Breaking
loading...
Showing posts with label bandung. Show all posts
Showing posts with label bandung. Show all posts

Friday, July 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Cedera Parah, Deden Natshir Khatir Tak Bisa Kembali Merumput

Kiper Persib, Deden Natshir. (Foto: dok. Ayobandung.com)
sukabumiNews, CINCENDO – Kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby atau yang karib disapa Deden Natshir mengaku terpukul atas musibah patah tulang kering yang menimpanya.

Hal tersebut disampaikan Deden kepada dokter tim Persib, Rafi Ghani yang mendampinginya selama menjalani perawatan di rumah sakit saat Maung Bandung bersua Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), belum lama ini.

Malang tak dapat dibendung, cedera tersebut harus memaksa pemilik nomor punggung satu di Persib itu mengakhir musim lebih cepat. Diketahui Deden minimal harus menepi dari lapangan hijau selama enam bulan lamanya untuk penyembuhan.

Seperti diberitakan laman Ayobandung.com, Rabu (10/7/2019) lalu, sebelumnya, kiper berusia 26 tahun itu terlibat benturan keras dengan gelandang Persib Bandung, Bruno Matos. Tak lama setelah kejadian, Deden langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Seperti yang kita ketahui, Deden, saya pikir bukan hanya dari segi fisik drop tapi dari mental juga. Karena dia tidak bisa untuk bermain bola lagi kuramh lebih selama enam bulan, ungkap Rafi di Graha Persib, Jumat (12/7/2019).

Padahal kepada Rafi, Deden mengakui tengah menikmati pertandingan sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Alhasil Deden, kata Rafi sempat risau tak bisa kembali merumput. Namun untuk memberikan semangat, Rafi hanya mendoakan dan meminta Deden untuk sabar dan kuat agar proses penyembuhan cederanya bisa lebih cepat pulih.

Pada saat saya dampingi dia tanya saya, apa dia bisa main bola lagi atau enggak? Padahal dia ngaku lagi nyaman-nyamannya saat bermain melawan Persija. Terbukti dengan ada beberapa penyelamatan yang dia selamatkan pada saat pertandingan tersebut, ujarnya.


Pewarta: sNews
Sumber: Ayobandung

Saturday, July 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Halalbihalal Munsyid Bandung Wacanakan IslamicTunes Indonesia Awards 2019

Munsyid Bandung
sukabumiNews, PADANG Guna mempererat hubungan silaturahmi antar sesama penyanyi nasyid di Kota Bandung, IslamicTunes menggelar Halalbihalal di salah satu Kedai Ayam, Jl. Rancabentang I No.3A Ciumbuleuit Kota Bandung, belum lama ini. Acara yang mengangkat tema ‘Silaturahmi Mendekatkan Hati’ ini berlangsung meriah.

“Kegiatan ini digelar untuk silaturahmi, agar para penyanyi nasyid di Kota Bandung dan sekitarnya bisa saling mengenal, baik antara penyanyi yang sudah lama menekuni nasyid maupun dengan yang baru, semoga ke depannya bisa saling berbagi dalam produksi lagu, dan event pertunjukan,” kata Fitri RDJ, Ketua Pelaksana acara ini, saat diwawancarai sukabumiNews, Selasa (2/7/2019) lalu.

Serangkaian acara mengisi kegiatan ini, mulai dari berbagi ilmu mengenai managerial produksi lagu dan event pertunjukan, base camp, mushafahah bersama, makan bersama, hingga pertunjukan nasyid.

“Alhamdulillah, acara ini dihadiri oleh 20 orang munsyid, berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan. Mereka para pegiat lagu nasyid yang kreatif dan inovatif, saling membaur untuk melahirkan ide cemerlang demi kemajuan nasyid di Tanahair, khususnya di Kota Bandung,” kata Fitri, penyanyi Tahajud Rindu.

H. Rozman Abas, Founder and Advisor IslamicTunes juga ikut menghadiri acara ini. Mengawali kata sambutannya Rozman Abas mengucapkan terimakasih kepada semua talent yang hadir pada acara halalbihalal tersebut. “Semoga IslamicTunes lebih hidup dan lebih berjaya di Kota Bandung,” ucapnya.

Rozman mengatakan, IslamicTunes berencana akan mengadakan konser besar di Bandung, dan juga akan menggelar event-event yang  lebih megah. Selain itu, IslamicTunes juga akan mengadakan pelatihan-pelatihan nasyid di beberapa lokasi di Kota Bandung dan sekitarnya.  Kelompok musiknya juga menurutnya berencana untuk menggelar ‘IslamicTunes Indonesia Awards 2019’, yakni sebuah acara penghargaan pada karya nasyid dan munsyid se-Indonesia  yang akan digelar di Kota Bandung pada akhir tahun 2019 ini.

“Insya Allah,” ungkapnya.

Adapun tutur Dia, karya-karya nasyid dan para munsyid yang akan dinilai untuk dapat meraih penghargaan IslamicTunes Indonesia Awards 2019 nanti adalah bagi karya-karya nasyid yang juga dipasarkan di platform IslamicTunes.


Pewarta: M. Fadhli
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, June 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kopri PMII Kota Bandung Gelar Kegiatan Bertajuk 'Merawat Kembali Nilai-Nilai Nasionisme Pasca Pemilu'

sukabumiNews, BANDUNG – Kops Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII) Kota Bandung mengadakan kegiatan berupa dialog kebangsaan di aula gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung, Jl. H. Kurdi 1 No.104, Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung.

Kegiatan yang bertajuk Merawat Kembali Nilai-Nilai Nasionisme Pasca Pemilu dan dihadiri oleh peserta lintas organisasi se-Kota Bandung ini dilaksanakan dalam rangka halal bihalal pasca Idul Fitri dan pemilu 2019.

Adapun narasumber pada kegiatan tersebut yaitu Yosep Yusdiana selaku aktifis Jawa Barat dan Majelis Pembina Daerah (Mabinda), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) jawa barat, Bawaslu Jabar yang diwakili oleh Iji Jaelani (staf), dan Hendra Guntara selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Bandung.

“Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya rekonsiliasi sosial di masyarakat. Kerena pemilu merupakan mandat konstitusi yang menjadi bagian dari kita smua, maka jangan sampai demokrasi dan Pemilu menjadi antagonis, kontra produktif,” ujar Ketua Pelaksana Kegiatan, Nurfauzy Abdillah kepada sukabumiNews, Jum’at (21/6/2019).

Oleh karenanya, menurut Nurfauzy, pemuda harus mampu menjadi garda terdepan dalam meredam potensi konflik. “Masyarakat harus diarahkan untuk berfikir rasional dalam memaknai paham berbangsa dan bernegara pada konteks demokrasi yang beradab," tuturnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh peserta yang terdiri dari PMKRI, Alam Jabar, Jaringan Perempuan Membangun Negeri dan wartawan ini dibuka langsung oleh Ketua Kopri Kota Bandung,  Ajeng Sylva.

Dalam sambutannya Ajeng mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan merupakan upaya yang dilakukan oleh Kopri Kota Bandung untuk meredam konflik di masyarakat. Ajeng menghimbau kepada pemuda maupun masyarakat untuk tidak terjebak pada isu-isu hoaks dan mudah terprovokasi.

Kegiatan dialog kebangsaan ini berlangsung selama 4 jam dari mulai pukul 14.30 Wib sampai 18.30 Wib.


Pewarta: Novi Gumilar/DN
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, June 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wakil Gubernur Jabar Sebut Ada Sekolah Pungut Biaya Pendaftaran Hingga Puluhan Juta

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau pelaksanaan PPDB di SMAN 1 Cimahi, Jumat (21-6-2019).  
sukabumiNews, CIMAHI – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Uu Ruzhanul Ulum mengaku telah menemukan salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Jawa Barat melakukan pungutan pendaftaran siswa baru, hingga puluhan juta rupiah. Meski demikian, Uu enggan menyebut nama SMA tersebut.

“Yang jelas statusnya swasta, di sini ada beberapa pihak lembaga atau yayasan swasta yang memungut pendaftaran cukup besar. Ada yang sampai Rp.50 juta Rp.17 juta dan lainnya,” ungkap Uu di sela kunjungannya meninjau pelaksanaan PPDB di SMAN 1 Cimahi, dikutip dari BandungKita.id, Jumat (21/6/2019).

Padahal menurutnya, Pemprov Jabar sudah mengalokasikan bantuan biaya, baik sekolah swasta, maupun negeri.

“Sekarang perhitungan 2019, tiap siswa itu mendapat Rp.5 juta per tahun. Kalau pun ada pendaftaran dan lainnya, menurut kami seharusnya tidak terlalu mahal,” ujar Uu.

Uu khawatir, PPDB dengan sistem zonasi kali ini dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis. Maka dirinya menegaskan, jika biaya pendaftaran tidak wajar, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap realisasi dana tersebut.

“Maka tidak tertutup kemungkinan kita akan mengevaluasi. Kok bisa sebesar itu, peruntukannya untuk apa, realistis gak. Kalau tidak realistis, ya mungkin kita akan mengevaluasi,” kata Uu.

Soal baiaya pendaftaran tersebut, Uu mengatakan, pihaknya belum memberikan teguran. Namun, dalam waktu dekat ini, ia akan konsisten mengingatkan agar tidak memungut uang pendaftaran terlalu mahal.

“Belum ada teguran karena informasi yang kami terima baru beberapa hari ke belakang. Nanti tidak menutup kemungkinan kita akan mengingatkan ‘ulah mahal teuing lah‘ silahkan ada uang pendaftaran tapi jangan terlalu mahal,” pungkasnya.


Pewarta: BK.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, June 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Gugatan kepada PT SCG Ditolak Hakim, FWSM akan Lakukan Kasasi

sukabumiNews, BANDUNG – Sidang gugatan Forum Warga Sirnaresmi Sukabumi Melawan (FWSM) terhadap PT Semen Jawa Sukabumi – Siam Cement Group (SCG) kembali digelar di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, (PTUN) Bandung, Jalan Diponegoro, Rabu (19/6/2019).

Pada sidang dengan agenda putusan itu majelis hakim memutuskan menolak sepenuhnya gugatan FWSM.

Sebelumnya, Wakil Ketua FWSM, Eman meyakini bahwa pihaknya akan mendapatkan keadilan melalui gugatan ini. Pasalnya, FWSM menduga, bahwa dokumen yang dimiliki pabrik PT. Semen Ciam Grup bermasalah, lantaran ketika FWSM meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memberikan dokumen izin pabrik, mereka sangat sulit untuk memberikannya.

"Saya berharap Hakim bisa memberikan keputusan yang seadil-adilnya, sebab bagi saya dan warga sudah jelas meskipun ada sosialisasi tapi warga yang terdampak langsung tidak dilibatkan dan pada sosialisasi juga mereka tidak menyampaikan dampak lingkungan dan dampak sosial tapi nyatanya dampak dari pabrik sangat kami rasakan," ujar Wakil Ketua FWSM Eman kepada sukabumiNews, melalui selulernya.

Sementara itu, Staf Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Wayudi Iwang menjelaskan, Hakim menolak Gugatan FWSM kepada PT. Semen Ciam Group (SCG) lantaran ada 6 alasan yang menjadi pertimbanggan Hakim yakni;

1. Bahwa sosialisasi sudah dilakukan dan warga waktu pada sosialisasi tidak ada yang menolak.

2. Dampak lingkungan di anggap tidak ada karena ada hasil Lab dan masih memenuhi ambang baku mutu.

3. Kemacetan dan kerusakan jalan, Hakim menyampaikan di bantah karena ada surat keterangan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kab.sukabumi tidak ada kemacetan.

4. Dampak kesehatan warga masih sulit dibuktikan dari pabrik Itu pertimbangan Hakim
Sikap warga masih tidak merasa adil salah satunya.

5. Proses dan rencana perijinan mereka di anggap tidak melibatkan warga terdampak secara utuh sesuai UU No. 32 tahun 2009 dan Permen Lingkungan Hidup No. 17 tahun 2012 tentang keterlibatan masyarakat terdampak dan

6. Sosialisasi ada namun bukan ke masyarakat terdampak langsung hanya diwakili oleh tokoh dan itu yang warga anggap tidak partisipatif.

“Meskipun Hakim sudah menolak semua Gugatan, kita akan mempersiapkan untuk melakukan Kasasi ke PTUN Jakarta,” tegas Wahyudi Iwang.

Dia menjelaskan, sebagai upaya terakhir, pihaknya akan menindak lanjuti perkara ini ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pihaknya juga telah diberikan Memori Kasasi selama satu mingggu, apakah mau Kasasi atau tidak.

“Kalau tidak dilanjut, berarti warga menerima hasil keputusan Hakim,” pungkas Wahyudi.

Sidang yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB itu dihadiri oleh puluhan warga yang tergabung dalan FWSM Desa Sirnaresmi yang dalam hal ini selaku pihak penggugat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi selaku pihak tergugat yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi serta tergugat intervensi dari PT. Semen Siam Group (SCG).



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, June 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Mulai Hari Ini Penerbangan Jet Komersial Bandung Dialihkan ke Kertajati

sukabumiNews, BANDUNG – Penerbangan komersial pesawat jenis jet dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, dialihkan ke Bandar Udara Internasional Kertajati-Majalengka (KJT) Jawa Barat. Pengalihkan mulai berlaku pada Sabtu (15/6/2019), hari ini.

Pengumuman atas pengalihan ini telah diinformasikan oleh Kementerian Perhubungan kepada para maskapai penerbangan dan otoritas penerbangan lain sejak jauh-jauh hari. 

Oleh karena itu, Direktur Jendreal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti meminta kepada semua pihak untuk bergerak cepat supaya penataan itu berjalan optimal.
“Kami telah mengirimkan surat kepada stakeholder (pemangku kepentingan) terkait untuk bergerak cepat melakukan hal-hal yang bisa memperlancar pengalihan dan penataan tersebut berjalan dengan optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6).

Dalam surat bernomor AV.004/0274/KUM/DRJU/VI/2019 tertanggal 13 Juni 2019 itu, ia meminta PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat segera menyiapkan fasilitas pokok maupun fasilitas pendukung di bandara sesuai peraturan keselamatan penerbangan.

Ia juga mengimbau keduanya melakukan sosialisasi intensif kepada penumpang dan calon penumpang terkait pengalihan rute penerbangan.

“Untuk maskapai berjadwal agar menyesuaikan seluruh perizinan yang diperlukan dan melakukan sosialisasi secara intensif kepada penumpang dan calon penumpang terkait pengalihan rute penerbangan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia meminta kepada Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia agar menyiapkan publikasi penataan rute tersebut. Airnav harus segera menyiapkan fasilitas teknis untuk pelayanan navigasi penerbangan internasional bandara bersama dengan PT Angkasa Pura Cabang Bandara Kertajati.

Selain itu ia meminta Indonesia Airport Slot Management (IASM), supaya mengkoordinasikan perubahan slot dengan maskapai di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara dan bandar udara koneksi (pairing) terkait pertukaran dan pemindahtanganan slot serta penambahan atau pengurangan slot penerbangan.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sejak diresmikan pada Juni 2018 lalu, terdapat lima maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari dan ke Bandara Kertajati yaitu Garuda Indonesia (Kertajati-Balikpapan, Kertajati-Lampung), Citilink (Kertajati-Surabaya, Kertajati-Medan), Transnusa (Kertajati-Lampung, Kertajati-Semarang), Lion Air (Kertajati-Balikapapan, Kertajati-Meddinah), dan Wings Air (Kertajati-Yogyakarta, Kertajati-Halim).

Dengan menelan investasi senilai Rp2,6 triliun, bandara ini memiliki kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun.


Pewarta: Ak/Novi Gumilar
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, June 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pemkot Sukabumi Hadiri Halal Bihalal Tingkat Provinsi Jabar

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi Achmad Fahmi didampingi Istri saat Halal bihalal silaturahim Idul Fitri 1440 Hijriiyah tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, (11/6/2019). [Foto: Humpro.sukabumikota.go.id]  
sukabumiNews, BANDUNG – Pada momentum hari kedua masuk kerja setelah cuti bersama hari raya Idul Fitri 1440 Hikriyah, ribuan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar acara silaturahim bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Kegiatan yang bertema "Halal bihalal silaturahim Idul Fitri 1440 Hijriiyah tingkat Provinsi Jawa Barat'' tersebut digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung pada Selasa (11/6/2019) kemarin.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah kepala daerah di Jawa Barat dan para pegawai di lingkungan Provinsi Jawa Barat, termasuk Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa Momen Syawal ini menjadi sarana agar silaturahmi tersambung lagi dan bertemu lagi dengan wajah sumringah. “Ini kita lihat indahnya saling berjabat tangan di Gedung Sate,'' ujar Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

Menurut Kang Emil, Hal ini menunjukkan adanya nikmat bernegara dan berkumpul menjadi satu yakni Indonesia.

“Jangan sampai terjadi konflik atau perang-perangan yang belum selesai seperti di negara lain. Kondisi konflik terjadi karena tidak bisa menjaga ukhuwah,” tambahnya.

Emil berharap agar warga tetap menjaga ukhuwah agar nikmat berbangsa dan bernegara tetap terpelihara. Intinya Jabar harus jadi terdepan juara lahir batin.

Sementara, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, momen halal bihalal tingkat Provinsi Jawa Baat ini untuk menjalin silaturahim dan memperkuat kebersamaan dalam membangun Jabar yang juara lahir dan batin.

''Pemkot Sukabumi berharap halal bihalal ini menjadi sarana saling mengokohkan kebersamaan dalam bingkai percepatan pembangunan dan layanan kepada masyarakat,'' imbuh dia seperti dikutip Humpro.sukabumikota.go.id.

Fahmi menambahkan, momen silaturahmi ini untuk membangkitkan aura positif dan melepaskan aura negatif. Sehingga ke depan para aparatur dan elemen masyarakat akan terjalin sinergitas serta kolaborasi untuk mewujudkan Sukabumi yang religius, nyaman, dan sejahtera (Renyah).


Pewarta: Novi G./Telly NR
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Forum Warga Sukabumi Melawan, Kembali Gelar Aksi di PTUN Bandung terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT SCG

Aksi FWSM pada sidangan ke-13 di PTUN Bandung terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT. Siam Cement Group (SCG), Kamis (23/5/2019)
-- 
sukabumiNews, BANDUNG – Sejumlah perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Forum Warga Sukabumi Melawan (FWSM) beserta para korban pabrik semen di 4 dusun Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat kembali melakukan aksi di depan Gudung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jln. Diponegoro No 34 Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019). Aksi mereka dilakukan pada persidangan ke-13 terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT. Siam Cement Group (SCG).

Pihak tergugat adalah Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi dan tergugat intervensi PT SCG/Semen Jawa, nomor perkara 127/G/LH/2018/PTUN.BDG dan klasifikasi perkara mengenai hal-hal yang mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan di PTUN Bandung. Persidangan ke-13 ini mengagendakan pembacaan Kesimpulan Para Pihak  baik dari pihak penggugat maupun pihak tergugat.

Pada setiap persidangan penyampaian bukti dan fakta, penggugat fokus pada proses dalam penyusunan dokumen perizinan pembangunan dan lingkungan yang tidak melibatkan warga terdampak secara langsung.

“Dalam proses sidang yang berlangsung sebelumnya Pemkab Sukabumi sebagai tergugat dan Perusahaan PT. Siam Cement Group (SCG) sebagai tergugat intervensi tidak menjelaskan secara utuh bagaimana proses sosialisasi yang melibatkan warga yang akan terdampak langsung dari rencana pembangunan pabrik semen," ujar Wahyudin, Staf Ahli Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat kepada Wartawan pesan tertulis yang diterima sukabumiNews.

Lebih jauh Wahyudin menjelaskan Pemkab Sukabumi hanya menyampaikan proses sosialisasi dilakukan dengan pemerintah desa dan para tokoh masyarakat setempat. Pihak tergugat tidak menjelaskan bahwa masyarakat yang akan terdampak dilibatkan dalam sosialisasi.

"Padahal jika mengacu terhadap Permen LH No 17 tahun 2012 tentang pedoman keterlibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen AMDAL dan Izin Lingkungan Hidup, seharusnya sosialisasi mengutamakan  warga yang terkena dampak langsung pembangunan pabrik semen," jelasnya.

