Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, April 7, 2018

Redaksi sukabumiNews

Spanduk Muslim Cyber Army Terbentang di Aksi 64

[FHOTO: Spanduk Muslim Cyber Army hadir di tengah-tengah aksi 64 menuntut proses hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)]
sukabumiNews.net, JAKARTA - Spanduk Muslim Cyber Army terlihat di barisan peserta Aksi Bela Islam 64 yang sedang berjalan kaki dari Masjid Istiqlal ke Kantor Bareskrim Polri di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jumat (6/4).

Spanduk bertulis 'MCA Hacktivis' itu dibentangkan oleh dua orang peserta Aksi Bela Islam 64.

Di bagian bawah spanduk tertulis Kami Bangga Menjadi MCA, diikuti tulisan We Are Moslem, We Are Brother, And We Are Muslim Cyber Army.

Saat wartawan mengambil gambar, pembawa spanduk memamerkan spanduk tersebut.

Pembawa spanduk berada di tengah barisan yang terdiri dari sekitar seribu peserta aksi. Mereka berjalan dengan dituntun mobil komando.

Dari mobil komando, orator membakar semangat peserta aksi dengan tuntutan kepada Polri agar menangkap Sukmawati Soekarnoputri.

"Kami minta Mabes Polri menjemput dan menangkap Sukmawati, setuju?" teriak sang orator.

"Setuju! Allahu Akbar!" teriak peserta aksi.

Mereka juga menyanyikan lagu anak berjudul Menanam Jagung, namun dengan lirik yang berbeda.

"Tangkap, tangkap, tangkap Sukmawati. Tangkap Sukmawati sekarang juga," para peserta aksi berdendang.

Aksi Bela Islam 64 diinisiasi Persaudaraan Alumni 212. Aksi ini menuntut kepolisian untuk menangkap Sukmawati Soekarnoputri.

Sukmawati memicu kontroversi setelah membacakan puisi Ibu Indonesia. Dalam puisinya, Sukmawati membandingkan konde dan kidung masing-masing dengan cadar dan azan.

Puisi itu memicu perdebatan dan dianggap menistakan agama Islam. Sukmawati sudah meminta maaf secara terbuka, tetapi sejumlah ormas Islam belum berhenti memprotes dan melaporkannya ke polisi. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...