Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, December 25, 2017

Redaksi sukabumiNews

MUI Desak Pihak Hongkong Klarifikasi Penolakan Ustaz Abdul Somad

sukabumiNews, JAKARTA – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan bahwa pihak Hongkong harus memberi penjelasan terkait dengan penolakan Ustaz Abdul Somad masuk ke negara tersebut.

Menurut Cholil, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) harus memberikan fasilitasi demi mendapat kejelasan penolakan Ustaz Abdul Somad.

“Ya (harus beri penjelasan), agar tidak simpang siur juga. Dan pemerintah semestinya memfasilitasi untuk meminta keterangan dari pihak Hongkong atau Cina,” kata Cholil ketika dihubungi, Ahad (24/12/2017) malam, dilansir Arrahmah dari Terporong Senayan.

Terkait penolakan ini, Cholil tidak dapat mengomentari terlalu jauh. Sebab belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Hongkong. Meski demikian, dia meminta publik tidak terlalu cepat bereaksi atas peristiwa yang dialami ustaz Abdul Somad.

Hal senada disampaikan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan.  Zulkifli Hasan menilai, yang paling mendasar dari kasus Ustaz Somad adalah keberpihakan negara pada rakyatnya. Menurutnya, perlu ada penjelasan dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah China mengenai insiden ini.

“Kenapa Ustaz Somad dipulangkan? Karena stigma teroris pada muslim Indonesia? Atau karena apa? Penjelasan penting agar kejadian yang sama tidak terulang pada warga negara Indonesia yang lain,” tuturnya.

Zulkifli Hasan menegaskan hubungan baik Indonesia dan China harus dijaga dengan prinsip setara dan saling menghormati.


“Dalam posisi sejajar inilah negara melalui Kementerian Luar Negeri bisa meminta penjelasan pada pemerintah Tiongkok. Jangan sampai ada stigma terhadap Indonesia khususnya Umat Islam,” pungkas Zulkifli. RED*

Sumber: Arrahmah
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu