Breaking
loading...
Showing posts with label banten. Show all posts
Showing posts with label banten. Show all posts

Saturday, August 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

BMKG: Gempa Banten Belum Puncak, Potensi Maksimal M 8,7

akibat gempa banten
Beberapa rumah korban akibat gempa Banten, Jum'at (2/8/2019) malam.*  
sukabumiNews, BANTEN – Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan gempa bumi di Banten bermagnitudo 7,4 yang dimutakhirkan menjadi 6,9, belum merupakan puncak dari potensi gempa di wilayah tersebut.

Daryono menyatakan sebuah kawasan subduksi aktif tetapi tidak pernah terjadi gempa seperti titik gempa Banten kemarin, dapat diduga kawasan itu sedang terjadi proses akumulasi medan tegangan, di mana ada proses penumpukan energi yang terkandung dalam kulit bumi.

“Kalau melihat hasil hitungan potensi gempa, ini belum puncaknya, karena potensi maksimal dapat mencapai magnitudo 8,7. Potensi itu tidak bisa diperkirakan dan kapan saja bisa terjadi,” jelas Daryono.

Namun, bila kita memahami mitigasi bencana dengan baik, menurut Daryono, korban jiwa saat gempa bumi bisa diminimalisir. "Jepang itu tidak ada yang aman gempa semuanya ada sesar aktif, tetapi pembangunan maju, ekonomi manju karena mereka mampu mengelola resiko (bencana) dengan baik," katanya.

BACA: Lagi, Gempa 7,4 SR Berpusat di Banten, Berpotensi Tsunami


#Humanity
#GempaBumi
#Gempa
#EveryoneIsALifeSaver
Sumber: Liputan6dotcom
Foto: Aksi Cepat Tanggap
Redaksi3

Pasca Gempa 7,4 di Banten, Kondisi Pantai Pelabuhanratu Terpantau Normal

Pantai Palabuhanratu
Riky Agus Ramdan, owner Bettah Coba Home Stay menunjukkan kondisi pantai Palabuhanratu, Jum'at (2/8/2019) malam.*  
sukabumiNews, PALABUHANRATU – Pasca diguncang gempa berkekuatan 7,4 Magnitudo yang berpusat di Kampung Sumur, Banten, kondisi pesisir pantai Sukabumi hingga pukul 11.30 WIB, Jumat (02/08/2019) malam, terpantau normal.

"Saat ini kami melihat daerah pesisir pantai Cimaja hingga Cisolok tampak normal. Memang ada warga yang panik dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi gempa susulan dan khawatir Tsunami ," kata Riky Agus Ramdan, warga Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jum’at (02/08/2019), malam.

VIDEOKondisi Patai Palabuhanratu Pasca Gempa 7,4 SR di Banten

Riky juga menyebut, di sepanjang pesisir pantai Pelabuhanratu, kondisi air laut tampak normal. Sebagai owner Bettah Coba Home Stay, salah satu penginapan di daerah Jampang, Riki mendapat informasi dari para pekerjanya, bahwa di sepanjang pesisir Ujung Genteng dan Ciemas dalam keadaan kondusif.

"Waspada perlu ditingkatkan, namun jangan terpancing dengan kabar Hoax karena hanya akan membuat panik. Kami, sampai saat ini tetap siaga," ungkapnya.

Pantauan sukabumiNews di lapangan, sebagian besar warga Pelabuhanratu merasa ketakutan pada detik-detik getaran gempa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Seperti getaran gempa yang terjadi di Cikakak, getarannya terasa hingga 1 menit.

"Getaran gempa kali ini membuat panik warga kampung. Saya saja sampai keluar rumah. Geterannya lama hingga 1 menit lebih," ungkap Iwan S (38), warga Kp. Cidadap, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan rilis BMKG, gempa yang terjadi pukul 19.03.21 WIB. Gempa berkekuatan 7.4 magnitudo lokasinya di 7.54 LS,104.58 BT, berpusat di 147 km Barat Daya Sumur, Banten. Kedalamannya 10 Km. Sedangkan untuk potensi Tsunami, BMKG melaporkan sudah selesai.

BACA: Lagi, Gempa 7,4 SR Berpusat di Banten, Berpotensi Tsunami

Sementara warga yang lain, Kiki Ramdan Firdaus (22), pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi mengatakan, Dia merasakan getaran gempa cukup besar selama 10 detik.

"Saya pas di rumah dinas, getarannya besar. Karena panik juga, saya langsung keluar rumah," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi dari pihak berkapasitas di Kabupaten Sukabumi mengenai laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.




Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, August 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Gempa 7,4 SR Berpusat di Banten, Berpotensi Tsunami

gempa
Gambaran Gempa.*  
sukabumiNews, SUKABUMI - Gempa yang berpusat di Banten pada Jum’at (2/8/2019) malam ini berlokasi pada 7.54 Lintang Selatan, 104.58 Bujur Timur atau pada 147 km Barat daya Sumur, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa yang menurut BMKG berpotensi tsunami ini dirasakan juga oleh warga Jakarta, Depok, Sukabumi dan bahkan wikayah Bandung dan sekitarnya.

Getaran gempa selama kurang lebih 60 detik ini juga membuat warga Sukabumi panic hingga banyak yang lari keluar rumah.

Pewarta: AM
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, January 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Terkait Jalan Rusak, Warga Dua Desa di Kecamatan Cilograng Tunggu Janji Pemerintah Selama 12 Tahun

Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Rangkasbitung, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.
sukabumiNews, CILOGRANG – Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.

Untuk itu, warga yang tingga di kampung yang berada di dua desa tersebut diantaranya yaitu Kp Pasir Salam, Kp Cilograng, dan Kp Kalapa Dua meminta kepada pemerintah terkait agar segera merealisasikan janjinya.

Adalah Dadang, salahsatu warga Kp Pasir Salam bersama warga berharap kepada pemerintah mulai dari tingkat desa hingga propinsi untuk segera merealisasikan janji-janji yang pernah di ucapkannya, terupama kepada masyarakat Cilograng.

“Saya sangat menderita dan sedih ketika melihat ada sala warga yang sakit atau ibu yang mau melahirkan harus degera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, terpaksa harus jalan kaki atau naik ojeg sejauh 3 kilo meter dengan waktu jarak tempuh hampir 2 sampai 3 jam disebabkan jalan rusak tidak memadai. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini,” ungkap Dadang, kepada sukabumiNews, Selasa (22/1/2019).

“Bahkan terkadang orang yang sakit harus di gotong pake tandu/sarung karena kalau naik ojeg takut jatuh,” kata Dadang.

Dadang juag menjelaskan bahwa memang 12 tahun silam jalan kecamatan tersebut pernah diaspal. “Itu pun waktu ada acara Musabaqoh Tilawatil-Quran (MTQ) di Kecamatan Cilograng 12 tahun silam,” jelas Dadang. 

Seperti yang diungkapkan Dadang, Epang Ketua RW Kp Kalapa Dua menuturkan bahwa 12 tahun pihknya hanya menunggu janji. Bahkan tambah dadang, jika ditagih mereka cukup pandai berkelit lidah. “Padahal kami butuh Bukti, bukan Janji,” tegas Epang.

Pdahal tambah Epang, jika ada hal yang harus dikerjakan dan dilakukan warga, terutama urusan tanah, pemeritah harus selalu diturutinya dengan alasan aturan dan hukum. “Tapi saat warga membutuhkan, mereka hanya bisa mengubar janji dan berkelit lidah,” ucapnya.

[Pewarta: Jahrudin]
Edito: Red.

Wednesday, January 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lebih dari 10 Tahun Warga Desa Cikatomas Dambakan Jalan Beraspal

Jalan Desa yang menghubungkan Kp. Naga Jaya dengan.Kp. Batu Kasur di Desa Cikatomas Kec. Cilograng. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 10 tahun tidak kunjung dilapisi aspal.
sukabumiNews, CILOGRANG (Lebak) – Jalan Desa yang menghubungkan Kp. Naga Jaya dengan.Kp. Batu Kasur di Desa Cikatomas Kec. Cilograng. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 10 tahun tidak kunjung dilapisi aspal. Warga menilai, keinginan mereka sama sekali tidak diperhatikan pemerintah, terutama pemerintah desa setempat.

“Padahal jalan sepanjang lebih kurang 2 km itu merupakan jalan yang keberadaannya murni di bangun dari hasil kerja keras warga melalui gotong-royong dengan alat seadaya, seperti cangkul, tayang, garpu, parang dan lain sejenisnya, tanpa bantuan dari pihak pemerintah,” terang Bapak Dadan, warga Kp. Batu Kasur kepada sukabumiNews, Selasa (8/1/2019).

Dadan menambahkan, sebenarnya tidak banyak yang di pinta oleh penduduk asli, warga Kampung Batu Kasur ini kepada pemerintah, kecuali untuk diperbaiki agar masyarakat nyaman dalam menggunakan fasilitas sebagai sarana untuk kelancaran transportasi.

“Dari mulai jalan setapak sampai seperti ini seharusya pemerintah malu sama warga, tapi juga pemerintah harus berbangga punya warga yang peduli,” ucapnya.

“Pemerintah tinggal nerusin dengan pengaspalan, itu saja,” pintanya Dadan mewakili warga Kp. Batu Kasur.

Senada dengan pak Dadan, Abah Sukani seorang yang ditokohkan di kp. Naga Jaya juga memohon akan kepedulian pemeritah, terutama pemerintah desa bekerjasama dengan dinas terkait untuk menindak lanjuti keluahan warga. “Bayangkan, sudah 10 tahun ini,” ujarnya.

Lantaran gemas tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, Sukani pun bergumam, jika saja di musim politik ini ada caleg dari partai manapun yang datang dan mau memuat perjanjian di atas materai untuk bisa melakukan usaha agar jalan yang melintasi kampungnya di aspal, dia pastikan semua penduduk kampong bakal mendukungnya.

“Kami merasa iba dan kasihan, jika musim hujan tiba anak-anak sekolah sampai ada yang nginep di sekolah karena tidak bisa pulang demi menjaga keselamatan sebab jalanan sangat licin dan belubang,” terang Bah Sukani.

Dilain pihak, salah seorang warga yang identitasnya tidak mau diisebutkan mengatakan, dulu ada seorang Kepala Desa yang sebelum ia menjabat sering datang ke wilayahnya dan berjanji mau memperbaiki jalan tersebut dengan mengaspalnya.

“Tapi setelah dia jadi, seperti kacang lupa kulitnya, semuanya omong kosong alias bohong,” sesalnya.

Pewarta: Jahrudin
Editor: Red.

Wednesday, December 26, 2018

Redaksi sukabumiNews

Diguyur Hujan, Aktifis FPI Sukabumi Ini Semangat Bantu Korban Tsunami di Banten

[Anggota FPI Kabupaten Sukabumi, Luky Lukman Hakim, saat berada di lokasi]
Pandeglang, SUKABUMINEWS.net – Kepedulian kepada sesama yang tertanam di benak seorang Aktivis FPI yang juga Calon Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Dapil II Luky Lukman Hakim ini patut di beri acungan jempol.

Meski dalam kondisi hujan, caleg dari partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra  itu tetap semangat datang sendiri ke lokasi demi membatu korban tsunami yang terjadi di Pandeglang Provinsi Banten baru-baru ini.

"Alhamdulillah ini ada rezeki berupa bantuan bahan makanan untuk korban bencana di sini," ucap Luky Lukman kepada sukabumiNews di lokasi bencana di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/12/2018).

Meski nilainya tidak seberapa, namun Luky berharap semoga bantuan yang ia berikan sedikit bisa meringankan beban korban.

[Pewarta: Jaka S/Jahrudin]
Editor: Red 
close
close
close