Breaking
loading...
Showing posts with label Padang. Show all posts
Showing posts with label Padang. Show all posts

Saturday, July 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Halalbihalal Munsyid Bandung Wacanakan IslamicTunes Indonesia Awards 2019

Munsyid Bandung
sukabumiNews, PADANG Guna mempererat hubungan silaturahmi antar sesama penyanyi nasyid di Kota Bandung, IslamicTunes menggelar Halalbihalal di salah satu Kedai Ayam, Jl. Rancabentang I No.3A Ciumbuleuit Kota Bandung, belum lama ini. Acara yang mengangkat tema ‘Silaturahmi Mendekatkan Hati’ ini berlangsung meriah.

“Kegiatan ini digelar untuk silaturahmi, agar para penyanyi nasyid di Kota Bandung dan sekitarnya bisa saling mengenal, baik antara penyanyi yang sudah lama menekuni nasyid maupun dengan yang baru, semoga ke depannya bisa saling berbagi dalam produksi lagu, dan event pertunjukan,” kata Fitri RDJ, Ketua Pelaksana acara ini, saat diwawancarai sukabumiNews, Selasa (2/7/2019) lalu.

Serangkaian acara mengisi kegiatan ini, mulai dari berbagi ilmu mengenai managerial produksi lagu dan event pertunjukan, base camp, mushafahah bersama, makan bersama, hingga pertunjukan nasyid.

“Alhamdulillah, acara ini dihadiri oleh 20 orang munsyid, berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan. Mereka para pegiat lagu nasyid yang kreatif dan inovatif, saling membaur untuk melahirkan ide cemerlang demi kemajuan nasyid di Tanahair, khususnya di Kota Bandung,” kata Fitri, penyanyi Tahajud Rindu.

H. Rozman Abas, Founder and Advisor IslamicTunes juga ikut menghadiri acara ini. Mengawali kata sambutannya Rozman Abas mengucapkan terimakasih kepada semua talent yang hadir pada acara halalbihalal tersebut. “Semoga IslamicTunes lebih hidup dan lebih berjaya di Kota Bandung,” ucapnya.

Rozman mengatakan, IslamicTunes berencana akan mengadakan konser besar di Bandung, dan juga akan menggelar event-event yang  lebih megah. Selain itu, IslamicTunes juga akan mengadakan pelatihan-pelatihan nasyid di beberapa lokasi di Kota Bandung dan sekitarnya.  Kelompok musiknya juga menurutnya berencana untuk menggelar ‘IslamicTunes Indonesia Awards 2019’, yakni sebuah acara penghargaan pada karya nasyid dan munsyid se-Indonesia  yang akan digelar di Kota Bandung pada akhir tahun 2019 ini.

“Insya Allah,” ungkapnya.

Adapun tutur Dia, karya-karya nasyid dan para munsyid yang akan dinilai untuk dapat meraih penghargaan IslamicTunes Indonesia Awards 2019 nanti adalah bagi karya-karya nasyid yang juga dipasarkan di platform IslamicTunes.


Pewarta: M. Fadhli
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Penyanyi Asal Sukabumi Agus Yusof Ekspos Penderitaan Palestina Lewat Lagu Religi

FOTO: Agus Yusof saat merilis  album Penawar Rindu. (Dok. Istimewa/M. Fadhli/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, PADANG – Konflik antara Palestina dan Israel yang telah memakan korban jiwa dengan luka parah dan terhitung jumlahnya, membuat Agus Yusof terketuk untuk menuangkannya lewat lagu Qul Yaa Adzim. Lagu ini merupakan salah satu lagu pada album Penawar Rindu yang resmi dirilisnya pada Sabtu 11 Mei 2019 di salah satu Hotel di Batam dalam acara Buka Puasa bersama untuk solidaritas Palestina.

Lagu yang berjudul Qul Yaa Adzim isinya tentang kesedihan yang pasti menimpa semua orang kecuali orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, sekaligus memberi dukungan moril kepada saudara-saudara se-iman yang terkena konflik di negara-negara islam seperi Palestina, Uighur (China), serta Rohingya (Myanmar). Semoga lagu ini menginpirasi dan kita yang berada di Tanahair semakin bersyukur dan lebih peduli,” jelas Agus Yusof, saat diwawancarai sukabumiNews, Rabu (15/5/2019).

Agus Yusof menuturkan, sangat banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu para korban di wilayah konflik. Dalam hal ini Agus mengajak kepada semua untuk  sama-sama menyisihkan sebagian harta yang sudah Allah berikan dengan berbagi kepada mereka. “Ini cara yang paling mudah untuk kita berbagi,” ucap Agus.

Dia menyebut, selain lagu Qul Yaa Adzim, pada album Penawar Rindu juga terdapat lagu yang berjudul; Purnama Terindah, Thalama Asyku, Penawar Rindu, Yaa Tawwab, Hunul Khatimah, Sepohon Kayu, dan Istighfar. Album ini sudah tersedia di IslamicTunes dan digital music store lainnya.

“Lagu-lagu terbaru saya ini saya tulis sendiri, aransemen musiknya digarap oleh Keny Saputra, arranger yang sudah memenangkan berbagai Perlombaan. Di antaranya Juara 1 Gitaris Yamaha 2018 Tingkat Nasional, dan memdapatkan hadiah tour ke Jepang bersama Andra Ramadhan,” tambah Agus.

Agus Yusof, Penyanyi  Nasyid Indonesia. 
Dikatakan Agus, tujuan dia untuk bernasyid adalah supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah dan lebih mengenal Rasulullah, serta belajar untuk lebih mencintainya. Karena, hemat Agus, semua hadir di dunia ini adalah karena Allah dan Rasulnya.  Adapun tambah Dia lagi, pesan khusus dari syair lagu ini adalah agar syi’ar islam semakin semarak, “karena lagu-lagu saya juga ada yang berpesan pada umat muslim dunia,” imbuhnya.

Dalam lagu yang dirilisnya, Agus memadukan bahasa Arab dan Indonesia. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan buat video klip Qul Yaa Adzim.  Agar lebih mengena, kita akan buat versi sulih bahasanya, baik inggris  juga Indonesia. Untuk arransemen kita buat senyaman mungkin, easy listening, dengan sentuhan gitar latin yang menyejukkan hati. Perpaduan musik Arab dan Melayu, juga sentuhan jazz,” beber musisi nasyid asal Sukabumi dari Kota Bandung yang saat ini aktif berdakwah di Kepulauan Riau itu.

Agus Yusof berharap dengan merilis lagu-lagu nasyid semoga semakin terjalin silaturrahmi antar ummat. Dan semoga pula, harap Agus, Syi’ar islam semakin melebar luas. “Tidak hanya di kalangan penggiat majelis ilmu saja, tetapi bisa masuk ke kalangan milenial, dan bahkan saudara-saudara yang berbeda agama agar mereka tahu bahwa islam itu agama yang damai, mencintai kedamaian, indah dan tentunya  rahmatan lil aalamiin,” pungkas Agus Yusof.


Pewarta: M. Fadhli
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, April 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

Samsat Pasamanan Barat Gelar Uji Coba Pengimplementasian Sistem Samsat Terpusat

FOTO: Pengecekan kelancaran  aplikasi oleh Kanit Regident Ipda Wi Hadi bersama tim dari Dirlantas Polda  Sumbar di SAMSAT NAGARI Air Bangis, Kamis (28/3/2019). [dok. Istimewa]
sukabumiNews, PADANG Tim IT dari UPT Sistem Informasi Badan Keuangan Daerah Provinsi Sumatera Barat beberapa waktu belakangan ini melakukan fasilitasi, sosialisasi dan pendampingan terhadap aparatur pelayanan publik di Samsat Pasaman Barat, tepatnya di UPTD PPD Simpang Ampek. Pembenahan layanan ini diharapkan bisa memudahkan Wajib Pajak serta Masyarakat untuk mengakses pelayanan pembayaran pajak kendaraan.

Ujicoba pengimplementasian Sistem Samsat Terpusat ini dilakukan di Pasaman Barat (Pasbar) belum lama ini.

Seiring dengan hal ini, telah dibuka pula pelayanan samsat Nagari yang di uji coba di Kantor Walinagari Air Bangis Pasaman Barat dan beroperasi sejak 28 maret 2019. Peningkatan pelayanan pada sistem informasi ini juga diterapkan pada Samsat Keliling.

Ahmad Suhendri, Kepala UPT Badan Keuangan Daerah Sumbar mengatakan, melalui layanan yang diperbaharui di Samsat Nagari dan Samsat Keliling ini masyarakat dapat mengakses pembayaran pajak kendaraan berbagai seri plat nomor seluruh Sumatera Barat.

“Pengembangan fitur layanan, konsistensi laporan yang semuanya akan bermuara kepada pencapaian target pendapatan daerah sumatera barat lebih baik,” terang Ahmad Suhendri kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Sementara itu Wendri, Kepala UPTD PPD di Simpang Ampek, menyambut baik atas dilakukannya implementasi ini. Dia juga menjelaskan bahwa hal ini dilakukan agar pelayanan di Samsat Pasaman Barat bisa berjalan dengan lebih sempurna dan memudahkan masyarakat Pasaman Barat dalam membayar pajak kendaraan.

"Kita lakukan secara learn by doing. Langsung kita terapkan pada layanan hari ini di kantor samsat Pasbar di Simpang Ampek, di Samsat Nagari di Air Bangis dan Samsat Keliling,” ujar Wendri. Yang paling penting, tambah Wendri, dengan sistem baru ini, Bank Nagari sebagai kas daerah langsung terlibat dalam pemungutan pajak pada titik-titik Samsat Keliling di wilayah Pasaman Barat sebagai kasir pembayaran pajak. Ini artinya, petugas Samsat dari badan keuangan daerah Provinsi Sumatera Barat tidak lagi bersentuhan dengan uang pembayaran pajak,” tutur Wendri.

kegiatan yang didukung dan disupervisi oleh tim IT Badan Keuangan Daerah Provinsi Sumatera Barat ini dipimpin oleh Kepala UPT, Suhendri dan disaksikan oleh Ipda Irawandy (mewakili Dirlantas Polda Sumbar) didampingi Kanit Regident Polres Pasbar Ipda Wihadi, Akbar (Koordinator perwakilan Jasa Raharja Cabang Bukittinggi), Zirwan (Kacab Nagari Ujunggading) dan Drs. Efit Syahrial (Walinagari Air Bangis).


Pewarta: Muhammad Fadhli
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, February 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ajak Memakmurkan Masjid, Aci Cahaya Rilis Video Klip Lagu ‘Persahabatan Lillah’

Melanjutkan eksistensinya di ranah musik Tanahair, Aci Cahaya merilis lagu terbaru 'Persahabatan Lillah' lewat fitur tayang perdana di kanal YouTube Diatunes Artist Management. Lagu terbarunya ini dirilis bersamaan dengan video klip officialnya pada Sabtu 16 Februari 2019, belum lama ini.
sukabumiNews, PADANG – Melanjutkan eksistensinya di ranah musik Tanahair, Aci Cahaya merilis lagu terbaru 'Persahabatan Lillah' lewat fitur tayang perdana di kanal YouTube Diatunes Artist Management. Lagu terbarunya ini dirilis bersamaan dengan video klip officialnya pada Sabtu 16 Februari 2019, belum lama ini.

"Lagu ini bercerita tentang hablumminannas untuk meraih hablumminallah, memaknai sebuah persahabatan. Kita sebagai manusia adalah makhluk sosial, sesama muslim adalah bersaudara," kata Aci Cahaya saat diwawancarai sukabumiNews di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Aci juga berharap dengan ditulisnya lagu ini semoga dapat menginspirasi siapa saja yang mendengarnya agar selalu menjaga hubungan silaturahmi dengan baik.  “Apalagi dalam menghadapi tahun politik ini. Jangan sampai membuat hubungan saudara dan pertemanan jadi terganggu,” katanya.

Selain memvisualisasikan arti persahabatan, Aci juga menjelaskan bahwa video klip lagu Persahabatan Lillah yang dirilisnya juga memuat ajakan agar kita selalu dapat menjaga ibadah, dan memakmurkan masjid. “Masjid adalah basis kekuatan bagi umat muslim, untuk rahmatan lil alamin," kata Aci Cahaya yang telah popular dengan lagunya Ana Uhibbuka Fillah.

Lebih lanjut, peraih juara ke-3 MTQ Nasional Tingkat Provinsi Riau Tahun 2018 itu juga mengatakan, sebagai visual pada video klip lagunya adalah para qariah dari berbagai kota di provinsi Riau. “Saya bersyukur punya teman-teman yang mendukung proses kreatif saya, dan sangat berterimakasih atas kesediaan mereka untuk membantu," ungkapnya.

Di akhir perbincangannya Aci Cahaya mengajak kepada semua untuk menjalin silaturahmi tanpa memandang kelebihan seseorang, dan menjadikan kekurangan sebagai kesempatan untuk berbagi. “Allah SWT menciptakan setiap manusia dengan kekurangan dan juga kelebihannya." Pungkasnya.

[Pewarta: M Fadhli]
Editor Red.
Copyright: sukabumiNews

Monday, January 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tahun 2019 Fauzi Bahar Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Negara Sekuat China

Pandangan tersebut sempat dilontarkan Fauzi Bahar, mantan Walikota Padang dua periode saat berdialog dengan ibu-ibu majelis taklim di Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Utara, Senin 7/1/2019.
Padang, SUKABUMINEWS.net – Menganalisa kesamaan China dengan Minangkabau dalam kekayaan seni budaya, membuka harapan baru bagi masyarakat Sumatera Barat khususnya dan tanah air pada umumnya untuk menghadirkan perekonomian kuat demi menyejahterakan masyarakat.

Pandangan tersebut sempat dilontarkan Fauzi Bahar, mantan Walikota Padang dua periode saat berdialog dengan ibu-ibu majelis taklim di Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Utara, Senin (7/1/2019).

"Kekayaan seni budaya Sumbar tinggal bagaimana cara kita mengemas dan mengomersilnya di pasar dunia. Kita miliki rendang, sebagai masakan terlezat di dunia, dan Pariyangan sebagai desa terindah di dunia. Tentu kita tidak ingin hanya sebatas sebutan saja. Peran generasi muda juga sangat dibutuhkan, yang memiliki energi kreatif untuk membawa perubahan," kata Fauzi Bahar.

Dia juga mengatakan, penanganan pariwisata oleh pemerintah mestinya bersifat menyeluruh, dalam bentuk kerjasama terikat dengan pengusaha swasta. Karena kunjungan wisata yang tercipta tentu juga hasil dari program pemerintah, baik dalam publikasi dan juga keamanan bagi mereka berkunjung. Pengelolaan yang dilepaskan pada pengusaha tour and travel tanpa keterikatan program dan edukasi dari pemerintah, diyakini para pengunjung kurang memperoleh sajian kekayaan seni dan budaya yang kita miliki.

Lebih jauh Fauzi Bahar memandang bahwa menghadirkan Minangkabau di semua segmen adalah upaya pertama untuk dilakukan. Karya seni budaya lokal mesti jadi konten penuh untuk disajikan pada ruang publik.


Menurud dia, sebagai salah satu contoh ketika China punya kungfu, kita punya silek. Bagaimana kekayaan seni beladiri kita ini bisa jadi konsumsi dunia agar bisa menjadi devisa negara. Eksplorasi ini tentu tak lepas dari upaya kita dalam memperjuangkannya di pemerintahan pusat agar bisa ikut mendesain program ini, supaya bisa diproyeksikan secara nasional. Hidupnya industri wisata, juga akan menunjang usaha masyarakat luas.

"Saya ingin Dewan Kesenian Sumbar dihidupkan kembali. Semua pegiat seni dan budaya baik dari sastra, tari, musik, film, kuliner, kita satukan visi misinya, dengan melibatkan para penulis, baik blogger maupun youtuber, untuk mengekspos keberadaan kita pada dunia," tuturnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut lanjut Fauzi di awal tahun 2019 dimana anak-anak sebagai generasi penerus dan bertambahnya usia, membuat kita lebih memperkuat iman serta lebih bertanggungjawab menuju manusia yang lebih hebat dalam berperilaku dalam kehidupan.

“Untuk itu, di era global yang pesat dan semakin bertambah maju, marilah kita menjadi manusia 5 huruf, yaitu (hebat) dari sebelumnya,” Pungkas mantan Walikota Padang dua periode itu.

[Pewarta: Muhammad Fadhli]
Editor: Red.

Sunday, November 25, 2018

Redaksi sukabumiNews

Sang Alang Rilis Lagu ‘Sontoloyo’ dengan Nuansa Karnaval

[Sang Alang bersama Fadli  Zon,  penulis lirik lagu Sontoloyo. (Dok. Diatunes)]
Padang, SUKABUMINEWS.net - Menepikan substansi lagunya, Sang Alang membuktikan kematangannya sebagai  seorang musisi legendaris Indonesia lewat karya kolaborasi dengan Ahmad Dhani di lagu Sontoloyo. Videoklipnya telah diunggah di channel YouTube Diatunes pada Selasa 13 November 2018.

Lagu ini hasil gubahan Sang Alang dari puisi karya Fadli Zon. Ahmad Dhani ikut berperan dalam penggarapan aransemen musiknya.

“Lagu Sontoloyo ini terinspirasi dari lagu Waka Waka (This Time for Africa) dari Shakira,” kata Sang Alang, saat diwawancarai sukabumiNews, belum lama ini.

Fadli Zon, sosok politikus yang sebelumnya juga dikenal sebagai seorang penyair yang pernah menjadi Redaktur Majalah Horison, berhasil melahirkan metofora yang kuat pada puisi Sontoloyo, sehingga memberi ruang inspirasi yang terbuka bagi Sang Alang untuk  mengiramakannya, meskipun setiap suku kata pada puisi mengandung nadanya sendiri.

Kolaborasi Sang Alang dan Ahmad Dhani pada lagu ini, tetap mempertahankan nilai puitis dalam penggarapan aransemennya. Terjawab pada soul lagu yang dilahirkan bermetafora dengan lirik yang dilagukan. Lirik yang mengaspirasikan ekonomi kerakyatan, dilagukan dengan irama bernuansa karnaval. Tersirat pesan, agar pendengar lagu ini selalu bersemangat menjalani kehidupan, bersikap kritis dalam tatanan demokrasi, dan selalu menjaga keutuhan dalam berbangsa dan bernegara.  Sehingga menjadi keunikan dan kekuatan tersediri bagi lagu Sontoloyo.

Bersenyawanya karakter rock ballad Sang Alang dengan karakter rock Ahmad Dhani , didukung oleh akord-akord sederhana yang ditulis Sang Alang pada lagu Sontoloyo ini. Perjalanan akord yang sama pada tiap bait, dengan membedakan satu akord pada tiap part lagu dapat kita temukan. Seperti akord A minor pada intro, berganti akord G pada verse. Tentu ini jadi strategi tersendiri bagi Sang Alang, agar lagu ini langsung diterima oleh penikmat musik pada saat pertama kali mendengarnya. Komposisi musik seperti ini telah terbukti menduniakan banyak lagu, seperti Don’t Cry (Guns N’ Roses), Desert Rose (Sting), Always (Bon Jovi), Some One Like You (Adele).

Melahirkan sebuah karya lagu berkualitas, sejatinya tidaklah terikat pada akord-akord rumit yang digunakan, tapi kepintaran seorang musisi dalam mengomposisi instrument dan permainan vokal yang berbeda pada tiap part lagu, membuat sebuah karya tetap mudah diterima masyarakat. Wajar saja jika lagu Sontoloyo kelak akan menjadi sebuah karya melegenda di kemudian hari.

Pewarta: M. Fadhli.
Editor: Red.
close
close
close