Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, May 11, 2018

Redaksi sukabumiNews

Bupati Resmikan Festival Senin dan Budaya di Lembur Tengah

sukabumiNews.net, KADUDAMPIT - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara Festival Pesta Rakyat (FPR) ke-17 di Kampung Budaya Lembur Tengah, Dusun Cipetir, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/5/2018) yang telah berhasil membuat event untuk mendukung upaya pelestarian seni dan budaya Sunda.
  
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami meresmikan Festival Pesta Rakyat (FPR) ke-17 di Kampung Budaya Lembur Tengah, Dusun Cipetir, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/5/2018). Pada acara itu, bupati menyampaikan apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya yang berhasil menggelar festival tersebut.

Kedatangan bupati ke lokasi FPR Lembur Tengah disambut oleh upacara adat yang memperlihatkan adab sopan santun dan tradisi Sunda yang luhur. Dalam acara pembukaan, Marwan juga disuguhi aneka pertunjukan seni oleh para seniman setempat dan seniman dari berbagai desa.

Bupati benar-benar menikmati suasana Sunda di masa lampau dengan segala kejayaan seni dan budayanya. Di akhir acara pembukaan, ikut serta makan nasi liwet bersama masyarakat dan peserta festival. Di lokasi FPR ke-17, tampak hadir juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi H. Dana Budiman.

"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Kampung Budaya Lembur Tengah atas inisiatif  dan gagasannya dalam menyelenggarakan festival ini. Saya benar-benar kagum terhadap kemauan warga Lembur Tengah yang teguh pendirian untuk mempertahankan nilai-nilai seni dan tradisi leluhur melalui ajang festival," kata bupati saat menyampaikan pidato pembukaan FPR.

Kegiatan festival di Kampung Lembur Tengah, ujar dia, dapat menjadi wahana pelestarian keanekaragaman budaya lokal di Kabupaten Sukabumi sekaligus sebagai ajang silaturahmi para budayawan, seniman, komunitas adat, pakar budaya, dan segenap aparatur pemerintah. FPR, kata bupati, sangat relevan dengan upaya penyusunan strategi pelestarian budaya berbasis kearifan lokal.

“Sebagaimana dimaklumi Festival Pesta Rakyat ke-17 Kampung Budaya Lembur Tengah merupakan salah satu event kebudayaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari seluruh event kebudayaan di Jawa Barat," tuturnya.

Tentunya, seni dan budaya yang ditampilkan pada ajang FPR, kata bupati, telah melalui perjalanan  panjang dan tahapan perkembangan dalam upaya pelestariannya oleh para seniman dan budayawan.

Lebih lanjut Bupati Sukabumi menyatakan festival ini merupakan  salah satu upaya menjaga kelestarian serta kesinambungan seni dan budaya lokal. Di tengah derasnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang membawa perubahan dahsyat dalam kehidupan masyarakat, para pengabdi seni di Lembur Tengah masih bisa menjaga eksistensi seni dan jati dirinya.

"Kami yakin melalui festival ini, potensi budaya dan seni lokal  akan diwariskan oleh para pelaku, peminat, serta pecinta seni dan budaya kepada generasi-generasi selanjutnya,” ujar Marwan. (*)

Pewarta: Nandang Sutisna
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu