Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, September 9, 2018

Redaksi sukabumiNews

Yusril: Gerakan Tagar 2019GantiPresiden Tidak Jelas dan Tidak Mendidik Rakyat

JAKARTA, SUKABUMINEWS.net – Gerakan #2019GantiPresiden dianggap tidak memberikan pendidikan politik bagi rakyat. Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menjelaskan sangat wajar dan lumrah jika kegiatan dukung mendukung muncul dalam agenda politik. Tapi harus dijelaskan juga gerakan tersebut ditujukan untuk siapa. Sebab, sekarang ini capres dan cawapres sudah mengerucut ke dua kandidat.

“Jadi pendapat saya rasanya sudah kurang pas #2019GantiPresiden itu,” ujarnya dilansir dari laman Berita Politik RMOL, Minggu (9/9/2018).

Pakar hukum tata negara itu menilai gerakan #2019GantiPresiden terlalu propokatif. Untuk itu sudah saatnya tagar diganti dengan menyebut nama pilihan calon presidennya secara tegas dan jelas.

Propaganda politik, sambung pria asal Belitung itu bertujuan untuk menanamkan ke alam bawah sadar kepada publik tentang sesuatu tujuan.

Ia menilai Pemilu dan Pilpres 2019 selain bertujuan untuk melaksanakan demokrasi, juga dimaksudkan sebagai wahana pendidikan politik.

“Kita ingin rakyat kita menjadi dewasa dan rasional dalam menentukan pilihan politik, bukan penggiringan opini melalui propaganda,” pungkasnya. (Red*/RMOL)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu