Breaking
loading...
Showing posts with label hukrim. Show all posts
Showing posts with label hukrim. Show all posts

Monday, June 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres Jakbar Digerebek Polisi

sukabumiNews, JAKARTA – Anggota dari Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggerebek pabrik sabu rumahan di daerah Kalideres Jakarta Barat (Jakbar). Polisi mengerebek pabrik sabu rumahan ini setelah diketahui bahwa tempat ini merupakan jaringan dari pabrik sabu di kawasan Perumahan Metland Cipondoh Kota Tangerang yang pernah digerebek Polres Metro Jakarta Barat sebelumnya.

"Ini merupakan pengembangan dari penggerebekan pabrik sabu di Cipondoh Tangerang,” jelas Kapolres Metro Jakarta Barat melalui Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz dalam Konferensi Persnya, Senin (24/06/19).

Pabrik tersebut diketahui sudah beroperasi sejak 2018. Dalam penggerebekan kali ini polisi mengamankan satu tersangka berinisial MS (42).


Erik menjelaskan, tersangka (MS) belajar membuat sabu dari tersangka sebelumnya berinisial PC. “Pembuat sabu ini sudah membuat sabu sejak tahun 2018 dimana MS diketahui Lebih Mahir dan mampu membuat / memproduksi lebih banyak daripada PC dimana MS belajar Membuat narkoba jenis sabu dari tersangka PC ," terangnya.

Erick menuturkan, sebelum dilakukan penggerebekan, polisi telah melakukan penyelidikan sejak dua bulan yang lalu. Setelah petugas mengintai dan memastikan bahwa ada kegiatan pembuatan barang haram yang sedang berlangsung dalam rumah tersebut, petugas kemudian bergerak dan menggerebek rumah tersebut.

"Setelah dipastikan bahwa tersangka sedang melakukan pembuatan sabu, Satresnarkoba Jakarta Barat yang dipimpin AKP Arif Oktora langsung melakukan penangkapan,"tuturnya.

Masih kata Erik, tersangka MS diamankan karena tertangkap basah sedang memproduksi atau memasak sabu-sabu.

Selain menangkap MS, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni bahan-bahan pembuat sabu, salah satu diantaranya adalah prekursor dan 1 kg Narkoba Jenis sabu dari hasil produksi.

"Barang bukti yang kita amankan ada juga sabu-sabu  yang sudah jadi seberat 1 Kg,  kemudian sabu yang masih setengah jadi, dan bahan baku pembuat sabu. Tersangka ini membeli bahan baku melalui media sosial online," tandas AKBP Erick Frendriz.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, June 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Satreskrim Polres Jakbar Bekuk 4 Pelaku Pengrusakan, Pembakaran dan Penjarahan Kendaraan Operasional Brimob

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK. MH., saat Konferensi Pers.  
sukabumiNews, JAKARTA - Empat Perusuh sekaligus pelaku perusakan dan pembakaran mobil Operasional Brimob yang terparkir di jalan Tali Kota Bambu palmerah Jakarta Barat dan di Jalan Brigjen Katamso dekat Flyover Slipi Jakarta Barat pada 22 Mei 2019 lalu, berhasil di bekuk Team Gabungan Polres Metro Jakarta Barat.

Tak hanya itu, pelaku yang berinisial SL alias JL juga mencuri tas yang berisi senjata api dan uang tunai puluhan juta rupiah.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK. MH., mengatakan, pihaknya Telah melakukan penangkapan  terhadap empat orang tersangka yakni SL, DI, WN, dan DO.

Empat orang tersangka yakni SL, DI, WN, dan DO, diamankan Polisi
"Para pelaku yang kami amankan ini merupakan Kelompok Kejahatan yang dalam aksinya selain melakukan kerusuhan, mereka juga melakukan penjarahan," ujar Kombes Hengki, kepada sukabumiNews, Jumat (14/06/19).

Hengki mengungkapkan bahwa kronologi penangkapan keempat tersangka tersebut berawal dari informasi yang didapat berdasarkan hasil penyelidikan Tim Jatanras Polres Metro Jakarta Barat melalui analisis CCTV bahwa SU merupakan pelaku yang memecahkan kaca mobil Brimob dan mencuri tas yang berisikan Senjata api jenis Glock 17 dan tas merk Tumi di Slipi Jakarta Barat saat kerusuhan tanggal 22 Mei 2019.

"Ini kita tangkap 4 orang karena ada properti Brimob yang dicuri sampai sekarang harus kita amankan. Ada beberapa (properti) seperti senjata api dan sebagainya," ungkap Dia.

Masih kata Dia, pelaku mengakui bahwa benar dirinya telah mengambil tas yang berisi uang 50 juta, STNK motor, kartu ATM, kartu anggota dan senjata api dari mobil Brimob yang telah dirusak pelaku dan massa.

Dari hasil penangkapan tersebut petugas mengamankan 1 pucuk senjata api jenis Glock 17,  1 unit honda Vario hitam, 1 unit HP samsung,  1 unit HP xiomi,  1 unit hp xiomi ,1 unit hp vivo,  13 butir peluru,1 buah jaket,b1 buah cincin emas, 1 buah kalung emas, 1 buah gelang emas, 1 buah celana, 1 pasang sepatu, uang sejumlah  Rp 1.135.000

"Uang yang dicuri dipakai pelaku untuk membeli burung, bayar utang dan beli emas. Sedangkan untuk barang bukti tas, kartu ATM dan kartu anggota, ia bakar untuk menghilangkan barang bukti," terang Kombes Hengki.

Dengan ditangkapnya ke-empat orang tersebut, sudah sejumlah 189 tersangka yang diamankan oleh polisi dari Polres Metro Jakarta Barat.

Sekedar diketahui, pada kerusuhan 22 Mei 2019, di Sekitar Flyover Slipi, tepatnya di samping pintu masuk Wisma BCA, dua bus milik Brimob dibakar oleh massa yang melakukan kerusuhan.

Sementara itu, beberapa bus dan sejumlah kendaraan lain rusak dan kacanya pecah.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, June 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Kota Ringkus 7 Geng Motor XTC yang Kerap Meresahkan Warga

Geng Motor XTC diringkus Polisi.
-- 
sukabumiNews, CIKOLE - Polres Sukabumi Kota meringkus 7 Geng Motor XTC. Dari ketujuh Geng Motor tersebut polisi berhasil mengamankan 16 orang yang di duga akan melakukan tindak pidana termasuk satu orang diantaranya akan melukai dan melawan Aparat Kepolisian.

Anggota kelompok yang kerap meresahkan warga itu diciduk polisi saat aparat kepolisaian sedang melaksanakan razia di Jln. Veteran pada Selasa (4/6/2019).

"Saat dilakukan razia, salah seorang dari 7 geng motor tersebut hendak melawan kepada petugas,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro saat konfersi pers usai menggelar Apel Kesiap siagaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H di halaman Gedung Juang Kota Sukabumi, Selasa (4/6/2019).

Kapolres Sukabumi Kota tunjukkan barang bukti sajam yang disita.
Polisi juga berhasil menyita 1 Sajam pedang patimuran, 11 butir Obat Tramadol, 4 butir Trihexphendydyl dan 5 butir Hexyner.

“Yang kami tangkap adalah Genk Motor XTC dan dilakukan tes Urine, alhasil dari 10 orang positif mengkonsumsi Narkoba dan obat keras lainnya,” jelas Kapolres.

Dalam razia tersebut, polisi juga menindak sebanyak 385 pelanggar lalu lintas. Adapun terhadap pelanggal lalulintas polisi menyita 82 lembar SIM,, 224 Stnk, serta 79 unit kendaraan type R 2 dari berbagai merk yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Barang Bukti Motor yang disita.
Kendaraan mereka disita petugas lantaran menggunakan perlengkapan yang tidak sesuai dengan standarnya, baik itu menggunakan knalpot trondol dan sebagainya.

“Dengan adanya kegiatan ini kami harapakan pada malam takbiran diwilayah kota Sukabumi dan sekitarnya bisa aman dan kondusif,” tegas AKBP Susatyo.

Di akhir konferensinya, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kerabat kita dari lingkungan yang tidak baik supaya tidak terpengaruh, baik dalam mengkonsumsi Narkoba, Alkhol dan Obat keras lainnya.

Hadir pada Konfefeni Pers tersebut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi didampingi Wakil Wali Kota, Andi S. Hamami.

Sementara Walikota sukabumi dalan kesempatan tersebut menuturkan bahwa ia akan melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi Kota. Menurut Fahmi, para pelaku ini tampaknya para pelaku baru yang muncul dari generasi yang ada di wilayah Kota Sukabumi juga.

“Mudah-mudahan kegiatan yang sering dilakukan Kapolres ini bisa semakin menekan dan dapat meminimalisir keberadaan Genk Motor yang hidup kembali di wilayah Kota Sukabumi," tutup Fahmi.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 31, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tiga Pelaku Penadah Curanmor Berhasil Diringkus Polsek Kalideres

Polsek Kalideres Kembali Meringkus Tiga Orang Penadah Motor Curian. (FOTO: Didi Muryadi/sukabumiNews)
sukabumiNews, JAKARTA - Kepolisin Sektor Kalideres Polres Metro Jakarta Barat kembali menagkap para pelaku pendah hasil pencurian sepeda motor (curanmor), kali ini Polsek Kalideres berhasil meringkus tiga orang pelaku penadah motor hasil curian. Ketiganya diketahui berinisial UR (39), MD (36), HS (24).

“Mereka menadah sepeda motor dengan membelinya dari pelaku pencurian, kemudian membongkarnya hingga terurai menjadi beberapa bagian,” ungkap Kapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Indra Maulana, kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Indra Maulana mengatakan, para pelaku diringkus beberapa waktu kemudian setelah pihaknya menerima laporan dari korban bernama MS (Initsial) yang merasa kehilangan akan sepeda motor miliknya.

“Berawal dari laporan tersebut, anggota kepolisian melakukan penyelidikan hingga diketahui sepeda motor milik korban berada di daerah Pinang Tangerang Banten,” jelas Indra.

Saat digeledah, tutur Indra, diketahui ketiga pelaku sedang membongkar sepeda motor milik korban di dalam sebuah rumah yang merangkap sebagai bengkel. “Selain spare part motor milik korban, juga ditemukan berbagai macam sparepart sepeda motor lain yang diduga juga berasal dari hasil kejahatan," tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Syafri Wasdar menjelaskan bahwa para pelaku menjual berbagai onderdil kendaraan sepeda motor yang sudah dipretelinya di luar Jakarta. “Menurut pengakuan tersangka hal ini dilakukan supaya aksinya tidak mudah dicium, baik itu oleh petugas Kepolisian maupun korban,”  tutur Syafri Wasdar.

Dari hasil pengungkapkan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda New Vario dengan kondisi terurai, beberapa kendaraan bermotor, satu lembar STNK, satu buah obeng, dan satu buah kunci letter T.

Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Polsek Kalideres Bekuk 2 Pria Pembawa Sabu dan Pil Ekstasi

sukabumiNews, JAKARTA - Kepolisian Sektor Kalideres Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap jaringan Narkoba antar Provinsi. Dua orang tersangka berinisial LKH (41) dan H (34) berhasil dibekuk polisi lantaran kedapatan ingin mengedarkan narkoba.

Terungkapnya jaringan narkoba tersebut berawal dari anggota Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat pimpinan Kanit Reskrim AKP Syafri Wasdar mengamankan seorang laki-laki (LKH) yang dicurigai akan berbuat kejahatan. Setelah digeledah ternyata di dalam kantong celananya ditemukan kantong plastik berisi cangklong dan beberapa kunci rumah.

"Dari penggeledahan tersebut, kami temukan barang bukti 8017 butir pil ekstasi, narkotika jenis sabu dengan total seberat 2072 gram sabu," ungkap Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana Saputra, Kamis (30/05/19).

Dengan ditangkapnya LKH, polisi kemudian melakukan pengembangan, dan melakukan penggeledahan di tempat tinggal LKH yang beralamat di Apartemen  City Resort, Cengkareng Jakarta Barat.

Di tempat itu polisi berhasil menangkap tersangka H alias A, yang merupakan kaki tangan dari LKH. "Tersangka H kita tangkap di kamar kost Perumahan Dadap Residen Kosambi Tangerang Banten, dengan barang bukti berupa 465 butir pil ekstasi," jelas Indra.

Indra menambahkan bahwa menurut pengakuan tersangka, Barang Haram Ini akan diedarkan saat malam takbiran.

Masih tambah Indra, berdasarkan keterangan tersangka LKH, ia juga membuat eksperimen dengan memproduksi narkoba baru jenis cair.

"Barang bukti tersebut didapat oleh tersangka LKH setahun yang lalu atas perintah ER (DPO) untuk menjemput narkoba tersebut dari daerah Rantau Prapat Sumatera Utara, namun dibelokkan oleh tersangka," tuturnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) Sub 112 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) UU RI tahun 2009 tentang narkotika.


Pewarta: Didi Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Kota Berhasil Amankan 32 Tersangka dan Ratusan Kilogram Narkoba

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro dalam konferensi pers di Mapolresta Sukabumi, Kamis (16/5/2019).
-- 
sukabumiNews, CIKOLE – Dalam kurun waktu tiga bulan ini, Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Sukabumi Kota dan sekitarnya.

"Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 154 gram, ganja 35 gram, psikotropika 200 butir dan yang paling banyak adalah obat-obatan 13.346 butir," ungkap Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro dalam konferensi pers di Mapolresta Sukabumi, Kamis (16/5/2019) pagi.

Susatyo mengatakan pihaknya juga telah berhasil menahan 32 orang tersangka dari 22 kejadian.

“Dengan pengungkapan ini kami berharap bisa menekan penggunaan Narkoba yang beredar di masyarakat khususnya di bulan suci Ramdhan 1440 H. dan terkait dengan obat-obatan, tentunya ini yang menjadi perhatian semua pihak terutama bagi Dinas Kesehatan, agar obat-obatan ini tidak dipergunakan diluar resep Dokter," katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Dr. Rita Neni yang juga hadir pada saat konferensi pers tersebut menjelaskan terkait adanya penyalahgunaan obat psikotripika.

"Karena obat-obatan ini psikotropik, maka jelas ada ketergantungan digunakan untuk kasus-kasus pakinset," ujar Dr. Rita Neni.

"Jadi sebenarnya bagi yang tidak membutuhkan yang mereka ambil dari efek samping obat itu sendiri sangat tidak baik untuk kesehatan karena obat ini akan bekerja pada pusat saraf," jelasnya.

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi berjanji akan akan melakukan koordinasi dengan Badan Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengawal dan mengawasi pengunaan resep yang ada di Rumah Sakit dan Apotek.


Pewarta: Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

FITRA: Presiden Harus Ambil Langkah untuk Tuntaskan Kasus Novel

sukabumiNews, JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) bersama Wadah Pegawai KPK (WP KPK), Koalisi Masyarakat Sipil, Mahasiswa, serta media masa berkumpul melaksanakan rangkaian peringatan 2 (dua) tahun percobaan pembunuhan Novel Baswedan di gedung KPK, Kamis (11/4/19) Kemarin.

"Sudah dua tahun kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipeti eskan, namun belum ada upaya hukum yang kongkrit, aktor intelektual atas kejadian tersebut juga belum tersentuh. Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen pun kemudian hanya menjadi wacana belaka, yang muncul kemudian hanyalah tim kecil bentukan kepolisian saja," ujar Sekertaris FITRA Misbah Hasan via sellulernya kepada sukabumiNews.
Misbah menegaskan, kasus Novel Baswedan harus segera dituntaskan. “Kalau tidak, ini akan menunjukan bahwa  upaya terhadap pemberatas korupsi masih nyata lemah,” kata Misbah.

Tidak hanya kasus Novel Baswedan, tambah Dia, teror bom yang terjadi kepada ketua dan wakil ketua KPK dan belum lagi penganiayaan terhadap pegawai KPK di hotel Borobudur menujukan KPK masih perlu kehadiran elemen masyarakat.

Misbah menilai, dua tahun untuk menyelesaikan kasus novel baswedan terlalu lama, kasus novel tentu harus mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum bahkan presiden. Oleh sebab itu, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran menuntut Presiden RI untuk bersikap tegas dan terang memerangi Teror serta pelemahan terhadap KPK dan segera pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen.


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pegawai Desa Cidahu Dibegal Kawanan Perampok, Uang Puluhan Juta Rupiah Raib

sukabumiNews, CICURUG - Seorang perangkat Desa yang bertugas di Desa Pondokaso Tengah Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Saepul Majid, menjadi Korban Kebrutalan sekawan perampok hingga mengalami luka memar dan luka sobek di bagian muka sampai harus di larikan ke klinik terdekat.

Informasi yang dirangkum sukabumiNews.net, kejadian bermula ketika korban bernama Saepul Majid usai mengambil uang di salah satu Bank yang berada Cidahu, Senin (8/4) sekira pukul 14.00 WIB siang. Perangkat desa itu kemudian beranjak ke Kantor Kecamatan Cidahu dikarenakan ada keperluan lain.

Sepulangkanya dari Kantor Kecamatan sekira pukul 19.00 Wib malam tadi, tepatnya di Jalan Raya Cidahu, korban yang mengendarai sepeda motor diberhentikan oleh 3 kawan perampok yang mengiuntitnya dengan menggununakan sepeda motor juga. Lalu korban disuruhnya untuk mengikiti keinginan si perampok. Tanpa sadar korban mengikutinya hingga korban mengalami los kontak.

"Ya saya terima laporan sekitar pukul 19.00 WIB tadi malam dari warga bahwa Saepul Majid mengalami pembegalan di wilayah Cidahu dan korban kehilangan uang sekitar 25 juta,” kata Dadeng Suhandi, Kasi Keamanan Desa kepada sukabumiNews, Selasa (9/4).

Tidak hanya itu, ungkap Dadeng, korban pun mengalami luka sobek dan luka memar di muka hingga harus dilarikan ke klinik yang berada di Cidahu.

Kejadian ini dibenarkan juga oleh Kepala Desa Pondokaso Tengah Gunawan. Gunawan menjelaskan bahwa salah satu perangkat desanya mengalami hingga Dia  harus di larikan ke kelinik. “Korban mengalami luka parah di muka," ungkapnya, singkat.



Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, March 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pelaku Teror Masjid Christchurch Akan Diadli Tanpa Pengacara

sukabumiNews, NEW ZEALAND -- Brenton Tarrant, pelaku teror penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru, akan diadli tanpa pengacara.

"Dia ingin mewakili diri sendiri dalam kasus ini," ujar pengacara yang sebelumnya diutus pengadilan untuk mendampingi Tarrant, Richard Peters, kepada AFP, Senin (18/3).

Peters kemudian memastikan bahwa Tarrant "sangat rasional" untuk menghadiri persidangan tanpa pendampingan pengacara.

"Dia sangat rasional dan memperlihatkan bahwa dia tak memiliki disabilitas mental. Dia tampak mengerti apa yang terjadi," tutur Peters.

Peters menyampaikan pernyataan ini setelah Tarrant menghadiri sidang pembacaan dakwaan pada Sabtu (16/3) lalu.

Brenton Tarrant, pelaku teror penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru, akan diadli tanpa pengacara. (Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via Reuters)
Dalam sidang tersebut, Tarrant dijatuhi satu dakwaan pembunuhan atas aksinya di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood pada Jumat pekan lalu yang secara keseluruhan merenggut 50 nyawa dan melukai 50 orang lainnya.

