Breaking
Showing posts with label PBB. Show all posts
Showing posts with label PBB. Show all posts

Sunday, April 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Taat Aturan, Caleg Partai PBB Serentak Turunkan APK di Injury Time

sukabumiNews, CIKOLE – Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Sukabumi menurunkan ribuan Alat Praga Kampanye (APK) yang sebelumnya di tebar dan di pasang di seluruh titik di Kota Sukabumi. Dipimpin langsung oleh Ketua DPC, KH. Yan Hasanudin Malik, S.Pd.I, M.M, penurunan dilakukan secara serentak oleh para caleg beserta timsesnya, Sabtu (13/4/2019).

"Penurunan dilakukan di 3 wilayah terpisah sesuai dapilnya masing-masing," kata Yan Hasanudin kepada sukabumiNews saat penurunan APK berlangsung, Sabtu (kemarin).

Tiga Dapil tersebut yaitu Kota Sukabumi 1 meliputi Cikole dan Citamiang, Kota Sukabumi 2 meliputi wilayah Baros, Cibeureum, dan Lembursitu. Sementara Kota Sukabumi 3 meliputi wilayah Gunungpuyuh dan Warudoyong. "Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut masa tenang yang terhitung sejak 14-16 April 2019 untuk  pemilihan umum yang akan dilangsungkan hari Rabu, 17 April 2019," terang pria yang akrab disapa Kang Boyan ini.

Selain itu tambah Yan, penurunan APK ini dilakukan lantaran telah telah beredarnya surat himbauan dari KPU Kota Sukabumi untuk segera menertibkan APK yang sudah terpasang serta menonaktifkan akun media sosial terhitung mulai hari minggu 14 April 2019 pukul 23.59 WIB.

Kang Boyan juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Sukabumi jika selama ini APK yang dipasang para caleg beserta timsesnya dianggap tidak nyaman dipandang. "Kami atas nama DPC Partai Bulan Bintang Kota Sukabumi memohon  maaf kepada seluruh warga Kota Sukabumi, jika selama lebih kurang 6 bulan ini pandangan anda terganggu dengan sampah visual dari APK yang kami pasang,“ ungkap Kang Boyan.
Pantauan sukabumiNews di lapangan, memang saat itu saat ini masih banyak APK dari berbagai partai peserta pemilu 2019 yang masih terpasang (belum diturunkan). Hal ini tentunya akan mengganggu kenyamnan pandangan masyarakat sekitar. Bahkan bisa saja menjadi preseden buruk di mata konstituen atau pemilih.

Ya, Kami sejujurnya sebagai masyarakat merasa terganggu dengan pemasangan APK yang melanggar aturan, apalagi yang seenaknya memasang dengan cara di paku di pohon atau di tembok-tembok, fasilitas umum seperti halte dan lain," ujar salah seorang warga kelurahan Nanggeleng, Unang Wahyudi.

Menurut Unang, semua ini terjadi akibat tidak pernah ada sanksi tegas dari pihak penyelenggara sehingga hal ini terus kembali terulang di setiap hajat pemilihan umum di negeri ini. Namun demikian tambah Unang, semoga pemilu kali ini menghasilkan yang terbaik untuk kemaslahatan masyarakat Kota Sukabumi pada khususnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.

"Semoga pula pesta demokrasi ini dapat berlangsung dengan aman damai dan menentramkan  , seperti halnya idiom dari sebuah pesta yang harus dilalui dengan kegembiraan dan rasa suka cita," imbuh Unang. (TNR)


Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 31, 2019

Redaksi sukabumiNews

PBB Kota Sukabumi Targetkan 4 Kursi DPRD di Pileg 2019

sukabumiNews, WARUDOYONG - Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC PBB) Kota Sukabumi menargetkan perolehan 4 kursi DPRD pada pileg 2019. Target 4 kursi pada pemilu 2019 tersebut di ungkapkan Ketua DPC PBB Kota Sukabumi kepada sukabumiNews di sela-sela kegiatan pemasangan 19.000 Alat Praga Kampanye (APK) berupa mini banner.

“Insya Allah dalam Pemilu 2019 ini kita menargetkan 4 kursi untuk DPRD Kota Sukabumi dari Dapil 1 satu kursi,  Dapil 2 satu kursi, dan Dapil III dua kursi," kata Ketua DPC PBB Kota Sukabumi KH. Hasanudin Yan Malik, Spd.i M.M.

Di Jelaskan Yan, pemasangan APK berupa mini banner yang dilakukan secara serentak oleh para caleg dan relawan yang di tebar di setiap dapil di Kota Sukabumi pada Ahad (31/3) ini dilakukan untuk memudahkan dan mengetahui Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Bulan Bintang yang akan dipasang di setiap Dapilnya.
Di ungkapkan Yan, setiap caleg PBB minimal memasang APK sebanyak 150 banner di setiap dapilnya masing-masing.

Dengan demikian tambah dia semoga Masyarakat bisa mengenal dan memilih caleg PBB hingga bisa mengantarkan kepada perolehan kursi yang ditargetkan.

Masyarakat Kota Sukabumi juga diharapkan bisa menilai bahwa Partai Bulan Bintang ini salah satu Partai yang anti Korupsi dan Petinggi serta Pejabatnya pun tidak ada yang tersandung Korupsi.

“Kami tidak mau mengatakan PBB itu Partai yang bersih, akan tetapi biar masyarakat saja yang menilainya," tambah Yan Hasanudin.

Ditempat yang sama, Sutrisni Djayono salah satu Calon Anggota DPRD PBB Dapil III Kota Sukabumi mengucapkan syukur bisa melakukan sosialisasi berbeda dengan yang lain.

Ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan pertolongan seperti yang sakit dan yang lainnya, tidak harus diberi bantuan dengan uang. “Namun kita bisa memberikan bantuan dengan sesuatu yang mungkin akan lebih bermanfaat untuk kedepannya,” ucap Sutrisni Djayono.

Wanita yang lebih akrab disapa Bu Nie itu pun mengaku bahwa PBB bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat calon pemilihnya tentang hal itu.  

“Seperti halnya pada saat yang lalu ada orang yang meminta pertolongan hingga menempuh jalur Hukum. Alhamdulilah PBB bisa memperjuangkannya dan berhsil,” kenang Bu Nie.

"Semoga PBB berada dihati nurani masyarakat karena PBB memperjuangkan Islam dan NKRI serta membela masyarakat khususnya memperjuangkan kaum perempuan," harap Bu Nie



Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Budi Hartono Sesalkan Pencabutan APK Partai PBB

sukabumiNews, NYALINDUNG – Sekretaris DPAC Partai Bulan Bintang (PBB) Kecamatan Nyalindung Budi Hartono menyesalkan adanya pencabutan dan pengrusakan beberapa Alat Praga Kampanye (APK) dan bendera Partai PBB oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di wilayah kerjanya.

"Kami sesalkan perilaku yang buruk tersebut. Kalau memang itu dari kawan bertanding,  berarti ini tidak fair. Bendera kami di Urugan, Kertaangsana raib. Dicopotnya, begitu juga banner di Rancaoray," keluh Budi ditemui di kediamannya, Ahad (17/3/19).

Menengarai hal tersebut Ketua Panwaslucam Nyalindung Ajang, menghimbau agar antar Peserta Pemilu saling menghargai. "Ini resiko, pasti Panwaslu selalu disalahkan. Pengaduan sudah banyak. Termasuk kemarin dari Partai Nasdem." terangnya.


Pewarta: JS.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang Batas Akhir Masa Kampanye, Caleg Partai PBB Kota dan Kabupaten Sukabumi Gelar Konsolidasi

sukabumiNews, LEMBURSITU – Menjelang injury time (batas akhir masa) kampanye Pemilu 2019, Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Kota dan Kabupaten Sukabumi menggelar konsolidasi bertempat di salah satu Rumah Makan di Jl. Lingkar Selatan (jalur) Kota Sukabumi pada Ahad  (10/3).

“Konsolidasi ini dilaksanakan demi mengetahui sampai sejauh mana kemampuan para caleg dalam berjuang demi meraih dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap dia dan partainya,” kata Ketua DPC Kota Sukabumi, KH. Yan Hasanudin Malik.

Hadir pada kesempatan yang digagas oleh DPC PBB Kota sukabumi itu caleg DPR RI PBB Nomor Urut 2 Dapil Jabar IV Kota dan Kabupaten Sukabumi, Sahar L Hassan.

Dalam sambutannya, Sahar yang juga selaku Majlis Syuro DPP PBB itu mewanti-wanti jangan sampai Caleg PBB bertandem dengan Parpol lain.

"Saatnya kita bersinergi, satu paket caleg harus PBB." tegasnya.

"Insya Allah pekan ini kita tingkatkan tatap muka dengan masyarakat Sukabumi." Terang Sahar.


[Pewarta: JS]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Kehadiran LKP Letama Jaya Abadi, Upaya Tingkatkan Kualitas SDM di Kota Sukabumi

sukabumiNews, GUNUNG PUYUH – Keberhasilan tujuan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh peranan sumberdaya manusia (SDM) terutama dari kalangan muda usia, karena sesungguhnya mereka adalah pelaku utama dalam mengisi pembangunan. Kendati demikian, SDM yang berkualitas hanya dapat dihasilkan melalui persiapan yang terencana dan sistematis.

Hal tersebut disampaikan D. Hoerudin, salah seorang praktisi sosial dan penggiat kewirausahaan di Sukabumi saat sambutannya pada acara pembukaan Lembaga Khusus dan Pelatihan (LKP) Letama Jaya Abadi di Kp Leles RT.03 RW.16, Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Sabtu (9/3/2019).

"Sebenarnya ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui program pendidikan, pelatihan kerja dan pemagangan untuk mendapatkan pengalaman di industri," ujar D.Hoerudin kepada sukabumiNews.

Dikatakan Hoerudin, ada 3 hal yang perlu diperhatikan untuk pengelolaan lembaga pelatihan kerja dalam rangka mengembangkan SDM yang memiliki daya saing, yaitu Standar Kompetensi Kerja, Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi, serta Sertifikasi Kompetensi.

LPK Letama Jaya Abadi adalah sebuah lembaga yang didalamnya meliputi pelatihan  Bimbel (Bimbingan Belajar ) bahasa inggris dan arab, perbengkelan, cukur rambut, sablon, tekhnik las , tambal ban, menjahit. "Selain itu juga disediakan taman baca yang diharapkan dapat merangsang minat baca masyarakat sebagai awal penegenalan ilmu dan pembelajaran sesuai dengan sebuah peribahasa, Buku adalah gudang ilmu, dan membaca adalah kuncinya," katanya.

Menurut Hoerudin, hal ini didasari atas hasil analisa dan pengamatannya dalam mencermati perkembangan generasi muda khususnya, dan masyarakat pada umumnya, dalam hal makin maraknya kejahatan dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif ).

Kondisi seperti ini, jelas Hoerudin penyebabnya adalah minimnya pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi kerasnya kehidupan dan putaran roda perekonomian. "Karena ketika seseorang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam menghadapi persaingan dunia kerja tentu waktu mereka akan termaksimalkan untuk melakukan hal-hal yang positif saja," ungkapnya.

Hadir pada acara pembukaan LKP tersebut Tokoh masyarakat, dan alim ulama setempat, beserta utusan pemuda sebagai perwakilan generasi milenial yang akan melanjutkan estafet kehidupan berbangsa dan bernegara di masa yang akan datang.

Pada kesempatan itu D. Hoerudin yang juga merupakan calon legislatif dapil 3 (Kecamatan Warudoyong dan Kecamatan Gunungpuyuh ) dari Partai Bulan Bintang dengan nomor urut 5 itu juga menyampaikan harapan agar setelah dibukanya lembaga pelatihan ini masyarakat dan pelaku usaha dapat merespon aktif dengan melihat potensi dan bakat yang dimiliki masyarakat.

Menyikapi apa yang dilakukan dan diperjuangkang D. Hoerudin ditengah situasi perhelatan pemilu 2019 ini slah satu peserta yang hadir, Endang Supeli menganggap bahwa ini adalah sebuah terobosan baru dari sebuah gerakan politik, dimana masa kampanye tidak di isi dengan janji-janji politik, akan tapi langsung disikapinya dengan karya nyata.


[Pewarta: Telly NR]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, February 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai PBB Ditulis Nomor 15, Tim Advokasi KAPPU Cab PBB: Kami Tunggu Klarifikasinya di Markas PBB Kota Sukabumi

sukabumiNews, KOTA SUKABUMI – Caleg dan relawan Partai PBB Dapil 3 (Kecamatan Warudoyong dan Gunung Puyuh) merasa gerah dengan Caleg DPRD Kota Sukabumi nomor urut 5 dari Partai Demokrat, Glory Silvana, S.Ikom. Pasalnya Caleg no rut 5 dari Partai tersebut tersebut dianggap telah melakukan kesalahan patal yang akan merugukan partai PBB.

Pada Alat Peraga Kampanye (APK) yang di sebar Glory kepada masyarakat, nomor urut Partai Bulan Bintang (PBB) tercantum sebagai partai bernomor urut 15. Padahal sebenarnya PBB adalah partai dengan nomor urut 19.

“Hal ini tentu sangat merugikan Partai Bulan Bintang,” jelas salah satu tim relawan caleg PBB kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Adapun kesalahan penulisan nomor urut partai PBB pada APK yang dicetak Glory yang telah disebar ke masyarakat itu diketahui setelah caleg dari Partai Demokrat itu menggelar kampanye di salahsatu GOR di Cikujang Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi pada Sabtu 2 Februari 2019 lalu.

Relawan PBB itu juga menjelaskan, meskipun Glory Silvana telah meminta maaf secara tertulis dan dibubuhi materai 600 yang ditunjukan kepada Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Akan tetapi bagi dirinya selaku relawankami tidak cukup puas dengan itu.

“Glory harus minta maaf di depan seluruh pengurus PBB di Markas PBB,” tegasnya.

“Selaku orang lapangan, kami tak mengenal panas dan hujan mengkampanyekan caleg kami dengan partai PBB-nya yang bernomor urut 19. Tiba-tiba ia kaburkan Partai PBB dengan no urut 15, apa itu tidak fatal?” selsalnya.

Tim relawan caleg PBB itu juga meminta kepada pihak Bawaslu Kota Sukabumi untuk menyelidiki Money Politic yang telah dilakukan Glory kepada 70 orang yang hadir di GOR saat itu. “Dan salah satu dari 70 orang itu adalah saya sendiri,” jelasnya.

Bawaslu Kota Sukabumi harus menegakan aturan tentang dugaan money politic yang dilakukan Glory Silvana, caleg dari partai Demokrat itu,” tegas dia.


Sementara itu Ketua Partai Demokrat Kota Sukabumi, H.Mohamad Muraz, ketika diminta tanggapan terkait kekeliruan yang pernah dilakukan caleg dari partai yang dipimpinnya mengatakan, hal itu bisa saja terjadi.

“Tapi buat apa saya minta maaf, karena kekeliruan itu dilakukan oleh caleg secara pribadi,” tegas Muraz di ruang redaksi sukabumiNews saat memiliki kesempatan berkunjung ke kantor berita Media Lokal Berwawasan Internasional itu, Selasa (26/2).

Selain menjabat Ketua Partai Demokrat, Mohamad Muraz yang mantan Walikota Sukabumi ini juga kini tercatat sebagai caleg DPR-RI nomor urut 1 untuk dapil Sukabumi dari partai yang dipimpinnya. 

Ditemui di tempat terpisah, Ketua Tim Advokasi KAPPU Cab. Partai PBB Kota Sukabumi, Kang Malik berharap kepada Glory untuk bisa menyikapi permohonan dan saran PBB melalui Sekretaris DPC PBB yang pernah disampaikannya saat pertemuan beberapa waktu yang lalu agar permintaan maafnya dilakukan juga di hadapan para pengurus DPC PBB di Markas PBB Jl. Pajagalan Kota Sukabumi.

“Jika tidak, berarti ia tidak mempunyai niat baik untuk menyadari kekhilapannya. Hingga kini kami masih menunggu kehadirannya,” ucap kang Malik.

“Bawaslu Kota Sukabumi juga harus tegas dalam menyikapi temuan dugaan money politik yang dilakukan oleh siapapun,” tuturnya.

[Pewrata: Red/Nanan/Telly]
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close