Breaking
loading...
Showing posts with label Prabowo-Sandi. Show all posts
Showing posts with label Prabowo-Sandi. Show all posts

Friday, June 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

MK Anggap Klaim Kemenangan Prabowo-Sandiaga di Luar Akal Sehat

sukabumiNews, JAKARTA – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyinggung dalil BPN Prabowo-Sandiaga yang mengklaim kemenangan sebesar 58 persen dari Jokowi-Ma'ruf.

Arief mengatakan dalil tersebut tidak disertai perolehan suara dari masing-masing provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan. Sementara, hal itu berbeda dengan hasil rekapitulasi dari KPU yang berjenjang.

"Sedangkan suara yang dimiliki termohon (KPU) berdasarkan hasil rekapitulasi yang dihadiri oleh saksi paslon dan Bawaslu tentang rekapitulasi suara," ujar Arief di ruang sidang.

Melihat dalil tersebut, lanjut Arief, dalil yang diajukan BPN terkait klaim kemenangan itu dinilai di luar akal sehat.

"Di luar akal sehat dan ketidakjelasan pengurangan suara tidak dapat dipahami dan tidak memiliki nilai," terang Arief.

Selain itu, Mahkamah juga berpendapat, dalam dalil tersebut BPN mengesampingkan fakta bahwa KPU telah melakukan rekapitulasi suara yang berjenjang.

"Pemohon mengesampingkan fakta bahwa hasil perolehan suara secara nasional yang dilakukan termohon adalah rekap yang dilakukan berjenjang," jelas dia dikutip IDN Times. []


Pewarta: IDN
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, June 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

BPN Sebut Prabowo-Sandi Akan Terima Apapun Keputusan MK

sukabumiNews, JAKARTA – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, akan menerima apapun hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan diputuskan pada Kamis, 27 Juni 2019 mendatang.

"Kami setelah putuskan, kami akan menerima apapun yang jadi keputusan MK," kata Riza di kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (24/6).

Dilansir CNN Indonesia, Riza turut menyatakan bahwa Prabowo-Sandi sendiri sudah meyerahkan sepenuhnya proses konstitusional yang tengah berjalan di MK kepada tim kuasa hukum BPN.
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Ia menegaskan bahwa Prabowo-Sandi tetap mempercayai kinerja para hakim dan langkah hukum yang kini sedang berjalan di MK.

"Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah menyampaikan apapun yang diputuskan MK, sekalipun kami sejak awal meragukan ingin maju ke MK," kata dia.

Meski demikian, Riza berharap agar keputusan sembilan hakim MK adil bagi semua pihak, termasuk bagi pasangan Prabowo-Sandi.

Ia menyarankan agar para hakim MK dapat secara cermat dan teliti menelaah barang bukti yang diserahkan pihaknya ke MK. Ia meminta para hakim turut memperhatikan hati nurani dan rasa keadilan ketimbang melihat bukti formalistik semata.

"Jangan sekadar melihat bukti-bukti formalistik tapi bukti-bukti lainnya yang sudah kami sampaikan. Kembali pada hati nurani keadilan itu tidak hanya bisa dilihat secara kasat mata tapi sesungguhnya pikiran hati nurani kita bisa membuktikan, bisa menyatakan, bisa melihat bahwa di mana sesungguhnya ada keadilan," kata Riza.

Sebelumnya, Juru bicara MK Fajar Laksono mengimbau semua pihak menghormati apapun putusan sengketa pilpres. Ia meminta agar publik percaya hakim MK mampu memutus perkara dengan cermat dan adil. [CNN]

Friday, May 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Resmi! Prabowo Ajukan Gugatan Sengketa Hasil Pilpres di MK

Tim hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga mengajukan gugatan hasil pilpres kepada Mahkamah Konstitusi, Jumat (24/5/2019). [FOTO: KOMPAS.com/JESSI CARINA]
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara resmi mengajukan gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (24/5/2019) malam.

Gugatan tersebut diajukan kedua pasangan tersebut jelang tenggat akhir pendaftaran. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi tiba di gedung MK pada pukul 22.35 WIB.

Tampak hadir Penanggung Jawab Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi Hashim Djojohadikusumo dan Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto beserta anggota tim Denny Indrayana. Sedangkan Prabowo dan Sandiaga tak tampak dalam kesempatan tersebut.

"Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan permohonan sengketa mengenai perselisihan hasil pemilihan umum. Kami akan menyerahkan secara resmi permohonan itu dilengkapi daftar alat bukti. Mudah-mudahan kita bisa melengkapi daftar alat bukti yang dibutuhkan," ujar Bambang, dikutip dari CNBC Indonesia.

Menurut dia, gugatan diajukan sebagai bagian penting untuk mewujudkan negara hukum. Lebih lanjut, Bambang sempat mengutarakan kekecewaannya.

"Untuk sampai ke sini effort-nya harus dicegat di mana-mana. Kami harap persidangan kita tidak dihambat seperti ini lagi. Saya percaya MK tidak punya maksud apapun," katanya.

"Secara resmi saya sampaikan permohonan resminya," lanjut mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut.

Setelah pendaftaran ini, bagaimana tahapan-tahapan yang akan dilalui BPN Prabowo-Sandi?

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, berkas sengketa yang diajukan pemohon akan dilakukan pencatatan permohonan dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) pada 11 Juni 2019.

Di hari yang sama, akan disampaikan penyampaian salinan permohonan dan pemberitahuan sidang pertama kepada pemohon, termohon, pihak terkait, serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Setelah itu, pada 14 Juni 2019, berkas akan dilakukan pemeriksaan pendahuluan dalam sidang perdana oleh hakim MK, sekaligus penyerahan perbaikan jawaban dan keterangan.

Kemudian pada periode 17 Juni hingga 24 Juni 2019, akan dilakukan pemeriksaan persidangan. Setelah proses pemeriksaan selesai, pada periode 25 Juni-27 Juni 2019, MK akan menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim.

Adapun sidang pengucapan putusan akan digelar pada 28 Juni 2019. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, penanganan sengketa Pilpres di MK akan dibatas selama 14 hari kerja. [Red*]
Redaksi sukabumiNews

Prabowo-Sandi akan Ajukan Gugatan ke MK Malam Ini

sukabumiNews, JAKARTA – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengatakan pihak Prabowo-Sandi menunjuk mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, sebagai ketua tim hukum kasus sengketa Pilpres 2019

Total anggota lawyer disebut ada 8 orang,  namun Andre belum dapat menyebut siapa saja nama yang akan menjadi tim lawyer Prabowo-Sandi.

"Total anggota lawyer ada 8, nanti nama resmi diumumkan sore sebelum Maghrib, " Katanya.

Sebelumnya, Prabowo - Sandi akan mendaftarkan gugatan ke MK pada sore hari ini, namun pihaknya menunda jadwal. Menurut Andre, mereka akan ke Mahkamah Konstitusi pada pukul 20.30 WIB, dengan pertimbangan pimpinan akan berkumpul di kediaman Prabowo menjelang sore.

"Nanti ada rapat internal setelah itu,  salat tarawih dulu, baru berangkat ke Mahkamah Konstitusi," katanya pada Jumat (24/5).

Pewarta: IDN Times
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

KPU Umumkan Hasil Pilpres 2019: Apa Kata Joko Widodo dan Prabowo Subianto?

Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU Pemilu 2019, sementara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas perhitungan rekapitulasi KPU. [ANTARA FOTO]
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU Pemilu 2019, sementara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas perhitungan rekapitulasi KPU.

Mereka mengutarakan hal itu di waktu hampir bersamaan, tetapi di lokasi yang berbeda di Jakarta, Selasa (21/05) siang.

Di kediamannya, pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memutuskan untuk menempuh "upaya hukum sesuai konstitusi" setelah menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU terkait Pemilu 2019 karena dianggap dipenuhi kecurangan

"Kami tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," kata Prabowo Subianto dalam jumpa pers di kediamannya, Jakarta, Selasa (21/05).

Pernyataan Prabowo ini disampaikan usai pihaknya menggelar rapat internal di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/05), menyikapi pengumuman KPU atashasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

Di tempat terpisah, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas hasil rekapitulasi pilpres yang menunjukkan keduanya menang atas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/05).

"Saya dan pak Kyai Haji Ma'ruf Amin berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua. Kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat di seluru pelosok tanah air Indonesia," kata Jokowi.

Prabowo: 'Janggal dan di luar kebiasaan'

Lebih lanjut Prabowo mengatakan, tidak ada upaya KPU untuk memperbaiki apa yang disebutnya sebagai kecurangan tersebut.

"Karena itu, seperti yang pernah kami sampaikan pada 14 Mei di Hotel Sahid, kami menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU dini hari tadi," katanya.

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyapa media seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/05). SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO
Di hadapan wartawan, Prabowo juga mengatakan bahwa pengumuman KPU itu dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan.

Prabowo juga menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan "seluruh upaya hukum" sesuai konstitusi dalam apa yang disebutnya sebagai "membela kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada Pemilu 2019".

Kepada pendukungnya, Prabowo meminta agar mereka tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.

"Serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilakukan damai, berakhlak dan konstitusional," kata Prabowo.

Joko Widodo: 'Terima kasih rakyat Indonesia atas kepercayaan kepada kami'

Di tempat terpisah, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas hasil rekapitulasi pilpres yang menunjukkan keduanya menang atas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/05).

"Saya dan pak Kyai Haji Ma'ruf Amin berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua. Kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat di seluru pelosok tanah air Indonesia," kata Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi secara implisit merangkul para pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Setelah dilantik di bulan Oktober nanti, kami adalah presiden dan wakil presiden seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100% rakyat Indonesia, paparnya.

Menanggapi pihak yang tidak mau mengakui hasil rekapitulasi KPU, Jokowi mengajak semua kalangan untuk dewasa dalam berdemokrasi.

"Rakyat telah dewasa dalam berdemokrasi, telah berkehendak, itu adalah kedaulatan rakyat dalam bentuk pemilu. Oleh sebab itu marilah kita hargai kehendak rakyat yang telah dilaksanakan, marilah kita hargai. Itu yang namanya dewasa dalam berdemokrasi, dewasa dalam melaksanakan pemilu."

'Ajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi'

Walaupun Prabowo dalam jumpa pers tidak menyebut secara detil tentang langkah hukumnya, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

"Rapat hari ini memutuskan bahwa paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/05).

Pernyataan Dasco ini berbeda dengan sikap dan pernyataan kubu Prabowo sebelumnya yang menolak mengajukan gugatan ke MK dan memilih mengerahkan massa di jalanan.

Secara terpisah, Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan BBC News Indonesia, Jerome Wirawan, sekitar pukul 12.20 WIB, Selasa, bahwa keputusan untuk mengajukan gugatan ke MK "sudah confirm".

Kepada wartawan, lebih lanjut Dasco mengatakan, bahwa pihaknya dalam beberapa hari ini akan mempersiapkan materi gugatan.

"Dalam tempo beberapa hari ini kami akan mempersiapkan materi sesuai dengan tenggat waktu yang ada untuk memajukan gugatan ke MK," jelasnya.

Ditanya tentang alasan pihaknya akan melakukan gugatan ke MK, Dasco mengatakan: "Kami melihat bahwa ada pertimbangan-pertimbangan kemudian ada hal-hal sangat krusial trrutama mengenai perhitungan-perhitungan yang sangat signifikan yang bisa dibawa ke MK."

Seperti diketahui, KPU telah menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019, yang menyebutkan bahwa Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 55.50%, sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 44.50%.


Pewarta: BBC Indonesia

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Fadli Zon: Prabowo-Sandi Tak Akan Tempuh Jalur MK

FOTO: Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon. (CNN Indonesia)
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon, meyakini pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung pihaknya tidak akan mengajukan gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurutnya, gugatan ke MK hanya akan menjadi langkah yang sia-sia.

"Saya yakin Prabowo-Sandi tidak akan menempuh jalan MK," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5), dikutip dari CNN Indonesia.

Dia menerangkan Prabowo-Sandi akan memberikan sebuah keputusan setelah melihat hasil penghitungan suara Pilpres 2019 selesai dilakukan.

"Kita akan melihat nanti pada waktunya, nanti tentu setelah kita melihat penghitungan ke depan akan ada satu keputusan," ucap politikus Partai Gerindra itu.

Lebih dari itu, Fadli menyatakan pihaknya tidak akan mengatur gerakan masyarakat atau people power untuk melakukan aksi, tepat di hari penetapan dan pengumuman hasil Pemilu 2019, 22 Mei mendatang.

Ia berkata, pihaknya menyerahkan sepenuhnya terkait rencana gerakan 'people power' tersebut kepada masyarakat.

Namun, Fadli menegaskan, langkah turun ke jalan untuk melayangkan protes merupakan langkah yang sah dan konstitusional dilakukan oleh masyarakat. Langkah itu, lanjutnya, juga tidak bisa dikategorikan sebagai perbuatan makar.

"People power itu coba terjemahkan artinya apa, jadi saya kira jangan membodohi rakyat dan jangan menakut-nakuti rakyat," katanya,"Rakyat boleh turun ke jalan, rakyat boleh protes. Siapa yang bilang enggak boleh, [itu] dijamin konstitusi kita."

Prabowo sebelumnya mengatakan akan menolak hasil perhitungan KPU bila hasil perhitungan tersebut terbukti curang.

Di depan pendukungnya di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5), Prabowo menegaskan tidak akan menyerah untuk mencari keadilan kepada KPU.

"Kami masih menaruh secercah harapan, tapi yang jelas sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang," kata Prabowo.


Pewarta: CN Indonesia
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kesal, Baliho Ucapan Kemenangan Prabowo Sandi Diturunkan, Massa Pendukung 02 Ontrog Kantor Kecamatan Parungkuda

Kesal, Baliho Ucapan Kemenangan Prabowo Sandi Diturunkan, Massa Pendukung 02 Ontrog Kantor Kecamatan Parungkuda
Massa Pendukung Capres-Cawapres no 02 Datangi Kantor Kecamatan Parungkuda. (Foto: dok. Azis R.)
-- 
sukabumiNews, PARUNGKUDA - Ratusan massa pendukung Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi mendatangi Kantor Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (11/5/19), sekitar pukul 21.00 Wib lantaran kesal.


Kekesalan mereka lantaran dipicu oleh baliho ucapan kemenangan Capres-Cawapres 02, Prabowo-Sandi berukuran 30 meter yang dipasangnya di Jln. Nasional Palagan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, diturunkan oleh Sekelompok massa yang diduga pendukung capres-cawapres lain.

“Ada warga khususnya di Parungkuda yang melihat pemasangan baliho ucapan kemenangan terhadap pasangan Capres- Cawapres nomor urut 02,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto kepada wartawan.

Menurut Teguh, mereka berinisiatif untuk menurunkan baligo yang bertuliskan ”Terima kasih kepada warga Kab. Sukabumi yang Telah Mendukung dan Memenangkan Letjen (Purn) H. Prabowo Subianto, H. Sandiaga Salahuddin Uno Sebagai Presiden & Wapres Priode 2010-2024”.

"Sesuai dengan arahan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Surat edaran bernomor 0904, pada point buruf (b) No. IV yang berbunyi bahwa Peserta Pemilu tidak melakukan pemasangan alat peraga yang mengandung materi kemenangan sebelum ditetapkan hasil pemilu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," jelas Teguh.

Kendati demikian, Teguh momohon kepada pendukung Jokowi Ma'ruf Amin dan Prabowo Sandi supaya tidak memasang sepanduk Ucapan Kemenangan yang mungkin akan memicu gesekan antara pendukung 01 dan 02. “Kita harus menghargai pesta Demokrasi ini dan kita bersabar untuk menunggu hasil keputusan Pleno dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, siapa yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Teguh menjelaskan bahwa terkait hasil pertemuannya dengan Bawaslu Kabupaten Sukabumi di Kantor Kecamatan Parungkuda dalam mengantisipasi supaya tidak ada saling tuding antara kedua pendukung, maka dimohon untuk saling menghargai antar sesama lembaga dan masyarakat.

Dalam kesepakatannya juga, lanjut Teguh, mereka harus lebih memahami tentang situasi dan kondisi saat ini, jangan sampai memperkeruh suasana. “Intinya mari kita jaga dan junjung tinggi rasa ikatan pesaudaraan kita sebangsa dan setanah air dalam wadah Negara Kesatuan Repulik Indonesia,” papar Teguh.

"Apabila ada pemasangan Baliho Ucapan Kemenangan dari pendukung 01 dan 02, kami Bawaslu Kabu Sukabumi, sesuai arahan pimpinan kami akan patuh dan taat terhadap intruksi dari Bawaslu RI,” tambahnya.

Teguh juga megatakan, Bawaslu Kabupaten Sukabumi akan melakukan koordinasi dengan Pengawas Kecamatan (Panwascam) supaya berkomunikasi dengan pendukung kedua belah pihak, bahwa jika ada yang memasang baligo dan berisi ucapan kemenangan kepada pasangan capres-cawapres, sebelum ada keputusan dari hasil rapat Pleno KPU RI, agar menurunkannya kembali.




Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sandi Percaya KPU Profesional dan Berintegritas

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Foto: dok. Medcom.id)
-----
sukabumiNews, JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta para pendukungnya mengawal proses penghitungan suara real count di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sandi yakin profesionalitas dan integritas KPU masih terjaga.

"Prabowo-Sandi percaya bahwa KPU dan Bawaslu akan selalu mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan integritas, profesionalisme, dan kejujuran," kata Sandi di Posko Media Center Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu meminta KPU dan Bawaslu menjaga kepercayaan yang diberikan rakyat sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Kejujuran dan keadilan syarat mutlak dalam menentukan pemenang kontestasi Pilpres 2019.

"Masyarakat berhak menerima hasil pemilu yang jujur adil dan berintegritas," tegas Sandi.

Sandi mengajak para relawan dan pendukungnya mengawal proses penghitungan suara. Ia tak ingin ada satu suara pun yang dimanipulasi dalam proses penghitungan real count.

"Pendukung Prabowo-Sandi untuk terus membantu mengawal dan memonitor input data input data suara dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan, integritas dan kejujuran," jelas Sandi.

Menurut Sandi, soal menang dan kalah bukanlah tujuan utama dalam sebuah perjuangannya. Namun, perubahan menuju Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Perjuangan ini bukan hanya perjuangan berhasil atau tidak, bukan perjuangan menang atau kalah. Tapi perjuangan Prabowo-Sandi adalah menghadirkan perubahan menuju Indonesia adil makmur," pungkas Sandi, dikutip medcom.id.

Friday, April 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Anggota BPN, Heri Gunawan Sebut Sejumlah Lembaga Survey Bikin Gaduh

Heri Gunawan saat melakukan jumpa pers di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan di Jl. Arif Rahman Hakim, Kota Sukabumi, Kamis (19/4/19). (Foto: dok.      : Azis R./sNews)
Heri Gunawan saat melakukan jumpa pers di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan di Jl. Arif Rahman Hakim, Kota Sukabumi, Kamis (19/4/19). (Foto: dok. Azis R./sNews)

sukabumiNews, WARUDOYONG - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN), Heri Gunawan (Hergun) bereaksi keras menyoroti hasil quick count yang dirilis pabrik-pabrik polling. Di mana, hasil sejumlah lembaga polling itu menempatkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin menggungguli paslon 02, Prabowo-Sandi.

Heri menyatakan, Fenomena itu telah membuat media sosial (medsos) terpukul juga berimbas kepada moral Cyber fighter, saksi dan relawan di tempat pemungutan suara (TPS) goyah.

“This is a psywar. Mereka ingin menciptakan kemenangan semu,” ujar Heri Gunawan yang juga anggota Komisi XI DPR RI ini kepada wartawan saat mangadakan jumpa pers di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI HG), Jalan Arief Rahman Hakim, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/4/2019).

Heri Gunawan sedang menunjukkan input data C1 yang diperoleh timnya.
Heri mengatakan, Pak Prabowo ingin publik tidak tergiring oleh framing yang dilakukan lembaga quick count di televisi yang hanya bersumber dari ribuan TPS saja tanpa menyebutkan nomor dan alamat TPS-nya. 

“Pak Prabowo ingin Pemilu 2019 berjalan dengan penuh kejujuran, tanpa kecurangan dan kebohongan,” tegas Hergun.

Meski begitu, Ketua DPP Partai Gerindra ini menilai semua itu tak lantas membuat kubunya ciut. tapi sebaliknya, semua sudah terlatih menghadapi demokrasi. Yang terpenting tambah Dia, pemilu ini harus berlangsung dengan jujur, tanpa ada manipulasi dan kecurangan.

“Itu yang akan terus kita kawal, Jangan biarkan Pemilu 2019 ini yang sudah menelan anggaran dana mencapai Rp. 25 triliun yang dibuat gaduh oleh segelintir lembaga-lembaga quick count yang pernah diundang makan malam oleh istana,” jelas Hergun kepada sukabumiNews.

Hergun menghimbau kepada seluruh simpatisan, para relawan, dan kader Parpol Gerindra serta kader partai koalisi pengusung agar tetap menjaga suara di lapangan dan melaporkan segala bentuk kecurangan apa pun.

“Perhitungan belum usai, Kita tunggu hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nasional sebagai wasit pertandingan pada Pemilu 2019.” Pungkasnya.



Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, April 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sandiaga Uno Gelar Kampanye Terbuka Wilayah Cibeureum Sukabumi

Sandiaga mengajak kepada masyarakat senam dua jari, bernyanyi rapper dan bergoyang bersama, Kamis (11/4/2019). [Foto dok. Rio/SN]
sukabumiNews, CIBEUREUM – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Sahahudin Uno, menggelar kampanye terbuka di Sukabumi, tepatnya di Ujung Jalur Lingkar Selatan, Kampung Selakaso, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Kamis (11/4/2019).

Sandiaga tiba dilokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Acara diawali dengan doa bersama kemudian orasi dari setiap pimpinan partai koalisi pasangan Calon no 02 Prabowo-Sandi.

Pada kesempatan itu, Sandiaga juga mengajak kepada masyarakat senam dua jari, bernyanyi rapper dan bergoyang bersama.

Dalam orasinya, Sandiaga menyampaikan bahwa pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi akan berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat,

"Kami berkomitmen untuk terus peningkatan ekonomi masyarakat dengan cara mencetak wirausaha baru dari kalangan anak muda," ujar sandiaga dalam orasinya

Turut hadi pada kampanye tersebut mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Ketua DPC Partai Gerindra, Yudha Sukmanagara, Ketua DPD PAN, Faizal Bagindo, Ketua PKS Kota Sukabumi, Asep M, Ketua PKS Kabupaten Sukabumi, Yusuf Maulana, Ketua Partai Berkarya, Joko Susilo, FPI Kota/Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah caleg dan petinggi partai pengusung lainnya.

Usai menggelar kampanye di Lingkar Selatan, Sandiaga beranjak ke Pondok Pesantren Annidzom, Selabintana, Kabupaten Sukabumi.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, April 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ribuan Peserta Jalan Santai Pendukung 02 Padati Stadion Suryakencana Sukabumi

sukabumiNews, WARUDOYONG - Acara jalan santai yang di selenggarakan Roemah Djoeang untuk mendukung kampanye nasional Pasangan Calon Nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, dihadiri oleh ribuan peserta yang diklaim sebagai pendukung fanatiknya. Pada acara tersebut, para peserta terlihat bersemangat dalam memeriahkan jalan santai yang berakhir di Stadion Suryakencana, Warudoyong, Kota Sukabumi, Ahad (7/4/2019).

Pantauan sukabumiNew.net, sejak pukul 07.45 WIB, peserta mulai memasuki Stadion Surya Kencana Sukabumi. Mereka berdatangan dengan cara berjalan kaki dan banyak juga yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Para peserta terlihat kompak satu-sama lain menggunakan pakaian serba putih setelan olah raga. Sedangkan di area sekitaran stadion Surya Kencana, juga terpantau ramai oleh para pedagang makanana dan minuman.

Kegiatan jalan santai di mulai pada pukul 8.00 WIB dan dibuka oleh panitia. Acara tersebut dihadiri oleh Caleg DPR RI dari Partai Gerindra, Heri Gunawan, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi dan Komandan Roemah Djuang Prabowo Sandi, Yoyok Hendryana.

"Kami telah menyiapkan 1.200 personal dari internal dan ditambah dari pihak kepolisian. Sedangkan untuk tempat parkir, kami telah menyiapkannya di beberap titik, seperti di Jalan Dwikora, Jalan Pelabuhan II, Jalan Dayeuhluhur, dan Jalan Pabuaran,” kata Yoyok Hendrayana kepada Wartawan.

Dieketahui, rute jalan santai yang dimulai dari Stadion Suryakencana menuju ke Jalan Pabuaran, Jalan Dayeuhluhur, Jalan Pelabuhan II, Jalan Pajagalan, Jalan Nyomlpong, Pabuaran dan kembali ke Stadion Suryakencana untuk finish. Acara tersebut diisi oleh hiburam music yang dimeriahkan oleh beberapa artis lokal.

"Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan penuh kedamaian," kata Yoyok. (JF1)


Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kampanye Akbar Pasangan Capres Cawapres 02, Ribuan Massa Padati Gelora Delta Sidoarjo Jawa Timur

sukabumiNews, SIDOARJO – Ribuan massa memadati Glora Delta Sidoarjo Jawa Timur menyambut kedatangan pasangan Capres dan Cawapres 02 pada Kampanye Akbarnya, Ahad (31/3/2019).

Pantauan sukabumiNews di lokasi, Ketua DPR Marzuki Ali, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid dari PKS, Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan, Rachmawati Soekarnoputri,  juru bicara BPN Prabowo-Sandi Gus Irvan Yusuf, Komjen Pol Purnawirawan Sofyan Jacob, dan cucu pendiri Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Gus Zulfikar terlihat hadir pada Kampanye Akbar tersebut.

Cawapres Sandi tiba di Gelora Delta Sidoarjo sekira pukul 14.15 WIB, lebih awal dari Capres Prabowo. Tak lama kemudian, Prabowo menyusul dengan menunggangi kendaraan putih. Mengenakan kemeja khasnya dan bertopi koboi, dia berjalan menuju lokasi sambil menyapa para pendukungnya.

Dalam orasinya, Prabowo meminta supaya di putar kembali pidato Bung Tomo untuk memacu semangat rakyat jawa timur dalam berjuang membangun negri ini

“Indonesia ini tidak sebagaimana yang di pikirkan oleh sedikit elite di jakarta sana. Indonesia ini tidak hanya di kuasai oleh elite yang tidak cinta Negara. Rakyat Jawa timur ini yang di pelopori para ulama dan kyai yang berani melawan penjajah,” ujar Prabowo.

“Tidak benar kalau ada pejabat yang mengancam rakyatnya sendiri karena posisi dan pangkat berasal dari rakyat Indonesia,” tegasnya.


Pewarta : Rizalussalim.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, January 13, 2019

Anonymous

Kubu Jokowi Klaim Upaya Berantas Korupsi Beda dengan Prabowo

 
[Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily di Rumah Cemara, Menteng. (Foto Istimewa-GATRA/Wem Fernandez/far)]
sukabumiNews.net, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) memastikan pasangan calonnya berkomitmen memberantas korupsi.

Menurut Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily, komitmen memberantas korupsi sudah sangat jelas terbaca dalam visi dan misi yang disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dia mengatakan, visi dan misi itu mencakup agenda aksi perubahan yang konsisten, komprehensif, sistematis, tajam, dan menyentuh episentrum perubahan dalam pemberantasan korupsi.

“Ini  kontras dengan visi misi Prabowo - Sandi yang bicara tentang pemberantasan korupsi, tetapi tidak memiliki rujukan dalam visi dan misinya yang diserahkan ke KPU," kata Ace, Minggu (13/1). Dikutip jpnn.com.

Menurut dia, pemberantasan korupsi akan efektif apabila pemimpin berintegritas, bukan bagian pemburu rente, dan berani melawan kekuatan oligarki ekonomi-politik.

Ace menambahkan, Jokowi memiliki rekam jejak sebagai pemimpin yang berintegritas.

"Pada 2010, saat menjadi wali kota Solo, Jokowi mendapatkan Bung Hatta Anti Corruption Award. Upaya pencegahan korupsi dilanjutkan saat menjadi gubernur DKI Jakarta dengan e-budgetting," kata  Ace. (sn/jpnn)
Anonymous

Penjelasan Gatot Nurmantyo tentang 'Ada Gatot di Baliho BPN Prabowo-Sandi'

 
Terkait ada foto dirinya terpampang pada baliho Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, dan menanggapi pemberitaan salah satu surat kabar yang memuat judul 'Ada Gatot di Baliho BPN Prabowo-Sandi', Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa ia tidak tahu menahu tentang hal itu.
sukabumiNews.net, JAKARTA – Terkait ada foto dirinya terpampang pada baliho Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, dan menanggapi pemberitaan salah satu surat kabar yang memuat judul 'Ada Gatot di Baliho BPN Prabowo-Sandi', Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa ia tidak tahu menahu tentang hal itu.

Bahkan Gatot menyatakan, dirinya tidak pernah diminta persetujuan atau diberi pemberitahuan, baik secara lisan maupun verbal.

"Mengenai berita spt tsb diatas dan ada foto saya pada baliho Posko BPN Prabowo-Sandi di Solo, saya nyatakan bahwa saya tidak tahu menahu, tidak pernah dimintai persetujuan atau diberi pemberitahuan baik secara lisan maupun verbal. Untuk itu, Saya mohon agar foto saya diturunkan dari baliho tersebut secepatnya."

Tulis mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu di kutip sukabumiNews dari akun instagramnya @nurmantyo_gatot , Ahad (13/1/2019). Red*

close
close
close