Sementara itu Salah seorang penggugat saudara Eman Sopandi menuturkan, Pemkab Sukabumi maupun perusahaan tidak bisa membuktikan secara utuh bahwa IMB yang dimiliki tidak melalui proses yang seharusnya dilakukan sebagaimana aturan perundang-undangan.

"Pada faktanya pemerintah dan perusahaan tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan terdampak langsung, sosialisasi hanya dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, Rt, Rw dan Tokoh masyarakat yang tidak merepresentatikan masyarakat terdampak secara langsung dan saya menilai bahwa para perwakilan yang hadir pun tidak melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat lainnya secara utuh,” ungkap Eman Sopandi.

Masih ditempat yang sama, Endah sebagai Penggugat dari Dusun Pangleseran menuturkan, saya melihat bahwa setiap hal-hal yang dipertanyakan oleh hakim kepada para tergugat tidak bisa dijawab sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Salah satu contohnya apakah papan informasi dipasang oleh tergugat, tergugat menyampaikan dipasang namun lokasinya berada di dalam sehingga bisa jadi papan tersebut tidak terlihat oleh masyarakat sekitar dampak.

"Sementara yang warga ketahui papan informasi tersebut harus terlihat jelas oleh masyarakat sekitar, contoh kedua apakah pada proses diskusi publik melibatkan warga, tergugat menyampaikan terwakili, namun warga yang ada di empat dusun yang menolak saat ini tidak dihadirkan dalam diskusi publik, hal ini juga tidak menjawab terhadap keluhan kami yang mana kami tidak pernah merasa terlibat dalam diskusi publik tentang rencana pembangunan pabrik semen di kampung kami," tuturnya.

Dalam penyampaian kesimpulan ini, warga meyakini bahwa dalam setiap persidangan warga korban sebagai pihak penggugat sudah mengirimkan dan menyampaikan setiap alat bukti dan fakta yang cukup dan dapat memperkuat adanya pelanggaran prosedur perizinan lingkungan dan pembangunan yang dilakukan oleh pihak tergugat dan tergugat intervensi kepada majelis hakim.

“Sementara, pihak tergugat tidak memberikan cukup bukti dan saksi yang melemahkan bukti dan keterangan pihak penggugat." Pungkas Staf Ahli Advokasi Hukum Walhi Jabar.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pasar Kosambi Bandung Kebakaran, Belum Diketahui Penyebab serta Kerugian Akibat Insiden Ini

Foto: Petugas Pemadam Keebakaran tengah berusaha memadamkan api agar tidak melebar.
-- 
sukabumiNews, BANDUNG – Kebakaran melanda sebagian bangunan Pasar Kosambi, Kota Bandung. Insiden terjadi sekira pukul 21.00 WIB, Sabtu (18/5/2019).

Para pedagang di basement (lantai dasar) pasar tersebut berusaha menyelamatkan barang-barang dari amukan api yang membesar.

Pantauan sukabumiNews di lokasi kejadian, mereka berhamburan mengamankan barang-barangnya dari dalam pasar.

Diki, (55) seorang pedagang asal Garut mengaku, Ia menyelamatkan barangnya dalam keadaan gelap.

"Saya sempat kaget, kebakaran begitu cepat karena tadi angina terasa cukup kencang juga,” ucap Diki kepada sukabumiNews.

Sementara di kolasi kejadian terlihat beberapa mobil kebakaran tengah berusaha memadamkan api.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran serta kerugian yang dialami para pedagang.


Pewarta: Novi Gumilar
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI Jabar dan BEM Kota Bandung Tolak People Power, Junjung Tinggi persatuan Bangsa

sukabumiNews, BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, menolak seruan gerakan people power untuk menanggapi hasil Pemilu 2019. Mereka menilai seruan ini bisa memecah belah bangsa.

"Itu terindikasi dapat memecah belah bangsa, untuk itu kami tidak sependapat dengan gerakan tersebut," Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei, saat diwawancarai pada silaturahmi Ulama, Kyai dan Habaib, di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung, kemarin.

Syafei meminta masyarakat untuk mendukung dan menerima hasil dari Pemilu ini. Dinilainya, penyelenggara Pemilu, baik KPU dan Bawaslu, serta petugas lainnya, sudah melakukan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan demokratis.

Sependapat dengan MUI, tokoh PW NU Jabar Asep. S Abdillah juga mengatakan gerakan people power, merupakan gerakan tidak mendasar. Kegiatan itu, tak semestinya dilakukan.  "Intinya kalau memang anggap pemilu ini curang dan sebagainya, kan ada cara untuk menyampaikan. Bukan dengan berkumpul saja, ini kan konyol," kata dia.

Gerakan people power menjadi isu hangat yang tengah dibahas oleh berbagai kalangan masyarakat, pascapemilu ini. Gerakan ini muncul karena adanya tudingan bahwa kubu petahana yang tengah berkuasa melakukan kecurangan secara masif, sistematis, terstruktur, dan brutal pada pemilu ini.

KAPOLDA Jabar berfoto bersama dengan perwakilan BEM di Kota Bandung, di Hotel El Royale, Kota Bandung pada Rabu 15 Mei 2019. Mahasiswa menolak people power, mengutamakan kesatuan bangsa .*/ MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
Mahasiswa Juga menolak

Sementara itu, Sekretaris Cabang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Bandung, Romadhon Hariansyah mengatakan akan berkoordinasi dengan seluruh BEM yang ada di Bandung Raya dan Jawa Barat. Koordinasi ini adalah untuk meminta mahasiswa untuk tidak ikut-ikutan ke Jakarta pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Kita percayakan saja hasilnya Ke KPU saja, jadi kami pun tadi sudah deklarasi menolak usaha people power ini," ucap Romadhon seusai acara silaturahmi antara BEM mahasiswa di Kota Bandung dengan Kapolda Jabar di Hotel El Royale, di Jalan Merdeka Kota Bandung.

Romadhon yang juga kader GMNI tersebut juga menginginkan suasana yang aman saat pengumuman hasil pemilu ini. "Jangan sampai kita terpecah belah, persatuan itu yang utama," ucapnya.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudi Sufahriadi menambahkan secara umum kondisi di Jawa Barat ini aman dan kondusif. Selain itu pertemuan dengan mahasiswa ini adalah sebagai perkenalan sebagai Kapolda Jabar yang baru.

"Mahasiswa yang ada di Jabar ini adalah anak-anak saya, sehingga saya harus memperkenalkan diri. Kami juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersikap tenang dalam menunggu hasil Pileg dan Pilpres 2019 ini," katanya.

Rudi pun mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat agar tidak ikut rencana people power ini. "Kita sama-sama tunggu lah hasil dari KPU yang sebelumnya telah ditunjuk oleh DPR untuk mengawal hasil pemilu," katanya.

Pewarta: PR.

Wednesday, May 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polrestabes Bandung Amankan Sekelompok Massa Berseragam Hitam Saat Aksi Hari Buruh Internasional

Sekelompok pemuda berbaju Hitam menyusup saat Aksi Hari Buruh di Bandung, Rabu (1/5/2019)
--
sukabumiNews, BANDUNG – Polrestabes Bandung mengamankan sekelompok pemuda saat aksi Hari Buruh Internasional di Bandung pada Rabu (1/5/2019). Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengungkapkan, ada sekelompok pemuda berbaju hitam yang terindikasi akan mengganggu keamanan aksi para buruh pada peringatan May Day.

Untuk mencegah gesekan, aparat kepolisian Polrestabes Bandung segera mengamantan sekelompok pemuda tersebut sebagai tindakan antisipasi. “Para pemuda itu ditertibkan tak jauh dari Gedung Sate. Ini dilakukan karena kelompok tersebut bukan bagian dari massa buruh,” ujar Irman.

Irman menjelaskan, jajarannya terpaksa mengamankan massa yang berpakaian serba hita saat buruh beraksi karena ada indikasi terjadinya gesekan dengan buruh. “Berdasarkan Informasi dari masyarakat dan warga, kelompok massa tersebut ada yang menggunakan cat dan mencoret mobil buruh,” terang Irman.

Kemudian lanjut Iman, jajaran Polrestabes melakukan tindakan agar tidak terjadi potensi konflik sosial antara kelompok ini dengan buruh. “Ada sekitar 40 orang di Polrestabes Bandung yang kami lakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Saat ini mereka dikumpulkan di Monumen Perjuangan dan polisi masih melakukan pemeriksaan.


Pewarta: Nopi Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bupati dan Wakil Bupati Subang Asyik Terbang Main Paralayang

Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur saat landing usai terbang main Paralayang. [Foto: dok. Istimewa]
sukabumiNews, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur ternyata bernyali tinggi untuk menjajal olahraga ekstrem. Keduanya, memberanikan diri menajajal tandem Paralayang dengan take off dari bukit Santiong, Sabtu (13/4/2019). Bupati Subang, bahkan tampak asyik terbang melayang di atas perkebunan teh sambil terus mengabadikan melalui kamera dengan tongsis.

Seusai landing di Lapangan dekat Tea Garden Resort Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur kemudian menerima wing kehormatan paralayang yang disematkan oleh Danlanud Suryadharma Marsma TNI Timbang Sembiring Meliala.

Selain Bupati dan wakil Bupati Subang yang menerima wing kehormatan paralayang, pada kegiatan tersebut juga diberikan wing kehormatan paralayang kepada 22 peserta diklat paralayang gelombang pertama  untuk Jabar Scout Rescue gerakan pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat.

Ke 22 peserta tersebut terdiri dari 3 orang penegak, 5 orang pandega dan 14 orang Pembina. Untuk peserta Pembina terdiri dari pengurus Kwartir Cabang, Pusdiklatcab, andalan Kwarda, Kwarcab, Kwaran, Pamong Saka Dirgantara dan Pembina T/D. para peserta berasal dari Kwarda Jabar, Kwarcab Subang, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Subang H. Ruhimat dalam sambutannya berterima kasih kepada Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) atas penghargaan yang diberikan berupa wing kehormatan paralayang.

“Mudah-mudahan menambah motivasi dalam mengembangkan dunia paralayang yang dipadukan dengan pariwisata di Kabupaten Subang,” ujarnya, dikutip dari laman kotasubang.com

Olahraga paralayang merupakan olahraga rekreasi dan destinasi wisata. Bupati menyampaikan, apresiasinya kepada FASI Kabupaten Subang dan Danlanud Suryadarma Marsma TNI Timbang Sembiring Meliala yang dengan semangat telah mendukung penuh kegiatan tersebut dalam rangka memotivasi bagi atlet Subang khususnya dalam cabang paralayang.

“Kedepannya potensi tersebut akan kami support melalui dinas terkait dan kedepannya mudah-mudahan menjadi wisata andalan di Kabupaten Subang. Selain pengembangan wisata andalan, dengan pengembangan wisata paralayang mampu menumbuhkan bibit-bibit atlet paralayang di Kabupaten Subang,” katanya.

“Diluar kedinasan saya akan mencoba lagi olahraga paralayang tersebut kedepannya,” katanya ketagihan.


Pewarta: Dadang Darajat
Editor: Red.

Thursday, March 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Aliansi CA Melakukan Aksi Tolak Penurunan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

sukabumiNews, JAKARTA – Sebanyak 56 perwakilan berasal dari Walhi Jabar, Walhi Eknas, YLBHI Jabar, YLBHI Nasional, dan Forum Komunikasi Pecinta Alam Bandung yang tergabung dalam Aliansi Cagar Alam (CA) Jawa Barat melakukan aksi long march dari Bandung ke Jakarta. Mereka akan menggelar aksi damai di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (6/3/2019).

Aksi damai ini sebagai bentuk protes dari para pecinta alam dan lingkungan terhadap diterbitkannya Keputusan Menteri LHK Nomor: SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018 tanggal 10 Januari 2018 tentang Perubahan Fungsi dalam Fungsi Pokok Kawasan Hutan dari sebagian Cagar Alam Kamojang seluas ±2.391 ha dan Cagar Alam Gunung Papandayan seluas ±1.991 ha menjadi TWA, terletak di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
 
“Kami minta SK dicabut dan Menteri LHK menurunkan instruksi untuk merestorasi Cagar Alam," ujar Wahyudin, Staff Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar kepada wartawan, Rabu.

Menurut Wahyudin, perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan Cagar Alam (CA) ini telah melanggar atau bertentangan dengan Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan melanggar RTRW Nasional, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut karena belum ada perubahan kebijakan RTRW.

Dalam aksinya juga mereka menyampaikan empat rekomendasi kepada KLHK, yaitu, 1) Meminta kepada Empat Dirjen terkait untuk merekomendasikan kepada Menteri LHK untuk menangguhkan SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018; 2) Meminta kepada KLHK agar secepatnya membentuk tim kajian dengan melibatkan para pihak terkait, termasuk dari Aliansi Cagar Alam Jawa Barat; 3) Menghentikan sementara segala kegiatan di lokasi TWA; dan 4) Melakukan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan kawasan konservasi di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat.
 Sementara itu mewakili KLHK, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno, didampingi Eselon II terkait, menerima dengan baik 25 orang perwakilan aksi dari Aliansi CA Jabar beserta empat rekomendasinya tersebut.

Wiratno juga menyetuju usulan para perwakilan aksi supaya dibentuk tim kajian Kamojang dan Gunung Papandayan. “Saya setuju untuk dibentuk tim terpadu yang akan melakukan kajian komprehensif dengan melibatkan Aliansi Cagar Alam Jawa Barat," ucap Wiratno.

“Saya juga telah memerintahkan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk membentuk forum komunikasi konservasi Jawa Barat, agar terjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak dan tidak ada dusta di antara kita,” tambah Wiratno. [Red*]

Thursday, December 13, 2018

Redaksi sukabumiNews
Hampir seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC PBB) se-Jawa Barat mendorong Yusril untuk mendukung pasangan capres-cawapres 2019 nomor urut 1, Jokowi-Ma’rup.

Sunday, September 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Mahasiswa Telkom University Asal Sukabumi Promosikan Potensi Daerah

[Foto: Tim kampanye 'Wujudkeun Plara Sae' pada rangkaian kegiatan Urban Village 2018 Telkom University selalu siap mengkampanyekan potensi Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tampak pada gambar, Shafira Mutiaramadani Lesmana Putri (berjongkok, kedua dari kanan), mahasiswa  Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Marketing Communication 2016 Telkom University. (dok.Foto: SN/BSK-Yus F Purwasari)].
BANDUNG, SUKABUMINEWS.net - Mahasiswa asal Kota Sukabumi, Shafira Mutiaramadani Lesmana Putri,  bersama teman-teman kuliahnya sukses mempersembahkan tema kampanye 'Wujudkeun Plara Sae' pada Urban Village 2018 di area car free day (CFD) Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago Kota Bandung, Minggu (23/9/2018). Pada kegiatan itu, Shafira dan rekan-rekannya mengikuti pawai budaya yang mempersembahkan tema nelayan.
 
"Urban Village 2018 dibagi menjadi beberapa rangkaian. Yang pertama idea fest yang digelar pada bulan April lalu. Kemudian praevent pertama di  kampus yang dilanjutkan dengan praevent kedua yang diisi dengan pawai budaya sambil mengenakan busana adat daerah masing-masing di CFD Dago," kata mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Marketing Communication 2016 Telkom University tersebut ketika dihubungi di tengah kesibukan mengikuti pawai.