Pengadilan tak memberikan kesempatan bagi Tarrant untuk bebas dengan jaminan. Ia diwajibkan hadir dalam persidangan lanjutan pada 5 April mendatang.

Tarrant mengakui dirinya sendiri sebagai penganut supremasi kulit putih. Dia menyiarkan aksi penembakannya secara langsung di Facebook.

Pria itu juga sempat mengunggah sejumlah pernyataan rasis dan manifesto di akun Twitter pribadinya sebelum beraksi.

Dia merupakan warga Australia yang diketahui tumbuh besar di Grafton. Tarrant kerap berpergian ke luar negeri selama satu dekade terakhir dan menetap di Dunedin, Selandia Baru, dalam beberapa tahun belakangan. (SN/CNN)

Wednesday, March 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jaringan Penyelundupan Sabu Sukabumi, Berhasil Dibekuk Pasukan Gabungan BNNP dan BNN Sukabumi

sukabumiNews, SUKABUMI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan BNN Pusat dan BNN Provinsi Jabar, berhasil mengamakan Empat tersangka asal Kota Sukabumi, yang di duga menyelundupkan narkoba jenis Sabu seberat 20 Kg.

Kepala BNNK Sukabumi AKBP Deni Yus Danial menjelaskan, dalam pengungkapan penyelundupan sabu itu, pihaknya hanya membantu proses penangkapan yang dilakukan BNN Pusat dan BNNP Jabar, yang mencium adanya penyelundupan 20 kilogram sabu ke Sukabumi dengan kasus 9,54 kilogram sabu yang menjerat Zul, Zivilia, warga asal Taiwan.

Yus juga mengatakan, keempat orang ini diamankan pada 9 Februari 2019 oleh petugas gabungan dari BNN Kabupaten Sukabumi, BNN Pusat, dan BNN Provinsi. Mereka diamankan saat hendak menyelundupkan barang haram tersebut ke wilayah Sukabumi.

"Atas dasar laporan masyarakat dan pengintaian selama dua pekan, ahirnya mereka berhasil kami tangkap beserta barang bukti 20 kg Sabu. Adapun ke empat tersangka tersebut diantranya berinisial AJ, GI, AG dan LI," ungkap Yus Danial ketika dihubungi sukabumiNews.net, Rabu (13/03/19).

Dijelaskan Yus, penagkapan sidikan barang haram tersebut bermula dari pengakuan tersangka yaitu AG yang mendapat order dari J. Sementara, J adalah merupakan seorang tersangka yang ada di Lembaga Permasyarakatan (LP) Medaeng Surabaya.

"Setelah pesanan Sabu dipastikan, pesanan diambil AG di wilayah Dumai, Riau. Kemudian tersangka LI yang merupakan tangan kanan dari AG yang berperan sebagai perekrut dan pengendali lapangan. Tersangka saat ini juga berstatus residivis pada kasus sabu-sabu di Sukabumi," kata Yus.

Yus menambahkan, terangka AJ dan GI mengaku berperan sebagi sopir yang mengantar AG dan LI untuk membawa sabu-sabu dari Dumai dan di selundupkan ke wilayah Kota Sukabumi.

" Setelah mencium bakal adanya traksaksi dan penyelundupan barang haram tersebut, BNN Pusat bekerja sama dengan Provinsi juga Kabupaten, langsung saling kordinasi dan melakukan penyelidikan hingga ahirnya semua bisa terungkap dan kami ringkus beserta barang bukti," tandasnya.


[Pewarta : Azis. R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, March 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Satuan Polres Sukabumi Kota, Gelar Konferensi Pers Terkait Tawuran Pelajar

sukabumiNews, WARUDOYONG – Polres Sukabumi Kota menggelar Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus tawuran antar pelajar yang dilkukan oleh pelajar SMK Pasundan dan Bina Teknik. Konfrensi digelar di SMK Pasundan Jl. Pasundan 117 Nyomplong Kota Sukabumi pada Jum'at (1/2/19).

Kapolsek Gunungguruh (Iptu) Yudi Wahyudi menjelaskan, sebelum kejadian memang kedua sekolah ini sudah merencanakan untuk melakukan tawuran dengan mengambil lokasi di Jl. Pelabuhan II KM 5 Kp. Tanjungsari Rt. 001/007 Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, tepatnya di depan PT. Sement Siam Group (SCG) yang berada wilayah Polsek Gunung Guruh.

Nemun menurut Kapolsek, pada saat itu secara kebetulan Polsek Gunungguruh sedang melakukan patroli tawuran antar pelajar, hingga akhirna tawuran dapat diantisifasi dan dibubarkan. Peristiwa ini tambah Kapolsek, terjadi sekitar sekitar pukul 15.30 Wib, tanggal 14/2/19 lalu.

"Alhamdulilah pada peristiwa ini semua pelajar tidak ada yang mengalami luka berat, hanya luka sabetan senjata tajam(Sajam), kata Yudi kepada SukabumiNews."

Yudi menambahkan,  pelaku yang terlibat dari kedua sekolah ini sudah diamankan, yakni tiga orang dari sekolah Bina Teknik berinisial D (14), MJ (15), RM (17). Sementara dari SMK Pasundan satu orang yakni SF (19).

Dari tangan pelaku, pihak polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 buah Cerulit dan 2 buah Golok Panjang dan Gir.
 “Keempat pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dari SMK Bina Teknik dijerat Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara dan satu orang pelaku dari SMK Pasundan dijerat pasal 170 ayat 1 ancaman pidana 1 tahun 6 bulan,” jelasnya.

Namun tambah Kaspolsek, dikarenakan para pelaku masih berstatus pelajar, maka pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), untuk dilakukan proses seperti biasa.

Kapolsek Gunungguruh menghimbau kepada Pihak Sekolah supaya melakukan kolaborasi lebih dalam dengan pihak Kepolisian untuk meningkatkan kerjasama demi membina siswa-siswanya supaya lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan ini adalah kejadian terakhir di wilayah hukum Polsek Gunungguruh dan Polres Sukabumi Kota, kejadian ini sangat merugikan kita semua dan generasi ini harus kita bimbing,” pungkas Kapolsek Gunungguruh.

Akibat Ulah Oknum Siswanya, Nama Baik SMK Pasundan Tercoreng

Kepala SMK Pasundan, Mahmud Yunus mengaku, nama baik sekolah SMK Pasundan tercoreng akibat ulah oknum siswanya yang telah melakukan tawuran. Padahal menurutnya, pada tanggal 14 Februari kemarin adalah hari ke empat dilaksanakannya Tray Out di sekolahnya.

Oleh sebab itu tutur Kepsek, dari pihak sekolah khususnya MKKS Kota, dalam waktu dekat akan membentuk Satgas, misalnya dalam setiap wilayah ada anggota Polseknya ada Polresnya. “Hanya tinggal menunggu persetujuan,” jelas Mahmud Yunus. “Kalau dulu sudah dibentuk dengan pelindung Kapolres dan Walikota,” tambahnya.

Sementara itu menurut Yunus, untuk di wilayah Kabupaten Sukabumi saat ini sudah terbentuk Satgas. Dengan terbentuknya Satgas akan lebih Efisien dalam mencegah aksi brutal tawuran pelajar.

“Mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir, sangat di sayangkan sebab ada satu siswa kami yang tengah duduk di kelas 3 yang tidak lama ini akan melaksanakan Ujian Nasional (UN),” ucap Kepsek.

Untuk itu Kepsek SMK Pasundan memohon kepada Kepolisian agar pada saat pelaksanaa UN nanti, tepatnya tanggal 25 sampai 28 Maret 2019, pihaknya akan meminjam kurang lebih selama 2 jam untuk mengikuti UN. “Karena ujiannya berbasis komputer, jadi ujiannya harus di sekolah," jelasnya.


[Pewarta: Azis R]
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, February 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Kota Bekuk Pelaku Penipuan Mesin ATM

sukabumiNews, CIKOLE - Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap 5 pelaku pencurian dengan modus ganjal ATM. Lima pelaku tersebut yakni J (38), M (35), ITW (42), H (42), NS (37). Kelimanya brasal dari Lampung Selatan.

Tindakan pelaku yang selalu meresahkan warga Sukabumi ini dalam melakukan aksinya kerap secara berkelompok.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP. Susatyo Purnomo Condro membeberkan, modus yang dilakukan kelima tersangka ini yakni dengan cara mengganjal lubang uang mesin ATM dengan tusuk gigi, sehingga menyebabkan mesin tersebut macet.

Kemudian si pelaku berpura-pura menawarkan diri untuk membantu korban yang kesulitan saat mengambil uangnya di ATM.

"Pada saat itulah si pelaku melakukan aksinya untuk menukar dan mencari tahu pin ATM korban," jelas Kapolres.

Dikatakan Kapolres, mereka kerap melakukan aksinya ini di tujuh titik di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

"Kelima tersangka di setiap melakukan aksinya masing-masing mempunyai peran tersendiri, termasuk yang bertugas untuk menukar kartu ATM dan mencuri nomor rekening korban," tambah Kapolres.

"Usai berhasil melakukan penukaran ATM dan mencuri nomor pin korban, sang pelaku langsung menguras habis saldo rekening korban di tempat yang berbeda," jelasnya dalam jumpa pers di ATM salah satu toserba di Kota Sukabumi, Kamis (28/2).

Dalam pengungkapan kasus tersebut Polres Sukabumi Kota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 74 keping kartu ATM berbagai macam Bank, uang tunai sejumlah Rp.1.900.000, 1 pak tusuk gigi, 1 buah gunting besi, 1 buah cutter, dan 1 buah pinset.

"Para pelaku kini sudah ditahan dan di Polres Sukabumi Kota demi proses penyidikan lebih lanjut," ucapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 362 KUHP Pidana pencurian dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.

Pelaku juga dikenakan pasal 378 KUHP Pidana Penipuan dengan ancaman empat tahun kurungan penjara.

Dengan merebaknya modus seperti ini Kapolres menghimbau kepada masyarakat Kota Sukabumi agar lebih waspada dalam menjaga kerahasiahan informasi pin ATMnya.

"Tak hanya itu, saya juga berpesan supaya masyarakat tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal saat melakukan penarikan tunai di tempat ATM," tutur AKBP Susatyo Purnomo Condro.


[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
Copyright ©SUKABUMINEWS
Redaksi sukabumiNews

Ini Fakta-Fakta Persidangan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

[Ratna Sarumpaet menuju ruang tahanan sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Terdakwa kasus penyebaran berita bohong dan keonaran ini akan menjalani sidang perdana. (Liputan6.com/Herman Zakharia)]
sukabumiNews, JAKARTA - Ratna Sarumpaet hari ini menjalani sidang perdana kasus penyebaran hoaks mengenai penganiayaannya. Sidang yang dilangsungkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (28/2/2019) ini dimulai sekitar 09.30 WIB.

Ratna mengenakan kemeja putih dan rompi tahanan warna oranye. Terlihat sang anak, Atiqah Hasiholan turut hadir dalam sidang perdana tersebut.

Ketika awak media meminta foto ketika duduk di kursi persidangan, Ratna Sarumpaet sempat mengacungkan dua jarinya.

Sidang perdana ini digelar terbuka untuk umum. Meski begitu, Ketua Majelis Hakim Joni tetap membatasi media untuk tidak menyiarkan secara langsung persidangan tersebut.

"Dan kepada awak media saya sampaikan persidangan tidak boleh disiarkan live sesuai aturan sidang. Mari menjaga kehikmatan sidang ini untuk kelancaran dan kebaikan bersama," kata Joni sesaat sebelum persidangan di PN Jakarta Selatan dimulai, Kamis (28/2/2019).

Sidang pun dimulai. Sejumlah nama-nama terkenal sempat disebut di sidang dakwaan. Nama-nama yang muncul itu adalah Capres Prabowo Subianto, akademisi Rocky Gerung, aktivis buruh Said Iqbal, Fahri Hamzah, hingga Amien Rais.

Berikut fakta-fakta gelaran sidang perdana kasus penyebaran hoaks mengenai penganiayaan Ratna Sarumpaet dihimpun dari laman Liputan6.com:

1. Sebut Tokoh-Tokoh Terkenal

Suasana sidang dakwaan perdana dengan Terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (29/2). Ratna menjalani sidang dakwaan perdana atas kasus penyebaran berita hoaks yang menyebutkan wajah lebam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Sejumlah nama-nama terkenal disebut di sidang dakwaan kasus hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Nama-nama yang muncul itu adalah Capres Prabowo Subianto, akademisi Rocky Gerung, aktivis buruh Said Iqbal, Fahri Hamzah, hingga Amien Rais.

Dalam pertemuan dengan sejumlah nama tersebut, Ratna menceritakan sebab kondisi yang dialaminya. Kepada sejumlah nama itu Ratna mengaku dianiaya di halaman Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Alhasil, kicauan Ratna tersebut direspons sejumlah tokoh dengan mem-posting kondisi wajah Ratna yang lebam. Padahal, kondisi tersebut adalah karena tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka).

"Sebagaimana yang sudah dijadwalkan dengan saksi dr. Sidik Setiamihardja SPBp," kata jaksa penuntut umum dalam pembacaan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Ratna dioperasi pelastik di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika. Ratna ditempatkan di ruang perawatan kamar B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak Jumat, tanggal 21 September 2018 sampai dengan Hari Senin tanggal 24 September 2018.

2. Ratna Sempat Kirim Pesan Need You Badly

Terdakwa penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap adanya pesan singkat yang dikirim Ratna Sarumpaet ke Rocky Gerung.

"Bahwa pada hari Selasa tanggal 25 September 2018 sekitar pukul 20.43 WIB terdakwa juga mengirimkan beberapa foto wajahnya yang lebam dan bengkak kepada saksi Rocky Gerung melalui Whatsapp dengan pesan: '21 September 2018 jam 18.50 WIB. area bandara Bandung' dan pukul 20.44 WIB dengan pesan: 'Not For Public'," ungkap jaksa saat membacakan dakwaan.

Kemudian, sambung dia, pada Rabu 26 September 2018 sekitar pukul 22.24 WIB, Ratna Sarumpaet kembali mengirim berita kepada Rocky Gerung dengan pesan, 'sakit seputar rongga mata, retak di pelipis dan rahang. Tak sepedih kitab terkoyak ditangan kanan manganga'. Lalu pada pukul 22.32 WIB, Ratna juga mengirim beberapa foto wajahnya yang lebam dan bengkak dengan pesan, 'Hari ke 5'.

"Bahwa pada hari Kamis tanggal 27 September 2016 sekitar pukul 16.30 WIB. Terdakwa mengirim lagi berita kepada saksi Rocky Gerung dengan pesan: 'Hei Rocky negerinya makin gila dan hancur need badly :).'

Dan pukul 16.33 WIB dengan pesan: 'Need you badly', pukul 16.36 WIB dengan pesan: 'Pasti kamu bahagia sekali di sana ya. Penghormatan pada alam, bless you'," ujar jaksa.

Pada Jum'at 28 September 2018 pukul 19.22 WIB, sambung jaksa, Ratna Sarumpaet kembali mengirim lagi melalui Whatsapp bebarapa foto wajah yang lebam dan bengkak kepada Rocky Gerung, "Dengan pesan: Day 7th."

3. Dakwaan Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet duduk di kursi terdakwa Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (29/2). Ratna menjalani sidang dakwaan perdana atas kasus penyebaran berita hoaks yang menyebutkan wajah lebam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Jaksa pun membacakan dakwaan kasus hoaks penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Dalam dakwaan, terungkap bahwa Ratna menangis mengaku dipukuli sehingga mukanya lebam dan bengkak.

Jaksa menyatakan, pada Jumat 21 September 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Ratna Sarumpaet memberitahukan kepada saksi Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele akan pergi ke Bandung.

"Namun ternyata, terdakwa tidak pergi ke Bandung melainkan pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka)," kata jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2019).

Bedah medis tersebut, sudah dijadwalkan dengan dr Sidik Setiamihardja. Kemudian Ratna Sarumpaet ditempatkan di ruang perawatan kamar B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak Jumat, 21 September 2018 sampai dengan Senin 24 September 2018.

"Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisl lebam dan bengkak akibat tindakan medis dengan menggunakan handphone merk Iphone. Setelah selesai menjalani rawat inap. Pada hari Senin tanggal 24 September 2018, terdakwa pulang ke rumah," kata jaksa.

Di dalam perjalanan, Ratna mengirim beberapa foto wajah dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui whatsappnya kepada saksi Ahmad Rubangi. Saksi Ahmad kemudian menanggapi foto tersebut dengan membalas pesan Ya Allah, Kak sampai begitu.

Ratna pun membalas. "Dipukulin 2 laki-laki," kata Jaksa.

Jaksa mengatakan, sesampainya di rumah, Ratna meminta Ahmad Rubangi untuk memanggil saksi Saharudin dan saksi Makmur Julianto alias Pele masuk ke kamar.

Ratna Sarumpaet lalu bercerita sambil menangis bahwa dipukuli orang dengan menunjukkan wajah lebam dan bangkak.

"Kemudian terdakwa mengatakan ingin istirahat. Selelah itu saksi Ahmad Rubangi dan saksi Makmur Julianto alias Pele dan saksi Saharudin keluar dari kamar terdakwa," kata jaksa.

4. Ratna Sarumpaet Meminta Maaf dan Minta Jadi Tahanan Rumah atau Kota

Terdakwa Ratna Sarumpaet memberikan salam dua jari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (29/2). Ratna menjalani sidang dakwaan perdana atas kasus penyebaran berita hoaks yang menyebutkan wajah lebam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Usai jaksa penuntut umum membacakan dakwaan, Ratna Sarumpaet bersuara.

"Saya mengerti, walaupun saya merasa ada beberapa poin yang tidak sesuai dengan fakta," ujar Ratna Sarumpaet.

Hakim kemudian memberikan waktu kepada Ratna Sarumpaet untuk menyampaikan kembali apa yang ingin diungkapkan.

"Sebenarnya tidak dalam kontek materi kasusnya, tapi saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang berhadapan dengan pengadilan, bahwa pengalaman saya sejak ditangkap dan apa yang saya ketahui, saya memang betul melakukan kesalahan," ungkap Ratna Sarumpaet.

"Saya hanya ingin mengatakan saya salah, tapi sebenarnya yang terjadi di lapangan dan proses penyidikkan, saya sadar ini politik, saya berharap kalau dipenjara karena pengadilan ini tidak apa, bahwa segalanyan di atas hukum, bukan kekuasaan," Ratna Sarumpaet memungkasi.

Selain itu, Ratna meminta Majelis Hakim Penagadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan status penahanannya dari tahanan Polda Metri Jaya menjadi tahanan rumah atau kota.

Permohonan tersebut disampaikan Ratna melalui tim pengacaranya ke majelis hakim persidangan, usai pembacaan berkas dakwaan di PN Jakarta Selatan

"Bahwa kami mengajukan jenis pernahanan dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau tahanan kota," kata pengacara Ratna Sarumpaet.

Selain itu, dalam permohonan tersebut disampaikan bahwa putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan menjadi penjamin dalam peralihan tahanan tersebut. [Red*]


Sumber: Liputan6.com
close
close
close