Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, November 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

West Java International Coffee Festival 2019 di Bandung Siap Pertemukan Petani Kopi Indonesia dengan Industri Tingkat Dunia

Didiet Arry Suparno (Word of Cofee 2019)
Didiet Arry Suparno saat menghadiri World of Coffee 2019 di Jerman pada bulan Juni 2019 lalu. (Gambar Istimewa)  
sukabumiNews, PADANG – Kopi menjadi salah satu minuman harian bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu negara yang memiliki kualitas kopi terbaik, biji kopi hasil pertanian di Indonesia sangat diminati dunia, sehingga kebutuhan produksinya sangat tinggi.

Untuk merayakan kebangkitan industri kopi di Nusantara, Koperasi Warung Jokowi (Warjok) akan menggelar West Java International Coffee Festival (WEJICOFES), pada tanggal 7–10 Desember 2019 pada pukul 10.00–20.00 WIB di Gedung Majestik, Jalan Dr. Ir. Soekarno (Asia Afrika), Bandung.
           
“Rangkaian acara festival kopi tingkat Internasional ini akan diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara yang akan datang langsung ke Bandung. Mereka dapat  mengikuti lelang kopi dan juga workshop kopi yang kami gelar,” kata Didiet Arry Suparno, Ketua Panitia WEJICOFES 2019 kepada sukabumiNews, melalui selulernya, Selasa (26/11/2019).

Didiet Arry mengharapkan acara ini dihadiri oleh para pelaku industri kopi dalam negeri, seperti eksporter, pengelola coffee shop, trader, petani, coffee roasters, pengusaha kopi, barista, asosiasi kopi, penikmat kopi, dan juga para pengamat kopi, jurnalis, blogger, coffee anthusiast, dan masyarakat luas.

Festival ini kata Didiet, mengangkat tema Coffee for Nusantara’s Spirit.  “Kami menyediakan 50 booth food and beverages. Diharapkan WEJICOFES 2019 dapat membawa kopi produksi Kabupaten Bandung dan daerah lainnya di Nusantara ke tingkat dunia,” harapnya.

Event ini juga tutur Didiet, harus menjadi corong promosi kopi produksi petani dari Kabupaten Bandung dan seluruh daerah di Indonesia, untuk dapat sesegera mungkin mendunia.

Lebih lanjut Didiet mengatakan, dari sudut pandang regulasi, bertemunya buyer secara langsung dengan petani menimbulkan kecemasan tersendiri pada pemberlakuan harga kopi, lantaran buyer dengan skala besar mempunyai kecenderungan untuk menekan harga di tingkat petani. Tentu saja kata Didiet, kejadian ini sangat tidak diinginkan.

“Inilah yang memotivasi Koperasi Warjok untuk mengadakan acara berskala internasional ini agar jadi jembatan bagi para petani di seluruh daerah di Indonesia untuk bertemu langsung dengan para pembeli kopi dari seluruh dunia,” terangnya.

Senada dengan Didiet Arry, Robin Goeltom Bendahara festival ini juga memiliki harapan yang sama, bahkan Robin berkeinginan, semoga WEJICOFES 2019 membuat industri kopi dunia makin bergairah.

Pewarta : Muhammad Fadhli
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close