Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, November 5, 2018

Redaksi sukabumiNews

Yusril Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf, Partai Bulan Bintang Belum Putuskan Dukungan

Yusril Jadi Kuasa Hukum Jokowi, Partai Bulan Bintang Belum Putuskan Dukungan
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra membenarkan adanya pertemuan dirinya dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir belum lama ini di salah satu hotel di Jakarta.

Sebagaimana dilansir Abadikini.com, dalam pertemuan itu Yusril murni membicarakan soal bantuan hukum kepada Paslon Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf dan Yusril bersedia menjadi Lawyer keduanya. Ia juga tegaskan dalam pertemuan itu tidak membicarakan soal arah dukungan PBB.

“Masalah PBB samasekali tidak disinggung dalam pembicaraan dengan Pak Erick. PBB sampai saat ini belum memutuskan memberikan dukungan ke paslon yang mana,” kata Yusril saat dikonfirmasi Abadikini.com, Senin (5/11/2018) malam.
Yusril menjelaskan PBB dalam Pilpres 2019 kali ini tidak bisa mencalokan pasangan calon Capres dan Cawapres. PBB hanya bisa mendukung itupun kata Yusril bersifat informal saja. Kaitan dengan dukungan PBB Yusril katakan baru akan diputuskan pada bulan Desember nanti dalam Momen Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

“PBB memang tidak dalam posisi bisa mencalonkan paslon. Kalau memberi dukungan, sifatnya informal. Masalah itu akan dibahas dan diputuskan bulan Desember nanti dalam Rakornas PBB,” tegas Yusril.

Sebelumnya diberitakan, Yusril Ihza Mahendra menyatakan kesediaan untuk menjadi kuasa hukum pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Keputusan itu diambil Yusril setelah dirinya bertemu dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Erick Thohir.

BacaIni Alasan Yusril Bersedia Jadi Kuasa HukumJokowi-Ma’ruf

“Pak Erick mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf ini prodeo alias gratis tanpa bayaran apa-apa. Saya bilang saya setuju saja,” ujar Yusril kepada wartawan, Senin (5/11).

Yusril berharap kehadirannya bisa membuat pemilu berjalan jujur dan adil. Dia memastikan akan profesional dalam bekerja. Meski di satu sisi, dia juga menegaskan tidak akan masuk dalam TKN Jokowi-Ma’ruf.

“Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci, dan difitnah, misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta-fakta yang sesungguhnya,” pungkasnya. (SN/Ak).

Baca juga: JK mengatakan Yusril dipilih sebagai pengacarabukan karena Ketum PBB.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu