Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, January 11, 2018

Redaksi sukabumiNews

PWMI Mengajak Para Penyuluh Agama Islam Kemenag Untuk Berwira Usaha

sukabumiNews, CISAAT - Dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat menuju wira usaha mandiri, Perkumpulan Wira Usaha Mandiri Indonesia (PWMI) mengadakan penyuluhan kepada para penyuluh Agama Islam dan penyuluh honorer di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi.

Adapun materi yang di sampaikan PWMI, intinya yaitu mengajak kepada para penyuluh Agama Islam dan penyuluh honorer untuk bekerja sama berwira usaha agar menjadi pengusaha demi membangun ekonomi, khusnya wira usahawan muslim se-Kabupaten sukabumi menuju arah yang lebih baik dan produktiv.

Kegiatan penyuluhan kepada 3 orang perwakilan penyuluh per kecamatan se-kabupaten Sukabumi ini di laksanakam di Aula Gedung BAZNAS Cisaat Kabupaten Sukabumi pada Kamis(11/1/2018).

“Dari 3 orang perkecamatan yang mengikuti penyuluhan ini, hanya 1 orang yang akan kami pilih untuk mengikuti seleksi selanjutnya di Jakarta,” kata Putra Hapidz, salah satu nara sumber dari PWMI kepada sukabumiNews, di temui usai memberikan materi.

Dikatakan Putra, tiap 1 orang penyuluh yang terpilih, nantinya akan di trainning agar lebih mengetahui bagaimana teknik pelaksanaan usahnya. “Kami disini hanya menjembatani supaya mereka tersambung dengan pengusaha muslim yang ada di Jakarta,” jelas dia

“Dan kami berharap, nantinya para penyuluh ini bisa membawahi 30 atau 20 pedagang, agar produk yang kami tawarkan bisa berjalan dengan baik,” tambah Putra.

Adapun menurut Putra, jenis produk yang di tawarkan mulai dari obat-obatan, minuman dan makanan. “Yang jelas 100 persen hala,” imbuhnya.

Hadir pada acara penyuluhan tersebut Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi, H. Hilmi, Kepala BAZ Kabupaten Sukabumi, H Ruyani dan tamu undangan lainnya.

Pewarta: Aep Saepudin

Editor: Red.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu