Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, November 2, 2018

Redaksi sukabumiNews

Massa Aksi Bela Tauhid Kecewa Perwakilan Tak Ditemui Jokowi

Massa Aksi Bela Tauhid Kecewa Perwakilan Tak Ditemui Jokowi
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Massa Aksi Bela Tauhid kecewa perwakilannya tidak ditemui Presiden Jokowi untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Mereka tidak puas perwakilannya hanya ditemui oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

"Kita tadi ditemui Bapak Menko Polhukam bersama Wakapolri karena Presiden katanya sedang di luar kota," ucap Ketua Front Santri Indonesia Hanif Alatas yang berorasi dari atas mobil komando di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Jumat (2/11).

"Huuuuu," sorak massa Aksi Bela Tauhid menanggapi Hanif Alatas.

Hanif mengatakan bahwa Wiranto berjanji menyampaikan tuntutan perwakilan massa aksi bela tauhid kepada Jokowi secara langsung. Namun, massa tetap tidak puas.

"Puas atau tidak?!" Pekik Hanif

"Tidak!" teriak massa dengan intonasi tidak kalah keras.

Hanif lalu menyebutkan tuntutan yang disampaikan kepada Wiranto saat bertemu di Kantor Kemenkopolhukam.

Pertama, massa Aksi Bela Tauhid menuntut kepada pemerintah Indonesia untuk membuat pernyataan kenegaraan secara resmi bahwa benda yang dibakar Banser adalah bendera tauhid milik Rasulullah bukan bendera ormas.

"Sehingga tidak boleh dinistakan oleh siapa aja," kata Hanif, seperti dikutip CNN Indonesia.

Massa Aksi Bela Tauhid juga menuntut kepolisian agar memproses hukum semua pihak yang terlibat pembakaran bendera tauhid. Baik pelaku maupun aktor intelektual yang mengarahkan serta menebarkan kebencian terhadap bendera tauhid.

Hanif mengatakan pihaknya pun menuntut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama agar meminta maaf kepada umat Islam terkait pembakaran bendera oleh anggota Banser di Garut.

"PBNU harus dibersihkan dari liberalisme, dari kapitalisme, karena PBNU adalah rumah bagi ahlusunnah waljamaah," ucap Hanif.

Hanif lalu mengimbau kepada umat Islam diIndonesia agar selalu menjaga persatuan serta kesatuan dan tidak mudah diadu domba oleh pihak manapun. Hanif juga meminta seluruh umat Islam agar menghormati segala simbol keagamaan.

"Jangan ada lagi penistaan agama. Jangan ada lagi persekusi, " ucap Hanif.

Aksi Bela Tauhid digelar sebagai bentuk protes pembakaran bendera bertuliskan tauhid oleh Banser NU. GP Ansor menegaskan bendera yang dibakar oleh anggota Banser di Garut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia.

Pembakar bendera telah diamankan polisi dan diproses hukum. Polda Jawa Barat yang menangani kasus telah melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Garut. Sementara dua ormas Islam terbesar di Indonesia, PBNU dan Muhammadiyah telah mengimbau anggotanya tidak turun ke jalan.


Sumber: CNN Indonesia
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu