Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, November 9, 2018

Redaksi sukabumiNews

Yusril Blak-blakan: Saya Nggak Mau Jadi Cebong, Nggak Mau Jadi Kampret

Yusril tegaskan dirinya tidak menjadi pendukung salah satu calon di Pilpres 2019.
Yusril tegaskan dirinya tidak menjadi pendukung salah satu calon di Pilpres 2019.

Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, berbicara soal keputusannya menerima pinangan Ketua Tim Kemenangan Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi pengacara capres-cawapres nomor urut 01.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak menjadi pendukung salah satu calon di Pilpres 2019.

“Ini Blak-blakan betul nih, kalau ikut Pak Jokowi katanya jadi cebong, ikut Pak Prabowo jadi kampret. Ya udah saya nggak mau jadi cebong, nggak mau jadi kampret, saya jadi macanaja,” kata Yusril berseloroh, Kamis (8/11/2018).

Seperti diketahui, Yusril jadi sorotan dan ramai diperbincangnkan pasca dirinya menerima pinangan Ketua Tim Kemenangan Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, untuk menjadi pengacara capres-cawapres nomor urut 01 itu. Hal tersebut banyak dibicarakan warganet, karena Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpinnya terkesan lebih dekat dengan pendukung Prabowo-Sandiaga.

Baca: Cuma Jadi Pengacara, Yusril Bantah Dukung Jokowi

Sementara itu Partai Perindo menilai bergabungnya Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf akan berbuntut pada dukungan Partai Bulan Bintang (PBB) terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 1.

“Ya, sekalipun profesional tapi kan sikap sebagai seorang ketum juga pasti akan diikuti oleh kader-kader dan pengurus yang lain. Jadi pribadi tapi juga berpengaruh terhadap partai,” kata Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Baca: Yusril Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf, Partai Bulan Bintang Belum Putuskan Dukungan

Rofiq mengaku tidak keberatan meski Yusril dekat dengan kelompok eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena sebagai penasihat hukumnya. Ia memandang justru bagus bagi pemenangan Jokowi jikalau Yusril sudi bergabung.

“Justru sikap Pak Yusril semakin mempertegas bahwa Pak Jokowi pro terhadap umat dan kebijakan-kebijakan ke depan akan lebih banyak menguntungkan umat. Menurut saya ini yang terbaik,” pungkas Rofiq. [*]

Baca: Ini Alasan Yusril Bersedia Jadi Kuasa HukumJokowi-Ma’ruf


Sumber: ISLAM POS
dari DETIK
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu