Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, September 12, 2018

Redaksi sukabumiNews

Wabup Kupas Manfaat Hanjeli Sebagai Komoditas Ekonomi di Waluran

[Foto: Wakil Bupati Sukabumi H. Adjo Sardjono (keenam dari kiri) dengan bangga memperlihatkan contoh makanan yang terbuat dari hanjeli dalam kunjungan kerja ke Kampung Wisata Hanjeli di Kecamatan Waluran].
WLURAN, SUKABUMINEWS.net - Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi H. Adjo Sardjono mengupas secara panjang lebar seputar manfaat hanjeli sebagai salah satu komoditas pertanian yang dapat meningkatkan perekonomian warga.  Menurut dia, hanjeli sangat prospektif untuk dijadikan salah satu daya tarik wisata dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

"Hanjeli dapat  menjadi pengganti nasi dan bisa diolah menjadi  makanan lainnya. Hasil olahan dari hanjeli dapat dijadikan makanan khas Kabupaten Sukabumi  dan memiliki daya tarik bagi turis lokal maupun mancanegara," kata wabup dalam pidato ketika berkunjung ke Kampung Wisata Hanjeli di Kampung Cekdam, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/9/2018).

Jika diolah dengan benar dan terarah, lanjut Adjo, pengolahan hanjeli dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, baik di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Karena itu usaha pertanian berbasis hanjeli harus terus dikembangkan.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat di Desa Waluran Mandiri yang mengembangkan usaha penanaman dan pengolahan hanjeli sehingga dapat mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di kawasan tersebut.

Pada bagian lain, Adjo mengucapkan terima kasih kepada masyarakat termasuk yang tinggal di wilayah Waluran yang telah ikut mempromosikan dan memasarkan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. 

Pada kunjungan itu, wabup didampingi Kepala Dinas Pertanian, Camat Waluran, Danramil, Kapolsek Waluran, dan Kepala Desa Waluran Mandiri. (*)

Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: Red
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu