Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, May 5, 2018

Redaksi sukabumiNews

Yusril: Saatnya PBB Bangkit

sukabumiNews.net, JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan selama tiga periode kepemimpinan bangsa, PBB seperti partai yang terdzalimi, disepelekan dan diangap tidak ada.

“Telah tiga periode PBB tidak punya wakil di DPR RI, tidak punya pejabat negara dan orang-orang yang duduk di posisi penting. PBB seperti partai terdzalimi, dipinggirkan, dianggap sepi, dianggap sepele lembaga survei, dianggap tidak ada,” kata Yusril saat berpidato di acara Mukernas II PBB, di Jakarta, Jumat (4/5/2018) malam.

Alhamdulillah, kata Yusril, tahun ini PBB diterima sebagai partai peserta pemilu, meski harus melalui perlawanan melalui jalur yang konstitusional. Dia mengajak seluruh kader untuk kembali bangkit membesarkan PBB.

“Saya meyakini, PBB bisa meloloskan kader-kadernya untuk kembali masuk ke DPR RI dengan memperoleh suara sah nasional minimum empat persen,” lanjutnya.

Yusril menegaskan PBB adalah partai berpengalaman. Menurut dia, PBB telah ditempa pengalaman-pengalaman politik dari sejarah politik bangsa sendiri. PBB pun menurutnya, memiliki kaitan sejarah dengan partai-partai Islam, lalu PBB juga turut mengambil peran di awal era reformasi.

Di akhir pidatonya Yusril mengajak kepada seluruh ormas Islam seperti FPI, HTI untuk bergabung dalam partainya dan bersama-sama membesarkan PBB demi memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya umat Islam.

Hadir acara pembukaan Mukercab II PBB yang di gelar di aula Menara Peninsula Hotel di kawasan Jakarta Barat itu, Ketua PBNU, KH Said Aqil Siroj, Mantan Dewan Pengurus Pusat PPP, Ahmad Yani, Bun Yani dan La Nyalla, pakar IT ITB yang pernah daniaya sekelompok orang, Hermansyah, serta beberapa tokoh aktifis HTI, FPI, dan HMI. (Red*)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...