Puncak kegiatan Urban Village yang digelar Telkom University itu dilaksanakan pada 17 November 2018 di Gedung Sate. Pada puncak kegiatan tersebut, panitia menyediakan lokasi untuk  stand tempat menjual berbagai produk khas daerah di Provinsi Jawa Barat. Shafira akan mempromosikan dan menjual aneka makanan khas Sukabumi seperti kue mochi, sekoteng, dan sirup pala di area puncak kegiatan Urban Village 2018.

"Kegiatan tahun ini mengangkat tema kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tim kami berencana akan merealisasikan kampanye kami yakni 'Wujudkeun Plara Sae' dalam bentuk pembagian tempat sampah di Palabuhanratu," tutur Shafira.

Nama Plara yang diambil untuk tema kampanye merupakan kependekan dari Palabuhanratu. Adapun pemilihan kata 'Sae' yang dalam bahasa Sunda artinya bagus diambil dari singkatan nama kelas Shafira dan teman-teman yaitu 'Sukabumi Amazing Euy'.

Pada praevent pertama di halaman kampus Telkom University, Shafira dan timnya membuka stand untuk menjual mochi, sirup pala, dan sekoteng. Untuk mochi mereka membeli dari pabriknya di Sukabumi, sedangkan untuk jenis makanan lain, tim membuat sendiri.
                         
"Kami memilih tema Sukabumi  karena daerah ini merupakan tempat asal kami. Sekarang kota kami telah menjadi kota kuliner dengan berbagai makanan khasnya. Sementara Kabupaten Sukabumi dikenal memiliki banyak objek wisata dan budaya yang salah satunya kawasan geopark sebagai warisan geologi yang telah diakui UNESCO. Kami terpanggil untuk mempromosikan potensi-potensi di Sukabumi tersebut," ungkap Shafira.

Urban Village, jelas dia, merupakan implementasi dari beberapa mata kuliah konsentrasi marketing communication yang bertujuan untuk membranding kota atau daerah yang dipilih. Pada praevent 2 di CFD Dago, selain pawai budaya juga ada performing art dan persembahan dari komunitas disabilitas.

"Kami fokus pada permasalahan tren yang terjadi saat ini di seputaran Palabuhanratu yakni masalah sampah. Kami tunjukkan bentuk kepedulian terhadap wisata yang ada di Sukabumi agar bisa menjadi bersih dan lebih diminati oleh wisatawan lokal maupun asing. Melalui kampanye 'Wujudkeun Plara Sae', kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian pada geopark," tutur Shafira.

Rangkaian Urban Village 2018 masih berlangsung. Shafira dan kelompoknya selalu mengupdate kegiatan yang sedang dan akan dilakukan melalui akun instagram @sukabumi.sae. (*)

Pewarta: Yus F Purwasari
Editor: Red.

Sunday, September 16, 2018

Redaksi sukabumiNews

Sidak Ombudsman, Kalapas Sukamiskin: Semoga Bisa Dilihat dengan Kepala Dingin

JAKARTA, SUKABUMINEWS.net - Ukuran sel Setya Novanto yang dianggap luas jadi persoalan. Berawal dari inspeksi mendadak Ombudsman yang menyebut bahwa prosedur operasional Lapas Sukamiskin salahi aturan.

Ombudsman menyoal luas hunian Novanto. Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin Tejo Harwanto memang membenarkan bahwa ruangan sel koruptor e-KTP itu 300 cm-500 cm.

Namun demikian, Tejo mengungkapkan bahwa sel itu memang sudah ada sejak lapas itu dibangun Belanda. Bahkan, kata Tejo, sel dengan ukuran yang sama juga ada sekitar 40 ruangan dari total 552 sel.

“Sejak 1918 itu sudah dikluster oleh bangsa Belanda. Ada ukuran kecil, sedang dan besar. Kalau berdasarkan kluster itu ukuran besar itu jumlahnya 40 kamar yang seperti itu,” kata Tejo, dikutip dari Jarrak.id.

Selain itu, menurut Tejo, kloset duduk yang juga disoal Ombudsman memang sebenarnya sudah direncanakan ada di semua sel. Tejo meyebut hampir 80 persen sel di Lapas Sukamiskin dilengkapi kloset duduk.

“Kloset duduk ada keuntungannya, karena pertama untuk orang-orang lansia karena 60 sampai 70 persen penghuni lapas ini berusia di atas 50 tahun, jadi kesulitan. Kedua kebersihan dan kesehatan, tapi ini ada di seluruh kamar mestinya seperti itu. Dan ini dalam penganggaran,” ujar dia.

Kemudian, tentang dinding sel yang dilapisi wallpaper atau kertas dinding, dikatakan Tejo, untuk mengantisipasi rembesan air ketika hujan.

“Kelihatan mewah, memang itu kamarnya dilapisi kayu. Itu dulu karena berdampak apabila hari hujan. Itu dinding rapuh rembes, tapi dilakukan oleh masing-masing warga binaan,” sebut dia.

Meski demikian, atas semua hal yang disoalkan tersebut, Tejo mengaku siap apabila nantinya dicopot dari jabatannya. Tejo berharap, semua orang dapat melihat masalah ini dengan kepala dingin.

“Kalau kita sudah berbuat, tiba-tiba dinilai buruk ya silakan saja. Saya siap (dicopot),” pungkas dia. (SN/Jarrak)
close
close
close