Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, July 8, 2018

Redaksi sukabumiNews

Partai PBB Kabupaten Sukabumi Lakukan Penjaringan Bacaleg Tahap II untuk Tutupi Kekurangan Quota Caleg Perempuan

[Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi, Ujang Lukman Nurfalah (ke empat dari kiri) sedang berembuk bersama pengurus lainnya. Tampak hadir Saleh Hidayat, SH, ketua LBH PBB Kabupaten Sukabumi (ke-1 paling kanan)]. 
sukabumiNews.net, PARUNGKUDA – Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC PBB)  Kabupaten Sukabumi terus berbenah demi menutupi kekurangan-kekurangan yang dihasilkan pada momen-momen pemilu atau pileg di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan berharap dengan kerja keras yang dilakukannya, PBB Kabupaten Sukabumi bisa menghasilkan kader-kader yang cukup tangguh untuk membantu memperjuangkan visi-misi partai yang dipimpin pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra itu.

Seperti yang tengah dilakukan Komite Aksi Pemenangan Pemilu (KAPPU)  DPC Kabupaten Sukabumi kali ini. Pihaknya gencar melakukan penjaringan Bacaleg Tahap II untuk menutupi kekurangan quota, khususnya quota bagi caleg perempuan.

"Meski minat perempuan di Kabupaten Sukabumi untuk mencalonkan diri menjadi calon legislatif sangat minim, kami terus berupaya untuk bisa memenuhi syarat quota 30 persen," ungkap Ketua KAPPU PBB Kabupaten Sukabumi, Muhamad Natsir di Markasnya, Sabtu (7/7/2018).

Dikatakan Nasir, pihaknya hingga kini masih melalukan penjaringan karena mengacu informasi dari KPUD Kabupaten Sukabumi bahwa pendaftaran Bacaleg masih ada waktu hingga tanggal 17 Juli 2018 mendatang.

Dilain pihak, salah seorang Bacaleg PBB perempuan, Sri Rahayu saat dikonfirmasi sukabumiNews mengutarakan rasa optimismenya dalam menghadapi Pemilu Nasional (Pilnas) 2019. "Pada 2019 mendatang adalah momentum bagi PBB untuk biasa meraih hasil yang baik. Saya optimis caleg perempuan akan mendapatkan kesempatan." Tuturnya. (Red*)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu