Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, May 5, 2018

Redaksi sukabumiNews

Yusril Sebut Calon Tunggal Pada Pilpres Bahayakan Negara

sukabumiNews.net, JAKARTA- Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan bahwa kondisi pemilihan calon tunggal pada pilpres membahayakan negara. Sebab jika nantinya pemilihan calon tunggal dimenangkan oleh kotak kosong, maka negara tidak memiliki pemimpin.

Dalam pemilihan calon tunggal, sang calon biasanya ditandingkan dengan kotak kosong. Kotak ini sebagai pilihan warga yang tak mendukung calon tunggal tersebut.

“Ini ada satu bahaya yang tidak terpikirkan oleh pembuat UU. Kalau kotak kosong menang, maka negara dalam keadaan krisis konstitusional yang serius. Sebab MPR tidak bisa memperpanjang masa jabatan presiden dan tidak bisa menunjuk pejabat sebagai presiden,” kata Yusril saat membuka acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PBB 2018 di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (4/5).

“Kalau pilkada ada jalan keluarnya, kalau pejabat kalah dari kotak kosong maka ditunjuk pejabat (sebagai pelaksana tugas), dan akan menggelar pilakda lagi pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Yusril juga menyampaikan kemungkinan terjadinya capres tunggal itu lantaran adanya aturan ambang batas untuk pencalonan presiden.

Ambang batas pencalonan presiden ini diatur sebesar 20 persen kursi di DPR dan 25 persen suara nasional. Penentuan ambang batas ini sebelumnya terus diperjuangkan oleh pemerintah.

Berlakunya ambang batas ia sebut membuat sikap partai politik menjadi tidak jelas. Sebab, partai kecil harus menggalang koalisi dengan beberapa partai untuk mendukung satu pasangan calon.

“Saya pernah ditanya oleh banyak wartawan setelah PBB dinyatakan lolos (jadi peserta pemilu) oleh Bawaslu, ‘bagaimana sikap PBB terhadap Pemerintah sekarang akan dukung Pak Jokowi?’. Tidak, PBB tidak akan dukung Pak Jokowi,” kata Yusril.

“Malah kami bilang, andai kata ada calon tunggal, PBB akan kampanye mendukung kotak kosong,” tambah pakar hukum tata negara tersebut.

Yusril berkelakar, beberapa waktu lalu menyambangi Kabupaten Enrekang. Di sana sempat berlatih kampanye dan mencoblos kotak kosong bersama Ketua DPW PBB Sulawesi Selatan. Latihan ini sebagai persiapan jika nantinya hanya Jokowi dan wakilnya saja yang menjadi menjadi calon presiden dalam pilpres 2019.

“Kemarin ketua DPW Sulawesi Selatan mengajak saya latihan mencoblos kotak kosong. Sambil becanda saya bilang, ‘ini latihan. Siapa tahu Jokowi calon tunggal, kita latihan mencoblos kotak kosong’,” seloroh Yusril. (Red*/cnn)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...