Breaking
Showing posts with label Kabupaten Sukabumi. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Sukabumi. Show all posts

Friday, September 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Rekap Bakal Calon Kades se-Kabupaten Sukabumi Tahun 2019

Rekap Bakal Calon Kepala Desa (Kades) tanggal 20 September 2019 pukul 09.30 Wib., pada Agenda Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2019 se-Kabupaten Sukabumi



Lihat Fail PDF lengkapnya, Klik > DI SINI

LIHAT JugaTahapan Pilkades 2019 Kabupaten Sukabumi

Thursday, September 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ingin Wujudkan Desa yang Makmur dan Sejahtera, Bakal Cakades Cimenteng Ini Siap Jadi Pelayan Masyarakat

Wadni
sukabumiNews, CURUGKEMBAR – Wadni, Bakal Calon Kepala Desa (Cakades) Cimenteng pada pemilihan kepala desa (pilkades) Kabupaten Sukabumi yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 17 November 2019 mendatang mengatakan bahwa Pemimpin adalah Pelayan Masyarakat.

Hal ini ditegaskan Wadni kepada sukabumiNews, usai menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia pilkades tingkat desa di Kantor Desa Cimenteng Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, belum lama ini.

Wadni juga menegaskan, hal terpenting bagi dirinya bahwa seorang pemimpin harus mampu melayani, bukan untuk dilayani. “Sebab Pemimpin adalah Pelayan Masyarakat," jelasnya.

“Di tingkat desa pelayannya adalah kepala desa, di tingkat kecamatan pelayannya adalah camat, di tinggkat Kabupaten adalah bupati, dan seterusnya,” tutur Wadni.

Untuk itu dirinya berpesan kepada warga desa Cimenteng untuk tidak sungkan-sungkan meminta dilayani, jika suatu saat nanti Allah menakdirkannya untuk menjadi orang nomor satu di desanya.

“Jika ada penafsiran kalau seorang pemimpin itu adalah penguasa, itu sangat salah besar," tegas Wadni.


Pewarta: AM.
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, September 18, 2019

Redaktur

Puskesmas Simpenan Pastikan 182 Korban Keracunan dalam Kondisi Normal

*korban keracunan makanan*
Para Korban yang diduga keracunan sedang ditangani oleh para petugas medis.  
sukabumiNews, SIMPENAN - Puskesmas Simpenan melalui Tim Surveilans Epidemiologi, memastikan sebanyak 182 korban keracunan massal di Kp. Babakan RT. 17/18/19, RW 04 Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, sudah dalam kondisi normal.

"Kami sudah tangani dengan baik semua korban. Kendati masih ada satu orang dirawat di rumah sakit, namun tadi siang pukul 13.00 WIB sudah dipastikan dokter dalam kondisi normal. Alhamdulillah, semua pasien keracunan hari ini kami nyatakan normal," ungkap Surveilans Puskesmas Simpenan, Ibing Rianto kepada sukabumiNews saat ditemui di Puskesmas Simpenan, Rabu (18/09/2019).

Sebelumnya diketahui, sebanyak 182 orang mengalami muntah-muntah dan diare setelah menyantap makanan dari hajatan warga di Kp. Babakan RT. 17/18/19, RW 04 Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kejadiannya diceritakan Ibing Rianto berawal pada waktu magrib sekira pukul 18.30 WIB tanggal 16 september lalu. Pihak Puskesmas Simpenan menerima laporan terkait ada dugaan warga keracunan makanan setelah menghadiri acara hajatan tetangganya di Kp. Babakan, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan.


Petugas Medis Saat Mengambil Sampel Makanan dan Bumbu.  
Warga yang terduga mengalami keracunan itu memiliki tanda muntah-muntah dan buang air tidak menentu. Saat itu juga, Tim Reaksi Cepat Surveilans Puskesmas Simpenan menuju ke lokasi dan menyisir semua semua warga yang terdata menyantap makanan di acara tersebut.

Ibing menyebut, sebanyak 182 orang pada saat itu langsung dirawat di posko yang disiapkan oleh pihak Puskesmas Simpenan yakni di posko SD Cibuntu dan Desa Cibuntu yang berlokasi di Kp. Babakan RT. 19, RW 04, Kadusunan Ciangkrek, Ds. Cibuntu. Posko itu, lanjut Dia, dibantu tim investigasi dari Dinkes Kabupaten Sukabumi dan Puskesmas Simpenan.

"Saat itu yang dirujuk hanya 3 orang saja. Alhamdulillah, saat ini semuanya sudah dalam kondisi normal. Sementara hasil analisis penyebab kasusnya, masih menempuh proses lab sample makanan. Nanti hasilnya akan keluar sebulan kemudian," pungkas Ibing.


BACA Juga:
80 Orang Warga Bantargadung Dirawat di Puskesmas Diduga Keracunan Makanan di Acara Haul


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Jelang Hari Akhir Masa Pendaftaran, 11 Formulir Bakal Calon Kades Cibatu Belum Kembali

*pilkades serentak desa Cibatu*
Panitia Pilkades Cibatu Cisaat Kebanjiran Pendaftar

sukabumiNews, CISAAT - Menjelang hari akhir masa pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa (Kades) Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, 11 Formulir yang pernah diminta oleh bakal calon (balon) Kades Cibatu yang ingin turut meramaikan bursa pemilihan kepala desa (pilkades) di ajang pilkades serentak Kabupaten Sukabumi 2019 hingga pukul 15.30 wib, belum sepenuhnya dikembalikan.

"Pada jam 15.30 ini baru 7 orang yang sudah mengembalikan, sekaligus meyerahkan berkas," ujar sekretaris panitia Pilkades Cibatu, Cecep Rahman, kepada Wartawan, Rabu (18/9/2019), di Kantor Sekretariatnya.

Meski, tambah Cecep, ada perpanjangan batas waktu hingga 24 September 2019 bagi balon kades yang belum memenuhi persyaratan. "Terutama bagi balon kades yang kurang dari dua peserta," ungkapnya.

Cecep menambahkan dari sejumlah bakal calon kades, terlebih yang sudah menyerahkan berkas adalah orang-orang yang terdiri dari berbagai kalangan dan mewakili struktur pemerintah desa itu sendiri.

"Ada wakil dari ke-RW-an, wakil dari lembaga masyarakat, wakil dari kepemudaan, BUMDES dan lain-lain. Pokoknya lengkap, lah," akunya.

Panitia Pilkades Cibatu Cisaat juga mengaku bangga, lantaran berhasil meyakinkan kepada masyarakat agar turut andil dalam melaksanakan kegidupan berdemokrasi di desanya.


Pewarta: AM
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019.

Wednesday, September 11, 2019

Redaktur

Ning Wahyu A Kembali Terpilih Jadi Ketua Apindo 2019-2024 Kabupaten Sukabumi Secara Aklamasi

sukabumiNews, CICANTAYAN – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-IV tahun 2019 guna memilih kepengurusan Apindo yang baru lantaran kepengurusan yang lama sudah habis masa baktinya.

Muskab ke-IV Apindo Kabupaten Sukabumi tahun 2019 yang dilaksanakan di salah satu Hotel di Jln. Cikukulu, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (11/9/2019) ini diikuti oleh 61 perusahaan dari sebanyak 84 perusahaan yang menjadi anggota Apindo.

Pada Muskab tersebut, Ning Wahyu A, S.Pd, MM. selaku ketua yang lama, terpilih kembali menjadi ketua Apindo yang baru untuk periode 2019-2024 secara aklamasi, lantaran tidak ada calon lain selain dia, alias calon tinggal.

"Alhamdulilah kita baru saja melaksanakan Muskab Apindo Kabupaten Sukabumi yang ke-IV, dan memiliki ketua yang baru yaitu Ning Wahyu A Spd, MM. sebagai ketua DPK Apindo periode 2019-2024 secara aklamasi," ujar Soedarno Rais, Ketua Panitia selakigus Pimpinan Muskab kepada sukabumiNews di lokasi acara, Rabu (11/9/2019).

Soedarno menjelaskan, secara aturan AD/ART ketua terpilih sudah sah, karena memang seperti itu aturannya, bahwa apabila tidak ada calon lain atau calon tunggal dan disepakati oleh peserta Muskab maka ia sah menjadi ketua terpilih. “Tadi juga sudah dikukuhkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Apindo Provinsi Jawa Barat Martin B Chandra
,” terangnya.

“Saya berharap semoga dengan kelanjutan Ning Wahyu menjabat dua periode bisa menjalankan amanah serta membawa Apindo lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu ketua Apindo yang lama, sekaligus ketua yang baru terpilih, Ning Wahyu A, S.Pd, MM., dalam wawancaranya dengan sejumlah wartawan menyoroti pemasalahan terkait beberapa perusahaan yang hengkang dari Sukabumi.

Ketua Apindo Kabupaten Sukabumi Ning Wahyu A Spd, MM.  
Menyikapi hal ini, Ning Wahyu menjelaskan bahwa yang terjadi sekarang ini adalah persaingan terutama di upah. “Jadi, upah di Kabupaten Sukabumi kalau dikompa dengan daerah Jawa Tengah itu bedanya banyak, sekitar 1 juta'an,” kata Ning Wahyu..

"Disinilah perannya Apindo untuk melakukan kolaborasi dengan pemerintah, karena dengan cara ini kita akan tahu, ternyata kita mempunyai potensi di parawisata, dan Apindo akan membantu pemerintah untuk mencari Investor yang akan bergerak di bidang pariwisata,” jelasnya.

Ning Wahyu menambahkan. Kalau Industiral sudah tidak bisa lagi bersaing apa boleh buat Apindo juga tidak bisa melarang mereka untuk hengkang dari sini. kalau kenyataannya dipaksakan pun, tutur Dia, mereka tetap akan tutup. “Makanya mereka relokasi dan ada juga yang tutup,” ungkapnya.

Sehingga, tegas Ning Wahyu, yang Apindo lakukan sekarang adalah bagaimana orang-orang yang akan kehilangan pekerjaan ini tetap mendapatkan pekerjaan.

Di lain pihak Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi H. Dadang Budiman yang juga hadir pada Muskab selaku undangan menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Apindo Kabupaten Sukabumi saat ini.

Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi H. Dadang Budiman.  
“Semoga kepengurusan Apindo yang dipilih oleh para anggotanya, bisa membawa Sukabumi ke arah yang lebih baik dan maju, serta bisa menjalin kerjasama yang baik antara Apindo dan pemerintah, karena banyaknya perusahaan-perusahaan dari daerah lain yang akan pindah ke Sukabumi,” imbuhnya.


BACA Juga:
AKLINDO Bogor Gelar Muscab ke-2 Tahun 2019 Guna Merumuskan Program Kerja Organisasi dan Memilih Ketua Baru


Pewarta : Azis R
Editor: AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, September 10, 2019

Redaktur

Sekilas Alasan Mengapa Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Ditetapkan Tanggal 10 September

sukabumiNews, PALABUHANRATU – Kabupaten Sukabumi memang sudah memiliki hari jadi yaitu pada tanggal 1 Oktober 1945. Meski demikian, Para sesepuh, dan berbagai kalangan masyarakat sukabumi sering bertanya-tanya, mengapa Hari Jadi Kabupaten Sukabumi lebih muda dari Hari Jadi Kota Sukabumi.

Pertanyaan ini tentu menjadi perhatian semua kalangan terutama para tokoh dan sejarawan, hingga Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi berinisiatif mengundang Guru Besar Ilmu Sejarah, Pakar Hukum, Pakar Sosiologi dari Universitas Padjadjaran, Toloh Masyarakat, serta pelaku sejarah lain yang dianggap mengetahui sejarah mengenai terbentuknya Kabupaten Sukabumi.

"Hal ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan masyarakat tentang Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang sebenarnya. Karena menyangkut hal ini, perlu adanya kajian sejarah terbentuknya Kabupaten Sukabumi dari masa Kolonial Hindia Belanda, sampai masa pendudukan Jepang hingga saat ini saya menjabat Bupati Sukabumi,” ungkap Bupati Sukabumi, Marwan Hamami selaku Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-149.

Upacara Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-149 dilaksanakan di lapangan ucapara Cangehgar Jln. Jenderal A. Yani Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (10/9/2019).

*upacara peringaatan hari jadi kabupaten sukabumi ke-149*
Selain Bupati Sukabumi, turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Sukabumi, H.Adjo Sardjono, Sekretaris Daerah, H.Iyos Somantri, Ketua sementara DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, Kapolres Sukabumi, Dandim 0622 Sukabumi, Dandim 0607 Kota Sukabumi dan Kajari Cibadak.

Lebih jauh Marwan mengungkapkan, guna menentukan Hari Jadi yaitu 1 Oktober 1945 menjadi 10 September 1870 perlu dilakukan penelusuran sejarah, dokumen dan studi komparasi dengan pendekatan yuridis normative, pendekatan sejarah,  hasil kajian akademis dan juga harus mempertimbangkan semua peraturan perundangan yang berlaku.

Karena menurut Marwan, mengubah hari jadi tidak bisa dilakukan sekehendak hati. “Menetapkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi perlu adanya pengaturan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah dan disetujui oleh para anggota Dewan yang terhormat,” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 14 tahun 2018 tentang Hari Jadi Kabupaten Sukabumi terang Dia, maka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ditetapkan tanggal 10 September 1870.

Bupati Marwan menegaskan, penetapan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi adalah merupakan sarana dalam rangka menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan. Kebanggaan daerah, mendorong semangat memiliki dan membangun daerah serta memperkuat rasa kecintaan terhadap para penyelenggara Pemerintahan Daerah Kabupaten Sukabumi dan untuk menunjukkan jati diri Kabupaten Sukabumi yang memiliki keunggulan kualitatif, komparatif dan kompetitif yang dapat memacu pertumbuhan dan pengembangan pembangunan Kabupaten Sukabumi.


BACA Juga:
Promosikan Objek Wisata Cijeruk, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Adakan Lomba Mancing

“Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-149 kali ini mengambil tema “Semangat Baru Melanjutkan Karya”. Tentunya, berkarya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, baik Sumberdaya manusia maupun Sumberdaya Alam yang cukup melimpah serta memiliki daya saing yang tinggi di lingkup Regional maupun Nasional,” terangnya.

Untuk mencapai hal tersebut, jelas Bupati, butuh persepsi yang sama serta komitmen seluruh pemangku kepentingan Kabupaten Sukabumi, karena Pemerintah Daerah tidak akan mampu mewujudkan hal tersebut kalau tidak ada dukungan dari semua pihak.

Oleh karena itu, tema Hari jadi kali ini, sambung Bupati Marwan, sangat tepat untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kebersamaan dan kerukunan, kesatupaduan kita semua dalam berbagai aspek kehidupan dengan memanfaatkan potensi-potensi daerah yang kita miliki agar Kabupaten Sukabumi memiliki daya saing tinggi yang endingnya adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Saya selaku Bupati Sukabumi minta seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk mendukung seluruh kegiatan yang sudah direncanakan dan mampu menggerakkan seluruh jajaran di lingkungan Perangkat Daerahnya masing-masing, dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Marwan.

Pewarta : Azis R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, September 7, 2019

Redaktur

Promosikan Objek Wisata Cijeruk, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Adakan Lomba Mancing

sukabumiNews, SUKARAJA – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-149, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata mengadakan lomba Mancing. Selain lomba mancing, lomba lain seperti jalan santai dan lomba kuliner juga digelarnya.

Kegiatan yang diikuti para peserta dari kalangan umum, muda dan tua itu dilaksanakan di Situ Cijeruk Sukamekar Kecamatan Sukaraja, Sabtu (7/9/2019).

“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah mempromosikan daya tarik wisata Kabupaten Sukabumi. Salah satunya adalah situ Cijeruk kecamatan Sukaraja,” kata Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Usman Djaelani kepada wartawan, melalui Ketua Panitia lomba, Edi Kusmara.

Edi menjelaskan, Lomba mancing ini diikuti oleh 1000 orang peserta. Sementara lomba kuliner diikuti oleh 30 peserta dan jalan santai oleh 1000 peserta.

Di tempat yang sama, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamamai yang juga hadir pada kegiatan tersebut menyatakan bahwa Kabupaten Sukabumi dianugerahi Sumberdaya alam dan potensi pariwisata yang luar biasa. Menurutnya, keberadaan ini bisa meningkatkan kemandirian masyarakat berbasis ekonomi lokal.

"Kegiatan ini merupakan upaya mempromosikan Situ Cijeruk menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Sukabumi di level lokal sampai nasional," ujar Bupati.

Dia berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi event rutin yang diselenggarakan di berbagai lokasi wisata di Kabupaten Sukabumi. "Ini salah satu upaya untuk menarik sebanyak banyaknya wisatawan domestik dan mancanegara, bukan berwisata tetapi membuka peluang investasi yang tentunya bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat." Pungkasnya.

BACA Juga:
Sambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, Jembatan Gantung Situgunung Dibuka Gratis


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, September 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang Pilkades Serentak, Dinas PMD Adakan Rakor Tahap II

*pilkades serentak 2019 sukabumi*
Kadis DPMD Kab. Sukabumi H. Thendy Hendrayana (kiri) Asda III Ade Setiawan, Perwakilan Kodim dan Aparat Kepolisian.  
sukabumiNews, WARUDOYONG -  Menjelang Pilkades Serentak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi mengadakan kegiatan Rakor tahap II guna mengevaluasi persiapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun 2019. Kegiatan Rakor dilaksanakan di Aula Pendopo Jln. A Yani Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi Jum'at (6/9/2019).

"Dalam tahapan kedua rakor ini kita akan memasuki pendaftaran bakal calon kepala desa yang dilaksanakan pembukaannya pada tanggal 9 - 19 september 2019" kata Sekretaris Panitia Pilkades Serentak H. Dedi kepada sukabumiNews usai acara.

Selain itu kata dia, tanggal 2 September kemarin saja kita sudah melakukan pembaharuan data sampai dengan tanggal 4 November 2019 nanti, dan akan kita sahkan mulai dari daftar pemilih tetapnya (DPT).

"Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Asda I Ade setiawan Wakil Ketua H. Thendy Hendrayana, para Camat se-kabupaten sukabumi, semua panitia dari OPD, panitia tingkat kecamatan, APH, Aparatur Kepolisian, perwakilan Dandim 0607/0622, Kejari, Pengadilan, dan Dinas Instansi terkait yang lain," tutur H. Dedi.

Semoga pelaksanaan pilkades serentak tahun 2019 ini dapat berjalan dengan demokratis, lancar aman damai dan sejuk." pungkasnya.


BACA Juga:
Dinas PMD KabupatenSukabumi Mulai Sosialisasikan Tahapan Pilkades Serentak 2019


Pewarta : Azis R
Editor : Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, September 1, 2019

Redaktur

Pembangunan Bendungan Leuwi Sapi Warungkiara Telan Anggaran 3 Milyar

Kepala Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawabar, Linda Al-Amin
Kepala Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Linda Al-Amin.    
sukabumiNews, WARUNGKIARA - Pembangunan Bendungan Leuwi Sapi yang berlokasi di wilayah Warungkiara dengan bentang 20 meter dan saluran primer 500 meter yang dibangun dari dana APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dan akan mengairi lahan sawah warga seluas 250 hektare (ha) itu menelan biaya sebesar Rp3 Milyar.

Bendungan yang dibangun di Kp. Halimun Desa Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat H. Ridwan Kamil pada Sabtu (31/8/19) kemarin itu diproyeksikan bisa meningkatkan hasil pertanian warga hingga ribuan ton sekali panen. 

bendungan Leuwisapi Warungkiara
Bendungan Leuwisapi. (FOTO: Istimewa)
"Pembangunan Leuwisapi ini berada di wilayah irigasi, kita bangun Bendungan dengan bentang 25 meter dan saluran primer sepanjang 500 meter yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dengan dana sebesar Rp. 3 Milyar," beber Linda Al-Amin, Kepala Sumberdaya Air Provinsi Jawa Barat kepada sukabumiNews.

Bendungan yang tadinya mampu mengairi 75 hektar itu tambah Linda, akan akan bisa menjadi 200 hektar. Secara otomatis terang Dia, intensitasnya meningkat lantaran alirannya lebih besar.

"Jarang sekali kita membangun bendung irigasi, yang bisa kita lakukan hanya bisanya hanya OP (Operasional Pemeliharaan). Oleh sebab itu rehabilitasi dengan membangun bendungan irigasi ini sesuatu hal yang patut kita banggakan melalui kebijakan provinsi pembangun daerah irigasi di wilayah selatan Jawa Barat," terang Linda.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang membangun irigasi baru, tepatnya daerah Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi. Dalam pembangunannya, kata Linda lagi, itu akan menjadi kewenangan provinsi, seperti Irigasi Leuwisapi yang sudah diresmikan Gubernur Jawa Barat ini.

“Kita bantu untuk operasional pemeliharaannya (OP). Setelah dua tahun akan kita serahkan kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi karena dengan luas di bawah 1000 hektar menjadi kewenangan irigasi kabupaten, dan diatas 1000 hektar sampai 3000 hektar menjadi kewenangan provinsi,” beber Linda.

"Pengelolaan irigasi itu yang paling mendasar adalah operasoinal pemeliharaan untuk rehabilitasi daerah irigasi yang kondisinya sudah menurun rusak maka harus kita rehabilitasi untuk menambha areal yang bisa dilayani irigasinya,” tutur Kepala Sumberdaya Air Provinsi Jawa Barat itu.


BACA Juga:
Resmikan Bendungan Leuwisapi, Gubernur Jabar Dukung Petani Sawah di Sukabumi


Pewarta : Azis R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, August 31, 2019

Redaktur

Resmikan Bendungan Leuwisapi, Gubernur Jabar Dukung Petani Sawah di Sukabumi

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil, pada peresmian Bendungan Leuwisapi di Kp. Halimun, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/08/2019). | FOTO: Azis R/sukabumiNews  
sukabumiNews, WARUNGKIARA – Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil, hari ini kembali berkunjung ke Kabupaten Sukabumi untuk meresmikan Bendungan Leuwisapi yang berlokasi di Kp. Halimun, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/08/2019).

Dalam kunjungannya Kang Emil menjelaskan, Bendungan Leuwisapi merupakan bagian dari serangkaian program prioritas Pemprov Jabar untuk meningkatan kualitas pertanian sawah di Kabupaten Sukabumi.

"Program pembangunan ini untuk mendukung para petani sawah di wilayah Warungkiara dan sekitarnya. Konsepnya berupa embung dan irigasi untuk menampung air yang bisa dipergunakan mengairi pesawahan warga. Jadi, melalui sarana ini, produktifitas petani sawah bisa lebih meningkat," kata Kang Emil kepada wartawan usai meresmikan bendungan Leuwisapi di Kp. Halimun, Desa warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/08/2019).

Produktifitas pertanian sawah di Kabupaten Sukabumi, Lanjut Gubernur, harus diwujudkan maksimal. Kang Emil mencontohkan, seperti pada peningkatkan areal pesawahan yang diairi seluas 75 hektar berhasil menjadi 250 hektar dan dari hasil panen sebanyak 675 ton menjadi 3750.

BACA Juga:
Ribuan Hektar Sawah Tanpa Hasil, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Upayakan Perbaiki Bendungan Irigasi dan Tambah Tanam

Lebih jauh tentang programnya, Kang Emil menuturkan, saat ini Pemprov Jabar tengah mengerahkan kemampuan untuk membangun desa. Adapun yang dimaksud membangun desa kata Kang Emil, seperti membangun Desa Digital, one village one product dengan uraian satu desa satu perusahaan dan satu pesantren satu produk. Kemudian, lanjut Dia, ada program kredit mesra di Masjid yang difasilitasi DKM melalui program satu desa satu Hafidz Qur'an.

Selain itu, Kang Emil juga menyebut akan menggarap sektor pariwisata dengan serius. Sehingga, kata Dia, pengelolaannya dapat menghasilkan profit. Keseriusan Pemprov Jabar terhadap sektor wisata di Kabupaten Sukabumi lanjut Dia, dapat dilihat pada pengembangan objek wisata Geopark Ciletuh dan titik wisata lainnya, Pemprov Jabar sudah menyediakan anggaran sebesar Rp10 miliyar untuk perbaikan.

"Untuk sektor wisata, sudah disiapkan Rp10 milyar. Untuk masalah lainnya seperti pembuatan bandara, sedang kita pilah dulu lokasinya, bisa di Cicarate Ujung Genteng atau di Cikembar, Inysaallah semuanya akan terwujud dan Sukabumi mampu lebih baik," pungkasnya.


BACA Juga:
Gubernur Jawa Barat Resmikan Masjid Baru Pondok Modern Assalam Sukabumi

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, saat diwawancarai wartawan usai peresmian Bendungan Leuwisapi di Kp. Halimun, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/08/2019). | FOTO: Azis R/sukabumiNews  
Senada dengan Gubernur Jabar, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengaku bahwa berbagai bantuan akan datang ke Kabupaten Sukabumi di tahun 2020. Marwan menyebut ada 8 kecamatan yang masuk kepada pengembangan pembangunan Geopark Ciletuh.

"Alhamdulillah, usulan berbagai pembangunan di Kabaputen Sukabumi sudah masuk program Pemprov Jabar dan Pusat. Kita doakan semoga realisasi pembangunannya cepat agar dapat segera dinikmati oleh warga Kabupaten Sukabumi," jelas Marwan.



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, August 29, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Wagub Ajak Warga Jabar Cintai Keluarga di Peringatan Harganas XXVI dan HAN

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-26 di Lapang Cangehgar Palabuhanratu Sukabumi, Kamis (29/8/2019) | FOTO: Azis R/sukabumiNews  
sukabumiNews, PALABUHANRATU – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Uu Ruzhanul Ulum mengajak warga Jabar untuk mencintai keluarga. Ajakan itu disampaikan wagup pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-26 (XXVI) Tingkat Jawa Barat yang dibuka langsung oleh Dia di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (29/08/2019).

"Slogan cinta keluarga harus menjadi motivasi warga Jabar untuk memiliki cinta terencana menuju Jabar juara. Dengan demikian, warga Jabar akan tetap memiliki kesadaran kolektif dalam mengarungi kehidupan berkeluarga. Mari kita cintai keluarga kita!," ujar Wagub UU di hadapan ratusan hadirin.

Wagub UU menuturkan, sejatinya keluarga adalah sebuah Madrasah, sebagai sarana pendidikan informal sebelum menempuh pendidikan formal. Karena menurut UU, keluarga yang hebat akan mampu menelurkan generasi yang hebat pula.

"Semoga warga Jabar dapat menjadi keluarga yang hebat dan sukses dalam menjakankan prikehidupannya," tutur UU.

Saat ini, lanjut Dia, Provinsi Jawa Barat memiliki banyak program inovatif. Salahsatunya program unik Ngabaso atau Ngabring ka sakola. Program tersebut terang Dia, untuk menyukseskan program pendidikan sebagai upaya Pemprov Jabar dalam memberikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan bagi anak lulus sekolah.

"Program ini sudah diterapkan di beberapa kabupaten dan mendapatkan respon yang baik. Ada juga sekolah perempuan sebagai wadah perempuan Jawa Barat untuk bertukar pikiran, pengalaman dan juga memenuhi kebutuhan serta kepentingan perempuan dalam meningkatkan kualitas hidupnya," terang Uu.

Terakhir, lanjut UU, Pemprov Jabar mempunyai program motivator ketahanan keluarga (Motekar) yang merupakan program inovasi sumberdaya di masyarakat untuk membantu penyelesaian masalah kerentanan keluarga.

UU berpesan, porgram-program itu nantinya akan mejadi proyek besar dan PR bagi emak-emak atau ibu-ibu dalam menggapai keluarga sakinah, mawadah dan warahmah.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga memberikan apresiasinya kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi lantaran Kabupaten Sukabumi memiliki program bernama Pogram Bersih Narkoba (Bersinar) dan maghrib mengaji yang sudah diselengarakan dari tahun 2006.

Di tempat yang sama, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan selama ini pihaknya selalu mendorong dan memberikan suport perjalanan tentang pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang diinisiasi oleh dinas keluarga berencana.

"Alhamdulillah, program bersinar dan mengaji bareng sudah berjalan lama. Saat ini, beban bersama kita adalah Narkoba. Dan semoga melalui program bersinar ini, masalah-masalah tersebut bisa diatasi dan terus kita lakukan sosialisasi penyadaran cinta keluarga," ungkap Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami.

BACA Juga:
Soal SMA/SMK Gratis di Jabar, Wagub Akui Masih Terkendala Keuangan


Pewarta : Azis R
Editor : Red13
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, August 23, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Laga Kedua Grup C Liga 3 Kasta 1 Jabar, Pertandingan Bintang Timur FC VS Benpica FC Berlangsung Sengit

Bintan Timur FC
sukabumiNews, CISAAT - Bintang Timur FC yang menjadi kebanggan Kabupaten Sukabumi berhasil menguasai lapangan di menit-menit babak pertama pada laga kedua grup C Liga 3 Kasta 1 Jabar, dan membuat sang lawan Benpica FC Karawang sempat kewalahan.

Pertandingan laga kedua di kasta liga tiga yang digelar di stadion sepakbola Korpri di Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/08/2019) sore hari tadi berlangsung sangat sengit.

Pada menit awal pertandingan kick-of tim kesebelasan besutan Endang S Fredy ini berhasil menguasai lapangan hijau. Namun, karena pertahanan dari Benpica FC cukup kuat, beberapa peluang emas BT FC berhasil digagalkan oleh pemain belakang Benpica FC Karawang. Tendang-tendangan yang mengarah ke arah gawang Benfica FC berhasil ditepis penjaga gawang Ahmad Saebani. Hingga pluit akhir babak pertama ditiup, kedudukan masih bertahan imbang.

Keadaan terlihat masih berlangsung imbang sampai babak kedua hampir berakhir. Kedua tim berjuang keras untuk merebut tiga poin dari pertandingan tersebut. Saat menit ke 72 tiba, pertahanan BT FC mulai longgar dan nyaris hilang keseimbangan karena pemain belakang BT FC Muhammad Haekal berbuat kesalahan hingga dikeluarkan wasit dari lapangan.

Kenyataan pahit itu dimanfaatkan baik oleh pemain belakang Benpica FC, Barsah Alamsah yang memiliki nomor punggung 4. Alamsah akhirnya berhasil menjebol jaring penjaga gawang Ahmad Faiz pada menit ke-82 melalui tendangan bebas.

Tidak lama setelah gol pertama Benpica PC Karawang, pada menit ke-89, Benpica kembali berhasil menyarangkan bola pada gawang BT FC melalui tendangan kapten Dian Taufik Hidayat hingga kedudukan berakhir menjadi 0-2. Sampai peluit panjang babak kedua ditiupkan wasit, kedudukan berakhir 0-2 dan kemenangan untuk Benpica FC Karawang.
Menyikapi keadaan yang di luar dugaan, Pelatih Bintang Timur FC Endang S Fredi menyatakam, hasil pertandingan kali ini di luar prediksinya. Sebelumnya, kata Dia, Timnya sangat optimistis bisa mencuri tiga point' dari Benpica FC Karawang. Namun ternyata, dewi portuna lebih berpihak kepada Benpica FC. Meski demikian, Dia tidak lantas berkecil hati lantaran masih tersisa empat pertandingan untuk putaran pertama.

"Peluang meraup poin untuk Bintang Timur FC masih besar. Meskipun kita baru mengantongi satu poin, kita akan buktikan kemenangan pada pertandingan laga tandang berikutnya melawan BM Cibinong di lapang Persikabo pada tanggal 27 Agustus mendatang," pungkasnya optimis.

BACA Juga:

Pewarta: Azis R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, August 21, 2019

Redaksi3

Wabub Adjo Sambut Kepulangan Jemaah Haji 2019 Penuh Syukur


Wabup Adjo Sardjono
sukabumiNews, CIKEMBAR – Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono menyambut penuh syukur atas kepulangan ratusan jamaah haji kloter 15 yang tiba di Sukabumi hari ini, Rabu 21 Agustus 2019. Penyambutan kepulangan jemaah haji 2019 sesi pertama itu, dilaksanakan di Asrama Pusbangdai Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (21/08/2019).

"Alhamdulillah, kepulangan jemaah haji kloter 15 berjalan lancar dan mereka kembali dalam keadaan sehat wal afiat. Kami sangat bersyukur melihatnya. Semoga perjalanan ibadah mereka menjadi mabrur," ungkap H. Adjo kepada Wartawan saat menyambut kepulangan ratusan jemaah haji kloter 15 di Pusbangdai Cikembang.

H. Adjo juga menuturkan, dalam perjalanan ibadah di mekkah, ada beberapa jamah haji yang meninggal dunia di sana. Namun, kata Dia, pihak keluarga masing-masing sudah mengikhlaskan.

"Ada yang meninggal waktu menunaikan ibadah di sana. Kita do'akan dan ikhlaskan kepergiaan mereka agar mendapatkan keridhoan Allah SWT untuk mendapatkan Surga-Nya,"tutur H. Adjo Sardjono.

H. Adjo juga mengatakan pembinaan bagi para jamaah haji baru kembali ke daerahnya. Mereka kata Dia, nantinya akan menjadi warga binaan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Karena menurut H. Adjo, pembinaan para haji harus dilakukan guna menjaga kemabrurannya.

"Mereka nantinya akan dibina oleh IPHI dan akan dijaga kesehatannya. Jadi, nanti kalau ada yang sakit bisa langsung mendatangani Puskesmas di wilayah masing-masing," papar Wabub Adjo.

Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Abas Resmana, M. Si. mengungkapkan, kepulangan kloter haji ke-15 berjumlah 404 jemaah. Mereka kata Dia, dalam keadaan baik dan dipastikan langsung kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kami bersyukur kepada Allah SWT atas dilancarkannya kepulangan para jemaah haji hari ini. Semoga mereka menjadi haji yang mabrur dan penuh berkah berkah," ungkapnya.

BACA Juga:
Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi Sebut Pelepasan Jemah Calhaj Kloter 59 Paling Produktif


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, August 19, 2019

Redaksi3

Pertandingan Liga 3 Jabar, Bintang Timur FC Sukabumi VS Depok United Berakhir Draw


pertandingan sepak bola
sukabumiNews, CISAAT - Pertandingan Sepak Bola Laga perdana Liga 3 Kasta 1 Jawa Barat antara Club Bintang Timur FC Kabupaten Sukabumi melawan Club Depok United yang bermain di Stadion Korpri Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat berlangsung seru, Senin (19/8/2019).

Di menit awal pada pertadingan laga perdana, Tim sepakbola yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sukabumi, anak-anak asuhan Endang S Fredy ini berhasil melakukan manuver serangan kick-off dan menguasai lapangan, hingga pada menit ke 40 babak pertama, akhirnya tendangan keras dari Ardiansyah Aldo diluar kotak penalty berhasil merobek gawang Depok United.

Sekors menjadi 1 – 0 untuk Club Bintang Timur FC. Kedudukan tidak berubah hingga akhir babak pertama.

Pada 45 menit kedua, pertarungan semakin sengit, skuad asuhan Zulhandikar Batubara, Depok United mulai menemukan kepercayaan diri, hingga pada akhirnya dimenit ke-51 Gilang Pramudia berhasil membalas kekalahan hingga posisi imbang 1-1.

Namun keberadaan skors tersebut tidak berlangsung lama. Pada menit ke 76, Bintang Timur FC melalui tendangan bebas Ardiansyah Aldo kembali berhasil melayangkan si kulit bundar ke gawang Depok United hingga kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan Kesebelasan Kabupaten Sukabumi.

Menjelang menit akhir, tempo permainan dari kedua tim semakin panas, wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning bagi kedua tim, dan akhirnya pada menit ke 86, kesebelasan Depok United melalui tendangan bebas Ryan Maulana kembali berhasil membobol gawang yang dijaga ketat Yuda Hermawan hingga kedudukan kembali imbang menjadi 2-2.

Hingga akhir pertandingan wasit meniup peluit panjang kedudukan masih tetap tidak berubah dengan hasil imbang 2-2.

Tim Bintang Timur FC
Pelatih dan pemain Bintang Timur FC


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, August 16, 2019

Redaksi3

Warga Tegaldatar Lengkong Alami Krisis Air Bersih

krisis air
Seorang ibu rela berjalan ratusan meter demi mendapatkan air (kiri). Sementara seorang warga lain sedang menuangkan sedikit demi sedikit air sungai ke jerigen untuk dikumpulkannya kembali di rumah (tengah) dan seorang warga yang kedapatan sedang mandi (kanan). [FOTO: Rully/jurnalisme warga]  
sukabumiNews, LENGKONG - Kekeringan di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat terlihat semakin parah. Dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, 20 diantaranya mengalami krisis air bersih.

Adalah Rully Nurdiansyah, salah satu tokoh pemuda asal Tegaldatar Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, kepada sukabumiNews menuturkan, akibat kekeringan yang melanda, warga setempat hanya bisa pasrah. Anggota BPD yang berada di Kp. Tegaldatar RW 05 dusun III yang diharapkan bisa membantu membawa aspirasi warga, kata Rully, tidak satupun yang dapat bergerak.

“Tidak ada usaha untuk mengajukan keberadaan ini kepada pihak terkait terutama kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD). Sedangkan keluhan warga harus di tindaklanjuti oleh para pemimpin desa setempat," ujar Rully, melalui Selulernya, Jum'at (16/8/2019).

Rully juga mengungkapkan, warga di Kp. Tegaldatar, RT 19/5, terpaksa menggunakan air sungai Cikaso Cikaler untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, bahkan untuk kebutuhan masak sekali pun.

Sejak dua bulan terakhir, tutur Dia, warga di kampung tersebut setiap harinya rela berjalan ratusan meter menuju Sungai Cikaso untuk sekedar mengambil air.

“Setiap pagi dan sore, warga disini selalu berjalan ke sungai Cikaso untuk mencuci dan mandi. Bahkan, warga juga terpaksa harus membuat lobang di pinggiran sungai untuk menampung resapan air yang kian kini kian berkurang. Setelah terkumpul, warga mengambilnya untuk kebutuhan memasak dan minum,” papar Rully.

Dia menambahkan, ada sekitar 140 Kepala Keluarga (KK) dari 450 jiwa, setiap harinya mengambil air di sungai yang juga keberadaannya sudah kering tersebut. Air yang sudah diambil warga, tambah dia lagi, sebelum dikonsumsi, mereka tamping dalam jerigen atau toren. Kemudian digunakan untuk keperluan mandi, cuci dan memasak.

“Saat ini hampir 90 persen warga disini menggantungkan diri untuk mencukupi kebutuhan air sehari-harinya ke sungai Cikaso. Ya kalau warga mampu sih, bisa beli air isi ulang. Tetapi bagi warga yang tak punya uang, terpaksa pakai air selokan yang diendapkannya terlebih dahulu,” imbuhnya.

Rully mengaku, keberadaan seperti ini sudah sudah berulang kali dilaporkannya kepada pemerintah Desa Neglasari. Namun, kata Rully, entah alasan apa hingga saat ini belum juga ada respon. “Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan air bersih atau membangun sumur bor di lokasi perkampungan ini. Sehingga, saat musim kemarau warga tidak mengalami krisis air bersih seperti sekarang,” harapnya.

Menyikapi kondisi seperti, Camat Lengkong, Agung Budiman mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai kondisi warganya yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab kata dia, sampai detik ini pihaknya belum mendapat laporan secara resmi dari pemerintah desa setempat.

“Kalau musim kemarau, pasti banyak warga yang mengalami krisis air bersih. Namun bagi warga yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan memasak dan minum, saya baru mengetahui sekarang. Terlebih lagi, saya baru dua pekan bertugas disini,” kilahnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mengintruksikan kepada petugas untuk meninjau lokasi perkampungan tersebut. Camat akan meminta kepada pemerintah desa untuk segera membuatkan surat permohonan bantuan air bersih. “Nanti, akan kami tindak lanjuti kepada BPBD agar dapat bantuan air bersih,” tutupnya.


Pewarta : Azis R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, August 15, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

F-Hukatan KSBSI Tegaskan SCG Tak Berhak Berhentikan Pekerja Outsourcing

F-Hukatan KSBSI
sukabumiNews, LEMBURSITU - Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI) menegaskan bahwa pihak PT. Siam Cement Group (SCG) tidak berhak melakukan tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 74 karyawan yang menjadi pekerja Outsourcing di perusahaan mitra SCG.

"Yang berhak mengambil tindakan PHK seharusnya perusahaan pemberi jasa bukan perusahaan pengguna jasa. Selain itu, harus jelas duduk perkaranya ketika perusahaan akan melakukan PHK, ada mekanismenya," terang ketua 
F-Hukatan KSBSI, Nendar kepada sukabumiNews sesaat setelah melakukan dengar pendapat (hearing) di Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, jln LEMBURSITU Kota Sukabumi Jawa Barat, Kamis (15/08/2019).

Jadi,  tegas Nendar, SCG telah keliru dalam mengambil keputusannya itu.
Ketua F-Hukatan KSBSI Nendar Supriatna
Ketua Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI), Nendar Supriatna saat diwawancarai usai melakukan audiensi.  
Nendar menjelaskan, duduk persoalan yang membuat para pekerja resah, berawal dari sikap dan kebijakan kesewenang-wenangan manajemen PT. SCG yang berani memunculkan 74 nama pekerja Outsourcing sebagai daftar penerima PHK, tanpa melalui mekanisme dan prosedur yang jelas.

Nendar menyebut, pihak pertama yang harus bertanggung jawab adalah oknum HRD PT. SCG lantaran dinilai telah bertindak di luar kepatutan.


Oknum HRD itu, kata Nendar, diduga telah membuat data palsu terkait daftar 74 pekerja yang diklaim memiliki catatan kinerja tidak baik.

"Padahal setelah dicek, dari data finger print, absensi dan slip gaji, para pekerja itu dalam keadaan baik dan bertanggung jawab menjalankan kewajibannya saat bekerja di perusahaan itu," bebernya.

Melihat bukti tersebut, Nendar menyimpulkan bahwa tidak ada data pelanggaran yang dilakukan pekerja. Bahkan berdasarkan bukti diatas, dia mengatakan bahwa apa yang telah dituduhkan kepada para pekerja adalah fitnah.


"Makanya, tadi sore kami minta difasilitasi oleh pihak Disnakertrans agar bisa beraudensi langsung dengan pihak direksi Semen Jawa. Hasilnya, perwakilan perusahaan tidak memiliki kapasitas menjawab tuntutan kami, jadi kami masih akan menunggu keputusannya hingga beberapa hari ke depan," pungkas Nendar.



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close