Breaking
Showing posts with label hukrim. Show all posts
Showing posts with label hukrim. Show all posts

Thursday, August 22, 2019

Redaksi3

Kembali, Polres Sukabumi Kota Berhasil Ungkap Sindikat Peredaran Narkoba Jenis Sabu dan Ganja

polres Sukabumi Kota
sukabumiNews, CIKOLE - Dalam tiga bulan terakhir ini, Sat Narkoba Polresta Sukabumi bekerja sama dengan Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di Kota Sukabumi. Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi berhasil mengamankan 12 orang, berikut barang bukti berupa 49,48 gram narkotika jenis sabu dan 43,23 gram jenis daun ganja.

Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah meliputi yuridiksi Polsek Cikole, Gunungpuyuh, Citamiang dan Sukabumi.

"Sebanyak 12 pelaku sudah kita amankan. Status kejahatan mereka berbeda-beda, mulai dari yang menjadi kurir, pengguna dan pengedar," kata Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Maolana kepada sukabumiNews dalam jumpa pers hari ini, Kamis (22/8/2019).

Modus operandi peredaran barang haram tersebut, terang Maolana, dilakukan dengan cara sistem tempel atau disimpan di satu tempat dan juga dijual secara langsung berhadap-hadapan. "Kebanyakan dari mereka merupakan pemain lama dan sisanya pemain baru," terangnya.

Lebih lanjut Maolana menjelaskan, para sindikat narkoba itu diketahui memiliki barang dari luar Kota Sukabumi dan dalam proses pengambilannya sudah direncanakan secara matang melalui pemetaan handal agar barang haram itu mudah sampai kepada pembeli. Salahsatu pelaku, kata Dia, ada seorang perempuan sebagai pemain baru. "Satu tersangka merupakan perempuan. Dia sudah menjalankan bisnis haramnya sekitar tiga bulan lalu," jelas Kasat Narkoba, Maolana.

Informasi yang dihimpun langsung oleh sukabumiNews, selain berhasil mengungkap jaringan narkoba, dalam beberapa hari ini, Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah juga berhasil mengungkap kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang memimpa seorang anak di bawah umur. Kejadian itu bertempat di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Pemuda, Gang Jayadi RT 01, RW 07, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

"Jumlah pelaku yang sudah teridentifikasi ada empat orang. Mereka berinisial SR, CH, AD dan UQ. Ketiga pelaku sudah kita amankan sementara satu lagi yakni UQ masih kita cari,"ungkap Kapolsek Citamiang, AKP Anun, selaku Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah Polsek Citamiang.

Pemicu kejadian itu, lanjut Kapolsek, awalnya dari masalah asmara dan rasa Cemburu. Sedangkan modusnya dilakukan secara bersama-sama dan menggunakan senjata tajam jenis golok.

"Keadaan korban masih dirawat di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ujar Kapolsek Citamiang.


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, August 20, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Kepergok Mencuri, Bocah MTs Malah Aniaya Seorang Ibu Muda

bocah mencuri
sukabumiNews, CIKOLE – Seorang bocah yang masih duduk di bangku MTs berinisial M (14) berani melakukan pencurian. Tidak hanya itu, dengan golok yang dibawanya saat beraksi, M juga tega menganiaya seorang ibu muda berusia 27 tahun, Nursilawati dengan membacoknya.

Informasi yang dihimpun sukabumiNews, peristiwa yang terjadi di Kampung Situ Rawapanjang, Desa Cireunghas, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Senin 19 Agustus 2019, sekitar pukul 21.30 WIB ini berawal ketika Nursusilawati (korban) tengah tertidur di kamarnya.

Saat itu pelaku alias M masuk ke rumah korban melalui jendela kamar yang dicongkelnya terlebih dahulu dengan golok yang dibabawanya.

Saat pelaku hendak menggasak harta korban berupa handphone dan barang-barang berharga lainnya, Nursusilawati terbangun dan memergoki pelaku.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menganiaya korban hingga mengalami luka parah di tubuhnya. 

"Nur mengalami luka tusukan pada bagian tubuhnya sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Sukaraja guna mendapat pertolongan," kata KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota, IPTU Ujang Taan kepada sukabumiNews, ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Informasi tersebut, tutur Ujang Taan, didapat dari warga yang melapor ke pihak Polsek Cireunghas. Polsek Cirenghas tambah Dia, langsung meneruskan laporannya ke pihak Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi Kota segera menindaklanjutinya menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di tempat TKP, kata Ujang Taan, polisi kemudian melakukan penyisiran dan mendapatkan petunjuk berupa bercak darah yang tertinggal di dedaunan. Di lokasi TKP juga ditemukan sebelah sandal yang diduga milik pelaku hingga akhirnya polisi mendapatkan petunjuk yang mengarah ke tempat dimana pelaku tinggal.

"Tanda-tandanya mengarah ke rumah pelaku. Setelah melakukan penggeledahan, disana (di rumah pelaku) polisi menemukan sebilah golok, kaos dan sarung yang masih ada darahnya. Lalu pelaku diinterogasi dan mengakui semua tindakan brutal yang dilakukannya," jelas Ujang Taan.

"Saat ini, kami masih melakukan pendalaman atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku yang masih di bawah umur ini," pungkas KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota itu.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Lama Buron, Mantan Kades Prianganjaya Akhirnya Diciduk Polisi di Kalimantan

kades korupsi
sukabumiNews, CIKOLE – Setelah lama menjadi buronan Polres Sukabumi Kota, EM (50) tersangka kasus korupsi dana desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, akhirnya diciduk polisi di tempat pelariannya di Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur pada Ahad (18/08/2019).

Sebelumnya, Tim Khusus Polres Sukabumi bekerja sama dengan Polres Bontang, Kalimantan Timur berhasil membongkar tempat persembunyian tersangka setelah tersangka dimasukan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Tidak menunggu lama, polisi langsung meringkus EM saat sedang melakukan aktivitas wirausaha di sana.

"Tersangka kami amankan di tempat pelariannya saat sedang usaha bersama rekannya di Bontang, Kalimantan Timur," kata Kasat Reskrim melalui Kanit IV Tipidkor Polres Sukabumi Kota, Ipda Kartiwan, SH kepada sukabuminews saat ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Penangkapan itu, diinformasikan Ipda Kartiwan, merupakan program khusus Satreskrim melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sukabumi Kota setelah menerima pengaduan masyarakat (Dumas) pada 2016 lalu.

Tindakan korupsi yang dilakukan oleh mantan kades Prianganjaya itu, lanjut Ipda Kartiwan, sudah dalam bentuk berkas lengkap. Sebelumnya, pada 2017 sudah dilakukan Lidik dan berbagai analisis dilakukan oleh pihak-pihak berkapasitas termasuk dalam menghitung kerugian negara.

"Kasus ini sudah lengkap berkasnya. Untuk kerugian negara, sudah dihitung oleh pihak Inspektorat Kabupaten Sukabumi, semuanya mencapai Rp275 juta," terang Ipda Kartiwan seraya menjelaskan bahwa saat ini masih akan dilakukan pendalaman terhadap tersangka.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, July 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

3 Bulan Kasus Novel Harus Tuntas, Polri Yakin Sanggupi Maunya Jokowi

nevel baswedan
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]
sukabumiNews, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan target tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindaklanjuti hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman Novel Baswedan.

Terkait hal itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisiaris Besar Polisi Asep Adi Saputra mengaku, optimis terkait ungkap kasus tersebut.

"Kami tetap optimis sudah sejak awal setelah kejadian 11 April itu penyelidikan, sampai ada masukan dari pemerintah, Komnas HAM, kita membuat tim pencari fakta, kita juga belerja profesional dan independen," ujar Asep di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019), dikutip dari laman Suara.com.

Asep mengatakan, tim teknis sedianya akan mengungkap kasus tersebut akan dibentuk pekan depan. Namun, Polri akan mengevalusi seluruh temuan sebelum tim teknis bekerja.

"Secara pengorganisasian, Minggu depan akan ditetapkan keseluruhan dari tim teknis itu. Tentunya berawal dari mengevaluasi kembali apa yang dilakukan," sambungnya.

Asep menerangkan, nantinya tim teknis bakal mengusut kasus tersebut hingga aktor inteletualnya ditemukan. Nantinya pencarian dakan dimulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang hingga saat ini belum jelas karena keterbatasan saksi dan alat bukti.

"Tidak menjadi masalah karena oleh TKP bukan hanya persoalan barang bukti saja, mungkin pada saksi itu belum bicara, belum ditemukan, sekali lagi olah TKP terus berlanjut selama kegitan penyelidikan kegiatan penyidikan ini berlangsung," imbuh Asep.

Sebelumnya, Jokowi mengaku tak mau berlama-lama menunggu penyelidikan aparat kepolisian yang sudah menerima hasil investigasi TGPF yang dikerjakan selama enam bulan tersebut.

Maka, Jokowi pun hanya memberikan kesempatan kepada Kapolri Tito agar tim teknis bisa menyelidiki fakta-fakta yang ditemukan TGPF terkait teror air keras yang menimpa Novel.

"Oleh sebab itu sekali lagi kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan. Kita harapkan dengan temuan-temuan yang ada saya kira sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, hari ini.

BACA:
Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan Buat Tito


Pewarta: Suara.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan Buat Tito

presiden jokowi
Presiden Jokowi saat berpidato di acara Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7) malam. (Foto : Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)
sukabumiNews, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan bukanlah kasus yang mudah untuk diungkap.

Menurut Jokowi, jika kasus yang menimpa Novel Baswedan adalah kasus yang mudah diungkap, maka dalam waktu sehari dua hari, pelaku pasti akan segera terungkap.

"Kasusnya ini bukan kasus mudah, kalau kasus mudah, sehari dua hari ketemu," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Pernyataan Jokowi tersebut merespon upaya TPGF kasus penyiraman Novel yang dianggap gagal dalam mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu, meminta agar tim teknis lapangan bisa menyelesaikan dalam waktu tiga bulan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Oleh sebab itu sekali lagi kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan. Kami harapkan dengan temuan-temuan yang ada saya kira sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi," ujar Jokowi.

Jokowi pun mengapresiasi kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman Novel Baswedan yang telah bekerja enam bulan. Ia berharap agar tim teknis lapangan segera menindaklanjuti temuan-temuan yang ada.

Ketika ditanya apakah akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen jika dalam waktu tiga bulan tim teknis belum berhasil mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan, Jokowi mengatakan akan menunggu hasil terlebih dahulu.

"Saya beri waktu tiga bulan. Saya lihat nanti setelah tiga bulan, hasilnya kayak apa. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti," tandasnya.

BACA:
3 Bulan Kasus Novel Harus Tuntas, Polri Yakin Sanggupi Maunya Jokowi

Sebelumnya, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menyampaikan hasil investigasi yang dikerjakan selama 6 bulan. Mereka tidak berhasil atau gagal mengungkap pelaku penyiraman.

Penyampaian hasil tersebut digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Dengan penyampaian hasil tersebut, tim pakar meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membuat tim teknis spesifik.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Mochammad Iqbal menerangkan, pihaknya akan segera membentuk tim yang diketuai oleh Kepala Bagian Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisiaris Jenderal Polisi Idham Azis.

"Tim teknis lapangan akan segera dibentuk, dipimpin oleh bapak Kabareskrim akan segera menunjuk seluruh personel dalam tim dengan kapasitas terbaik," ujar Iqbal di gedung Bareskrim Polri, Rabu (17/7/2019).

Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul “Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi: Jangan Sedikit-sedikit Lari ke Saya”



Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, July 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Satres Narkoba Polres Metro Jakbar Sita 30 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

narkotika jenis sabu
Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arief Purnama Oktora bersama Kabag Humas Polres Jakarta Barat Kompol Marbun memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan sabu jaringan internasional, Selasa (17/7/2019)
sukabumiNews, JAKARTA – Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia -Jakarta. Dari pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 30 kilogram.

"Ini adalah jaringan dari Malaysia ke Jakarta. Disinyalir ini adalah jaringan Internasional," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH melalui Kabag Humasnya, Kompol M Marbun, Selasa (16/07/19).

Dari pengungkapan tersebut, Petuas juga berhasil mengamankan 4 orang tersangka berinisial HA (26), AR (20),  PA (49), dan SB (37), beserta sejumlah barang bukti narkoba hasil penangkapan.

Kanit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arief Oktora menjelaskan, penangkapan 4 tersangka tersebut berdasarkan hasil pengembangan dari pengungkapan sebelumnya yang menyita 120 Kg sabu.

Dari pengembangan itu kata Dia, anggotanya melakukan penyelidikan selama kurang lebih tiga bulan hingga akhirnya dapat diketahui identitas pelaku bandar dan kurir. "Kami lakukan penyelidikan selama tiga bulan kemudian kami lakukan pembututan di pinggiran sungai di kawasan Dumai," jelas AKP Arief.

Dikatakan Arif, setelah sempat terjadi kejar-kejaran, petugas berhasil mengamankan tiga pengedar narkoba jenis sabu-sabu jaringan Internasional.  "Tersangka HO ( 26),  AR (20),  dan PA (49 ) bersama barang bukti sebanyak 3 tas berisi puluhan paket besar narkotika jenis sabu berhasil diamankan," lanjutnya.

Masih kata Arif, berdasarkan hasil introgasi dari ketiga tersangka, barang bukti tersebut akan diserahkan oleh SB.

"Tersangka SB kita tangkap di Simpang Tiga Pekanbaru Riau. Dari keterangan SB, barang bukti 30 kilogram tersebut  untuk diedarkan ke Jakarta atas perintah MB yang kini masih dalam pengejaran,"paparnya.

Adapun modus operandi para tersangka ini yakni, PA dihubungi oleh AT (DPO) dengan cara menelpon untuk menerima barang haram dari kapal ikan di pinggiran sungai kawasan Dumai. AT pun memerintahkan PA agar mobil dimodifikasi. Bukan hanya PA, AT pun memerintahkan HA dan AR untuk memodifikasi mobil untuk mengambil barang haram.

"Modus mereka (tersangka) melakukan berbagai modif. Untuk mengelabui petugas, mereka memasukan sabu dibalik rangka Dashboard kendaraan yang dikendarai oleh pelaku," katanya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.


BACA Juga:
Berhasil Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Internasional, Polres Jak Bar Dapat Penghargaan dari US DEA

Pewarta: Didid Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, June 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres Jakbar Digerebek Polisi

sukabumiNews, JAKARTA – Anggota dari Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggerebek pabrik sabu rumahan di daerah Kalideres Jakarta Barat (Jakbar). Polisi mengerebek pabrik sabu rumahan ini setelah diketahui bahwa tempat ini merupakan jaringan dari pabrik sabu di kawasan Perumahan Metland Cipondoh Kota Tangerang yang pernah digerebek Polres Metro Jakarta Barat sebelumnya.

"Ini merupakan pengembangan dari penggerebekan pabrik sabu di Cipondoh Tangerang,” jelas Kapolres Metro Jakarta Barat melalui Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz dalam Konferensi Persnya, Senin (24/06/19).

Pabrik tersebut diketahui sudah beroperasi sejak 2018. Dalam penggerebekan kali ini polisi mengamankan satu tersangka berinisial MS (42).


Erik menjelaskan, tersangka (MS) belajar membuat sabu dari tersangka sebelumnya berinisial PC. “Pembuat sabu ini sudah membuat sabu sejak tahun 2018 dimana MS diketahui Lebih Mahir dan mampu membuat, memproduksi lebih banyak daripada PC dimana MS belajar Membuat narkoba jenis sabu dari tersangka PC ," terangnya.

Erick menuturkan, sebelum dilakukan penggerebekan, polisi telah melakukan penyelidikan sejak dua bulan yang lalu. Setelah petugas mengintai dan memastikan bahwa ada kegiatan pembuatan barang haram yang sedang berlangsung dalam rumah tersebut, petugas kemudian bergerak dan menggerebek rumah tersebut.

"Setelah dipastikan bahwa tersangka sedang melakukan pembuatan sabu, Satresnarkoba Jakarta Barat yang dipimpin AKP Arif Oktora langsung melakukan penangkapan,"tuturnya.

Masih kata Erik, tersangka MS diamankan karena tertangkap basah sedang memproduksi atau memasak sabu-sabu.

Selain menangkap MS, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni bahan-bahan pembuat sabu, salah satu diantaranya adalah prekursor dan 1 kg Narkoba Jenis sabu dari hasil produksi.

"Barang bukti yang kita amankan ada juga sabu-sabu  yang sudah jadi seberat 1 Kg,  kemudian sabu yang masih setengah jadi, dan bahan baku pembuat sabu. Tersangka ini membeli bahan baku melalui media sosial online," tandas AKBP Erick Frendriz.


BACA Juga:
Satres Narkoba Polres Metro Jakbar Sita 30 Kilogram Sabu Jaringan Internasional


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, June 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Satreskrim Polres Jakbar Bekuk 4 Pelaku Pengrusakan, Pembakaran dan Penjarahan Kendaraan Operasional Brimob

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK. MH., saat Konferensi Pers.  
sukabumiNews, JAKARTA - Empat Perusuh sekaligus pelaku perusakan dan pembakaran mobil Operasional Brimob yang terparkir di jalan Tali Kota Bambu palmerah Jakarta Barat dan di Jalan Brigjen Katamso dekat Flyover Slipi Jakarta Barat pada 22 Mei 2019 lalu, berhasil di bekuk Team Gabungan Polres Metro Jakarta Barat.

Tak hanya itu, pelaku yang berinisial SL alias JL juga mencuri tas yang berisi senjata api dan uang tunai puluhan juta rupiah.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK. MH., mengatakan, pihaknya Telah melakukan penangkapan  terhadap empat orang tersangka yakni SL, DI, WN, dan DO.

Empat orang tersangka yakni SL, DI, WN, dan DO, diamankan Polisi
"Para pelaku yang kami amankan ini merupakan Kelompok Kejahatan yang dalam aksinya selain melakukan kerusuhan, mereka juga melakukan penjarahan," ujar Kombes Hengki, kepada sukabumiNews, Jumat (14/06/19).

Hengki mengungkapkan bahwa kronologi penangkapan keempat tersangka tersebut berawal dari informasi yang didapat berdasarkan hasil penyelidikan Tim Jatanras Polres Metro Jakarta Barat melalui analisis CCTV bahwa SU merupakan pelaku yang memecahkan kaca mobil Brimob dan mencuri tas yang berisikan Senjata api jenis Glock 17 dan tas merk Tumi di Slipi Jakarta Barat saat kerusuhan tanggal 22 Mei 2019.

"Ini kita tangkap 4 orang karena ada properti Brimob yang dicuri sampai sekarang harus kita amankan. Ada beberapa (properti) seperti senjata api dan sebagainya," ungkap Dia.

Masih kata Dia, pelaku mengakui bahwa benar dirinya telah mengambil tas yang berisi uang 50 juta, STNK motor, kartu ATM, kartu anggota dan senjata api dari mobil Brimob yang telah dirusak pelaku dan massa.

Dari hasil penangkapan tersebut petugas mengamankan 1 pucuk senjata api jenis Glock 17,  1 unit honda Vario hitam, 1 unit HP samsung,  1 unit HP xiomi,  1 unit hp xiomi ,1 unit hp vivo,  13 butir peluru,1 buah jaket,b1 buah cincin emas, 1 buah kalung emas, 1 buah gelang emas, 1 buah celana, 1 pasang sepatu, uang sejumlah  Rp 1.135.000

"Uang yang dicuri dipakai pelaku untuk membeli burung, bayar utang dan beli emas. Sedangkan untuk barang bukti tas, kartu ATM dan kartu anggota, ia bakar untuk menghilangkan barang bukti," terang Kombes Hengki.

Dengan ditangkapnya ke-empat orang tersebut, sudah sejumlah 189 tersangka yang diamankan oleh polisi dari Polres Metro Jakarta Barat.

Sekedar diketahui, pada kerusuhan 22 Mei 2019, di Sekitar Flyover Slipi, tepatnya di samping pintu masuk Wisma BCA, dua bus milik Brimob dibakar oleh massa yang melakukan kerusuhan.

Sementara itu, beberapa bus dan sejumlah kendaraan lain rusak dan kacanya pecah.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, June 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Kota Ringkus 7 Geng Motor XTC yang Kerap Meresahkan Warga

Geng Motor XTC diringkus Polisi.
-- 
sukabumiNews, CIKOLE - Polres Sukabumi Kota meringkus 7 Geng Motor XTC. Dari ketujuh Geng Motor tersebut polisi berhasil mengamankan 16 orang yang di duga akan melakukan tindak pidana termasuk satu orang diantaranya akan melukai dan melawan Aparat Kepolisian.

Anggota kelompok yang kerap meresahkan warga itu diciduk polisi saat aparat kepolisaian sedang melaksanakan razia di Jln. Veteran pada Selasa (4/6/2019).

"Saat dilakukan razia, salah seorang dari 7 geng motor tersebut hendak melawan kepada petugas,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro saat konfersi pers usai menggelar Apel Kesiap siagaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H di halaman Gedung Juang Kota Sukabumi, Selasa (4/6/2019).

Kapolres Sukabumi Kota tunjukkan barang bukti sajam yang disita.
Polisi juga berhasil menyita 1 Sajam pedang patimuran, 11 butir Obat Tramadol, 4 butir Trihexphendydyl dan 5 butir Hexyner.

“Yang kami tangkap adalah Genk Motor XTC dan dilakukan tes Urine, alhasil dari 10 orang positif mengkonsumsi Narkoba dan obat keras lainnya,” jelas Kapolres.

Dalam razia tersebut, polisi juga menindak sebanyak 385 pelanggar lalu lintas. Adapun terhadap pelanggal lalulintas polisi menyita 82 lembar SIM,, 224 Stnk, serta 79 unit kendaraan type R 2 dari berbagai merk yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Barang Bukti Motor yang disita.
Kendaraan mereka disita petugas lantaran menggunakan perlengkapan yang tidak sesuai dengan standarnya, baik itu menggunakan knalpot trondol dan sebagainya.

“Dengan adanya kegiatan ini kami harapakan pada malam takbiran diwilayah kota Sukabumi dan sekitarnya bisa aman dan kondusif,” tegas AKBP Susatyo.

Di akhir konferensinya, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kerabat kita dari lingkungan yang tidak baik supaya tidak terpengaruh, baik dalam mengkonsumsi Narkoba, Alkhol dan Obat keras lainnya.

Hadir pada Konfefeni Pers tersebut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi didampingi Wakil Wali Kota, Andi S. Hamami.

Sementara Walikota sukabumi dalan kesempatan tersebut menuturkan bahwa ia akan melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi Kota. Menurut Fahmi, para pelaku ini tampaknya para pelaku baru yang muncul dari generasi yang ada di wilayah Kota Sukabumi juga.

“Mudah-mudahan kegiatan yang sering dilakukan Kapolres ini bisa semakin menekan dan dapat meminimalisir keberadaan Genk Motor yang hidup kembali di wilayah Kota Sukabumi," tutup Fahmi.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 31, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tiga Pelaku Penadah Curanmor Berhasil Diringkus Polsek Kalideres

Polsek Kalideres Kembali Meringkus Tiga Orang Penadah Motor Curian. (FOTO: Didi Muryadi/sukabumiNews)
sukabumiNews, JAKARTA - Kepolisin Sektor Kalideres Polres Metro Jakarta Barat kembali menagkap para pelaku pendah hasil pencurian sepeda motor (curanmor), kali ini Polsek Kalideres berhasil meringkus tiga orang pelaku penadah motor hasil curian. Ketiganya diketahui berinisial UR (39), MD (36), HS (24).

“Mereka menadah sepeda motor dengan membelinya dari pelaku pencurian, kemudian membongkarnya hingga terurai menjadi beberapa bagian,” ungkap Kapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Indra Maulana, kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Indra Maulana mengatakan, para pelaku diringkus beberapa waktu kemudian setelah pihaknya menerima laporan dari korban bernama MS (Initsial) yang merasa kehilangan akan sepeda motor miliknya.

“Berawal dari laporan tersebut, anggota kepolisian melakukan penyelidikan hingga diketahui sepeda motor milik korban berada di daerah Pinang Tangerang Banten,” jelas Indra.

Saat digeledah, tutur Indra, diketahui ketiga pelaku sedang membongkar sepeda motor milik korban di dalam sebuah rumah yang merangkap sebagai bengkel. “Selain spare part motor milik korban, juga ditemukan berbagai macam sparepart sepeda motor lain yang diduga juga berasal dari hasil kejahatan," tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Syafri Wasdar menjelaskan bahwa para pelaku menjual berbagai onderdil kendaraan sepeda motor yang sudah dipretelinya di luar Jakarta. “Menurut pengakuan tersangka hal ini dilakukan supaya aksinya tidak mudah dicium, baik itu oleh petugas Kepolisian maupun korban,”  tutur Syafri Wasdar.

Dari hasil pengungkapkan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda New Vario dengan kondisi terurai, beberapa kendaraan bermotor, satu lembar STNK, satu buah obeng, dan satu buah kunci letter T.

Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Polsek Kalideres Bekuk 2 Pria Pembawa Sabu dan Pil Ekstasi

sukabumiNews, JAKARTA - Kepolisian Sektor Kalideres Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap jaringan Narkoba antar Provinsi. Dua orang tersangka berinisial LKH (41) dan H (34) berhasil dibekuk polisi lantaran kedapatan ingin mengedarkan narkoba.

Terungkapnya jaringan narkoba tersebut berawal dari anggota Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat pimpinan Kanit Reskrim AKP Syafri Wasdar mengamankan seorang laki-laki (LKH) yang dicurigai akan berbuat kejahatan. Setelah digeledah ternyata di dalam kantong celananya ditemukan kantong plastik berisi cangklong dan beberapa kunci rumah.

"Dari penggeledahan tersebut, kami temukan barang bukti 8017 butir pil ekstasi, narkotika jenis sabu dengan total seberat 2072 gram sabu," ungkap Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana Saputra, Kamis (30/05/19).

Dengan ditangkapnya LKH, polisi kemudian melakukan pengembangan, dan melakukan penggeledahan di tempat tinggal LKH yang beralamat di Apartemen  City Resort, Cengkareng Jakarta Barat.

Di tempat itu polisi berhasil menangkap tersangka H alias A, yang merupakan kaki tangan dari LKH. "Tersangka H kita tangkap di kamar kost Perumahan Dadap Residen Kosambi Tangerang Banten, dengan barang bukti berupa 465 butir pil ekstasi," jelas Indra.

Indra menambahkan bahwa menurut pengakuan tersangka, Barang Haram Ini akan diedarkan saat malam takbiran.

Masih tambah Indra, berdasarkan keterangan tersangka LKH, ia juga membuat eksperimen dengan memproduksi narkoba baru jenis cair.

"Barang bukti tersebut didapat oleh tersangka LKH setahun yang lalu atas perintah ER (DPO) untuk menjemput narkoba tersebut dari daerah Rantau Prapat Sumatera Utara, namun dibelokkan oleh tersangka," tuturnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) Sub 112 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) UU RI tahun 2009 tentang narkotika.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Kota Berhasil Amankan 32 Tersangka dan Ratusan Kilogram Narkoba

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro dalam konferensi pers di Mapolresta Sukabumi, Kamis (16/5/2019).
-- 
sukabumiNews, CIKOLE – Dalam kurun waktu tiga bulan ini, Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Sukabumi Kota dan sekitarnya.

"Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 154 gram, ganja 35 gram, psikotropika 200 butir dan yang paling banyak adalah obat-obatan 13.346 butir," ungkap Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro dalam konferensi pers di Mapolresta Sukabumi, Kamis (16/5/2019) pagi.

Susatyo mengatakan pihaknya juga telah berhasil menahan 32 orang tersangka dari 22 kejadian.

“Dengan pengungkapan ini kami berharap bisa menekan penggunaan Narkoba yang beredar di masyarakat khususnya di bulan suci Ramdhan 1440 H. dan terkait dengan obat-obatan, tentunya ini yang menjadi perhatian semua pihak terutama bagi Dinas Kesehatan, agar obat-obatan ini tidak dipergunakan diluar resep Dokter," katanya.

BACA Juga:
Jaringan Penyelundupan Sabu Sukabumi, Berhasil Dibekuk Pasukan Gabungan BNNP dan BNN Sukabumi

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Dr. Rita Neni yang juga hadir pada saat konferensi pers tersebut menjelaskan terkait adanya penyalahgunaan obat psikotripika.

"Karena obat-obatan ini psikotropik, maka jelas ada ketergantungan digunakan untuk kasus-kasus pakinset," ujar Dr. Rita Neni.

"Jadi sebenarnya bagi yang tidak membutuhkan yang mereka ambil dari efek samping obat itu sendiri sangat tidak baik untuk kesehatan karena obat ini akan bekerja pada pusat saraf," jelasnya.

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi berjanji akan akan melakukan koordinasi dengan Badan Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengawal dan mengawasi pengunaan resep yang ada di Rumah Sakit dan Apotek.

BACA Juga
Kembali, Polres Sukabumi Kota Berhasil Ungkap Sindikat Peredaran Narkoba Jenis Sabu dan Ganja


Pewarta: Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

FITRA: Presiden Harus Ambil Langkah untuk Tuntaskan Kasus Novel

sukabumiNews, JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) bersama Wadah Pegawai KPK (WP KPK), Koalisi Masyarakat Sipil, Mahasiswa, serta media masa berkumpul melaksanakan rangkaian peringatan 2 (dua) tahun percobaan pembunuhan Novel Baswedan di gedung KPK, Kamis (11/4/19) Kemarin.

"Sudah dua tahun kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipeti eskan, namun belum ada upaya hukum yang kongkrit, aktor intelektual atas kejadian tersebut juga belum tersentuh. Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen pun kemudian hanya menjadi wacana belaka, yang muncul kemudian hanyalah tim kecil bentukan kepolisian saja," ujar Sekertaris FITRA Misbah Hasan via sellulernya kepada sukabumiNews.
Misbah menegaskan, kasus Novel Baswedan harus segera dituntaskan. “Kalau tidak, ini akan menunjukan bahwa  upaya terhadap pemberatas korupsi masih nyata lemah,” kata Misbah.

Tidak hanya kasus Novel Baswedan, tambah Dia, teror bom yang terjadi kepada ketua dan wakil ketua KPK dan belum lagi penganiayaan terhadap pegawai KPK di hotel Borobudur menujukan KPK masih perlu kehadiran elemen masyarakat.

Misbah menilai, dua tahun untuk menyelesaikan kasus novel baswedan terlalu lama, kasus novel tentu harus mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum bahkan presiden. Oleh sebab itu, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran menuntut Presiden RI untuk bersikap tegas dan terang memerangi Teror serta pelemahan terhadap KPK dan segera pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen.


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pegawai Desa Cidahu Dibegal Kawanan Perampok, Uang Puluhan Juta Rupiah Raib

sukabumiNews, CICURUG - Seorang perangkat Desa yang bertugas di Desa Pondokaso Tengah Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Saepul Majid, menjadi Korban Kebrutalan sekawan perampok hingga mengalami luka memar dan luka sobek di bagian muka sampai harus di larikan ke klinik terdekat.

Informasi yang dirangkum sukabumiNews.net, kejadian bermula ketika korban bernama Saepul Majid usai mengambil uang di salah satu Bank yang berada Cidahu, Senin (8/4) sekira pukul 14.00 WIB siang. Perangkat desa itu kemudian beranjak ke Kantor Kecamatan Cidahu dikarenakan ada keperluan lain.

Sepulangkanya dari Kantor Kecamatan sekira pukul 19.00 Wib malam tadi, tepatnya di Jalan Raya Cidahu, korban yang mengendarai sepeda motor diberhentikan oleh 3 kawan perampok yang mengiuntitnya dengan menggununakan sepeda motor juga. Lalu korban disuruhnya untuk mengikiti keinginan si perampok. Tanpa sadar korban mengikutinya hingga korban mengalami los kontak.

"Ya saya terima laporan sekitar pukul 19.00 WIB tadi malam dari warga bahwa Saepul Majid mengalami pembegalan di wilayah Cidahu dan korban kehilangan uang sekitar 25 juta,” kata Dadeng Suhandi, Kasi Keamanan Desa kepada sukabumiNews, Selasa (9/4).

Tidak hanya itu, ungkap Dadeng, korban pun mengalami luka sobek dan luka memar di muka hingga harus dilarikan ke klinik yang berada di Cidahu.

Kejadian ini dibenarkan juga oleh Kepala Desa Pondokaso Tengah Gunawan. Gunawan menjelaskan bahwa salah satu perangkat desanya mengalami hingga Dia  harus di larikan ke kelinik. “Korban mengalami luka parah di muka," ungkapnya, singkat.



Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, March 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pelaku Teror Masjid Christchurch Akan Diadli Tanpa Pengacara

sukabumiNews, NEW ZEALAND -- Brenton Tarrant, pelaku teror penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru, akan diadli tanpa pengacara.

"Dia ingin mewakili diri sendiri dalam kasus ini," ujar pengacara yang sebelumnya diutus pengadilan untuk mendampingi Tarrant, Richard Peters, kepada AFP, Senin (18/3).

Peters kemudian memastikan bahwa Tarrant "sangat rasional" untuk menghadiri persidangan tanpa pendampingan pengacara.

"Dia sangat rasional dan memperlihatkan bahwa dia tak memiliki disabilitas mental. Dia tampak mengerti apa yang terjadi," tutur Peters.

Peters menyampaikan pernyataan ini setelah Tarrant menghadiri sidang pembacaan dakwaan pada Sabtu (16/3) lalu.

Brenton Tarrant, pelaku teror penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru, akan diadli tanpa pengacara. (Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via Reuters)
Dalam sidang tersebut, Tarrant dijatuhi satu dakwaan pembunuhan atas aksinya di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood pada Jumat pekan lalu yang secara keseluruhan merenggut 50 nyawa dan melukai 50 orang lainnya.

Pengadilan tak memberikan kesempatan bagi Tarrant untuk bebas dengan jaminan. Ia diwajibkan hadir dalam persidangan lanjutan pada 5 April mendatang.

Tarrant mengakui dirinya sendiri sebagai penganut supremasi kulit putih. Dia menyiarkan aksi penembakannya secara langsung di Facebook.

Pria itu juga sempat mengunggah sejumlah pernyataan rasis dan manifesto di akun Twitter pribadinya sebelum beraksi.

Dia merupakan warga Australia yang diketahui tumbuh besar di Grafton. Tarrant kerap berpergian ke luar negeri selama satu dekade terakhir dan menetap di Dunedin, Selandia Baru, dalam beberapa tahun belakangan. (SN/CNN)

Wednesday, March 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jaringan Penyelundupan Sabu Sukabumi, Berhasil Dibekuk Pasukan Gabungan BNNP dan BNN Sukabumi

sukabumiNews, SUKABUMI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan BNN Pusat dan BNN Provinsi Jabar, berhasil mengamakan Empat tersangka asal Kota Sukabumi, yang di duga menyelundupkan narkoba jenis Sabu seberat 20 Kg.

Kepala BNNK Sukabumi AKBP Deni Yus Danial menjelaskan, dalam pengungkapan penyelundupan sabu itu, pihaknya hanya membantu proses penangkapan yang dilakukan BNN Pusat dan BNNP Jabar, yang mencium adanya penyelundupan 20 kilogram sabu ke Sukabumi dengan kasus 9,54 kilogram sabu yang menjerat Zul, Zivilia, warga asal Taiwan.

Yus juga mengatakan, keempat orang ini diamankan pada 9 Februari 2019 oleh petugas gabungan dari BNN Kabupaten Sukabumi, BNN Pusat, dan BNN Provinsi. Mereka diamankan saat hendak menyelundupkan barang haram tersebut ke wilayah Sukabumi.

"Atas dasar laporan masyarakat dan pengintaian selama dua pekan, ahirnya mereka berhasil kami tangkap beserta barang bukti 20 kg Sabu. Adapun ke empat tersangka tersebut diantranya berinisial AJ, GI, AG dan LI," ungkap Yus Danial ketika dihubungi sukabumiNews.net, Rabu (13/03/19).

Dijelaskan Yus, penagkapan sidikan barang haram tersebut bermula dari pengakuan tersangka yaitu AG yang mendapat order dari J. Sementara, J adalah merupakan seorang tersangka yang ada di Lembaga Permasyarakatan (LP) Medaeng Surabaya.

"Setelah pesanan Sabu dipastikan, pesanan diambil AG di wilayah Dumai, Riau. Kemudian tersangka LI yang merupakan tangan kanan dari AG yang berperan sebagai perekrut dan pengendali lapangan. Tersangka saat ini juga berstatus residivis pada kasus sabu-sabu di Sukabumi," kata Yus.

Yus menambahkan, terangka AJ dan GI mengaku berperan sebagi sopir yang mengantar AG dan LI untuk membawa sabu-sabu dari Dumai dan di selundupkan ke wilayah Kota Sukabumi.

" Setelah mencium bakal adanya traksaksi dan penyelundupan barang haram tersebut, BNN Pusat bekerja sama dengan Provinsi juga Kabupaten, langsung saling kordinasi dan melakukan penyelidikan hingga ahirnya semua bisa terungkap dan kami ringkus beserta barang bukti," tandasnya.

BACA Juga:
Polres Sukabumi Kota Berhasil Amankan 32 Tersangka dan Ratusan Kilogram Narkoba


Pewarta : Azis. R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, March 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Satuan Polres Sukabumi Kota, Gelar Konferensi Pers Terkait Tawuran Pelajar

sukabumiNews, WARUDOYONG – Polres Sukabumi Kota menggelar Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus tawuran antar pelajar yang dilkukan oleh pelajar SMK Pasundan dan Bina Teknik. Konfrensi digelar di SMK Pasundan Jl. Pasundan 117 Nyomplong Kota Sukabumi pada Jum'at (1/2/19).

Kapolsek Gunungguruh (Iptu) Yudi Wahyudi menjelaskan, sebelum kejadian memang kedua sekolah ini sudah merencanakan untuk melakukan tawuran dengan mengambil lokasi di Jl. Pelabuhan II KM 5 Kp. Tanjungsari Rt. 001/007 Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, tepatnya di depan PT. Sement Siam Group (SCG) yang berada wilayah Polsek Gunung Guruh.

Nemun menurut Kapolsek, pada saat itu secara kebetulan Polsek Gunungguruh sedang melakukan patroli tawuran antar pelajar, hingga akhirna tawuran dapat diantisifasi dan dibubarkan. Peristiwa ini tambah Kapolsek, terjadi sekitar sekitar pukul 15.30 Wib, tanggal 14/2/19 lalu.

"Alhamdulilah pada peristiwa ini semua pelajar tidak ada yang mengalami luka berat, hanya luka sabetan senjata tajam(Sajam), kata Yudi kepada SukabumiNews."

Yudi menambahkan,  pelaku yang terlibat dari kedua sekolah ini sudah diamankan, yakni tiga orang dari sekolah Bina Teknik berinisial D (14), MJ (15), RM (17). Sementara dari SMK Pasundan satu orang yakni SF (19).

Dari tangan pelaku, pihak polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 buah Cerulit dan 2 buah Golok Panjang dan Gir.
 “Keempat pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dari SMK Bina Teknik dijerat Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara dan satu orang pelaku dari SMK Pasundan dijerat pasal 170 ayat 1 ancaman pidana 1 tahun 6 bulan,” jelasnya.

Namun tambah Kaspolsek, dikarenakan para pelaku masih berstatus pelajar, maka pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), untuk dilakukan proses seperti biasa.

Kapolsek Gunungguruh menghimbau kepada Pihak Sekolah supaya melakukan kolaborasi lebih dalam dengan pihak Kepolisian untuk meningkatkan kerjasama demi membina siswa-siswanya supaya lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan ini adalah kejadian terakhir di wilayah hukum Polsek Gunungguruh dan Polres Sukabumi Kota, kejadian ini sangat merugikan kita semua dan generasi ini harus kita bimbing,” pungkas Kapolsek Gunungguruh.

Akibat Ulah Oknum Siswanya, Nama Baik SMK Pasundan Tercoreng

Kepala SMK Pasundan, Mahmud Yunus mengaku, nama baik sekolah SMK Pasundan tercoreng akibat ulah oknum siswanya yang telah melakukan tawuran. Padahal menurutnya, pada tanggal 14 Februari kemarin adalah hari ke empat dilaksanakannya Tray Out di sekolahnya.

Oleh sebab itu tutur Kepsek, dari pihak sekolah khususnya MKKS Kota, dalam waktu dekat akan membentuk Satgas, misalnya dalam setiap wilayah ada anggota Polseknya ada Polresnya. “Hanya tinggal menunggu persetujuan,” jelas Mahmud Yunus. “Kalau dulu sudah dibentuk dengan pelindung Kapolres dan Walikota,” tambahnya.

Sementara itu menurut Yunus, untuk di wilayah Kabupaten Sukabumi saat ini sudah terbentuk Satgas. Dengan terbentuknya Satgas akan lebih Efisien dalam mencegah aksi brutal tawuran pelajar.

“Mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir, sangat di sayangkan sebab ada satu siswa kami yang tengah duduk di kelas 3 yang tidak lama ini akan melaksanakan Ujian Nasional (UN),” ucap Kepsek.

Untuk itu Kepsek SMK Pasundan memohon kepada Kepolisian agar pada saat pelaksanaa UN nanti, tepatnya tanggal 25 sampai 28 Maret 2019, pihaknya akan meminjam kurang lebih selama 2 jam untuk mengikuti UN. “Karena ujiannya berbasis komputer, jadi ujiannya harus di sekolah," jelasnya.


[Pewarta: Azis R]
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close