Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, February 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Gapoktan Ganda Prawangi Upayakan Pemerataan Bantuan untuk Petani

[PHOTO: Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ganda Prawangi di Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi terus mengupayakan pemerataan bantuan bagi para petani. Untuk mewujudkan hal itu, langkah pertama yang dilakukan pengurus gapoktan tersebut adalah mengurus kepemilikan Kartu Tani Indonesia (KTI) bagi seluruh anggotanya. (dok.photo: BSK)]
sukabumiNews.net, CIREUNGHAS - Pengurus Poktan di Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi rajin berkomunikasi dengan berbagai kalangan termasuk Babinsa Cipurut Kopda Syarif yang sering berkunjung ke lokasi kegiatan warga.

"Dengan memiliki KTI, para petani lebih mudah mendapatkan bantuan atau subsidi harga sarana produksi pertanian dari pemerintah," kata Ketua Gapoktan Ganda Prawangi, Hasan Basri ketika ditemui wartawan, Sabtu (17/2/2018) pagi.

Saat ini, ujar  Hasan, dia dan para pengurus sedang mendata para petani yang telah memiliki dan belum mengantungi KTI. Hasan menginginkan, semua anggotanya dapat memiliki KTI agar mereka mendapatkan kemudahan dan keringanan harga dalam memenuhi kebutuhan bibit, pupuk, dan obat-obatan.

Gapoktan Ganda Prawangi membawahkan sembilan poktan (kelompok tani) dengan jumlah anggota seluruhnya sekitar 450 petani. Rata-rata banyak anggota pada satu poktan sekitar 50 kepala keluarga.

Para ketua dan nama poktannya masing-masing terdiri dari Ketua Poktan Mekartani Hasan Basri; Ketua Poktan Tani Mandiri,   Junaedi; Poktan Gandasoli Kaler, H. Ujay; Ganda Tani, Oman; Sari Wangi, Dudung; Subur Tani, Kusyani; Berkah Tani Sempurna, Basori; Ketua Poktan Tani Berkah, Solehudin; dan Ketua Kelompok Tani Wanita (KTW), Iyah.

 “Para petani ada yang memiliki tanah sendiri ada juga yang menggarap milik orang lain, proporsi jenis kepemilikan tanah ini sekitar 50 persen berbanding 50 persen," jelas dia.

Hasan berharap kepada Pemkab Sukabumi untuk terus membantu para petani yang bergiat di Desa Cipurut. Setengah dari petani di Desa Cipurut mengolah tanah milik orang lain. Kelompok inilah yang harus diberi perhatian khusus oleh pemerintah.

Hitung-hitungan kasar, tiap petani mengolah lahan dengan luas sekitar 2.000 meterpersedi atau 20 are. Dengan jumlah anggota 450 berarti total luas lahan yang digarap Gapoktan Ganda Prawangi mencapai 9.000 are atau 90 hektare. Sementara di Desa Cipurut, total luas lahan pertanian mencapai 130 hektare.

"Jadi masih ada 40 hektare lahan pertanian yang digarap oleh petani yang belum bergabung dengan Poktan dan belum mendapatkan perhatian dari Pemkab Sukabumi," ujar Hasan.

Pewarta: Rio Bagja Gumilar.
Editor: Red.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...