Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, October 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Turki Sebut Pembunuhan Khashoggi Direncanakan

Turki Sebut Pembunuhan Khashoggi Direncanakan
Turki, SUKABUMINEWS.net – Turki, Senin (22/10) mengungkapkan pembunuhan Jamal Khashoggi dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul telah direncanakan. Karenanya, Turki berjanji akan membuka segala informasi terkait kasus yang mencoret citra Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman itu.

Meningkatkan tekanan terhadap Riyadh, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan membongkar kasus Khashoggi pada Selasa (23/10).

Kontributor surat kabar Amerika Serikat Washington {ost itu dibunuh tiga pekan lalu saat masuk ke konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Setelah bungkam selama lebih dari dua pekan, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulat mereka. Namun, penjelasan negara itu dipandang sekutu dan lawan politik mereka sebagai membingungkan dan tidak jelas.

Kasus itu menyebabkan Pangeran Mohammed berada dalam sorotan. Dia merupakan pemimpin upaya reformasi di Arab Saudi. Dia disebut memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Tudingan itu telah dibantah pemerintah Arab Saudi.

CNN merilis gambar yang disebut menunjukkan seorang pejabat Arab Saudi yang berpura-pura menjadi Khashoggi, mengenakan pakaian wartawan itu saat meninggalkan konsulat dalam upaya menunjukkan bahwa pria itu telah meninggalkan konsulat tersebut.

Penasehat Gedung Putih Jared Kushner mengaku telah mendesak Pangeran Mohammad untuk bersikap transparan karena seluruh dunia mengawasi kasus itu.

Adapun juru bicara partai yang dipimpin Erdogan, Omer Celik, menyebut pembunuhan Khashoggi adalah sebuah aksi mengerikan yang terencana.

Pernyataan Celik itu merupakan kali pertama Ankara berpendapat pembunuhan Khashoggi telah direncanakan.

"Kami berhadapan dengan situasi yang telah berusaha keras disamarkan," ungkap Celik.

Salah satu penasehat Erdogan, Yasin Aktay, dalam sebuah tulisan di harian Yeni Safak menyebut penjelasan versi Arab Saudi membuat 'intelejen Turki merasa diejek'.

"Sejak awal, sikap presiden kami jelas. Tidak ada yang akan dirahasiakan dalam kasus ini," tegas penasehat Erdogan, Ibrahim Kalin.


(SN/Medcom/AFP/OL-2)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu