Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, February 19, 2018

Redaksi sukabumiNews

Yusril Pertanyakan KPU Papua yang Telah Umumkan PBB Lolos Tiba-Tiba KPU Pusat Nyatakan Tidak Lolos


sukabumiNews.net, JAKARTA – Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan KPU Papua yang telah umumkan PBB lolos, tiba-tiba menyerahkan  hasil rekap yang menyatakan PBB tidak lolos tanggal 14 Februari, sebelum KPU Pusat mengumumkannya tanggal 17 Februari kemarin. Yusril mensinyalir ada permainan pat gulipat menggagalkan PBB ikut Pemilu melalui KPU Papua dan dibenarkan oleh KPU Pusat.

Yusril juga mengatakan pihaknya telah mengetahui bahwa KPU Papua telah umumkan kepada publik bahwa PBB di sana memenuhi syarat tanggal 11 Februari. Namun tanggal 14 Februari, tanpa diketahui PBB Papua, KPU Papua merubah status PBB menjadi tidak lolos dan itulah yang dilaporkan ke  KPU Pusat.

Ia jua merasa bahwa partainya sangat dirugikan dan dipermainkan KPU, sehingga dia bukan saja akan menggugat KPU Papua dan KPU Pusat, tapi juga akan mempidanakan mereka. “Kami ingin membongkar dugaan bawa ada konspirasi menggagalkan PBB ikut Pemilu dengan memperalat KPU. Semuanya bukan saja akan kami gugat secara perdata, tapi juga akan kami lawan secara pidana” tegas Yusril dalam rilisnya seperti di beritakan Abadikini.com, (18/2/2018).

Yusril juga mengganggap bahwa partainya yang sejak lama dikenal sebagai partai Islam moderat dan nasionalis, selalu dihalang-halangi ikut pemilu oleh kekuatan sekular dan kiri anti Islam. “Sekuat tenaga kami akan melawan” kata Yusril.

Dia merasa bahwa berbagai elemen ormas Islam, cendekiawan dan ulama moderat memberikan dukungan kuat agar partai Islam modernis seperti PBB tetap eksis di negara ini. “PBB tetap kritis dan tidak mudah diombang-ambingkan kekuasaan”. Itu mungkin sebabnya kehadiran PBB tidak disenangi oleh kelompok sekular dan kiri anti Islam, tambah Yusril. (*)

Editor: Red.

Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu