Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, July 25, 2018

Redaksi sukabumiNews

SBY: Hubungan Saya dengan Ibu Megawati Belum Pulih

[SBY - Zulkifli Hasan (Photo dok. Merdeka)]
sukabumiNews.net, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengungkapkan Presiden Joko Widodo sudah berkali-kali mengajak Demokrat untuk berada di dalam pemerintahan.

Namun SBY menyampaikan berbagai alasan yang menjurus bahwa tidak tepat jika Demokrat bergabung dengan pemerintahan karena partainya tidak menentukan sikap dalam pilpres 2014.

Selain alasan itu, SBY juga mengungkapkan sempat ragu jika partai-partai koalisi pendukung akan menerima Demokrat di dalam pemerintah.


Tak sampai di sana, SBY juga merasa masih ada faktor lain yang mengganjal tawaran Jokowi kepada Demokrat untuk bergabung di pemerintah. Hal itu adalah hubungannya dengan Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Pertanyaan saya, hubungan saya dengan Ibu Megawati belum pulih. Masih ada hambatan dan jarak di situ," kata SBY di kedaiamannya, Jakarta, dilansir CNN Indonesia, Rabu (25/7).

Keterangan ini disampaikan SBY untuk melengkapi pernyataan yang ia sampaiakan saat bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Selasa (24/7) malam. SBY sebelumnya mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Presiden Joko Widodo selama satu tahun belakangan.

Komunikasi itu, kata SBY, dilakukan untuk menjajaki kemungkinan kebersamaan dalam pemerintahan mendatang. Sebetulnya, SBY mengklaim jika Jokowi berharap Demokrat berada di dalam koalisi pemerintahan di pemilu tahun depan.

Namun sayangnya, imbuh SBY, ada beberapa hal yang menyebabkan penjajakan tersebut tak berjalan mulus.

"Pak Jokowi berharap Demokrat berada di dalam. Tapi juga sadar ada hambatan dan rintangan. Tidak perlu saya jelaskan secara detail," kata SBY usai menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, Jakarta, Selasa. (Red*/cnn)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu