Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, November 3, 2017

Redaksi sukabumiNews

Usai Menelan Pil Koplo, Seorang ABG Diduga Diperkosa Bergiliran di Kandang Ayam

sukabumiNews, PAREUNGKUDA - Peristiwa dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang gadis berusia 14 tahun berinisial DRM putri pasangan Jeni Mohan ( 36 ) dan Ipoh Masrifah ( 36 ) warga Kp Ciputat RT 30 RW 04 Desa Palasari Hilir Kecamatan Parungkuda. Ironisnya, peristiwa tragis yang menimpa DRM, terjadi disebuah kandang ayam. Sebelumnya, korban dipaksa menelan puluhan butir pil yang disinyalir sejenis narkoba.

Photo: Babinkantibmas Desa Plasri, sedang Meminta keterangan dari tiga orang yang diduga pelaku.
Menurut Korban, sekitar empat bulan lalu, dia sempat diajak seorang pelaku berinisial TH berkunjung ke rumah salah seorang temannya di Pakuwon. Di rumah tersebut, dia dipaksa TH untuk menegak puluhan pil haram yang diduga sudah dipersiapkan sebelumnya. "Awalnya, saya tidak menaruh curiga apapun. Tapi ternyata, dia sungguh tega merenggut keperawanan saya dengan keji. Apalagi dilakukan ditempat yang kumuh, bau dan jorok," katanya.    

Korban juga mengatakan, saat beraksi, TH ditemani MKL yang juga ikut melampiaskan nafsu syahwatnya terhadap korban. "Badan lemas dan kepala saya pusing seperti ditindih batu besar. Saya berupaya melawan, tapi apa daya tenaga mereka terlalu kuat. Setelah itu, saya sudah tidak ingat apa - apa lagi," ujar korban.

Korban juga menuturkan, setelah peristiwa malam itu, kejadian pun berulang di tempat lain dengan pelaku yang berbeda. "EC menggauli saya di sebuah kebun. Selebihnya dilakukan SLH dan DUD di rumah TH yang juga dijadikan markas," papar korban. Modus para pelaku relatif rata - rata hampir sama yaitu memberi dulu korban pil 'penenang' sebelum diperkosa. Tidak hanya itu, setelah hasrat seks pelaku terpuaskan, korban juga diancam untuk tidak menceritakan perbuatan terkutuk mereka kepada orang lain. "Awas, kalau berani buka mulut, kamu akan tahu akibatnya," kata korban menirukan ucapan para pelaku.    

Sementara Ibu korban, Ipoh, tak kalah gusar. Wanita paruh baya itu mengutuk keras perbuatan para pelaku yang disebutnya sebagai tindakan biadab dan tidak manusiawi. "Saya ingin mereka dihukum berat," katanya. 
Ditemui terpisah, tokoh masyarakat setempat, Acun, mendorong agar kasus ini secepatnya dituntaskan. Dia mengatakan, kejahatan seksual seperti ini, jangan sampai di petieskan. "Kalau dibiarkan, ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda ke depan. Narkoba dan asusila adalah musuh bersama yang harus kita basmi," katanya.


Senada dengan Acun, warga lainnya Jali lebih tegas lagi. Dia menginginkan agar kasus ini segera diproses secara hukum. " Visum sudah ada, pelaku sudah mengakui perbuatannya. Apalagi dia itu seorang ketua pemuda yang harusnya memberikan rasa aman dan kesejukan bagi anggota dan seluruh masyarakat, bukan malah buat kegaduhan berbau maksiat," tegasnya. Usep / Dokem
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu