Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, October 15, 2018

Redaksi sukabumiNews

PDIP Respons Kivlan Zen: Baru Keluar Kampung, Terus Komentari

Jakarta, SUKABUMINEWS.net -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengatakan mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen tak perlu berkomentar soal kerja sama PDIP dengan Partai Komunis China.

Menurut Budiman, PDIP memang menjalin kerja sama dan hubungan dengan berbagai parpol diluar negeri, termasuk salah satunya Partai Komunis China.

Meski begitu, ia menyatakan hubungan PDIP dengan Partai Komunis China hanya sebatas bertukar informasi soal pelembagaan parpol dan bukan bertukar ideologi.

Selain dengan Partai Komunis China, Budiman mengatakan PDIP juga menjalin hubungan dengan Partai Buruh Australia (Australian Labour Party), Partai Liberal Jerman (National Liberal Party), Partai Sosial Demokrat Jerman(Social Democratic Party of Germany), Partai Demokrat AS dan Partai Komunis Cina.

"Jadi Pak Kivlan itu kalau sudah enggak baca dan enggak ngerti perkembangan di dunia, ya lebih baik enggak usah komentar, karena akan jadi bahan tertawaan," kata Budiman dikutip dari CNNIndonesia.com pada Senin (15/10).

Ia mengatakan Kivlan merupakan orang baru di dunia politik yang tak seharusnya berkomentar soal pergaulan luas PDIP di kancah internasional.

"Janganlah Pak Kivlan yang tak pernah keluar kampung, kemudian baru keluar kampung, terus mengomentari. Janganlah mengomentari partai yang punya pergaulan luas," kata Budiman.

Budiman mengatakan parpol di Indonesia sudah sepatutnya memiliki hubungan dan kerja sama dengan parpol di luar negeri sebagai sarana mengembangkan kapasitas kader maupun institusi partai itu sendiri.

Bagi PDIP, bentuk kerja sama itu biasa dilakukan dengan pertukaran kader maupun anggota legislatif antara PDIP dengan partai di luar negeri untuk membahas berbagai macam hal seputar pelembagaan parpol.

"Saling ada pelatihan, misalnya training soal manajemen, pengelolaan partai, strategi kampanye, fund rising. Kami sering mengirim kok ke Australia, China, banyak ya," kata Budiman.

Budiman pun menyebut tak hanya PDIP saja yang memilki hubungan dengan parpol di luar negeri.

Ia menyebut parpol lain seperti Golkar, PKS dan PAN turut memiliki relasi dan bekerja sama dengan partai politik di luar negeri.

"Golkar juga iya, PKS iya, PAN iya, ini buat partai lebih berkembang," kata Budiman.

Sebelumnya dalam diskusi 'Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pilpres 2019' yang digelar di Jakarta, Sabtu (13/10), Kivlan Zen menyebut tiga partai pengusung petahana Joko Widodo menjalin kerja sama dengan China soal paham komunisme.

Kivlan menuding ada kerja sama kaderisasi paham komunisme yang dijalin PDIP, NasDem, Golkar dengan Partai Komunis China.

"PDIP tanda tangan bersama untuk pengaderan, sekarang NasDem juga ikut dengan Partai Komunis China untuk melakukan pengaderan," kata Kivlan.

"Golkar juga ikut setelah yang [Setya Novanto] masuk penjara ini. Sama-sama tanda tangan pengaderan dari China."

Selain itu, Kivlan juga menuduh Jokowi mendapat suntikan dukungan dalam Pilpres 2019 dari golongan yang ia sebut Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tanpa menunjukkan bukti konkret, ia menceritakan bahwa golongan yang ia sebut PKI telah menyambangi Jokowi saat masa kampanye lima tahun lalu.

Sumber: CNN Indonesia
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu