Breaking
loading...
Showing posts with label info-ramadhan. Show all posts
Showing posts with label info-ramadhan. Show all posts

Thursday, May 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Di Penghujung Jabatan, Kades Cireunghas Tetap Konsisten Jalankan Program Sapa Warga

Kades Cireunghas serahkan jadwal solat Digital kepada DKM. [FOTO: Rio/sukabumiNews]
-- 
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Di penghujung masa jabatannya, Kepala Desa Cireunghas, Kecamatan cireunghas, Kabupaten Sukabumi, terus konsisten jalankan program Sapa Warga melalui solat terawih keliling ( TARLING ) yang setiap tahunnya dilaksanakan di 25 masjid yang ada di wilayah Desa Cireunghas.

Setelah solat terawih dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa sekaligus sosialisasi informasi seputar kamtibmas dan keterbukaan informasi publik, transparansi anggaran baik secara fisik dan administrasi.

“Acara ini saya mulai semenjak saya menjabat Kades Cireunghas, terlebih untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, mengajak diri dan masyarakat untuk lebih meningkatkan ketakwaan di bulan suci ini dan mengimplementasikan makna bulan Ramadhan di kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Desa Cireunghas, Deny Hermawan, kepada sukabumiNews.

Program pembangunan yang telah berhasil didorongnya selama menjabat  Kades diantaranya, 250 unit pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ), pembebasan lahan lapang sepak bola, berdirinya sekolah SMA Negri Cireunghas,  Penerangan Jalan umum ( PJU ), serta pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan yang sudah terbangun rata.

Deny Hermawan (Kang Dewan)  saat jadi imam solat terawih
"Saya ucapkan terimakasih kepada semua warga Desa Cireunghas, yang selama ini sudah ikut antusias dalam mendukung semua program pembangunan," ujarnya.

Mengenai transisi kepemimpinannya yang tinggal beberapa minggu kedepan akan habis masa baktinya, dirinya menyampaikan permohonan maaf atas semua perjalanan pelayanan selama tugasnya, sedangkan untuk kedepannya, jika ada izin dari yang maha kuasa dirinya akan mencalonkan diri kembali untuk mengikuti Pilkades di tahun ini.

“Harapan saya, bagi siapapun kedepan yang memimpin agar dapat melanjutkan program-program yang sudah di plot secara prioritas yang telah di buat dengan baik," pungkasnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

SMK NHS Gelar Smartren bagi Remaja Muslim Milenial

sukabumiNews, NYALINDUNG – Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadlan, SMK Nurul Huda Sukabumi mengadakan Sekolah Bersama Pesantren (Smartren). Kegiatan diikuti oleh 50 orang Peserta Didik dari Kelas X sampai dengan Kelas XI.

"Kami rencanakan agenda ini selama empat hari ke depan, sampai Rabu, (22/5/2019). Dan kami berharap bukan sekedar pengetahuan yang mereka dapat, namun perbaikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari." Harap Kepala SMK NHS Asep Ibadatilah kepada sukabumiNews, Selasa (21/5).

Adapun materi tambah Asep, yang disampaikan, selain dari kitab-kitab klasik, juga membedah informasi umat kekinian. “Kegiatan berbentuk ceramah, diskusi, simulasi dan kajian Al Qur'an,” jelasnya

Sementara, salah seorang peserta Smarten, Onih Yulianti menuturkan, ia merasa senang bisa berdiskusi tentang agama dan kondisi dunia Islam saat ini.

Adapun dalam kegiatan Smarten ini selain menghadirkan ustadz setempat, pemateri dari akademisi pun diundang untuk mengisi acara. "Kita share ilmu di sini. Bahkan saya pun jadi banyak belajar dengan peserta didik dan santri mengenai pengalaman ilmu yang mereka dapatkan," ucap pemateri yang juga Dosen STAI Sukabumi, Asep Japarudin.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Gelar Pasar Murah Ramadhan 1440 H

sukabumiNews, KADUDAMPIT - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi menggelar Pasar Murah Ramadhan 1440 H. Kegiatan dalam bentuk Pasar Murah atau Sembako Murah bagi Masyarakat sekitar Sukabumi ini digelar di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Selasa (21/5/2019).

Kepala BPJS Cabang Sukabumi Emir Syarif Ismel mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di bulan Ramdhan 1440 H ini sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan ( TJSL) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

"Kita sengaja melaksanakan kegiatan pasar murah disini lantaran jumlah yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan disini cukup besar, seperti para petani, posyandu dan yang lainnya sudah terlindungi," ungkap Emir Syarif kepada sukabumiNews saat kegiatan berlangsung.

Emir mengatakan, ada dua jenis BPJS yang kita kenal di Indonesia antara lain yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Khusus untuk masyarakat pekerja, maka diharuskan untuk memiliki dua kartu yaitu BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan supaya mereka lengkap perlindungannya,” jelasnya.

Foto: Para pengunjung Pasar Murah yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, (21/5/2019). --  
Diinformasikan bahwa kegiatan Pasar Sembako Murah ini adalah kegiatan yang pertama dilaksanakan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

Dalam pelaksanaannya pihak BPJS menyebar 800 kupon paket sembako murah. “Namun dikarenakan ada tiga wilayah, jadi kita bagi untuk Kabupaten Sukabumi sebanyak 500 kupon, dan sisanya untuk wilayah Kota Sukabumi dan Cianjur,” terang Emir Syarif.

Adapun kebutuhan yang disediakan dalam Pasar Sembako Murah ini terdiri dari satu paket berisi beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 4 ltr, teh celup isi 25 (satu pc), dan satu botol kecap manis.

Satu paket yang seharusnya dijual Rp175 ribu itu pada kegiatan yang digelar BPJS Cabang Sukabumi kali ini hanya dijual seharga Rp75 ribu.

“Semoga apa yang kita berikan untuk masyarakat Kadudampit bisa bermanfaat. Kami juga mohot maaf karena kami belum bisa memberikan paket sembako secara menyeluruh,” pungkas Kepala BPJS Cabang Sukabumi itu.

BACA juga: Sekda Iyos Apresiasi Kegialatan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi



Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 17, 2019

Ust Manatahan

Janganlah Anda Menjadi Prajurit Setan Berbentuk Manusia Ketika Setan Dibelenggu

Jika puasa bisa menekan syahwat, maka sudah sepantasnya setiap Mukmin menggunakan momen ini untuk beribadah dengan baik pada Allah, dan belajar meninggalkan maksiat dan syahwat jelek.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
Dengan puasa Allah menyempitkan aliran darah yang merupakan jalurnya setan, karena setan itu menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah.

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu menjelaskan dari pertanyaan syubhat:
Pada waktu Ramadan, bagaimana dikatakan setan-setan itu dibelenggu, sementara kejahatan tetap ada?”

Jawab: Bahwa yang dibelenggu adalah setan dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan setan-setan yang kecil dan setan-setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan, teman-teman duduk yang jelek, dan tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian. Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat. [Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il, hal. 163]

#nasihatsahabat

Sumber: ustManatahan

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI dan BAZ Kecamatan Nyalindung Gelar Sosoialisasi Mengenai ZIS

sukabumiNews, NYLINDUNG – Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Nyalindung didampingi MUI Kecamatan tersebut menggelar sosialisasi Aakat fitrah dan Infak Sadaqah (ZIS) dihadapan para pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) se-wilayah Desa Sukamaju. Sosialisasi digelar di Aula Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung pada Rabu (15/ 05/2019).

Pengurus BAZ Kecamatan Nyalindung, Enjan mengungkapkan, masih banyak warga masyarakat yang mengeluarkan zakatnya secara langsung kepada orang yang menurut dirinya pakir atau miskin. Padahal menurut Enjan, agama dan juga pemerintah sudah mengatur dan membuat undang-undang mengenai tata cara atau sistem pengeluaran zakat.

“Disana disebutkan apabila seseorang ingin mengeluarkan zakat, baik mengenai zakat pitrah maupun zakat mal atau harta juga infak dan sedekah, maka sebaiknya disalurkan melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada di masing-masing lingkungan nya, karena harta yang dikeluarkanya itu ada sebagian hak dari delapan asnaf,” terang Enjan dalam sambutannya.

“Oleh karenanya sengaja sosialisasi ini digelar supaya masyarakat lebih paham dalam sistem mengeluarkan zakat,” jelasnya pria yang akrab disapa Kang Acay di hadapan para DKM se-wilayah Desa Sukamaju itu.

Adapun lanjut Kang Acay, mengenai sistem pendayagunaan zakat fitrah dan infak, BAZNAS Kabupaten Sukabumi sudah membuat ketentuan, dimana ditingkat UPZ DKM sebesar 83,5 % dengan pengalokasian sebagai berikut;

1. fakir miskin 62,5 %
2. amilin  6,5 %
3. sabilillah  15 %

“Kemudian 16,5% nya disetor ke UPZ Desa, Baz Kecamatan, atau Baznas Kabupaten,” jelas Enjang.

Sementara itu ketua MUI Kecamatan Nyalindung H. Abbas, MM yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pada sambutannya menjelaskan, dari 16,5% yang disetor oleh UPZ DKM ke UPZ Desa sampai UPZ Kabupaten itu akan disampaikan kepada para pejuang agama yang disebut sabilillah dan ibnu sabil.

“Jadi sodara-sodara jangan khawatir terhadap UPZ, Baz Kecamatan, dan juga Baz Kabupaten tidak amanah,” tegas H Abbas mengahiri sambutannya.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Bulan Puasa Pendapatan Retribusi Parkir di Kota Sukabumi Menurun

sukabumiNews, WARUDOYONG – Pendapatan retribusi parkir Kota Sukabumi pada hari-hari di bulan puasa menurun sekitar 10 persen. Salah satu penyebabnya karena jumlah pengunjung di beberapa tempat kuliner berkurang dan hanya diberlakukan satu shift yaitu sore menjelang malam hari.

Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub), Kota Sukabumi, Rudi Hartono mengatakan, setoran dari beberapa juru parkir di sekitar Jalan Ir H Djuanda, Jalan Siliwangi dan Jalan Pabuaran hanya satu kali yaitu dari shift dua, sehingga dalam satu hari pemasukan retribusi parkir kurang dari Rp 8 juta.

“Jumlah tersebut relatif lebih kecil dibanding dengan dari hari-hari biasa yang bisa mencapai Rp8.500 ribu," kata Rudi kepada sukabumiNews ketika ditemui di ruang kerjanya Rabu (15/5/19).

Meski demikian Rudi menyebut, ada beberapa lokasi yang terpantau mengalami peningkatan jumlah pengunjung yaitu di pusat keramaian Kota Sukabumi. namun menurutnya, hal itu tidak berpengaruh pada pendapatan retribusi parkir, karena jumlah setoran dari juru parkir tidak berubah.

“Di Jalan Ahmad Yani misalnya, meskipun ramai tapi untuk setoran tidak berubah karena beberapa lahan parkir terkadang terpakai oleh para PKL dadakan yang mulai berjualan pada waktu sore menjelang malam," tambah Rudi.

Rudi mengungkapkan, ada beberapa keluhan dari para juru parkir terkait lahan parkir yang terganggu oleh sejumlah PKL, namun pihaknya akan mengambil beberapa langkah untuk mengatasi hal itu karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap penurunan PAD.

"Kita akan melihat situasi dan kondisinya, jika mengakibatkan PAD merosot tajam kami akan melakukan pendekatan dengan para PKL untuk mencari solusinya. Intinya kami akan mencari cara bagaimana agar PKL tidak menyerobot lahan parkir tapi mereka tetap bisa berjualan," jelas Rudi.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close