Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, February 17, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kapolri Minta Agar Brimob Menghitung Kerawanan di Tiap Daerah

sukabumiNews, DEPOK - Personil Brimob yang mencapai 45.600 di seluruh Indonesia, akan sangat di butuhkan untuk pengamanan pilkada serentak. Untuk itu, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian meminta agar Brimob menghitung kerawanan di tiap daerah supaya jika ada kekurangan personil dapat di cover daerah lain.

Hal itu di ungkapkan Kapolri saat memimpin apel bersama Pasukan Korps Brimob Polri di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, yang di ikuti para anggota Brimob, Dankor Brimob Irjen Polisi Rudy Sufahriadi sebagai Komandan.

Apel yang di mulai sekitar pukul 08.00 WIB itu di gelar dalam rangka menjelang pembukaan rekernis tahun 2018. Apel juga di ikuti oleh gabungan satuan kerja. Turut hadir Wakapolri Komjen Pol Syafruddin,  Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dan Kakorlantas Irjen Pol Royke Lumowa.

Dalam sambutannya Kapolri menghimbau agar pada rakernis nanti,  jajaran daerah dan jajaran pusat betul-betul menghitung kerawanan di daerah masing masing. “Sehingga jika ada keadaan kontigensi itu dapat di lakukan,” kata Kata Tito Karnavian, Kamis (15/2).

Kapolri menyebutkan, ada beberapa agenda penting di tahun ini seperti pilkada serentak,  Asean Games, Operasi Tinombala, hingga kelompok kriminal bersenjata di Papua, semua agenda penting tersebut membutuhkan dukungan jajaran Brimob.

"Saya sangat membutuhkan dukungan dari jajaran Brimob Polri dalam menghadapi tantangan yang akan kita hadapi. Brimob adalah kebanggaan Polri, sekali tampil harus berhasil,” tutur Kapolri.

Dia menambahkan, di tahun ini ada cukup banyak agenda yang harus di amankan Polri, dantaranya yaitu Pilkada serentak yang tahapannya sudah di mulai.

Reporter: Didi/Jkt
Editor: A Malik AS.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...