Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, April 30, 2018

Redaksi sukabumiNews

Siapkan Empat Parkir, Polda Tutup Bundaran HI di Hari Buruh

[Fhoto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah), di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)]
sukabumiNews.net, JAKARTA - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya menyediakan sejumlah lapangan parkir untuk kendaraan para peserta aksi Hari Buruh Internasional atau May Day, pada Selasa (1/5).

Sejumlah lapangan parkir yang disiapkan itu terletak di Gelora Bung Karno, Lapangan Banteng, halaman parkir Masjid Istiqlal dan lapangan Monas.

"Untuk kegiatan yang besok dilakukan ada beberapa kantong parkir yang dipersiapkan untuk elemen masyarakat yang akan menyampaikan pendapat," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/4).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Argo mengatakan sebanyak 25 ribu hingga 30 ribu buruh akan menyambangi Jakarta. Mereka yang akan datang ke Jakarta tergabung dalam serikat buruh yang diantaranya adalah KSPI, KSPMI dan KSBSI.

Tema aksi itu adalah menghentikan keserakahan dan hegemoni korporasi, mewujudkan kesejahteraan rakyat. Tuntutannya adalah turunkan harga tarif listrik dan mencabut PP No 78, serta pilih presiden yang proburuh.

Massa juga diarahkan untuk unjuk rasa di Istana Negara, Istora Senayan, Balai Kota dan gedung DPR MPR. Pihaknya menyiapkan sebanyak 20 ribu personel kepolisian. Pengawalan massa juga akan dilakukan dari Depok dan Tangerang yang akan menuju ke Jakarta.

Argo menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan massa berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia. Menurutnya, hanya sejumlah titik yang diizinkan untuk aksi tersebut.

"Untuk iring-iringan massa tidak diarahkan ke Bundaran HI, jadi kita arahkan di luar Bundaran HI, menuju ke Istana Negara atau ke IRTI dan masjid Istiqlal," ucapnya.

Argo juga meminta supaya penyampaian pendapat dapat dilakukan dengan santun dan menghindari konflik. Dia meminta kerja sama antar peserta dengan kepolisian.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku akan mengerahkan sekirar 150 ribu pendemo dalam aksi May Day. Salah satu yang akan disuarakan dalam aksi itu adalah desakan untuk memilih Presiden yang pro-buruh.

Argo mengaku tak masalah dengan tuntutan para buruh. Yang jelas, dia hanya ingin aksi itu berjalan tertib. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis pun disebut sudah melakukan silaturahmi dengan sejumlah elemen buruh, Minggu (29/4) malam.

"Mengenai masalah tuntutan yang berbeda itu adalah hal yang wajar silakan saja, dalam menyampaikan pendapat ada beberapa elemen kelompok yang tidak sama itu tidak masalah, yang penting kegiatan dilaksanakan dengan aman dan lancar," tuturnya. (Red*/CNN Indonesia)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...