Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, April 25, 2018

Redaksi sukabumiNews

FPI Jabar Serukan Komando Ulama, Pilih Faham dan Asyik

[Fhoto: Ketua DPD FPI Jawa Barat, KH. Abdul Qohar Al-Qodsyi, LC menyerukan Komando Ulama dalam menyambut Pilkada serentak tahun 2018 pada peringatan Isro Miraj di Nangela, Baros, Kota Sukabumi].
sukabumiNews.net, BAROS - Ketua DPD FPI (Front Pembela Islam) Provinsi Jawa Barat KH. Abdul Qohar Al-Qodsyi, LC atau Kiai Qohar menyerukan berlakunya Komando Ulama pada Pilkada serentak tahun 2018 di Kota Sukabumi dan Jawa Barat.

Untuk Pilwakot Sukabumi, Komando Ulama memerintahkan umat Islam memilih pasangan nomor 2 Faham (Achmad Fahmi-Andri Hamami), sedangkan untuk Pilgub Jawa Barat, Kiai Qohar memerintahkan umat Islam mendukung dan memilih pasangan nomor urut 3 Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu).
 
"Tidak ada pilihan, umat Islam harus mentaati dan menuruti perintah dari Komando Ulama tersebut. Kita pilih kedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi serta pasangan calon gubernur dan calon gubernur Jawa Barat tersebut," kata Kiai Qohar pada tabligh akbar peringatan Isro Miraj di Kampung Nangela RT 01 RW 07, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Senin (23/4/2018) malam kemarin.

Memilih Faham dan Asyik, ujar dia, merupakan bagian dari jihad konstitusi karena hanya dua pasangan ini yang memiliki komitmen kuat untuk membela kepentingan umat Islam.

"Kalau memilih Faham dan Asyik, berarti umat Islam samina wa atona kepada para ulama. Kami siap, kami taat. Dua paslon itu telah menandatangani akad dan siap menjalankan amanat para ulama," ujar kiai.

Dalam memilih Faham, lanjut dia, itu bukan atas perintah Fahmi ataupun Andri, melainkan atas perintah Komando Ulama. 

Pengajian di Nangela yang mengambil tema gema dakwah dan bakti sosial itu dihadiri ribuan hadirin yang berdatangan dari berbagai sudut dan pelosok Kota dan Kabupaten Sukabumi. (*)

Pewarta: Abdillah
Editor: Red.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu