Breaking
loading...
Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

Thursday, March 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Aliansi CA Melakukan Aksi Tolak Penurunan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

sukabumiNews, JAKARTA – Sebanyak 56 perwakilan berasal dari Walhi Jabar, Walhi Eknas, YLBHI Jabar, YLBHI Nasional, dan Forum Komunikasi Pecinta Alam Bandung yang tergabung dalam Aliansi Cagar Alam (CA) Jawa Barat melakukan aksi long march dari Bandung ke Jakarta. Mereka akan menggelar aksi damai di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (6/3/2019).

Aksi damai ini sebagai bentuk protes dari para pecinta alam dan lingkungan terhadap diterbitkannya Keputusan Menteri LHK Nomor: SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018 tanggal 10 Januari 2018 tentang Perubahan Fungsi dalam Fungsi Pokok Kawasan Hutan dari sebagian Cagar Alam Kamojang seluas ±2.391 ha dan Cagar Alam Gunung Papandayan seluas ±1.991 ha menjadi TWA, terletak di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
 
“Kami minta SK dicabut dan Menteri LHK menurunkan instruksi untuk merestorasi Cagar Alam," ujar Wahyudin, Staff Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar kepada wartawan, Rabu.

Menurut Wahyudin, perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan Cagar Alam (CA) ini telah melanggar atau bertentangan dengan Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan melanggar RTRW Nasional, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut karena belum ada perubahan kebijakan RTRW.

Dalam aksinya juga mereka menyampaikan empat rekomendasi kepada KLHK, yaitu, 1) Meminta kepada Empat Dirjen terkait untuk merekomendasikan kepada Menteri LHK untuk menangguhkan SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018; 2) Meminta kepada KLHK agar secepatnya membentuk tim kajian dengan melibatkan para pihak terkait, termasuk dari Aliansi Cagar Alam Jawa Barat; 3) Menghentikan sementara segala kegiatan di lokasi TWA; dan 4) Melakukan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan kawasan konservasi di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat.
 Sementara itu mewakili KLHK, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno, didampingi Eselon II terkait, menerima dengan baik 25 orang perwakilan aksi dari Aliansi CA Jabar beserta empat rekomendasinya tersebut.

Wiratno juga menyetuju usulan para perwakilan aksi supaya dibentuk tim kajian Kamojang dan Gunung Papandayan. “Saya setuju untuk dibentuk tim terpadu yang akan melakukan kajian komprehensif dengan melibatkan Aliansi Cagar Alam Jawa Barat," ucap Wiratno.

“Saya juga telah memerintahkan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk membentuk forum komunikasi konservasi Jawa Barat, agar terjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak dan tidak ada dusta di antara kita,” tambah Wiratno. [Red*]

Wednesday, January 9, 2019

Unknown

KPA: 4 Tahun Jokowi Berkuasa, 940 Petani Dikriminalisasi

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar menyebut ada 940 petani dikriminalisasi selama Presiden Jokowi berkuasa. Hal ini merujuk pada catatan (Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar menyebut ada 940 petani dikriminalisasi selama Presiden Jokowi berkuasa. Hal ini merujuk pada catatan (Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Bahkan, sebagian dari mereka ada yang dilaporkan ke polisi, ada yang sampai ke pengadilan, termasuk gugatan perdata sebagaimana dialami yang saat ini dialami Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), Yeka Hendra.

Haris yang juga merupakan kuasa hukum dari Yeka Hendra mempertanyakan gugatan terhadap kliennya itu.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian mencabut gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Gugatan tersebut ditujukan kepada Yeka Hendra.

Gugatan tersebut datang setelah ada petisi yang intinya mengkritik kinerja Kementerian yang dipimpin oleh Amran Sulaiman tersebut.

“Petisi itu itu kan manifestasi dari kritik yang membangun yang disampaikan oleh teman-teman pekerja langsung di lapangan. Nah disampaikan kritik, malah digugat, itu kan ngaco,” kata Haris di Jakarta, Rabu (9/1/2019), dikutip Eramuslim.

Dia bahkan menyebut bahwa sikap anti kritik yang ditunjukkan Kementan bisa menambah tudingan pihak-pihak lain, bahwa era pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang anti kritik.

Haris pun menyayangkan Presiden Jokowi memiliki Menteri seperti Amran Sulaiman.

“Kasihan deh (Jokowi) punya Menteri seperti ini,” katanya.



Dia menyebut, apa yang dialami Yeka, meskipun bukan pidana namun gugatan tersebut bisa memiskinkan organisasi Pataka.

Menariknya, kata Haris, surat pencabutan berkas itu dilakukan tanggal 2 Januari. Tetapi, di atas tanggal itu pihak Kementan sempat melakukan lobi-lobi kepada kliennya.

Lobi-lobi tersebut menurutnya meminta agar Yeka menyampaikan permintaan maaf kepada Menteri Pertanian.

“Kan lucu. Jadi diam-diam (mereka) cabut berkas, tapi si Yeka sebelum sidang diminta jangan hadir dan diminta untuk minta maaf. Mereka nggak bilang cabut berkas,” ungkap Haris.

Terpisah, Kepala Biro Hukum Kementerian Pertanian Maha Matahari Eddy Purnomo mengaku pihaknya mengajukan surat permohonan pencabutan gugatan terhadap Ketua Pataka itu pada Selasa (8/1/2018).

“Sidang pertama hari ini dan diperiksa oleh hakim pemeriksa kemudian dicabut gugatan kami,” kata Eddy.

Eddy mengaku gugatan ini dicabut karena beberapa pertimbangan. Sayang, Eddy enggan merinci alasan tersebut.

“Intinya adalah kita mempertimbangkan berbagai aspek. Kemudian, diambil kesimpulan untuk kita cabut. Mungkin akan ada upaya persuasif kedepannya,” katanya.


Sumber: Eramuslim
Unknown

Doa HRS Dihapus Instagram, Putera Ust. Arifin Ilham: Sebegitu Takutnya?

Doa HRS disampaikan melalui sambungan telepon seluler dan direkam putra Ustaz Arifin Ilham, Alvin Faiz. Rekaman doa itu kemudian diposting di akun Instagramnya, Selasa (8/1/2019) malam.
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Habib Rizieq Shihab (HRS) turut mengirimkan doa kepada Ustaz Arifin Ilham yang mendapat perawatan di RSCM Jakarta.

Doa HRS disampaikan melalui sambungan telepon seluler dan direkam putra Ustaz Arifin Ilham, Alvin Faiz. Rekaman doa itu kemudian diposting di akun Instagramnya, Selasa (8/1/2019) malam.

Namun, postingan itu cuma bertahan setengah jam.

“Baru 30 menit posting langsung dihapus Instagram, segitu takutnya kah dengan HRS?” tulis Alvin di Instagram Story, seperti dikutip Eramuslim.

Sebelum terhapus, rekaman doa HRS sudah banyak didengar dan ditulis oleh sejumlah media.


Berikut adalah doa Rizieq Shihab untuk Arifin Ilham.

Assalamualaikum Wr wb.

Ustaz Arifin Ilham, antum orang baik ustaz Arifin. Antum, disayang Allah SWT.

Dan semakin disayang, tentu semakin berat ujiannya.

Kemudian Habib Rizieq Shihab membacakan surat Al Fatihah di tengah doa yang diucapkan dalam bahasa Indonesia tersebut.

Setelah itu, Habib Rizieq Shihab melanjutkan lagi doanya dalam bahasa Indonesia,

Ana dengan istri sekeluarga mendoakan antum.

Saat kita tawaf, mengelilingi kabah, mendoakan antum.

Semoga antum sehat walafiat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT.

Rekaman doa Habib Rizieq Shihab itu di-share di akun instagram Alvin hingga akhirnya terhapus.

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Arifin Ilham sempat dijenguk sejumlah tokoh di RSCM Kencana. Mereka yang menjenguk antara lain Ustaz Yusuf Mansur, cawapres Ma’ruf Amin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan cawapres Sandiaga Uno.

Pagi tadi, Ustaz Arifin Ilham dijenguk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mendoakan Ustaz Arifin Ilham cepat sembuh dan kembali berdakwah.


Sumber: Eramuslim

Sunday, September 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ketua DPP FHI Ajak Guru Honorer Tidak Kembali ke Tempat Kerja dalam Kondisi Tidak Ada Perubahan Status

[Foto: Ketua DPP FHI, Nanan Surahman. (dok.Foto; SN)
JAKARTA, SUKABUMINEWS.net - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Honorer Indonesia (DPP FHI), Nanan Surahman berpendapat sekaligus mengajak kepada rekan-rekan honorer agar jangan kembali ke tempat kerja dalam kondisi tidak ada perubahan status.

“Sebaiknya Sahabat Honorer sudah mulai mencari alternatif usaha lain yang bisa menghidupi keluarga, sehingga bila kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada kita, kita sudah setel,” kata Nanan ditemui di Jakara, Ahad (23/9).

“Sejahtera atau kita tinggalkan, toh diluar sana masih banyak penghidupan untuk kita. Itu prinsip,” tambah Nanan yang juga sebagai Caleg dari Partai PBB dapil 2 Kota Sukabumi itu.

Bila honorer sudah memiliki mental seperti ini, lanju Nanan, maka 1 langkah kemenangan untuk  Honorer. “Tapi bila kita kembali ke tempat kerja belum ada kata sepakat dengan pemerintah, maka kekalahan yang di dapat,”  tegasnya.

Ketua DPP FHI juga mengajak kepada rekan-rekan honorer di seluruh Indonesia untuk merapatka barisan dan menyatukan tekad. “Kerja sejahtera atau Keluar Sejahtera,” pungkasnya. (Red*)

Thursday, September 6, 2018

Redaksi sukabumiNews

Rupiah Anjlok, Politikus PDIP: Jokowi Lebih Baik Mundur, Jangan Jadi Pecundang

JAKARTA – SUKABUMINEWS.net – Anggota Komisi I DPR, Effendi MS Simbolon menantang Presiden Joko Widodo untuk turun dari jabatannya karena dianggap gagal dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Effendi mencontoh, salah satu kegagalan paling besar pemerintahan Jokowi adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Buktinya rupiah sudah nyaris menyentuh angka Rp15.000 per dolar AS.

“Tolong sportif, turun tahta sah dan halal kok demi bangsa. Jangan jadi pecundang, karena yang kelola pemerintahan ini Presiden, bukan para pembantu,” kata Effendi di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, dikutip dari Jarrak.id beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Effendi mengungkapkan kalau pemerintahan sekarang seperti berdiri di atas pasir, jadi wajar kalau perekonomian sekarang karut-marut.

“Bangunannya (pemerintahan) di atas pasir, pasti amburadul. Dari pada begini, mendingan turun tahta secara ksatria,” jelasnya. (Red*)
close
close