Breaking
loading...
Showing posts with label Kabupaten Sukabumi. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Sukabumi. Show all posts

Monday, June 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Gerindra akan Usung Kader Sendiri di Pilbup Sukabumi 2020

sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Yudha Sukmagara memastikan, Gerindra akan mengusung kader partainya di ajang pemilihan bupati (pilbup) Sukabumi 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Yudha saat sambutan pada acara Halal Bihalal Forum Relawan Prabowo Sandi yang dilaksanakan di salah satu hotel di Jln. Bhayangkara, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Ahad (23/6/2019) malam tadi.

BACA:

“Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, Jadi cukup jika kita mengusung kader sendiri sebagai calon bupati pilbup Sukabumi 2020 mendatang,” ucap Yudha.

Adapun mengenai siapa yang akan diusung,Yudha belum memastikan lantaran partainya belum melakukan penjaringan untuk nantinya bisa menghasilkan seorang figur kandidat kontestasi pilkada.

Pastinya jelas Yudha, partai Gerindra ingin mempunyai calon yang terbaik untuk bisa memenangkan kontestasi pilkada.

Yudha menjelaskan, pada pileg 2019 lalu Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat, dan 1 kursi DPR RI.

"9 kursi diraih oleh Partai Gerindra, berarti sudah dipastikan bahwa Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi akan di pimpin oleh Partai Gerindra,” katanya.

Karena 72 persen ini milik kita semua, tambah Yudha, dan ada bentuk dukungan dari semua relawan akan berapiliasi kepada pasangan 02, maka Partai Gerindra  mengaku merasa terhormat menjadi bagian dari apiliasi dari para semua relawan ini.

“Semua ini merupakan karunia yang diberikan oleh Allah Swt bahwa masyarakat kabupaten sukabumi menginginkan kita, Alhamdulilah !,” ungkap Yudha. 

“Kami berkomitmen kami adalah milik bapak dan ibu, dan akan mendengarkan aspirasi semua masyarakat,” tandasnya.


Yudha mengaku, pihaknya mendengar bahwa semua para relawan pendukungnya akan terus bersama-sama untuk menciptakan kondisi politik di Kabupaten Sukabumi.

"Pemilihan bupati tahun 2020 ini merupakan strategi besar yang kalau saja orang mendengar pasti semua akan merinding." Tutupnya.

Di akhir sambutannya, Dia mohon do'a dan restu supaya selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sukabumi dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Demokrat akan Usung Adjo Sardjono jadi Cabup Sukabumi 2020

Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono dan Partai Demokrat.  
sukabumiNews, SUKABUMI - Pengurus Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat berencana untuk mengusung Adjo Sardjono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, untuk maju sebagai Calon Bupati (Cabup) pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi tahun 2020 mendatang.

“Rencana tersebut sudah diketahui Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Jika tidak percaya, tanya saja sama pak Muraz,” terang Anggota Pengurus Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Aldo Andreas kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Partai Demokrat menilai, Adjo Sardjono sudah layak maju menjadi Bupati di Kabupaten Sukabumi.

Aldo juga mengatakan, Pilkada Kabupaten Sukabumi tidak akan menarik jika Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono kembali berpasangan dengan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

“Diatas kertas jika keduanya bisa bersaing dan berpisah di pilkada mendatang, sudah tentu konstalasi politik di Kabupaten Sukabumi akan menarik kita simak karena keduanya merupakan tokoh yang sama-sama cukup berpengaruh,” jelasnya.

Aldo menuturkan, Adjo Sarjono saat ini adalah merupakan Kader Partai Demokrat dimana dirinya kini selalu anggota Majelis Tinggi Daerah. Untuk itu, lanjut Aldo, sesama pengurus partai dia sangat mendukung Adjo untuk mencalonkan diri sebagai Cabup Sukabumi Periode 2020 – 2025.

“Bagi Partai Demokrat, F1 sudah merupakan harga mati dan tak bisa terbantahkan lagi. Terlebih ini merupakan prestasi bagi partai bilamana bisa menjadikan Pak Adjo sebagai F1,” tegasnya.

Adapun, jelas Aldo, dengan partai mana partainya akan berkoalisi nanti, ia akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak DPP. “Segala sesuatu sudah jelas keputusan tergantung DPP. Tapi kalaupun ada keinginan, kami kepincut untuk menggandeng PKS,” tutupnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, June 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Puluhan Hektar Sawah Dilanda Kekeringan, Petani di Pajampangan Terancam Gagal Panen, Pemdes Diharap Segera Antisipasi

sukabumiNews, PABUARAN – Memasuki musim kemarau, puluhan hektar lahan  pesawahan di Wilayah Selatan Sukabumi, tepatnya blok Pamijahan Kampung Citaritih, Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda kekeringan.

Pantauan sukabumiNews dilapangan, Jumat 7 juni 2019 kemarin, sebanyak kurang lebih 40 hektar sawah di blok Pamijahan yang baru ditanami padi seumur seminggu hingga paling lama satu bulan itu mulai dilanda kekeringan, sehingga petani dipastikan terancam gagal panen dan merugi.

"Karena kekeringan ini, tanaman padi tumbuh tidak sempurna, bahkan banyak tanaman yang mati. Tanah pun mulai mengalami retak-retak karena tidak ada pasokan air. kalau begini terus di pastikan kami akan mengalami gagal panen,” ungkap salah seorang petani RL (inisial) saat ditemui di area persawahan, Jumat (07/06).

“Jika dalam satu bulan kedepan keadaan area pertanian masih mengalami kekeringan, maka kami akan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Dan kami (para petani) di blok Pamijahan Kp. Citaritih hanya bisa pasrah,” tambahnya.

Para petani berharap pemerintah segera menanggulangi kekeringan yang setiap tahunnya terjadi dan melanda petani di blok Pamijahaan. Sayangnya, tambah RL, dalam hal ini pemerintah desa hanya memperhatikan area sawah di lingkungang dekat rumah kadesnya.

“Sedangkan sawah yang berada di lokasi Citaritih seolah -olah di sisihkan tidak di perhatikan," tuturnya.

Petani di daerah tersebut juga berharap agar kedepan pemerintah membangun saluran irigasi yang memadai, supaya sawahnya kecukupan air hingga di kemudian hari tidak akan mengalami kekeringan dan gagal panen.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Diduga Selewengkan Dana, 6 Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi Dibidik Kejari Cibadak

sukabumiNews, SUKABUMI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak Kabupaten Sukabumi tengah membidik sedikitnya 6 Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang diduga tersangkut kasus penyelewengan anggaran. Kejari mengetahui hal tersebut atas adanya laporan dari masyarakat.

"Ya saat ini kami masih melakukan pengumpulan data, jadi kita menerima laporan terus, kamudian kami telisuri kebenarannya apakah betul ada penyimpangan Dana. Kalaupun betul ya kita pastinya akan menindak lanjuti," beber Kepala Kejari Cibadak, Alex Sumarna, SH.,MH., kepada sukabumiNews di Aula Pendopo Kabupaten Subumi, Rabu (12/6/19) malam.

Namun terkain daftar nama-nama Kepala Desa di 6 desa yang kini tengah dibidiknya atas laporan dugaan adanya tindak penyelewengan anggaran tersebut Kajari belum bisa menyebutnya.

"Itu rahasia, tidak boleh ada yang tahu, nanti mereka orang malu, apalagi (ditanya) namanya siapa, jenis kelaminnya apa, desa mana," tegas Alex.

Kendati demikian, Alex memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan segera menintindak lanjutinya dengan proses penyidikan dan penyelidikan.

"Secepat mungkin kita akan menggarapnya, selagi tenaganya masih ekstra kuat usai satu bulan menjalankan ibadah puasa," pungkas Alex.


BACA Juga:
Korupsi Rp1,1 Milyar Dua Kades di Kabupaten Sukabumi Divonis 4,5 Tahun Penjara


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Pemkab Sukabumi akan Gelontorkan Dana untuk Pilkades Serentak 2019 Sebesar Rp19,2 Milyar

sukabumiNews, WARUDOYONG - Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menggelontorkan dana sebesar Rp. 19,2 Milyar untuk biaya Pemilihan 240 Kepala Desa pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2019 di Kabupaten Sukabumi. Biaya tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Kabupaten Sukabumi, H. Thendy Hendrayana kepada sukabumiNews usai Ia menghadiri acara Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H, bertempat di Bale Budaya Pudak Arum Penodop Jln. A Yani Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/6/2019).
"Saat ini kita sudah memulai kegiatan dan insya Allah tanggal 19 Juni kita akan membentuk panitia tingkat Kabupaten Sukabumi secara bertahap. Selanjutnya kita akan mengundang rekan-rekan Camat, Sekmat dan Kasi Pemerintahan untuk pembentukan panitia di tingkat desa," terang Thendy Hendrayana.

Setelah membentuk kepanitiaan, sambung Thendy, pelaksanaan Pilkades serentak akan berjalan pada bulan November, dan bulan Desember kades terpilih akan sudah dilantik.

"Pada pelaksaannya nanti, masing-masing desa akan mendapatkan anggaran sebesar Rp80 juta. Itu pun tergantung banyaknya jumlah hak pilih di setiap desa," jelas Thendy.

Thendy berharap pada pelaksanaannya nanti akan berjalan dengan lancar dan aman, meski di setiap pelaksanaan Pilkades ada saja kendala yang dihadapi. “Namun Insya Allah dengan kebersamaan pasti akan bisa berjalan lancar,” pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, June 9, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Warga Cikakak Mengeluh, Harga Gas Elpiji 3Kg Melambung Tinggi dan Sulit Ditemui

Iwan Setiawan (36), Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi saat mengecek  Gas Elpiji 3Kg yang baru saja dibelinya di Pasar Pelabuhanratu. 
--
sukabumiNews, CIKAKAK -  Warga yang tinggal di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat banyak yang mengeluh. Pasalnya, harga Gas Elpiji 3 Kilogram (Kg) yang sebelumnya mereka dapatkan dari pengecer seharga Rp22.000, kini harus mereka beli dengan harga Rp30.000/tabung.

Tidak hanya itu, warga dikeluhkan juga dengan keberadaan gas Elpiji yang begitu langka di pasaran, sehingga harga tabung gas 3kg kian melonjak tinggi.

Yanti Sriwidianti (28), warga asal Kampung Cidadap RT 04, RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menuturkan, Gas elpiji 3Kg harganya mulai tak terkendali beberapa hari menjelang hari Raya Iedul Fitri. Hingga kini, harga gas elpiji 3Kg terus melambung tinggi.

Menjelang lebaran harganya mencapai Rp22.000 hingga 4 hari setelah lebaran, meningkat menjadi Rp27.000 per tabung di tingkat pengecer. Sedangkan harga di pasar Pelabuhanratu saat ini berkisar Rp22.000. Itu dikatakannya belum termasuk ongkos ke pasar pelabuhanratu, jika memakai jasa Ojeg harus mengeluarkan biaya lagi sebesar Rp30.000. Belum lagi, kata Dia, saat ini jalanan terkendala situasi macet karena talah memasuki musim libur panjang pasca lebaran.

"Menjelang lebaran semua harga sembako menjadi serba mahal. Apalagi Gas elpiji 3 Kg, di samping harganya melambung tinggi, Saya juga sulit saat ingin membeli di para pengecer," tutur Yanti Sriwidiyanti saat bertemu dengan sukabumiNews.net di Kp. Cidadap RT 04, RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (09/06/2019) siang.

Hal senada juga diungkapkan Pasangan suami Istri, Iwan Setiawan (36) dan Lisna Marlina (30) yang sehari-hari berjualan Basreng (bakso goreng) di rumah nya. Namun, Iwan dan Istri lebih beruntung karena memilki motor sendiri untuk membeli gas elpijj 3Kg ke Pasar Pelabuhanratu dengan biaya yang dikeluarkan untuk transfort sedikit lebih ringan.

"Iya, sekarang Gas elpiji 3Kg sulit didapat dan harganya tinggi. Tapi mau bagaimana lagi? Untuk memenuhi kebutuhan itu, kami harus rela pergi ke pasar Pelabuhanratu. Kalau pun di daerah kami ada, harganya bisa mencapai Rp27.000 bahkan ada yang menjual Rp30.000," ungkap Iwan Setiawan yang kala itu ditemani istrinya, berbincang dengan sukabumiNews.net.

"Mudah-mudahan ke depan, semua harga khususnya Sembako bisa kembali normal tanpa kecuali harga gas elpiji 3Kg," tambah Iwan sembari berucap terima kasih tanda menutup percakapan.

Baik Yanti maupun Iwan beserta Istri nya, mempunyai harapan besar kepada Pemkab Sukabumi agar segera menstabilkan harga gas elpiji 3Kg. Karena menurut mereka, harga yang berada di pasaran saat ini tidak relevan dengan kebijakan pemerintah yang telah memberikan standar Harga Eceran Tertinggi (HET). Apalagi, program untuk pasokan gas elpiji di Sukabumi menjelang Ramamdhan dan Lebaran diketahui masuk dalam skala prioritas. Mereka juga berharap, Pemkab Sukabumi menindak kesewenang-wenangan penjual pada masa-masa sulit seperti yang terjadi pasca lebaran seperti sekarang ini. (*)


Pewarta : Debby Meisal
Redaktur : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, June 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Berencana Melantik Pengurusnya Bulan Oktober 2019

Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono (tengah-mengenakan batik) berfoto bersama Ketu DPD KNPI (samping kiri Wabup) beserta Para Pengurus OKP se-Kabupaten Sukabumi.
-- 
sukabumiNews, WARUDOYONG - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengadakan Silaturahmi sekaligus Pembinaan kepada pengurus KNPI dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Sukabumi. Acara dilaksanakan di Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jln. A Yani Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Jum'at (31/5/2019).

"Alhamdulilah semua OKP baik pengurus kecamatan (PK) maupun MPI dan DPD KNPI bisa berkumpul di Bulan Ramadhan ini untuk melaksakan silaturahmi, bertatap muka dengan semuanya, dalam keadaan sehat wal'afiat," ucap Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Reggy Apriansyah kepada sukabumiNews usai kegiatan.

Reggy menyarakan, apabila dari PK KNPI dan OKP ada yang mempunyai program, kemudian belum terkoordinir oleh DPD KNPI, tentunya kami akan selalu memberikan suport. "Silahkan PK KNPI mengajukan programnya kepada kami, insya Allah DPD KNPI akan memberikan fasilitas untuk itu semua," tambahnya.

Dikatakan Reggy, pihaknya saat ini sedang fokus pada kegiatan musyawarah di tingkat Kecamatan, dan menurutnya, baru 9 pengurus kecamatan dari 47 kecamatan telah selesai melakukan musyawarah.

"Sisanya akan kita kebut, karena targetnya sebelum bulan Agustus harus sudah selesai dan kita akan melaksanakan pelantikan di bulan September atau Oktober 2019 mendatang," ungkap Reggy.

Dalam kesempatan itu Reggy menghimbau kepada semua elemen masyarakat dan OKP untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan agar tercipta situasi aman dan damai.

Di akhir acara, DPD KNPI beserta jajaran pengurusnya menyempatkan diri untuk berfoto/video bersama seraya mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

"Tidak lama lagi kita semua akan merayakan hari kemenangan. Kami DPD KNPI Kabupaten Sukabumi mengucapakan Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin," tutupnya, serentak.

Hadir dalam silaturahmi tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono beserta rengrengan.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi akan Perbaiki Jalan Cimuncang - Baros

Kedatangan Bupati Marwan di Masjid Jami Assobariyah disambut warga. (FOTO: Rio Bagja Gumilar/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, KEBONPEDES - Bupati Sukabumi, Drs. H.Marwan Hamami,  akan terus meningkatkan pembangunan di wilayahnya. Salah satu pembangunan yang akan di prioritaskan adalah perbaikan jalan kabupaten yang menyambungkan Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi dengan Kecamatan Baros Kota Sukabumi.

Hal tersebut diungkapkan Marwan saat menggelar Muhibbah Ramadhan 1440 H di Masjid Jami Assobariyah Kampung Ranji, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Senin, (27/5/2019) sore.

"Semua pembangunan dari berbagai sektor akan terus kita dorong salah satunya perbaikan Jalan Cimuncang sampai Baros," kata Marwan Hamami dalam sambutannya.

Bukan hanya itu, lanjut Marwan, Pemkab Sukabumi juga terus mendorong pembangunan di Desa - desa dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap pembangunannya.

"Kepedulian sosial  harus kita pupuk terus, peran masyarakat sangat penting demi terciptanya Sukabumi lebih baik," ujarnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Salurkan Insentif kepada 386 Imam Mesjid

Baznas Kabupaten Sukabumi saat menyalurka Insentif kepada 386 Imam Mesjid se-Kabupaten Sukabumi. 
-- 
sukabumiNews, CISAAT – Pada Bulan Ramadhan tahun 1440 H ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi menyalurkan insentif kepada 386 Imam Mesjid yang berada di setiap Desa di Wilayah Kabupaten Sukabumi, Jum'at (24/5/19) kemarin. Untuk satu Imam Mesjid diberikan Insentif sebesar Rp1 Juta.

"Anggaran penerimaan Insentif yang bersumber dari pengumpulan Zakat se-Kabupaten Sukabumi yang dikelola Baznas ini sudah menjadi kegiatan sejak kurang lebih selama sepuluh tahunan," ungkap H. Endin Badrudin Usman kepada wartawan diruang kerjanya.

H. Endin mengatakan bahwa jumlah masjid yang ada di Kabupaten Sukabumi tak kurang dari 5000 mesjid. Baznas berkeinginan agar semua Imam Mesjid di setiap desa di Kabaupaten Sukabumi mendapatkan Insentif secara menyeluruh.

"Namun, mekanisme cara penyaluran Insentif Imam Mesjid yang dilakukan oleh Baznas Kabupaten sukabumi secara bergiliran, maka Imam Mesjid yang tahun kemarin menerima Insentif, tahun ini tidak menerimanya,” terang H. Endin.

Untuk itu Baznas Kabupaten Sukabumi mengajak kepada seluruh masyarakat terlebih kepada para da’i untuk berdakwah mengenai zakat dan menyalurkannya melaui Baznas, supaya bisa lebih terkoordinir.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang Idul Fitri 1440 H Lapas Kelas III Warungkiara Usulkan Remisi bagi 590 Napi

sukabumiNews, WARUNGKIARA – Menjelang Hari Raya Idul-Fitri Hari 1440 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sudah mengusulkan Remisi bagi 590 narapidan warga binaannya kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat.

Kepala Lapas Warungkiara Christyo Nugroho mengatakan bahwa dari jumlah 750 napi yang ada, Dia hanya mengajukan 590 orang, lantaran dari jumlah 590 orang napi binaannya itu telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi).

"Pemberian remisi akan diberikan di setiap hari-hari besar, diantaranya hari raya, hari kemerdekaan serta hari besar lainnya yang sudah diatur pada PP No. 99 tahun 2012 perubahan atas PP No. 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan lembaga pemasyarakatan,” ujar Chrityo kepada wartawan Jum'at (24/5/2019).

“Usulan baru kita sampaikan dan kita tunggu persetujuan dari Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat," tambahnya.

Meski demikian, sambung Christyo salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan remisi yaitu harus berkelakuan baik, lantas remisi yang telah diperoleh dapat dibatalkan jika seorang warga binaan melakukan kesalahan atau melanggar peraturan yang berlaku sebelum pengumuman pengurangan masa tahanan diberikan.

"Adapun syarat dan ketentuan untuk memperoleh remisi diantaranya, harus menjalani minimal enam bulan masa kurungan pidana, sudah di vonis dengan kekuatan hukum tetap dan kelengkapan berkas baik petikan putusan maupun eksekusi jasa," terang Christyo.

Selain itu kata Christyo, remisi tersebut akan langsung diserahkan dan diumumkan kepada para napi warga binaan Lapas Warungkiara di Hari H Idul Fitri 1440 H. Akan tetapi, jelas Dia, Lapas Kelas III Warungkiara memastikan bahwa bagi napi yang tidak berkelakuan baik tidak akan mendapatkan remisi tersebut.

Christyo menyampaikan, terkait hal ini pihak Lapas juga berupaya maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap napi. Bahkan sebut Christyo, Lapas Kelas III Warungkiara berupaya menyalurkan minat dan bakat bagi para napi. “Misalnya ketika diadakan pelatihan berternak hewan dan keterampilan yang lainnya sehingga kemampuan napi dapat meningkat demi keberlangsungan kehidupannya,” jelasnya.

Dengan mempunyai skill, tambah Dia lagi, maka diharapkan mereka tidak akan kembali melakukan perbuatan seperti yang pernah dilakukan sebelum masuk Lapas. “Dan setelah masa tahanannya habis, nantinya mereka tidak mengalami kesusahan untuk mencari perkerjaan," tutup Christyo.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sekda Iyos Apresiasi Kegiatan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi

sukabumiNews, KADUDAMPIT - Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pasar Murah Ramadhan 1440 H yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminam Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi pada Selasa (21/5/2019).

Kegiatan dalam bentuk Pasar Murah atau Sembako Murah bagi Masyarakat sekitar Sukabumi ini digelar di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Sukabumi mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemda Kab) Sukabumi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

“Kegiatan ini sangat baik karena dapat menolong sesama, apalagi dilaksanakan pada saat bulan suci Ramadhan dimana ummat Isam tengah menjalankan puasa ramadhan,” ujar Iyos Somantri.

"Begitu juga saya sangat mengapresiasi atas prestasi yang diraih oleh Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi terkait program BPJS Ketenagakerjaan," tambah Iyos.

“800 kuota pembagian kupon pasar murah untuk dua area meliputi Cianjur dan Sukabumi, alhamdulilah 400 kupon didapat oleh Kadudampit dan 100 untuk Palabuhanratu. Sisanya untuk area Cianjur," jelas Iyos.

Iyos menyebut, kegiatan ini merupakan anugerah bagi kita selaku masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi warga Kadudampit, karena pasar sembako murah ini dipatok dengan harga sangat murah yakni per 1 paketnya dijual sebesar Rp75.000. “Ini tentunya lebih dari setengah harga aslinya yaitu Rp175. 000,” trangnya.

Sekda berharap kegiatan ini dapat menjadi amal baik untuk BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi serta dapat berlanjut di kemudian hari.

Sementara itu Camat Kadudampit, Jenal Abidin yang juga hadir pada kegiatan Pasar Murah tersebut menyampaikan terimakasihnya kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi yang telah membantu meringankan beban ekonomi sebagian masyarakat di wilayahnya.

“Semoga BPJS Ketenagakerjaan dengan masyarakat Kadudampit bisa lebih bersinergi. Dan Isnya-Allah masyarakat Kecamatan Kadudampit akan semakin cinta terhadap BPJS Ketenagakerjaan serta bisa menghimbau untuk bergabung dalam program dan kegiatannya,” ujar Camat.

Dilain pihak, Muroh (67) salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan asal Kampung Babakan Kembar Rt.027/006 Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit bersyukur atas mendapatkan manfaat dari kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

“Alhamdulilah, nuhun katampi pisan bantosan pasar sembako murah, mugia kapayun BPJS Ketenagakerjaan lancar," ucap Munaroh dalam bahasanya sendiri yang jika diterjemahkan lebih kurang seperti ini; “Alhamdulillah, terimakasih banyak atas bantuan sembako murahnya, semoga ke depan BPJS Ketenagakerjaan lancer”.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Aliansi Grasi Tuding Empat SKPD di Kabupaten Sukabumi Selewengkan Anggaran DID Tahun 2018

GRASI saat melakukan Audiensi dengan Pemkab Sukabumi di Gedung Pendopo Jln. A Yani Kota Sukabumi, Kamis (16/5/2019). 
-- 
sukabumiNews, WARUDOYONG - Sekelompok Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam wadah Gerakan Reformasi Birokrasi (GRASI) melakukan Audiensi dengan Pemkab Sukabumi di Gedung Pendopo Jln. A Yani Kota Sukabumi, Kamis (16/5/2019).

Hal ini dilakukan menyusul diduga adanya penyelewengan program fiktif dan pengalihan penggunaan Dana Insentif Daerah (DID) yang bersumber dari Dana APBN Tahun 2018 oleh Pemkab Sukabumi di sektor Perhubungan.

“Dimana Anggaran tersebut melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di empat sektor, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi,” kata Ketua Koordinator Antar Kampus Aliansi Pemuda dan Mahasiswa GRASI, Alan Efendi dalam keterangannya kepada sukabumiNews.

Lebih lanjut Alan mengatakan, dalam audiensinya GRASI meminta kepada Bupati Sukabumi, Marwan Hamami untuk mengklarifikasi atau memperlihatkan hasil laporan pertanggung jawaban mengenai Dana Insentif Daerah (DID) itu lantaran pihaknya sudah mengantongi sejumlah barang bukti terkait permohonan dana tersebut.

“Kami juga meminta kepada beliau untuk memanggil empat SKPD ini, bagaimana laporan pertanggung jawaban beliau, sebab kami juga berkewajiban untuk mengawal program kerja menuju Kabupaten Sukabumi, " tegasnya.

Dalam kesempatan itu GRASI menunjukkan sejumlah barang bukti. Salah satu bukti yang ditunjukkannya yaitu berupa surat permohonan kepada Kementrian Keuangan yang dibubuhi tanda tangan langsung oleh Bupati Marwan. “Kami minta kejelasan pak Bupati terkait hal ini,” betus Alan.

Sementara itu Sekertaris Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Ridwan SH, MM yang ikut hadir pada kesempatan audiensi itu menyebut bahwa sejumlah surat yang dijadikan barang bukti oleh GRASI masih diragukan keasliannya lantaran tidak ada tanggal dan cap resmi dari Bupati.

"Isi surat tersebut adalah proposal permohonan Dana Intensif Daerah (DID) Tahun 2018 yang dimohonkan oleh Bupati kepada Menteri Keuangan, Mentri Perhubungan dan Kepala Bappenas dengan jumlah usulan sebesar Rp.18, 750 Milyar. GRASI fokus mempertanyakan hal itu kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi," jelas Ridwan.

Lebih jauh Ridwan menjelaskan, bahwa yang didugakan GRASI itu dapat terbantahkan oleh surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi (saat itu dijabat oleh H. Thendy Hedrayana) yang menerangkan bahwa semenjak tahun 2016-2018 Dishub Kabupaten Sukabumi tidak pernah menerima Anngaran Dana Insentif Daerah (DID).

"Jadi pertanyaan GRASI sudah terjawabkan dan indikasi dugaan adanya dana fiktif yang dialihkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi tidak terbukti," tuturnya.

Meski demikian, Ridwan membenarkan adanya dana sebesar Rp 18, 750 Milyar yang masuk ke Pemerintah Daerah, akan tapi peruntukannya tidak seperti yang tertera didalam surat yang dijadikan dasar sebagi barang bukti oleh GRASI. Karena menurut Ridwan, DID itu peruntukannya sudah ditentukan oleh pusat dan bukan berdasarkan permohonan, sesuai surat edaran Menteri Keuangan yang merujuk kepada Undang-undang N0 15, Tahun Anggaran 2018.

"Yang mana dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa DID dialokasikan sebagai reward kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mempunyai kinerja baik dalam kesehatan viskal pengelolaan keuangan daerah, pelayanan dasar publik dibilang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan umum Pemerintahan serta dalam peningkatkan pelayanan masyarakat," tandasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Baznas Kabupaten Sukabumi Targetkan Perolehan Zakat Sebesar Rp50 Milyar

sukabumiNews, CISAAT – Ramadhan tahun 1440 H, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi menargetkan perolehan zakat senilai Rp50 Milyar. Target tersebut antara lain akan diperoleh dari pengumpulan Zakat Infaq Sodaqoh (ZIS), Zakat Fitrah dan Zakat Mal.

“Untuk di zakat mall termasuk di dalamnya ada zakat profesi, zakat perdagangan dan zakat yang lainnya,” kata Kepala Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian Baznaz Kabupaten Sukabumi, Muhammad Kamaludin kepada sukabumiNews diruang kerjanya, Senin (13/5/2019).

"Kemarin kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan, kita tugaskan untuk mengkoordinir dalam menghimpun dana zakat fitrah plus dana infaq khusus bulan ramdhan 1440 H yang nilainya sebesar Rp 2500, sehingga nilai zakat yang seharusnya dikeluarkan muzakki sebesar Rp27.500 menjadi Rp30.000,” jelas Kamal.

Hal itulah, beber Kamal, yang BAZNAS koordinasikan dengan para UPZ di tingkat kecamatan. Adapun konsep pendistribusiannya lanjut Kamal, masyarakat umum memang membayarkannya melalui setiap UPZ Mesjid. “Hampir 80 persen membayarkannya kepada kepada UPZ setiap Masjid,” bebernya.


Pihak Baznas Kabupaten Sukabumi juga pada dasarnya menginginkan betul-betul zakat itu terasa oleh masyarakat yang ada di sekitar UPZ-nya masing-masing. “Jadi Baznas Kabupaten Sukabumi hanya menerima 1 persen dan sisanya yang 19 persen ada yang masuk ke UPZ desa dan UPZ kecamatan,” tambah Dia.

Kemudian lanjut Kamal, pihak Baznas Kabupaten Sukabumi membagikan yang 19 persen itu kepada Amilin Zakat selaku panitia pelaksana dan kepada sabilillah. “Artinya kita juga menginginkan zakat itu bisa membantu para alim ulama, tokoh masyarakat yang betul-betul mendidik dalam hal agama,” tegasnya.

Sementara, untuk Mualaf kata Kamal, juga ada haknya yang disisihkan dari zakat mall. “Proporsinya cukup besar, seperti untuk membangunkan muhama, pemeliharaan untuk muhama, ada pengajian-pengajian termasuk juga ada bantuan modal usaha bagi teman-teman Mualaf,” ucap Kamal.

Pada Rapat Koordinasi UPZ Kecapamatan se-Kabupaten Sukabumi itu Baznas Kapupaten Sukabumi juga melakukan pendistribusian kupon kepada 47 UPZ Kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk dibagikan kepada masyarakat umum.

Sementara, Kamaludin menambahkan, untuk masyarakat Aparat Sipil Negara (ASN), Rapat koordinasi dengan para OPD dan kecamatan Insya Allah akan dilaksanakan pada Rabu (15/5) mendatang. “Kita juga akan membagikan kupon untuk lingkungan masyarakat ASN dan untuk tahun ini kita bagikan sebanyak 1, 5 juta lembar kupon," tutupnya.




Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Masjid Al-Barokah Jadi Tempat Pembuka Kegiatan Muhibbah Ramadhan 1440 H Tinggkat Kabupaten Sukabumi

FOTO: Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, saat menghadiri kegiatan Muhibbah Ramadhan 1440 H Tinggkat Kabupaten Sukabumi. (Rio Bagja Gumilar)
-- 
sukabumiNews, SUKALARANG - Masjid Al-Barokah di Kampung Cimangkok, RT.02 RW.04, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi masjid pertama sebagai tempat digelarnya kegiatan Muhibbah Ramadhan 1440 H tingkat Kabupaten Sukabumi.

"Kegiatan Muhibbah Ramadhan selalu dilaksanakan setiap bulan Ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi," kata Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami  dalam sambutan pada pelaksanaan Muhibbah Ramadhan yang dilaksanakan pada Kamis (9/05/2019).

Selain untuk bersilaturahmi, lanjut Marwan, kegiatan Muhibbah Ramadhan ini bertujuan untuk menjawab setiap persoalan yang ada di masyarakat sehingga masyarakat mengetahui setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

"Ketika ada permasalahan harus bisa dikomunikasikan secara terbuka, dan inilah hikmah dari Muhibah Ramadhan," terangnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sukabumi menyerahkan bantuan sembako sebanyak 150 paket ditambah 5 buah Al-Qur'an dari Baznas, serta 15 buah Al Qur'an dari DMI, dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti tanda diresmikannya penggunaan beberapa sarana ibadah termasuk bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi Serahkan Rp6 Milyar Lebih Dana Zakat kepada Fakir Miskin dan Sabilillah

Dana tersebut diserahkan Marwan secara simbolis di Bale Budaya Pudak Arum Pendopo di Jln. A. Yani Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat pada Kamis (9/5/2019).
FOTO: Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyerahkan secara simbolis Dana Zakat tahun 2019 sebesar Rp6 Milyar lebih kepada Asnaf Fakir Miskin dan Fisabilillah se-Kabupaten Sukabumi. (Azis R) 
-- 
sukabumiNews, WARUDOYONG - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyerahkan Dana Zakat tahun 2019 sejumlah Rp6 Milyar lebih atau senilai Rp6.273.700.000 Milyar  yang di kelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi kepada Ashnaf (Fakir Miskin dan Sabilillah) se-Kabupaten Sukabumi.

Dana tersebut diserahkan Marwan secara simbolis di Bale Budaya Pudak Arum Pendopo di Jln. A. Yani Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat pada Kamis (9/5/2019).

Bupati Marwan mengatakan, Ia sangat mengapresiasi kinerja Baznas Kabupaten Sukabumi yang sudah mengelola dana Zakat. Bupati juga menyampaikan permohonan maaf karena selama 4 tahun lebih Ia belum bisa bersilaturahmi secara menyeluruh kepada pimpinan pondok pesantren Salafi se-Kabupaten Sukabumi. sesuai dengan Visi Misi Kabupaten Sukabumi yang diusungnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, H.U. Ruyani mengatakan, Ponpes yang mendapatkan bantuan dari BAZNAS adalah hasil verifikasi Forum Ponpes Salafi dan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi. Akan tetapi tambah Ruyani, karena keterbatasan anggaran yang ada, maka tidak semua Ponpes Salafi di Kabupaten Sukabumi mendapatkan bantuan.
 "Sebab itu, kepada Ponpes yang belum memiliki kesampatan mendapatkan bantuan, kami mohon maaf. Ke depan kami akan berupaya se-optimal mungkin untuk menambah kuota bantuan tersebut," imbuhnya.

Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi itu juga meminta, kepada seluruh pimpinan Ponpes Salafi untuk bersama-sama bahu membahu dalam menyadarkan para aghnia untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kabupaten Sukabumi sebagai lembaga pengumpul zakat yang syah secara Undang-undang.

"Dengan demimian, diharapkan pemasukan zakat kedepannya akan semakin meningkat," tutur Ruyani.

Ruyani menambahkan dengan adanya peningkatan jumlah penghasilan zakat tentunya Baznas Kabupaten Sukabumi akan dapat membantu mewujudkan visi dan misi menuju Kabupaten Sukabumi lebih baik, relijius dan mandiri.

"Mudah-mudahan kesadaran masyarakat dalam menyalurkan zakatnya melalui Baznas bisa terealisasi. Karena tidak dipungkiri saat ini, masih banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya tidak melalui Baznas," tutupnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

Baznas Kabupaten Sukabumi akan Serahkan Bantuan Sebesar Rp6 Milyar kepada Fakir Miskin dan Fisabilillah

FOTO: Kepala Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian Baznaz Kabupaten Sukabumi Muhammad Kamaludin.
-- 
sukabumiNews, CISAAT - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi segera akan menyerahkan Dana zakat untuk Asnaf Fisabilillah dan Asnaf Fakir Miskin sebesar Rp6.273.700.000 (Enam Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah).

Kepala Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian Baznaz Kabupaten Sukabumi, Muhammad Kamaludin mengatakan, penyerahan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Sukabumi di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi pada Kamis (0/5/2019) mendatang.
"Zakat tersebut akan diserahkan kepada sebanyak 407 pimpinan Pondok Pesantren Salafi senilai Rp488 juta 400 ribu,” kata Kamaludin kepada sukabumiNews, Rabu (8/5).

FOTO: Kepala Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian Baznaz Kabupaten Sukabumi Muhammad Kamaludin Terima Dana Zakat Profesi yang terkumpul dari PNS Kab. Sukabumi. Dana diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, belum lama ini. 
-- 
Dijelaskan Kamal, dana yang akan diserahkan tersebut diambil dari hasil pengumpulan dana zakat pengusaha penyedia barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Daerah. Dana yang terkumpul dari Pemda itu yaitu sebesar Rp147 juta dan zakat profesi PNS sebesar Rp340.436.900 ribu," terang Kamaludin.

Dia menambahkan, zakat juga akan diberikan kepada 907 taman pendidikan Al-Qur'an se-Kabupaten Sukabumi sebesar Rp 739 juta 500 ribu.

"Selain itu sebanyak 2480 madrasah Diniyah takmiliyah Awaliah se-Kabupaten Sukabumi mendapatkan dana zakat sebesar Rp 4 milyar 364 juta 300 ribu.Dana tersebut merupakan dana hibah Pemda Rp 1,5 milyar ditambah dari dana zakat Baznaz sebesar Rp2 milyar 864 juta 300 ribu," jelasnya.

Kamaludin juga mengungkapkan, sebanyak 386 imam masjid di Kabupaten Sukabumi akan diberikan bantuan sebesar Rp 386 juta, dan bagi ikatan guru Iqra sebesar Rp 175 juta, berikut bantuan alat pengelolaan sampah sebesar Rp 50 juta bagi lembaga masyarakat yang memberdayakan sampah yang sifatnya tidak komersil menjadi komersil di Kecamatan Cicurug.

"Yang terakhir untuk 10 orang pelaku UMKM berupa gerobak dan modal usaha sebesar Rp 53 juta dan untuk 10 orang penyandang disabilitas sebesar Rp 17juta 500 ribu berupa 10 unit mesin jahit," pungkasnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Rumah Warga di Caringin Hampir Ambruk Tertimpa Longsoran Tanah

sukabumiNews, CARINGIN - Akibat intensitas hujan yang mengguyur Sukabumi dalam sepekan terakhir ini bencana demi bencana terus bertambah, banjir dan longsor kerap menjadi isu musibah yang terjadi lantaran cuaca yang kurang bersahabat ini.

Seperti yang terjadi di daerah lain di wilayah Sukabumi belakangan ini, rumah Cep Aripfin warga Kampung Pamuruyan Rt. O02/001 Desa Ciseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Jawa Barat juga terkena imbas longsoran tanah.

Peristiwa yang menimpa rumah Cep Aripin terjadi pada Senin (6/5/19) malam, sekitar pukul 20.30 Wib.

Camat Caringin Syarifudin Rachmat mengatakan pihaknya akan mengusulkan untuk memperbaiki rumah korban. Akan tetapi karena saat ini kondisinya masih sangat rawan maka pihknya hanya bisa melakukan relokasi dengan keterbatasan pihak pemdes.

Namun demikian lanjut Syarifudin, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Desa dan BPBD untuk mengajukan supaya segera membantu dan menangani pembersihan

“Sementara karena saat ini Kecamatan Caringin tidak mempunyai anggaran untuk menanganinya jadi kita menunggu dari BPBD Kabupaten Sukabumi,” terang Syarifudin, Selasa (7/5/2019).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta rupiah. Demi kenyamanan keluarga korman, Cep Arifin beserta anak dan istrinya kini diungsikan ke rumah saudaranya, karena rumahnya saat ini tidak bisa dihuni.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close