Semoga melalui kegiatan ini terjalin hubungan silaturahim antara umaro dengan komponen yang ada di masyarakat,” ucap Camat.

Camat juga mengungkapkan bahwa secara kebetulan pada acara Safari Ramadhan tingkat gubernur di Cianjur, anak-anak di Parakansalak meraih juara. “Dan langsung pemerintah memberikan reward terutama dari bupati sebagai penyemangat," akunya.

Kegiatan Muhibbah Ramadhan ini dilanjutkan dengan pemberian 150 paket sembako dan Al-Quran sebanyak 15 buah secara simbolis oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten sukabumi dari Baznas Kabupaten Sukabumi kepada ketua DKM Masjid Al-Mubarokah.

Turut hadiri pada acara tersebut Wakil Bupati Sukabumi H. Ajdo Sarjono, Setda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri, Muspika, MUI Parakansalak, Para tokoh ulama dan masyarakat, berserta tamu undangan lainya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jajaran Polsek Sukalarang Ajak Masyarakat Ciptakan Kamtibmas di Bulan Ramadhan

FOTO: Kapolsek Sukalarang saat menyambut Bupati Sukabumi di acara Muhibbah Ramadhan 1440 H. (Rio Bagja Gumilar)
-- 
sukabumiNews, SUKALARANG - Jajaran Polsek Sukakalarang, Resor Sukabumi Kota,  mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di wilayahnya untuk bersama-sama menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan tahun sudah 2019 ini dengan aman, damai dan kondusif.

“Kami pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk menciptakan situasi kamtibmas agar tetap aman, damai dan kondusif,” kata Kapolsek Sukalarang, AKP Ma'ruf Murdianto, kepada sukabumiNews disela acara Muhibbah Ramadhan 1440 H tingkat Kabupaten.

Acara Muhibbah Ramadhan 1440 H dilaksanakan di Masjid Al-Barokah, Kampung Cimangkok, RT.02 RW.04, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019).

BACA: Masjid Al-Barokah Jadi Tempat Pembuka Kegian Muhibbah Ramadhan 1440 H Tinggkat Kabupaten Sukabumi

Selain itu, Ma'ruf juga meminta kepada masyarakat, usai menjalankan Pilpres dan Pileg 2019, agar jangan terprovokasi berita hoax yang dapat menimbulkan kebencian. Sehingga, dalam menjalankan ibadah puasa penuh dengan keberkahan  dan kenyamanan.

"Konfirmasi atau tanyakan kebenaran informasi yang diperoleh kepada pihak Kepolisian atau pihak yang berwenang lainnya, dan jangan cepat untuk membagikan (menshare) suatu informasi yang dapat mengganggu Kamtibmas," tegas AKP Ma'ruf.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Masjid Al-Barokah Jadi Tempat Pembuka Kegiatan Muhibbah Ramadhan 1440 H Tinggkat Kabupaten Sukabumi

FOTO: Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, saat menghadiri kegiatan Muhibbah Ramadhan 1440 H Tinggkat Kabupaten Sukabumi. (Rio Bagja Gumilar)
-- 
sukabumiNews, SUKALARANG - Masjid Al-Barokah di Kampung Cimangkok, RT.02 RW.04, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi masjid pertama sebagai tempat digelarnya kegiatan Muhibbah Ramadhan 1440 H tingkat Kabupaten Sukabumi.

"Kegiatan Muhibbah Ramadhan selalu dilaksanakan setiap bulan Ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi," kata Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami  dalam sambutan pada pelaksanaan Muhibbah Ramadhan yang dilaksanakan pada Kamis (9/05/2019).

Selain untuk bersilaturahmi, lanjut Marwan, kegiatan Muhibbah Ramadhan ini bertujuan untuk menjawab setiap persoalan yang ada di masyarakat sehingga masyarakat mengetahui setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

"Ketika ada permasalahan harus bisa dikomunikasikan secara terbuka, dan inilah hikmah dari Muhibah Ramadhan," terangnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sukabumi menyerahkan bantuan sembako sebanyak 150 paket ditambah 5 buah Al-Qur'an dari Baznas, serta 15 buah Al Qur'an dari DMI, dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti tanda diresmikannya penggunaan beberapa sarana ibadah termasuk bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi Serahkan Rp6 Milyar Lebih Dana Zakat kepada Fakir Miskin dan Sabilillah

Dana tersebut diserahkan Marwan secara simbolis di Bale Budaya Pudak Arum Pendopo di Jln. A. Yani Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat pada Kamis (9/5/2019).
FOTO: Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyerahkan secara simbolis Dana Zakat tahun 2019 sebesar Rp6 Milyar lebih kepada Asnaf Fakir Miskin dan Fisabilillah se-Kabupaten Sukabumi. (Azis R) 
-- 
sukabumiNews, WARUDOYONG - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyerahkan Dana Zakat tahun 2019 sejumlah Rp6 Milyar lebih atau senilai Rp6.273.700.000 Milyar  yang di kelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi kepada Ashnaf (Fakir Miskin dan Sabilillah) se-Kabupaten Sukabumi.

Dana tersebut diserahkan Marwan secara simbolis di Bale Budaya Pudak Arum Pendopo di Jln. A. Yani Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat pada Kamis (9/5/2019).

Bupati Marwan mengatakan, Ia sangat mengapresiasi kinerja Baznas Kabupaten Sukabumi yang sudah mengelola dana Zakat. Bupati juga menyampaikan permohonan maaf karena selama 4 tahun lebih Ia belum bisa bersilaturahmi secara menyeluruh kepada pimpinan pondok pesantren Salafi se-Kabupaten Sukabumi. sesuai dengan Visi Misi Kabupaten Sukabumi yang diusungnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, H.U. Ruyani mengatakan, Ponpes yang mendapatkan bantuan dari BAZNAS adalah hasil verifikasi Forum Ponpes Salafi dan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi. Akan tetapi tambah Ruyani, karena keterbatasan anggaran yang ada, maka tidak semua Ponpes Salafi di Kabupaten Sukabumi mendapatkan bantuan.
 "Sebab itu, kepada Ponpes yang belum memiliki kesampatan mendapatkan bantuan, kami mohon maaf. Ke depan kami akan berupaya se-optimal mungkin untuk menambah kuota bantuan tersebut," imbuhnya.

Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi itu juga meminta, kepada seluruh pimpinan Ponpes Salafi untuk bersama-sama bahu membahu dalam menyadarkan para aghnia untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kabupaten Sukabumi sebagai lembaga pengumpul zakat yang syah secara Undang-undang.

"Dengan demimian, diharapkan pemasukan zakat kedepannya akan semakin meningkat," tutur Ruyani.

Ruyani menambahkan dengan adanya peningkatan jumlah penghasilan zakat tentunya Baznas Kabupaten Sukabumi akan dapat membantu mewujudkan visi dan misi menuju Kabupaten Sukabumi lebih baik, relijius dan mandiri.

"Mudah-mudahan kesadaran masyarakat dalam menyalurkan zakatnya melalui Baznas bisa terealisasi. Karena tidak dipungkiri saat ini, masih banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya tidak melalui Baznas," tutupnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Pendekar Indonesia Ajarkan Jurus Silat di Pompes Dzikir Al-Fath

sukabumiNews,  GUNUNG PUYUH - Pendekar Silat Internasional asal Indonesia yang juga sebagai pemeran Aktor laga Hollywood, Cecep Arif Rahman mengajarkan jurus-jurus silatnya kepada ratusan Santri Pondok Pesantres (ponpes) Dzikir Al-Fath di Aula Ponpes yang beralamat di Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi itu, Rabu (8/5/2019) malam.

Cecep Arif Rahmanyang biasa di sapa Kang Cecep mengungkapkan rasa senang bisa datang ke pompes Dzikir Al-Fath meski belum cukup lama kenal dengan Pimpinan Ponpes tersebut, yaitu KH. Fajar Laksana. “Ya, sekitar satu tahunan lebih saya tahu, Alhamdulilah baru tahun ini bisa bersilaturahmi ke ponpes ini,” kata Kang Cecep kepada sukabumiNews.

“Kalau di tahun yang lalu saya bertemu pak Kyai di Banten,” imbuhnya.

Cecep mengaku klop dengan pimpinan ponpes ini lantaran ayahnya termasuk Kyai juga. Selain itu tambah Cecep, diantara keluarganya di Pondok Pesantren, hanya Dia yang menjadi Pesilat dibandingkan dengan saudara yang mengikuti jejak kelurganya yang lain.

Cecep juga menyebut, dulu bapaknya pun mengajar silat, meski tidak secara fisik. Akan tetapi Pamannya lah yang mengajarkan silat dan menggemblengnya secara detail kepadanya.

Dia mengungkapkan, sejak dahulu memang Silat ini identik dengan Pesantren, karena di pesantren kita mengolah batin, tata krama, juga akhlaknya supaya sehat lahir batin.

“Ya, seperti di Ponpes Dzikir Al-fath ini, walau pun Full mulai dari Dzikir dan pelajaran Agama lainnya, ternyata untuk membina fisiknya ada Pencak Silatnya juga," tutur Kang Cecep.

Oleh karenanya Cecep sangat mengapresiasi karena memang ini yang harus dilakukan oleh semua pesantren. "Seperti pepatah orang Minang, silat di dalam suroh keluar dari suroh langsung bersile. Artinya, belajar agama di dalam suroh pas keluar suroh langsung belajar silat di halaman," jelas Dia.

Kang Cecep juga berinisiatif untuk mengamalkan ajaran tersebut. Lataran menurutnya, silat sama halnya dengan mengaji. “Kalau kita lebih mengamalkan, lebih mengembangkan, tidak akan ada ilmu silat atau pun ilmu mengaji yang hilang karena diberikan kepada orang lain, yang ada malah akan semakin bertambah,” jelasnya lagi.

“Disini saya sambil mempelajari apa yang belum saya dapatkan. Dan apa pun yang saya dapatkan di sini akan langsung saya ajarkan kembali. Tidak harus menunggu sampai saya lulus, karena dalam silat tidak ada istilah lulus," pungkas Kang Cecep.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Hari Kedua Ramadhan, SATPOL-PP Tegakkan Perwal Kota Sukabumi

sukabumiNews, WARUDOYONG – Memasuki hari kedua Bulan Ramadhan 1440 H, Kesatuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Moga Sukabumi melakukan operasi tertib Ramadhan di beberapa tirik pusat perbelanjaan dan beberapa ruas Jalan di Kota Sukabumi, Selasa (7/5/19).

Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah, SatPol PP, Kota Sukabumi, Ajat Sudrajat SH mengatakan, kegiatan operai tersebut merujuk kepada Peraturan Walikota no 11 Tahun 2013 tentang tertib Ramadhan.

"Kita mengawali kegiatan dengan melakukan Himbauan dan wawar keliling termasuk di sejumlah Supermarket dan rumah makan di beberapa ruas jalan di Kota Sukabumi, seperti Jalan Otista, Jalan Ahmad Yani, Jalan R.E. Martadinata, serta Jalan Syamsudin SH," jelas Ajat kepada sukabumiNews diruang kerjanya, Selasa.

Ajat mengungkapkan, selama dua hari memasuki Bulan Ramadhan 1440 H ini, suasana berlangsung kondusif, semua rumah makan dan tempat perbelanjaan yang tersisir sampai saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran.

"Kita mendatangi supermarket untuk memberikan himbauan dan Alhamdulillah pada hari kedua ini mereka belum melakukan kegiatannya sebelum pukul 16. 00 wib, namun untuk yang sifatnya take away atau delivery itu diperbolehkan meski tidak boleh disajikan atau makan di tempat," ungkapnya.

Selain itu kata Ajat, pihaknya sudah memberikan himbauan untuk tempat hiburan malam (THM) bahwa tidak diperbolehkan buka selama bulan Ramadhan, termasuk tempat olahraga ketangkasan Bola Sodok (Billiard) yang diduga bisa dijadikan tempat perjudian.

“Untuk pemilik THM dan restoran yang tidak mengindahkan Perwal tersebut akan diberikan peringatan bertahap, namun jika masih membandel akan dicabut SIUP atau SIU-nya ," tuturnya.

Meski begitu lanjut Ajat, untuk warung-warung nasi yang tidak berizin akan diberikan sanksi tegas berupa penahanan barang dagangannya dan akan diproses lebih lanjut dikantor SatPol PP Kota Sukabumi.

Dalam melaksanakan PerWal no 11 Tahun 2013 juga, tegas Ajat, SatPol PP akan menertibkan anak jalanan, gelandang dan pengemis yang sifatnya mengganggu kekhusuan bulan suci Ramadhan. Kita akan koordinasikan dengan Dinas sosial untuk menanganinya jika kedapatan ada anak jalanan dan gepeng," imbuhnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 5, 2019

Redaksi sukabumiNews

DDII Kirim 200 Da’i Ramadhan Tahun Ini ke Pedalaman dan Luar Negeri

sukabumiNews, JAKARTA – Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) kembali mengirim da’i ramadhan ke pedalaman. Ketua Umum Dewan Da’wah Mohammad Siddik mengatakan, lembaganya menempatkan 200 da’i dan da’iyah untuk mendampingi masyarakat dalam memakmurkan Ramadhan 1440 H/2019.

“Melalui Program Kafilah Da’wah (Kafda), kami menempatkan 200-an dai ke pedalaman Nusantara hingga keluar negeri. Para da’i tersebut berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir dan Akademi Dakwah Indonesia (ADI),” ujar Siddik dalam siaran siaran pers seperti dikutip Kiblat.net belum lama ini.

Sementara itu, Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir (STID M Natsir), Ustadz Dwi Budiman berharap, para kader bisa mengambil pejaran sebanyak-banyaknya dari program kafilah dakwah. Sehingga dapat dipraktekan ketika mengabdi di pedalaman selama dua tahun.

“Meski latihan, tetapi itulah kegiatan dakwah sesungguhnya. Karena itu, kami menyiapkan mahasiswa dengan mengikuti pelatihan selama enam semester, mulai dari mengelola pelatihan membaca quran, thibun nabawi sampai program memandikan jenazah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dwi mengamanatkan kepada para dai untuk menjaga niat dan keikhlasan dalam berdakwah serta dapat menahan dari setiap tantangan dan godaan yang mampu menjerumuskan ke dalam nilai-nilai yang menyimpang dari dakwah. Serta mampu menjaga nama baik Dewan Da’wah dan Allahu Yarham Mohammad Natsir.

“Mereka mengenal antum bukan hanya sebagai dai saja, tapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Dewan Da’wah. Maka, manfaatkan kafilah dakwah dengan baik sehingga bisa mempraktennya di waktu yang akan datang,” katanya.

Sebelum diberangkatkan jelang Ramadhan ini, para peserta Program Kafilah Da’wah mengikuti pelatihan pembekalan yang diselenggarakan kampus masing-masing dan Laznas Dewan Da’wah.

Materi pelatihan meliputi orientasi dan pemetaan da’wah, komunikasi massa, penyusunan progress and reporting, dan pelatihan lifeskill praktis seperti daur ulang sampah domestik dan terapi bekam. []


Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI Kota Sukabumi akan Tindak Tegas Pelaku Usaha THM jika Buka di Bulan Ramadhan

sukabumiNews, CIKOLE - Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi akan menindak tegas para pelaku usaha Tempat Hiburan Malam (THM) apabila membuka usahanya pada saat Bulan Ramadhan.

"Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Sukabumi No.11 tahun 2013 tentang tertib Ramadhan,” kata Sekretaris MUI Kota Sukabumi KH. Kusoy kepada sukabumiNews diruang kerjanya ,Sabtu (4/5/2019).

Kusoy menjelaskan, isi dari Peraturan Wali Kota (Perwal) Sukabumi No.11 tahun 2013 tentang tertib Ramadhan itu antara lain;

A . Masyarakat Dilarang ;
1)  Melakukan Kegiatan yang mengarah kepada perjudian dan sebagainya yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

2)  Melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan perbuatan Maksiat.

3)  Membuat, Menyimpan, Memperjual belikan, Menyulut, dan / atau membunyikan Petasan, Mercon dan sejenisnya.

B. Pengusaha Restoran, Rumah Makan, Warung Nasi, dan sejenisnya hanya diperbolehkan untuk berjualan mulai Pukul 16.00 WIB.

C. Pengusaha Hiburan Malam antara lain Karaoke, Klub Malam Diskotik, Billiard, Ketangkasan, dan permainaan lainnya yang sejenis untuk tidak menjalankan usahanya/tutup selama Bulan Suci Ramadhan terhitung mulai Tanggal 1 Ramadhan sampai 1 Syawal 1440 H sesuai pengumuman resmi Pemerintah.

Selain itu, Sekretaris MUI juga akan terus melakukan Patroli simpatik bersama Satuan Polres Kota, Kodim 0607, Sat-Pol Pp, Ulama dan Ormas Islam memantau dan berkeliling di Bulan Suci Ramadhan.

"Semoga Umat dan Warga Masyarakat Kota Sukabumi bisa mematuhi Peraturan Perwal ini,” tegas Kusoy

Insya Allah, tambah Kusoy, dengan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1440 H, kita bisa terus meningkatkan ibadah dan Amal Sholeh sehingga pada akhir Bulan Ramadhan kita menjadi Manusia yang suci seperti bayi yang baru lahir.


Pewarta: Azis R/Telly NR.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Menyongsong Bulan Suci Ramadhan, MUI bersama Baznas Kota Sukabumi Gelar Apel Kesatuan dan Persatuan Umat

sukabumiNews, CIKOLE - Dalam menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1440 H, Majelis Ulama Indonesia bersama Badan Amil Zakat Kota Sukabumi menggelar acara Apel Wih Dahtul Umah (Kesatuan dan Persatuan Umat). Apel dilaksanakan di lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Sabtu (4/5/19).

"Ya, tadi pagi kita sudah melaksanakan Apel Kesatuan dan Persatuan Umat yang di yang dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi bahwa Umat dan Masyarakat Kota Sukabumi tidak akan terpecah belah, tetapi akan bersatu dengan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah Swt serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Kusoy kepada wartawan.

Setelah melaksanakan Apel dan penandatanganan Deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan Pawai Ta'aruf. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan kepada khalayak bahwa bulan suci Ramadhan 1440 H segera tiba. 
“Arafah itu artinya mengenal, memaklumi dan memberitahukan. Jadi dengan demikian diharapkan semua mengetahui bahwa Bulan Suci Ramdhan akan segera tiba dengan melaksanakan Ibadah Saum, Tarawih, Zakat Fitrah dan Ibadah lainnya,” jelas Kusoy.

“Kegiatan yang di isi dengan santunan kepada 2000 Fakir miskin atas Donasi yang telah dikumpulkan dari Adnia dan donator berupa sembako, telah kita bagikan,” imbuhnya.

Acara diakhiri dengan berbagai perlombaan seni budaya Islam seperti lomba ngadulag, marawis, pidato, dakwah dan kegiatan seni keagamaan lainnya.

"Alhamdulilah serangkaian ini sudah dilaksanakan dengan baik dan lancar, tidak kurang dari 5000 massa yang telah mengikuti Apel, Pawai serta yang lainnya. Insya Allah dengan memasuki Bulan Suci Ramadhan kita akan meningkatkan ibadah dan amal sholeh sehingga di akhir Ramadhan kita menjadi manusia yang Idul Fitri,” tutup Kusoy.

Dia juga mengajak dan berharap kepada semua masyarakat Muslim khususnya di wilayah Kota Sukabumi untuk bisa melaksanakan Ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Video: Hasil Ijtima Ulama III ‘Pemilu 2019 Curang dan Desak KPU-Bawaslu Diskualifikasi 01’


Ijtima Ulama 3 menyatakan, telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif pada proses Pemilu 2019.

BACA Juga: Ijtima Ulama 3 Minta KPU 'Diskualifikasi Joko Widodo-Ma'ruf Amin'


Video Sumber: Voa-Islam
Redaksi sukabumiNews

Ijtima Ulama 3 Minta KPU 'Diskualifikasi Joko Widodo-Ma'ruf Amin'

 Ijtima Ulama 3 memandang telah terjadi kecurangan dan kejahatan dalam Pemilu 2019.
--- 
sukabumiNews, BOGOR – Para ulama pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Badan Pengawas Pemilu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membatalkan atau mendiskualifikasi calon presiden dan wakil presiden 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada pemilu 17 April 2019.

Mereka menyatakan hal itu dalam Ijtima Ulama 3 yang dilaksanakan di Sentul, Bogor, Rabu (01/05) kemarin.

Dalam kesimpulan acara, Yusuf Martak, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama memandang bahwa proses penyelenggaraan Pemilu 2019 telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif.

Prabowo yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa kesimpulan pertemuan "cukup komprehensif dan tegas."

Lihat Video: Hasil Ijtima Ulama III ‘Pemilu 2019 Curang dan Desak KPU-Bawaslu Diskualifikasi 01’

Berikut lima rekomendasi Ijtimak Ulama III ;

1. Menyimpulkan bahwa telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses penyelenggaraan pemilu 2019.

2. Mendorong dan meminta BPN Prabowo-Sandi untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme legal, prosedural, tentang terjadinya kejadian berbagai kecurangan, kejahatan yang terstruktur, sistematis, masif dalam proses pilpres 2019.

3. Mendesak KPU dan Bawaslu untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi pasangan calon capres-cawapres 01.

4. Mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal, dan mendampingi perjuangan penegakan hukum dengan cara syar'i dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan, dan kejahatan, serta ketidakadilan, termasuk perjuangan pembatalan/diskualifikasi paslon capres-cawapres 01 yang ikut melakukan kecurangan dan kejahatan dalam pilpres 2019.

5. Memutuskan bahwa melawan kecurangan dan kejahatan serta ketidakadilan kecurangan merupakan amar ma'ruf nahi mungkar serta konstitusional dan sah secara hukum dengan menjaga keutuhan NKRI dan kedaulatan rakyat.

Ditetapkan di Bogor 1 Mei 2019, 25 Sya'ban 1940 Hijriah, pimpinan sidang pleno Ijtimak Ulama III dan tokoh nasional Indonesia III tahun 2019.

KH Abdul Rasyid Abdullah Syafie
Ustaz Yusuf Muhammad Martak
Ustaz Zaitul Rasmin
Ustaz Slamet Maarif
KH Sobri Lubis
Ustaz Bachtiar Nasir


Pewarta: Sinwan
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close