Breaking
loading...
Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

Monday, August 5, 2019

Redaksi sukabumiNews

PLN Memohon Maaf atas Pemadaman yang Terjadi Akibat Gas Turbin Suralaya Alami Trip

turbin gas pln
Turbin Gas PLN | Gambar Istimewa.*  
sukabumiNews, JAKARTA - PLN memohon maaf atas pemadaman yang terjadi akibat Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami trip, sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati (Off). Selain itu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami gangguan atau trip.

Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," ungkap Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka, di Jakarta dalam rilis yang dikutip sukabumiNews, Ahad (4/8/2019).

Dia menjelaskan, di Jawa Barat (Jabar), terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah  Area sbb : Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor.

“Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,” ucap Made.

Dikatakannya, dari sisi perbaikan penyebab gangguan, sudah dilaksanakan pengamanan GSW yang putus, dan penyalaan kembali GT di Suralaya. Selanjutnya, tutur dia, akan dilaksanakan scanning assesmen kondisi GSW yang se type, serta pengaturan beban dari UP2B untuk meminimalisir pemadaman.

LIHAT VIDEO: Presiden Joko Widodo (Jokowi) Pertanyakan Penyebab Gangguan Listrik Massal di Sejumlah Daerah di Pulau Jawa

Pewarta: Karim R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, July 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Terkuak, Prabowo Ternyata Tak Kabari Pembina Gerindra saat Bertemu Jokowi

Akhirnya, pertemuan perdana Jokowi - Prabowo terjadi di Stasiun MRT Lebak Bulus (13/7/2019) [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
sukabumiNews, JAKARTA – Pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi di stasiun KRT pada Sabtu (13/7/2019) ternyata di luar sepengetahuan Dewan Pembina Gerindra.

Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco mengatakan ketidaktahuan Dewan Pembina akan rencana Prabowo bertemu Jokowi tersebut lantaran Prabowo yang belum sempat melapor.

Karena itu, Prabowo menggelar pertemuan dengan Dewan Pembina untuk memberikan penjelasannya langsung pada hari ini di kediamannya di Bojong Koneng, Hambalang, Bogor.

"Pada prinsipnya Pak Prabowo tadi menerangkan soal rencana pertemuan MRT yang memang tidak disampaikan ke Dewan Pembina karena sifatnya mendadak dan situasional," kata Dasco kepada wartawan, Jumat (19/7/2019), dikutip dari Suara.com.

Dalam pertemuan dengan Dewan Pembina, Prabowo kemudian memberikan klarifikasinya tentang apa yang sebenarnya terjadi saat dirinya bertemu Jokowi pekan lalu.

"Nah namun tadi sudah disampaikan pada teman-teman Dewan Pembina bahwa pertemuan itu tujuannya adalah untuk meredam gejolak di masyarakat dan juga untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu dalam upaya menyelamatkan kawan-kawan yang saat itu sudah dan sedang mengalami proses hukum sehingga suasana bisa kondusif," tutur Dasco.

Sebelumnya, Prabowo Subianto membentuk tim seleksi nama anggota perwakilan rakyat terpilih untuk menduduki jabatan strategis di DPR RI maupun DPRD tingkat provinsi, kabupaten atau kota.

Tim tersebut dibentuk Prabowo usai melakukan rapat dengan Dewan Pembina Gerindra pada hari ini di kediamannya di Hambalang, Bogor.

"Berdasarkan anggaran dasar, kewenangan untuk menetapkan pimpinan DPR RI, ketua DPR provinsi, wakil ketua DPR provinsi, ketua DPR kabupaten/kota, wakil ketua kabupaten kota adalah wewenang Ketua Dewan Pembina. Oleh karena itu, kita bentuk tim untuk menseleksi nama-nama dimaksud untuk menempati posisi strategis di DPR RI, provinsi dan kabupaten/kota," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Hambalang, hari ini.

Muzani mengatakan berdasarkan laporan hasil pemilu legislatif dari keputusan KPU, Gerindra mendapatkan sebanyak 78 kursi DPR RI, serta 2.245 anggota DPRD terpilih untuk di seluruh Indonesia.

Berdasarkan perolehan tersebut, lanjut Muzani, Gerindra telah menentukan posisi strategis sebagai pimpinan baik di DPR RI maupun DPRD. Namun untuk siapa saja nanti anggota dewan terpilih yang akan mengisi posisi tersebut, masih akan diseleksi melalui tim.

"Dari jumlah itu kita menempatkan 3 orang, 1 orang wakil ketua DPR RI, 3 orang ketua DPR provinsi. 50 ketua DPRD kabupaten/kota dan ada kurang lebih 164 wakil ketua DPRD kabupaten/kota dan 22 wakil ketua DPRD provinsi," kata Muzani.

Pewarta: Suara.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, July 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Satres Narkoba Polres Metro Jakbar Sita 30 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

narkotika jenis sabu
Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arief Purnama Oktora bersama Kabag Humas Polres Jakarta Barat Kompol Marbun memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan sabu jaringan internasional, Selasa (17/7/2019)
sukabumiNews, JAKARTA – Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia -Jakarta. Dari pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 30 kilogram.

"Ini adalah jaringan dari Malaysia ke Jakarta. Disinyalir ini adalah jaringan Internasional," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH melalui Kabag Humasnya, Kompol M Marbun, Selasa (16/07/19).

Dari pengungkapan tersebut, Petuas juga berhasil mengamankan 4 orang tersangka berinisial HA (26), AR (20),  PA (49), dan SB (37), beserta sejumlah barang bukti narkoba hasil penangkapan.

Kanit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arief Oktora menjelaskan, penangkapan 4 tersangka tersebut berdasarkan hasil pengembangan dari pengungkapan sebelumnya yang menyita 120 Kg sabu.

Dari pengembangan itu kata Dia, anggotanya melakukan penyelidikan selama kurang lebih tiga bulan hingga akhirnya dapat diketahui identitas pelaku bandar dan kurir. "Kami lakukan penyelidikan selama tiga bulan kemudian kami lakukan pembututan di pinggiran sungai di kawasan Dumai," jelas AKP Arief.

Dikatakan Arif, setelah sempat terjadi kejar-kejaran, petugas berhasil mengamankan tiga pengedar narkoba jenis sabu-sabu jaringan Internasional.  "Tersangka HO ( 26),  AR (20),  dan PA (49 ) bersama barang bukti sebanyak 3 tas berisi puluhan paket besar narkotika jenis sabu berhasil diamankan," lanjutnya.

Masih kata Arif, berdasarkan hasil introgasi dari ketiga tersangka, barang bukti tersebut akan diserahkan oleh SB.

"Tersangka SB kita tangkap di Simpang Tiga Pekanbaru Riau. Dari keterangan SB, barang bukti 30 kilogram tersebut  untuk diedarkan ke Jakarta atas perintah MB yang kini masih dalam pengejaran,"paparnya.

Adapun modus operandi para tersangka ini yakni, PA dihubungi oleh AT (DPO) dengan cara menelpon untuk menerima barang haram dari kapal ikan di pinggiran sungai kawasan Dumai. AT pun memerintahkan PA agar mobil dimodifikasi. Bukan hanya PA, AT pun memerintahkan HA dan AR untuk memodifikasi mobil untuk mengambil barang haram.

"Modus mereka (tersangka) melakukan berbagai modif. Untuk mengelabui petugas, mereka memasukan sabu dibalik rangka Dashboard kendaraan yang dikendarai oleh pelaku," katanya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.


BACA Juga:
Berhasil Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Internasional, Polres Jak Bar Dapat Penghargaan dari US DEA

Pewarta: Didid Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, July 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

DPR Kecam Tudingan Pendidikan Agama Pemicu Politisasi Agama

Reni Marlinawati
Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati.
sukabumiNews, JAKARTA: Pernyataan praktisi pendidikan Setyono Djuandi Darmono yang menyebut pendidikan agama di sekolah menjadi pemicu politisasi agama direspons keras oleh kalangan DPR.

Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati mengatakan, pernyataan yang menganggap pendidikan agama sebagai pemicu adanya politisasi agama merupakan pernyataan yang keluar batas.

"Tudingan terhadap pendidikan agama sebagai pemicu adanya politisasi agama merupakan pernyataan yang offside, ahistoris dan tidak paham dengan sistem pendidikan nasional," ujar Reni di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, seperti dalam rilis yang diterima sukabumiNews, Senin (8/7/2019)

Wakil Ketua Umum DPP PPP ini mengatakan pernyataan tersebut merupakan agitasi dan propaganda yang menyulut polemik di tengah publik. Ia meminta Setyono Djuandi Darmono untuk  mengklarifikasi pernyataan tersebut. "Publik dibuat resah dengan pernyataan tersebut," sebut Reni.

Reni menuturkan dalam UU UU No 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional telah jelas mata pelajaran pendidikan agama menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional di Indonesia. Menurut dia, pengajaran pendidikan agama merupakan hak yang diterima oleh anak didik.

"Pasal 12 ayat (1) huruf a UU Sisdiknas secara tegas menyebutkan bahwa anak didik berhak  mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama," urai Reni.

Reni menyebutkan tudingan pendidikan agama sebagai pemicu adanya politisasi agama merupakan tindakan simplifikasi. Menurut dia, agama tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan politik dan kehidupan sosial lainnya. "Agama harus menjadi sumber nilai etik dalam berpolitik dan dalam kehidupan sosial lainnya," cetus Reni.

Reni melanjutkan jika ada persoalan agama dijadikan komoditas politik merupakan perkara yang berbeda yang tidak bisa dikaitkan dengan  materi pendidikan agama di sekolah. "Politisasi agama merupakan hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan pembelajaran pendidikan agama di lembaga pendidikan. Jika logika itu dipakai, bagaimana dengan madrasah dan pesantren?" tandas Reni.


Pewarta: AM
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, July 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

HUT Bhayangkara ke-73 Polsek Cengkareng Beri Layanan Pembuatan SKCK Gratis

Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri SH MH memberikan SKCK
Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri SH MH memberikan SKCK kepada pemohon.* 
sukabumiNews, JAKARTA - Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat mengadakan apel  bersama 3 Pilar dalam rangka HUT Bayangkara ke-73 di halaman Mapolsek Cengkareng, Jalan Kamal Raya No 1 Cengkareng Timur, Cengkareng Jakarta Barat, Senin (01/07/2019).

Pada kegiatan HUT Bhayangkara ke-73 ini Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat memberikan pelayanan SKCK gratis kepada pemohon.

"Dengan semangat hari Bhayangkara ke-73, Polri berkomitmen memberikan inovasi dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara," ujar Kapolsek Cengkareng Kompol H. Khoiri, SH. MH., kepada wartawan.

Kapolres berharap, semoga Polri terus memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara sehingga kedepan akan menjadi polisi yang profesional, modern dan terpercaya.

Kompol H. Khoiri juga mengucapkan terima kasih kepada Camat dan ketua MUI cengkareng yang hadir pada acara HUT Polri yang ke-73 yang dilaksanakan di halaman Mapolsek Cengkareng itu sendiri.

Begitu juga kepada anggota Polri yang telah menjaga kekompakkan selama pelaksanaan Pilpres sehingga situasi wilayah cengkareng masih aman dan kondusip.

“”Sekarang tidak ada 01 dan 02, yang ada hanya 03 yaitu persatuan Indonesia dan semoga Polri lebih baik lagi ke depannya  dan semakin Jaya,” imbuhnya.

Camat Cengkareng H. Ahmad Faqih memberikan ucapat selamat HUT Bhayangkara ke-73 kepada Kaolsek Cengkareng Kompol H. Khoiri.* 
Sementara, Camat Cengkareng H. Ahmad Faqih mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Polsek Cengkareng. “Semoga Polri ke depan akan lebih baik lagi sebagai pengayom dan pelindung Masyarakat,” pesan Camat.

"Saya atas nama Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat beserta jajaran, karena selama ini sudah terjalin kerja sama yang baik. Semoga ke depan lebih solid,” tambahnya.

“Kita bersyukur karena hajat besar sudah selesai, dan mulai sekarang kita sudah tidak ada No.01 atau No.02. Seperti yang dikatakan oleh Kapolres tadi, yang ada adalah kita masyarakat Indonesia yang harus mendapat perlakuan yang sama di muka hukum," tegasnya.

Kegiatan diakhiri  dengan pemotongan tumpeng oleh Oleh Kapolsek Cengkareng yang diserahkan kepada Camat Cengkareng serta anggota Polri dan pemohon SKCK., yang kemudian ditutup dengan do'a oleh ketua MUI Cengkareng KH. Harun Al-Rasyid, serta ramah tamah dan makan bersama.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, July 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sambut HUT Bhayangkara ke-73, Kodim 0503 JB Sambangi Polres Metro Jakarta Barat

Dandim 0503/JB dan Kapolres Metro Jakbar pada HUT Bhayangkara ke-73
Dandim 0503/JB, Letkol Arhanud Jatmiko Adhi mengucapkan selamat Dirgahayu HUT Bhayangkara ke-73 kepada Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, S.IK, MH.* 
sukabumiNews, JAKARTA - Kodim 0503/JB mendatangi Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) pada Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73. Kedatangan Kodim 0503/JB bersama para pejabat utama Kodim 0503/JB beserta pegawai negri sipilnya itu untuk mengucapkan Dirgahayu HUT Bhayangkara ke-73, Senin (1/7/2019).

Kejutan dari Kodim 0503/JB kepada jajaran Polres Metro Jakbar ini dipimpin langsung oleh Dandim Letkol Arhanud Jatmiko Adhi sambil membawa nasi tumpeng.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0503/JB, Letkol Arhanud Jatmiko Adhi mengucapkan selamat Dirgahayu HUT Bhayangkara ke-73 kepada Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, S.IK, MH., beserta anggota.

“Kedepan Polri semakin Profesionalisme, modern dan terpercaya serta dicintai Masyarakat,” Letkol Arhanud Jatmiko Adhi.

“Kami pun disini sangat berterima kasih khususnya kepada Polres Metro Jakarta Barat atas hubungan silaturahmi dan sinergi yang sudah berjalan sangat baik,” tuturnya.

Sementara Kapolres Metro Jakbar Kombes Pol Hengki Haryadi, S.IK, MH., sangat menyambut baik kedatangan Dandim 0503/JB beserta rombongan.

“Semoga dengan ini dapat meningkatkan jalinan silaturahim dan sinergitas TNI-Polri, juga menciptakan dan menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif, khususnya diwilayah hukum Polres Jakarta Barat,” sambungnya.

Kapolres berharap, lewat sejumlah agenda dan rutinitas hariannya, keharmonisan antar TNI-Polri ini tetap terjaga.

"Dengan peningkatan kerjasama dan sinergitas, kita ingin menunjukkan kepada masyarakat jika TNI-Polri kuat, maka negara juga akan utuh dan kuat,” tandasnya.


Ucapan Selamat dilanjutkan secara simbolis dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Dandim 0503/JB dan diberikan langsung kepada Kapolres Metro Jakarta Barat.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, June 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Presiden Joko Widodo Bersiap Mengikuti KTT G20

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersiap mengikuti KTT G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). (foto: dokumentasi Biro Pers Kepresidenan)  
sukabumiNews, OSAKA – Presiden Joko Widodo tiba di Osaka untuk KTT G20 langsung mengikuti sejumlah agenda, seperti official welcome dan juga family photo yang diadakan di INTEX Osaka.

Berdasarkan keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Jumat (28/6/2019), setibanya di INTEX Osaka Presiden Jokowi menunggu di ruang Leaders’ Area. Di sana ia menantikan sesi official welcome dan family photo.
Saat menunggu itu, Presiden Jokowi sempat berbincang bersama kepala negara, kepala pemerintahan negara G20, dan juga pimpinan lembaga internasional dalam suasana yang akrab.
Seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Putra Mahkota Kerajaan Saudi Mohammad bin Salman, PM Kanada Justin Trudeau, PM Australia Scott Morrison, PM Belanda Mark Rutte, dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Bahkan Presiden Trump sempat memberikan permen kepada Presiden Jokowi.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, June 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Peringati HANI 2019, Polres Jakbar Musnahkan 138 Kg Sabu dan Ribuan Butir Pil Ekstasi

sukabumiNews, JAKARTA – Kepolisian Resort  (Polres) Metro Jakarta Barat (Jakbar) memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 138 Kg dan pil ekstasi sebanyak 10.382 butir. Pemusnahan barang haram oleh Polres Metro Jakbar ini bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019.

Kapolres Metro Jakbar, Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK. MH., melalui Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz mengungkapkan, barang bukti narkoba tersebut berasal dari hasil pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba Polres Metro Jakbar beserta Polsek jajaran.

"Ada delapan laporan kasus narkoba di tahun 2019, dan hari ini Polres Metro Jakarta Barat akan memusnahkan barang bukti narkoba tersebut,” ucap AKBP Erick, kepada wartawan, Rabu (26/06/19).


Erick menjelaskan, total tersangka yang diamankan dalam kasus ini sebanyak delapan orang. Dari delapan orang tersangka, petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 138 kilogram dan 10.382 butir pil ekstasi.

"Dari ungkap kasus dengan barang bukti tersebut dapat diketahui mengakibatkan daya rusak 704.517 jiwa. Total nominal sebesar Rp 211.760.100.000," katanya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup dan hukuman mati.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Keren, Pangkalan Penjahit Keliling Berjejer Rapih di Jalan Jagakarsa Jaksel

sukabumiNews, JAKARTA - Munculnya para penjahit keliling dengan menggunakan sepeda di Jakarta memang sudak cukup lama dan banyak. Mereka menjajakkan jasanya berkeliling ke kampung-kampung, bahkan masuk ke komplek-komplek perumahan demi mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari.

Namun ada yang berbeda ketika melintas di Jalan Raya Jagakarsa dekat pasar Lenteng Agung Jakarta Selatan. Sejumlah penjahit keliling di sini nampaknya mempunyai pangkalan tersendiri. Puluhan penjahit berjejer rapih di pinggir Jalan Jagakarsa Jaksel sehingga mereka tidak perlu repot mencarai pelanggan, dan para pelanggan pun tidak usah repot untuk menunggu dan mencarinya.

Dede (41) salah seorang penjahit asal Garut Jawa Barat mengatakan bahwa ia sudah dua tahun mangkal di sini. “Alhamdulillah, biarpun banyak pesaing tapi pelanggan saya gak kemana-mana, ucap Dede.

"Bukan cuma warga daerah sini yang jahit, dari Depok, Citayem, Pasar Minggu juga banyak yang jahit di sini," ungkapnya.

Momen lebaran pun tambah Dede, lebih ramai dari hari biasanya sampai-sampai kewalahan dikarenakan banyak pesenan.

Sementara itu, Ibu Nina (45) salah satu pelanggan penjahit dari Depok mengatakan, ia sengaja datang ke tempat tersebut dengan dihantar suaminya sekedar untuk menjahit bajunya lantaran jahitannya bisa ditunggu dan langsung jadi.

Jadi gak perlu menunggu berhari-hari. Disamping itu harga jasanya pun sangat terjangkau,” tutur Ibu Nina, Selasa (25/06/19).


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, June 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres Jakbar Digerebek Polisi

sukabumiNews, JAKARTA – Anggota dari Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggerebek pabrik sabu rumahan di daerah Kalideres Jakarta Barat (Jakbar). Polisi mengerebek pabrik sabu rumahan ini setelah diketahui bahwa tempat ini merupakan jaringan dari pabrik sabu di kawasan Perumahan Metland Cipondoh Kota Tangerang yang pernah digerebek Polres Metro Jakarta Barat sebelumnya.

"Ini merupakan pengembangan dari penggerebekan pabrik sabu di Cipondoh Tangerang,” jelas Kapolres Metro Jakarta Barat melalui Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz dalam Konferensi Persnya, Senin (24/06/19).

Pabrik tersebut diketahui sudah beroperasi sejak 2018. Dalam penggerebekan kali ini polisi mengamankan satu tersangka berinisial MS (42).


Erik menjelaskan, tersangka (MS) belajar membuat sabu dari tersangka sebelumnya berinisial PC. “Pembuat sabu ini sudah membuat sabu sejak tahun 2018 dimana MS diketahui Lebih Mahir dan mampu membuat, memproduksi lebih banyak daripada PC dimana MS belajar Membuat narkoba jenis sabu dari tersangka PC ," terangnya.

Erick menuturkan, sebelum dilakukan penggerebekan, polisi telah melakukan penyelidikan sejak dua bulan yang lalu. Setelah petugas mengintai dan memastikan bahwa ada kegiatan pembuatan barang haram yang sedang berlangsung dalam rumah tersebut, petugas kemudian bergerak dan menggerebek rumah tersebut.

"Setelah dipastikan bahwa tersangka sedang melakukan pembuatan sabu, Satresnarkoba Jakarta Barat yang dipimpin AKP Arif Oktora langsung melakukan penangkapan,"tuturnya.

Masih kata Erik, tersangka MS diamankan karena tertangkap basah sedang memproduksi atau memasak sabu-sabu.

Selain menangkap MS, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni bahan-bahan pembuat sabu, salah satu diantaranya adalah prekursor dan 1 kg Narkoba Jenis sabu dari hasil produksi.

"Barang bukti yang kita amankan ada juga sabu-sabu  yang sudah jadi seberat 1 Kg,  kemudian sabu yang masih setengah jadi, dan bahan baku pembuat sabu. Tersangka ini membeli bahan baku melalui media sosial online," tandas AKBP Erick Frendriz.


BACA Juga:
Satres Narkoba Polres Metro Jakbar Sita 30 Kilogram Sabu Jaringan Internasional


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

KPK Periksa Melchias Mekeng Terkait Kasus KTP Elektronik

sukabumiNews, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota DPR Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng, Senin (24/6/2019).

Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP elektronik).

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MN [Markus Nari]," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Yuyuk Andriati, Senin (24/6/2019).

Anggota DPR Melchias Marcus Mekeng tiba untuk menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Rabu (8/5/2019)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Selain Mekeng, tim penyidik juga secara bersamaan memanggil anggota DPR Agun Gunandjar Sudarsa dan mantan anggota DPR Chairuman Harahap sebagai saksi untuk Markus Nari.

Dilansir dari laman Bisnis.com, nama Mekeng sebelumnya disebut-sebut menerima aliran dana proyek KTP-el menyusul dakwaan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Sugiharto.

Mekeng yang saat itu menjabat Ketua Badan Anggaran DPR RI disebut menerima sejumlah US$1,4 juta.

Dalam kasus ini, tersangka Markus Nari dijerat dengan dua sangkaan sekaligus yaitu kasus dugaan korupsi proyek KTP-el dan dugaan merintangi penyidikan.

Mantan anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar itu diduga meminta uang sebanyak Rp5 miliar kepada mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman. Dia sudah menjadi terpidana dalam kasus ini.

Sebagai realisasi permintaan tersebut, diduga telah terjadi penyerahan uang sekitar Rp4 miliar kepada Markus Nari.

Saat ini, memang tinggal Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2017.

Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dengan hukuman pidana yang bervariasi.

Mereka adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Narogong, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.

Ketujuh orang itu terbukti melakukan kerugian negara hingga Rp2,3 triliun dari proyek KTP-el sebesar Rp5,9 triliun.


Pewarta: Bisnis.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, June 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sidang MK, Yusril Tidak Mau Bertanya Saat Said Didu Jadi Saksi

sukabumiNews, JAKARTA – Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan tidak mengajukan pertanyaan kepada mantan Sekretaris BUMN Said Didu saat dihadirkan sebagai saksi dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019  di Mahkamah Konstitusi.

Ketua tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Yusril Ihza Mahendra (kanan) selaku pihak terkait menyampaikan keterangan pada sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
"Kalau saya bertanya jawabannya pendapat, sementara Mas Said Didu ini hadir sebagai saksi. Saya memutuskan tidak bertanya," kata Yusril saat diberi kesempatan bertanya oleh majelis hakim konstitusi saat sidang PHPU Pilpres  2019 di MK Jakarta, Rabu malam.

Saat pihak Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan Said Didu sebagai saksi, hakim konstitusi Enny Nurbaningsih mengingatkannya posisinya sebagai saksi, bukan ahli, sehingga hanya menerangkan pengalaman bukan pendapat.

Dalam kesaksiannya ini, Said Didu menceritakan tentang pejabat anak perusahaan BUMN yang mundur ketika maju dalam jabatan publik, yakni Dirut PT Semen Padang yang merupakan anak perusahaan PT Semen Gresik ketika mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur Sumatera Barat.

"Ada pengalaman saya (waktu) Dirut Semen Padang dan saya sendiri menangani, mohon maaf saat itu dicalonkan partai yang berkuasa, tapi saya tegas (bicara) dilarang UU maka anda harus mundur," kata Said Didu.

Dalam kesaksiannya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini memaparkan tiga kelompok pejabat BUMN dengan merujuk kewajiban melapor LHKPN ke KPK.

"Direksi, dewan pengawas dan komisaris serta direksi anak perusahaan BUMN dianggap juga dimasukkan dalam kelompok pejabat BUMN. Sehingga, mulai 2006 seluruh pejabat BUMN yang tiga kelompok tadi berkewajiban melaporkan LHKPN. Itu mulai pejabat BUMN terdiri dari tiga kelompok komisaris, dewan pengawas dan direksi BUMN; komisaris dewan pengawas anak perusahaan BUMN dan pejabat satu tingkat di bawah direksi BUMN. Itu praktik hukum LHKPN," jelas Said Didu.

Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga menghadirkan Said Didu sebagai saksi untuk membantah jawaban Tim Kuasa Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang menyatakan Ma'ruf Amin tidak berstatus sebagai karyawan/pejabat BUMN karena posisinya sebagai Dewan Pengawas Syariah.


Pewarta: ANTARA
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Sidang Gugatan Pilpres Bahas Jalanan Belum Diaspal di Boyolali

sukabumiNews, JAKARTA - Sidang gugatan Pilpres 2019 tak hanya melulu membahas soal kecurangan pemilu. Sidang juga sempat membahas jalan yang belum diaspal di Boyolali, Jawa Tengah.

Masalah jalan aspal itu bermula ketika saksi tim Prabowo-Sandi, Beti Kristiyana, membahas soal jarak tempuh dari daerah tinggalnya ke Kecamatan Juwangi. Beti mengatakan jarak tempuhnya ke Kecamatan Juwangi sejauh 3 jam.
Sidang sengketa Pilpres 2019 di MK. (Antara Foto)
Namun hal itu membuat hakim Suhartoyo bertanya. Suhartoyo pun sudah melihat dari Google Maps. Di aplikasi itu, jarak dari tempat tinggal Beti di Kecamatan Teras ke Kecamatan Juwangi hanya 90 menit.

"Saya juga buka Google Maps, jarak Juwangi ke tempatmu itu 50 km, 1 jam 30 menit kalau tidak lewat tol, kok bisa 3 jam?" tanya Suhartoyo dalam sidang lanjutan gugatan Pilpres 2019 di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

"Karena medannya sangat sulit berat Pak Hakim," jawab Betti.

"Hari gini masih ada medan sulit di Boyolali?" tanya Suhartoyo lagi.

"Iya Pak," jawab Beti.

"Tapi jalan aspal semua?" kata Suhartoyo.

"Tidak ada aspal," ucap Beti.

Suhartoyo pun mengumbar canda ke persidangan.

"Ini kalau ada permohonan para pihak checking the spot ini hakim bisa ke sana nih," ucap Suhartoyo disambut tawa para pihak berperkara. [dtk]

Saturday, June 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Satreskrim Polres Jakbar Bekuk 4 Pelaku Pengrusakan, Pembakaran dan Penjarahan Kendaraan Operasional Brimob

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK. MH., saat Konferensi Pers.  
sukabumiNews, JAKARTA - Empat Perusuh sekaligus pelaku perusakan dan pembakaran mobil Operasional Brimob yang terparkir di jalan Tali Kota Bambu palmerah Jakarta Barat dan di Jalan Brigjen Katamso dekat Flyover Slipi Jakarta Barat pada 22 Mei 2019 lalu, berhasil di bekuk Team Gabungan Polres Metro Jakarta Barat.

Tak hanya itu, pelaku yang berinisial SL alias JL juga mencuri tas yang berisi senjata api dan uang tunai puluhan juta rupiah.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK. MH., mengatakan, pihaknya Telah melakukan penangkapan  terhadap empat orang tersangka yakni SL, DI, WN, dan DO.

Empat orang tersangka yakni SL, DI, WN, dan DO, diamankan Polisi
"Para pelaku yang kami amankan ini merupakan Kelompok Kejahatan yang dalam aksinya selain melakukan kerusuhan, mereka juga melakukan penjarahan," ujar Kombes Hengki, kepada sukabumiNews, Jumat (14/06/19).

Hengki mengungkapkan bahwa kronologi penangkapan keempat tersangka tersebut berawal dari informasi yang didapat berdasarkan hasil penyelidikan Tim Jatanras Polres Metro Jakarta Barat melalui analisis CCTV bahwa SU merupakan pelaku yang memecahkan kaca mobil Brimob dan mencuri tas yang berisikan Senjata api jenis Glock 17 dan tas merk Tumi di Slipi Jakarta Barat saat kerusuhan tanggal 22 Mei 2019.

"Ini kita tangkap 4 orang karena ada properti Brimob yang dicuri sampai sekarang harus kita amankan. Ada beberapa (properti) seperti senjata api dan sebagainya," ungkap Dia.

Masih kata Dia, pelaku mengakui bahwa benar dirinya telah mengambil tas yang berisi uang 50 juta, STNK motor, kartu ATM, kartu anggota dan senjata api dari mobil Brimob yang telah dirusak pelaku dan massa.

Dari hasil penangkapan tersebut petugas mengamankan 1 pucuk senjata api jenis Glock 17,  1 unit honda Vario hitam, 1 unit HP samsung,  1 unit HP xiomi,  1 unit hp xiomi ,1 unit hp vivo,  13 butir peluru,1 buah jaket,b1 buah cincin emas, 1 buah kalung emas, 1 buah gelang emas, 1 buah celana, 1 pasang sepatu, uang sejumlah  Rp 1.135.000

"Uang yang dicuri dipakai pelaku untuk membeli burung, bayar utang dan beli emas. Sedangkan untuk barang bukti tas, kartu ATM dan kartu anggota, ia bakar untuk menghilangkan barang bukti," terang Kombes Hengki.

Dengan ditangkapnya ke-empat orang tersebut, sudah sejumlah 189 tersangka yang diamankan oleh polisi dari Polres Metro Jakarta Barat.

Sekedar diketahui, pada kerusuhan 22 Mei 2019, di Sekitar Flyover Slipi, tepatnya di samping pintu masuk Wisma BCA, dua bus milik Brimob dibakar oleh massa yang melakukan kerusuhan.

Sementara itu, beberapa bus dan sejumlah kendaraan lain rusak dan kacanya pecah.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 31, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tiga Pelaku Penadah Curanmor Berhasil Diringkus Polsek Kalideres

Polsek Kalideres Kembali Meringkus Tiga Orang Penadah Motor Curian. (FOTO: Didi Muryadi/sukabumiNews)
sukabumiNews, JAKARTA - Kepolisin Sektor Kalideres Polres Metro Jakarta Barat kembali menagkap para pelaku pendah hasil pencurian sepeda motor (curanmor), kali ini Polsek Kalideres berhasil meringkus tiga orang pelaku penadah motor hasil curian. Ketiganya diketahui berinisial UR (39), MD (36), HS (24).

“Mereka menadah sepeda motor dengan membelinya dari pelaku pencurian, kemudian membongkarnya hingga terurai menjadi beberapa bagian,” ungkap Kapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Indra Maulana, kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Indra Maulana mengatakan, para pelaku diringkus beberapa waktu kemudian setelah pihaknya menerima laporan dari korban bernama MS (Initsial) yang merasa kehilangan akan sepeda motor miliknya.

“Berawal dari laporan tersebut, anggota kepolisian melakukan penyelidikan hingga diketahui sepeda motor milik korban berada di daerah Pinang Tangerang Banten,” jelas Indra.

Saat digeledah, tutur Indra, diketahui ketiga pelaku sedang membongkar sepeda motor milik korban di dalam sebuah rumah yang merangkap sebagai bengkel. “Selain spare part motor milik korban, juga ditemukan berbagai macam sparepart sepeda motor lain yang diduga juga berasal dari hasil kejahatan," tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Syafri Wasdar menjelaskan bahwa para pelaku menjual berbagai onderdil kendaraan sepeda motor yang sudah dipretelinya di luar Jakarta. “Menurut pengakuan tersangka hal ini dilakukan supaya aksinya tidak mudah dicium, baik itu oleh petugas Kepolisian maupun korban,”  tutur Syafri Wasdar.

Dari hasil pengungkapkan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda New Vario dengan kondisi terurai, beberapa kendaraan bermotor, satu lembar STNK, satu buah obeng, dan satu buah kunci letter T.

Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close