Breaking
loading...
Showing posts with label bandung. Show all posts
Showing posts with label bandung. Show all posts

Thursday, May 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Forum Warga Sukabumi Melawan, Kembali Gelar Aksi di PTUN Bandung terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT SCG

Aksi FWSM pada sidangan ke-13 di PTUN Bandung terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT. Siam Cement Group (SCG), Kamis (23/5/2019)
-- 
sukabumiNews, BANDUNG – Sejumlah perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Forum Warga Sukabumi Melawan (FWSM) beserta para korban pabrik semen di 4 dusun Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat kembali melakukan aksi di depan Gudung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jln. Diponegoro No 34 Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019). Aksi mereka dilakukan pada persidangan ke-13 terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT. Siam Cement Group (SCG).

Pihak tergugat adalah Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi dan tergugat intervensi PT SCG/Semen Jawa, nomor perkara 127/G/LH/2018/PTUN.BDG dan klasifikasi perkara mengenai hal-hal yang mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan di PTUN Bandung. Persidangan ke-13 ini mengagendakan pembacaan Kesimpulan Para Pihak  baik dari pihak penggugat maupun pihak tergugat.

Pada setiap persidangan penyampaian bukti dan fakta, penggugat fokus pada proses dalam penyusunan dokumen perizinan pembangunan dan lingkungan yang tidak melibatkan warga terdampak secara langsung.

“Dalam proses sidang yang berlangsung sebelumnya Pemkab Sukabumi sebagai tergugat dan Perusahaan PT. Siam Cement Group (SCG) sebagai tergugat intervensi tidak menjelaskan secara utuh bagaimana proses sosialisasi yang melibatkan warga yang akan terdampak langsung dari rencana pembangunan pabrik semen," ujar Wahyudin, Staf Ahli Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat kepada Wartawan pesan tertulis yang diterima sukabumiNews.

Lebih jauh Wahyudin menjelaskan Pemkab Sukabumi hanya menyampaikan proses sosialisasi dilakukan dengan pemerintah desa dan para tokoh masyarakat setempat. Pihak tergugat tidak menjelaskan bahwa masyarakat yang akan terdampak dilibatkan dalam sosialisasi.

"Padahal jika mengacu terhadap Permen LH No 17 tahun 2012 tentang pedoman keterlibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen AMDAL dan Izin Lingkungan Hidup, seharusnya sosialisasi mengutamakan  warga yang terkena dampak langsung pembangunan pabrik semen," jelasnya.

Sementara itu Salah seorang penggugat saudara Eman Sopandi menuturkan, Pemkab Sukabumi maupun perusahaan tidak bisa membuktikan secara utuh bahwa IMB yang dimiliki tidak melalui proses yang seharusnya dilakukan sebagaimana aturan perundang-undangan.

"Pada faktanya pemerintah dan perusahaan tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan terdampak langsung, sosialisasi hanya dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, Rt, Rw dan Tokoh masyarakat yang tidak merepresentatikan masyarakat terdampak secara langsung dan saya menilai bahwa para perwakilan yang hadir pun tidak melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat lainnya secara utuh,” ungkap Eman Sopandi.

Masih ditempat yang sama, Endah sebagai Penggugat dari Dusun Pangleseran menuturkan, saya melihat bahwa setiap hal-hal yang dipertanyakan oleh hakim kepada para tergugat tidak bisa dijawab sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Salah satu contohnya apakah papan informasi dipasang oleh tergugat, tergugat menyampaikan dipasang namun lokasinya berada di dalam sehingga bisa jadi papan tersebut tidak terlihat oleh masyarakat sekitar dampak.

"Sementara yang warga ketahui papan informasi tersebut harus terlihat jelas oleh masyarakat sekitar, contoh kedua apakah pada proses diskusi publik melibatkan warga, tergugat menyampaikan terwakili, namun warga yang ada di empat dusun yang menolak saat ini tidak dihadirkan dalam diskusi publik, hal ini juga tidak menjawab terhadap keluhan kami yang mana kami tidak pernah merasa terlibat dalam diskusi publik tentang rencana pembangunan pabrik semen di kampung kami," tuturnya.

Dalam penyampaian kesimpulan ini, warga meyakini bahwa dalam setiap persidangan warga korban sebagai pihak penggugat sudah mengirimkan dan menyampaikan setiap alat bukti dan fakta yang cukup dan dapat memperkuat adanya pelanggaran prosedur perizinan lingkungan dan pembangunan yang dilakukan oleh pihak tergugat dan tergugat intervensi kepada majelis hakim.

“Sementara, pihak tergugat tidak memberikan cukup bukti dan saksi yang melemahkan bukti dan keterangan pihak penggugat." Pungkas Staf Ahli Advokasi Hukum Walhi Jabar.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pasar Kosambi Bandung Kebakaran, Belum Diketahui Penyebab serta Kerugian Akibat Insiden Ini

Foto: Petugas Pemadam Keebakaran tengah berusaha memadamkan api agar tidak melebar.
-- 
sukabumiNews, BANDUNG – Kebakaran melanda sebagian bangunan Pasar Kosambi, Kota Bandung. Insiden terjadi sekira pukul 21.00 WIB, Sabtu (18/5/2019).

Para pedagang di basement (lantai dasar) pasar tersebut berusaha menyelamatkan barang-barang dari amukan api yang membesar.

Pantauan sukabumiNews di lokasi kejadian, mereka berhamburan mengamankan barang-barangnya dari dalam pasar.

Diki, (55) seorang pedagang asal Garut mengaku, Ia menyelamatkan barangnya dalam keadaan gelap.

"Saya sempat kaget, kebakaran begitu cepat karena tadi angina terasa cukup kencang juga,” ucap Diki kepada sukabumiNews.

Sementara di kolasi kejadian terlihat beberapa mobil kebakaran tengah berusaha memadamkan api.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran serta kerugian yang dialami para pedagang.


Pewarta: Novi Gumilar
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI Jabar dan BEM Kota Bandung Tolak People Power, Junjung Tinggi persatuan Bangsa

sukabumiNews, BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, menolak seruan gerakan people power untuk menanggapi hasil Pemilu 2019. Mereka menilai seruan ini bisa memecah belah bangsa.

"Itu terindikasi dapat memecah belah bangsa, untuk itu kami tidak sependapat dengan gerakan tersebut," Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei, saat diwawancarai pada silaturahmi Ulama, Kyai dan Habaib, di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung, kemarin.

Syafei meminta masyarakat untuk mendukung dan menerima hasil dari Pemilu ini. Dinilainya, penyelenggara Pemilu, baik KPU dan Bawaslu, serta petugas lainnya, sudah melakukan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan demokratis.

Sependapat dengan MUI, tokoh PW NU Jabar Asep. S Abdillah juga mengatakan gerakan people power, merupakan gerakan tidak mendasar. Kegiatan itu, tak semestinya dilakukan.  "Intinya kalau memang anggap pemilu ini curang dan sebagainya, kan ada cara untuk menyampaikan. Bukan dengan berkumpul saja, ini kan konyol," kata dia.

Gerakan people power menjadi isu hangat yang tengah dibahas oleh berbagai kalangan masyarakat, pascapemilu ini. Gerakan ini muncul karena adanya tudingan bahwa kubu petahana yang tengah berkuasa melakukan kecurangan secara masif, sistematis, terstruktur, dan brutal pada pemilu ini.

KAPOLDA Jabar berfoto bersama dengan perwakilan BEM di Kota Bandung, di Hotel El Royale, Kota Bandung pada Rabu 15 Mei 2019. Mahasiswa menolak people power, mengutamakan kesatuan bangsa .*/ MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
Mahasiswa Juga menolak

Sementara itu, Sekretaris Cabang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Bandung, Romadhon Hariansyah mengatakan akan berkoordinasi dengan seluruh BEM yang ada di Bandung Raya dan Jawa Barat. Koordinasi ini adalah untuk meminta mahasiswa untuk tidak ikut-ikutan ke Jakarta pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Kita percayakan saja hasilnya Ke KPU saja, jadi kami pun tadi sudah deklarasi menolak usaha people power ini," ucap Romadhon seusai acara silaturahmi antara BEM mahasiswa di Kota Bandung dengan Kapolda Jabar di Hotel El Royale, di Jalan Merdeka Kota Bandung.

Romadhon yang juga kader GMNI tersebut juga menginginkan suasana yang aman saat pengumuman hasil pemilu ini. "Jangan sampai kita terpecah belah, persatuan itu yang utama," ucapnya.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudi Sufahriadi menambahkan secara umum kondisi di Jawa Barat ini aman dan kondusif. Selain itu pertemuan dengan mahasiswa ini adalah sebagai perkenalan sebagai Kapolda Jabar yang baru.

"Mahasiswa yang ada di Jabar ini adalah anak-anak saya, sehingga saya harus memperkenalkan diri. Kami juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersikap tenang dalam menunggu hasil Pileg dan Pilpres 2019 ini," katanya.

Rudi pun mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat agar tidak ikut rencana people power ini. "Kita sama-sama tunggu lah hasil dari KPU yang sebelumnya telah ditunjuk oleh DPR untuk mengawal hasil pemilu," katanya.

Pewarta: PR.

Wednesday, May 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polrestabes Bandung Amankan Sekelompok Massa Berseragam Hitam Saat Aksi Hari Buruh Internasional

Sekelompok pemuda berbaju Hitam menyusup saat Aksi Hari Buruh di Bandung, Rabu (1/5/2019)
--
sukabumiNews, BANDUNG – Polrestabes Bandung mengamankan sekelompok pemuda saat aksi Hari Buruh Internasional di Bandung pada Rabu (1/5/2019). Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengungkapkan, ada sekelompok pemuda berbaju hitam yang terindikasi akan mengganggu keamanan aksi para buruh pada peringatan May Day.

Untuk mencegah gesekan, aparat kepolisian Polrestabes Bandung segera mengamantan sekelompok pemuda tersebut sebagai tindakan antisipasi. “Para pemuda itu ditertibkan tak jauh dari Gedung Sate. Ini dilakukan karena kelompok tersebut bukan bagian dari massa buruh,” ujar Irman.

Irman menjelaskan, jajarannya terpaksa mengamankan massa yang berpakaian serba hita saat buruh beraksi karena ada indikasi terjadinya gesekan dengan buruh. “Berdasarkan Informasi dari masyarakat dan warga, kelompok massa tersebut ada yang menggunakan cat dan mencoret mobil buruh,” terang Irman.

Kemudian lanjut Iman, jajaran Polrestabes melakukan tindakan agar tidak terjadi potensi konflik sosial antara kelompok ini dengan buruh. “Ada sekitar 40 orang di Polrestabes Bandung yang kami lakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Saat ini mereka dikumpulkan di Monumen Perjuangan dan polisi masih melakukan pemeriksaan.


Pewarta: Nopi Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bupati dan Wakil Bupati Subang Asyik Terbang Main Paralayang

Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur saat landing usai terbang main Paralayang. [Foto: dok. Istimewa]
sukabumiNews, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur ternyata bernyali tinggi untuk menjajal olahraga ekstrem. Keduanya, memberanikan diri menajajal tandem Paralayang dengan take off dari bukit Santiong, Sabtu (13/4/2019). Bupati Subang, bahkan tampak asyik terbang melayang di atas perkebunan teh sambil terus mengabadikan melalui kamera dengan tongsis.

Seusai landing di Lapangan dekat Tea Garden Resort Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur kemudian menerima wing kehormatan paralayang yang disematkan oleh Danlanud Suryadharma Marsma TNI Timbang Sembiring Meliala.

Selain Bupati dan wakil Bupati Subang yang menerima wing kehormatan paralayang, pada kegiatan tersebut juga diberikan wing kehormatan paralayang kepada 22 peserta diklat paralayang gelombang pertama  untuk Jabar Scout Rescue gerakan pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat.

Ke 22 peserta tersebut terdiri dari 3 orang penegak, 5 orang pandega dan 14 orang Pembina. Untuk peserta Pembina terdiri dari pengurus Kwartir Cabang, Pusdiklatcab, andalan Kwarda, Kwarcab, Kwaran, Pamong Saka Dirgantara dan Pembina T/D. para peserta berasal dari Kwarda Jabar, Kwarcab Subang, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Subang H. Ruhimat dalam sambutannya berterima kasih kepada Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) atas penghargaan yang diberikan berupa wing kehormatan paralayang.

“Mudah-mudahan menambah motivasi dalam mengembangkan dunia paralayang yang dipadukan dengan pariwisata di Kabupaten Subang,” ujarnya, dikutip dari laman kotasubang.com

Olahraga paralayang merupakan olahraga rekreasi dan destinasi wisata. Bupati menyampaikan, apresiasinya kepada FASI Kabupaten Subang dan Danlanud Suryadarma Marsma TNI Timbang Sembiring Meliala yang dengan semangat telah mendukung penuh kegiatan tersebut dalam rangka memotivasi bagi atlet Subang khususnya dalam cabang paralayang.

“Kedepannya potensi tersebut akan kami support melalui dinas terkait dan kedepannya mudah-mudahan menjadi wisata andalan di Kabupaten Subang. Selain pengembangan wisata andalan, dengan pengembangan wisata paralayang mampu menumbuhkan bibit-bibit atlet paralayang di Kabupaten Subang,” katanya.

“Diluar kedinasan saya akan mencoba lagi olahraga paralayang tersebut kedepannya,” katanya ketagihan.


Pewarta: Dadang Darajat
Editor: Red.

Thursday, March 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Aliansi CA Melakukan Aksi Tolak Penurunan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

sukabumiNews, JAKARTA – Sebanyak 56 perwakilan berasal dari Walhi Jabar, Walhi Eknas, YLBHI Jabar, YLBHI Nasional, dan Forum Komunikasi Pecinta Alam Bandung yang tergabung dalam Aliansi Cagar Alam (CA) Jawa Barat melakukan aksi long march dari Bandung ke Jakarta. Mereka akan menggelar aksi damai di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (6/3/2019).

Aksi damai ini sebagai bentuk protes dari para pecinta alam dan lingkungan terhadap diterbitkannya Keputusan Menteri LHK Nomor: SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018 tanggal 10 Januari 2018 tentang Perubahan Fungsi dalam Fungsi Pokok Kawasan Hutan dari sebagian Cagar Alam Kamojang seluas ±2.391 ha dan Cagar Alam Gunung Papandayan seluas ±1.991 ha menjadi TWA, terletak di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
 
“Kami minta SK dicabut dan Menteri LHK menurunkan instruksi untuk merestorasi Cagar Alam," ujar Wahyudin, Staff Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar kepada wartawan, Rabu.

Menurut Wahyudin, perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan Cagar Alam (CA) ini telah melanggar atau bertentangan dengan Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan melanggar RTRW Nasional, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut karena belum ada perubahan kebijakan RTRW.

Dalam aksinya juga mereka menyampaikan empat rekomendasi kepada KLHK, yaitu, 1) Meminta kepada Empat Dirjen terkait untuk merekomendasikan kepada Menteri LHK untuk menangguhkan SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018; 2) Meminta kepada KLHK agar secepatnya membentuk tim kajian dengan melibatkan para pihak terkait, termasuk dari Aliansi Cagar Alam Jawa Barat; 3) Menghentikan sementara segala kegiatan di lokasi TWA; dan 4) Melakukan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan kawasan konservasi di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat.
 Sementara itu mewakili KLHK, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno, didampingi Eselon II terkait, menerima dengan baik 25 orang perwakilan aksi dari Aliansi CA Jabar beserta empat rekomendasinya tersebut.

Wiratno juga menyetuju usulan para perwakilan aksi supaya dibentuk tim kajian Kamojang dan Gunung Papandayan. “Saya setuju untuk dibentuk tim terpadu yang akan melakukan kajian komprehensif dengan melibatkan Aliansi Cagar Alam Jawa Barat," ucap Wiratno.

“Saya juga telah memerintahkan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk membentuk forum komunikasi konservasi Jawa Barat, agar terjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak dan tidak ada dusta di antara kita,” tambah Wiratno. [Red*]

Thursday, December 13, 2018

Redaksi sukabumiNews
Hampir seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC PBB) se-Jawa Barat mendorong Yusril untuk mendukung pasangan capres-cawapres 2019 nomor urut 1, Jokowi-Ma’rup.

Sunday, September 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Mahasiswa Telkom University Asal Sukabumi Promosikan Potensi Daerah

[Foto: Tim kampanye 'Wujudkeun Plara Sae' pada rangkaian kegiatan Urban Village 2018 Telkom University selalu siap mengkampanyekan potensi Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tampak pada gambar, Shafira Mutiaramadani Lesmana Putri (berjongkok, kedua dari kanan), mahasiswa  Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Marketing Communication 2016 Telkom University. (dok.Foto: SN/BSK-Yus F Purwasari)].
BANDUNG, SUKABUMINEWS.net - Mahasiswa asal Kota Sukabumi, Shafira Mutiaramadani Lesmana Putri,  bersama teman-teman kuliahnya sukses mempersembahkan tema kampanye 'Wujudkeun Plara Sae' pada Urban Village 2018 di area car free day (CFD) Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago Kota Bandung, Minggu (23/9/2018). Pada kegiatan itu, Shafira dan rekan-rekannya mengikuti pawai budaya yang mempersembahkan tema nelayan.
 
"Urban Village 2018 dibagi menjadi beberapa rangkaian. Yang pertama idea fest yang digelar pada bulan April lalu. Kemudian praevent pertama di  kampus yang dilanjutkan dengan praevent kedua yang diisi dengan pawai budaya sambil mengenakan busana adat daerah masing-masing di CFD Dago," kata mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Marketing Communication 2016 Telkom University tersebut ketika dihubungi di tengah kesibukan mengikuti pawai.

Puncak kegiatan Urban Village yang digelar Telkom University itu dilaksanakan pada 17 November 2018 di Gedung Sate. Pada puncak kegiatan tersebut, panitia menyediakan lokasi untuk  stand tempat menjual berbagai produk khas daerah di Provinsi Jawa Barat. Shafira akan mempromosikan dan menjual aneka makanan khas Sukabumi seperti kue mochi, sekoteng, dan sirup pala di area puncak kegiatan Urban Village 2018.

"Kegiatan tahun ini mengangkat tema kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tim kami berencana akan merealisasikan kampanye kami yakni 'Wujudkeun Plara Sae' dalam bentuk pembagian tempat sampah di Palabuhanratu," tutur Shafira.

Nama Plara yang diambil untuk tema kampanye merupakan kependekan dari Palabuhanratu. Adapun pemilihan kata 'Sae' yang dalam bahasa Sunda artinya bagus diambil dari singkatan nama kelas Shafira dan teman-teman yaitu 'Sukabumi Amazing Euy'.

Pada praevent pertama di halaman kampus Telkom University, Shafira dan timnya membuka stand untuk menjual mochi, sirup pala, dan sekoteng. Untuk mochi mereka membeli dari pabriknya di Sukabumi, sedangkan untuk jenis makanan lain, tim membuat sendiri.
                         
"Kami memilih tema Sukabumi  karena daerah ini merupakan tempat asal kami. Sekarang kota kami telah menjadi kota kuliner dengan berbagai makanan khasnya. Sementara Kabupaten Sukabumi dikenal memiliki banyak objek wisata dan budaya yang salah satunya kawasan geopark sebagai warisan geologi yang telah diakui UNESCO. Kami terpanggil untuk mempromosikan potensi-potensi di Sukabumi tersebut," ungkap Shafira.

Urban Village, jelas dia, merupakan implementasi dari beberapa mata kuliah konsentrasi marketing communication yang bertujuan untuk membranding kota atau daerah yang dipilih. Pada praevent 2 di CFD Dago, selain pawai budaya juga ada performing art dan persembahan dari komunitas disabilitas.

"Kami fokus pada permasalahan tren yang terjadi saat ini di seputaran Palabuhanratu yakni masalah sampah. Kami tunjukkan bentuk kepedulian terhadap wisata yang ada di Sukabumi agar bisa menjadi bersih dan lebih diminati oleh wisatawan lokal maupun asing. Melalui kampanye 'Wujudkeun Plara Sae', kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian pada geopark," tutur Shafira.

Rangkaian Urban Village 2018 masih berlangsung. Shafira dan kelompoknya selalu mengupdate kegiatan yang sedang dan akan dilakukan melalui akun instagram @sukabumi.sae. (*)

Pewarta: Yus F Purwasari
Editor: Red.

Sunday, September 16, 2018

Redaksi sukabumiNews

Sidak Ombudsman, Kalapas Sukamiskin: Semoga Bisa Dilihat dengan Kepala Dingin

JAKARTA, SUKABUMINEWS.net - Ukuran sel Setya Novanto yang dianggap luas jadi persoalan. Berawal dari inspeksi mendadak Ombudsman yang menyebut bahwa prosedur operasional Lapas Sukamiskin salahi aturan.

Ombudsman menyoal luas hunian Novanto. Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin Tejo Harwanto memang membenarkan bahwa ruangan sel koruptor e-KTP itu 300 cm-500 cm.

Namun demikian, Tejo mengungkapkan bahwa sel itu memang sudah ada sejak lapas itu dibangun Belanda. Bahkan, kata Tejo, sel dengan ukuran yang sama juga ada sekitar 40 ruangan dari total 552 sel.

“Sejak 1918 itu sudah dikluster oleh bangsa Belanda. Ada ukuran kecil, sedang dan besar. Kalau berdasarkan kluster itu ukuran besar itu jumlahnya 40 kamar yang seperti itu,” kata Tejo, dikutip dari Jarrak.id.

Selain itu, menurut Tejo, kloset duduk yang juga disoal Ombudsman memang sebenarnya sudah direncanakan ada di semua sel. Tejo meyebut hampir 80 persen sel di Lapas Sukamiskin dilengkapi kloset duduk.

“Kloset duduk ada keuntungannya, karena pertama untuk orang-orang lansia karena 60 sampai 70 persen penghuni lapas ini berusia di atas 50 tahun, jadi kesulitan. Kedua kebersihan dan kesehatan, tapi ini ada di seluruh kamar mestinya seperti itu. Dan ini dalam penganggaran,” ujar dia.

Kemudian, tentang dinding sel yang dilapisi wallpaper atau kertas dinding, dikatakan Tejo, untuk mengantisipasi rembesan air ketika hujan.

“Kelihatan mewah, memang itu kamarnya dilapisi kayu. Itu dulu karena berdampak apabila hari hujan. Itu dinding rapuh rembes, tapi dilakukan oleh masing-masing warga binaan,” sebut dia.

Meski demikian, atas semua hal yang disoalkan tersebut, Tejo mengaku siap apabila nantinya dicopot dari jabatannya. Tejo berharap, semua orang dapat melihat masalah ini dengan kepala dingin.

“Kalau kita sudah berbuat, tiba-tiba dinilai buruk ya silakan saja. Saya siap (dicopot),” pungkas dia. (SN/Jarrak)

Sunday, September 9, 2018

Redaksi sukabumiNews

Serang Jamaah Pengajian, Seorang Pemuda Mabuk Diamankan Brigade PP Persis

[Foto: Pemuda Mabuk yang serang jamaah pengajian Pesis tengah diamankan Brigade Persis (foto dok. Persis.or.id)]
BANDUNG, SUKABUMINEWS.net – Seorang pemuda yang terindikasi mabuk dan melakukan penyerangan terhadap salah seorang jamaah Pengajian Ahad (Jihad) PP Persis, langsung diamankan oleh Brigade Persis, Ahad (9/9/2018).

Asisten Teritorial Komando Brigade Pusat, Deddy K. Sandi, menjelaskan bahwa pengamanan pemuda yang tengah mabuk tersebut sudah sesuai dengan protap dan aturan yang berlaku.

Deddy juga menyampaikan bahwa pemuda tersebut sebelum dibekuk, sempat bersembunyi setelah melakukan penyerangan kepada jamaah. Setelah pengamanan dilakukan, pihak Brigade Persis segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Sesuai dengan fungsinya sebagai mitra kepolisian, Brigade Persatuan Islam melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian dari Polsek Sumur Bandung”, ujar Deddy dilansir dari laman persis.or.id (9/9/2018).

Setiap Pengajian Ahad atau biasa dikenal JIHAD, Brigade Komando Pusat menunjuk pemimpin (Danlap) yang mengatur Pengamanan dan berkoordinasi dengan petugas Kepolisian, pada JIHAD kali ini bertugas sebagai Danlap adalah Ust. Caca, Asisen Logistik Komando Pusat Brigade.

Penangkapan pemuda yang diduga menyerang jamaah jihad ini berawal dari laporan dari petugas parkir yang merupakan Linmas RW 04 Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung.

Berdasarkan laporan, terjadi penyerangan terhadap jamaah, dengan respon cepat Ust. Caca memerintahkan kepada anggotanya untuk segera mengamankan situasi dan kondisi.

Penangkapan pemuda mabuk ini dilakukan bersama dengan petugas dari Polsek Sumur Bandung, dan telah diamankan untuk diproses lebih lanjut di Polsek Sumur Bandung.

Brigade juga telah melakukan koordinasi dan klarifikasi kepada korban, Ust. Ojat Sudrajat, pengurus mushola Al Islah RT 06 RW 04 Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung, bersama dengan Sekretaris RW sekaligus koordinator keamanan RW, Abidin.

Untuk meluruskan berita tidak benar yang beredar Brigade melakukan koordinasi dengan  Yono, Reskrim Polsek Sumur Bandung dan petugas yang melakukan penangkapan, serta telah melihat keberadaan pemuda mabuk yang diamankan di Polsek tersebut.

Jamaah diharap tidak menyebarkan berita yang tidak akurat atas insiden tersebut. Bagi yang memerlukan informasi perihal insiden ini dapat menghubungi Asisten Teritorial Komando Brigade Pusat, Deddy K. Sandi. (selly.ak)

Artikel ini telah tayang di laman berita Persis.or.id dengan judul “Mabuk dan Serang Jamaah Pengajian Ahad, Seorang Pemuda Diamankan Brigade PP Persis”

Editor: Red.

Monday, May 21, 2018

Redaksi sukabumiNews

JITU Tekankan Integritas Jurnalis Muslim

sukabumiNews.net, BANDUNG - Ketua Dewan Syura Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Ubaydillah Salman mengatakan, dalam kode etik JITU, jurnalis Muslim tidak bisa menerima pemberian uang dari narasumber. Hal itu ungkapkan Ubaidillah saat ia menjadi pembicara pada gelaran acara daurah penerimaan anggota JITU di Bandung, belum lama ini dengan mengangkat tema “Menjadi Jurnalis Muslim Berkarakter”.

“Jurnalis Muslim harus punya integritas,” ujar Jurnalis senior yang biasa disapa Bang Ubay, seperti dikutip sukabumiNews dari Panjimas, Senin (21/5).

Dalam bahasannya dia pun memaparkan terkait kode etik jurnalis Muslim yang menurutnya telah mendapat apresiasi banyak pihak.

“Dalam menyusun kode etik, JITU berkonsultasi dengan ulama. Pasal-pasal yang terkandung di dalamnya pun seluruhnya bersumber dari Al-Quran dan hadits,” tutur Ubay.

Bang Ubay juga bercerita mengenai tawaran-tawaran menggiurkan yang disodorkan kepadanya ketika masih menjadi pemimpin redaksi majalah yang masyhur di tahun 90-an, Sabili.

Para peserta daurah pun tampak setuju dengan pesan Bang Ubay bahwa seorang jurnalis Muslim harus memiliki integritas dan tak tergiur hanya dengan iming-iming duniawi (uang, red).

Lebih dari 20 jurnalis dari media cetak dan daring sangat antusias mencatat dan menggali pengalaman dan ilmu dari para pemateri.

Daurah yang berlangsung di gedung Daarut Tauhid, Gegerkalong, Bandung itu juga menghadirkan jurnalis senior lain diantaranya redaktur kantor berita Anadolu Agency sekaligus Ketua Umum JITU Muhammad Pizaro, Redaktur Pelaksana Hidayatullah.com Cholis Akbar, jurnalis zona merah Arta Wijaya, dan jurnalis yang menjadi korban penembakan tentara Zionis di kapal Mavi Marmara Surya Fachrizal.

Ketua pelaksana Hilman Indrawan mengungkapkan, seleksi peserta pada daurah kali ini lebih diperketat dan berorientasi pembangunan kualitas.

“Dalam dauroh ini akan dibincangkan dan memperkenalkan apa itu JITU dan akan memberikan pemahaman tentang bagaimana menjadi jurnalis muslim yang berkarakter,” ungkap Hilman.

Artikel ini telah di tulis di panjimas dengan judul “Kembali Gelar Daurah, JITU Tekankan Integritas Jurnalis Muslim”.

Editor: Red*

Sunday, February 25, 2018

Redaksi sukabumiNews

Silaturahmi Akbar Persis, Kapolri Minta Anak Buahnya Gandeng Persis

[PHOTO: Kapolri Minta Anak Buahnya Gandeng Persis]
sukabumiNews, BANDUNG -  Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri Silaturahmi Akbar Keluarga Besar Persatuan Islam (Persis) di Monumen Perjuangan Jawa Barat, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Sabtu (24/2). Pada kesempatan itu, Tito berpesan kepada anak buahnya di seluruh daerah agar selalu bergandengan tangan dengan Persis.

Dalam pidatonya, Tito mengaku bersyukur bisa berkumpul bersama warga Persis. "Sekaligus merasa bangga karena pertemuan ini terbesar Persis yang dulu didirikan oleh orang Palembang, KH Muhammad Zamzam," tutur Tito yang juga berasal dari Palembang.

Organisasi Persis dibentuk pada 12 September 1923 oleh H Muhammad Zamzam dan Muhammad Yunus.

Tito menagatakan Persis telah mengambil peranan penting dalam pergerakan bangsa Indonesia, menegakkan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan terutama lewat kegiatan pendidikan sekaligus dakwah untuk menyebarkan Islam di Indonesia.

"Pada kesempatan baik ini saya mengajak bapak ibu sekalian mari kita bergandengan tangan untuk mengisi kemerdekaan yang telah bapak ibu dan pendiri bangsa ini dirikan," ujar dia.

Tito berharap melalui silaturahmi ini tercipta keutuhan dalam kerangka kesatuan Republik Indonesia, tidak seperti Uni soviet dan Yugoslavia yang telah terpecah belah atau menjadi kisruh seperti Irak dan Suriah.

"Pada kesempatan ini saya berharap segenap warga Persis dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dan perlu bergandeng tangan dengan segenap warga Islam yang lain termasuk juga dengan para umaroh. Dan untuk itu tentunya Polri siap untuk bersama Persis untuk mengisi kemerdekaan ini," kata Tito disambut pekikkan takbir.

Dia siap memerintahkan anak buahnya di kepolisian untuk bergandengan tangan bersilaturahmi dengan seluruh pengurus Persis di manapun berada.

Menurutnya, Persis adalah organisasi yang besar bagi bangsa Indonesia dan tetap eksis selama puluhan tahun sejak 1923.

[PHOTO: Kapolri, Tito Karnavian bergandeng tangan bersama Ketua Umum Persis, Ustadz Aceng Zakaria]
Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persis Ustaz Aceng Zakaria menerangkan acara yang dihadiri puluhan ribu jamaah Persis dan undangan ormas keagamaan ini adalah peristiwa langka.

"Mungkin banyak yang bertanya ada apa pimpinan besar Persis menginisiasi silaturahmi akbar. Saya tegaskan tujuan ini memfasilitasi terjalinnya silaturahim langsung secara fisikal dan kolosal antara seluruh elemen jamiyah Persis khususnya Jabar dan utusan daerah," kata dia.

Dengan acara ini, diharapkan silaturahim secara langsung dapat menimbulkan tali silaturahim dan meningkatkan soliditas dakwah.

[POTO: Massa Persis dari Sukabumi]
Silaturahmi Akbar Keluarga Besar Persis di Monumen Perjuangan Jawa Barat dibuka dengan lantunan bacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan lagu Mars Persis.

Setelah itu dilanjutkan pertunjukan pencak silat, teatrikal puisi, musik marching band dan lain-lain.

Ketua Pelaksana Silaturahmi Akbar Keluarga Besar Persis Ihsan Setiadi Latief mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensolidkan jamaah persis.

Ihsan menambahkan, acara juga dilakukan untuk menyolidkan di internal jamaah supaya solid. Kemudian menjalin menjalin kebersamaan dengan ormas-ormas lain untuk merapatkan barisan kembali.

"Yang sudah terdaftar 56.000 dan itu yang baru terdaftar," ujar dia. Red*

Sumber: CNN Indonesia

Tuesday, February 20, 2018

Redaksi sukabumiNews

Sekda Paparkan Kesiapan Kabupaten Sukabumi Menjadi Tuan Rumah MTQ ke-35 Jabar

[PHOTO: Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri memaparkan kesiapan dan persiapan panitia lokal di lingkungan Pemkab Sukabumi sebagai tuan rumah MTQ ke-35 Tingkat Jawa Barat pada rapat persiapan panitia gabungan di Pusdai Bandung. (dok. BSK)]
sukabumiNews.net, BANDUNG - Sekda Kabupaten Sukabumi H. Iyos Somantri menegaskan, dalam pembiayaan MTQ ke-35 tingkat Jawa Barat di Palabuhanratu jangan sampai terjadi double penganggaran. Maksudnya suatu POS belanja dibiayai oleh dana dengan jumlah yang sama dari APBD Kabupaten Sukabumi dan APBD Provinsi Jawa Barat.

"Segala sesuatu perlu dipersiapkan secara matang termasuk anggarannya. Jangan sampai terjadi ada double penganggaran dari Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi secara bersamaan karena dapat menimbulkan permasalahan. Hal ini yang akan kita bahas hari ini," kata Iyos pada rapat persiapan MTQ ke-35 Jabar di Pusdai Bandung, Senin (19/2/2018) kemarin.

Sebagai penanggung jawab kegiatan MTQ ke-35 Tingkat Jabar, Iyos akan berupaya dengan sekuat tenaga untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Dia mengucapkan terima kepada Pemprov Jabar yang telah memberikan kepercayaan kepada Pemkab Sukabumi untuk menjadi tuan rumah.

Penyelenggaraan MTQ ke-35 Tingkat Jabar, ujar Iyos, harus lebih baik dibandingkan MTQ-MTQ sebelumnya. Panitia di Kabupaten Sukabumi akan  memberlakukan prinsip ATM yakni amati, tiru, dan modifikasi agar pelaksanaannya lebih baik.

Selanjutnya untuk menjaga netralitas di tahun politik ini, Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi sepakat akan menolak baligo ucapan selamat dari partai atau perorangan, kecuali baligo atau spanduk yang telah ditetapkan oleh panitia MTQ dengan gambar atau foto Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sukabumi.

Sementara itu Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Sosial Kabupaten Sukabumi Asep Abdul Wasith yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan, MTQ dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan Geopark Nasional Ciletuh Palabuanratu yang saat ini masih dalam proses untuk menjadi UNESCO Global Geopark.

Pimpinan rapat Kabag Keagamaan Provinsi Jabar H, Diding Wahyudin menjelaskan, jumlah peserta MTQ ke-35 dapat mencapai 6.000 orang. Pemkab Sukabumi, kata Diding, harus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengatur akomodasi dan pergerakan dari ribuan orang selama pelaksanaan MTQ ke-35 Tingkat Jabar. MTQ ke-35 Tingkat Jabar dilaksanakan pada bulan April yang akan datang. Red*/BSK

Monday, February 19, 2018

Redaksi sukabumiNews

PP Persis Akan Selenggarakan Silaturahim Akbar, KH. Aceng Zakaria : Semuanya Harus Berpartisipasi!

[PHOTO: Ketua Umum PP Persis, KH. Aceng Zakaria]
sukabumiNews, BANDUNG – Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) akan menyelenggarakan Silaturahim Akbar bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jl. Dipatiukur No. 48, Coblong, Kota Bandung pada Sabtu (24/02/2018).

Menuurut Ketua Umum PP Persis, KH. Aceng Zakaria, kegiatan yang cukup langka di lingkungan jama’ah Persis ini akan di gelar dalam rangka membangun Ukhuwwah dan konsolidasi keluarga besar Persis, baik yang ada di wilayah provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, maupun beberapa perwakilan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Insya Allah kegiatan ini akan di ikuti oleh para anggota Persis beserta Bagian Otonom yang berada di provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan beberapa perwakilan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Aceng, seperti di rilis situs persis.or.id.

Dengan adanya acara seperti ini, tambah Aceng, sesuai instruksi dari PP Persis, semua kegiatan pendidikan yang ada dilingkungan Jam’iyyah Persis untuk sementara diliburkan.

“Untuk itu, kami berharap agar semua komponen jam’iyyah berpartisipasi dan mempersiapkan segala sesuatunya demi suksesnya kegiatan ini,” turur Aceng. (*)

Editor: A Malik AS.

Saturday, December 16, 2017

Redaksi sukabumiNews

Kyai Pesantren Besar Minta Emil Berpasangan Dengan Uu di Pilgub Jabar

sukabumiNews, BANDUNG -  Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya KH Abun Bunyamin Ilyas Ruhiyat berharap kandidat cagub Jawa Barat M Ridwan Kamil (Emil) memilih Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon wakil gubernur pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018.

“Tentunya, ya saya berharap Pak Uu terpilih menjadi wakil Kang Emil. Apalagi saya dan Pak Uu Ruzhanul Ulum sama-sama dari Tasikmalaya,” kata Bunyamin seperti dikutip TELUSUR.CO.ID, Jumat.

Bunyamin menilai sosok Uu Ruzhanul Ulum merupakan sosok yang tepat untuk menjadi pendamping Emil dan selain karena faktor kedaerahan tadi sosok Bupati Tasikmalaya itu dianggap memiliki berbagai kriteria yang mampu mengimbangi kepemimpinan Emil yang saat ini menjabat Wali Kota Bandung.

“Dan pengalaman Pak Uu di birokrasi sudah tidak perlu diragukan lagi mengingat saat ini tengah menjabat bupati untuk kedua kalinya,” kata dia.

Hal ini, kata Bunyamin, menandakan adanya kepercayaan yang tinggi dari masyarakat setidaknya di Kabupaten Tasikmalaya kepada Uu Ruzhanul Ulum.

Bunyamin yang juga adik mantan Rais Aam PBNU KH M Ilyas Ruhiyat ini menilai sosok Emil dan Uu sama-sama sebagai pemimpin muda sehingga diharapkan memiliki banyak inovasi ketika terpilih menjadi pemimpin di Provinsi Jawa Barat.

“Semoga bisa lebih baik dalam mengatasi permasalahan-permasalahan di Jawa Barat dan sosok Uu yang identik dari kalangan santri sangat diperlukan Emil yang identik sebagai tokoh nasionalis,” kata dia.

Menurut dia Perpaduan nasionalis-religi ini dipercaya akan menarik simpati pemilih di Jawa Barat sehingga ia meyakini jika terpilih memimpin Jawa Barat, keduanya akan memberi perhatian yang lebih terhadap keagamaan yang sangat berpengaruh untuk pembangunan moral masyarakat.


“Insha Allah perhatian yang lebih dari pemerintah untuk pendidikan di pesantren ini sangat penting,” kata dia. TELUSUR

Thursday, February 16, 2017

Unknown

MUI Jabar Minta Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Al-Qur’an

 
sukabumiNews.net, BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI), Provinsi Jawa Barat meminta polisi segera menangkap pelaku pelecehan terhadap Al-Quran yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat.



Pelaku harus segera ditangkap. Karena selain melakukan penistaan juga berpotesi memecah belah  bangsa. “ Polisi harus segera menangkap pelakunya,“ kata Sekum MUI Jabar Rifani Achyar, kepada wartawan, belum lama ini.


Ia melanjutkan, pelaku yang mencurat coret Quran merupakan tindakan yang tak terpuji. Selain menyebarkan penghinaan, juga pelaku telah menyebarkan kebencian dan memecah belah bangsa ini. Atas kejadian tersebut, ia meminta agar polisi secepatnya melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku itu. (Red)

Thursday, January 26, 2017

Unknown

Kabar Duka, Akhmad Jajuli Wafat di Bandung

sukabumiNews.net, BANDUNG - Berita duka bagi warga Sukabumi datang dari Bandung. Wakil Bupati Sukabumi periode 2010-2015,  Drs. Akhmad Jajuli, M.Pd. telah berpulang ke Rahmatullah selepas tengah malam menjelang pukul 02.00 WIB dinihari, Kamis (26/1/2016) di Kota Kembang.
           
Berita wafatnya Jajuli langsung memenuhi halaman media sosial sejak pagi hari. Para netizen tidak henti-hentinya menyampaikan doa dan membagi-bagikan berita duka tersebut. Jajuli dikebumikan di Ujungberung, Kota Bandung, tempat kelahiran dan almarhum menghabiskan masa remaja.  
           
Wakil Bupati Sukabumi H. Adjo Sardjono tiba di rumah duka sebelum tengah hari. Adjo mendirikan shalat jenazah dan  mengantarkan jasad Jajuli hingga ke liang lahat.
           
"Semoga wafatnya Pak Jajuli termasuk khusnul khotimah. Beliau  diterima iman Islamnya, diterima amal kebaikannya, diampuni dosa dan kehilafannya," tutur Adjo dalam status pada akun Facebook-nya.
           
Jajuli lahir di Bandung tanggal 11 Februari 1966. Dia meniti karier di lingkungan PNS sebagai guru sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Jajuli menamatkan pendidikan tinggi di Program Pendidikan D3 Fakultas Matematika dan IPA Universitas Padjadjaran Bandung, tahun 1988. Kemudian dia menyelesaikan S1  Matematika Universitas Terbuka tahun 1992 dan  Magister Manajemen Pendidikan Universitas Bengkulu tahun 2007.
           
Setamat kuliah di Universitas Padjadjaran tahun 1988, Jajuli menjalani profesi guru di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Padat tahun 1997, dia berhasil meraih predikat guru berprestasi tingkat Provinsi Bengkulu. Setelah lama menjadi guru, Jajuli diangkat menjadi instruktur inti mata pelajaran matematika se-Provinsi Bengkulu.
           
Selama kurun waktu 2000 hingga 2006, dia dipercaya menjadi Kepala SMAN 1 Kepahiang. Ketika memegang jabatan tersebut, Jajuli merupakan kepala sekolah termuda se-Provinsi Bengkulu. Pada tahun 2006, dia diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kepahiang. 
             
Pada Pilkada 2010, Jajuli terpilih menjadi Wakil Bupati Sukabumi mendampingi bupati terpilih H. Sukmawijaya. Selama menjadi wakil bupati, Jajuli dikenal sebagai pejabat sangat dekat dengan rakyat dan pergaulannya meliputi berbagai lapisan masyarakat. (Yudi/M. Toha)

Tuesday, January 17, 2017

Unknown

Toko Furnitur Rotan di Majahlega Dilalap Si Jago Merah, Satu Orang Luka Bakar.

sukabumiNews.net, BANDUNG - Toko perajin rotan di Jalan Soekarnohatta no. 619, RW 01, Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung (sebelah Rumah Makan Ampera) terbakar. Hingga pukul 13.30 WIB kobaran api masih tetap menyala. Kejadian itu membuat panik warga sekitar, terutama yang dekat dengan kejadian.

Menurut keterangan Haryono (23), salah seorang saksi mata (karyawan toko mebel tersebut), kobaran api bermula dari salah satu rekan kerjanya, sebut saja Ali, yang membuka botol tinner. Sementara di dekat Ali api kompor sedang menyala. “Tiba-tiba tinner di dalam botol itu menyambar api. Kobaran api cepat membesar hingga merembet ke bahan rotan-rotan serta barang mebel lainnya,” ujar Haryono.

“Api semakin membesar dan merembet ke samping dan ke belaknag hingga ke rumah makam ampera.” Jelasnya kepada sukabumiNews.

“Sedangkan rekan kerjanya, Ali (28) pun terkena sambaran api hingga tangan dan kakinya mengalami luka bakar dan langsung dibawa ke Rumah terdekat.” Kata Haryono.

Sementara Pihak kepolisian sigap membantu korban yang lika serta ikut mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih aman, dibantu warga setempat. (Isbah)
Unknown

Kapolda Jabar: Keberadaan Saya di GMBI Tidak Menyalahi Aturan

sukabumiNews.Net, BANDUNG - Menjawab desakan pencopotannya sebagai Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs Anton Charliyan menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjadi pembina LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Anton beralasan bahwa keberadaanya di LSM tersebut  hanya sebatas pembina dan tidak masuk dalam structural sehingga tidak menyalahi aturan.

“Kebaradaan saya (di GMBI) tidak menyalahi aturan karena bukan dalam struktural, hanya sebagai pembina. Tidak menyalahi sebagai profesi dan saya sudah ke atas,” kata dia kepada para wartawan usai pertemuan dengan tokoh Jabar, Solihin GP, Selasa (17/1/2017) seperti dilansir republika.co.id

Anton mengatakan, keberadaan pejabat negara di sebuah organisasi sudah lumrah. Bahkan, kata dia, dirinya menjadi pembina di banyak organisasi. Ia menyebutkan ada sekitar 35 organisasi yang ia bina seperti bola voly, karate, menembak, dan lain sebagainya.

“Semua pejabat pasti membina. Kalau didesak mundur, pejabat yang jadi pembina harus mundur semua dong. Di Parpol juga banyak menteri yang jadi pembina. Kalau tidak dibina malah melenceng. Akan saya pertanggungjawabkan sekecil apapun,” kata jenderal bintang dua kelahiran Tasikmalaya ini.

Seperti diberitakan rmol.co, FPI menggelar aksi damai pada Senin (16/1/2017) di depan Mabes Polri Jakartasebagai bentuk protes FPI atas bentrokan yang terjadi di Bandung, beberapa hari lalu, saat pemeriksaan Habib Rizieq Shihab atas kasus dugaan penodaan Pancasila.

Dalam aksinya, massa FPI menuntut Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Chaliyan dicopot dari jabatannya.

Sebelum menuju Mabes Polri, Ribuan peserta aksi terlebih dahulu diarahkan salat dhuha berjamaah di Masjid Agung Al Azhar yang lokasinya berdekatan. Setelah itu massa longmarch menuju Mabes Polri dari Masjid Agung.  (Red*/sukabumiNews)

Thursday, December 1, 2016

Unknown

Massa Aksi 212 dari Ciamis Putuskan Tetap Jalan Kaki ke Jakarta

sukabumiNews, BANDUNG - Rombongan Massa Aksi Jalan Kaki yang berangkat dari Ciamis menuju Jakarta untuk mengikuti aksi super damai 2 Desember memilih tetap berjalan kaki dibandingkan menggunakan bus. Tepat pukul 07.00 WIB, mereka berjalan kaki dari Perum Perhutani Jawa Barat yang menjadi tempat beristirahat Rabu malam (30/11).

Pimpinan Pesantren Al Hasan Ciamis, Ustad Syarif Hasan yang ikut serta dalam rombongan mengatakan, pihaknya memilih tetap berjalan kaki karena masih siap dan kuat untuk berjalan kaki. Selain itu, mereka tidak ingin mengecewakan masyarakat yang ingin bersilaturahim.

"Masih siap dan kuat jalan kaki, kedua banyak masyarakat yang mau silaturahim di sepanjang jalan. Saya tidak mau buat kecewa," ujarnya saat berjalan di depan Rumah Sakit Al Ihsan, Jalan Soekarno Hatta, seperti dikutip sukabumiNews dari Republika  Kamis (1/12).

Ia menuturkan, selama kyai dan para rombongan masih siap berjalan kaki maka pihaknya tetap akan memutuskan berjalan kaki. Meski begitu, tujuan utama datang ke Jakarta untuk mengikuti aksi super damai 2 Desember mendatang tetap menjadi prioritas.

Menurutnya, rombongan tetap akan melihat situasi dan kondisi dan faktor stamina. "Akan diperhitungkan, bukan jalan kaki terus tanpa memperhitungkan tujuan pokok di Jakarta. Sekarang Kamis, nanti bisa naik bis ke Jakarta dan sampai besok pagi," katanya. 

Ia menuturkan, rute perjalanan rombongan massa aksi dari jalan Soekarno Hatta, Bandung akan melalui Kota Cimahi dan direncanakan melalui Padalarang dan Kabupaten Cianjur.
close
close