Breaking
Showing posts with label DPR RI. Show all posts
Showing posts with label DPR RI. Show all posts

Sunday, April 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Di Injury Time, Caleg DPR RI Rita Irawati Priatna Kunjungi Pengusaha Burung Puyuh di Sukabumi

Pengusaha Peternakan Burung Puyuh, Pram, memperlihatkan burung puyuh hasil ternaknya kepada Rit Irawati Priatna, Caleg DPR RI nomor urut 1 dari Partai Berkarya, Sabtu (13/4/2019). [Foto: dok. Azis R.]
sukabumiNews, CIKEMBAR – Caleg DPR RI Nomor Urut 1 dari Partai Berkarya, Rita Irawati Priatna mengisi hari terakhir kampanye dengan mengunjungi salah satu pengusaha berbasis ekonomi kerakyatan di wilayah Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (13/4/19).

Pada kunjungannya, Rita Irawati Priatna yang merupakan Caleg untuk DPR RI dari Dapil JABAR IV Kabupaten dan Kota Sukabumi ini menyempatkan diri berbincang bersama pengelola peternakan burung puyuh, Pram.

“Kunjungan ini merupakan program yang tepat untuk memperluas jaringan demi menyusun kekuatan pada basis ekonomi kerakyatan yang akan dijalankan pada saat saya terpilih dan menjadi anggota DPR RI nanti,” ujar Rita Irawati Priatna kepada sukabumiNews, Sabtu.

“Insya Allah pertemuan hari ini menjadi pondasi kerjasama untuk mewujudkannya dalam waktu cepat,” tambah Rita yang dalam kampanyenya selalu melakukan pendekatan secara peronal demi memupuk persaudaraan dan tidak mengedepankan materi. 
Kendati demikian, sebagai pendatang baru di kancah politik, “Rita Efek” ternyata membawa dampak positif pada peningkatan trend elektabilitasnya. “Ya, meskipun belum menembus posisi Lima Besar, tapi berdasarkan data yang diolah secara berkala ini, menjadi satu indikator peningkatan electoral,” sambung Timsesnya.

Rita juga mengaku bangga karena telah berhasil menggugah hati nurani Warga Sukabumi hingga namanya mampu masuk dalam daftar “Caleg Populer Sukabumi” setara dengan Dewi Asmara, Dessy Ratnasari dan Reni Marlinawati.

Sementara itu selaku pengelola bisnis peternakan burung puyuh, Pram mengungkapkan bahwa bisnis yang dijalaninya saat ini merupakan solusi ekonomi kerakyatan yang akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat luas.

Oleh sebab itu Pram sangat menyambut baik kedatangan Rita Irawati Priatna dan siap memberikan dukungannya kepada Rita, juga Partainya. “Alhamdulillah hari ini menjadi awal untuk kerjasama kita bersama, semoga Rita Irawati Priatna dan Partai Berkarya dipercaya masyarakat Sukabumi,“ ucap Pram.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, April 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

UU Berbau Islam Selalu Ditolak PDIP, Ini Bantahan Ribka Tjiptaning

sukabumiNews, CISAAT – Belakangan ini, kita sering mendengar berita bahwa Undang-Undang (UU) atau pun Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berbau Islam selalu ditolak oleh Partai Demokrai Indonesia Perjuangan (PDIP), dari UU Pendidikan, UU Ekonomi Syariah, UU Jaminan Produk Halal untuk Obat dan Makanan, sampai UU Pornografi pun ditolaknya. Padahal, terkait pornografi, semua umat beragama apapun di Indonesia, tentu tidak akan ada yang mau menerima.

Baru-baru ini juga kita dengar bahwa Fraksi PDIP di DPR RI tidak mendukung adanya Rencana Undang Undang (RUU) Pesantren dan Pedidikan Agama untuk disahkan menjadi Undang Undang.

Terkait hal ini Anggota DPR RI yang juga Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Dr. Ribka Tjiptaning menyangkal jika Fraksinya di DPR RI tidak mendukung adanya Rencana Undang Undang (RUU) Pesantren dan Pedidikan Agama untuk disahkan menjadi Undang Undang.

Bahkan ia menegaskan, jika ada yang menyatakan bahwa selaku Politisi PDIP, ia beserta partainnya menolak Undang-Undang Pendidikan Agama dan Pondok Pesantren itu, tidak benar.

"Aneh-aneh saja pertanyaannya,” ucap Ribka seraya terbahak tertawa ketika diminta tanggapan oleh sukabumiNews terkait isu tersebut, usai menghadiri acara Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Sukabumi di salah satu Gedung di Jl. Lingkar Selatan, Sabtu (6/4/2019).

“Iseng amat sih, hoax itu tidak benar, mau di bilang apa-apa juga tidak apa, ga penting dan tidak usah dilayani," ucap politikus yang sempat menulis buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI" itu.

“Bahkan saya yang membuat BLK (Balai Latihan Kerja, red) di enam titik di wilayah Kabupaten Sukabumi untuk Pondok Pesantren seperti di daerah Ciracap, Pabuaran, Gegerbitung, Caringin, Cisolok dan Palabuhanratu,” akunya Ketua Komisi IX DPR RI itu


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

FKPPI Rayon X. 06.01 Sukaraja Deklarasi Dukung Caleg Partai Golkar, Dewi Asmara dan Asep Mensils

sukabumiNews, SUKARAJA - Ratusan Anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Rayon X. 06.01 Sukaraja menggelar Pertemuan Akbar dalam Acara pembangunan Sekretariat bersama H. Asep Sopyan, ST bertempat di Asrama Cibeureum Cimahpar Jl. Raya Sukaraja, Ahad (31/3/19), kemarin.

Pada pertemuan Akbar itu juga sebanyak 300 anggota FKPPI Rayon X. 06.01 Sukaraja sekaligus mendeklarasikan diri mendukung Asep Sopyan, ST yang dikenal dengan sebutan Asep Mensil’s maju menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Golkar.

Asep Mensil’s maju menjadi caleg nomor urut 2 di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Sukabumi yang meliputi Kecamatan Cireunghas, Cisaat, Gegerbitung, Gunung Guruh, Kadudampit, Kebonpedes, Sukabumi, Sukalarang, dan Sukaraja.

Ketua Rayon X.06.01 FKPPI Sukaraja Asep Herdiansyah mengatakan, selain acara silaturahmi ia juga mempunyai rencana untuk pembangunan Sekretariat, yang mana menurutnya sampai saat ini pembangunan secretariat itu baru mencapai 45 persen. “Ini menjadi beban moril bagi kita sehingga menjadi tanggung jawab kita sebagai pengurus FKPPI Rayon Sukaraja,” terangnya kepada sukabumiNews.net.

Ketua FKPPI Rayon X.06.01 Sukaraja Asep Herdiansyah (kiri) kuatkan dukungan kepada Caleg DPRRI  dari Wilayah IV Sukabumi Hj. Dewi Asmara (tengah) dan Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi Dapil IV, H. Asep Sofyan, ST (kanan).
“Kami selaku pengurus FKPPI Rayon X.06.01 Sukaraja juga menyatakan sikap mendukung penuh kepada pengurus senior (FKPPI) H. Asep Sopyan, ST yang mencalonkan dalam Pileg 2019 sebagai Calon Legislatif DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Golkar di Daerah pemilihan 4 dan Caleg DPR RI Hj. Dewi Asmara,” ungkap Asep Herdiansyah.

Semoga, tambah dia, dengan bentuk usaha perjuangannya untuk mendukung dan memilih H. Asep Sopyan pada tanggal 17 April 2019 dapat menjadi bukti atas kemenangan dia sehingga dapat terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu H. Asep Sopyan ST mengucapkan terimakasih kepada pengurus FKPPI Rayon X.06.01 Sukaraja atas dukungan penuh yang diberikan kepadanya juga kepada Hj. Dewi Asmara untuk maju pada pileg 17 April 2019 mendatang.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, March 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Anggota DPR RI Komisi XI Heri Gunawan Adakan Sosialisasi Edukasi Uang Rupiah di SMK Persada Sukabumi

FOTO : Heri Gunawan saat melakukan Sosialisasi Edukasi di SMK Persada Kota Sukabumi, Kamis (21/3/2019).
sukabumiNews, CIKOLE - Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan mengadakan sosialisasi dan edukasi uang rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosialisasi di gelar di Aula SMK Persada Subang jaya Kota Sukabumi, Kamis (21/3/2019).

Pada kesempatan itu Heri menghimbau kepada generasi milenial untuk bijak dalam memperlakukan Rupiah. Pasalnya biaya untuk mencetak uang baru cukup besar dan biaya tersebut bisa membebani Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN).

"Kita melakukan sosialisasi di beberapa sekolah agar masyarakat paham, khususnya anak-anak muda supaya lebih mengerti mengenai masalah uang agar bisa mencintai Rupiah," kata Heri Gunawan kepada sukabumiNews, Kamis.

Anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi Partai Gerindra itu mengaku miris ketika melihat generasi muda sekarang yang dianggapnya kurang baik memperlakukan Rupiah, sehingga menyebabkan kerusakan pada uang tersebut. Sementara menurutnya perlakuan mereka terhadap mata uang asing terlihat begitu diistimewakan.

"Kadang-kadang sisa dari uang jajan mereka di kepal-kepal sampai kucel, sementara mata uang asing di elus-elus sampai rapi," ucapnya.

Heri meminta agar masyarakat menjaga Rupiah, jangan sampai rusak ataupun basah, karena secara tidak langsung ongkos pencetakan uang itu relatif tinggi dan mahal.

"Jadi jika ada uang jelek maka akan di destroy (dihancurkan) sampai dicetak kembali, ini mengeluarkan biaya yang cukup besar dan biayanya bisa membebani APBN kita," jelas Heri, seraya berharap kepada anak-anak muda Sukabumi untuk bisa mengerti dan bijak memperlakukan Rupiah.

Dia juga menghimbau kepada generasi milenial untuk waspada terhadap uang palsu, pasalnya dimasa pemilu 2019 ini tidak menutup kemungkinan akan beredar uang palsu.

"Intinya kita ajak masyarakat agar waspada, apalagi ini tahun Pemilu tidak ada salahnya kita menghimbau anak-anak kita, karena mereka ini kita harapkan sebagai Agen of Development kedepannya, sehingga bisa membantu menularkan kepada lingkungan keluarganya, tentang pengetahuan yang mereka dapatkan dari sosialisasi ini," beber Heri Gunawan.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, March 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Reni Marlinawati akan Terus Perjuangkan RUU Pesantren Menjadi UU

sukabumiNews, SUKABUMI – Anggota DPR RI Komisi X Reni Marlinawati akan terus mengawal dan memperjuangkan Rencana Undang Undang (RUU) Pesantren dan Pedidikan Agama untuk disahkan menjadi Undang Undang. Reni menganggap RUU itu saat ini masih perlu di tata dan dibenahi.

"RUU Pesantren itu unsur inisiatif saya sendiri yang saya sampaikan sejaka 2011, kemudian tidak mendapatkan respon diusulkan kembali di 2015, dan baru di bahas kembali di ahir tahun 2018 di badan legislasi, itu baru di sahkan menjadi rancangan undang undang," ujar Reni kepada sukabumiNews di Sukabumi, Senin ( /03/19).

Dijelaskan Reni, Undang Undang tersebut posisinya saat ini masih menjadi RUU. “Tinggal di limpahkan ke Panitia Kusus yang anggotanya gabungan dari berbagai komisi atau di bahas di salah satu komisi saja untuk menjadi UU,” jelasnya.

Dengan adanya RUU menjadi UU tambah Reni, pesantren bakal menjadi salah satu institusi yang secara formal harus mendapatkan berbagai dorongan dan perhatian dari Negara.

Saat ini Reni mengaku miris melihat posisi pendidikan agama, dimana Madrasyah mulai dari MA, MI, MTS, dan Pesantren hanya ada dalam satu Direktorat saja. Sementra Pendidikan Kebudayaan, mulai dari SD, SMP dan SMA mempunyai Direktorat masing-masing.

"Kalau rancangan ini sudah menjadi UU Pesantren, yang pertama harus diperhatikan, pesantren harus sudah memiliki legalitas formal,” jelas Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PPP ini.

Paling penting lanjut Reni, yang juga sekaligus sebagai caleg DPR RI dari Partai PPP Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi itu, ada daya desak secara anggaran dan perhatian anggaran untuk lembaga agama yang saat ini masih sangat minim.

Sebagai Anggota Komisi X yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan, Reni Marlinawati menambahkan, dalam pengawalan RUU ini harus dijadikan legalitas bagi organisasi tingkat bawah, untuk melaksanakan UU ini.

"Setelah UU ini ada, Pemerintah Provisi maupun Kota/Kabupaten harus mebuat Perda yang sama, denga mengacu kepada UU Pesantren, agar semua berjalan satu beriringan untuk kemajuan lembaga Keagamaan," tandasnya.


[Pewarta: Rudi Samsidi].
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, December 10, 2018

Redaksi sukabumiNews

Caleg DPR RI Dapil Aceh I, Dwi Luhnuari Aktif Gelar Silaturahmi

Dwi Luhnuari Jumwati SE alias Nunuk merupakan Caleg DPR RI dari partai PDIP Nomor Urut 3 untuk Dapil Aceh I yang meliputi dari 15 kabupaten kota, yaitu Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeleu, Abdya, Aceh Selatan, Singkil, Subullussalam, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.
Gayo Lues (ACEH), SUKABUMINNEWS.net - Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dapil Aceh I,  Dwi Luhnuari gencar melakukan silaturahmi. Seperti halnya kali ini, ia melakukan silaturahmi bertemu dengan masyarakat Desa Bengkik Kecamatan Blang Pegayon, Kabupaten Gayo Lues, belum lama ini.

Hadir pada kegiatan silaturahmi tersebut Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong, Yusman, Tokoh Pemuda beserta masyarakat sekitar Desa Mengkek .

Terkait kegiatan ini Sekdes Gampong, Yusman menjelaskan, kegiatan silaturrahmi seperti yang dilakukan caleg ini memang sangat bermanfaat. “Selain bisa langsung dekat dengan masyarakat, juga bisa mendengar langsung keluhan- keluhan dari masyarakat, dan kami sangat senang atas kedatangan langsung ke kampung halaman kami," ucap Yusman kepada sukabumiNews di sela-sela acara.

"Dan kita berharap di Gayo Lues ini ada orang yang bisa menciptakan solusi untuk mengurangi angka pengangguran, karna angka pengangguran disini cukup banyak," katanya.

Sementara itu Dwi Luhnuari saat diminta tanggapan mengenai keinginan warga dan tujuan dirinya maju menjadi caleg di Pileg 2019 mengatakan, hal itu sudah menjadi pemikirannya. "Karena tujuan saya maju ke Pileg 2019 diantaranya yaitu untuk meningkatkan sektor ekonomi produktif bagi masyarakat,” kata Dwi.

Selain itu jelas Dwi, layanan kesehatan, pendidikan,serta pengelolaan sumber daya alam juga perlu ditingkatkan. “Tentunya semua itu tidak terlepas dari cita-cita untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman sebagai kultur dari masyarakat Aceh," tambah wanina yang lebih akrab di sapa Nunuk itu.

Dwi Luhnuari Jumwati SE alias Nunuk merupakan Caleg DPR RI dari partai PDIP Nomor Urut 3 untuk Dapil Aceh I yang meliputi dari 15 kabupaten kota, yaitu Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeleu, Abdya, Aceh Selatan, Singkil, Subullussalam, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

Pewarta: Amin lingga
Editor: Red.
close
close