Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, July 19, 2018

Redaksi sukabumiNews

Lebih 7000 Penduduk Dua Perkampungan Syiah di Suriah Dipindahkan

Relokasi penduduk telah menjadi ciri umum dari Perang Suriah selama tujuh tahun, yang telah menewaskan setengah juta orang
sukabumiNews.net, SURIAH - Lebih dari 100 bus pada hari Rabu tiba untuk mengevakuasi ribuan orang dari dua desa di Suriah dalam operasi relokasi populasi oposisi di negara barat laut negara itu kemarin, lapor media.

Desa-desa Syiah al-Foua dan Kefraya akan dikosongkan dari semua penduduk dan milisi bersenjata mereka, ujar seorang komandan dalam aliansi regional yang juga pendukung setia Presiden Bashar al-Assad, tulis Reuters.

Mereka telah dikepung selama bertahun-tahun oleh milisi mujahidin Sunni di provinsi Idlib di bagian terbesar terakhir yang dikuasai oposisi Suriah.

Sekitar 7.000 orang akan meninggalkan kedua desa itu, kata al-Manar TV, yang dijalankan gerakan Syiah Hizbullah Libanon.

Bashar al Assad, didukung Rusia dan Iran terus melawan oposisi di barat daya, bersumpah untuk memulihkan seluruh negeri, usnews.com.

Sumber lain mengatakan,  relokasi dua desa Syiah sebagai imbalan atas pembebasan ratusan orang yang ditahan di penjara pemerintah Bashar.

Sumber-sumber kelompok oposisi mengatakan sebelum ini para pemimpin dari Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), kelompok militan sekutu al-Qaeda di Suriah dan Garda Revolusi Iran (IRG) telah bernegosiasi tentang langkah itu.

“Bus dan ambulan memasuki Desa al-Foua dan Kefraya untuk membubarkan penduduk yang terkepung,” kata kantor berita SANA.

Relokasi penduduk telah menjadi ciri umum dari Perang Suriah selama tujuh tahun, yang telah menewaskan setengah juta orang.

Oposisi dan warga sipil telah digusur dari tanah air mereka ke wilayah oposisi di utara, ketika pasukan pro Bashar maju dengan bantuan dari Rusia dan Iran.

Pihak oposisi telah mengutuknya sebagai pemindahan kekuatan sistematis terhadap mereka yang menentang Bashar al Assad, yang berasal dari sekte Alawiy, sebuah cabang Syiah.

Kekerasan berdarah yang bermula setelah masyarakat menuntut reformasi politik seiring kebangkitan dunia Arab (Arab Spring) tahun 2011, dilawan Rezim Bashar dengan senjata mematikan.

Pemerintah Suriah juga mengadirkan milisi Syiah didukung Iran dan Rusia dikerahkan di seluruh wilayah untuk membantu Damaskus memerangi oposisi, banyak di antaranya mengidentifikasi diri sebagai Muslim Sunni.(Red*/Hidayatullah)

Sumber: Hidayatullah.com
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu