Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, July 10, 2018

Redaksi sukabumiNews

Calo Seleksi Bintara Polri Terciduk Usai Berkelahi Soal Uang

[Gambar Ilustrasi]
sukabumiNews.net, JAKARTA - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menangkap dua orang calo yang melakukan aksi penipuan dalam seleksi masuk Bintara Polri 2018.

Keduanya ditangkap setelah berkelahi soal pembagian uang hasil penipuan yang tidak sesuai perjanjian.

Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan inisial dua tersangka adalah S (57) dan MAN (42).

Arief mengatakan S adalah seorang karyawan swasta yang mengaku sebagai seorang paranormal, sementara MAN adalah orang yang mengaku berasal dari Staf Kepresidenan dan anggota Polri.

S pun mengaku bisa membuat calon siswa Bintara Polri yang telah gugur dapat kembali melanjutkan proses seleksi melalui jalur khusus dengan bantuan MAN.

Arief menyatakan S dan MAN menipu seorang calon siswa bintara berinisial FMC yang merupakan putra seorang pedagang di Purbalingga, Jawa Tengah berinisial J (37).

Awal mula penipuan itu terjadi setelah FMC dinyatakan tidak lulus dalam tahap pemeriksaan kesehatan seleksi Bintara Polri di Polda Jateng. Saat itu, J menemui S untuk meminta bantuan agar anaknya dapat kembali mengikuti tahapan seleksi dan menjadi anggota Polri.

Menyikapi permintaan itu, S pun menyanggupi dan meminta J untuk menyiapkan uang sebesar Rp350 juta sebagai persyaratan untuk diberikan kepada MAN.

Dua pekan berselang, J memberikan uang sebesar Rp320 juta kepada S.

Selanjutnya, S memberikan uang sebesar Rp100 juta kepada MAN. Namun, merasa uang yang diberikan tidak sesuai dengan komitmen awal, MAN mengancam S dengan menodongkan airsoft gun.

Tidak terima tindakan MAN, S pun mengambil langkah melapor ke polisi yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penangkapan MAN.

Hingga akhirnya, setelah polisi melakukan pengembangan proses penyidikan diketahui keduanya telah bekerja sama menjadi calo dan melakukan penipuan dalam seleksi masuk Bintara Polri.

"Kini masih dilakukan pemeriksaan untuk mengungkap kemungkinan ada korban lainnya," katanya.

Dikutip dari situs penerimaan.polri.go.id, untuk seleksi bintara Polri di tingkat daerah telah dilakukan sejak pendaftaran mulai 26 Maret lalu. Proses seleksi itu dilakukan hingga sidang kelulusan akhir yang diumumkan pada 3 Agustus mendatang.

Selanjutnya, para peserta tes yang dinyatakan lulus akan memulai pendidikan bintara Polri pada 7 Agustus 2018. (Red*)

Sumber: CNN Indonesia

Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu